Anda di halaman 1dari 25

9

II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Sumber Air Minum Winarni (2003) mengatakan secara umum sumber air minum dan air bersih dibagi menjadi 3 (tiga) golongan yaitu: mata air, air permukaan (surface ater), dan air tanah dalam (ground ater)! "ir tanah dalam dan mata air biasanya mempunyai kualitas yang lebih baik daripada air permukaan, karena mata air umumnya belum tercemar oleh hasil akti#itas manusia, sedangkan air permukaan umumnya sudah terkontaminasi! $emilihan sumber air baku untuk pengolahan air bersih dan air minum perlu beberapa pertimbangan, antara lain: % &ompetisi antara berbagai sektor penggunaan air selain untuk kebutuhan air

bersih, misalnya' irigasi, pembangkit listrik, rekreasi dan keperluan lainnya 2 (ebit sumber air baku 3 &ualitas air baku )erdasarkan $eraturan $emerintah *o! %+ tahun %9,-, pengelolaan sarana dan prasarana air bersih diserahkan kepada $emerintah (aerah .ingkat / ($ro#insi), sedangkan pengelolaannya dilakukan oleh $erusahaan (aerah "ir 0inum ($("0) yang berada di ba ah kendali $emerintah (aerah .ingkat // &abupaten1 &otamadia! 2ejak dikeluarkan peraturan pemerintah tersebut sampai saat ini $("0 di seluruh /ndonesia berjumlah 300 perusahaan dan seluruhnya menerapkan teknologi kon#ensional yang pada kenyataann ya sebagian besar sudah tidak mampu lagi memenuhi kebutuhan air bersih, baik kuantitas maupun kualitas akibat dari menurunnya debit dan kualitas air baku! $("0 belum mampu untuk membangun instalasi pengolahan air yang baru dengan penerapan teknologi sesuai dengan kondisi air baku! 2alah satu cara adalah modifikasi atau menambah unit pengolahan pendahuluan (pretreatment) untuk meningkatkan kualitas air baku! "plikasi teknologi peningkatan kualitas air baku perusahaan air minum memerlukan berbagai pertimbangan teknis dan ekonomi, antara lain: % )iaya in#estasi dan oper asional rendah 2 3fisiensi pengolahan tinggi 3 Waktu pengolahan singkat + )entuk dan rancangan in stalasi fleksibel

%0

4 5ahan yang dibutuhkan kecil 6 7asil pengolahan memenuhi kriteria mutu air yan g dipersyaratkan
2.2 Karakteristik Air Baku dan Air Permukaan 0enurut 0artin (200%) karakteristik air baku permukaan secara umum digolongkan menjadi : % "ir permukaan dengan tingkat kekeruhan tinggi "ir permukaan ini telah melalui permukaan tanah yang rentan terhadap erosi atau ditutupi dengan #egetasi yang rendah kerapatannya! "ir ini umumnya telah stagnant di aduk atau di danau yang sedikit mengandung gulma atau tanaman air 2 "ir permukaan dengan tingkat kekeruhan rendah sampai sedang "ir ini adalah seperti pada golon gan yang pertama hanya telah mengalami pengendapan yang cukup lama di suatu badan air 3 "ir permukaan dengan tingkat kekeruhan temporer "ir permukaan ini biasanya dari daerah pegunungan, dimana pada saat tidak turun hujan airn ya jernih tetapi pada saat hujan terjadi kekeruhan sesaat! "ir ini mengalir melalui permukaan yang tertutup oleh #egetasi yang cukup lebat dan curam sehingga pada aktu tidak hujan menghasilkan air yang jernih, tetapi pada aktu hujan menjadi keruh karena terjadi lonjakan tingkat sedimen akibat erosi! 2etelah hujan selesai sekitar 283 jam air kembali ke aliran dasar

(base flow) dan jernih kembali. + "ir permukaan dengan kandungan arna sedang sampai tinggi "ir yang demikian umumnya telah melalui daerah dengan tingkat humus tinggi dan akibat terlarutnya 9at tanin dari sisa8sisa humus tingkat arnanya menjadi tinggi, selain itu akibat proses mikroorganisma p7 air menjadi asam! "ir ini umumnya terdapat di daerah ra a dan gambut! 4 "ir permukaan dengan kesadahan tinggi &esadahan paling banyak dijumpai di air laut, dan pada air permukaan ta ar umumnya diakibatkan oleh :a dan 0g dalam kadar yang tinggi yaitu lebih besar dari 200 mg1l :a:;3, sehingga air yang mengalir pada daerah batuan kapur akan mempunyai tingkat kesadahan yang tinggi!

%%

6 "ir permukaan den gan kekeruhan sangat rendah "ir seperti ini dapat dijumpai pada danau8danau yang masih belum tercemar atau air yang masih baru saja keluar dari mata air! - "ir permukaan dengan polutan rendah sampai tinggi "ir seperti ini sering dijumpai di kota8kota besar! "kti#itas manusia melalui kegiatan domestik maupun industri mengakibatkan pencemaran, sehingga kadar polutan seperti organik, amonia, detergen, logam8logam dan pencemar lainnya meningkat seiring dengan peningkatan jumlah penduduk!

2.3 Senyawa Or anik da!am Air 0etcalf dan 3ddy (2003) mengatakan bah a bahan organik terdiri dari karbon, hidrogen dan oksigen! <at organik di alam dapat dijumpai pada air permukaan maupun ba ah tanah! 2enya a organik dalam air berasal dari: % "lam : minyak1lemak he an, tumbuh8tumbuhan, dan gula 2 2intesa : berbagai macam persenya aan yang dihasilkan oleh industri 3 =ermentasi : alkohol, aseton, gliserol, asam8asam dan sejenisnya yang ber asal dari kegiatan mikroorganisme tehadap bahan organik <at organik dalam air dapat diketahui dengan menentukan angka permanganatnya, alaupun &0n;+ sebagai oksidator tidak dapat mengoksidasi semua 9at organik yang ada, namun cara ini sangat praktis dan cepat pengerjaannya! $enentuan bilangan permanganat ditujukan untuk menentukan kandungan 9at organik dalam air alam, seperti air sungai, sumur dan danau (7orran, %990)!

0enurut Winkler (%9,%) di dalam pengolahan 9at organik akan menghasilkan efek rasa dan bau, akibat dari pembusukan secara biologi! Warna dalam air merupakan hasil kontak air dengan reruntuhan organik, seperti tumbuhan, kayu, dan pembusukan dalam beberapa tingkatan #ariasi dekomposisi! "sam humat dan humus yang berasal dari pembusukan lignin dianggap sebagai penyebab utama timbulnya arna! Warna dapat dikelompokkan menjadi 2 (dua) yaitu arna semu (apparent color) disebabkan adanya partikel tersuspensi dan arna nyata (true color) disebabkan oleh ekstraksi dari asam organik tumbuhan yang berbentuk koloid!

%2

<at organik dapat disisihkan secara biologi, dengan beberapa #ariabel yang berpengaruh antara lain jumlah oksigen terlarut ((;), aktu kontak, senya a penggangu (inhibitor), jenis dan jumlah mikroorganisme pengurai ()itton,%99+)! "dan ya oksigen menyebabkan proses oksidasi aerob dapat berlangsung, bahan organik akan dirubah menjadi produk > produk akhir yang relatif stabil dan sisan ya akan disintesis menjadi mikroba baru! 2ecara umum mekanisme penguraian organik dapat dilihat pada persamaan di ba ah ini:

bahan>

(2umber : )itton, %99+)

minum menurut &eputusan 0enteri &esehatan ?epublik /ndonesia *omor 90-103*&3212&1@//12002 tentang syarat8syarat dan pen ga asan kualitas air minum sebesar 200A g1liter! )ila telah melampaui batas maksimum yang telah ditentukan tersebut maka dapat menyebabkan bau yang tidak sedap pada air 2.3.1 Sumber Tri"a!#metan minum dan dapat menyebabkan sakit perut! "danya 9at organik 2aid (%999) mengatakan senya a trihalometan (.70) seperti kloroform, dalam air dapat diklorometan, bromodiklorometan, dibromoklorometan, %!2 dikloroetan, dan karbon tetraklorida adalah senya a klor yang dihasilkan hasilair samping proses diketahui dengan perubahan fisik dari dari terutama dengan klorinasi air! 2alah satu sumber .70 adalah senya a humus (humic and =ul#ic timbulnya arna, rasa, 2ubstances) yang secara alami terbentuk akibat proses pelapukan daun8daun yang gugur sisa tumbuh8tumbuhan yang telah mati! 2umber air baku yang bau atau dan kekeruhan!
tercemar baik secara alami maupun akibat bu angan dari hasil aktifitas kegiatan manusia misalnya buangan rumah tangga maupun industri adalah penyebab terbentuknya senya a .70!

2tandar maksimum kandungan 9at organik khususnya kloroform dalam air

"ir limbah baik domestik maupun industri banyak mengandung 9at organik dan san gat berpotensi menurunkan kualitas air baku perusahaan air minum!

%3

.indakan $emda (&/ melalui $( $"5 Baya merupakan bentuk upaya melindungi badan air yang digunakan sebagai air baku perusahaan air minum dari pencemaran limbah domestik, alaupun sampai saat ini kapasitas instalasi pengolahannya air limbah domestik $( $"5 Baya sangat jauh dari kebutuhan! $engolahan air limbah yang mengandung 9at organik umumnya menggunakan proses biologi dengan memanfaatkan akti#itas mikroba untuk menguraikan 9at organik! 2aid (%999) juga mengatakan selama proses penguraian mikroorganisme mengeluarkan senya a hasil metabolisme yaitu amoniak dan senya a organik yang sangat stabil seperti senya a humus! "ir limbah yang masuk ke badan sungai mengalami proses pen gur aian secara alami oleh mikroorganisme yang ada dalam air yang merupakan proses pembersihan sendiri (self purification)!

"ir sungai yang mengandung senya a berpotensi membentuk .70 (precursor) ini diambil sebagai air baku perusahaan air minum dan diolah untuk dijadikan air bersih serta minum masyarakat di daerah hilir! $ada akhir proses pengolahan air bersih di perusahaan air minum mengalami proses desinfeksi dengan penambahan senya a klor! 2enya a precursor .70 tersebut bereaksi dengan senya a klor membentuk senya a trihalometan dan senya a halogen organik lainnya! &onsentrasi senya a .70 yang terbentuk dalam air minum sangat ber#ariasi tergantung pada musim, dosis klor, aktu kontak, suhu air, p7 dan jenis atau cara pengolahan yang digunakan!

2.$ Senyawa Am#niak


)arnes (%9,0) mengatakan amoniak (*73) merupakan senya a nitrogen

yang menjadi *7+C atau disebut dengan amonium! *itrogen amonia keberadaannya di dalam air adalah sebagai amonium (*7+C), yaitu berdasarkan reaksi kesetimbangan:
*73 C 72; *7+C C ;78

"moniak dalam air permukaan berasal dari air sen i, tinja dan oksidasi secara mikrobiologis 9at organik yang berasal dari air alam atau air buangan industri dan domestik! "danya amoniak tergantung pada beberapa faktor yaitu, sumber amoniak, tanaman air yang menyerap amoniak sebagai nutrien, konsentrasi oksigen dan suhu! &onsentrasi amoniak dapat berubah8ubah sepanjang tahun,

%+

pada musim panas konsentrasi senya a ini lebih rendah, hal ini disebabkan amoniak diserap oleh tumbuhan, selain itu dapat dipengaruhi oleh suhu! 2uhu air yang tinggi yang dapat mempengaruhi proses nitrifikasi, sedangkan pada suhu yang rendah yaitu musim dingin pertumbuhan bakteri berkurang dan proses nitrifikasi berjalan lambat sehingga menyebabkan konsentrasi amoniak pada sungai tinggi (Bennings, %99%)!

0enurut (e i (%99,) amoniak banyak ditemukan pada air permukaan dan air tanah dari mulai kadar rendah hingga mencapai 30 mg1l lebih (air limbah)! &adar amonia yang tinggi pada air sungai menimbulkan gangguan kehidupan perairan! &eberadaan amoniak pada air minum menimbulkan rasa kurang enak serta mengganggu kesehatan, sehingga pada air minum kadarnya harus nol dan pada air sungai harus diba ah % mg1l! )arnes (%9,0) juga men gatakan bah a amoniak dapat menyebabkan kondisi toksik bagi kehidupan perairan! &adar amoniak bebas dalam air meningkat sejalan dengan meningkatnya p7 dan suhu! &ehidupan di perairan terpengaruh oleh keh adiran amoniak, dimana pada konsentrasi % mg1l dapat menyebabkan he an air mati lemas karena oksigen terlarut berkurang! 2en ya a amoniak dalam air dapat dihilangkan secara mikrobiologi melalui proses nitrifikasi hingga menjadi nitrit dan nitrat dengan penambahan oksigen melalui proses aerasi!

2en ya a amoniak dap at mengurangi keefektifan klor yang biasanya digunakan sebagai tahap akhir dalam pengolahan air untuk mereduksi mikroorganisma dan bahan organik yang tersisa! "sam hipoklorid dapat bereaksi dengan amoniak membentuk kloramin dengan daya disinfektan rendah ()enefiled dan ?andall, %9,0)!

2.$.1 Pr#ses Nitri%ikasi 2enya a nitrogen merupakan senya a yang sangat penting dalam kehidupan, karena nitrogen merupakan salah satu nutrien utama yang berperan dalam pertumbuhan or ganisme hidup! 2enya a ini merupakan komponen dasar protein yang keberadaannya di per airan digunakan oleh he an dan tumbuh8 tumbuhan untuk memproduksi sel! *itrogen di atmosfir sebagian besar dalam bentuk gas nitrogen, jumlahnya D -,E dan sangat terbatas dalam lingkungan air!

%4

$ada umumnya gas nitrogen ini tidak dapat dipergunakan secara langsung oleh makhluk hidup, hanya beberapa organisme khusus yang dapat mengubahnya ke dalam bentuk organik nitrogen dan proses yang terjadi dinamakan fiksasi! $eran senya a nitrogen dalam proses pertumbuhan diketahui dari bentuk serta perubahannya yang terjadi di alam dalam suatu siklus yang disebut siklus nitrogen! )erikut ini adalah gambar siklus nitrogen yang terjadi di lingkungan perairan (0anahan,%99+)!

Fambar 2 2iklus *itrogen 2enya a nitrit merupakan bahan peralihan dalam siklus biologi! 2enya a ini dihasilkan dari proses oksidasi biokimia amonium, tetapi sifatnya tidak stabil karena pada kondisi aerobik terbentuk nitrit, dan dengan cepat nitrit dioksidasi menjadi nitrat oleh bakteri nitrobacter! *itrat dalam kondisi anaerobik direduksi menjadi ntrit yang selanjutnya hasil reduksi tersebut dilepas sebagai gas nitrogen! *itrit yang ditemui pada air minum dapat juga berasal dari bahan inhibitor korosi yang dipakai industri untuk mengalirkan air dari sistem distribusi $"0! $ada air permukaan, konsentrasi nitrit sangat rendah, tetapi konsentrasi yang tinggi ditemukan pada air limbah dan ra a atau tempat dimana kondisi anaerobik sering dijumpai! (i /ndonesia konsentrasi nitrat di dalam air minum tidak boleh melebihi %0 mg1l ("lerts dan 2antika, %9,+)!

$roses nitrifikasi didefinisikan sebagai kon#ersi nitrogen amonium (*8*7+)

menjadi nitrit (*8*;2) yang kemudian menjadi nitrat (*8*;3) yang dilakukan oleh bakteri autotropik dan heterotropik (Frady dan 5im, %9,0)!

%6

$roses nitrifikasi ini dapat dibagi dalam dua tahap yaitu: % .ahap nitritasi, merupakan tahap oksidasi ion ammonium (*7+C) menjadi ion nitrit (*;28) oleh bakteri nitrosomonas dengan reaksi berikut: *7+C C %G ;2

*itrosomonas

*;28 C 27C C 72; C 2,-4 &B

2 .ahap nitrasi merupakan tahap oksidasi ion nitrit menjadi ion nitrat (*;38)

oleh bakteri nitrobacter dengan reaksi berikut: Nitrobacter 2ecara keseluruhan proses nitrifikasi adalah sebagai berikut:
*7+C C 2 ;2 *;38 C 27C C 72; *;28 C G;2 *;38 C -4 &B

0enurut "rifin (%99+) kedua reaksi diatas adalah reaksi eksotermik (reaksi yang menghasilkan energi)! Bika kedua jenis bakteri tersebut ada, baik di tanah maupun di perairan maka konsentrasi nitrit akan berkurang kar ena nitrit dioksidasi oleh bakteri *itrobacter menjadi nitrat! kedua bakteri ini dikenal sebagai bakteri autotropik yaitu bakteri yang dapat mensuplai karbon dan nitrogen dari bahan8 bahan anorganik dengan sendirinya! )akteri ini menggunakan energi dar i proses nitrifikasi untuk membentuk sel sintesa yang baru! 2edangkan bakteri heterotropik merupakan bakteri yang membutuhkan bahan8bahan organik untuk membangun protoplasma! Walaupun bakteri nitrifikasi autotropik keberadaannya lebih banyak di alam, proses nitrifikasi dapat juga dilakukan oleh bakteri jenis heterotropik ("rthobacter) dan jamur ("spergillus)!

7orran (%990) berpendapat bah a senya a *8*7+ yang ada di perairan

akan dioksidasi menjadi nitrat! .etapi mengingat kebutuhan ;2 yang cuku p besar maka akan terjadi penurunan oksigen di dalam perairan tersebut sehingga mengakibatkan kondisi septik! $ada proses pengolahan senya a *8*7+ secara biologis kebutuhan ;2 cukup besar sehingga kebutuhan ;2 yang tinggi dapat dipenuhi dengan cara memperbesar transfer ;2 ke dalam instalasi pengolahan! $ada reaktor biofilter seperti yang digunakan dalam penelitian ini transfer ;2 yang besar dapat diperoleh dengan cara menginjeksikan udara ke dalam reaktor! "danya injeksi udara menggunakan blo er diharapkan akan terjadi kontak antara gelembung udara dan air yan g diolah, dengan luas kontak yang sebesar8besarnya!

%-

0i a (%99%) menyatakan ada beberapa faktor pengontrol proses nitrifikasi dalam pengolahan air , yaitu: % &onsentrasi oksigen terlarut ((issol#ed ;ksig en) $roses nitrifikasi merupakan proses aerob dan berjalan baik jika oksigen terlarut H % mg1l! 2 2uhu &ecepatan pertumbuhan bakteri nitrifikasi dipengaruhi oleh temperatur antara , > 30I:, sedangkan temperatur optimaln ya sekitar 30I :! 3 p7 p7 optimal bakteri nitrosomonas dan nitrobacter antara -!4 > ,!4 dan akti#itasnya akan mengalami penurunan pada p7 di ba ah 6 atau diatas 9!

2.$.2 Pen aru" Senyawa Nitr# en 0anahan (%99+) mengatakan bah a senya a nitrogen dalam jumlah yang berlebih dengan berbagai bentuk dalam siklusnya dapat menyebabkan pencemaran lingkungan dan gangguan kesehatan, diantaranya: % $roses eutrofikasi yaitu dengan kehadiran senya a nitrat dengan konsentrasi tinggi dapat menstimulasi pertumbuhan ganggang dalam jumlah yang tidak terkendali sehingga air kekurangan oksigen terlarut dan akibatnya kondisi perairan menjadi septik! 2 $roses nitrifikasi mengakibatkan konsentrasi oksigen terlarut berkurang sehingga mengakibatkan kerusakan kehidupan air! 3 2enya a nitrit dapat membahayakan kesehatan karena dapat bereaksi dengan hemoglobin dalam darah sehingga pengikatan oksigen oleh hemoglobin terganggu (metahaemoglobin)! + *itrat direduksi menjadi nitrit di dalam usus manusia, sehingga dapat menyebabkan penyakit eyanosis (metahemoglobin) terutama terjadi pada bayi atau yang lebih dikenal dengan penyakit blue8baby! 4 &onsentrasi senya a amoniak H % mg1l akan menyebabkan korosi pada pipa, terutama yang terbuat dari tembaga!

%,

2.& Senyawa 'eter(en (eterjen adalah merupak an bahan pembersih yang terbuat dari bahan kimia sintesis dengan komponen utama berupa surfaktan! 0asyarakat menganggap deterjen bukan merupakan bahan yang berbahaya atau toksik, maka limbah deterjen dibuang lan gsung ke perairan sehingga menjadi sumber pencemaran yang potensial! "ins orth (%996) mengatakan bah a deterjen atau surfaktan adalah senya a dengan struktur gugus molekul tertentu menyebabkan senya a tersebut mempunyai sifat8sifat detergen misalnya menimbulkan efek busa! (eterjen mempunyai kemampuan untuk mengangkat kotoran pada pakaian, sehingga banyak digunakan sebagai bahan pembersih! Jntuk mengaktifkan sifat pembersih, deterjen dilengkapi 9at kimia yang mampu mengurangi tegangan permukaan air, sehingga dapat menimbulkan efek busa ! <at pengaktif detergen umumnya disebut sebagai surfactant agents misalnya ")2 ("lkyl )en9ene 2ulfonate)! 2ifat ")2 yang terkenal adalah sulitnya diurai oleh mikroorganisma, karena berasal dari gugus alkyl yang bercabang banyak (Fambar 3!a)! berikutnya kemudian dikenal juga turunan yang berasal dari rantai hidrokarbon lurus sehingga relatif mudah diurai secara biologis, yaitu 5inier "lkyl 2ulfonate (5"2, Fambar 3!b)!

Fambar 3 ?umus molekul senya a ")2 dan 5"2 2ampai saat ini ")2 ini ternyata masih digunakan sebagai bahan baku deterjen di /ndonesia, sehingga menimbulkan beberapa masalah seperti yang dinyatakan oleh "ins orth (%996), yaitu:

%9

% .erbentuknya lapisan pada permukaan badan air (film) yang dapat mengh alangi trasfer oksigen dari udara ke d alam air 2 &onsentrasi deterjen lebih dari 3 mg1l menimbulkan efek busa yang stabil 3 &ombinasi antara polyphosphate dengan surfactant dapat mempertinggi kandungan nutrien dalam air sehingga menyebabkan proses eutrofikasi, yang mempercepat laju pertumbuhan gulma air, sep erti enceng gondok + 7asil penelitian terhadap janin mencit (0us musculus) menunjukkan potensi toksisitas deterjen, bah a tikus yang mengkonsumsi air yang mengandung deterjen akan melahirkan janin dalam kondisi cacat dan mati, sementara tikus yang mengkonsumsi air tanpa deterjen dapat melahirkan janin normal! 2aid (%994) mengatakan seperti yang dikutip dar i &arigome (%9,-) bah a penguraian deterjen secara biologis ada tiga jenis definisi, yaitu: % $enguraian biologis primer (primary biodegradation) "dalah penguraian senya a kimia komplek oleh aktifitas mikroorganisme menjadi bentuk senya a lain yang tidak lagi memiliki karakteristik atau sifat senya a asaln ya! $enguraian biologis primer dari senya a deterjen, biasanya sampai tahap dimana sifat8sifat deterjennya hilang,

2 $enguraian biologis tahap diterima lingkungan (en#ironmentally acceptable biodegradation) $enguraian oleh aktifitas mikroorganisme dimana senya a kimia telah dipecah secar a biologis sampai tahap diterima oleh lingkungan yakni sampai tahap tidak menunjukkan sifat8sifat yang tidak diinginkan misalnya sifat menimbulkan efek busa, racun, perusakan terhadap keindahan dan estetika! 3 $enguraian biologis sempurna atau final (ultimate biodegradation) $enguraian senya a kimia (deterjen) oleh aktifitas mikroorganisme secara sempurna menjadi karbon dioksida, air dan garam anorganik serta produk lain yang berhubungan dengan proses metabolisme normal mikroorganisme! "ins orth (%996) mengatakan bah a deterjen merupakan sumber utama
phosphor karbonat dalam air buangan dan badan air yang menerimanya! $olyphosphate digunakan sebagai agen pembentuk senya a kompleks sedangkan karbonat digunakan untuk menghilangkan :a2C melalui proses presipitasi!

20
28 dapat dilihat

&arakteristik deterjen yang dibuat dari komponen $;+

3C dan :;3

pada .abel %!
.abel % &omposisi deterjen dengan komponen $;+3C dan :;328

&omponen
$;+

$rosentase berat dalam deterjen


3C :;3 28

Surfactants Linier alkylbenzene sulfonate (LAS) Tallow alcohol sulfats thyloctyl sulfosuccina tes Sodium sulfosuccinates !uild ers Sodium tri"oly"hos"hate Sodium carbonates #orrosion inhibitors
Sod ium silicates (Si$% & Na%$% )

%, -,0 4,4 4,4 8 2+ 8 %2 (%,6) 0,30 0,%3 0,%4 0,%+ 36,0 0,90

22 %+
8 6,0 2,0 8 20 20(2,+) 8 0,%0,20 0,,0 32 +,0 0,90

Sus"ending agents #arbo'ylmethylcellulose (hitening (fluorescent) agents $"tical brightners #oloring matter and fragrance )erfume *ye +illers Sodium sulfates (ater )o lyethylene glycol 2umber: "lhajjar, 7arkin and :hesters (%9,9)

2.) Padatan Tersus*esi dan Kekeru"an "ir mengandung bermacam8macam senya a polutan baik yang tersuspensi, berupa koloid maupun yang terlarut! 2enya a8senya a polutan yang ada dalam air tersebut, secara umum dapat digolongkan menjadi tiga kelompok yakni senya a atau 9at yan g terlarut (dissol#ed substances), padatan ter suspensi (suspended solids, 22), dan partikel koloid (colloidal particles)! <at terlarut adalah semua senya a yang larut dalam air, dengan ukuran kurang dari beberapa nanometer! 2enya a8senya a ini umumnya berupa ion positif atau ion negatif! 2elain itu juga termasuk gas8gas yang terlarut misalnya oksigen, karbondioksida, hidrogen sulfida dan lain8lain! <at padat tersuspensi merupakan senya a bentuk padat yang berada dalam kondisi tersuspensi dalam air! $adatan tersebut kemungkinan berasal mineral8mineral misalnya pasir yang sangat halus, silt, lempung atau b erasal dari 9at organik misalnya asam humus, asam #ul#at yang merupakan hasil penguraian jasat tumbuh8tumbuhan atau binatang yang telah mati!

2%

(i samping itu, padatan tersuspensi ini juga dapat berasal dari mikroorganisme misalnya plankton, bakteria, alga, #irus dan lain8lainnya! 2emua elemen 8elemen tersebut umumnya menyebabkan kekeruhan atau arn a dalam air! &ekeruhan dalam air juga dapat disebabkan oleh keberadaan partikel koloid dalam air! $artikel koloid hampir sama dengan padatan tersuspensi hanya mempunyai ukuran yang lebih kecil yakni kurang dari % Am (mikron), dengan kecepatan pengendapan yang sangat rendah sekali! $roses koagulasi8 flokulasi adalah merupakan proses dasar pengolahan air untuk menghilangkan padatan tersuspensi dan partikel8partikel koloidal! $oses ini biasanya dilakukan pada tahap akhir dari proses pemisahan 9at cair dan 9at padat ((egremont, %99%)! .abel 2 Waktu pengendapan untuk berbagai macam partikel (ispersi koloid dalam air merupakan partikel8partikel bebas (iameter partikel .ipe 5uas spesifik yang tertahan partikel Waktu pengendapan mm Am K m2 1m3 dalam % meter air dalam air dalam bentuk suspensi! 7al ini disebabkan karena %0 %0+ %0, &erikil % detik 6!%02 ukuran partikel yang % %03 %0- $asir %0 det 6!%03 sangat halus %08% %02 %06 $asir halus(%8200 2 menit 6!%0+ nm), hidrasi oleh air dan adanya muatan %082 %0 %04 5empung 2 jam 6!%04 listrik permukaan! %083 % %06 )akteria , hari 6!%06 2uatu koloid dikatakan stabil apabila tidak dapat menggumpal %08+ %08% %04 &oloid 2 tahun 6!%0secara alami! %084 %082 %0+ &oloid 20 tahun 6!%0, =aktor yang paling mempengaruhi stabilitas koloid dalam air %086 %083 %03 &oloid 200tahun 6!%09 2umber (egremont (%99%) adalah :ukuran partikelnya! $artikel dengan ukuran yang lebih besar, ratio luas permukaan partikel terhadap berat partikel kecil sehingga pen gendapan secara gra#itasi menjadi dominan! )eberapa contoh aktu pengendapan untuk berbagai jenis partikel dapat dilihatseperti pada .abel 2!

22

+%isiensi Pr#ses Penyisi"an $erhitungan penyisihan senya a polutan didasarkan atas perbandingan pengurangan konsentrasi 9at pada titik masuk dan keluar terhadap konsentrasi 9at di titik masuk! .ingkat efisiensi yang didapat merupakan gabungan antara hasil asimilasi oleh mikroorganisme heterotrof dan proses biologis oleh mikroorganisme! $erhitungan tingkat efisiensi ini dilakukan dengan menggunakan rumus perhitungan sebagai berikut:

2., -a(u Pembebanan 0etcalf dan 3ddy (2003) mengatakan laju pembebanan didefinisikan sebagai jumlah senya a yang terdapat di dalam air baku yang diuraikan oleh mikroorganisme di dalam bioreaktor per satuan luas permukaan media biofilter per hari! 5aju pembebanan ini digunakan untuk mengetahui jumlah total beban 9at di dalam air yang akan diolah dalam biofilter! 5aju pembebanan 9at ini dihitung dengan persamaan sebagai berikut:

23

2.. Pen ertian Mikr##r anisma 0enurut 5ay dan 7asto o (%992), mikroorganisma atau mikroba adalah
substansi bersel satu yang membentuk koloni atau kelompok dimana satu sama lain dalam koloni tersebut saling berinteraksi! (alam pertumbuhannya mikroorganisme memerlukan sumber energi, karbon dan nutrisi! )erdasarkan kebutuhan nutrisinya bakteri dikelompokkan menjadi 3 bagian, yaitu: % 7eterotrop yaitu bakteri yang mengambil karbon dari karbon organik saja! 2 "utotrop yaitu bakteri yang menggunakan :;2 dan 7:;38 sebagai sumber

karbon tunggal! 3 =akultatif autotrop yaitu bakteri yang menggunakan senya a organik maupun
:;2 sebagai sumber karbon!

5ay dan 7asto o (%992) juga menyatakan bah a bakteri memerlukan energi untuk melakukan akti#itasnya! )erdasarkan sumber energi bakteri dapat dibedakan menjadi: % $hototrop yaitu bakteri yang menggunakan cahaya sebagai sumber energi! 2 :henamotrop yaitu bakteri yang menggunakan reaksi kimia (reaksi reduksi oksidasi bahan organik)! 2etiap jenis mikroorgan isme dapat hidup baik pada rentan g temperatur tertentu! .emperatur yang paling baik utuk akti#itas mikroorganisme disebut temperatur optimal! )erdasarkan hal itu bakteri dapat digolongkan menjadi tiga yaitu: % )akteri $sikrofil (oligotermik) yaitu bakteri yang hidup pada temperatur
antara 0o: > 30o: dengan temperatur optimum %0o: > 20o:!

2 )akteri 0esofil (mesotermik) yaitu bakteri yan g hidup pada temperatur antara
4o: > 60o: dengan temperatur optimum 24o: > +0o:! 3 )akteri .ermofil (politermik) yaitu bakteri yang hidup pada suhu antara +0 o: 8,0o: dengan temperatur optimum 44o: > 64o:!

0etcalf dan 3ddy (2003) menyatakan bah a jenis8jenis mikroorganisme yang sering dijumpai pada proses pengolahan biologis adalah bakteri, jamur, proto9oa, alga, crustacea dan #irus! 2el bakteri adalah sel yang paling berperan dan banyak dipakai secara luas di dalam proses pengolahan air baku sehingga struktur sel mikroorganisme lainnya dapat dianggap sama dengan bakteri!

2+

jamur, lumut, proto9oa dan in#ertebrata adalah habitat dalam biofilm tertentu, alaupun demikian bakteri, jamur dan lumut biasanya merupakan mayoritas! )akteri dan jamur mengambil 9at89at gi9i dan 9at89at lainnya, sedangkan proto9oa dan in#ertebrata diharapkan hidup dari mereka! &ematian 2.1/ Pen #!a"an Bi#!# is biomassa dari 0i a (%99%) mengatakan bah a di dalam proses pengolahan air yang mikroorganisme akan diuraikan oleh bakteri dan di dalam mengandung polutan senya a organik, teknologi yang digunakan sebagian besar menggunakan aktifitas mikroorganisme untuk menguraikan senya a polutan biofilm tersebut ada organik tersebut! $roses pengolahan air limbah dengan aktifitas mikroorganisma sejenis rantai biasa disebut dengan makanan! proses biologis! $roses pengolahan secara biologis dapat
dilakukan pada kondisi aerobik (dengan udara), kondisi anaerobik (tanpa udara) atau kombinasi anaerobik dan aerobik! $roses biologis aeorobik biasanya digunakan untuk pengolahan air dengan beban );( yang tidak terlalu besar, sedangkan proses biologis anaerobik digunakan untuk pengolahan air dengan beban );( yang sangat tinggi! pengolahan air yang mengandung polutan 9at organik dapat dilakukan secara biologis! $ada prinsipnya proses biologis akan mengubah bahan8bahan pencemar yang berbentuk koloid atau terlarut yang ada didalam air baku menjadi bentuk lain dalam bentuk gas, maupun jaringan sel yang dapat dipisahkan dengan proses fisis seperti pengendapan! )egitupun juga dengan $ele9ar dan :han (%996) mengatakan bah a pengolahan biologis didefinisikan sebagai proses pemurnian sendiri di dalam air dengan penyesuaian kondisi yang sesuai untuk meningkatkan efisiensi! (alam beberapa penelitian kualitas air sungai men yatakan apabila 9at pencemar dibuan g pada hulu mengalir ke hilir melalui sungai, dengan berjalannya aktu sejumlah konsentrasi polutan akan berkurang, hilang atau tereduksi pada derajat konsentrasi tertentu, gejala ini dikenal dengan pemurnian sendiri oleh sungai (self cleaning ser#ice)! "kti#itas ini berjalan alami, miroorganisme sebagai peran utama pada proses penyisihan ini tumbuh, menempel pada permukaan kerikil dan tumbuhan air di sungai!

0enurut 0i a (%99%), beberapa jenis dari mikroorganisme seperti bakteri,

24

$engolahan air limbah secara bilogis secara garis besar dapat dibagi menjadi tiga yakni proses biologis dengan biakan tersuspensi (suspended culture), proses biologis dengan biakan melekat (attached culture) dan proses pengolahan dengan sistem lagoon atau kolam! $roses biologis dengan biakan tersuspensi menggunakan aktifitas mikro8organisme untuk menguraikan senya a polutan yang ada dalam air dan mikro8organime yang digunakan dibiakkan secara tersuspesi di dalam suatu reaktor! )eberapa contoh proses pengolahan dengan sistem ini antara lain : proses lumpur aktif standar1kon#esional (standard acti#ated sludge), step aeration, contact stabili9ation, eLtended aeration,

o'idation ditch (kolam oksidasi sistem "arit) dan lainya. )roses biologis dengan biakan melekat berbeda dengan biakan tersus"ensi dimana "roses "engolahan air dimana mikro,organisme yang digunakan dibiakkan "ada suatu media sehingga mikroorganisme tersebut melekat "ada "ermukaan media. )roses ini disebut juga dengan "roses film mikrobiologis atau "roses biofilm. !ebera"a contoh teknologi "engolahan air limbah dengan cara ini antara lain & trickling filter- biofilter tercelu"- reaktor kontak biologis "utar (rotating biological contactor- .!#)-

contact aeration/o'idation (aerasi kontak) dan lainnnya (!itton- 0112). Secara garis besar klasifikasi "roses "engolahan air limbah secara biologis da"at dilihat "ada 3ambar 2.

Fambar + $roses pengolahan air secara biologi

26

2.1/.1 Bi#%i!trasi 7oran (%990) men gatakan, di dalam pengolahan secara biologis terjadi proses oksidasi, absorpsi dan filtrasi 9at pencemar yang dilakukan oleh akti#itas biologi dari biomassa dalam biofilm tertentu yang terdiri dari mikroorgasnisma aerobik maupun anerobik! $engoksidasian, pengabsorbsian dan penyaringan 9at pencemar oleh akti#itas biologi dari biomasa (mikroorganisma) yang terkonsentrasi dalam biofilm disebut dengan proses biofiltrasi (biofiltration)!

2eperti yang ditunjukkan pada Fambar +, )itton(%99+) men yatakan bah a tipe pengolahan secara biologi meliputi tipe oksidasi kontak secara biologi dengan menggunakan sarang ta on (honeycomb tubes), cakram berputar (rotary disk) dan kontak saringan (contact filter bed)! % 2arang ta on (honeycomb tubes) "da dua metode penerapan untuk media ini yaitu secara anaerob d an aerob , aplikasi untuk sistem aerob dilengkapi dengan unit pompa udara (blo er)! $emasangan sarang ta on dapat disususun secara #ertikal maupun horisontal dalam suatu bak atau saluran dengan tujuan memperluas kontak dengan air!

2 :akram berputar (rotary disks) (alam tipe ini biofilm tertentu dikembangkan pada permukaan cakram berputar, dimana masing8masing cakram terdiri dari lembaran8lembaran plastik berdiameter D 3 m diletakkan dalam tanki bergaris batas (bersekala) dan direndam sekitar +0E! )ila cakram diputar pada porosnya dan bagian cakram yang terendam muncul dari batas diameter tan gki tanki, cairan menetes keluar dari celah8celah antara lembaran tersebut dan diganti dengan udara! 0ekanisme ini berlangsung terus8menerus dan bergantian kontak udara dengan air, dimana biofilm kontak dengan air akan menguraikan polutan dan kontak dengan udara sebagai proses aerasi!

3 &ontak saringan (contact filter bed) )iofilm dikembangkan pada permukaan butiran khusus sebagai media filter dengan bahan yang terbuat dari keramik atau butiran plastik! 0edia kontak dengan aliran air dan setelah beberapa aktu proses berjalan akan terjadi penyumbatan, sehingga cara ini secara periodik aktu tertentu harus dicuci untuk mengembalikan kehilangan tekakan (pressure drop)! $ada saat proses

2-

membutuhkan banyak pemakaian oksigen, sehingga p erlu ditambahkan fasilitas aerasi (blo er dan diffucer) untuk menjaga biofilter dalam kondisi tersuplai udara! 2elanjutnya 7orran (%990) juga menjelaskan bah a, proses penyisihan

polutan secara biologi lebih efektif digunakan sebelum pengolahan secara kimia! $ada isntalasi pengolahan air yang tidak menggunakan proses biologi untuk mengatasi limbah domestik yang mengandung deterjen dan 9at8 9at organik 2.1/.2 Mekanisme Pen #!a"an Bi#!# i den an Pr#ses B i#%i!trasi terlarut dalam air perlu dilengkapi dengan pengolahan 0i a (%99%) mengatakan bah a 9at organik d an amoia dalam air akan lanjutan dengan karbon diuraikan oleh mikroorganisme yang tumbuh dalam biofilm! (engan adanya aktif dan o9on! akti#itas biologi 9at89at polutan yang terkandung di dalam air digunakan untuk
membentuk badan sel atau menjadi sumber energi yang penting bagi kehidupan mikroba! 7asil akhir metabolisme seperti :;2, 72;, *;M dan lainnya akan dikeluarkan1 dibuang ke dalam air dan yang berupa gas keluar ke udara sekelilingnya! )itton (%99+) mengatakan mekanisme proses metabolisme di dalam sistem biofilm (biofiltrasi) dalam suasana aerobik secara sederhana dapat diterangkan seperti pada Fambar 4! Fambar tersebut menunjukkan suatu sistem biofilm yang yang terdiri dari medium penyangga, lapisan biofilm yang melekat pada medium, lapisan air yang diolah dan lapisan ud ara yang terletak diluar! 2enya a polutan yang ada di dalam air misalnya senya a organik, amoniak, phospor dan lainnya akan terdifusi ke dalam lapisan atau film biologis yang melekat pada permukaan medium! $ada saat yang bersamaan dengan men ggunakan oksigen yang terlarut di dalam air, senya a polutan tersebut akan diuraikan oleh mikroorganisme yang ada di dalam lapisan biofilm dan energi yang dihasilhan akan diubah menjadi biomasa! 2ulpai oksigen pada lapisan biofilm dapat dilakukan dengan beberapa cara misaln ya pada sistem ?): yakni dengan cara kontak dengan udara luar, pada sistem trickling filter dengan aliran balik udara, sedangkan pada sistem biofilter tercelup dengan menggunakan blo er udara dibantu dengan pompa sirkulasi!

2,

(i dalam proses biofiltrasi ini apabila lapiasan biofilm cukup tebal, maka pada bagian luar lapisan biofilm akan berada dalam kondisi aerobik sedangkan pada bagian dalam biofilm yang melekat pada medium akan berada dalam kondisi anaerobik! $ada kondisi anaerobik akan terbentuk gas 722, dan jika konsentrasi oksigen terlarut cukup besar maka gas 722 yang terbentuk tersebut akan diubah menjadi sulfat (2;+) oleh bakteri sulfat yang ada di dalam biofilm! $ada 9ona aerobik nitrogen>ammonium akan diubah menjadi nitrit dan nitrat dan selanjutnya pada 9ona anaerobik nitrat yang terbentuk mengalami proses denitrifikasi menjadi gas nitrogen! ;leh karena di dalam sistem bioflim terjadi kondisi anaerobik dan aerobik pad a saat yang bersamaan maka dengan sistem tersebut maka proses penyisihan senya a nitrogen menjadi lebih mudah ()itton, %99+)! 0ekanisme penyisihan amoniak dalam proses biofiltrasi secar a sederhana ditunjukkan seperti pada Fambar 6!
Fambar 4 0ekanisme metabolisme di dalam proses biofiltrasi

29

Fambar 6 0ek anisne penyisihan amoniak di dalam proses biofiltrasi 0i a (%99%) juga mengatakan lebih rinci mengenai penguraian 9at pencemar oleh beberapa jenis mikroba, yaitu : % <at organik <at89at organik biasanya diuraikan oleh bakteri heterotrofik! 2 "moniak "moniak dinitrifikasi menjadi nitrat oleh bakteri nitrobacter dan nitrosomonas! 3 )esi (=e), 0angan (0n) dan (eterjen =e (//) dan 0n (//) dioksidasi menjadi =e ( ///) dan 0n (/@) oleh beberapa jenis bakteri ferri, sedangkan deterjen akan diuraikan oleh bakteri karbon! 0ikroorganisme mengalami proses metabolisme yang terdiri dari proses katabolisme dan anabolisme! $roses anabolisme memerlukan energi (reaksi endergonik) dan terjadi pada proses sintesa mikroorganisme, sedangkan proses katabolisme yang terjadi pada proses oksidasi dan respirasi merupakan reaksi eksergonik karena melepaskan ener gi! $roses transformasi substrat berlangsung dalam suatu kelompok protein yang berperan sangat penting dalam proses biologis, yaitu en9im yang bersifat sebagai katalis(?eynolds,%9,4)!

$roses metabolisme pada mikroorganisme menurut 0etcalf dan 3ddy (2003) dapat dilihat diba ah ini:

30

;ksidasi
:;7*2 C ;2 C bakteri

(0ateri organik)

:;2 C *73 C produk C energi akhir

2intesa
:;7*2 C ;2 C bakteri C energi

(0ateri ;rganik)

( 2el )akteri )aru)

:47-*;2

:47-*;2 C 4 ;2

4 :;2 C *73 C 272; C energi

?espirasi 2.1/.3 Karakteristik Pen #*erasian Pen #!a"an Bi#!# is $ele9ar dan :han (%996) mengatakan bah a pengolahan biologi efektif untuk penyisihan organik, amonia, deterjen dan mangan! =aktor yang mempengaruhi efisiensi proses pengolahan antara lain: % 2uhu (temperatur) air 2uhu optimal antara 200: sampai 300: dan efisiensi pengolahan akan berkurang pada temperatur yang lebih rendah atau lebih tinggi! 2 *ilai p7 *ilai p7 optimal antara - sampai -!4 3 ;ksigen terlarut ;ksidasi dan penguraian dari 9at89at organik, nitrifikasi amoniak dengan mikroorganisme membutuhkan oksigen, sehingga apabila menginginkan efisiensi lebih tinggi perlu ditambahkan aerasi atau suplai udara! + $enghamb at &ehadiran dari beberapa pencemar seperti logam berat, minyak, 9at organik berbahaya, tanah dan pasir halus yang tersuspensi menutup lapisan biofilm dapat menghambat akti#itas biologis, sehingga efisiensi pengolahan berkurang! 4 =rekuensi kontak

=rekuensi kontak dapat diartikan sebagai kapasitas pengolahan per unit luas permukaan biofilm! =rekuensi kontak antara air yan g akan diolah dengan biofilm semakin tinggi maka efisiensi penyisihan akan meningkat!

3%

2.11 0eakt#r Bi#%i!ter Winkler (%9,%) menyatakan bah a ber dasarkan pertumbuhan mikroorganisme yang berperan dalam penguraian 9at pencemar, bioreaktor dapat dikelompokkan menjadi dua yaitu: % ?eaktor dengan biakan tersuspensi (suspended gro th reactor) 0ikroorganisme tumbuh dan berkembang dalam reaktor biologis dalam keadaan tersuspensi! 2 ?eaktor dengan biakan melekat (attached gro th reactor) ?eaktor dengan biakan melekat atau diebut dengan biofilter adalah reaktor yang dilengkapi dengan media (support) sebagai tempat pertumbuhan mikroorganisme!

Frady dan 5im (%9,0) menyatakan ada beberapa keuntungan dari jenis reaktor biofilter ini antara lain: % $engoperasiannya mudah (i dalam proses pengolahan air sistem biofilm, dengan dilakukan ataupun tanpa dilakukan sirkulasi lumpur tidak menimbulkan masalah bulking seperti yang terjadi pada proses dengan biakan tersuspensi misalnya pada sistem lumpur aktif, oleh karena itu pengelolaannya lebih mudah! 2 5umpur yang dihasilkan sedikit 5umpur yang dihasilkan proses biofilm relatif lebih kecil dibandingkan dengan proses lumpur aktif, dimana 30>60E dari organik yang dihilangkan diubah menjadi lumpur aktif (biomasa) sedangkan pada proses biofilm hanya sekitar %0830E! 7al ini disebabkan karena pada proses biofilm rantai makanan lebih panjang dan melibatkan aktifitas mikroorganisme dengan orde yang lebih tinggi dibandingkan pada proses lumpur aktif!

3 .epat untuk mengolah air dengan konsentrasi polutan rendah maupun tinggi! $roses pengolahan air dengan sistem biofilm ini mikroorganisme melekat pada permukaan media penyangga, sehingga pengontrolan proses pengolahan terhadap akti#itas mikroorganisma lebih mudah! $roses biofilm cocok digunakan untuk mengolah air limbah dengan konsentrasi rendah sampai konsentrasi tinggi!

32

+ .ahan terhadap fluktuasi jumlah air baku maupun konsentrasi polutan 0ikroorganisma dalam proses biofiltrasi melekat pada permukaan unggun media, akibatnya konsentrasi biomassa mikroorganisme persatuan luas atau #olume media relatif besar sehingga tahan terhadap fluktuasi beban organik maupun fluktuasi beban hidrolik! 4 $engaruh penurunan suhu terhadap efisiensi pengolahan kecil Bika suhu air baku turun aktifitas mikroorganisme berkurang, tetapi oleh karena didalam proses biofilm substrat maupun en9im dapat terdifusi sampai ke bagian dalam lapisan biofilm dan lapisan biofilm cukup tebal maka pengaruh penurunan suhu (suhu rendah) tidak begitu besar!

2.12 Media Biakan 0edia biakan bakteri atau juga disebut juga dengan media penyangga merupakan salah satu bagian penting dalam proses biofiltrasi! 0edia biakan dapat berupa kerikil, pasir, plastik dan partikel karbon aktif yang di dalam operasinya dapat terendam sebagian atau seluruhnya atau hanya dile ati air saja! =ungsi media adalah sebagai tempat tumbuh dan berkembangbiak mikroorganisma yang terlibat langsung dalam pengolahan air secara biologi! 0ikroorganisma ini akan melapisi permukaan media membentuk lapisan biomassa yang tipis yang disebut biofilm! 2truktur reaktor biofilter dengan susunan media biakan di dalamnya menyerupai saringan (filter) yang terdiri dari tumpukan media yang disusun secara teratur maupun acak di dalam reaktor (2aid, %994)!

2eperti yang dikatakan 2umeker dan 7alim (%99%) bah a efekti#itas media biakan tergantung pada jenis bahan, bentuk, ukuran, luas permukaan media, #olume rongga dalam media dan kekasaran permukaan! 0edia biakan yang baik harus mempun yai beberapa syarat antara lain: % 5uas permukaan besar 2 .idak bersifat racun terhadap mikroorganisma 3 2ifat fisika dan kimia stabil + :elah untuk difusi udara dapat dile ati oleh lapisan biofilm yang terlepas!

5uas permukaan media biakan per satuan unit #olume sangat berpengaruh terhadap efektifitas kerja reaktor biofilter, karena semakin luas permukaan per

2umber: 2aid (2000)

akumulasi massa biolo gi atau massa padatan yang tersuspensi dan distribusi atau 3+ 33 peruraian massa polutan sepanjang reaktor! unit #olume yang ditumbuhi biomassa kemampuan penguraian 2usunan media yang teratur cocok senya a polutan untuk limbah yang mempunyai kandungan yang ad a di dalam air juga semakin besar! 2elain itu semakin padatan tersuspensi tinggi, sedangkan besar persentase media yang acak (random) untuk ruang kosong media menyangga, maka digunakan semakin besar kontak biomassa yang air dengan konsentrasi pengolahan menempel tersuspensi pada media pendukung dengan substrat yang ada padatan yang rendah! 5uas permukaan dalam air media mempengaruhi jumlah (0ontgomery, %9,4) mikroorganisme yang tumbuh 0enurut 2aid (2000) media biofilter sebagai dari bahanbiofilm organik banyakpermukaan yang pada media di dalam dibuat dengan cara dicetak dari bahan tahan karat dan ringan reaktor! 2atuan luas permukaan menjadi sangat misalnya plastik penting, bila suatu biomassa atau $@:, keramik dan material lainnya, dengan luas permukaan spesifik dan punya kecenderungan membentuk lapisan biofilm 3 $erbandingan luas permukaan yang spesifik media biofilter #olule .abel rongga (porositas) yang sangat besar dibanding besar, sehingga dapat melekatkan mikroorganisme yang tersuspensi di antara rongga media! 2truktur dalam jumlah yang lebih banyak dengan resiko kebuntuan yang permukaan sangat kecil! berupa kekasaran (engan demikian memungkinkan untuk pengolahan air limbah permukaan dan cekungan memegang peranan dengan beban penting pada saat a aal operasi 2aid (2000) juga mengatakan bahserta keuntungan penggunaan media biofilter konsentrasi yang tinggi efisiensi pengolahan yang cukup )itton (%99+)! besar! 2atu dari bahan2alah plastik tipe sarang ta on ini ini antara lain:
*o! Benis 0edia 5uas permukaan spesifik (m21m3)

% .rickling =ilter dengan batu pecah

%008200

2 0odul 2arang .a on (honeycomb modul) %4082+0 3 .ipe Baring + ?):

40

,0 8%40

% 0empunyaimedia luas permukaan besar , yaitu antara ,4>224 m21m3 contoh biofilter yang banyak digunakan yakni 2 $ersentase rongga kosong lebih besar dari media lainnya (D94E) dalam bentuk bahan sarang 3 $lastik merupakan yang mudah dibentuk (tipis, berstruktur), dirangkai

media

ta on (honeycomb tube) dari bahan plastik! )eberapa contoh (disatukan secara teratur) perbandingan luas dan ringan sehingga dapat diletakkan di dalam reaktor biofilter sampai dengan ketinggian 6>%0 m permukaan spesifik dari berbagai media biofilter dapat dilitat pada .abel 3! media berpengaruh terhadap turbulensi aliran, selain itu Jkuran dan bentuk
juga memegang peranan penting pada pembentukan biofilm, transportasi dan