Anda di halaman 1dari 14

M. K.

Metode Penangkapan Ikan

KLASIFIKASI TEKNIK PENANGKAPAN IKAN

Oleh: Alexander M. A. Khan, S.Pi., M.Si

Menurut Nomura dan Yamazaki (1975) dalam Sudirman (2004) klasifikasi alat penangkapan ikan, diantaranya adalah:
1. Alat tangkap yang memakai jaring (netting gear), diantaranya: a. Gill net, yaitu semua jenis jaring [surface gill net, mid water gill net, bottom gill net dan sweeping gill net] b. Entangle net, yaitu jaring yang menangkap ikan secara terbelit [tuna drift net dan trammel net] c. Towing net, yaitu jaring yang dalam operasinya ditarik atau didorong dan berkantong [beach sine, cantrang dan trawl] d. Lift net, yaitu semua jenis jaring angkat [floating lift net, bottom lift net] e. Surrounding net, yaitu jaring yang menangkap ikan dengan melingkari gerombolan ikan dan ikan masuk ke kantong atau kantong bentukan [purse seine] f. Covering net, yaitu jaring yang menangkap ikan dengan menutup dari atas, umumnya dioperasikan di perairan dangkal [jala lempar, laternnet [net berbingkai]] g. Trap net, yaitu menangkap ikan dengan perangkap [bubu dan sero]

KLASIFIKASI TEKNIK PENANGKAPAN IKAN

Menurut Nomura dan Yamazaki (1975) dalam Sudirman (2004) klasifikasi alat penangkapan ikan, diantaranya adalah: ., lanjutan
2. Alat tangkap pancing, yaitu semua jenis alat tnagkap pancing [longline, pole and line, trolling line, drift line dan bottom longlina] Alat tangkap lainnya, yaitu alat tangkap yang tidak termasuk ke dalam kelompok 1 dan 2, diantaranya: tombak, harpoons, spears, skop, electrical fishing dsb.

KLASIFIKASI TEKNIK PENANGKAPAN IKAN

3.

Menurut Von Brandt (1984), klasifikasi alat penangkapan ikan dibagi menjadi:
1. Penangkapan ikan dengan tidak menggunakan alat [menggunakan tangan] 2. Penangkapan ikan dengan menjepit dan menggunaan alat untuk melukai [tombak] 3. Penangkapan ikan dengan memabukkan [secara mekanik bisa dengan menggunakan bom, secara kimiawi dilakukan dengan racun dan arus listrik]

KLASIFIKASI TEKNIK PENANGKAPAN IKAN Menurut Von Brandt (1984), klasifikasi alat penangkapan ikan dibagi

menjadi: ., lanjutan
4. Penangkapan ikan dengan menggunakan panncing [semua jenis pancing]

5. Penangkapan ikan dengan menggunakan perangkap [bubu, sero] 6. Penangkapan ikan dengan menggunakan perangkap terapung [khusus untuk ikan-ikan yang sedang meompat] 7. Bagnet [scoop net]
8. Penangkapan dengan manarik alat tangkap [jenis trawl] 9. Seine net, yaitu alat tangkap yang menggunakan sayap kemudian ditarik [pukat pantai atau beach seine] 10. Surrounding nets, yaitu alat tangkap yang melingkari gerombolan ikan dengan menutup pada bagian tepi dan bagian bawah jaring [purse seine] 11. Drive-in nets, biasanya alat tangkap skala kecil [jaring yang ditarik dengan tangan untuk menangkap ikan 12. Lift nets, yaitu semua jenis jaring angkat [bagan] 13. Falling gear, yaitu alat tangkap yang cara penangkapannya diakukan dengan membuat alat dari atas ke bawah [jala lempar].

Menurut Von Brandt (1984), klasifikasi alat penangkapan ikan dibagi menjadi: ., lanjutan
14. Gill net, yaitu semua jenis jaring insang [jaring insang hanyut atau drift gill net]. 15. Tangle nets, penangkapan ikan dengan alat tangkap jaring dengan maksud agar ikan terbelit [jaring klitik] 16. Harvesting mechines, yaitu semua jenis alat tangkap yang disebutkan sebelumnya yang semua penanganannya dengan bantuian mesin [fish pump]

KLASIFIKASI TEKNIK PENANGKAPAN IKAN

LIGHT FISHING
Penangkapan ikan dengan menggunakan alat bantu cahaya disebut dengan light fishing. Cahaya merupakan alat bantu penangkapan ikan yang berfungsi untuk mengumpulkan ikan dalam suatu areal penangkapan [catchable area] untuk kemudian ditangkap dengan menggunakan berbagai maacam alat tangkap. Ikan tertarik pada cahaya melalui indera pengelihatan [mata] dan diteruskan rangsangan melalui otak [bagian pineal region di otak]. Ikan yang tertarik oleh cahaya disebut dengan phototaxis dan umumnya ikan-ikan pelagis dan hanya sebagian kecil ikan demersal. Ikan yang tidak tertarik oleh cahaya disebut dengan photophobia atau phototaxis negatif.

LIGHT FISHING

Prinsip Light Fishing: 1. Peristiwa langsung, ikan tertarik cahaya lalu berkumpul. 2. Peristiwa tidak langsung, karena adanya cahaya sehingga plankton, ikan-ikan kecil dan sebagainya berkumpul dan terjadinya jaring makanan pada satu lokasi. Letak cahaya 1. Lampu yang dinyalakan di atas permukaan air a. Memerlukan waktu yang lama untuk ikan dapat berkumpul b. Kurang efisien dalam penggunaan cahaya c. Intensitas cahaya akan berubah akibat pengaruh gerakan kapal terhadap perairan 2. Lampu yang dinyalakan di dalam air a. Waktu yang dibutuhkan untuk mengumpulkan ikan lebih sedikit b. Cahaya lebih efisien karena tidak dipantuilkan/diserap oleh udara

LIGHT FISHING

Letak cahaya , lanjutan 2. Lampu yang dinyalakan di dalam air c. Ikan mendekati dalam keadaan tenang d. Ikan berkumpul dan bergerombol
Persyaratan Light Fishing 1. Persyaratan Lingkungan, a. Keadaan bulan-gelap b. Kejernihan perairan c. Cuaca d. Arus dan gelombang e. Ikan predator terhadap ikan target 2. Persyaratan penangkapan a. Cahaya harus mampu menarik ikan pada jarak tertentu baik vertical maupun horizontal b. Ikan berada pada area penangkapan di sekitar sumber cahaya c. Ikan tetap bergerombol sampai dengan operasi penangkapan d. Setelah ikan bergerombol ikan tidak berpencar.

LIGHT FISHING

Semakin besar panjang gelombang cahaya maka akan semakin kecil daya tembusnya ke dalam perairan (Sudirman, 2004). Cahaya yang biasa digunakan dalam light fishing adalah cahaya berwarna biru, kuning dan merah.
Yellow [5770-5970] Orange [59706220] Red [62207700] Green [4920-5770] Blue [4550-4920] Violet [3900-4550]

LIGHT FISHING

Alat tangkap yang menggunakan alat bantu cahaya: 1. Bagan tancap di perairan Sulawesi Selatan. 2. Purse Seine di hampir seluruh wilayah Indonesia. 3. Perikanan Sanna [pacific saury] di Jepang. 4. Perikanan Kilka di Rusia 5. Perikanan Basnig di Phillipina

Payang (Seine Net) dengan alat bantu lampu

Purse Seine dengan alat bantu lampu

Gill Net dengan alat bantu lampu