Anda di halaman 1dari 28

BAB I PENDAHULUAN

1.1

Tujuan Pembuatan suspensi yang terflokulasi dengan Aluminium klorida sebagai bahan pemflokulasi Pengamatan pengaruh flokulasi konsentrasi aluminium klorida terhadap stabilitas fisik suspensi Pengamatan pengaruh konsentrasi aluminium klorida terhadap kemudahan dispersi ulang suspensi

1.2

Prinsip Pembuatan suspensi terflokulasi dengan menggunakan pemflokulasi yaitu

aluminium klorida (AlCl3) sebagai salah sati elektrolit dengan jalan mengurangi kurva linier, kontak kinetik anatara partikel-partikel suspensi dan membentuk suatu jembatan yang menghubungkan partkel-partikel tersebut dimana valensi ion-ion mempunyai muatan yang berlawanan !uatan partikel hidrofilik tampak menentukan keefektifan elektrolit dalam partikel yang mengagregasi AlCl 3 akan mengurangi gaya elektris tolak menolak sehingga gaya tarik menarik lebih kuat partikel-partikel nya membentuk agregat longgar yang disebut flok, kemudian diuji stabilitas fisik nya yaitu pengaruh konsentrasi AlCl3 terhadap kemudahan dispersi ulang suspensi 1.3 Latar Belakang "uspensi adalah sediaan #air yang mengandung obat padat, tidak melarut dan terdispersikan sempurna dalam #airan pembawa atau sediaan padat terdiri dari

obat dalam bentuk serbuk halus, dengan atau tanpa $at tambahan, yang akan terdispersikan sempurna dalam #airan pembawa yang ditetapkan (%itjen P&!, '()*) %alam pembuatan suspensi diperlukan partikel dengan ukuran yang sesuai, distribusi ukuran partikel, dan stabilitas fase dispersi +nteraksi antar partikel yang sama, partkel yang tidak sama dan medium fase kontiniu merupakan hal kompleks dan bagian essensial dari teknologi dispersi (Agoes, ,--()

BAB II TINJAUAN PUSTA A "uatu suspensi dalam bidang farmasi adalah suatu dispersi kasar dimana partikel $at padat yang tidak larut terdispersi dalam suatu medium #air (martin,,--*) partikel dari fase terdispersi biasanya ukurannya sangat berbedabeda, dari partikel besar yang dapat dilihat dengan mata telanjang sampai ke partikel dari ukuran koloid. jatuh antara ' milikikron dan kira-kira /-- milimikron atau -,/ mikron %ispersi yangberisi partikel-partikel kasar, biasanya dengan ukuran '-'-- mikron, disebut sebagai dispersi kasar dan men#akup suspensi dan emulsi %ispersi yang mengandung partikel dengan ukuran yang lebih ke#il disebut dispersi halus dan bila partikel-partikel yang ada dalam batas koloid disebut dispersi koloid !agma dan gel adalah dispersi halus (Ansel,,--*) "uspensi dapat didefinisikan sebagai preparat yang mengandung partikel obat dan terbagi se#ara halus (dikenal sebagai suspensoid) disebarkan se#aramerata dalam pembawadimana obat menunjukkan kelarutan sangat minim (Ansel,,--*) Ada beberapa alasan pembuatan suspensi oral, salah satu adalah karena obat-obat tertentu tidak stabil se#ara kimia bila ada dalam larutan,tetapi stabil bila disuspensi %alam hal seperti ini suspensi oral menjamin stabilitas kimia dan memungkinkan terapi dengan #airan 0ntuk banyak pasien, bentuk #air lebih disukai daripada bentuk padat (kapsul atau tablet),karena mudahnya menelan #airan dan keluesan dalam pemberian dosis, pemberian lebih mudahuntuk memberikan dosis yang relatif besar, aman, mudah diberikan untuk anak-anak dan juga diatur untuk penyesuaian dosisnya 1ormulasi suspensi untuk membuat

suspensi stabilse#ara fisik ada ,#ara, yaitu. ' penggunaan 2struktur vehi#le2 untuk menjaga partikel deflokulasi dalam suspensi "truktur vehi#le adalah larutan hidrokoloid seperti tilose,gom, bentonit, dan lain-lain , Penggunaan prinsipprinsip flokulasi untuk membentuk flok, meskipun #epat terjadi pengendapan, tetapidengan pengo#okan ringan mudah disuspensikan kembali ("yamsuni,,--)) 3liserin dan $at higroskopis yang serupa juga berguna dalam menggiling $at-$at yang tidak larut "e#ara nyata gliserin mengalir antara partikel untuk menggantikan udara dan selama berlangsungnya penyampuran, melapisi dan memisahkan $at tersebut sehingga air dapat mempenetrasi dan membasahi masing-masing partikel tersebut "elain gliserin, alkohol dan propilenglikol juga dapat membiarkan air berpenetrasi ke #ela-#ela partikel (!artin,,--*) 0ntuk tujuan farmasi, kestabilan fisika dari suspensi bisa didefinisikan sebagai keadaan dimana partikel tidak menggumpal dan tetap terdistribusi merata diseluruh sistem dispersi 4ika partikel -partikel tersebut mengendap makapartikelpartikel tersebut harus dengan mudah disuspensikan kembali dengan sedikit pengo#okan (!artin, ,--*) 5ebanyakan stabilitas fisik dari suatu suspensi darisediaan farmasi kelihatan paling #o#ok disesuaikan dengan mengadakan perubahan pada fase terdispersi dan bahan pada medium dispersi %alam banyak hal medium dispersi menyokong fase terdispersi yang disesuaikan tersebut Penyesuaian terutama mengenai ukuran partikel, keserangan ukuran partikel dan pemisahan partikel partikel tersebut sehingga tidak mungkin menjadi lebih besar atau membentuk padatan pada pendiaman (6awlins,,--,)

%alam suspensi, suspending agent biasanya digunakan untuk penyususnan suspensi sehingga keseragaman dosis dapat ter#apai !assa yang sulituntuk didespersikan dan menjaga koagulasi dari resinus dan material - material yang berasal dari lemak "ifat khas viskositas supensi dapat diubah tidak hanya dengan penggunaan pembawa, tetapi juga dengan kandungan padatnya Apabila proporsi partikel padat dinaikan maka viskositasnya juga akan meningkat %engan meningkatnya (6awlins,,--,) 7erdapat banyak pertimbangan dalam pengembangan dan pembuatan suatu suspensi farmasi yang baik %isamping khasiat terapeutik, stabilitas kimia dari komponen-komponen formulasi, kelanggengan sediaan dan bentuk estetik dari sediaan, sifat-sifat yang diinginkan dalam semua sediaan farmasi, dan sifatsifat lain yang lebih spesifik untuk suspensi farmasi yaitu8 ' "uatu suspensi farmasi dibuat dengan tepat mengendap se#ara lambat dan harus rata lagi bila diko#ok , 5arakteristik suspensi harus sedemikian rupa sehingga ukuran partikel dari suspensoid tetap agak konstan untuk yang lama pada penyimpanan 3 "uspensi harus bisa dituang dari wadah dengan #epat dan homogen 9 Ciri utama dari suspensi ini, tergantung pada sifat fase terdispersi, medium pendispersi dan bahan pembantu farmasi (Ansel,,--*) "uspensi dapat dibuat dengan metode sebagai berikut8 a !etode %ispersi !etode ini dilakukan dengan #ara menambahkan serbuk bahan obat ke dalam mu#ilago yang terbentuk, kemudian baru dien#erkan 5adangkadang terjadi kesukaran pada saat mendispersikan serbuk ke dalam viskositas, juga memperlambat pembentukan endapan

pembawa :al tersebut karena adanya udara, lemak, atau kontaminan pada serbuk "erbuk yang sangat halus mudah termasuki udara sehingga sukar dibasahi !udah dan sukarnya serbuk dibasahi tergantung pada besarnya sudut kontak ; (-, serbuk akan mengambang di atas #airan "erbuk yang demikian disebut memiliki sifat hidrofob 0ntuk menurunkan tegangan permukaan antara partikel $at padat dengan #airan tersebut perlu ditambahkan $at pembasah atau wetting agent b !etode Presipitasi <at yang hendak didispersikan dilarutkan dahulu ke dalam pelarut organik yang hendak di#ampur dengan air "etelah larut dalam pelarut organik, larutan $at ini kemudian dien#erka dengan larutan pensuspensi dalam air, sehingga akan terjadi endapan halus tersuspensi dengan bahan pensusupensi #airan organik tersebut adalah etanol, propilen glikol, dan polietilenglikol ( "yamsuni, ,--)) Persyaratan - persyaratan termodinamika diperlukan agar didapat suatu kestabilan dari partikel-partikel yang tersuspensi :arus dilakukan suatu usaha (kerja) untuk memperke#il suatu padatan menjadi partikel-partikel ke#il untuk mendispersikannya dalam suatu pembawa =esarnya luas permukaan parikel yang diakibatkan oleh menge#ilnya $at padat berhubungan dengan energi bebas permukaan yang membuat sistem tersebut tidak stabil se#ara termodinamik, simana dimaksudkan disini bahwa partikel-partikel tersebut berenergi tinggi dan #enderung untuk mengelompok kembali sedimikian rupa untuk mengurangi luas permukaan total dan memperke#il energi bebas permukaan &leh karena itu partikel-partikel dalam suspensi #air #enderung untuk berflokulasi, yakni

membentuk suatu gumpalan yang lunak dan ringan yang bersatu karena gaya van der waals yang lemah ( !artin, ,--*) Pembentukan setiap jenis gumpalan ( agglomerate ), apakah itu flokulat atau agregat, dianggap sebagai suatu ukuran dari suatu sistem untuk men#apai keadaan termodinamika 7egangan antarmuka dapat dikurangi dengan

penambahan suatu surfaktan, tapi biasanya tdak dibuat sama dengan nol !aka suatu suspensi dari partikel-partikel yang tidak larut biasanya mempunyai suatu tegangan antarmuka positif tertentu, dan partikel-partikel tersebut #enderung untuk berflokulasi ( !artin, ,--*) Agregat jaringan terbuka atau flokula dikarakteristikkan dengan suatu jaringan terbuka, lunak dan berserat dari partikel-partikel yang teragregasi, maka agregat > agregat ini mengendap dengan #epat membentuk sedimen (endapan) yang tinggi dan mudahnya dapat didispersikan kembali, karena partikel-partikel yang membentuk agregat masing-masing #ukup jauh terpisah satu dengan yang lainnya untuk menghindarkan #aking (?a#hmann,dkk , ,--*) "uatu #ara umum untuk men#egah kohesi yang kuat dari partikel-partikel tersebut dengan menggunakan daya ikat antar partikel yang lemah Penggumpalan partikel seperti ini disebut flok atau flokula, dimana partikel-partikel yang terflokulasi itu membentuk sejenis kisi yang dapat menghalangi pengendapan sempurna sehingga tidak mudah menjadi kompak dibandingkan dengan partikelpartikel yang tidak terflokulasi 1lok tersebut mengendap membentuk sedimen dengan volume yang lebih besar, struktur yang leih lemahmemungkinkan gumpalan tersebut pe#ah lagi dengan mudah dan tersebar lagi bila diko#ok sedikit saja (Ansel, ,--*)

%alam suspensi yang teragregasi, partikel-partikel terikat bersama-sama menjadi flok ( gumpalan yang terbentuk karena agregasi sejumlah partikel halus yang tersuspensi), yang mula-mula mengendap menurut ukuran flok dan porositas dar massa yang teragregasi "elanjutnya laju diatur dengan proses pengompakan dan proses penyusunan kembali "upernatan yang jernih dibentuk pada

pengendapan, karena partikel-partikel ke#il pun dikurung dalam jaringan seperti mesh dari flok tersebut 5eadaan pertengahan juga terjadi dimana semua partikel tidak dihubungkan dengan flok (?a#hmann,dkk , ,--*) %alam sistem flokulasi, partikel flokulasi terikat lemah, #epat mengendap dan pada penyimpanan tidak terjadi #ake dan mudah tersuspensi kembali "e#ara umum sifat partikel flokulasi adalah8 ' , 3 Partikel merupakan agregat yang bebas "edimen terjadi #epat dan terbentuk #epat "edimen tidak membentuk #ake yang keras dan padat serta mudah didisperiskan kembali seperti semula 9 @ujud suspensi kurang bagus sebab sedimentasi terjadi #epat dan diatasnya terjadi daerah #airan yang jernih dan nyata Pembuatan suspensi sistem flokulasi8 ' , Partikel diberi $at pembasah dan dispersi medium "etelah itu ditambahkan $at pemflokulasi, biasany larutan elektrolit, surfaktan dan polimer 3 9 %iperoleh suspensi flokulasi sebagai produk akhir 4ika dikehendaki, agar flok yang terjadi tidak #epat mengendap maka ditambahkan stru#tured vehi#le

Produk akhir yang diperoleh ialah suspensi flokulasi dalam struktur vehi#le

=ahan pemflokulasi yang dipergunakan dapat berupa larutan elektrolit, surfaktan atau polimer untuk partikel bermuatan positif digunakan $at pemflokulasi yang bermuatan negatif, dan sebaliknya Contoh, untuk suspensi sulfonamida yang bermuatan negatif digunakan $at pemflokulasi yang bermuatan negatif digunakan $at pemflokulasi yang bermuatan positif yaitu Aluminium 7riklorida, untuk susupensi bismuth subnitrat yang bermuatan positif digunakan $at pemflokulasi yang bermuatan negatif yaitu kalium fosfat monobase ("yamsuni, ,--)) Alektrolit bekerja sebagai $at yang memflokulasi dengan mengurangi barrier elektrik antara partikel-partikel suspensoid, dapat dibuktikan oleh suatu pengurangan dalam potensial $eta dan pembentukan suatu jembatan antara partikel- partikel yang berdekatan sehingga terjadi ikatan-ikatan antar partikel suspensi dalam suatu struktur yang tersusun longgar ( !artin, ,--*) Polimer merupakan suatu senyawa berantai panjang dan mempunyai bobot molekul yang tinggi dan mengandung gugus-gugus aktif yang ditempatkan disepanjang panjangnya <at ini bekerja sebagai pemflokulasi karena sebagian dari rantai tersebut diabsorpsi pada permukaan partikel dengan bagian-bagian yang terakhir ini mengakibatkan terbentuknya flokulasi ( !artin, ,--*) "uspensi partikel terflokulasi dapat dikontrol dengan penambahan elektrolit atau surfaktan ionik yang menurunkan potensial $eta 1lokulasi dengan partikel terkontrol juga dapat digunakan polimer non ionik seperti gum (tragakan), polimer selluosa (Ba C!C), dimana polimer ini meningkatkan viskositas dan juga

membuat lapisan pada adsorpsi dan partikel yang stabil dan jembatan antar partikel (Attwood, ,--*) %ua parameter pengendapan (sedimentasi) adalah volume sedimentasi (1) dan derajat flokulasi Colume sedimentasi (1) adalah perbandingan dari volume akhir endapan (Co) terhadap volume awal suspensi (Co) sebelum mengendap 1D

%erajat flokulasi adalah suatu parameter yang lebih mendasar daripada 1 %erajat flokulasi (=) D

(!artin, ,--*)

BAB III !ET"D"L"#I PE$%"BAAN 3.1 ALAT Bera#a Analitik ( =oe#o 3ermany) 3elas 0kur /- ml (PyreE) =eaker glass /- ml ( PyreE) ?abu tentukur ,/- ml (PyreE) !att pipet (PyreE) ?umpang "tamper =atang pengaduk "udip "patula 5ertas perkamen Pipet tetes "erbet Plastik wrapping ?abel 7issue 3.2 BAHAN

Sulfamerazin Pemerian 8 "erbuk atau bentuk hablur putih atau agak putih kekuningan. tidak berbau atau praktis tidak berbau. rasa agak pahit. stabil di udara, tetapi perlahan-lahan menjadi gelap pada pemaparan terhadap #ahaya 5elarutan 8 "angat sukar larut dalam air. agak sukar larut dalam aseton. sukar larut dalam etanol. sangat sukar larut dalam eter dan kloroform (%itjen P&!, '((/) Aluminium Klorida (AlCl3) Pemerian8 !assa hablur, berasap dalam udara lembab, abu-abu atau kuning (%itjen P&!, '((/)

Gliserin Pemerian8 Cairan jernih seperti sirup, tidak berwarna, rasa manis, hanya boleh berbau khas lemah ( tajam atau tidak enak ) :igroskopis. netral terhadap lakmus 5elarutan8 %apat ber#ampur dengan air dan etanol, tidak larut dalam eter, dalam minyak lemak dan dalam minyak menguap (%itjen P&!, '((/) AFuadest Pemerian8 Cairan jernih, tidak berbau, tidak berwarna (%itjen P&!, '((/) 3 3 Prosedur per#obaan Pembuatan ?arutan Aluminium 5lorida -,-3! %ilarutkan ',*,-) gram Aluminium 5lorida dalam ,/- ml air Pembuatan "uspensi "ulfamera$in ) G dengan Aluminium 5lorida "ebagai =ahan Pemflokulasi %engan konsentrasi -,' E '--3

%imasukkan "ulfamera$in kedalam lumpang lalu ditambahkan 3liserin se#ukupnya 3erus homogen hingga terbentuk massa yang dapat dikempa %itambahkan -,') ml Aluminium 5lorida lalu digerus sampai homogen, dengan penambahan aFuadest dilarutkan sampai volume /- ml

Pembuatan "uspensi "ulfamera$in ) G dengan Aluminium 5lorida "ebagai =ahan Pemflokulasi %engan konsentrasi -,/ E '--3 %imasukkan "ulfamera$in kedalam lumpang lalu ditambahkan 3liserin se#ukupnya 3erus homogen hingga terbentuk massa yang dapat dikempa %itambahkan -,* ml Aluminium 5lorida lalu digerus sampai homogen, dengan penambahan aFuadest dilarutkan sampai volume /- ml Pembuatan "uspensi "ulfamera$in ) G dengan Aluminium 5lorida "ebagai =ahan Pemflokulasi %engan konsentrasi ' E '--3 %imasukkan "ulfamera$in kedalam lumpang lalu ditambahkan 3liserin se#ukupnya 3erus homogen hingga terbentuk massa yang dapat dikempa %itambahkan ',) ml Aluminium 5lorida lalu digerus sampai homogen, dengan penambahan aFuadest dilarutkan sampai volume /- ml Pembuatan "uspensi "ulfamera$in ) G dengan Aluminium 5lorida "ebagai =ahan Pemflokulasi %engan konsentrasi ',/ E '--3 %imasukkan "ulfamera$in kedalam lumpang lalu ditambahkan 3liserin se#ukupnya 3erus homogen hingga terbentuk massa yang dapat dikempa %itambahkan ,,/ ml Aluminium 5lorida lalu digerus sampai homogen, dengan penambahan aFuadest dilarutkan sampai volume /- ml

Pembuatan "uspensi "ulfamera$in ) G dengan Aluminium 5lorida "ebagai =ahan Pemflokulasi %engan konsentrasi ,,- E '--3 %imasukkan "ulfamera$in kedalam lumpang lalu ditambahkan 3liserin se#ukupnya 3erus homogen hingga terbentuk massa yang dapat dikempa %itambahkan 3,3 ml Aluminium 5lorida lalu digerus sampai homogen, dengan penambahan aFuadest dilarutkan sampai volume /- ml Pengamatan "tabilitas "uspensi %imasukkan masing > masing kedalam gelas ukur /- ml, ditutup dengan plastik wrapping lalu disimpan pada suhu kamar %i#atat volume endapan dari masingmasing suspensi setelah ' jam, , jam, 3 jam, dan '-) hari Pengamatan 5emudahan %ispersi 0lang "uspensi %ibalikkan suspensi yang sudah didiamkan selama ' minggu dengan tangan dengan ke#epatan ,- kali permenit dan dihitung jumlah pembalikan (B) yang diperlukan sehingga diperoleh suspensi yang homogen kembali

BAB I& HASIL DAN PE!BAHASAN '.1 HASIL 9 ' ' PA6:+70B3AB "uspensi "ulfamera$in

"ulfamera$in ) G dalam /- ml D

E /- ml

D 3,/ gram

9 ' , 5onsentrasi ?+= ' Aluminium 5lorida -,-3! dalam labu tentukur ,/- ml

-,-3 D

D ',*'-) 9 ' 3 5onsentrasi Aluminium 5lorida -,' E '--3 ! C' !' D C, !' C' -,-3 D (/-) (-,---') C' D -,'H) ml

-,/ E '--3 ! C' !' D C , !' C' -,-3 D (/-) (-,---/) C' D -,*33 ml

'E '--3 ! C' !' D C , !' C' -,-3 D (/-) (-,--') C' D ',H) ml

',/ E '--3 ! C' !' D C , !' C' -,-3 D (/-) (-,--'/) C' D ,,/ ml

, E '--3 ! C' !' D C , !' C' -,-3 D (/-) (-,--,) C' D 3,33 ml

9 ' 9 Colume sedimentasi (1) 1D dimana8 Cu 8 Colume akhir dari endapan

Co 8 Colume awal dari suspensi (/-ml)

Colume sedimentasi dengan konsentrasi Aluminium 5lorida -,' E '--3 !


1' D

1, D

13 D

19 D

1/ D

1H D

1) D

1* D

1( D

1'- D

1'' D

1', D

1'3 D

1'9 D

Colume sedimentasi dengan konsentrasi Aluminium 5lorida -,/ E '--3 !


1' D

1, D

13 D

19 D

1/ D

1H D

1) D

1* D

1( D

1'- D

1'' D

1', D

1'3 D

1'9 D

Colume sedimentasi dengan konsentrasi Aluminium 5lorida ' E '--3 !

1' D

1, D

13 D

19 D

1/ D

1H D

1) D

1* D

1( D

1'- D

1'' D

1', D

1'3 D

1'9 D

Colume sedimentasi dengan konsentrasi Aluminium 5lorida ',/ E '--3 !


1' D

1, D

13 D

19 D

1/ D

1H D

1) D

1* D

1( D

1'- D

1'' D

1', D

1'3 D

1'9 D

Colume sedimentasi dengan konsentrasi Aluminium 5lorida , E '--3 !

1' D

1, D

13 D

19 D

1/ D

1H D

1) D

1* D

1( D

1'- D

1'' D

1', D

1'3 D

1'9 D

9 , 7abel 9 , ' 7abel Pengamatan Colume "ediaan ?ama Colume "edimen -3 -3 -,/ E '',- E '--3 ',/ E '--3 Pendiaman -,' E ''- !enit 99 9, 3' 9,,/ ,( 3,3 ,- !enit 3( 39 ,/,/ 3/,/ ,3 ,) '( 3- !enit 3/ 3,' 3,,9 ') 9/ !enit 3,) '( ,/ '* ,'/ ' 4am ,* ,/ '* ,3 ') '* '9 , 4am ,9 ,, 'H ,'H '* '3 3 4am ,9 ,' '/,/ '( '/ 'H '3 ' :ari ,-,/ ,'/,3 '* '9 '/,/ '3 , :ari ,'( '9,( ') '9 '/,/ ', 3 :ari '(,/ '( '9 'H '9 '/ ', 9 hari '(,/ '* '9 'H '9 '/ ', / :ari '( '* '9 '/,/ '9 '/ ',

, E '--3 ,/ ,, '( ') '9 '3 '3 ', ', ', ', ',

H :ari ) :ari

'( '(

'* '*

'9 '9

'/,/ '/

'9 '9

'/ '/

', ',

', ',

9 , , 7abel Colume "ediaan (1) ?ama Colume "ediaan -3 -3 -,/ E '',- E '--3 ',/ E '--3 Pendiaman -,' E ''- !enit -,*H -,)3/ ,- !enit -,)3 -,H' 3- !enit -,H/ -,/' 9/ !enit -,/) -,99 ' 4am -,/3 , 4am -,9/ 3 4am -,9-/ ' :ari -,3( , :ari -,3*/ 3 :ari -,3*/ 9 hari -,3)/ / :ari -,3) H :ari -,3) ) :ari -,3) -,,( -,,( -,,9

, E '--3 -,/-,99 -,3* -,3/ -,,* -,,H -,,9 -,,9 -,,9 -,,9 -,,9 -,,9 -,,9 -,,9

9 , 3 7abel :arga Angka %ispersi 0lang (B) C" 5onsentrasi Aluminium 5lorida 5onsentrasi AlCl3 Angka %ispersi 0lang (B) -3 -,' E '-,/ E '--3 ' E '--3 ',/ E '--3 , E '--3 93 3rafik 7erlampir

9 9 6eaksi Per#obaan 9 / Pembahasan Alektrolit bekerja sebagai $at yang memflokulasi dengan mengurangi barier elektrolit antara partikel-partikel, dapat dibuktikan oleh suatu pengurangan

potensial $eta dan pembentukan suatu jembatan antara partikel > partikel yang berdekatan sehingga terjadi ikatan antar partikel tersebut dalam struktur yang tersusun longgar 4ika aluminium klorida ditambahkan kedalam suatu suspensi sulfamera$in dalam air %alam sistem ini, potensial $eta mula > mula dari partikel > partikel sulfamera$in adalah negatif dan dikurangi se#ara nyata oleh adsorpsi dari kation aluminium bervalensi tiga 4ika ditambahkan elektrolit yang dalam jumlah yang #ukup, potensial $eta men#apai nol dan kemudian naik dengan arah positif Pada suatu potensial $eta positif, terjadi flokulasi maksimum &nset flokulasi bersamaan dengan volume sedimentasi maksimum yang ditentukan 1 terhadap konstan selagi flokulasi masih ada, dan hanya jika potensial $eta menjadi #ukup negatif untuk mengakibatkan dispersi kembali, maka volume sedimentasi mulai turun (martin,,--*) ?aju sedimentasi dan agregasi merupakan sifat dari sistem suspensi yang diatur oleh ukuran partikel, interaksi partikel, kerapatan partikel, medium dan viskositas fase kontinu Partikel > partikel besar mengendap kebawah lebih #epat daripada partikel > partikel yang lebih ke#il %alam suspensi teragregasi partikel > partikel terikat bersama-sama menjadi flok (gumpalan yang terbentuk karena agregasi sejumlah partikel halus yang tersuspensi) "upernatan yang jernih dibentuk kembali pada pengendapan, karena Partikel > partikel ke#ilpun dikurung dalam jaringan seperti mesh dari flok tersebut (?a#hman,,--*) %ari hasil pengamatan pada per#obaan yang telah dilakukan didapatkan bahwa semakin tinggi konsentrasi aluminium klorida sedimentasi semakin #epat karena partikel >partikel membentuk agregasi yang lebih #epat dan longgar, serta volume sedimentasi semakin menurun Pada konsentrasi dan waktu pendiaman

tertentu volume sedimentasi (1) menjadi konstan "uspensi dengan aluminium klorida -,' E '--3 ! dan -,/ E '--3 ! pada hari kelima volume sedimentasi (1) mulai konstan dan pada uspensi dengan aluminium klorida ',-E '--3 ! dan ',/ E '--3 ! dan ,,-E '--3 ! pada hari pertama volume sedimentasi (1) mulai konstan "uspensi terflokulasi ini menunjukkan bahwa #airan diatas endapan jernih,karena partikel >partikel ke#il yang ada dalam sistem bergabung dengan flokulat "uspensi juga dengan mudah dapat diredispersikan hanya dengan tiga kali pengo#okan

BAB & ESI!PULAN DAN SA$AN

/ ' 5esimpulan "uspensi sulfamera$in terflokulasi dibuat dengan menggunakan aluminium klorida sebagai bahan pemflokulasi dengan variasi konsentrasi dari aluminium klorida yaitu -,' E '--3 !. -,/ E '--3 ! . ',-E '--3 ! dan ',/ E '--3 ! dan ,,-E '--3 ! yaitu ditambahkan kedalam sulfamera$in yang telah dibasahi dengan gliserin dan dien#erkan dengan aFuadest hingga men#ukupi volume suspensi "emakin tinggi konsentrasi dari aluminium klorida yang digunakan dalam pembuatan suspensi maka stabilitas fisik suspensi semakin berkurang "emakin tinggi konsentrasi dari aluminium klorida yang digunakan dalam pembuatan suspensi maka dispersi ulang suspensi akan sulit, tetapi pada konsentrasi tepat dispersi ulang akan mudah

/ , "aran "ebaiknya pada per#obaan selanjutnya dapat dibuat suspensi sulfamera$in terflokulasi dengan bahan pemflokulasi lain selain aluminium klorida, seperti polimer atau surfaktan (tween, polietilenglikol dan traga#ant) "ebaiknya pada per#obaan selanjutnya dapat digunakan bahan obat yang lain , misalnya sulfa#etamid, sulfadia$in, dan lain-lain agar dapat membandingkan pengaruh struktur terhadap aluminium klorida

DA(TA$ PUSTA A