Anda di halaman 1dari 2

Penentuan kadar Vitamin C (Metode Yodimetri) Pemerian : Vitamin C (5, 47) Nama resmi Sinonim RM/BM Rumus struktur

: Acidum ascorbicum : Asam askorbat, Vitamin C : C6H8O6 / 176,13 :

Pemerian : Serbuk atau hablur, putih atau agak kuning, tidak berbau rasa asam. Oleh pengaruh cahaya lambat laun menjadi gelap. Dalam keadaan kering, mantap di udara, dalam larutan cepat teroksidasi. Kelarutan : Mudah larut dalam air, agak sukar laut dalam etanol 95 % P, praktis tidak larut dalam kloroform P dan eter P dan dalam benzen P. Khasiat Kegunaan Penyimpanan Persyaratan Kadar : Antiskorbut : Sebagai sampel : Dalam wadah tertutup rapat, terlindung dari cahaya : Mengandung tidak kurang dari 99,0 % C6H8O6

Penentuan kadar vitamin C ditentukan dengan menggunakan metode Yodimetri. Hal pertama yang dilakukan dalam penetapan kadar vit. C yakni menimbang seksama labih kurang 100 mg vit. C , pada percobaan ini bahan-bahan yang digunakan sebanyak 1/5 dari bahan yang ditentukan . Jadi sebanyak 20 mg vit. C ditimbang seksama, lalu dilarutkan dalam 5 ml air. Kemudian ditambahkan dengan 1 ml HCl 0,1 N dan segera dititrasi dengan Iodium 0,1 N dengan sekali-kali dikocok hingga terjadi warna biru mantap selama 2 menit. Asam askorbat adalah oksidator lemah yang jika direduksi dengan iodide berjalan lambat maka agar reaksi berjalan sempurna dapat ditempuh dengan beberapa cara yaitu memperbesar konsentrasi ion iodide atau memperbesar konsentrasi hydrogen . Tujuan penambahan HCl yakni untuk memberikan suasana asam sehingga konstrasi hydrogen bertambah besar dan dengan bertambahnya

konsentrasi hydrogen maka reaksi pun akan berjalan dengan cepat . indicator yang digunakan dalam reaksi ini adalah laritan kanji. Indicator kanji digunakan untuk mendeteksi kelebihan iodium . pada saat titrasi dijtunjukkan dengan perubahan warna larutan menjadi warna warna biru tua selama 1-2 menit. Reaksi : C6H8O6 + I2 Data pengamatan C6H6O6

Aplikasi Metode iodo-iodimetri dapat digunakan untuk mengetahui suatu senyawa dalam sampelyang ingin diketahui ,biasanya digunakan dalam bidang industri. Biasanya pada bagian QC/qualitycontrol atau pun digunakan pada bidang yang lain.Dalam Farmakope Indonesia, titrasi iodimetri digunakan untuk menetapkan kadar obat obatan. Salah satu contohnya adalah untuk menetapkan kadar asam askorbat atau vitamin C,natrium askorbat, metampiron (antalgin), serta natrium tiosulfat dan sediaan injeksinya (Anonim,2011). Anonim. 2011, Titrasi Iodimetri ,http://titrasi-iodimetri.blogspot.com/2011.html, diakses padatanggal 1 Desember 2012

Anda mungkin juga menyukai