Anda di halaman 1dari 3

Tokoh : - Tifany (Pengedar Narkoba)

– Hanita (Wanita Teraniyaya)


– Airin (Sahabat Tyfani)
– Uzama (Ketua OSIS)
– Bpak Yoshi (Kep Sek)

Pagi yang cerah bagi semua siswa SMA Musashi, namun justru kelabu bagi Hanita.
Hanita sedang merasakan sakitnya patah hati. Hanita sedang senang menyendiri
dan merenungi nasibnya. Saat sedang asyik melamun di bawah pohon kisabun
datang tyfani menghampirinya dengan riang gembira.

Tyfani : “pagi...... Hanita !!

(dengan malas-malasan Hanita hanya mengangguk pelan)

Hanita : Heemh......

Tifany : Males amat sich jawaban loe (Tifani memprotes)

Hanita : Ya iyalah males loe ganggu sayah

Tifany : Beuh... Galak amat nenk. Napa lo kyak ayam patah hati, loe diem di
bawah pohon.

Hanita : Sialan, gue Cuma inget aja sama cowok gue.

Tifany : Alah.. palingan juga diputusin tanpa sebab kan ?

Hanita : Gitu dech tapi kan tetep aja patah hati tu sakit.

Tifany : Udah gak zaman lagi Han ngerenungin nasib loe yang diputusin
cowok. Gak jaman lagi cewek nangisin cowok.

Hanita : Ya loe sich gampang aja. Gue gak bisa lupain dia.

Tifany : Gue punya sesuatu buat loe. Ini bisa bikin semua masalah loe ilang
seketika. (Tifa menyerahkan sesuatu)

Hanita : Tifa ini kan....

Tifany : Coba aja gak bahaya lagi.

Hanita : Bener nikh... ?

Tifany : (Mengacungkan jempol) gua ke kelas dulu dach

Hanita : okay !
2 hari setelah kejadian itu sesuatu yang aneh mulai terlihat pada Hanita. Hanita
yang semula ceria menjadi pendiam dan sering menyendiri. Kulitnya nampak pucat
dan tubuhnya nampak selalu lemas. Ternyata itu imbas dari sesuatu yang diberikan
Tifany. Airin yang pertamakali menyadarinya.

Airin : Tifa loe nyadar gak kalo akhir-akhir ini Hanita berubah ?

Tifa : yap2,,

Airin : Loe tau gak penyebabnya kenapa ?

Tifa : Tau, putus dari pacarnya..

Airin : Loe tau siapa pacarnya ?

Tifa : gak...

Airin : Uzama

Tifa : Oh... hah ? Uzama ? yang bener loe ?

Airin : ya.... Uzama

Tifa : mati gue

Airin : Berarti dugaan gue benerkan Tifa ?

Tifa : Apa ?

Airin : Loe ngasih barang itu ke Hanita kan

Tifa : Iya... tapi gue Cuman mau bantu dia lepas dari rasa sakit hatinya itu
aja.

Airin : Cara loe salah Tifa.

Tifa : bukan urusan loe....

Disisi lain tepatnya di lapangan tenis Sekolah Hanita dan Uzama tampak sedang
berbicara empat mata.

Uzama : Hanita aku melihat orang yang berbeda

Hanita : Maksud kamu ?

Uzama : Kamu bukan Hanita yang aku kenal

Hanita : Ini karena kamu-kamu yang bikin aku kaya gini.


Uzama : Hanita apa bener kamu menyentuh barang haram itu ?

Hanita : Barang haram ???

Uzama : Yang di berikan oleh Tifa

Hanita : Jadi kamu pikir aku mengkonsumsi barang itu ?

Uzama : Kondisi kamu yang bicara

Hanita : Ini kan maksud kamu (menunjukan sesuatu) akau gak pernah
berani membukanya. Karena aku tahu benda ini hanya merugikan diri kita sendiri.

Uzama : (tersenyum) Benarkah ?

Hanita : Kamu percaya padaku kan ?

Uzama : (mengangguk pelan) sudah kuduga kau takan pernah


melakukannya.

Hanita : Tapi, dari mana kamu tahu tentang Tifa memberikan itu
padaku ?

Uzama : Airin, terima kasih Hanita karena kamu tidak pernah berubah.

Hanita : (Hanya tersenyum)

Uzama : Uhmm Hanita aku harus pergi terima kasih atas waktumu.

Hanita : ya......

Uzama pergi meninggalkan Hanita dan berjalan menuju ke kelasnya. Di koridor ia


bertemu dengan Airin.

Uzama : Rin ? mau kemana ?

Airin : Aku mencari kamu !