Anda di halaman 1dari 5

Laboratorium Bahan Galian Sie.

Petrologi 2013

PENGERTIAN PETROLOGI

Petrologi adalah bidang geologi yang berfokus pada studi mengenai batuan dan kondisi pembentukannya. Ada tiga cabang petrologi, berkaitan dengan tiga tipe batuan: beku, metamorf, dan sedimen. Kata petrologi itu sendiri berasal dari kata Bahasa Yunani petra, yang berarti "batu".

Petrologi batuan beku berfokus pada komposisi dan tekstur dari batuan beku (batuan seperti granit atau basalt yang telah mengkristal dari batu lebur atau magma). Batuan beku mencakup batuan volkanik dan plutonik.

Petrologi batuan sedimen berfokus pada komposisi dan tekstur dari batuan sedimen (batuan seperti batu pasir atau batu gamping yang mengandung partikel-partikel sedimen terikat dengan matrik atau material lebih halus).

Petrologi batuan metamorf berfokus pada komposisi dan tekstur dari batuan metamorf (batuan seperti batu sabak atau batu marmer yang bermula dari batuan sedimen atau beku tetapi telah melalui perubahan kimia, mineralogi atau tekstur dikarenakan kondisi ekstrem dari tekanan, suhu, atau keduanya)

Petrologi memanfaatkan bidang klasik mineralogi, petrografi mikroskopis, dan analisis kimia untuk menggambarkan komposisi dan tekstur batuan. Ahli petrologi modern juga menyertakan prinsip geokimia dan geofisika dalam penelitan kecenderungan dan siklus geokimia dan penggunaan data termodinamika dan eksperimen untuk lebih mengerti asal batuan. Petrologi eksperimental menggunakan perlengkapan tekanan tinggi, suhu tinggi untuk menyelidiki geokimia dan hubungan fase dari material alami dan sintetis pada tekanan dan suhu yang ditinggikan. Percobaan tersebut khususnya berguna utuk menyelidiki batuan pada kerak bagian atas dan mantel bagian atas yang jarang bertahan dalam perjalanan kepermukaan pada kondisi asli.

Nama: Teuku Ghassan NIM: 111.130.062 Plug :4

Page 1

Laboratorium Bahan Galian Sie. Petrologi 2013

Batuan

Batuan adalah kumpulan satu atau lebih mineral. Kejadian dan sifat batuan ditentukan oleh kandungan mineral yang terdapat di dalamnya (tekstur). Berdasarkan cara tejadinya (klasifikasi genetik), batuan dapat digolongkan menjadi 3 jenis utama, yaitu:

1. Batuan Beku (igneous rock) 2. Batuan Sediment (sedimentary rock) 3. Batuan Metamorf (metamorphic rock)

Batuan Beku

Batuan beku merupakan batuan yang berasal dari hasil proses pembekuan magma. Igneous berasal dari kata ignis yang berarti api atau pijar, karena magma merupakan material silikat yang panas dan pijar yang terdapat di dalam bumi.

Dari hasil pembentukan tersebut, dimulai dari pembekuan lambat yang akan menghasilkan tekstur kasar, diikuti dengan pembekuan sedang yang juga akan menghasilan tekstur kasar (tidak sekasar pada pembekuan lambat), dan kemudian pembekuan cepat yang akan menghasilkan tekstur halus pada batuan.

Batuan Sedimen

Produk dari proses pelapukan mekanik dan kimia merupakan sumber material untuk pembentukan batuan sedimen. Kata sedimentary menunjukkan sifat alam dari batuan sedimen yang berasal dari bahasa Latin sedimentum yang berarti endapan, yang digunakan untuk materi padat yang diendapkan dari fluida. Material hasil proses pelapukan secara tetap akan terkikis dari batuan induknya, kemudian mengalami pengangkutan dan diendapkan di danau, lembah sungai, laut atau cekungan lainnya.

Nama: Teuku Ghassan NIM: 111.130.062 Plug :4

Page 2

Laboratorium Bahan Galian Sie. Petrologi 2013

Partikel-partikel pada bukit pasir di gurun, lumpur di dasar rawa-rawa, kerakal di sungai, merupakan produk dari proses yang tiada hentinya. Karena proses pelapukan batuan, transportasi dan pengendapan material hasil proses pelapukan terus beralangsung, maka material sedimen dapat dijumpai dimana-mana.

Setelah diendapkan material yang dekat dengan dasar akan mengalami kompaksi. Lama kelamaan endapan ini akan tersemenkan oleh mineral yang mengkristal di pori-pori antar butiran sehingga membentuk batuan sedimen.

Batuan Metamorf

Proses metamorfisme adalah proses perubahan batuan yang sudah ada menjadi batuan metamorf karena perubahan tekanan dan temperatur yang besar.

Batuan asal dari batuan metamorf dapat batuan beku, batuan sedimen dan batuan metamorf itu sendiri. Agen atau media yang menyebabkan terjadinya proses metamorfisme adalah panas, tekanan dan cairan kimia aktif.

Sedangkan perubahan yang terjadi pada batuan meliputi tekstur dan komposisi mineral. Proses metamorfisme terjadi apabila kondisi lingkungan batuan mengalami perubahan yang tidak sama dengan kondisi pada waktu batuan terbentuk, sehingga batuan menjadi tidak stabil.

Untuk mendapatkan kestabilannya kembali pada kondisi yang baru maka batuan mengalami perubahan. Perubahan tersebut terjadi pada kondisi tekanan dan temperatur yang yang berada beberapa kilometer di bawah permukaan bumi.

Karena pembentukannya yang sangat jauh di bawah permukaan, maka proses pembentukan batuan metamorf sangat sulit dipelajari oleh geologiawan.

Nama: Teuku Ghassan NIM: 111.130.062 Plug :4

Page 3

Laboratorium Bahan Galian Sie. Petrologi 2013

HUBUNGAN DENGAN ROCK CYCLE

The rock cycle (siklus batuan), merupakan suatu siklus tentang batuan, dimana batuan yang satu dengan yang lainnya memiliki hubungan yang erat, siklus batuan ini berdasarkan dari teori the uniformitarianism, yaitu the present is the key to the past (James Hutton). Alur dari siklus batuan yaitu; 1. Adanya konvergen antara ocean crust dengan continental crust menghasilkan gunung api 2. Lava yang keluar dari proses erupsi ataupun yang belum sempat keluar dan membeku akan menjadi batuan

Nama: Teuku Ghassan NIM: 111.130.062 Plug :4

Page 4

Laboratorium Bahan Galian Sie. Petrologi 2013

3. Batuan beku, mengalami weathering, erosi dan tertransportasi kemudian terdeposisi ( diendapkan) menurut hokum datar asal diendapkan pada posisi yang datar atau plate. 4. Kemudian material yang tertransportasi diendapkan, menurut hokum datar asal, diendapkan pada posisi yang plate atau datar 5. Kemudian terlitifikasi menjadi batuan sedimen 6. Batuan beku,batuan sedimen yang terkena struktur geologi dan terkena suhu dan tekanan yang tinggi akan menjadi batuan metamorf 7. Ketiga batuan tersebut dapat melting kembali menjadi magma 8. Akibat konvergen antara ocean crust dengan continental crust,ocean crust akan mengalami melting karena menyusup kedalam continental crust sehingga terbentuk magma yang akan keluar pada zona lemah di gunung api.

Nama: Teuku Ghassan NIM: 111.130.062 Plug :4

Page 5