Anda di halaman 1dari 6

ACCIDENTAL SAMPLING

Disusun untuk memenuhi tugas mata kuliah Biostatistika


dosen pengampu Ns. Latifa Aini S, M. Kep, Sp.Kom







Oleh :

Fadli
092310101061








PROGRAM STUDI ILMU KEPERAWATAN
UNIVERSITAS JEMEBR
2013

A. Definisi
Accidental Sampling merupakan teknik mengambil sampel secara sembarang
(kapanpun dan dimanapun menemukan) asal memenuhi syarat sebagai sampel dari
populasi tertentu. Bisa dikatakan hanya mengutamakan kebetulan semata, asalkan
cocok bisa dijadikan sampel. Selain mudah jenis sampel ini tidak dipilih secara
acak. Tidak semua unsur atau elemen populasi mempunyai kesempatan sama
untuk bisa dipilih menjadi sampel. Unsur populasi yang terpilih menjadi sampel
bisa disebabkan karena kebetulan.

B. Tujuan
Tujuan yang di harapkan dari seorang dalam pengambilan sampel incindental
sampling dalam penelitian yaitu :
1. Kemudahan dalam pengambilan sampling karena tujuan utama adalah
pemenuhan kuota dan semua sample yang harus memenuhi kuota tidak bisa
ditemukan dalam 1 kali pertemuan.
2. Populasi demikian banyaknya sehingga dalam prakteknya tidak mungkin
seluruh elemen diteliti
3. Keterbatasan waktu penelitian, biaya, dan sumber daya manusia, membuat
peneliti harus telah puas jika meneliti sebagian dari elemen penelitian
4. Bahkan kadang, penelitian yang dilakukan terhadap sampel bisa lebih reliabel
daripada terhadap populasi misalnya, karena elemen sedemikian banyaknya
maka akan memunculkan kelelahan fisik dan mental para pencacahnya
sehingga banyak terjadi kekeliruan
5. Jika elemen populasi homogen, penelitian terhadap seluruh elemen dalam
populasi menjadi tidak masuk akal, misalnya untuk meneliti kualitas jeruk dari
satu pohon jeruk

C. Kriteria
Secara umum, sampel yang baik adalah yang dapat mewakili sebanyak
mungkin karakteristik populasi.

1. Objektif: sampel yang terkumpul harus sesuai dengan keadaan yang
sebenarnya
2. Representative: sampel yang terkumpul harus dapat mewakili objek yang
diamati
3. Standard error yang kecil: tingkat ketelitian proses mendapatkan sampel harus
tinggi atau kesalahan proses pengambilan sampel harus kecil
4. Relevan: sampel yang terkumpul harus memiliki hubungan atau keterkaitan
dengan masalah yang akan diselesaikan

Keuntungan didalam menggunakan accidental sampling yaitu :
1. Lebih murah, dan mudah
2. Akurat,
3. Mewakili populasi,
4. Lebih spesifik
Kelemahan didalam menggunakan sampel yaitu :
1. Sampel yang diambil bisa jadi tidak mewakili populasi yang ada
2. Peneliti membuang aspek justifikasi karena hanya yang kebetulan bertemu
saja yang bisa menjadi sampel
D. Manfaat dalam riset
Secara umum, manfaat teknik pengambilan sampling secara accidental
memberikan kemudahan dalam pengumpulan sampel, selain jumlah dari target
sampel yang terpenuhi juga tidak harus dalam 1 waktu penelitian tentu akan
membuat peneliti lebih santai dalam melalakukan pengumpulan data.
E. Cara
Teknik sampling ini sangat mudah, kenapa kita hanya tinggal
menentukan jumlah sampel, kriteria sampel yang akan di ambil, kemudian
kita datang ke lokasi pengambilan sampling misalnya di Puskesmas X, dengan
kriteria ibu yang bersalin di Puskesmas tersebut maka kita hanya menunggu di
Puskesmas tersebut, jika ada ibu yang datang untuk melahirkan maka kita
mendapatkan sampel, jika tidak ada maka kita tidak menemukan sampel dan
besok kita kembali lagi untuk menunggu sampai batas yang ditentukan. Jika
sampai batas waktu tidak memenuhi kuota maka kita sudahi pengumpulan
data dan menggunakan data tersebut yang sudah terkumpul.

Supaya kuota kita terpenuhi maka kita harus menentukan jumlah kuota
sampel sesuai dengan karakteristik dari populasi. Makin tidak seragam sifat
atau karakter setiap elemen populasi, makin banyak sampel yang harus
diambil. Jika rencana analisisnya mendetail atau rinci maka jumlah
sampelnya pun harus banyak. Cara penghitungannya sebagai berikut :
1. Sampel tunggal untuk perkiraan rerata (studi deskriptif)


s: Simpang baku nilai rerata dalam populasi (dari pustaka)
d: tingkat ketepatan absolut yang diinginkan (ditetapkan peneliti)
: tingkat kemaknaan (ditetapkan peneliti)

2. Besar sampel untuk beda rerata dua kelompok dependen




s:simpang baku dari rerata selisih (dari pustaka)
d:selisih rerata kedua kelompok(clinical judgment)
:kesalahan tipe I (ditetapkan)
:kesalahan tipe II (ditetapkan)











2
(


=
d
s z
n
o
( )
2
(

+
=
d
Sd z z
n
| o
3. Perkiraan jumlah sampel data nominal
Besar sampel untuk proporsi suatu populasi:


n = besar sampel yang diinginkan
= tingkat kemaknaan (misalnya 0,05)
P = proporsi keadaan yang akan dicari (dari pustaka atau penelitian
terdahulu), boleh 0,5 (bila tidak diket)
Q = 1-P
d = tingkat ketepatan absolut yang dikehendaki, misalnya 10%






































2
2
d
PQ z
n
o
=
Lampiran Pertanyaan

Amir adalah seorang mahasiswa tingkat akhir yang sedang menempuh skripsi. Ketika
sedang memilih teknik sampling amir mendapat kendala dengan jam kuliah yang
padat sehingga pengumpulan data Amir tidak memiliki waktu yang cukup.
1. Teknik sampling apa yang cocok digunakan Amir?
a. Simple Random Sampling
b. Incidental Sampling
c. Stratified Random Sampling
d. Systematic Random Sampling
e. Cluster Random Sampling
2. Yang bukan termasuk teknik pengambilan data probability sampling yaitu
a. Simple arndom Sampling
b. Stratified Random Sampling
c. Incidental Random Sampling
d. Cluster Sampling
e. Area Sampling
3. Alasan utama pemilihan Incidental Random Sampling pada kasus Amir adalah?
a. Dana
b. Lokasi jauh
c. Luas wilayah
d. Populasi sedikit
e. Kesibukan
4. Cara incidental sampling adalah?
a. Membagi wilayah populasi
b. Membuat undian untuk populasi
c. Memberi nomor pada populasi kemudian mengundi angka belakang yang akan
menjadi sampel
d. Menunggu di tempat pencarian sampel sampai mendapatkan sampel yang
cukup
e. Menanyakan pada sampel kira-kira siapa lagi yang memilki kriteria yang sama
dengan sampel
5. Sampel adalah bagian dari populasi. Demikian yang berhungan dengan syarat dari
incidental sampling yang khusus adalah?
a. Objektif
b. Representatif
c. Relevan
d. Standart error rendah
e. Seadanya





Daftar Pustaka


Anisah Ardiana. 2012. Popoulasi dan Sampel Penelitian. Jember : PSIK Universitas
Jember

Hasan mustofa. 2000. Teknik Sampling. Jakarta : Rineka Cipta

Uma Sekaran. 2004. Aplikasi Penggunaan Sampel Dalam Penelitian. Yogyakarta :
Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Gajah Mada