Anda di halaman 1dari 8

A. Latar Belakang Istilah desa sering kali identik dengan masyarakatnya yang miskin, tradisionalis, dan kolot.

Namun sebenarnya desa mempuyai keluhuran dan kearifan lokal yang luar biasa. Desa adalah pelopor sistem demokrasi yang otonom dan berdaulat penuh. Sejak lama, desa telah memiliki sistem dan mekanisme pemerintahan serta norma sosial masing-masing. Sampai saat ini pembangunan desa masih dianggap seperempat mata oleh pemerintah. Desa dalam Undang-Undang Nomor 22 Tahun !!! tentang "emerintah Daerah, bah#a desa adalah kesatuan masyarakat hukum yang memiliki ke#enangan untuk mengatur dan mengurus kepentingan masyarakat setempat berdasarkan asal-usul dan adat-istiadat setempat yang diakui dalam sistem "emerintahan Nasional dan berada di Daerah $abupaten. Sedangkan dalam UndangUndang Nomor %2 Tahun 2&&' tentang "emerintah Daerah, Desa adalah kesatuan masyarakat hukum yang memiliki batas-batas #ilayah yang ber#enang untuk mengatur dan mengurus kepentingan masyarakat setempat, berdasarkan asal-usul dan adat istiadat tempat yang diakui dan dihormati dalam sistem "emerintahan Negara $esatuan (epublik Indonesia. Dalam persepktif sosiologis, desa adalah komunitas yang menempati #ilayah tertentu dimana #arganya saling mengenal satu sama lain dengan baik, ber)orak homogen, dan banyak tergantung pada alam. *enurut ka)amata politik, desa dipahami sebagai organisasi kekuasaan yang memiliki ke#enangan tertentu dalam struktur pemerintahan negara +"ratikno, 2&&&,. $ajian-kajian politik juga telah memiliki tradisi membahas desa dalam topik otonomi dan demokrasi. "embi)araan mengenai desa sebagai komunitas yang otonomi menghasilkan sejumlah gagasan mengenai tipe desa seperti self-governing community

+berpemerintahan sendiri,, local self government +pemerintahan lokal yang otonom, dan local state government +pemerintahan negara di tingkat lokal,. Sutoro, +2&&-, mengatakan sedangkan pembi)araan yang menghubungkan desa dalam topik demokrasi, umumnya melihat desa sebagai republik mini yang sanggup

melangsungkan pengurusan publik dan pergantian kepemimpinan se)ara demokratis. Desa adalah republik ke)il yang self contained. Ukurannya tidak ditekankan pada pemenuhan atas tiga )abang kekuasan yakni legislatif,eksekutif dan yudikatif. Ukurannya dijatuhkan pada kultur berdemokrasi yang disenyalir telah lama ditumbuhkan dan dira#at oleh desa. $arena itu, pelembagaan kultur dan tradisi demokrasi desa dianggap lebih penting ketimbang pengaturan dan pen)iptaan institusi-institusi formal demokrasi. *enurut "eraturan, memberikan landasan bagi semakin otonominya desa se)ara praktik, bukan hanya sekedar normatif. Dengan adanya penberian ke#enangan pengelolaan keuangan desa +berdasarkan "eremndagri %-.2&&-, dan adanya alokasi dana desa +berdasarkan "" -2.2&&/,, seharusnya desa semakin terbuka +tranparan, dan responsibilitas terhadap proses pengelolaan keuangan. Dalam 0ur1oni, +2& &, menyebutkan bah#a ketentuan umum "ermendagri No.%-.2&&- juga disampaikan bah#a pengelolaan keuangan desa adalah keseluruhan kegiatan yang meliputi2 peren)anaan, penganggaran, penata-usahaan, pelaporan, pelaporan

pertanggungja#aban dan penga#asan keuangan desa, sehingga dengan hak otonom tersebut diharapkan desa dapat mengelola keuangannya se)ara mandiri, baik mengelola pendapatan dan sumber-sumber pendapatan, juga mengelola pembelanjaan anggaran.

3kan tetapi pada kenyataanya sangat banyak desa yang belum dapat memanfaatkan keistime#aanya tersebut. $etergantuangan dana dari pemerintah pusat maupun pemerintah daerah sangat kuat. Desa belum dapat mengoptimalkan sumbersumber pendapatan desa dengan berbasis pada kekayaan dan potensi desanya. "enyusunan dan pelaksanaan anggaran pendapatan dan belanja desa +3"4Des, seharusnya diisi dengan kegiatan.program5program yang dibutuhkan oleh

masyarakat, misal2 kegiatan pembangunan fisik tersebut tidak dilaksanakan sesuai dengan yang ter)antum di dalam 3"4Des, )ontoh ke)urangan terlihat2 mulai 6olome, kualitas, harga dan sebagainya. Dalam pengelolaan 3"4Des $epala Desa mempunyai peran kun)i yang sangat penting dalam pemanfaatannya, karena biasanya seorang $epala Desa adalah figur yang kuat dan dominan di Desa. Sehingga $epala Desa sering diidentikkan dengan bapak bagi masyarakat desa itu sendiri. Dengan adanya 3"4Des yang telah ada khususnya untuk kemajuan desa yang diserahkan kepada $epala Desa, maka pengelolaannya merupakan kebijakan politik pemerintah desa dalam mengukur dan meningkatkan kemajuan desa yang efektif dan efisien. *aka dari itu dalam setiap penentuan kebijakan $epala Desa harus selalu menekankan prinsip-prinsip 7ood 7o6ernan)e, begitu juga dalam pengelolaan keuangan Desa. 8embaga 3dministrasi Negara dan 4adam "enga#as $euangan dan

"embangunan +2&&& 2 %, adapun prinsip pengelolaan keuanga di Desa dalam rangka 7ood 7o6ernan)e harus men)angkup beberapa aspek diantaranya adalah 2 . 3spiratif, dalam pengambilan kebijakan tentang pengelolaan keuangan Desa pemerintah Desa harus mendengar aspirasi dari masyarakat.

2. "artisipatif,

dalam pengambilan

kebijakan pengelolaan

keuangan desa,

pemerintah Desa harus melibatkan masyarakat. %. Transparan, masyarakat memperoleh informasi yang )ukup tentang 3"4Des, termasuk program pembangunan, lelang kas Desa, bantuan pemerintah dan pungutan ke masyarakat. '. 3kuntabilitas, dalam mengelola keuangan desa harus berdasarkan kepala aturan yang berlaku. Dalam proses pengelolaan 3"4Des harus menekankan pada prinsip 7ood 7o6ernan)e, baik dari proses peren)anaan, pembuatan sampai pada proses pembuatannya. Sehingga 3"4Des tidak terjebak dalam fenomena proseduralisme atau formalisme yang menyebabkan 3"4Des berlangsung se)ara tidak bermakna, karena tidak berbasis kepada kebutuhan masyarakat dan ren)ana berbasis Desa, melainkan hanya sebagai prosedur yang harus dile#ati. Sejalan dengan perkembangan kebutuhan di Desa semakin banyak dan komplek maka urusan pemerintahan dan pembangunan memerlukan disiplin dan efekti6itas dari pemerintahan penyelenggaraan pemerintahan, khususnya yang dapat melayani bagian-bagian yang lebih khusus, yaitu pengolahan 3nggaran "endapatan 4elanja Desa. "embangunan dan administrasi pemerintahan pada tingkat pedesaan. 4ah#a esensi dan efektifitas penyelenggaraan pemerintahan daerah perlu ditingkatkan dengan lebih memperhatikan aspek-aspek hubungan antara susunan pemerintahan dan antara pemerintahan, daerah, potensi dan keanekaragaman daerah, peluang dan tantangan persaingan global dengan memeberikan ke#enangan yang

seluas-luasnya kepada daerah disertai dengan pemberian hak dan ke#ajiban penyelenggaraan otonomi daerah dalam kesatuan sistem penyelenggaraan

pemerintahan Negara. 9al ini diperlukan lagi dengan adanya peraturan *enteri No ' Tahun 2&&-, tentang pedoman pengelolaan 3lokasi Dana Desa. Sehingga pada tahun 2&&- a#al yang lalu, dana yang diberikan kepada desa se)ara bertahap sudah dialokasikan oleh pemerintahan pusat, melalui pemerintahan yang ada di daerah. 3dapun unit analisis, seluruh desa yang ada di $e)amatan Ngaglik-sleman yogyakarta. 3lasan $e)amatan Ngaglik sebagai objek penelitian, karena2 daerah tersebut sangat membutuhkan pertimbangan dan masukan terkait peren)anaan, program dan juga e6aluasi terkait perkembangan daerah. 3dapun $e)amatan Ngaglik memiliki enam desa yaitu2 Desa Sariharjo, Desa *inomartani, Desa Sinduharjo, Desa Sukoharjo, Desa Sardonoharjo, dan Desa Donoharjo. Se)ara prinsip masalah yang ditemukan dalam penelitian ini, seringkali 3nggaran "endapatan dan 4elanja Desa +3"4Des, tidak berimbang, antara penerimaan dengan pengeluaran. $enyataan yang demikian disebabkan oleh empat faktor utama +9udayana,2&&/,. Pertama2 desa memiliki 3"4Des yang ke)il dan sumber pendapatannya sangat tergantung pada bantuan yang sangat ke)il pula. Kedua2 kesejahteraan masyarakat desa rendah. Ketiga: rendahnya dana operasional desa untuk menjalankan pelayanan. Keempat2 bah#a banyak program pembangunan masuk ke desa, tetapi hanya dikelola oleh dinas.

3nthony dan Dearden + !!:, menyatakan bah#a anggaran merupakan suatu ren)ana yang disajikan se)ara kuantitatif, dan biasanya dinyatakan dalam sesuatu untuk periode tertentu. Sedangkan 3tkinson dan $aplan + !!/, menyatakan bah#a anggaran negara merupakan suatu pernyataan pengeluaran dan penerimaan yang diharapkan akan terjadi dalam suatu periode #aktu di masa yang akan datang, yang meliputi informasi pengeluaran dan penerimaan yang sungguh-sungguh terjadi di masa kini dan masa lalu. 4ambang Sardjito dan ;smad *uthaher +2&&-, menyatakan bah#a adanya partisipasi penyusunan anggaran dapat meningkatkan kualitas dari anggaran tersebut. *enurut 3<har +2&&-, sumberdaya manusia merupakan pilar terpenting dalam penyusunan anggaran, sedangkan menurut 7ho<ali dan "utra +2&&2, menyatakan bah#a moti6asi pihak 5 pihak yang terkait mempengaruhi kualitas dari anggran yang disusun. $risler 4ornadi ;mposunggu dan I)uk (angga 4a#ono +2&&=, menyatakan bah#a job relevant information +>(I, yang diterima para pihak 5 pihak yang terkait dapat mempengaruhi kualitas anggaran 4erdasarkan uraian latar belakang tersebut peneliti akan melakukan penelitian dengan judul Dampak Sosialisasi Pedoman Pengelolaan Keuangan Desa Terhadap Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa (Survey Pada Desa di Ke amatan !gaglik Sleman"#

B. $umusan %asalah

Dari latar belakang masalah sebagaimana telah diuraikan diatas, dapat di rumuskan bah#a 2 a. 3pakah partisipasi penyusunan anggaran berpengaruh terhadap 3"4Des ketika informasi rele6an mengenai pekerjaan tinggi? b. 3pakah $ualitas Sumber Daya *anusia berpengaruh terhadap 3"4Des ketika informasi rele6an mengenai pekerjaan tinggi? ). 3pakah moti6asi kerja berpengaruh terhadap 3"4Des ketika informasi rele6an mengenai pekerjaan tinggi? d. 3pakah partisipasi, sumber daya manusia dan moti6asi se)ara simultan berpengaruh terhadap 3"4Des ketika informasi rele6an mengenai pekerjaan tinggi? &. Tujuan Penelitian 4erdasarkan permasalahan yang telah diuraikan di atas, maka tujuan yang hendak di)apai dalam penelitian ini adalah2 a. Untuk mengetahui pengaruh partisipasi penyusunan anggaran terhadap 3"4Des pada saat informasi rele6an mengenai pekerjaan tinggi. b. Untuk mengetahui pengaruh sumber daya manusia terhadap 3"4Des pada saat informasi rele6an mengenai pekerjaan tinggi. c. Untuk mengetahui pengaruh moti6asi kerja terhadap 3"4Des pada saat informasi rele6an mengenai pekerjaan tinggi.

d. Untuk mengetahui pengaruh partisipasi, sumber daya manusia dan moti6asi se)ara simultan berpengaruh terhadap 3"4Des ketika informasi rele6an mengenai pekerjaan tinggi.

Anda mungkin juga menyukai