Anda di halaman 1dari 1

Perangkat lunak : Produk berupa program-program komputer yang dibuat oleh para profesional perangkat lunak yang kemudian

mendukungnya dalam jangka waktu panjang. karakteristik perangkat lunak : Software dikembangkan atau direkayasa, bukan diproduksi dalam konteks manufaktur Software tidak mengalami kelelahan/aus Meskipun industri terus beralih ke konstruksi berbasis komponen, sebagian besar perangkat lunak masih tetap dibuat berdasarkan spesifikasi yang diminta pengguna Kegagalan system 1) Sistem yang dikembangkan tidak atau kurang sesuai dengan keinginan user, karena proses investigasi, analisa design sistem yang dikembangkan kurang tajam. 2) Adanya perilaku yang cenderung menolak atau sulit menerima setiap perubahan dalam organisasi perusahaan, khususnya yang sistem informasi baru yang memerlukan peningkatan pengetahun dan keterampilan. 3) Adanya kekhawatiran dari karyawan perusahaan apabila sistem informasi baru (komputerisasi) diimplementasikan akan terjadi lay-off karyawan perusahaan. (pengurangan pegawai).. 4) Tidak dibarengi dengan business re-engineering process, sehingga sistem komputerisasi kurang memberikan dampak effisiensi dan efektivitas yang maksimal bagi perusahaan. 5) Perencanaan aktivitas implementasi tidak dipersiapkan secara comprehensive dan integrated yang meliputi aktivitas : Hardware, software and services acquisition Software development or modification End user training System documentation & Conversion methode : pilot project, paralllel cut-over, phase-in cut over, direct cut over (plunge).

Basis Data adalah kumpulan informasi yang disimpan di dalam komputersecara sistematik sehingga dapat diperiksa menggunakan suatu pogram komputer untuk memperoleh informasi dari basis data tersebut.

Yang dimaksud dengan pemograman terstruktur adalah suatu proses mengimplementasikan urutan, langkah-langkah untuk menyelesaikan suatu masalah dalam bentuk program yang memiliki rancang bangun yang terstruktur dan tidak rumit sehingga mudah di telusuri, dipahami dan di kembangkan. Dalam pemrograman yang terstruktur, pendekatan pembuatan program adalah dengan menganut konsep "top-down". pada konsep ini, program dimulai dengan gambaran global, yang dinyatakan dengan namaprosedur (sub-rutin) dan bukan isi detailnya. Selanjutnya prosedur sendiri bisa dipecah-pecah lagi menjadi prosedur yang lain. Konsep ini sangat memudahkan dalam pemodifian program.[1] Pemrograman berorientasi objek (Inggris: objectoriented programming disingkat OOP) merupakan paradigma pemrograman yang berorientasikan kepada objek. Semua data dan fungsi di dalam paradigma ini dibungkus dalam kelas-kelas atau objek-objek. Bandingkan dengan logika pemrograman terstruktur. Setiap objek dapat menerima pesan, memproses data, dan mengirim pesan ke objek lainnya, Analisis berorientasi objek (OOA) adalah teknik permodelan objek untuk menganalisis kebutuhan fungsional sistem. Desain berorientasi objek (OOD) menguraikan model analisis untuk menghasilkan spesifikasi implementasi. OOA berfokus pada apa yang sistem lakukan, OOD tentang bagaimana sistem melakukannya.

A. Konversi Langsung (Direct Conversion) Konversi jenis ini dilakukan langsung dengan cara menghentikan sistem lama digantikannya dengan sistem baru. B. B. Konversi Paralel (Parallel Conversion) Konversi ini menerapkan dimana sistem baru dan sistem lama sama-sama dijalankan C. C. Konversi Bertahap (Phase-In Conversion) Konversi ini dengan cara menggantikan suatu bagian dari sistem lama dengan sistem baru D. D. Konversi Pilot (Pilot Conversion) Meode ini dilakukan dengan cara menerapkan sistem baru hanya pada lokasi tertentu untuk menjadi pelopor