Anda di halaman 1dari 29

Kelompok Tutorial A3

Lembar 1 M, perempuan, ^ tahun, seorang anak petani dikabanjahe, dibawa ibunya kepuskesmas karena sering lemas dan pusing. Ibunya bercerita bahwa karena lemas dan pusingnya itu M seringa tidak masuk sekolah. M terlihat rewel dan cengeng, ketika dokter memintanya untuk naik ketempat tidur pemeriksaan serta membuka sandal dan kancing bajunya, M merrengek minta dibantu ibunya. Menurut ibunya, M belum bisa memakai sepatu dan baju yang berkancing sendiri. Lembar 2 Pada pemeriksaan fisik : konjungtiva palpebra inferior pucat (+) BB : 15 kg TB : 115 cm Pemeriksaan darah: Hb: 8,5 gr , Leu : 8,11x10/uL , trombosit : 264x10/uL , Ht : 22% , eritrosit : 3,98x10/uL

MCV : 68 fl MCH : 20 pg MCHC : 32 gr/dL Eos : 5% ; Baso : 0,4 % ; Neut : 56,8% ; Lymp : 31,1% ; Mono : 3,8% Morfologi: Eritrosit : Anisositosis, mikrositer, hipokrom Leukosit : bentuk matur / normal Trombosit : bentuk matur / normal Lembar 3 Hasil pemeriksaan feses rutin: Makroskopik: warna coklat, konsistensi : lembek, lendir (-), darah (-) Mikroskopis: ditemukan telur cacing berbentuk oval, dinding tipis transparan, isi morulla.

TUMBUH KEMBANG ANAK USIA 6 TAHUN


+ Berjalan Lurus + Berdiri 1 kaki selama 11 detik + Menangkap bola kecil dengan kedua tangan + Menggambar segiempat + Mengerti arti lawan kata + Mengenal angka, dapat menghitung angka 5 10 + Mengenal warna warni + Mengikuti aturan permainan + Berpakaian sendiri tanpa dibantu BB = 20 Kg TB = 110 cm

STATUS GIZI ANAK USIA 6 TAHUN


Berdasarkan grafik CDC-NCHS 2000 dan EID Index,dimana:
Status gizi = BB Aktual X 100% BB Ideal Dengan kategori:
> 70% 70-80% 80-90% 90-110% 110-120% 120% : malnutrisi berat : malnutrisi sedang : malnutrisi ringan : normal : overweight : obesitas

Pada kasus:
Anak perempuan,6 tahun BB 15 kg TB 115 cm Berdasarkan CDC, BB ideal adalah 20 kg IMT menurut EID index adalah 75% Maka status gizi adalah malnutrisi sedang

Anemia Defisiensi Besi


Defenisi : Defisiensi besi : berkurangnya jumlah zat besi didalam tubuh. IDA : anemia yang terjadi ketika kekurangan zat besi yang cukup parah sehingga mengurangi eritopoisis. Anak 6-14 thn dengan Hb < 12 gr/dl

Etiologi : 1. kehilangan darah kronik (500 ml darah = 200 -250 mg besi) 2. malabsorbsi 3. peningkatan kebutuhan 4. diet buruk

Patogenesis Anemia Defisiensi Besi

Jika cadangan besi menurun, keadaan ini disebut keseimbangan zat besi yang negatif, yaitu tahap deplesi besi (iron depleted state). Keadaan ini ditandai oleh penurunan kadar feritin serum, peningkatan absorbsi besi dalam usus, serta pengecatan besi dalam sumsum tulang negatif. Apabila kekurangan besi berlanjut terus maka cadangan besi menjadi kosong sama sekali, penyediaan besi untuk eritropoesis berkurang sehingga menimbulkan gangguan pada bentuk eritrosit tetapi anemia secara klinis belum terjadi. Keadaan ini disebut sebagai iron deficient erythropoiesis. Pada fase ini kelainan pertama yang dijumpai adalah peningkatan kadar free protophorphyrin atau zinc protophorphyrin dalam eritrosit. Saturasi transferin menurun dan kapasitas ikat besi total (total iron binding capacity = TIBC) meningkat, serta peningkatan reseptor transferin dalam serum. Apabila penurunan jumlah besi terus terjadi maka eritropoesis semakin terganggu sehingga kadar hemoglobin mulai menurun. Akibatnya timbul anemia hipokromik mikrositik, disebut sebagai anemia defisiensi besi (iron deficiency anemia).

Patofisiologi Anemia Defisiensi Besi


Koilonichia Stomatitis angularis Rambut rapuh Kadar besi dalam darah menurun Pembentukan & regenerasi sel terganggu

Tachycardia Upaya kompensasi tubuh terhadap kadar oksigen dan nutrisi yang rendah di dalam tubuh.

DIAGNOSA
1. Anamnesis 1). Riwayat faktor predisposisi dan etiologi : a. Kebutuhan meningkat secara fisiologis terutama pada masa pertumbuhan yang cepat, menstruasi, dan infeksi kronis b. Kurangnya besi yang diserap karena asupan besi dari makanan tidak adekuat malabsorpsi besi c. Perdarahan terutama perdarahan saluran cerna (tukak lambung, penyakit Crohn, colitis ulserativa) 2). Pucat, lemah, lesu, gejala pika 2. Pemeriksaan fisis a. anemis, tidak disertai ikterus, organomegali dan limphadenopati b. stomatitis angularis, atrofi papil lidah c. ditemukan takikardi ,murmur sistolik dengan atau tanpa pembesaran jantung

3. Pemeriksaan penunjang a. Hemoglobin, Hct dan indeks eritrosit (MCV, MCH, MCHC) menurun b. Hapus darah tepi menunjukkan hipokromik mikrositik c. Kadar besi serum (SI) menurun dan TIBC meningkat , saturasi menurun d. Kadar feritin menurun dan kadar Free Erythrocyte Porphyrin (FEP) meningkat e. sumsum tulang : aktifitas eritropoitik meningkat

PEMERIKASAAN FISIK DAN PENUNJANG PADA ANEMIA DEF. BESI

A. Pemeriksaan Fisik 1. Bentuk kuku konkaf 2. Atrofi papila lidah 3. Perubahan mukosa lambung dan usus 4. Penurunan aktivitas tubuh dan daya tahan tubuh 5. Ketidakmampuan mempertahankan suhu 6. Daya tahan tubuh pada infeksi menurun

B. Pemeriksaan Penunjang 1. Complete Blood Count - Hb ; 11-16% anak; ( ) - Leukosit ;9000-12000; ( ) - LED ;0-15mm/jam; (-) - Trombosit ;150.000-400.000; (-) - Ht ;33-38%; ( ) - MCV ;22-34%; ( ) - MCH ; 22-34%; ( ) - MCHC ; 32-36 ; (-)

2. Apusan Darah Tepi - Mikrositik - Hipokromik - Annulosit - Target Sel - Anisitosis - Poikolisitosis 3. Status Besi - Serum Besi ; 50-150 ; ( ) - TIBC ; 250-450 ; ( ) - Ferritin ; 10-15 ; ( )

1. 2.

TATALAKSANA ANEMIA DEFISIENSI BESI TERAPI KAUSAL


TERAPI BESI Per oral -ferrous sulphat (sulfas ferosus)- Dosis 3x200mg -ferrous gluconate, ferrous fumarat, ferrous lactate, ferrous succinate ES: gangguan gastrointestinal (15-20%) Terapi besi parenteral indikasi: - intoleransi oral berat -kepatuhan berobat rendah - kolitis ulserativa - penyerapan besi terganggu - kehilangan darah yang banyak -perlu peningkatan Hb secara cepat preparat : iron dextran complex, iron sorbitol citric acid complex, iron ferric gluconate, iron sucrose ES: : reaksi anafilaksis (6%), flebitis, sakit kepala, flushing, mual, muntah, nyeri perut

3. TERAPI LAIN - diet - vitamin C - transfusi darah

Defenisi, Etiologi dan Karakteristik Ancylostomiosis


Ancylostomiosis adalah penyakit cacing tambang yang disebabkan oleh spesies Ancylostoma. Beberapa spesies cacing tambang yang penting : Necator americanus manusia Ancylostoma duodenale manusia Ancylostoma braziliense kucing, anjing Ancylostoma ceylanicum anjing, kucing Ancylostoma caninum anjing, kucing

Karakteristik Cacing Tambang


KARAKTERISTIK Ukuran Cacing Dewasa Jantan Betina Umur cacing dewasa Lokasi cacing dewasa Masa prepaten Jlh telur/cacing betina/hari 0,8-1,1 cm 1,0-1,3 cm 1 tahun Usus halus 53 hari 10.000 25.000 0,7 0,9 cm 0,9 -1,1 cm 3 5 tahun Usus halus 49 56 hari 5.000 10.000 Ancylostoma duodenale Necator americanus

Rute infeksi

Oral, perkutan

Perkutan

Ancylostomiasis
Morfology

Adult Ancylostoma duodenale

AHS/Parasitologi/FKUS U

21

SIKLUS HIDUP

DIAGNOSA
o Menemukan telur cacing atau cacing dewasa dalam feses/tinja. o Kultur Harada-Mori Method Diumpamakan seperti ditanah -> larva rhabditiform -> larva filariform. o Serologi o Ditemukan gejala kulit berupa grounditch atau anemia dengan anamnesis secara cermat, yaitu dengan memperhatikan perkerjaan, lingkungan, sosial-ekonomi penderita

PENATALAKSANAAN ANCYLOSTIMIASIS
Albendazole Mebendazole Pirantel Pamoat

PEMERIKSAAN PENUNJANG
KULIT : terdapat larva infektif dapat menimbulkan gatal, papula eritematosa, vesikula dan edema menyeluruh FASE USUS : nyeri perut, hilang nafsu makan, penuh sesudah makan, diare SEKUELE INFEKSI : anemia, hipoalbuminemia dan edema, Hb < 5 menyebabkan gagal jantung dan kematian mendadak PEMERIKSAAN PULASAN TINJA :
Pemeriksaan tebal Kato : menentukan jumlah infeksi

DIAGNOSIS BANDING
ANEMIA SIDEROBLASTIK ANEMIA PENYAKIT KRONIK THALASEMIA KERACUNAN TIMBAL

KOMPLIKASI ANCYLOSTIMIASIS
Anemia defisiensi besi Pneumonia Ground itch Abdominal pain, diarrhea, weight loss, and malabsorption

PROGNOSIS
- Prognosis pada infeksi hookworm adalah bagus. Namun angka reinfeksi pada daerah yang endemik ataupun sanitasi yang kurang dapat meningkat.

TERIMA KASIH