Anda di halaman 1dari 1

Geo-Environment Student Challenge 2013

GMC Green Mining Conservation : Sebuah Solusi Cerdas Untuk Mengatasi Krisis Pasokan Energi Listrik & Pencemaran Lingkungan Serta Memaksimalkan Daya Guna Lahan di Desa Pesayan Kabupaten Berau, Provinsi Kalimantan Timur Kuat Yogiristanto & Dwi Menur Mandriati Sudradjat Fakultas Teknik Geologi Universitas Padjadjaran
PENDAHULUAN
Desa Pesayan yang terletak di Kabupaten Berau Provinsi Kalimantan Timur merupakan salah satu desa dengan aktivitas pertambangan batubara yang cukup tinggi. Pertambangan batubara di daerah ini telah mencapai produksi batubara sebanyak 7.360.000 ton. Walaupun pertambangan membawa dampak ekonomi yang positif bagi daerah, namun tidak bagi masyarakan di desa Pesayan, Kabupaten Berau, Kalimantan Timur. Metoda penambangan tambang terbuka (open pit mining) dengan menggunakan alat mekanis truck dan shovel tentu merusak tata air serta lingkungan warga desa. Sungai Berau yang merupakan sungai utama penopang kehidupan warga desa pun tak luput menjadi sasaran. Kerusakan perairan akibat pertambangan di Sungai Berau yang cukup tinggi salah satunya diakibatkan oleh limbah hasil pertambangan (Air Asam Tambang). Air asam tambang adalah salah satu permasalahan lingkungan yang dihasilkan oleh industri pertambangan. Beberapa dampak yang ditimbulkan adalah kerusakan vegetasi, kerusakan topografi serta sistem hidrogeologi, dan penurunan kesuburan tanah. Green Produvtivity Project (GPP) Project ini merupakan kolam lanjutan dari kolam tailing Air Asam Tambang (Green Energy Project (GEP)). Wetland (Kolam Pemurnian) membutuhkan kurang lebih 3 unsur media antara lain material dasar (pasir dan kerikil), Tumbuhan (Typha sp., Hydrylla sp., dan Lemna sp.), serta kolom air. Metode yang digunakan adalah metode Constructed wetland (Lahan Basah). Desain Pembuatan Constructed Wetland

Metode Penelitian
Dalam penelitian ini penulis menggunakan metode deskriptif kualitatif data sekunder antara lain data-data yang dihimpun dari literatur, paper-paper, datadata perusahaan, serta penelitian-penelitian terdahulu. Dengan menggunakan metode penelitian diatas, penulis mencoba memberikan sebuah solusi alternatif untuk mengatasi limbah air asam tambang pada daerah desa Pesayan, Kabupaten Berau, Kalimantan Timur. Konsep inovasi ini nantinya diharapkan dapat menjadi inovasi masa depan sebagai sumber energi alternatif dan konservasi lingkungan hidup.

Hasil dan Pembahasan


Konsep GMC (Geology Mining Conservation) Konsep GMC (Geology Mining Conservation) merupakan sebuah konsep yang diharakan mampu untuk menyelesaikan permasalahan yang terdapat di areal pertambangan Desa Pesayan Kabupaten Berau, Provinsi Kalimantan Timur. GMC (Geology Mining Conservation) merupakan Konservasi Hijau berbasis pada Green Reclamation dimana target solusi adalah konservasi pada sumber energi terbaru yang ramah lingkungan, perairan serta konservasi tataguna lahan demi terciptanya keseimbangan ekosistem lingkungan. GMC Green Mining Conservation terbagi menjadi dua Green Project antara lain : Green Energy Project & Green Produvtivity Project. Green Energy Project (GEP) Merupakan project awal yang terfokus pada pemanfaatan limbah air asam tambang (AAT) yang melimpah untuk diproses menjadi sumber energi listrik alternatif melalui mekanisme Sel Galvani. Mengingat desa Pesayan merupakan desa yang belum teraliri listrik oleh PLN, langkah ini cukup tepat dilakukan. Sumber energi listrik alternatif akan dihasilkan melalui pembuatan kolam Air Asam Tambang. Desain Kolam Air Asam Tambang

Peta Lokasi Penentuan Wilayah Green Energy Project dan Green Produvtivity Project

KESIMPULAN
Geology Mining Conservation merupakan inovasi konsep berbasis Green Environment yang tepat untuk diaplikasikan pada lahan tambang di desa Pesayan, Kabupaten Berau Kalimantan Timur. Air asam tambang yang merupakan limbah cair dengan kandungan asam sulfat yang cukup tinggi serta memiliki kandungan logam berat dapat dijadikan sebagai alternatif sumber energi untuk diaplikasikan sebagai green energy masa depan. Teknik implementasi sumber energi ini menjadi listrik adalah dengan membuat rancangan alat pembangkit tenaga listrik dengan memanfaatkan air asam tambang sebagai larutan elektrolit utama, tanah liat, pelat seng & tembaga, kabel, voltmeter dan generator dengan memakai prinsip sel Galvani sehingga dihasilkan aliran energi listrik yang ramah lingkungan. Untuk memaksimalkan daya guna maka dibuat Productivity Project yang menggunakan Costructed wetland untuk mengolah limbah kolam tailing air asam tambang supaya kolam tailing dapat digunakan secara berkelanjutan untuk menghasilkan energi serta menghijaukan lahan rusak dengan meminimalisir kandungan logamlogam berat pada air asam tambang.