Anda di halaman 1dari 22

LAPORAN HASIL PERSENTASI

ANALI SI S VEKTOR, HUKUM COULOMB, & MEDAN


LI STRI K
KELOMPOK 1 FISIKA DASAR II (Tgl. 13-2-2013)









OLEH:
MUHAMMAD RIZKY HATSA
FREZY SUSANTO MH
MUH. IQBAL
NUR MUH. NUZRAN
RIKKI MURTIN
TEKNIK ELEKTRO B
FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS HASANUDDIN
TAHUN AJARAN 2012-2013

PEMBAHASAN
Analisis Vektor
Vektoradalahbesaran yang mempunyaisatuandanarah
Besarvektorartinyapanjangvektor
Arahvektorartinyasudut yang dibentukdengansumbu X positif
Vektordisajikandalambentukruasgarisberarah
1. Vektor pada Ruang Dua Dimensi (R
2
)
Vektor di R 2 adalahvektor yang terletak di satubidangatauVektor yang
hanyamempunyaiduakomponenyaitu x dan y

Vektorsbgpasanganbilangan
u = (a,b)
a :komponenmendatar, b : komponenvertikal
Vektorsbgkombinasivektorsatuanidanj
u = ai + bj
Panjangvektoru ditentukanolehrumus





2 2
| u | b a + =
Perhitunganbesaranvektor









2. Vektor pada Ruang Tiga Dimensi (R
3
)
Vektor pada ruang 3 adalah Vektor yang terletak di ruang dimensi tiga atau
Vektor yang mempunyai tiga komponen yaitu x, y dan z
2 2
) ( ) ( | | d b c a v u
d b
c a
d
c
b
a
v u
d
c
v dan
b
a
u Jika
n Penjumlaha
+ + + = +
|
|
.
|

\
|
+
+
=
|
|
.
|

\
|
+
|
|
.
|

\
|
= +
|
|
.
|

\
|
=
|
|
.
|

\
|
=
2 2
) ( ) ( | | d b c a v u
d b
c a
d
c
b
a
v u
d
c
v dan
b
a
u Jika
n Penguranga
+ =
|
|
.
|

\
|

=
|
|
.
|

\
|

|
|
.
|

\
|
=
|
|
.
|

\
|
=
|
|
.
|

\
|
=
u cos | || | 2 | | | | | |
2 2
v u v u v u + + = +
u cos | || | 2 | | | | | |
2 2
v u v u v u + =
Vektorsbgpasanganbilangan
u = (x, y, z)
Vektorsbgkombinasivektorsatuan i, j
dan k

u = xi + yj + zk
Panjangvektor u ditentukanolehrumus



Hukum Coulomb

Hukum Coulomb adalah hukum yang
menjelaskan hubungan antara gaya yang timbul
antara dua titik muatan, yang terpisahkan jarak
tertentu, dengan nilai muatan dan jarak pisah
keduanya.

Hukum ini menyatakan apabila terdapat dua buah titik muatan maka akan timbul
gaya di antara keduanya, yang besarnya sebanding dengan perkalian nilai kedua
muatan dan berbanding terbalik dengan kuadrat jarak antar keduanya
[1]
. Interaksi
antara benda-benda bermuatan (tidak hanya titik muatan) terjadi melalui gaya tak-
kontak yang bekerja melampaui jarak separasi
[2]
. Adapun hal lain yang perlu
diperhatikan adalah bahwa arah gaya pada masing-masing muatan terletak selalu
2 2 2
| u | z y x + + =
sepanjang garis yang menghubungkan kedua muatan tersebut
[3]
. Gaya yang timbul
dapat membuat kedua titik muatan saling tarik-menarik atau saling tolak-menolak,
tergantung nilai dari masing-masing muatan. Muatan sejenis (bertanda sama) akan
saling tolak-menolak, sedangkan muatan berbeda jenis akan saling tarik-menarik
[4]
.
Notasi vektor
Dalam notasi vektor, hukum Coloumb dapat dituliskan sebagai

yang dibaca sebagai gaya yang dialami oleh muatan akibat adanya muatan .
Untuk gaya yang dialami oleh muatan akibat adanya muatan dituliskan dengan
menukarkan indeks , atau melalui hukum ketiga Newton dapat dituliskan
hukum Coulomb ditemukan oleh Charles Coulomb seorang
ilmuan Perancis (1736-1806). Pada tahun 1785, C. Coulomb menyelidiki
hubungan antar besar muatan dan jarak antara muatan dengan besar gaya
listrik yang dihasilkan

Medan listrik


Contoh medan listrik yang timbul dari muatan listrik
dan
Medan listrik adalah efek yang ditimbulkan oleh
keberadaan muatan listrik, seperti elektron, ion, atau proton, dalam ruangan yang
ada di sekitarnya. Medan listrik memiliki satuan N/C atau dibaca Newton/coulomb.
Medan listrik umumnya dipelajari dalam bidang fisika dan bidang-bidang terkait, dan
secara tak langsung juga di bidang elektronika yang telah memanfaatkan medan
listrik ini dalam kawat konduktor (kabel).
Asal medan listrik
Rumus matematika untuk medan listrik dapat diturunkan melalui Hukum Coulomb,
yaitu gaya antara dua titik muatan:\

Menurut persamaan ini, gaya pada salah satu titik muatan berbanding lurus dengan
besar muatannya. Medan listrik didefinisikan sebagai suatu konstan perbandingan
antara muatan dan gaya
[1]
:


Maka, medan listrik bergantung pada posisi. Suatu medan, merupakan sebuah
vektor yang bergantung pada vektor lainnya. Medan listrik dapat dianggap sebagai
gradien dari potensial listrik. Jika beberapa muatan yang disebarkan menghasiklan
potensial listrik, gradien potensial listrik dapat ditentukan.
Konstanta k
Dalam rumus listrik sering ditemui konstanta k sebagai ganti dari (dalam
tulisan ini tetap digunakan yang terakhir), di mana konstanta tersebut bernilai
[2]
:
Nm
2
C
-2

yang kerap disebut konstanta kesetaraan gaya listrik.



Menghitung medan listrik

Untuk menghitung medan listrik di suatu titik
akibat adanya sebuah titik muatan yang
terletak di digunakan rumus
[4]


Penyederhanaan yang kurang tepat

Umumnya untuk melakukan penyederhanaan
dipilih pusat koordinat berhimpit dengan titik muatan yang terletak di sehingga
diperoleh rumus seperti telah dituliskan pada permulaan artikel ini, atau bila
dituliskan kembali dalam notasi vektornya:

dengan vektor satuan

Disarankan untuk menggunakan rumusan yang melibatkan dan karena lebih
umum, dan dapat diterapkan untuk kasus lebih dari satu muatan dan juga pada
distribusi muatan, baik distribusi diskrit maupun kontinu. Penyederhanaan ini juga
kadang membuat pemahaman dalam menghitung medan listrik menjadi agak sedikit
kabur. Selain itu pula karena penyederhanaan ini hanya merupakan salah satu
kasus khusus dalam perhitungan medan listrik (kasus oleh satu titik muatan di mana
titik muatan diletakkan di pusat koordinat).


Tanda muatan listrik

Muatan listrik dapat bernilai negatif, nol (tidak terdapat muatan atau jumlah satuan
muatan positif dan negatif sama) dan negatif. Nilai muatan ini akan memengaruhi
perhitungan medan listrik dalam hal tandanya, yaitu positif atau negatif (atau nol).
Apabila pada setiap titik di sekitar sebuah (atau beberapa) muatan dihitung medan
listriknya dan digambarkan vektor-vektornya, akan terlihat garis-garis yang saling
berhubungan, yang disebut sebagai garis-garis medan listrik. Tanda muatan
menentukan apakah garis-garis medan listrik yang disebabkannya berasal darinya
atau menuju darinya. Telah ditentukan (berdasarkan gaya yang dialami oleh muatan
uji positif), bahwa
- muatan positif (+) akan menyebabkan garis-garis medan listrik berarah dari
padanya menuju keluar,
- muatan negatif (-) akan menyebabkan garis-garis medan listrik berarah
menuju masuk padanya.
- muatan nol ( ) tidak menyebabkan adanya garis-garis medan listrik.
Gradien potensial listrik
Medan listrik dapat pula dihitung apabila suatu potensial listrik diketahui, melalui
perhitungan gradiennya
[5]
:

dengan

untuk sistem koordinat kartesian.
Energi medan listrik
Medan listrik menyimpan energi. Rapat energi suatu medan listrik diberikan oleh
[6]


dengan
adalah permittivitas medium di mana medan listrik terdapat, dalam vakum
.
adalah vektor medan listrik.
Total energi yang tersimpan pada medan listrik dalam suatu volum adalah

dengan
adalah elemen diferensial volum.
Distribusi muatan listrik
Medan listrik tidak perlu hanya ditimbulkan oleh satu muatan listrik, melainkan dapat
pula ditimbulkan oleh lebih dari satu muatan listrik, bahkan oleh distribusi muatan
listrik baik yang diskrit maupun kontinu. Contoh-contoh distribusi muatan listrik
misalnya:
- kumpulan titik-titik muatan
- kawat panjang lurus berhingga dan tak-berhingga
- lingkaran kawat
- pelat lebar berhingga atau tak-berhingga
- cakram tipis dan cincin
- bentuk-bentuk lain
Kumpulan titik-titik muatan
Untuk titik-titik muatan yang tersebar dan berjumlah tidak terlalu banyak, medan
listrik pada suatu titik (dan bukan pada salah satu titik muatan) dapat dihitung
dengan menjumlahkan vektor medan listrik di titik tersebut akibat oleh masing-
masing muatan. Dalam kasus ini lebih baik dituliskan

yang dibaca, medan listrik di titik akibat adanya muatan yang terletak di .
Dengan demikian medan listrik di titik akibat seluruh muatan yang tersebar
dituliskan sebagai


di mana adalah jumlah titik muatan. Sebagai
ilustrasi, misalnya ingin ditentukan besarnya medan
listrik pada titik yang merupakan perpotongan kedua
diagonal suatu bujursangkar bersisi , di mana terdapat oleh empat buat muatan
titik yang terletak pada titik sudut-titik sudut bujursangkar tersebut. Untuk kasus ini
misalkan bahwa dan dan ambil pusat koordinat di
titik untuk memudahkan. Untuk kasus dua dimensi seperti ini, bisa dituliskan
pula

yang akan memberikan




sehingga



yang menghasilkan bahwa medan listrik pada titik tersebut adalah nol.
Kawat panjang lurus

Kawat panjang lurus merupakan salah satu bentuk distribusi muatan yang menarik
karena bila panjangnya diambil tak-hingga, perhitungan muatan di suatu jarak dari
kawat dan terletak di tengah-tengah panjangnya, menjadi amat mudah.
Untuk suatu kawat yang merentang lurus pada sumbu , pada jarak di atasnya,
dengan kawat merentang dari sampai dari titik proyeksi pada kawat, medan
listrik di titik tersebut dapat dihitung besarnya, yaitu:

Seperti telah disebutkan di atas, apabila dan maka dengan
menggunakan dalil L'Hospital diperoleh

Atau bila kawat diletakkan sejajar dengan sumbu-z dan bidang x-y ditembus kawat
secara tegak lurus, maka medan listrik di suatu titik berjarak dari kawat, dapat
dituliskan medan listriknya adalah

dengan adalah vektor satuan radial dalam koordinat silinder:

di mana adalah sudut yang dibentuk dengan sumbu-x positif.

Fluks Medan Listrik
Fluks ( ) adalah sebuah sifat dari semua medan Vektor. Fluks diturunkan
dari kata latin Fluere (mengalir). Untuk permukaan tertutup didalam sebuah medan
listrik, bahwa E adalah Positif jika garis garis gaya yanng menuju keluar dan
negatif jika garis garis gaya yang menuju ke dalam.
Permukaan di bagi bagi menjadi segi empat kuadratis S yang masing
masing cukup kecil sehingga dapat di anggap sebagai bidang datar. Elemen luas
dapat dinyatakan sebagai sebuah vektor S, yang besarnya menyatakan luas S ;
arah S di ambil normal.
Sebuah definisi setengah kuantitatip mengenai fluks adalah :
E = t . S
Satuan SI yang sesuai untuk E adalah Newton meter atau Coloumb ( N.m/c).
Definisi fluks listrik yang didapat didalam limit diferensial. Dengan
menggantikan penjumlahan terhadap permukaan dengan sebuah integral terhadap
permukaan akan menghasilkan : E = E . dS

Hukum Gauss
Hukum Gauss dikembangkandarikonsepflukssebuahmedanvektor.
Hukum Gauss dinyatakan sebagai berikut :
Jumlah garis medan yang menembus suatau permukaan tertutup
sebanding dengan jumlah muatan listrik yang dilingkupi oleh permukaan
tertutup tersebut
Fluksadalahsebuahsifatdarisemuamedanvektor.
Dalammedanlistrikfluksmerupakanjumlahsemuamedanlistrik yang
terdapatpadasuatuluastertentu. Definisisetengahkuantitatifmengenaifluks :
u = E .AS atauu = } E dS
Hukum gauss adalah fluks listrik yang menembus suatu permukaan tertutup
sama dengan jumlah muatan tertutup sama dengan jumlah muatan listrik yang
dilingkupi oleh permukaan tertutup itu dibagi dengan permitivitas udara.
Persamaan Hukum Gauss
net = E A cos = q / o
Untukkuatmedanliastrik
net = E A cos = 4 r E E = q / 4 r = K. q/ r


Analogi antara medan gravitasi dan medan gravitasi listrik

Fluks listrik didefinisikan sebagai jumlah/banyaknya garis-garis medan listrik yang
menembus tegak lurus suatu bidang.
Pernyataan hukum Gauss, Fluks listrik yang menembus suatu permukaan tertutup
sama dengan jumlah muatan listrik yang dilingkupi oleh permukaan tertutup itu
dibagi dengan permitivitas udara
Potensial listrik adalah perubahan energi potensial per satuan muatan yang terjadi
ketika sebuah muatan uji dipindahkan dari suatu titik yang tak berhingga jauhnya ke
titik yang ditanyakan.
Energi potensial listrik adalah usaha yang dibutuhkan sebuah muatan listrik untuk
dipindahkan dari sebuah titik.
Kuat medan listrik dan potensial listrik saling berhubungan.




CONTOH SOAL
1. Berapakahresultanvektordarigambardibawahini

2. PerhatikanGambardibawah !BerapaBesarresultanketiga vector tersebut


3. Duamuatantitikmasing-masingsebesar 0,05 Cdipisahkanpadajarak 10 cm.
Tentukanbesarnyagaya yang dilakukanolehsatumuatanpadamuatanlainnya
4. Duabuahmuatanmasing-masing + 2 C dan + 3 C, terpisahsejauh 2 cm. Jika
k = 9.10
9
N m
2
/C
2
, berapabesargayatolak-menolaknya
5. Carilahresultangayapadamuatan 20mC dalamsoalGambarberikut :

6. Hitungmedanlistrik di M(3, - 4, 2) dalamruanghampa yang
disebabkanolehmuatan Q
1
= 2 n C di P
1
(0, 0, 0) dan Q
2
= 3 n C di P
2
(- 1, 2,
3).
7. Sebuahmuatanpositif q
1
=+8nC
beradapadatitikasaldanmuatankeduapositif q
2
=+12nC beradapadasumbu x =
4m darititikasal. Carilahmedanlisriknya di sumbu x untuk P yang berjarak
x=7m darititikasal.


JAWABAN
1.


Penyelesaian vector secara analitis
Ingat : Perhitungan sudut diukur terhadap
sumbu X
Fx = F. Cos
Fy = F. Sin
Gaya Resultan :
R = F1 +F2
= (56,6 i + 56,6 j) + (25 i + 43,3 j)
= (31,6 i + 99,9 j)
Besar gaya Resultan :
R =(Rx^2+Ry^2 )
=(31,6^2+99,9^2 )






2.





Jadi, resultan gayanya :
FR = (Fx^2+Fy^2 ) = (1/22)2 + (-
3/22)2
= 5 N






3.
Kedua muatan dan gambar gaya yang bekerja seperti berikut.

Gambar 4.1.3
(a) F = k = 9 10
9
= 2,2510
-3
N.
4.
Diketahui :
k = = 9.10
9
N m
2
/C
2

Q
1
= + 2 C = 2.10
6
C
Q
2
= + 3 C = 3.10
6
C
r = 2 cm = 2.10
-2
m
Ditanya : F ?
Jawab :

=
=

= 13,5. 10
9-6-6-(-4)

= 13,5. 10
1

= 135 N

5.
F
23
= 910
9
= 2 N
F
13
= 910
9
= 1,8 N
F
13x
= (1,8) cos 37
o
= 1,4 N
F
13y
= (1,8) sin 37
o
= 1,1 N

F
x
= 1,4 N dan F
y
= 2 N+ 1,1 N
F = = 3,4 N
dan = arctan(3,1/1,4) = 66
o
.


6.
z y x
z y x z y x
z y x z y x
z y x
a a a
a a a a a a
a a a x x a a a x x
R
R kQ
R
R kQ
E E E
R a a a R
5 , 160 881 7 , 625
) 70 9 , 419 9 , 279 ( ) 5 , 230 1 , 461 8 , 345 (
) 280 , 7 (
) 6 4 )( 10 3 ( 10 9
) 385 , 5 (
) 2 4 3 )( 10 2 ( 10 9
280 , 7 ) 1 ( ) 6 ( ) 4 ( 6 4
3
9 9
3
9 9
3
2
2
2
3
1
1
1
2 1
2 2 2
2 2
+ =
+ + =

+
+
=
+ = + =
= + + = =



7. Di titik P
1,
E = k + k
= (9,0 10
9
Nm
2
/C
2
) + (9,0 10
9
Nm
2
/C
2
)
= 13,5 N/C (arah ke kanan)




LATIHAN SOAL
1. Duabuahvektorsebidangberturut-turutbesarnya 4 satuan dan 6 satuan,
bertitiktangkapsamadanmengapitsudut 60.
Tentukanbesardanarahresultanvektortersebut

2. Duamuatanmasing-masing + 2Q dan + Q terpisahsejauh d
mengalamigayalistriksebesar F. Berapabesargayanyajikamuatanmasing-
masingmenjadi +3Q dan +4Q
3. Duabuahmuatantitik q
1
= +1,5C, dan q
2
= +2,3 Cberadapadajarak r =13
cm. Tentukanlahletaktitik yang medanlistriknya nol.

JAWABAN


1.
Diketahui :Misalkan vektor pertama V1dan vektor kedua V2
.V1= 4 satuan
V2= 6 satuan
= 60o
Ditanya :Besar dan arah resultan vektor?
Jawab :
V1= 4 satuan
V2= 6 satuan
= 60o
cos = cos 60o= Besar resultan :









2. Dari soal di atas dapat dibuat diagram sebagai berikut.

Karena besarnya gaya Coulomb F sebanding dengan muatan-muatannya
maka dapat dituliskan

Perhatikan diagram berikut.

Nampak bahwa, ketika muatan-muatannya menjadi lebih besar maka besar
gaya Coulomb-nya juga lebih besar.


3. Misalkan titik P terletak pada jarak x dari q
1
(lihat gambar).

Gambar 4.1.13
Medan listrik di titik P oleh q
1
dan q
2
masing-masing adalah E
1
dan E
2
. Karena
medan di P adalah nol, maka E
1
= E
2
. Dengan memasukkan
persamaan , maka diperoleh :
=
x = (r x)
x =
Dengan memasukkan kuantitas yang diketahui, diperoleh x = 5,8 cm.




DISKUSI
Pertanyaan:
1. (Tomy Parandangi)
Tolong jelaskan materi tentang Hukum Gauss?
2. (Muh.Yusuf)
Kenapa pada gambar di bawah ini ditarik sebuah resultan (Bola yang
bermuatan 20uC)?






Jawaban:
1.
Hukum Gauss
Hukum Gauss dikembangkandarikonsepflukssebuahmedanvektor.
Hukum Gauss dinyatakan sebagai berikut :
Jumlah garis medan yang menembus suatau permukaan tertutup
sebanding dengan jumlah muatan listrik yang dilingkupi oleh
permukaan tertutup tersebut
Persamaan Hukum Gauss
net = E A cos = q / o
Untukkuatmedanliastrik
net = E A cos = 4 r E E = q / 4 r = K. q/ r


2. Karena pada bola bermuatan 10uC dan 4uC memberikan efek pada bola
20uC, sehingga bola tersebut membentuk resultan dari efek bola 10uC dan
bola 4uC (seperti gambar di atas).