Anda di halaman 1dari 9

ILMU DASAR KEPERAWATAN IIB ANGKA KEJADIAN MENGGUNAKAN PENDEKATAN EPIDEMIOLOGI RASIO

MAKALAH diajukan guna melengkapi tugas mata kuliah Ilmu Dasar Keperawatan IIB dengan dosen pengajar Ns. Latifa Aini S., M.Kep., Sp.Kom

oleh Talitha Zhafirah NIM 132310101055

PROGRAM STUDI ILMU KEPERAWATAN UNIVERSITAS JEMBER 2014

PENDEKATAN EPIDEMIOLOGI MENGGUNAKAN RASIO Ukuran ukuran dalam pendekatan epidemiologi diantaranya yaitu proporsi, rasio dan rate. Berikut pembahasan tentang rasio :

1. Pengertian Rasio

Rasio adalah perbandingan suatu peristiwa (event) dengan peristiwa (event) yang lain atau perbandingan dua nilai dimana Numerator dan denominator tidak harus berhubungan. Ada juga yang menyebutkan bahwa rasio adalah frekuensi relatif dari suatu sifat tertentu dibandingkan dengan frekuensi dari sifat yang lain. Misal : a. jumlah Jeruk : Jumlah penduduk b. jumlah pasien DBD : jumlah pasien typus c. jumlah pasien diabetes laki-laki : jumlah pasien diabetes perempuan Dari segi matematis, rasio adalah hasil dari suatu penjumlahan yang dibagi dengan jenis penjumlahan lain dan dinyatakan dalam bentuk pecahan. Dalam statistik deskriptif, rasio tidak terlalu berguna dibandingkan rate bahkan tidak terlalu bermakna dalam statistik interfal. Rasio juga merupakan ukuran umum yang tersusun dari rate, proporsi atau presentase. Dalam rasio, pembilang tidak masuk dalam populasi yang termasuk dalam penyebut. Tidak ada batasan dalam rentang atau dimensi rasio, tidak ada presentase sehingga rasio bisa melampaui 100%. Karena sifatnya yang lebih umum, rasio merupakan angka relatif yang menunjukkan tingkatan suatu kejadian yang berkaitan dengan kejadian lain. Dalam pengukuran epidemiologi, kita akan mengenal tentang Rate rasio dan Odds rasio. Rate rasio bukan merupakan rasio umum, tetapi penggunaannya lebih spesifik. Disebut rasio apabila rate dari suatu kelompok beresiko

dibandingkan dengan rate populasi tidak beresiko misal sekelompok anak yang tidak di imunisasi dalam sebuah sekolah dibandingkan dengan anak yang pernah menderita campak atau diimunisasi dalam waktu tertentu. Odds rasio atau risk rasio merupakan istilah yang sering digunakan dalam mengkaji morbiditas (kesakitas) daripada mortalitas. Dalam data statistik kematian, odds rasio merupakan peluang terjadinya kematian jika terpajan agen yang mengancam kehidupan terhadap peluang tidak terjadinya kematian jika tidak terpajan. Odd ratio adalah rasio kemungkinan peristiwa yang terjadi dalam satu kelompok atau perbandingan probabilitas antara kejadian yang terjadi dengan probabilitas yang tidak terjadi. OR = ad/ bc Contoh OR : Meneliti hubungan antara pestisida dengan dengan kejadian keguguran pada ibu hamil. Dari 40 orang ibu hamil yang mengalami keguguran 30 diantaranya terpapar dengan pestisida. Dari 160 ibu yang tidak mengalami keguguran 70 ibu diantaranya terpapar pestisida.

Keguguran +

Keguguran -

Total

Insektisida +

30 (a)

70 (b)

100

Insektisida -

10 (c)

90 (d)

100

Total

40

160

200

R = ad = 30 x 90 bc 70 x 10

= 3,85

Interpretasi: Odds terpapar dengan pestisida pada ibu-ibu yang mengalami keguguran adalah 3.86 kali lebih besar dari pada ibu-ibu yang tidak mengalami keguguran. Dengan kata lain ibu-ibu yang mengalami keguguran 3.86 kali lebih besar terpapar dengan pestisida.

2. Rumus Rasio

Dalam pengerjaan rasio biasanya dikalikan konstanta (100) Berikut cara menghitung rasio :

Atau

Rasio: (x/y) k
X = jumlah kejadian dengan karakteristik tertentu Y = jumlah kejadian dengan karakteristik yang lain K = 100 Contoh : Dalam suatu kasus penyakit types, jumlah penderita laki-laki sebanyak 30 orang dan jumlah penderita perempuan adalah 15 orang. Maka penderita laki-laki : perempuan adalah = 30 : 15 = 2 : 1

Penghitungan rasio misalnya pada :

Sex ratio = jumlah pria ---------------------- k jumlah wanita

Dependency ratio = Juml usia (0 - <14th) + (>65 th) ------------------------------------------- k Jumlah usia (15 64 th)

3. Jenis Jenis Rasio a. Sex Ratio Rasio jenis kelamin digunakan untuk mengetahui komposisi

penduduk menurut jenis kelamin menggunakan menggambarkan banyaknya laki-laki di antara 100 perempuan. b. Maternal mortality ratio untuk menghitung jumlah kematian ibu dibangdingkan dengan jumlah proses kelahiran yang terjadi

4. Kegunaan Rasio Penggunaan Rasio dalam epidemiologi memiliki beberapa kegunaan, diantaranya : a. Sebagai ukuran deskriptif, seperti : Untuk mengukur perbandingan antara responden laki-laki dibanding dengan perempuan , juga untuk mengukur perbandingan jumlah kasus dibanding kontrol (pada desain studi kontrol ) b. Sebagai ukuran analisis, seperti : Rasio kematian campak anak-anak dibanding dengan dewasa Rasio jumlah kasus DBD anak-anak dibanding dengan dewasa Death to case rasio (rasio kematian terhadap kasus) yaitu jumlah kematian karena penyakit tertentu dalam periode waktu tertentu dibanding jumlah kasus baru yang teridentifikasi pada periode waktu yang sama misal pada suatu daeah di tahun 2003 jumlah kasus TB (Tuberkolosis) sebanyak 15.075 dan jumlah kematian akibat TB 802. Rasio kematian TB terhadap kasus TB yaitu 802 / 15.075. hasilnya 1 kematian : 18,8 kasus TB baru atau 5,3 kematian : 100 kasus TB baru.

5. Sumber Kesalahan dalam Pengukuran Dalam mengukur frekwensi masalah kesehatan dapat terjadi kesalahan kesalahan yang berasal dari 2 sumber yaitu :

a. -

Kesalahan akibat penggunaan data yang tidak sesuai : Menggunakan sumber data yang tidak representative dimana hanya data dari pelayanan kesehatan saja, padahal diketahui bahwa cakupan pelayanan kesehatan sangat terbatas dan tidak semua masyarakat datang berobat ke fasilitas pelayanan tersebut. Memanfaatkan data dari hasil survey khusus yang pengambilan respondennya Randomisasi). Memanfaatkan data dari hasil survey khusus yang sebagian respondenya tidak memberikan jawaban ( drop out ) tidak secara acak(tidak memenuhi syarat

b. Kesalahan karena adanya factor BIAS : BIAS = adanya perbedaan antara hasil pengukuran dengan nilai sebenarnya. Sumber data Bias, diantaranya : Dari Pengumpul Data : Menggunakan alat ukur yang berbeda beda (tidak sesuai standar) Menggunakan teknik pengukuran yang berbeda Dari Masyarakat : Adanya perbedaan persepsi masyarakat terhadap penyakit yang ditanyakan Adanya perbedaan respon terhadap alat atau test yang

dipergunakan.

SOAL DAN JAWABAN 1. Perbandingan suatu peristiwa (event) dengan peristiwa (event) yang lain atau perbandingan dua nilai dimana Numerator dan denominator tidak harus berhubungan, disebut ... a. Prevalensi b. Ratio c. Proporsi d. Rate e. Odds 2. Hasil dari suatu penjumlahan yang dibagi dengan jenis penjumlahan lain dan dinyatakan dalam bentuk pecahan, merupakan pengertian rasio ditijau dari segi ... a. Matematis b. Biologis c. Deskriptif d. Naratif e. Kependudukan 3. Juml usia (0 - <14th) + (>65 th) -------------------------------------- k Jumlah usia (15 64 th)

Merupakan rumus untuk menghitung : a. Sex rasio b. Mortality c. Morbiditas d. Dependency rasio e. Rate rasio 4. Pada suatu kejadian luar biasa keracunan makan terdapat 32 orang penderita, dan 12 diantaranya adalah ank-anak, maka rasio anak terhadap orang dewasa adalah ... a. 0,8 b. 0,9 c. 0,5 d. 0,6 e. 0,4 5. Odds rasio disebut juga dengan.. a. Risk an b. Risk rasio c. Rate d. Proporsi

e. Prevalensi 6. Untuk mengukur perbandingan antara responden laki-laki dibanding dengan perempuan , juga untuk mengukur perbandingan jumlah kasus dibanding kontrol (pada desain studi kontrol ) merupakan kegunaan rasio secara : a. Deskriptif b. Analisis c. Naratif d. Epidemiologi e. Analitik 7. Untuk menggambarkan banyaknya laki-laki di antara 100 perempuan, menggunakan ... a. Sex rasio b. Dependency rasio c. Odds rasio d. Maternital rasio e. Risk rasio 8. untuk menghitung jumlah kematian ibu dibangdingkan dengan jumlah proses kelahiran yang terjadi, menggunakan ... a. sex rasio b. dependency rasio c. maternital mortality rasio d. odds rasio e. rate rasio 9. kesalahan dalam pengukuran data karena faktor BIAS diakibatkan ... a. kesalahan pengumpul data dan masyarakat b. kesalahan pemerintah c. kesalahan responden d. kesalahan masyarakat e. kesalahan individu 10. hanya menggunakan data dari pelayanan kesehatan saja, padahal diketahui bahwa cakupan pelayanan kesehatan sangat terbatas dan tidak semua masyarakat datang berobat ke fasilitas pelayanan tersebut disebut penggunaan data secara... a. representatif b. tidak representatif c. analitik d. deskriptif e. studi kasus

DAFTAR PUSTAKA Budiarto, Eko.dkk. 2002. Pengantar Epidemiologi. Jakarta : EGC Timmreck, thomas. 2004. Epidemiologi Suatu Pengantar Edisi 2. Alih Bahasa Munaya Fauziah. Jakarta: EGC.

Website : http://simkesugm2011.files.wordpress.com/2011/10/tutorial-epidemiologi-1.pdf [diakses 21 Februari ] http://hpm.fk.ugm.ac.id/hpmlama/images/Epidemiologi/TA.20122013/tutorial%20epidemiologi-2.pdf [ diakses 22 Februari ] http://adityasetyawan.files.wordpress.com/2008/10/ukuran2-dlm-epidemiologipengukuran-frekuensi-masalah-kesehatan.pdf [diakses 21 Februari ]

http://lontar.ui.ac.id/file?file=digital/122575-S09013fk-Hubungan%20faktorLiteratur.pdf [ diakses 21 Februari ]

Anda mungkin juga menyukai