Anda di halaman 1dari 7

AKTIVA TETAP DEPRESIASI DAN DEPLESI

2.1 Pengertian Depresiasi


Aktiva tetap pada umumnya mempunyai umur ekonomis yang terbatas. Sebagai contoh: gedung lama-kelamaan akan rusak sehingga akhirnya tidak dapat dipakai lagi. Begitu pula kendaraan dan mesin-mesin. Karena itu, harga perolehan aktiva harus dialokasikan sebagai beban periode-periode yang tercakup dalam umur ekonomis aktiva tetap yang bersangkutan. Jumlah yang dialokasikan sebagai beban periode berjalan disebut penyusutan. Depresiasi adalah penurunan dalam nilai fisik properti seiring dengan waktu dan penggunaannya.Dalam konsep akuntansi, depresiasi adalah pemotongan tahunan terhadap pendapatan sebelum pajak sehingga pengaruh waktu dan penggunaan atas nilai aset dapat terwakili dalam laporan keuangan suatu perusahaan. Depresiasi adalah biaya non-kas yang berpengaruh terhadap pajak pendapatan. Properti yang dapat didepresiasi harus memenuhi ketentuan berikut: 1. Harus digunakan dalam usaha atau dipertahankan untuk menghasilkan pendapatan. 2. Harus mempunyai umur manfaat tertentu, dan umurnya harus lebih lama dari setahun. 3. Merupakan sesuatu yang digunakan sampai habis, mengalami peluruhan/ kehancuran, usang, atau mengalami pengurangan nilai dari nilai asalnya. 4. Bukan inventaris, persediaan atau stok penjualan, atau properti investasi.

2.2Faktor-faktor yang menentukan besarnya penyusutan


Ada tiga factor yang perlu dipertimbangkan dalam menentukan besarnya penyusutan aktiva tetap, yaitu: 1. Harga Perolehan yaitu semua biaya yang terjadi atau dikeluarkan untuk mendapatkan aktiva tetap sehingga siap dipakai dalam kegiatan normal perusahaan. 2. Nilai Sisa/Nilai Residu yaitu jumlah atau nilai yang diperkirakan akan dapat diterima bila aktiva yang bersangkutan dijual atau ditukarkan ketika aktiva tersebut sudah tidak dapat digunakan lagi secara ekonomis. 3. Taksiran Umur Kegunaan/Umur Ekonomis taksiran umur kegunaan suatu aktiva dipengaruhi oleh cara pemeliharaan dan kebijaksanaan yang dianut dalam reparasi.Taksiran umur ini bisa dinyatakan dalam satuan periode waktu, satuan hasil produksi atau satuan jam kerjanya.

2.3Metode metode depresiasi


Secara umum, metode perhitungan depresiasi dibagi menjadi: a. Metode garis lurus (straight-line, SL) Metode ini mengasumsikan bahwa aset terdepresiasi secara konstan setiap tahunnya selama umur manfaatnya. b. Metode declining balance (DB) Disebut juga metode persentase konstan atau formula Matheson, dengan asumsi bahwa biaya depresiasi tahunan adalah suatu persentase yang tetap dari nilai buku awal tahun. Rasio depresiasi tersebut dilambangkan dengan R c. Metode sum-of-the-years-digits (SYD) Digit yang digunakan pada metode SYD adalah sisa umur manfaat dari aset. Faktor depresiasi adalah sisa umur aset dibagi dengan jumlah total digit.

DEPLESI Deplesi adalah pengurangan nilai yang terjadi atas sumber daya alam, seperti pertambangan, sumur minyak dan gas bumi, kehutanan, dan lain-lain. Sejalan dengan ekstraksi dan penjualan sumber daya, cadangan akan menurun dan nilai properti akan terus berkurang. Pada depresiasi, properti dapat diganti dengan properti yang serupa jika properti tersebut sudah terdepresiasi penuh (nilainya sudah habis). Hal ini tidak memunginkan pada deplesi. Pada depresiasi, jumlah yang dibebankan untuk biaya depresiasi diinvestasikan pada peralatan baru sehingga operasi dapat dilanjutkan tanpa batas. Pada deplesijumlah yang dibebankan untuk biaya deplesi tidak dapat digunakan untuk mengganti sumber daya alam, akibatnya perusahaan akan menutup usahanya sedikit demi sedikit sejalan dengan operasi normalnya. Oleh karena itu, pembayaran terhadap pemilik dilakukan dalam 2 bagian: 1. keuntungan yang diperoleh 2. bagian dari modal pemilik yang dikembalikan, dalam bentuk deplesi.

Metode perhitungan deplesi:


1. Metode biaya Satuan deplesi ditentukan dengan membagi basis harga dengan jumlah satuan tersisa yang masih dapat ditambang atau dipanen. Pengurangan deplesi dihitung sebagai hasil perkalian antara jumlah satuan terjual pada tahun tersebut dengan satuan deplesi dalam dolar. Diterapkan untuk semua tipe properti yang dikenai deplesi dan lebih umum digunakan. 2. Metode persentase Deplesi dihitung sebagai suatu persentase dari pendapatan kotor, asalkan jumlah yang dibebankan tidak melebihi 50% dari pendapatan bersih (100% untuk properti gas dan minyak) sebelumpengurangan deplesi. Digunakan untuk hampir semua tipe tambang logam, deposit geotermal, dan tambang batubara, tapi tidak untuk sumber hutan. Jika metode persentase diterapkan untuk suatu properti, beban deplesi harus dihitung dengan kedua metode. Beban yang lebih besar dapat digunakan untuk mengurangi basis properti.

2.4Penyajian aktiva tetap


Perusahaan bisnis ingin mengelola aset yang dimilikinya dengan baik, karena semua jenis asset perusahaan sangat menunjang operasi bisnis. Disamping itu pengelolaan aset tetap sangat penting dilakukan agar bisa digunakan secara optimal selama umur ekonominya.Aset tetap dinilai berdasarkan harga perolehan (at cost). Harga perolehan(at cost) adalah semua pengeluaran yang dilakukan untuk memperoleh asset tersebut sampai dengan aset tersebut siap digunakan. Harga perolehan ini juga disebut dengan biaya historis (historical cost). Aset tetap disajikan di neraca sebelah kredit dan digolongkan sebagai asset tetap. Penyajian aset tetap dalam neraca sebagaimana pada halaman berikut: untuk

Aktiva Tetap Depresiasi dan Deplesi

Oleh : KELOMPOK 7 Ni Kadek Juniati Ni Komang Listiani Putu Winda Arini Ni Luh Windi Asriani 12810331190304 12810331190229 11810331190194 11803311190277

EKONOMI AKUTANSI FAKULTAS EKONOMI UNIVERSITAS MAHASARASWATI 2013