Anda di halaman 1dari 9

PROPOSAL TUGAS AKHIR

PENGARUH VOLTASE TERHADAP KETEBALAN DAN GLOSS LAPISAN TEMBAGA BAJA KARBON RENDAH, SEDANG DAN TINGGI PADA PROSES ELEKTROPLATING

Disusun Untuk Memenuhi Tugas dan Syarat- Syarat Guna Memperoleh Gelar Sarjan Teknik (S1) Jurusan Teknik Mesin Fakultas Teknik Universitas Muhammadiyah Surakarta

Disusun Oleh : DITA TRI SAMBODRO D 200 070 040

JURUSAN TEKNIK MESIN FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SURAKARTA 2013

HALAMAN PENGESAHAN Proposal Tugas Akhir berjudul PENGARUH VOLTASE TERHADAP KETEBALAN DAN GLOSS LAPISAN TEMBAGA BAJA KARBON RENDAH, SEDANG DAN TINGGI PADA PROSES ELEKTROPLATING ini diajukan untuk memenuhi persyaratan untuk maju pada pembimbing pendamping untuk lanjutkan tugas akhir guna memperoleh gelas S-1 Teknik Mesin Universitas Muhammadiyah Surakarta. Disusun Oleh: Nama Nim : : DITA TRI SAMBODRO D 200 070 040

Disetujui pada: Hari Tanggal : :

Mengesahkan Pembimbing Utama

Ir. Masyrukan, MT

JUDUL

PENGARUH VOLTASE TERHADAP KETEBALAN DAN GLOSS LAPISAN TEMBAGA BAJA KARBON RENDAH, SEDANG DAN TINGGI PADA PROSES ELEKTROPLATING

A. LATAR BELAKANG
Berbagai barang yang berasal dari logam baik baja, besi, aluminium dan lain-lain dibentuk dan dicetak sehingga mempunyai bentuk yang diinginkan. Setelah itu diperlukan tahap perampungan penyelesaian (finishing). Finishing ini beragam ada yang sekedar di poles atau agar halus dan mengkilat, dapat pula dilapisi logam lain agar sifatnya berubah dan memiliki sifat baru yang tidak dimiliki logam tersebut dalam kondisi asalnya. finishing diperlukan bagi logam yang mudah korosi misalnya baja yang termasuk murah dan kuat sehingga efektif. Finishing juga berfungsi sebagai dekoratif.Bumper mobil misalnya, tidak hanya dikendaki awet, tahan korosi, tetapi juga agar tetap mengkilat cemerlang selama masa pemakaian. Begitu pula alat-alat lain dari rumah tangga hingga industri. Terkadang finishing juga diperlukan agar sifat lain, listrik, termal, magnetik seperti diubah secara fisik dan kimia sesuai tujuan. Aloasan ekonomis, kekuatan struktural, kaeawetan dan lain-lain juga harus dipertimbangkan. Melihat kerugian yang mungkin terjadi yang ditimbulkan oleh korosi dan guna meningkatkan nilai dekoratif dari logam maka dilakukan proses Surface Treatment. Proses Surface Treatment yang banyak dilakukan dewasa ini adalah proses elektroplating. Proses elektroplating sendiri adalah proses pelapisan logam dengan logam lain didalam larutan elektrolit dengan menggunakan arus listrik. Didunia plating, jenis logam pelapis yang sering digunakan antar lain tembaga, nikel dan krom. Ketiga logam pelapis tersebut tembaga banyak untuk lapisan dasar, sebelum di vernikel/verkrom, dan lebih dikenal dengan elektroplating tembaga. B. PERUMUSAN MASALAH Berdasarkan latar belakang di atas, maka proses Elektoplating tembaga dikembangkan untuk menambah nilai dekoratif suatu produk. Tetapi dalam melakukan

proses elektroplating tidak terlepas dari suatu masalah sehingga dapat menurunkan mutu atau kualitas yang dihasilkan oleh proses elektroplating tembaga.

C. TUJUAN PENELITIAN
Tujuan dari penelitian ini adalah : 1. Mengetahui elektroplating tembaga serta proses dan hasil perhitunganya serta pengujianya. 2. Mengetahui lebih lanjut tentang baja karbon dan sifat fisis maupun mekanik.

D. MANFAAT PENELITIAN
Manfaat penelitian meliputi 2 bidang, yaitu : A. Bidang akademik 1. Dapat memahami proses elektroplating tembaga 2. Dapat mengetahui kelebihan serta kekurangan dari proses elektroplating tembaga 3. Dapat menambah wawasan dalam bidang pelapisan logam sehingga dapat dikembangkan pada masa mendatang B. Bidang pengembangan industri 1. Untuk meningkatkan kualitas bahan baja atau besi menjadi lebih menarik dan meningkatkan nilai jual 2. Untuk mengetahui lebih lanjut sifat bahan yang dilapisi tembaga pada komponen mesin

E. TINJAUAN PUSTAKA Pelapisan permukaan yang mengutamakan keindahan yang mengkilap, yaitu dengan memberikan Nikel-Krom. Nikel memang tidak peka terhadap akibat kimiawi, akan tetapi akan memberikan perlindungan yang meyakinkan bagi suatu logam yang dipadu dengan Krom. Pemberian tipis pada Baja dan Aluminium sangant baik bila menggunakan Krom, dikarenakan sifat krom itu sendiri pada hasil pelapisan menjadikan keras dan tahan aus serta tahan terhadap kimiawi. (Alois schinmeetz, Karl Gruber 1985)

Firmantika (2000) melakukan penelitian tentang pengaruh waktu tahanan terhadap ketebalan lapisan menggunakan pelapisan nikel pada baja kerbon rendah (10cm x 7,5cm x1,2cm) dengan arus 3 ampere dan waktu tahan 20, 25, dan 30 menit menyimpulkan bahwa ketebalan bertambah pada waktu 20 menit menjadi 15,38 m kemudian waktu 25 menit ketebalan menjadi 23,07 m dan 30 menit ketebalan bertambah 38,48 m. Proses elektroplating tembaga nikelkrom pada aluminium 1100 disimpulkan bahwa semakin lama waktu celup elektroplating semakin berat lapisan yang dihasilkan. Semakin lama waktu celup elektroplating semakin tebal lapisan yang dihasilkan. Risyanto ( 2006). Sinu Wiris Nugroho (2006) melakukan penelitian tentang Pengaruh Perbedaan Waktu Penahanan Pencelupan Pelapisan Plat Baja Karbon Rendah Dimensi 6x10 cm, Tebal 0,4 mm, Pada Arus 3 Ampere Dengan Nikel Pada Proses Elektroplating, Menyimpulkan bahwa dengan adanya pertambahan waktu maka akan didapatkan peningkatan ketebalan pelapisan nikel pada baja karbin rendah, sehingga berat benda yang dilapisi juga akan mengalami pertambahan.

F. LANDASAN TEORI
Baja karbon adalah material yang terbentuk dari unsur utama mencegah dislokasi bergeser pada kisi kristal (crystal lattice) atom besi.Fe dan unsur kedua yang berpengaruh pada sifatnya adalah karbon. Baja karbon rendah sendiri kandungan baja karbonnya < 0,30% C. baja ini relatif lunak dan lemah ulet dan tangguh. Metode penguatannya dengan Cold Working struktur mikronya terdiri dari ferit dan perlit. Keunggulan dan baja karbon rendah adalah mampu mesin dan mampu lasnya baik. Selain itu harga di pasaran relatif lebih murah dibandingkan dengan yang lain sehingga aplikasinya banyak digunakan pada bodi mobil dan pipa saluran. Sifat kekerasannya tidak responsif terhadap perlakukan panas yang bertujuan membentuk martensit. Baja karbon menurut jumlah karbon penyusunya antara lain adalah baja karbon sedang, yaitu baja karbon yang memiki 0,35 - 0,50% unsur karbon. Lebih kuat daripada baja karbon rendah. Penggunaanya untuk poros, rel, roda kereta api.

Sedangkan baja karbon tinggi memiliki kandungan karbon 0,50 1,7% C, baja ini mempunyai sifat paling keras, paling kuat, paling getas di antara baja karbon lainnya. Selain itu baja ini juga tahan aus dapat pula dinaikkan sifat mekaniknya melalui perlakuan panas austenitizing, quenching, dan tempering. Baja jenis ini banyak diaplikasikan untuk pegas, pisa cukur, kawat kekuatan tinggi, rel kereta api, perkakas potong dan dies. Manusia mengenal tembaga sejak zaman prasejarah dan logam itu mulai ditambang (sengaja) sejak setidaknya 6000 tahun lampau. Kegunaannya untuk piranti listrik, bangunan, alat industri, kendaraan bermotor, alat komunikasi. Tembaga bersifat liat, lunak dan ulet. Tidak terlalu teroksidasi oleh udara. Karena sifatnya yang elektropositif (mulia), Tembaga mudah diendapkan oleh logam yang deret daya listriknya lebih tinggi semisal besi atau seng. Elektroplating tembaga mudah dilakukan. Yang penting mencegah jangan sampai terjadi deposit-celup pada logam yang kurang mulia (reaksi Cu2++M Cu0+M2+),

karena tidak melekat baik/membubuk. Dengan cara menguranggi aktivitasnya, yaitu mengkomplekskannya, misalnya memakai cyanide. Asalkan sudah terbentuk lapisan tembaga, barang yang dapat diplat dapat dipindahkan ke bak yang lebih baik, lebih cepat, lebih cerah hasilnya dan lebih dapat membentuk lapisan tebal seperti dikehendaki. Bak larutan Plating tembaga memiliki daya liput besar, juga bagus daya lontarnya. Tembaga relatif murah, di bidang Plating hanya seng yang lebih murah daripadanya. Tembaga juga bagus sebagai lapisan dasar sebelum plating berikut memakai logam lain seperti dimaksudkan. Permukaan halus dan cerah. Demikian pula sifat fisik dan kimia tembaga amat baik dan bermanfaat, daya hantar listrik hanya kalah oleh Perak. Kabel baja diplat Tembaga agar kuat tetapi daya hantar listrik piawai. Tembagapun relatif inert terhadap berbagai larutan Plating, maka logam basis yang diserang larutan tersebut dapat terlindung bila diplat Tembaga terlebih dahulu. Apalagi Tembaga secara elektrokimia, berat terplat tiap satuan listriknya cukup baik dan besar. Jadi lebih irit arus, juga dibandingkan nikel maupun krom. Bak plating tembaga yang populer ialah sianida (beberapa midifikasi), asam

(sulfat atau Fluoborat), serta bak kompleks pirofosfat.

G. METODOLOGI PENELITIAN
Agar mudah didalam memberikan gambaran dalam melakukan urutan penelitian, dapat dilihat pada gambar 1. MULAI

Persiapan Alat dan Bahan Pemotongan benda kerja baja karbon Pre treatmen proses electroplating tembaga

Pencelupan tembaga baja karbon rendah

Pencelupan tembaga baja karbon sedang

Pencelupan tembaga baja karbon tinggi

Pengujian Pengujian kilap (gloss meter) Pengujian ketebalan (thickness)

Hasil

Analisi dan pembahasan

Kesimpulan

SELESAI

Gambar 1. Diagram Alir Penelitian

Untuk Penelitian ini bahan dan alat yang digunakan sebagai berikut Bahan 1. Bahan baku yang digunakan dalam penelitian ini adalah baja karbon rendah dengan dimensi 4 cmx 4,5 cm dengan ketebalan 1,5 cm. 2. Bahan pelapis yang berfungsi sebagai pelapis sekaligus anoda dalam elektroplating tembaga. 3. 4. Air yang digunakan untuk adalah air aquades sebanyak 90 liter. Bahan kimia yang digunakan antara lain : Brush Salt sebanyak 5 liter Potasium Cyanide sebanyak 9270 gram/liter Zat Amoniak 4500 ml Alat Peralatan yang digunakan dalam penelitian ini antar lain: 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. Gerinda Polishing Bak Power Supply DC Thermometer Tang Meter Kertas pH Stop Wacth Mini gloss ( alat untuk uji kilap material hasil plating tembaga) Coating thickness gause (alat uji ketebalan material hasil plating tembaga)

H. DAFTAR PUSTAKA

Alois schinmeetz, Karl Gruber 1985 Dasar-dasar elektroplating, Jakarta, PT Gramedia Pustaka Utama Hartomo Anton, j.; Kameko T, 1992, Mengenal pelapisan Logam (elektroplating), Andi Offset, Yogyakarta. Bradbury,E. J., 1990, Dasar Metalurgi Untuk Rekayasawan, Jakarta, PT Gramedia Pustaka Utama. Ing, Beumer, 1994, Ilmu Bahan Logam Jilid 1 (Terjemahan), Bhratara, Jakarta Firmantika ,2000, Tugas Akhir : Pengaruh waktu tahanan terhadap ketebalan lapisan menggunakan pelapisan nikel pada baja kerbon rendah (10cm x 7,5cm x1,2cm) dengan arus 3 ampere dan waktu tahan 20, 25, dan 30 menit. Universitas Muhammadiyah Surakarta, Surakarta. Risyanto, 2006, Tugas Akhir : Proses elektroplating tembaga nikelkrom pada aluminium 1100. Universitas Muhammadiyah Surakarta, Surakarta.