Anda di halaman 1dari 20

TUGAS DAN FUNGSI KECAMATAN DI ERA OTONOMI DAERAH

Sumber
1. UU 32/2004 tentang Pemerintahan Daerah 2. UU No. 25 Tahun 2009 tentang Pelayanan Publik 3. PP 19 Tahun 2008 tentang Kecamatan 4. Permendagi 4/2010 tentang Pedoman Pelayanan Administrasi Terpadu Kecamatan

Kedudukan
Kecamatan merupakan perangkat daerah Kabupaten/Kota sebagai pelaksana teknis kewilayahan yang mempunyai wilayah kerja tertentu dan dipimpin oleh Camat. Camat berkedudukan di bawah dan bertanggung jawab kepada Bupati/Walikota melalui Sekretaris Daerah

Fungsi Kecamatan
Kecamatan karena besaran wilayahnya, jarak politisnya dengan grass-root politics, jumlah penduduk dan potensi yang dipunyai dapat berfungsi: Pertama, sebagai arena pengembangan demokrasi di tingkat lokal; Kedua, sebagai arena pengembangan kehidupan ekonomi; Ketiga, sebagai arena pengembangan sistem pelayanan publik yang efektif dan efisien; dan Keempat sebagai arena politik yang bisa menghubungkan politik setingkat desa dengan kabupaten sebagai pusat pengambilan keputusan politik

Tugas Camat
1. Mengkoordinasikan kegiatan pemberdayaan masyarakat; 2. Mengkoordinasikan upaya penyelenggaraan ketenteraman dan ketertiban umum; 3. Mengkoordinasikan penerapan dan penegakan peraturan perundang undangan; 4. Mengkoordinasikan pemeliharaan prasarana dan fasilitas pelayanan umum; 5. Mengkoordinasikan penyelenggaraan kegiatan pemerintahan di tingkat kecamatan; 6. Membina penyelenggaraan pemerintahan desa dan/atau kelurahan; dan 7. Melaksanakan pelayanan masyarakat yang menjadi ruang lingkup tugasnya dan/atau yang belum dapat dilaksanakan pemerintahan desa atau kelurahan.

1. Mengoordinasikan Kegiatan Pemberdayaan Masyarakat :


Mendorong partisipasi masyarakat untuk ikut serta dalam perencanaan pembangunan lingkup kecamatan dalam forum musyawarah perencanaan pembangunan di desa/kelurahan dan kecamatan; Melakukan pembinaan dan pengawasan terhadap keseluruhan unit kerja baik pemerintah maupun swasta yang mempunyai program kerja dan kegiatan pemberdayaan masyarakat di wilayah kerja kecamatan; Melakukan evaluasi terhadap berbagai kegiatan pemberdayaan masyarakat di wilayah kecamatan baik yang dilakukan oleh unit kerja pemerintah maupun swasta; Melakukan tugas-tugas lain di bidang pemberdayaan masyarakat sesuai dengan peraturan perundang-undangan; dan Melaporkan pelaksanaan tugas pemberdayaan masyarakat di wilayah kerja kecamatan kepada bupati/walikota dengan tembusan kepada satuan kerja perangkat daerah yang membidangi urusan pemberdayaan masyarakat.

2. Mengoordinasikan Upaya Peyelenggaraan Ketenteraman danKetertiban Umum :


Melakukan koordinasi dengan TNI/POLRI mengenai program dan kegiatan penyelenggaraan ketenteraman dan ketertiban umum di wilayah kecamatan; Melakukan koordinasi dengan pemuka agama yang berada di wilayah kerja kecamatan untuk mewujudkan ketenteraman dan ketertiban umum masyarakat di wilayah kecamatan; dan Melaporkan pelaksanaan pembinaan ketenteraman dan ketertiban kepada bupati/walikota.

3. Mengoordinasikan Penerapan dan Penegakan PeraturanPerundang-undangan:


Melakukan koordinasi dengan satuan kerja perangkat daerah yang tugas dan fungsinya di bidang penerapan peraturan perundang- undangan; Melakukan koordinasi dengan satuan kerja perangkat daerah yang tugas dan fungsinya di bidang penegakan peraturan perundang- perundang undangan dan/atau Kepolisian Negara Republik Indonesia; dan Melaporkah pelaksanaan penerapan dan penegakan peraturan perundang-undangan di wilayah kecamatan kepada bupati/walikota.

4. Mengoordinasikan Pemeliharaan Prasarana dan FasilitasPelayanan Umum:


Melakukan koordinasi dengan satuan kerja perangkat daerah dan/atau instansi vertikal yang tugas dan fungsinya di bidang pemeliharaan prasarana dan fasilitas pelayanan umum; Melakukan koordinasi dengan pihak swasta dalam pelaksanaan pemeliharaan prasarana dan fasilitas pelayanan umum; dan Melaporkan pelaksanaan pemeliharaan prasarana dan fasilitas pelayanan umum di wilayah kecamatan kepada bupati/walikota.

5. Mengoordinasikan Penyelenggaraan Kegiatan Pemerintahan di Tingkat Kecamatan


Melakukan koordinasi dengan satuan kerja perangkat daerah dan instansi vertikal di bidang penyelenggaraan kegiatan pemerintahan; Melakukan koordinasi dan sinkronisasi perencanaan dengan satuan kerja perangkat daerah dan instansi vertikal di bidang penyelenggaraan kegiatan pemerintahan; Melakukan evaluasi penyelenggaraan kegiatan pemerintahan di tingkat kecamatan; dan Melaporkan penyelenggaraan kegiatan pemerintahan di tingkat kecamatan kepada bupati/walikota.

6. Membina Penyelenggaraan Pemerintahan Desa dan/atau Kelurahan


Melakukan pembinaan dan pengawasan tertib administrasi pemerintahan desa dan/atau kelurahan; Memberikan bimbingan, supervisi, fasilitasi, dan konsultasi pelaksanaan administrasi desa dan/atau kelurahan; Melakukan pembinaan dan pengawasan terhadap kepala desa dan/atau lurah; Melakukan pembinaan dan pengawasan terhadap perangkat desa dan/atau kelurahan; Melakukan evaluasi penyelenggaraan pemerintahan desa dan/atau kelurahan di tingkat kecamatan; dan Melaporkan pelaksanaan pembinaan dan pengawasan penyelenggaraan pemerintahan desa dan/atau kelurahan di tingkat kecamatan kepada bupati/walikota.

7. Melaksanakan Pelayanan Masyarakat yang Menjadi Ruang Lingkup Tugasnya dan/atau yang Belum Dapat Dilaksanakan Pemerintahan Desa atau Kelurahan Melakukan perencanaan kegiatan pelayanan kepada masyarakat di kecamatan; Melakukan percepatan pencapaian standar pelayanan minimal di wilayahnya; Melakukan pembinaan dan pengawasan terhadap pelaksanaan pelayanan kepada masyarakat di kecamatan; Melakukan evaluasi terhadap pelaksanaan pelayanan kepada masyarakat di wilayah kecamatan; Melaporkan pelaksanaan kegiatan pelayanan kepada masyarakat di wilayah kecamatan kepada Bupati/Walikota

TATA KERJA DAN HUBUNGAN KERJA


Camat melakukan koordinasi dengan kecamatan disekitarnya. Camat mengoordinasikan unit kerja di wilayah kerja kecamatan dalam rangka penyelenggaraan kegiatan pemerintahan untuk meningkatkan kinerja kecamatan. Camat melakukan koordinasi dengan satuan kerja perangkat daerah di lingkungan pemerintah kabupaten/kota dalam rangka penyelenggaraan kegiatan pemerintahan di kecamatan.

Lanjutan Tata Kerja dan Hubungan Kerja


Hubungan kerja kecamatan dengan perangkat daerah kabupaten/ kota bersifat koordinasi teknis fungsional dan teknis operasional. Hubungan kerja kecamatan dengan instansi vertikal di wilayah kerjanya, bersifat koordinasi teknis fungsional. Hubungan kerja kecamatan dengan swasta, lembaga swadaya masyarakat, partai politik, dan organisasi kemasyarakatan lainnya di wilayah kerja politik kecamatan bersifat koordinasi dan fasilitasi.

Perencanaan Kecamatan
Dalam rangka penyelenggaraan pemerintahan di kecamatan, disusun perencanaan pembangunan sebagai kelanjutan dari hasil Musyawarah Perencanaan Pembangunan Desa/Kelurahan. Perencanaan Pembangunan Kecamatan merupakan bagian dari Perencanaan Pembangunan Kabupaten/Kota. Perencanaan Pembangunan Kecamatan dilakukan melalui Musyawarah Perencanaan Pembangunan Kecamatan secara partisipatif.

Lanjutan Perencanaan Kecamatan


Mekanisme penyusunan rencana pembangunan kecamatan berpedoman pada Peraturan Menteri Dalam Negeri. Kecamatan sebagai Satuan Kerja Perangkat Daerah menyusun rencana anggaran satuan kerja perangkat daerah sesuai dengan peraturan perundang undangan perundang-undangan. Rencana anggaran satuan kerja perangkat daerah kecamatan disusun berdasarkan rencana kerja kecamatan. Rencana kerja kecamatan disusun berdasarkan Rencana Strategis Kecamatan.

Pembinaan dan Pengawasan


Setiap tahun pemerintah kabupaten/kota melakukan evaluasi terhadap kinerja kecamatan yang mencakup: penyelenggaraan sebagian wewenang bupati/walikota yang dilimpahkan untuk melaksanakan sebagian urusan otonomi daerah; penyelenggaraan tugas umum pemerintahan; dan penyelenggaraan tugas lainnya yang ditugaskan kepada camat. Hasil evaluasi disampaikan oleh bupati/walikota kepada gubernur dengan tembusan kepada Menteri Dalam Negeri. Pelaksanaan evaluasi berpedoman pada Peraturan Menteri Dalam Negeri.

Pendanaan
Pendanaan tugas camat dalam penyelenggaraan tugas umum pemerintahan dan pelaksanaan sebagian wewenang bupati/walikota yang dilimpahkan bersumber dari anggaran pendapatan dan belanja daerah kabupaten/kota.

Kinerja Kecamatan dalam Pelayanan Publik


UU Nomor 32 Tahun 2004 secara nyata telah menghilangkan sejumlah kewenangan dan hak mengatur kecamatan di wilayah kerjanya. Keterbatasan peran dan fungsi kecamatan secara umum yang ditata-kelolakan pengaturannya di tingkat kecamatan telah menyebabkan ruang gerak kecamatan dalam pelayanan masyarakat, pemerintahan, dan pembangunan menjadi terbatas. Faktor political will Bupati untuk mendelegasikan sebagian kewenangannya secara formal kepada para Camat menjadi faktor penting bagi kedudukan Camat dalam menjalankan peran dan fungsinya sehari-hari.

Lanjutan Kinerja Kecamatan


Pelimpahan kewenangan yang diharapkan diberikan oleh Bupati tidak perlu semuanya, tetapi secukupnya yang sekiranya akan mendekatkan masyarakat kepada pusat pelayanan di tingkat lokal. Hal tersebut terutama terkait dengan persoalan tidak adanya anggaran yang dipandang memadai supaya kecamatan bisa menjalankan semua tugas dan fungsi jika Bupati melimpahkan semua kewenangan kepada Camat. Selain itu juga disadari masih lemahnya SDM (Sumber Daya Manusia) di tingkat kecamatan dan terbatasnya fasilitas atau peralatan untuk beroperasinya kantor kecamatan secara optimal.