Anda di halaman 1dari 5

LAPORAN PENDAHULUAN ANSIETAS/ KECEMASAN A. KONSEP DASAR 1.

Definisi Ansietas sangat berkaitan dengan perasaan tidak pasti dan tidak berdaya. Keadaan emosi ini tidak memiliki obyek yang spesifik. Kondisi dialami secara subyektif dan dikomunikasikan dalam hubungan interpersonal. Ansietas berbeda dengan rasa takut, yang merupakan penilaian intelektual terhadap sesuatu yang berbahaya. Ansietas adalah respon emosional terhadap penilaian tersebut. Kapasitas untuk menjadi cemas diperlukan untuk bertahan hidup, tetapi tingkat ansietas yang parah tidak sejalan dengan kehidupan (Stuart dan Sundeen, 1990, hal !". 2. Tingkat ansietas sebagai berikut: a. Ansietas ringan, berhubungan dengan ketegangan dalam kehidupan sehari# hari dan menyebabkan seseorang menjadi $aspada dan menghasilkan lahan persepsinya. Ansietas dapat memoti%asi bekpar dan menghasilkan pertumbuhan dan kreatifitas. b. Ansietas sedang, memungkinkan seseorang untuk memusatkan pada hal yang penting dan mengesampingkan yang lain. Sehingga seseorang mengalami perhatian yang selektif namun dapat melakukan sesuatu yang lebih terarah. c. Ansietas berat, sangat mengurangi lahan persepsi seseorang. Seseorang cenderung untuk memusatkan pada sesuatu yang terinci dan spesifik dan tidak dapat berfikir pada hal lain. Semua perilaku ditujukan untuk mengurangi ketegangan. &rang tersebut memerlukan banyak pengarahan untuk dapat memusatkan pada satu area lain. d. 'ingkat panik dari ansietas, berhubungan dengan terperangah, ketakutan dari orang yang mengalami panik tidak mampu melakukan sesuatu $alaupun dengan pengarahan. (anik melibatkan disorganisasi kepribadian. )engan panik, terjadi peningkatan aktifitas motorik,menurunnya kemampuan untuk berhubungan dengan orang lain, persepsi yang menyimpang dan kehilangan pemikiran yang rasional. 'ingkat ansietas ini tidak sejalan dengan kehidupan, dan juga berlangsung terus dalam $aktu yang lama, dapat terjadi kelelahan yang sangat, bahkan kematian.
INSAN TRISWANA 214112084 STIKES JENDRAL ACHMAD YANI CIMAHI 2012/2013

3. Rentang Res !n Ansietas "Stuart # Sun$een% &''() *espon adaptif . Antisipasi 4. *akt!r Pre$is !sisi a. +erbagai teori telah dikembangkan untuk menjelaskan asal ansietas , )alam pandangan psikoanalitik, ansietas adalah konflik emosional yang terjadi antara dua elemen kepribadian, id dan superego. -d me$akili dorongan insting dan impuls primitif seseorang, sedangkan superego mencerminkan hati nurani seseorang dan dikendalikan oleh norma# norma budaya seseorang. .go atau Aku, berfungsi menengahi hambatan dari dua elemen yang bertentangan dan fungsi ansietas adalah mengingatkan ego bah$a ada bahaya. b. /enurut pandangan interpersonal, ansietas timbul dari perasaan takut terhadap tidak adanya penerimaan dari hubungan interpersonal. Ansietas juga berhubungan dengan perkembangan, trauma seperti perpisahan dan kehilangan sehingga menimbulkan kelemahan spesifik. &rang dengan harga diri rendah mudah mengalami perkembangan ansietas yang berat. c. /enurut pandangan perilaku, ansietas merupakan produk frustasi yaitu segala sesuatu yang mengganggu kemampuan seseorang untuk mencapai tujuan yang diinginkan. )aftar tentang pembelajaran meyakini bah$a indi%idu yang terbiasa dalam kehidupan dininya dihadapkan pada ketakutan yng berlebihan lebih sering menunjukkan ansietas pada kehidupan selanjutnya. d. Kajian keluarga menunjukkan bah$a gangguan ansietas merupakan hal yang biasa ditemui dalam suatu keluarga. Ada tumpang tindih dalam gangguan ansietas dan antara gangguan ansietas dengan depresi. e. Kajian biologis menunjukkan bah$a otak mengandung reseptor khusus ben0odia0epine. *eseptor ini mungkin membantu mengatur ansietas penghambat dalam aminobutirik. 1amma neuroregulator (1A+A" juga mungkin memainkan peran utama dalam mekanisme biologis berhubungan dengan ansietas sebagaimana halnya endorfin. Selain itu telah dibuktikan kesehatan umum seseorang mempunyai
INSAN TRISWANA 214112084 STIKES JENDRAL ACHMAD YANI CIMAHI 2012/2013

*espon maladaptif

*ingan

Sedang

+erat

(anik

akibat nyata sebagai predisposisi terhadap ansietas. Ansietas mungkin disertai dengan gangguan fisik dan selanjutnya menurunkan kapasitas seseorang untuk mengatasi stressor. 5. *akt!r resi itasi Stressor pencetus mungkin berasal dari sumber internal atau eksternal. Stressor pencetus dapat dikelompokkan menjadi 2 katagori , 1. Ancaman terhadapintegritas seseorang meliputi ketidakmampuan fisiologis yang akan datang atau menurunnya kapasitas untuk melakukan aktifitas hidup sehari# hari. 2. Ancaman terhadap sistem diri seseorang dapat membahayakan identitas, harga diri dan fungsi sosial yang terintegrasi seseorang. 6. Su+ber k! ing -ndi%idu dapat mengalami stress dan ansietas dengan menggerakkan sumber koping tersebut di lingkungan. Sumber koping tersebut sebagai modal ekonomok, kemampuan penyelesaian masalah, dukungan sosial dan keyakinan budaya dapat membantu seseorang mengintegrasikan pengalaman yang menimbulkan stress dan mengadopsi strategi koping yang berhasil. 7. Mekanis+e k! ing Ketika mengalami ansietas indi%idu menggunakan berbagai mekanisme koping untuk mencoba mengatasinya dan ketidakmampuan mengatasi ansietas secara konstruktif merupakan penyebab utama terjadinya perilaku patologis. Ansietas tingkat ringan sering ditanggulang tanpa yang serius. 'ingkat ansietas sedang dan berat menimbulkan 2 jenis mekanisme koping, 1. *eaksi yang berorientasi pada tugas, yaitu upaya yang disadari dan berorientasi pada tindakan untuk memenuhi secara realitis tuntutan situasi stress. 2. /ekanisme pertahanan ego, membantu mengatasi ansietas ringan dan sedang, tetapi jika berlangsung pada tingkat sadar dan melibatkan penipuan diri dan distorsi realitas, maka mekanisme ini dapat merupakan respon maladaptif terhadap stress.

INSAN TRISWANA 214112084 STIKES JENDRAL ACHMAD YANI CIMAHI 2012/2013

B. KONSEP ASUHAN KEPERA,ATAN 1. PEN-KA.IAN Ansietas dapat diekspresikan secara langsung melalui perubahan fisiologis dan perilaku. Secara tidak langsung melalui timbulnya gejala atau mekanisme koping sebagai upaya untuk mela$an ansietas.intensitas perilaku akan meningkat sejalan dengan peningkatan tingkat ansietas. /asalah yang sering muncul pada gangguan ansietas adalah sebagai berikut, 1. *esiko mencederai diri sendiri, orang lain dan lingkungan. 2. 1angguan perilaku3 kecemasan 3. Koping indi%idu tak efektif 2. Diagn!sa Ke era/atan a. *esiko mencederai diri sendiri, orang lain dan lingkungan berhubungan dengan gangguan perilaku3 kecemasan b. 1angguan perilaku3 kecemasan berhubungan dengan koping indi%idu tak efektif ditandai dengan klien tampak gelisah, tegang

INSAN TRISWANA 214112084 STIKES JENDRAL ACHMAD YANI CIMAHI 2012/2013

INSAN TRISWANA 214112084 STIKES JENDRAL ACHMAD YANI CIMAHI 2012/2013