Anda di halaman 1dari 7

BAB I PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang Masalah Penyakit darah tinggi yang lebih dikenal sebagai hipertensi merupakan penyakit yang mendapat perhatian dari semua kalangan masyarakat, mengingat dampak yang ditimbulkannya baik jangka pendek maupun jangka panjang sehingga membutuhkan penanggulangan jangka panjang yang menyeluruh dan terpadu. Penyakit hipertensi menimbulkan angka morbiditas (kesakitan) dan mortalitasnya (kematian) yang tinggi. Indonesia adalah negara yang memiliki jumlah penduduk terpadat ke 4 di dunia. Dengan jumlah penduduk yang lebih dari 200 juta jiwa pada tahun 2000, ,!" atau #! juta jiwa adalah penduduk lansia. $erdasarkan proyeksi $iro Pusat %tatistik ($P%), pada tahun 200!&20#0 jumlah penduduk lanjut usia akan sama dengan jumlah balita, yaitu ',!" dari jumlah penduduk atau sekitar #( juta jiwa. %upas (200!) se)ara umum, tingkat kesehatan masyarakat Indonesia terkait erat dengan meningkatnya usia harapan hidup (*++). Pada tahun 2004, *++ penduduk Indonesia adalah ,,,2 tahun, kemudian meningkat menjadi ,(,4 tahun pada tahun 200,. Diperkirakan pada tahun 2020 jumlah lansia akan men)apai 2( juta orang atau ##" dari total populasi (%ubagio, 200'). *mur +arapan +idup (*++), proporsi penduduk Indonesia umur !! tahun ke atas pada tahun #('0 sebesar , " dari seluruh populasi, pada tahun 2000 meningkat menjadi (,- " dan diperkirakan tahun 2020 proporsi tersebut akan meningkat menjadi #2", serta *++ meningkat menjadi ,!& 0 tahun. Dalam hal ini se)ara demogra.i struktur umur penduduk Indonesia bergerak ke arah struktur penduduk yang semakin menua (aging population). Peningkatan *++ akan menambah jumlah lanjut usia (lansia) yang akan berdampak pada pergeseran pola penyakit di masyarakat dari penyakit in.eksi ke penyakit

degenerasi. Pre/alensi penyakit menular )enderung mengalami penurunan, sedangkan penyakit tidak menular )enderung mengalami peningkatan. Ditinjau perbandingan antara perempuan dan laki&laki, ternyata perempuan lebih banyak menderita hipertensi. Dari laporan %ugir (200() di 0awa 1engah didapatkan angka pre/alensi ,,0" untuk pria dan ##,," untuk perempuan. Pre/alensi di %umatera $arat #',," pria dan # ,4" perempuan, sedangkan daerah perkotaan di 0akarta (Petukangan) didapatkan #4,," pria dan #-, " perempuan. Pemerintah, dalam hal ini 2ementerian 2esehatan telah merumuskan berbagai kebijakan, program dan kegiatan yang dapat menunjang derajat kesehatan dan mutu kehidupan lanjut usia. Program pokok kesehatan menanamkan pola hidup sehat dengan lebih memprioritaskan upaya pen)egahan penyakit (preventif : pada upaya pre/enti. dilakukan untuk men)egah terjadinya penyakit dan gangguan terhadap kesehatan lansia. +al ini dapat dilakukan dengan )ara pemeriksaan kesehatan se)ara berkala) dan peningkatan kesehatan (promotif : pada upaya promoti. ini dilakukan untuk meningkatkan kesehatan lansia diantaranya dengan memberikan penyuluhan kesehatan, peningkatan gi3i lansia, kesegaran jasmani lansia dan pemeliharaan kesehatan perorangan maupun lingkungan lansia), tanpa mengabaikan upaya pengobatan (kuratif : pada upaya kurati. dilakukan untuk merawat dan mengobati lansia yang menderita penyakit atau masalah kesehatan) dan (rehabilitatif : pada upaya rehabilitati. dilakukan upaya pemulihan kesehatan bagi lansia yang dirawat di rumah4panti salah satu diantaranya dengan latihan .isik bagi lansia). Dengan adanya peningkatan usia lanjut maka berbagai masalah dapat terjadi yaitu masalah .isik, biologis, psikologis, dan sosial akan mun)ul pada lansia sebagai akibat dari proses penuaan dimana berbagai .ungsi organ akan mengalami kemunduran yang ditandai dengan menurunnya daya tahan .isik, sehingga rentan terhadap serangan penyakit. +al ini disebabkan terjadinya perubahan dalam struktur, .ungsi sel, jaringan, serta sistem organ ($22$5, 200(). %alah satu penyakit tersebut adalah hipertensi.

Dalimartha, dkk (2002) hipertensi adalah suatu keadaan dimana seseorang mengalami peningkatan tekanan darah di atas normal. +ipertensi dapat dikelompokkan dalam dua kategori yaitu hipertensi primer dan hipertensi sekunder. +ipertensi primer adalah hipertensi yang tidak diketahui penyebabnya yang merupakan penyebab utama dari (0" penderita hipertensi. +ipertensi sekunder merupakan penyakit yang timbul akibat dari penyakit yang sebelumnya diderita. %ebanyak #0" dari seluruh penderita hipertensi disebabkan oleh hipertensi sekunder. +ipertensi menjadi silent killer karena pada sebagian besar kasus, tidak menunjukkan gejala apapun hingga pada suatu hari hipertensi menjadi stroke dan serangan jantung yang menjadikan penderita meninggal. 0" penderita hipertensi tidak merasakan gejala apa&apa, sehingga tidak mengetahui dirinya menderita sampai ia memeriksakan tekanan darahnya ke dokter. 5amun, sebagian lagi ada yang mengeluh pusing, ken)ang di tengkuk dan sering berdebar&debar. Penyakit ini berbahaya karena berhubungan dengan kardio/askuler, yaitu sistem peredaran darah yang ber.ungsi memberikan dan mengalirkan suplai oksigen dan nutrisi ke seluruh jaringan dan organ tubuh yang diperlukan dalam proses metabolisme (5urrahmani, 20#2). 5urrahmani (20#2) dalam bukunya Stop Hipertensi, menyatakan bahwa pre/alensi hipertensi di Indonesia pada golongan umur !0 tahun masih #0", tetapi di atas ,0 tahun angka tersebut terus meningkat men)apai 20&-0". Dari berbagai penelitian melaporkan bahwa #,-&2',," penduduk yang berusia diatas 20 tahun adalah penderita hipertensi. Pre/alensi hipertensi pada usia kurang dari -# tahun !", usia antara -#&44 tahun '&#0", usia lebih dari 4! tahun sebesar 20". Pada penelitian di 6otterdam, $elanda ditemukan 7 dari ('- penduduk berusia diatas !! tahun, pre/alensi hipertensi (#,04(! mm+g) meningkat sesuai dengan umur, lebih tinggi pada perempuan (-(") daripada laki&laki (-#"). Di 8sia, penelitian di kota 1ainan, 1aiwan menunjukkan hasil sebagai berikut 7 penelitian pada usia diatas 40 tahun dengan kriteria hipertensi berdasarkan 1he 0oint 5ational 9ommittee on Pre/ention, Dete)tion,

:/aluation, and treatment o. +igh $loodpressure (059 ;I), ditemukan pre/alensi hipertensi sebesar ,0,4" (laki&laki !(,#" dan perempuan ,#,("), yang sebelumnya telah terdiagnosis hipertensi adalah -#,#" (laki&laki 2(,4" dan perempuan --,#"), hipertensi yang baru terdiagnosis adalah 2(,-" (laki& laki 2(, " dan perempuan 2','"). Pada kelompok ini, adanya riwayat keluarga dengan hipertensi dan tingginya indeks massa tubuh merupakan .aktor resiko hipertensi (2uswardhani, 200 ). $erdasarkan data <+=, 200(, dari !0" penderita hipertensi yang diketahui hanya 2!" yang mendapat pengobatan, dan hanya #2,!" yang diobati se)ara adekuat (Adequately treated cases). $erdasarkan sur/ey 2esehatan 6umah 1angga (%261) tahun 200!, pre/alensi hipertensi di Indonesia sebesar 2,,-" (2aryadi, 200,). Dalam penanggulangan hipertensi menurut +erodes (20#0) berpendapat bahwa terdapat dua )ara penanggulangan hipertensi yaitu se)ara .armakologi atau menggunakan obat&obatan dan non .armakologi. 1erapi non .armakologi salah satunya dapat dilakukan dengan olahraga dan latihan .isik se)ara teratur menggunakan 1eknik 6elaksasi Progresi.. Relaksasi Progresif adalah 1ehnik 6elaksasi dalam yang tidak memerlukan imajinasi, ketekunan, atau sugesti. 1ehnik relaksasi ini memusatkan perhatian pada suatu akti/itas otot dengan mengidenti.ikasi otot yang tegang kemudian menurunkan ketegangan dengan melakukan tehnik relaksasi untuk mendapatkan perasaan rileks. %alah satu )ara untuk mengurangi ketegangan pada otot yaitu dengan tehnik relaksasi )reambath. >etode )reambath sendiri hanya ada di Indonesia yang di)iptakan oleh 6udy +adisuwarno di era 0&an. 9reambath adalah suatu tindakan untuk merawat kulit kepala dan rambut se)ara basah, dengan bantuan alat, kosmetik, dan bahan (kain4handuk), agar rambut dalam keadaan bersih dan sehat. $iasanya kaum wanita sangat menyukai tehnik relaksasi )reambath tersebut karena e.ek dari aroma krim yang digunakan dapat membawa tubuh menjadi lebih relaks dan ketegangan serta ke)emasan dapat berkurang karena pijatan.

$erdasarkan latar belakang diatas maka peneliti tertarik untuk melakukan penelitian yang berjudul 7 Pengaruh >etode 1eknik 6elaksasi 9reambath terhadap 1ekanan Darah Penderita +ipertensi Pada ?ansia di Panti 1resna <erdha $udi >ulia - 9ipayung, 0akarta 1imur.

1.2 Perumusan Masalah +ipertensi telah menjadi masalah kesehatan serius bahkan dapat menyebabkan kematian. +ipertensi juga biasanya disebut silent killer. 2arena angka hipertensi setiap tahun semakin tinggi pre/alensinya di Indonesia, maka dari itu diperlukan adanya penanggulangan khusus, salah satunya yaitu terapi relaksasi progresi. ditawarkan beberapa strategi untuk menurunkan tekanan darah seperti relaksasi otot. %e)ara spesi.ik pertanyaan penelitian adalah 7 #. 8pakah teknik relaksasi )reambath dapat berpengaruh terhadap

peningkatan tekanan darah pada lansia @ 2. 8pakah terdapat perbedaan tekanan darah terhadap lansia sebelum dan sesudah diberikan terapi @ -. 8pakah aroma )ream yang digunakan dapat memberi e.ek relaksasi pada lansia@ 4. 8pakah teknik memijat4masase saat )reambath dapat memberikan e.ek relaksasi terhadap lansia setelah diberikan terapi @

1.3 Tujuan Penelitian a. 1ujuan *mum 7

Penelitian ini se)ara umum bertujuan untuk mengetahui Pengaruh >etode 1eknik 6elaksasi 9reambath terhadap 1ekanan Darah Penderita +ipertensi Pada ?ansia di Panti 1resna <erdha $udi >ulia - 9ipayung, 0akarta 1imur.

b. 1ujuan 2husus 7 #) >engetahui gambaran tekanan darah sistolik sebelum dan setelah pemberian terapi relaksasi )reambath. 2) >engetahui gambaran tekanan darah diastolik sebelum dan setelah pemberian terapi relaksasi )reambath. -) >engetahui pengaruh terapi relaksasi )reambath terhadap tekanan darah pada lansia dengan hipertensi. 4) >engetahui pengaruh e.ek relaksasi yang ditimbulkan melalui aroma )ream pada lansia dengan hipertensi. !) >engetahui pengaruh e.ek relaksasi yang ditimbulkan melalui pijitan4masase pada lansia dengan hipertensi.

1. Man!aat Penelitian 1. .1 Bagi Institusi $agi dunia pendidikan keperawatan hasil penelitian ini diharapkan berman.aat untuk pengembangan keperawatan dan dapat dijadikan ino/asi baru dalam penanggulangan penyakit hipertensi serta sebagai a)uan atau sumber data untuk penelitian berikutnya yang berkaitan dengan hipertensi.

1. .2

Bagi Panti "#sial

Penelitian ini diharapkan dapat memberi e.ek positi. bagi lansia yang menderita hipertensi serta dapat diterapkan oleh petugas kesehatan yang ada di panti sebagai perawatan lanjutan bagi lansia yang mengalami hipertensi.

1. .3

Bagi Peneliti Penelitian ini diharapkan mampu menambah wawasan bagi peneliti dalam mempelajari lebih lanjut mengenai hipertensi dan menambah metode tehnik relaksasi lain yang dapat digunakan pada penderita hipertensi.

1.$ %uang Lingku& Penelitian Penelitian ini di.okuskan hanya pada Pengaruh >etode 1eknik 6elaksasi 9reambath terhadap 1ekanan Darah Penderita +ipertensi Pada ?ansia di Panti 1resna <erdha $udi >ulia - 9ipayung, 0akarta 1imur.