Anda di halaman 1dari 20

RONA MERAH DI PIPI

Seoran wanita,25 tahun,masuk Rumah Sakit YARSI dengan keluhan demam yang hilang timbul sejak 6 bulan yang lalu.Keluhan lainnya mual,tidak na su makan,mulut sariawan,nyeri !ada !ersendian,rambut rontok dan pipi mewarna merah bila terkena sinar matahari. "ada !emeriksaan isikndida!atkan suhu sub ebris,konjungti#a !u$at,terda!at sariawan dimulut."ada wajah terlihat malar rash."emeriksaan isik lain tidak dida!atkan kelainan.%okter menduga !asien menderita Sistemic Lupus Eritematosus. Kemudian dokter menyarankan !emeriksaan labotarium hematologi,urin dan marker autoimun &autoantibodi misalnya anti ds'%(A).%ikter menyarankan untuk dirawat dan dilakukan olow u! !ada !asien ini.%okter menyarankan agar !asien bersabar dalam menghada!i !enyakit karena membutuhkan !enanganan seumur hidu!.

Sasaran Belajar
1

*. +emahami dan menjelaskan !enyakit autoimun %e inisi Klasi ikasi ,tiologi "atogenesis "ato isiologi +ani estasiklinis %iagnosis dan !emeriksaan "enatalaksanaan

2. +emahami dan menjelaskan !enyakit -u!us ,ritematosus Sistemik %e inisi ,tiologi ,!idemiologi "atogenesis "ato isiologi .ejala +ani estasiklinis %iagnosis dan !emeriksaan "enatalaksanaan Kom!likasi -,S

/. +emahami dan menjelaskan tentang !ers!ekti teologis,tentang kaitan antara akidah dengan sabar,ikhlas,ridha menghada!i musibah

Memahami !an men"elaskan pen#akit autoimun

Autoimunitas menunjukan hilangnya toleransi diri. 0oleransi imunologi adalah suatu keadaan saat seseorang tidak mam!u mengembangkan suatu res!on imun melawan suatu antigen yang s!esi ik.0oleransi diri se$ara khusus menunjukkan kurangnya res!onsi#itas imun terhada! antigen jaringannya sendiri. "enyakit autoimun adalah kegagalan suatu organisme untuk mengenali bagian dari dirinya sendiri,yang membuat res!on kekebalan melawan sel dan jaringan miliknya sendiri.

$lasi%ikasi pen#akit autoimun

"enyakit autoimun da!at se$ara luas dibagi menjadi gangguan autoimun sistemik dan organ's!esi ik atau lokal, tergantung !ada itur $lini$o'!athologi$ !okok masing' masing !enyakit.

*. Sistemik autoimun 1 !enyakit lu!us, sindrom Sj2gren, skleroderma, rheumatoid arthritis, dan dermatomyositis. Kondisi ini $enderung dikaitkan dengan autoantibodi untuk antigen yang tidak s!esi ik jaringan.

2. -okal sindrom yang mem!engaruhi organ tertentu atau jaringan1 .astrointestinal1 !enyakit 3oelia$, anemia !ernisiosa %ermatologi$1 "em!higus #ulgaris, 4itiligo 5aematologi$1 Autoimmune thrombo$yto!eni$ !ur!ura haemolyti$ anaemia, Idio!athi$

(eurologis1 +yasthenia gra#is ,ndo$rinologi$1 %iabetes mellitus ti!e *, tiroiditis 5ashimoto, !enyakit Addison.

Etiolo&i pen#akit autoimun

FAKTOR IMUN a. Sequestered Antigen Ag yang tidak terpajan dengan sel B/sel T dari syste i !n karena letak anat" inya# N"r al$ dilind!ngi % tidak dite !kan !/ dikenal sist#i !n# &# 'angg!an presentasi 'angg!an tjd pada$ presentasi Ag(in)eksi yg eningkatkan resp"ns M*+( ,sit"kin- renda.( % gang#resp"ns t.d I/02# 1enga2asan sel a!t"reakti) &ergant!ng pd sel Ts/Tr 3ika( Ts/Tr gagal4sel T. dirangsang4a!t"i !nitas 5# 6kspresi M*+0II yang sala. 6kspresi M*+0II yg &!kan di A1+4sensitasi sel T. t.d peptide dari sel 7/tir"id4akti)kan sel 7/T5/T.1 t.d self antigen# d# Akti8asi sel B p"likl"nal Akti8asi "/ 8ir!s 96B:;(/1S(%parasit

alaria4rangsang sel B

e# 1eran +<= % resept"r M*+ +<= > e)ekt"r !ta a pd penyakit a!t"i !n 1enyakit di5ega. "/ A& anti +<= Sel T engenal Ag ll T+R(M*+(% peptida antigeni5 1!nya M*+ % T+R yg dpt ikat Ag sel sendiri4indi8id! rentan t.d a!t"i !nitas )# Kesei &angan T.10T.2 T.1$ peran !/ a!t"i !nitas 9kadar tinggi dl penyakit; T.2$ lind!ngi t.d ind!ksi penyakit % pr"gress penyakit# g# Sit"kin pada a!t"i !nitas Mekanis e k"ntr"l !/ lind!ngi e)ek sit"kin pat"genik$ ekspresi sit"kin se entara % resept"rnya ? pr"d!k antag"nis sit"kin % in.i&it"rnya# 'angg!an ekanis e$ reg!lasi/pr"d!ksi sit"kin @ Sit"kin$ translasi )akt"r eti"l"gis ke dl kek!atan pat"genik(destr!ksi jaringan(% perta.ankan in)la asi )ase kr"nis# I/01 % TNF > sit"kin 4 ind!ksi ekspresi pr"tease % 5ega. pe &ent!kan atriA ekstrasel!lar/rangsang peni &!nan atriA yg &erle&i.an# =

FAKTOR /IN'KUN'AN i# Ke iripan "le5!lar % in)eksi :ir!s % a!t"i !nitas 0 Ber&agai 8ir!s &er.!&!ngan dengan &er&agai penyakit a!t"i !n yang engenai sendi 0 Resp"ns a!t"i !n ter.adap *+:$ !lti)akt"rial 0 Res"l!si *+:$ penderita dengan resp"ns A& 5epat ? la &at4in)eksi jadi kr"nis Bakteri % a!t"i !nitas 1; Karditis re! atik0de a re! a ak!t 0 <e a re! a $ gejala sisa n"ns!p!rati) penyakit Streptococcus A 9)aringitis dengan ani)estasi 20= ingg! pas5a in)eksi ak!t; 0 1e erikasaan i !n"l"gik$ A& &ereaksi dengan pr"tein M ikr"&a penye&a& 0 Ag strept"k"k!s p!nya epit"p yang irip dengan jaringan i"kard jant!ng an!sia 0 1e eriksaan &i"psi kat!p jant!ng$ in)iltrasi sel plas a(endapan A&(% pr"tein k" ple en di jaringan 0 A& ter.adap Ag strept"k"k!s &ereaksi silang dengan Ag "t"t jant!ng4de a re! a 0 6li inasi &akteri% tidak terjadi pr"d!ksi A&4penyakit .ilang

Sindr" Reiter % art.ritis reakti) 0 In)eksi sal!ran 5erna 9"le. Sal "nella(S.igella/Ka pil"&akter; % sal!ran ken5ing 9"le. +.la ydia tra5." atis /Ureaplas a !realitik! ; 4 e a5! Sindr" Reiter &er!pa triad !retritis(atritis(% !8eitis# 0 +iri sindr" Reiter % art.ritis reakti)$ in)la asi insersi tend"n % liga ent pada t!lang 6rite a n"d"s! $ Biasanya pada de2asa 1B033 ta.!n

Bakteri lain 0 2 pr"tein en8el"pe Cersinia enter"5"litis $ epit"p > d" en ekstrasel!lar resept"r TS*# 0 Sind#'!illain0Barre $ A&t.d gangli"sid an!sia &ereaksi silang dgn end"t"ksin +#jej!ni ii# *"r "ne Danita$ pr"d!ksi A& E pria ? &iasanya$ resp"ns pr"in)la asi T.1 *"r "ne .ip")isa pr"laktin$ e)ek sti !lat"r ter.adap sel T Kadar pr"laktin$ ti &!l ti&a0ti&a setela. ke.a ilan( &er.!&!ngan dengan terjadinya Artritis Re! at"id O&at 6)ek sa ping "&at$ idi"sinkrasi % pat."genesis terjadi a!t"i !n elal!i k" p"nen

iii#

K"nsep a!t"i !n$ resp"ns i !n t!&!. &er!pa resp"ns a!t"agresi) % Antigen A& .ilang &ila "&at di.entikan 6#g#( /6S 9.idralaGin(<0penisila in(pr"kaina id; i8# Radiasi U: 1e i5! in)la asi k!lit % /6S Ti &!lkan$ "di)ikasi str!kt!r eningkatkan i !n"genesitas

radikal

&e&as

sel)

antigen

yang

8# 8i#

Oksigen radikal &e&as Aki&atkan$ pr"ses in)la asi( &ent!k lain ker!sakan )isis4 eng!&a. i !n"genesitas sel) antigen 9esp#sel) "lek!l r!sak; /"ga Hn(+!(+r(1&(+d(1t(Ag(Metal"id 9Si; 4in 8itr"(in 8i8" 1ajanan in.alasi de&! Si4 Silik"sis Silik"sis$ en!nj!kkan kadar A& ter.adap k"lagen tipe I % III? ANA @(gl" er!l"ne)ritis kresentik yang pr"gresi) 5epat 9&ent!k )!l inan silik"sis> silik"pr"tein"sis;

Pato&enesis pen#akit autoimun

*. Kerusakan akibat dekstruksi sel Kerusakan jaringan disebabkan reaksi autoantibodi dengan struktur !ermukaan sel, baik yang utuh mau!un yang telah berubah atau mengalami modi ikasi atau terhada! kom!onen seluler tertentu. %ekstruksi sel terjadi bila ada kom!lemen se!erti yang tam!ak !ada anemia hemolitik autoimun, atau melalui sitotoksisitas seluler dengan bantuan antibodi A%33 se!erti yang terjadi !ada tiroiditis hasimoto. 2. Kerusakan akibat !embentukan kom!leks imun Kom!leks imun ber!eran dalam autoimunitas sistemik. Kerusakan jaringan diawali dengan !embentukan kom!leks imunyaitu kom!leks autoantibodi'autoantigen yang kemudian mengakti kan akti itas kom!lemen, granulosit dan monosit.selanjutnya !roses ini menyebabkan kerusakan sistemik se!erti S-,. /. Kerusakan akibat reaksi imunologik selular Kerusakan jaringan terjadi karena sel 0 sitotoksik yang tersensitisasi merusak sel atau jaringan se$ara langsung atau melalui !roduksi lim okin oleh sel 0 yang menyulut res!on in lamsi.

Pato%isiolo&i pen#akit autoimun

a# 1elepasan Ag yang terasing Be&erapa penyakit yang &er.!&!ngan dengan pelepasan Ag yang terasing( dikarenakanadanya ker!sakan sel yang di a2ali s!at! )akt"r lingk!ngan isalnya I

in)eksi dan )akt"r lainnyaseperti asap r"k"k se.ingga enye&a&kan penyakit a!t"i !n# Be&erapa 5"nt". diantaranya$ Mer"k"k yang dapat enye&a&kan '""dpast!reJs syndr" e1ada keadaan n"r al( al8e"lar tidak tereksp"se !nt!k siste i !n# Adanya asap r"k"k yang dapat er!sak al8e"li( enye&a&kan k"lagen yang terkesp"se# K"lagen yang tereksp"setadi akan e &ent!k anti k"lagen antigen yang dapat er!sak al8e"li dan jaringan ginjal#Anti0sper A& yang dipr"d!ksi pada &e&erapa pria yang tela. dilak!kan 8ase5t" y# 3!ga er!pakan s!at! pr"ses a!t"i !n# &# Sti !lasi i !n Mikr"&a dapat engakti)kan A1+ !nt!k engekspresikan k"sti !lat"r( dan ketika A1+ ini !n5!l se&agai sel) antigen se.ingga Sel) rea5ti8e T5ells enjadi akti) ele&i.i t"leransi yang ada( se.ingga enye&a&kan a!t"i !nitas pada jaringan an!sia# 5# M"le5!lar i i5ry Be&erapa antigen ikr"&a e p!nyai reaksi silang ter.adap sel) antigen 9M"le5!lar i i5ry;# *al ini enye&a&kan resp"n keke&alan yang di5et!skan "le. ikr"&a yang dapat engakti)kan sel T spesi)ik !nt!k sel) antigen# d# Fakt"r genetik Be&erapa genetik dengan alel M*+ spesi)ik sangat rentan ter.adap terjadinya pr"ses a!t"i !n# <ia&etes Tipe 1 sala. sat! 5"nt". pr"ses a!t"i !n yang terjadi pada alel M*+spesi)ik# Bera2al dari sel B yang e p!nyai alel M*+ spesi)ik e pr"ses sel antigen denganantigen )rag en yang ta pak pada M*+ II# Frag en <engan adanya presentasi antigen pada Tsel akan enye&a&kan B 5ell antigen &erikatan dengan T05ell re5ept"r 9T+R; dan .al ini akan enye&a&kan perangsangan signal pada T 5ell# Karena akti)asi T 5ell se.ingga terjadinya pr"d!ksi sit"kin in)la asi yang ke !dian engakti)asi akr")ag

Mani%estasiklinis pen#akit autoimun

a) Autoantibodi atau sel 0 autoreakti dengan s!esi itas untuk organ yang terkena ditemukan !ada !enyakit b) Autoantibodi dan atau sel 0 ditemukan dijaringan dengan $edera $) Ambang autoantibodi atau res!on sel 0 menggambarkan akti itas !enyakit d) "enurunan res!ons autoimun memberikan !erbaikan !enyakit e) 0rans er antibodi atau sel 0 ke !ejamu sekunder menimbulkan !enyakit autoimun !ada resi!ien ) Imunisasi dengan autoantigen dan kemudian induksi res!ons autoimun menimbulkan !enyakit.

Dia&nosis !an pemeriksaan pen#akit autoimun

A& dala ser! Te !kan a!t"0A& dl ser! $ RIA % 6/ISA 6/ISA$ .indari pengg!naan radi"is"t"pe RIA I !n")l!"resensi !nt!k ene !kan &anyaknya a!t"0A& dala ser! Spe5i en &i"psy$ 0 periksa dengan 5ara i !n".istiki ia 0 reaksi "rgan ata! Ag spesi)ik !nt!k jaringan4 endapan Ig 0 penting !nt!k endiagn"sis penyakit A& &asal e &rane gl" er!l!s % penyakit &!l"sa k!lit 1e eriksaan K" ple en K"ns! si k" ple en diketa.!i dengan pr"d!k akti8asinya

eng!k!r pe5a.an ata!

Penatalaksanaan pen#akit autoimun

1eng"&atan e erl!kan k"ntr"l reaksi a!t"i !ne dengan enekan siste keke&alan t!&!.# Tetapi( &e&erapa "&at dig!nakan reaksi a!t"i !ne j!ga enggangg! ke a p!an &adan !nt!k &erj!ang ela2an penyakit( ter!ta a in)eksi# O&at yang enekan siste keke&alan t!&!. 9i !n"s!presan;( seperti aGat.i"prine( 5.l"ra &!5il( 5y5l"p."sp.a ide( 5y5l"sp"rine( y5"p.en"late( dan et."treAate( sering dig!nakan( &iasanya se5ara "ral dan seringkal denganjangka panjang# Tetapi( "&at ini enekan &!kan .anya reaksi a!t"i !n tetapi j!ga ke a p!an &adan !nt!k e &ela diri ter.adap senya2a asing( ter as!k ikr"0jasad penye&a& in)eksi dan sel kanker# K"sek2ensinya( risik" in)eksi tertent! dan kanker eningkat# Sering( k"rtik"ster"id( seperti prednis"n( di&erikan( &iasanya se5ara "ral# O&at ini eng!rangi radang se&aik enekan siste keke&alan t!&!.# K"rtiK"ster"id yang dig!nakan dla a jangka panjang e iliki &anyak e)ek sa ping# Kala! !ngkin( k"rtik"ster"id dipakai !nt!k 2akt! yang pendek se2akt! gangg!an !lai ata! se2akt! gejala e &!r!k# Tetapi( k"rtik"ster"id kadang0kadang .ar!s dipakai !nt!k jangka 2akt! tidak ter&atas# 'angg!a a!t"i !n tertent! 9 isalnya( !ltipel skler"sis dan gangg!an tir"id; j!ga di"&ati dengan "&at lain daripada i !n"s!presan dan k"rtik"ster"id# 1eng"&atan !nt!k eng!rangi gejala j!ga !ngkin diperl!kan# 6taner5ept( in)liAi a&( dan adali ! a& eng.alangi aksi )akt"r t! "r ne5r"sis 9TNF;( &a.an yang &isa enye&a&kan radang di &adan# O&at ini sangat e)ekti) dala eng"&ati radang sendi r.e! at"id( tetapi ereka !ngkin &er&a.aya jika dig!nakan !nt!k eng"&ati gangg!an a!t"i !n tertent! lainnya( seperti !ltipel skler"sis# O&at ini j!ga &isa ena &a. risik" in)eksi dan kanker tertent!#

O&at &ar! tertent! se5ara k.!s!a e &idik sel dara. p!ti.# Sel dara. p!ti. en"l"ng perta.anan t!&!. ela2an in)eksi tetapi j!ga &erpartisipasi pada reaksi a!t"i !n# A&ata5ept eng.alangi pengakti)an sala. sat! sel dara. p!ti. 9sel T; dan dipakai pada radang sendi r.e! at"id# Rit!Ai a&( terle&i. d!l! dipakai ela2an kanker sel dara. p!ti. tertent!( &ekerja dengan eng.a&iskan sel dara. p!ti. tertent! 9B ly p."5ytes; dari t!&!.# 6)ekti) pada radang sendi r.e! at"id dan dala penelitain !nt!k &er&agai gangg!an a!t"i !n lainnya# O&at lain yang dit!j!kan ela2an sel dara. p!ti. sedang dike &angkan# 1las ap.eresis dig!nakan !nt!k eng"&ati sedikit gangg!an a!t"i !n# <ara. dialirkan dan disaring !nt!k enyingkirkan anti&"di a&n"r al# /al! dara. yang disaring dike &alikan kepada pasien# Be&erapa gangg!an a!t"i !n terjadi tak dapat dipa.a i se2akt! ereka !lai# Tetapi( ke&anyakan gangg!an a!t"i !n kr"nis# O&at sering diperl!kan sepanjang .id!p !nt!k eng"ntr"l gejala# 1r"gn"sis &er8ariasi &ergant!ng pada gangg!an#

'.

Memahami !an men"elaskan pen#akit Lupus Eritematosus Sistemik

"enyakit lu!us adalah !enyakit sistem imunitas di mana jaringan dalam tubuh diangga! benda asing. Reaksi sistem imunitas bisa mengenai berbagai sistem organ tubuh se!erti jaringan kulit, otot, tulang, ginjal, sistem sara , sistem kardio#askuler, !aru'!aru, la!isan !ada !aru'!aru, hati, sistem !en$ernaan, mata, otak, mau!un !embuluh darah dan sel'sel darah.

-u!us meru!akan !enyakit kronik menahun dan dikenal sebagai !enyakit autoimun. -u!us da!at dikatan juga sebagai great imitator atau !eniru ulung atau disebut juga sebagai !enyakit seribu wajah karena menyeru!ai !enyakit lain &mimikri). "enyakit ini menyerang seluruh organ tubuh se!erti ginjal, jantung, hati, !aru'!aru, darah, syara , mata, sendi, kulit dan ham!ir se!aruh !asien lu!us terserang organ #italnya.

Epi!emiolo&i Pen#akit LES

S-, lebih banyak terjadi !ada wanita dari!ada !ria &6 1 *). Sedangkan !ada lu!us yang diinduksi oleh obat !erbandingannya / 1 2. "enyakit S-, juga menyerang !enderita usia !rodukti yaitu *5 7 89 tahun. +eski!un begitu, !enyakit ini da!at terjadi !ada semua orang tan!a membedakan usia dan jenis kelamin &%ela uente, 2992).
L

"re#alensi S-, berbeda 7 beda untuk tia! etnis yaitu etnis A rika 7 Amerika mem!unyai !re#alensi sebesar * kasus !er 2999 !o!ulasi, 3ina * dalam *999 !o!ulasi, *2 kasus !er *99.999 !o!ulasi terjadi di Inggris, /6 kasus dalam *99.999 !o!ulasi terda!at di Swedia. %i (ew :ealand, terjadi !erbedaan !re#alensi antara etnis "olynesian sebanyak 59 kasus !er *99.999 !o!ulasi dengan orang kulit !utih sebesar *8,6 kasus dalam *99.999 !o!ulasi &;artels, 2996). %i Indonesia sendiri data mengenai jumlah !enderita lu!us belum terkum!ul se$ara baik, namun berdasarkan jumlah !asien yang datang ke rumah sakit dan terdiagnosis lu!us memang terjadi !eningkatan jumlah !asien dengan lu!us.* %ata terakhir di <akarta menunjukkan !re#alensi /=,= !er *9.999 !erawatan namun demikian -,S teta! meru!akan masalah !enting dalam bidang !enyakit dalam karena biasanya menyerang wanita muda di usia !rodukti , sehingga seorang yang terkena !enyakit ini khususnya wanita da!at mengalami !enurunan !rodukti#itas yang besar dan mengalami gangguan major dalam kualitas hidu!nya.

Etiolo&i pen#akit LES

' autoimun & kegagalan toleransi diri) ' $ahaya matahari & >4) ' stress ' agen in eksius se!erti Stre!tokokus,klebsiella) #irus, bakteri & #irus ,!stein ;arr,

' obat7obatan 1 "ro$ainamid,5idrala?in,anti!sykotik,3hlor!roma?ine,Isonia?id ' ?at kimia 1 merkuri dan silikon ' !erubahan hormon

Pato&enesis LES

Kelainan sistem imun !ada -,S ditandai dengan berbagai aktor dan lingkungan yang mam!u mengubah sistem imuntersebut yang mungkin sudah didasari kelainan genetik, se!erti terlihat !ada gambar 1. Antigen dari luar yang akan di!roses oleh makro ag &A"3) akan menyebabkan berbagai keadaan se!erti1 a!o!tosis,akti#asi atau kematian sel tubuh, sedangkan bebera!a antigen di tubuh tidak dikenal &selanjutnya disebut Sel Antigen) $ontoh nu$leosomes, >*R" dan Ro@SS'A. Antigen tersebut akan di!roses se!erti umumnya antigen lain oleh A"3 dan sel ;.
1M

"e!tida ini akan menstimulasi sel 0 dan akan diikat oleh sel ; !ada rese!tornya untuk selanjutnya menghasilkan suatu antibodi yang merugikan tubuh. Antibodi yang dibentuk oleh !e!tida ini dan antibodi yang dibentuk oleh antigen eksternal akan merusak organ target &glomerulus, sel endotel danthrombosit). %i sisi lain antibodi juga da!at berikatan dengan antigennya untuk membentuk kom!lek imun &I3) yang da!at merusak berbagai organ tubuh bila terjadi enda!an. Akti#asi sel 0 dan sel ; tersebut sebetulnya akan dikontrol oleh gen' gen yang berbeda, yang mungkin da!at dires!on tubuh dengan $ara !embersihan antigen atau kom!lek imun di dalam sirkulasi. "erubahan abnormal di dalam sistem imun tersebut da!atmem!resentasikan !rotein R(A, %(A dan !hos!holi!id kedalam sistem imun tubuh. ;ebera!a autoantibodi da!at meli!uti trombosit dan eritrosit karena antibodi tersebut da!atberikatan dengan gly$o!rotein II dan III didinding trombositdan eritrosit. %i sisi lain antibodi juga da!at bereaksi denganantigen sito!lasmik trombosit dan eritrosit yang akhirnya akan menyebabkan !roses a!o!tosis.

Pato%isiolo&i LES

0idak diketahui etiologi !asti. Ada aktor keluarga yang kuat terutama !ada keluarga dekat. Resiko meningkat 25A ' 59A !ada kembar identik dan 5A !ada kembar di?ygoti$, menunjukkan kaitannya dengan aktor genetik. Bakta bahwa sebagian kasus bersi at s!oradis tan!a diketahui aktor
11

!redis!osisi genetiknya, menunjukkan aktor lingkungan juga ber!engaruh. In eksi da!at menginduksi res!on imun s!esi ik beru!a mole$ular mimi$ry yang menga$au regulasi sistem imun. Baktor lingkungan yang men$etuskan -,S, bisa dilihat !ada tabel berikut 1

(abel . )aktor Lin&kun&an #an& mun&kin berperan !alam pato&enesis Lupus Eritematous Sistemik *!ikutip !ari Ru!!#+ $elle#,s (e-tbook o% Rheumatolo&#. /th e! '00 De%inite >ltra#iolet ; light Probable 5ormon seC rasio !enderita wanita 1 !ria D 61*E rasio !enderita menar$he 1 meno!ause D /1* Possible ' Baktor diet Al al a s!routs dan s!routing oodsyang mengandung -'$ana#anineE "ristane atau bahan yang samaE %iet tinggi saturated ats ' Baktor In eksi %(A bakteriE 5uman retro#irusesE ,ndotoksin, li!o!olisakarida bakteri ' Baktor !a!aran dengan obat tertentu 1 5idrala?inE "rokainamidE Isonia?idE 5idantoinE Klor!roma?inE +ethyldo!aE %'"eni$illamineE +inoksiklinE Antibodi anti'0(B'F E Inter eron'F 1e"ala LES

*. Sakit !ada sendi atau tulang 2. %emam berke!anjangan atau !anas tinggi bukan karena in eksi /. 3e!at lelah dalam jangka waktu yang berke!anjangan 8. Ruam !ada kulit 5. Anemia & kurang darah) 6. .angguan ginjal & kebo$oran ginjal, !rotein banyak terbuang melalui urin) =. Sakit di dada a!abila menghiru! na as dalam G. ;er$ak merah !ada wajah berbentuk se!erti ku!u'ku!u & butter lyrash )
12

6. Sensiti terhada! sinar matahari *9. Rambut rontok **. >jung jari berwarna kebiruan atau !u$at *2. Stroke */. "enurunan berat badan *8. Sakit ke!ala *5. Kejang *6. Sariawan yang hilang tumbul *=. Keguguran

Mani%estasi klinis LES

*. .ejala konstitusional a. Kelelahan 1 agak sulit dinilai karena banyak kondisi lain yang da!at menyebabkan mani estasi ini se!erti, anemia, beban kerja tubuh dan aktor lainnya. b. "enurunan ;erat ;adan 1 da!at terjadi akibat !enurunan na su makan. 2. +ani estasi muskuloskeletal %a!at beru!a nyeri otot &mialgia),nyeri sendi &artralgia) atau bisa beru!a artritis. 5al ini disebabkan in lamasi !ada jaringan dan !embuluh darah. Kom!leks imun yang melibatkan lim osit 0, akan menyebabkan !roli erasi makro ag dan ibroblas sino#ial. Selain itu, juga akan menyebabkan !roli erasi sel endotel, lalu akan terjadi adhesi molekul dan !eningkatan daerah in lamasi. Kedua !roses ini akan menyebabkan terjadinya !ele!asan kolagenase, ".,2, dan en?im lain. "ele!asan ?at'?at tersebut akan menyebabkan terbentuknya !annus yaitu kerusakan tulang, obrosis, dan kartilage. -alu akan terjadi !eningkatandaerah sino#ial yang terin lamasi dan !eni!isan tulang rawan. /. +ani estasi kulit 0erjadi melalui taha! eritema, hi!ersensiti#itas dan atro i. In lamasi !ada jaringan kulit di wajah menyebabkan eritema,hi!ersensiti#itas &!erumbuhan keratosis), atro i jaringan ditandai dengan timbulnya merah, menonjol dan bersisik. "a!aran matahari &sinar >4) da!at mem!er!arah mani#estasi kulit dengan $ara yang da!at merubah struktur %(A yang menyebabkan terbentuknya antibodi dan a!o!tosis keratinosit.
13

8. +ani estasi !aru Kom!leks imun mengenda! mengakti kan aktor in lamasi yang akan menyebabkan kerusakan jaringan dan bronkokonstriksi.

5. +ani estasi kardiologis Kom!leks imun akan menyebabkan kerusakan jaringan 6.+ani estasi Renal "enum!ukan kom!leks imun di !embuluh darah di glomerulus menyebabkan glomerulus rusak. -alu, terjadi !roteinurea, hematuria dan menyebabkan gagal ginjal =. +ani estasi gastrointestinal In lamasi !ada !eritonium da!at menyebabkan nyeri abdomal.Selain itu, !ankreatitis akut juga da!at menyebabkan nyeri abdomal. G. +ani estasi neuro!sikiatrik +enum!uknya kom!lek imun di SS" akan mengakti kan Ig., Ig+, IgA, yang akan menimbulkan e!ile!si, dan hemi!aresis &kelemahan otot). 6. +ani estasi hemik'lim atik Kelenjar getah bening yang !aling sering terkena adalah aksila dan ser#ikal. 5e!atomegali dan s!lenomegali kadang ditemukan. mengakti kan aktor in lamasi yang

Dia&nosis !an Pemeriksaan LES

Ameri$an Rheumatology Asso$iation &ARA) membuat ** kriteria untuk da!at menegakkan diagnosis lu!us. %iagnosis da!at ditegakan bila !ada !enderita ditemukan 8 dari ** kriteria yang ada. Kriteria lu!us menurut ARA tersebut meli!uti1 *.Ruam ku!u'ku!u !ada wajah &!i!i dan !angkal hidung) 2.Ruam !ada kulit /.-uka !ada mulut &biasanya tidak menimbulkan nyeri) 8.3airan di sekitar !aru'!aru, jantung, dan organ lainnya 5.Artritis &artritis non'erosi yang melibatkan 2 atau bebera!a sendi !eri er, dimana tulang di sekitar !ersendian tidak mengalami kerusakan) 6.Kelainan ungsi ginjal
1=

' kadar !rotein dalam air kemih H9,5 mg@hari atau III ' adanya elemen abnormal dalam air kemih yang berasal dari sel darah merah@!utih mau!uan sel tubulus ginjal =.Botosensiti#itas &!eka terhada! sinar matahari, menyebabkan !embentukan atau semakin memburuknya ruam kulit) G.Kelainan ungsi sara atau otak &kejang atau !sikosa) 6.5asil !emeriksaan darah !ositi untuk antibodi antinuklear *9.Kelainan imunologis &hasil !ositi !ada tes anti'%(A rantai ganda, tes anti'Sm, tes antibodi anti os oli!idE hasil !ositi !alsu untuk tes si ilis) **.Kelainan darah ' Anemia hemolitik atau ' -euko!enia &jumlah leukosit J8999 sel@mm/) atau ' -im o!enia &jumlah lim osit J *599 sel@mm/) atau ' 0rombosito!enia &jumlah trombosit J*99.999@ mm/).

"emeriksaan 1

*. "emeriksaan darah "emeriksaan darah bisa menunjukkan adanya antibodi antinuklear, yang terda!at !ada ham!ir semua !enderita lu!us. 0eta!i antibodi ini juga juga bisa ditemukan !ada !enyakit lain. Karena itu jika menemukan antibodi antinuklear, harus dilakukan juga !emeriksaan untuk antibodi terhada! %(A rantai ganda. Kadar yang tinggi dari kedua antibodi ini ham!ir s!esi ik untuk lu!us, ta!i tidak semua !enderita lu!us memiliki antibodi ini. 2. Ruam kulit atau lesi yang khas /. Rontgen dada menunjukkan !leuritis atau !erikarditis 8. "emeriksaan dada dengan bantuan stetosko! menunjukkan adanya gesekan !leura atau jantung 5. Analisa air kemih menunjukkan adanya darah atau !rotein 6. 5itung jenis darah menunjukkan adanya !enurunan bebera!a jenis sel darah =. ;io!si ginjal
1F

G. "emeriksaan sara

Penatalaksanaan LES + "enatalaksaan -,S harus men$aku! obat, diet, akti#itas yang melibatkan banyak ahli. Alat !emantau !engobatan !asien -,S adalah e#aluasi klinis dan laboratoris yang sering untuk menyesuaikan obat dan mengenali serta menangani akti#itas !enyakit. -u!us adalah !enyakit seumur hidu!, karenanya !emantauan harus dilakukan selamanya. 0ujuan !engobatan -,S adalah mengontrol mani estasi !enyakit, sehingga anak da!at memiliki kualitas hidu! yang baik tan!a eksaserbasi berat, sekaligus men$egah kerusakan organ serius yang da!at menyebabkan kematian. Ada!un obat' obatan yang dibutuhkan se!erti1 *. Antiin lamasi non'steroid >ntuk !engobatan sim!tomatik artralgia nyeri sendi. 2. Antimalaria %iberikan untuk lu!us diskoid. "emakaian jangka !anjang memerlukan e#aluasi retina setia! 6 bulan. /. Kortikosteroid %osis rendah, untuk mengatasi gejala klinis se!erti demam, dermatitis, e usi !leura. %iberikan selama 8 minggu minimal sebelum dilakukan !enya!ihan. %osis tinggi, untuk mengatasi krisis lu!us, gejala ne ritis, SS", dan anemi hemolitik. 8. Kbat imunosu!resan@sitostatika Imunosu!resan diberikan !ada S-, dengan keterlibatan SS", ne ritis di us dan membranosa, anemia hemolitik akut, dan kasus yang resisten terhada! !emberian kortikosteroid. 5. Kbat antihi!ertensi Atasi hi!ertensi !ada ne ritis lu!us dengan agresi

6. Kalsium Semua !asien -,S yang mengalami artritis serta menda!at tera!i !rednison berisiko untuk mengalami osteo!enia, karenanya memerlukan su!lementasi kalsium. $omplikasi LES

5i!ertensi &8*A)
1I

.angguan !ertumbuhan &/GA) .angguan !aru'!aru kronik &/*A) Abnormalitas mata &/*A) Kerusakan ginjal !ermanen &25A) .ejala neuro!sikiatri &22A) Kerusakan muskuloskeleta &6A) .angguan ungsi gonad &/A).

2.Memahami !an men"elaskan tentan& perspekti% teolo&is.tentan& kaitan antara aki!ah !en&an sabar.ikhlas.ri!ha men&ha!api musibah >jian kesulitan, ujian kehilangan, kekurangan musibah, !enyakit, kemiskinan, adalah !erkara biasa yang dihada!i oleh manusia selama hidu! di dunia ini. Allah SL0 ber irman 1 M %an sungguh akan Kami berikan $obaan ke!adamu, dengan sedikit ketakutan, kela!aran, kekurangan harta, jiwa dan buah'buahan. %an berikanlah berita gembira ke!ada orang'orang yang sabar. &yaitu) orang'orang yang a!abila ditim!a musibah, mereka mengu$a!kan1 MInna lillaahi wa innaa ilaihi raajiNuun. +ereka itulah yang menda!at keberkatan yang sem!urna dan rahmat dari 0uhan mereka dan mereka itulah orang'orang yang menda!at !etunjuk.O &PS. Al';aQarah R2S 1 *55'*5=). Ketahuilah, sabar akan sangat sulit dilakukan, a!abila kita tidak mam!u menyadari, bahwa segala sesuatu yang terjadi di dunia ini, !ada hakikatnya hanyalah ujian. 5arta yang kita miliki, karir yang bagus, rumah dan mobil mewah yang kita miliki, anak dan keluarga, itu semua adalah ujian dari Allah dan titi!an Allah.%engan menyadari bahwa semua yang kita miliki sebenarnya adalah milik Allah dan titi!an Allah, maka begitu Allah mengambilnya dari kita, insya Allah kita akan lebih mudah merelakannya. Rasulullah saw bersa da 1 M0ak seorang muslim !un yang ditim!a gangguan semisal tusukan duri atau yang lebih berat dari!adanya, melainkan dengan ujian itu Allah mengha!uskan !erbuatan buruknya serta menggugurkan dosa'dosanya sebagaimana !ohon kayu yang menggugurkan daun'daunnya.O &5R ;ukhari dan +uslim). MSesungguhnya !ahala yang besar itu, bersama dengan $obaan yang besar !ula. %an a!abila Allah men$intai suatu kaum maka Allah akan menim!akan musibah ke!ada mereka. ;arangsia!a yang ridha maka Allah akan ridha ke!adanya. %an barangsia!a yang murka, maka murka !ula yang akan dida!atkannya.O &5R. 0irmid?i, dihasankan al'Albani dalam as' Shahihah R*86S). M0iada henti'hentinya $obaan akan menim!a orang mukmin dan mukminat, baik mengenai dirinya, anaknya, atau hartanya sehingga ia kelak menghada! Allah SL0 dalam keadan telah bersih dari dosa &5R. 0irmid?i).
1K

M0idaklah seseorang menda!atkan !emberian yang lebih baik dan lebih la!ang dari!ada kesabaran.O &5R. ;ukhari dan +uslim). Kita harus rela menerima segala ketentuan Allah dan menyadari bahwa a!a!un yang terjadi, sudah diteta!kan Allah SL0 dalam -auhul +ah u?h. Kita wajib menerima segala ketentuan Allah dengan !enuh keikhlasan. Allah SL0 ber irman 1 M0iada suatu ben$ana !un yang menim!a di bumi dan !ada dirimu sendiri melainkan telah tertulis dalam kitab &-auhul +ah u?h) sebelum Kami men$i!takannya. Sesungguhnya yang demikian itu adalah mudah bagi Allah.O &PS al'5adid R5=S 1 22) A!abila kita ditim!a musibah baik besar mau!un ke$il, sebaiknya kita mengu$a!kan1 MInna lillaahi wa innaa ilaihi raajiNuun &sesungguhnya kami adalah milik Allah dan hanya ke!ada'(ya'lah kami kembali). MSungguh mengagumkan urusan seorang mukmin. Sesungguhnya semua urusannya adalah baik. %an hal itu tidak akan di!eroleh ke$uali oleh seorang mukmin. A!abila dia menda!atkan kesenangan, maka dia bersyukur. +aka hal itu meru!akan kebaikan baginya. %an a!abila dia tertim!a kesusahan maka dia bersabar. +aka itu juga meru!akan kebaikan baginya.O &5R. +uslim) Setia! amalan akan diketahui !ahalanya ke$uali kesabaran, karena !ahala kesabaran itu, tan!a batas. Sebagaimana irman Allah SL0 MSesungguhnya orang'orang yang bersabarlah yang di$uku!kan ganjaran@!ahala mereka tan!a batas.O &A? :umar1 *9) 5al'hal yang harus di!erhatikan 1 *. Kita harus !er$aya !ada jaminan Allah bahwa 1 3Allah ti!ak membebani seseoran& melainkan sesuai !en&an kesan&&upann#a3 &PS Al ;aQarah R2S 1 2G6). 2. Sebenarnya, kita semua !asti mam!u untuk bisa sabar dalam segala ujian dan segala keadaan, asalkan kita kuat iman. /. 3oba kita tanyakan !ada diri kita, saat kita ditim!a suatu ujian kesulitan, kesedihan dan atau kehilangan, a!a man aat yang bisa kita ambil kalau kita tidak sabar dan tidak mengikhlaskannyaT A!akah dengan Otidak sabarO dan Otidak ikhlasO nya kita, maka bisa menghadirkan kenyamanan untuk kitaT Atau bisa membuat ujian tersebut tidak jadi datang atau tidak jadi menim!a kitaT Sekarang mari kita !ikirkan kembali, kita sabar atau tidak sabar, ikhlas atau tidak ikhlas, ujian kesulitan @ kesedihan atau musibah teta! terjadi dan menim!a kita kanT <adi lebih baik kita terima dengan !enuh kesabaran dan keikhlasan. ;ila kita bisa sabar dan ikhlas menerimanya, maka insya Allah, tidak akan terasa berat lagi ujian tersebut, !er$ayalah. %an ingat, dalam sabar, terkandung ridha Allah SL0. %an ridha Allah SL0 terhada! kita, adalah segalanya. 8. Kita harus selalu baik sangka ke!ada Allah SL0 dan jangan !ernah sekali!un meragukan dan mem!ertanyakan ke!utusan, keteta!an, !engaturan dan ketentuan Allah. Kita harus bisa sabar dan ridha terhada! a!a!un ke!utusan, keteta!an dan !engaturan'(ya. Kalau kita masih merasa tidak !uas dengan semua ke!utusan, keteta!an, !engaturan dan ketentuan Allah itu, maka $ari saja 0uhan selain Allah. "erhatikan irman'(ya dalam hadits Pudsi 1 OAkulah Allah, tiada 0uhan melainkan Aku. Sia!a saja yang tidak sabar menerima
1B

$obaan dari'Ku, tidak bersyukur atas nikmat'Ku dan tidak ridha dengan ketentuan'Ku, maka bertuhanlah ke!ada 0uhan selain Aku.O &hadist ini diriwatkan oleh al'0habrani dalam Al' +uNjam al'Kabir melalui jalur Abu 5ind al'%ari) Karena itu, marilah kita sabar dan ikhlas dalam segala keadaan, yakinlah bahwa janji Allah !asti benar. "er$ayalah, sabar dan ikhlas, akan membuahkan kebahagiaan hidu!. IK5-AS Se$ara bahasa, ikhlas bermakna bersih dari kotoran dan menjadikan sesuatu bersih tidak kotor. +aka orang yang ikhlas adalah orang yang menjadikan agamanya murni hanya untuk Allah saja dengan menyembah'(ya dan tidak menyekutukan dengan yang lain dan tidak riya dalam beramal. Sedangkan se$ara istilah, ikhlas berarti niat menghara! ridha Allah saja dalam beramal tan!a menyekutukan'(ya dengan yang lain. +emurnikan niatnya dari kotoran yang merusak. 3iri Krang Yang Ikhlas Krang'orang yang ikhlas memiliki $iri yang bisa dilihat, diantaranya1 *. Senantiasa beramal dan bersungguh'sungguh dalam beramal, baik dalam keadaan sendiri atau bersama orang banyak, baik ada !ujian atau!un $elaan. 2. 0erjaga dari segala yang diharamkan Allah, baik dalam keadaan bersama manusia atau jauh dari mereka. /. %alam dakwah, akan terlihat bahwa seorang dai yang ikhlas akan merasa senang jika kebaikan terealisasi di tangan saudaranya sesama dai, sebagaimana dia juga merasa senang jika terlaksana oleh tangannya. RI%5A Ridha bermakna menerima semua realita takdir dan ketentuan Allah dengan senang hati, ikhlas, la!ang dada, bahagia, tan!a merasa ke$ewa atau marah. Lalau!un ketentuan Allah tersebut tidak sesuai dengan keinginan kita dan kadang membawa kita !ada kesedihan.

1L

%AB0AR ">S0AKA

;oedina Kresno Siti.299*.Imunologi:Diagnosis dan Prosedur Labotarium.<akarta.;alai "enerbitan Bakultas Kedokteran >ni#ersitas Indonesia
Barata2idjaja Karnen 'arna# 2MML#Imunologi Dasar#3akarta#Balai 1ener&itan Fak!ltas Ked"kteran Uni8ersitas Ind"nesia Mansj"er(Ari)#2MMK#Kapita Selekta Kedokteran#3akarta#Media Aes5!lapi!s 1ri5e(Syl8ia#1LLF#Patofisiologi: Konsep Klinis Proses-Proses Penyakit#3akarta#6'+ R"&&ins#1LLF#Buku Ajar Patologi#3akarta#6'+ D#S!d"y" Ari(dkk#2MMI#Ilmu Penyakit Dalam#3akarta#1!sat 1ener&itan <eparte en Il ! 1enyakit <ala Fak!ltas Ked"kteran Uni8ersitas Ind"nesia .ttp$//ass!nna.0Natar#5" /artikel/ak.laN0dan0nase.at/ite /11LL0ke!ta aan0sa&ar0 eng.adapi05"&aan#.t l .ttp$//id0id#)&js#)a5e&""k#5" /n"te#p.pOn"tePid>1FML12=K1I2LL3B .ttp$//222#pant!ra#net/n"de/1L= .ttp$//222#=li)esiste i !n#5" /tag/penyakit0a!t"i !n/

2M