Anda di halaman 1dari 5

A.

Definisi Accidental Sampling merupakan teknik mengambil sampel secara sembarang (kapanpun dan dimanapun menemukan) asal memenuhi syarat sebagai sampel dari populasi tertentu. Bisa dikatakan hanya mengutamakan kebetulan semata, asalkan cocok bisa dijadikan sampel. Selain mudah jenis sampel ini tidak dipilih secara acak. Tidak semua unsur atau elemen populasi mempunyai kesempatan sama untuk bisa dipilih menjadi sampel. Unsur populasi yang terpilih menjadi sampel bisa disebabkan karena kebetulan. B. Tujuan Tujuan yang di harapkan dari seorang dalam pengambilan sampel incindental sampling dalam penelitian yaitu : . !emudahan dalam pengambilan sampling karena tujuan utama adalah pemenuhan kuota dan semua sample yang harus memenuhi kuota tidak bisa ditemukan dalam kali pertemuan. ". #opulasi demikian banyaknya sehingga dalam prakteknya tidak mungkin seluruh elemen diteliti $. !eterbatasan %aktu penelitian, biaya, dan sumber daya manusia, membuat peneliti harus telah puas jika meneliti sebagian dari elemen penelitian &. Bahkan kadang, penelitian yang dilakukan terhadap sampel bisa lebih reliabel daripada terhadap populasi ' misalnya, karena elemen sedemikian banyaknya maka akan memunculkan kelelahan (isik dan mental para pencacahnya sehingga banyak terjadi kekeliruan ). *ika elemen populasi homogen, penelitian terhadap seluruh elemen dalam populasi menjadi tidak masuk akal, misalnya untuk meneliti kualitas jeruk dari satu pohon jeruk C. Kriteria Secara umum, sampel yang baik adalah yang dapat me%akili sebanyak mungkin karakteristik populasi. . +bjekti(: sampel yang terkumpul harus sesuai dengan keadaan yang sebenarnya ". ,epresentati-e: sampel yang terkumpul harus dapat me%akili objek yang diamati $. Standard error yang kecil: tingkat ketelitian proses mendapatkan sampel harus tinggi atau kesalahan proses pengambilan sampel harus kecil &. ,ele-an: sampel yang terkumpul harus memiliki hubungan atau keterkaitan dengan masalah yang akan diselesaikan !euntungan didalam menggunakan accidental sampling yaitu : . .ebih murah, dan mudah ". Akurat, $. /e%akili populasi, &. .ebih spesi(ik !elemahan didalam menggunakan sampel yaitu : . Sampel yang diambil bisa jadi tidak me%akili populasi yang ada

". #eneliti membuang aspek justi(ikasi karena hanya yang kebetulan bertemu saja yang bisa menjadi sampel D. Manfaat dalam riset Secara umum, man(aat teknik pengambilan sampling secara accidental memberikan kemudahan dalam pengumpulan sampel, selain jumlah dari target sampel yang terpenuhi juga tidak harus dalam %aktu penelitian tentu akan membuat peneliti lebih santai dalam melalakukan pengumpulan data. E. Cara Teknik sampling ini sangat mudah, kenapa kita hanya tinggal menentukan jumlah sampel, kriteria sampel yang akan di ambil, kemudian kita datang ke lokasi pengambilan sampling misalnya di #uskesmas 0, dengan kriteria ibu yang bersalin di #uskesmas tersebut maka kita hanya menunggu di #uskesmas tersebut, jika ada ibu yang datang untuk melahirkan maka kita mendapatkan sampel, jika tidak ada maka kita tidak menemukan sampel dan besok kita kembali lagi untuk menunggu sampai batas yang ditentukan. *ika sampai batas %aktu tidak memenuhi kuota maka kita sudahi pengumpulan data dan menggunakan data tersebut yang sudah terkumpul. Supaya kuota kita terpenuhi maka kita harus menentukan jumlah kuota sampel sesuai dengan karakteristik dari populasi. /akin tidak seragam si(at atau karakter setiap elemen populasi, makin banyak sampel yang harus diambil. *ika rencana analisisnya mendetail atau rinci maka jumlah sampelnya pun harus banyak. 1ara penghitungannya sebagai berikut : . Sampel tunggal untuk perkiraan rerata (studi deskripti()
z s n= d s: Simpang baku nilai rerata dalam populasi (dari pustaka)
"

d: tingkat ketepatan absolut yang diinginkan (ditetapkan peneliti) : tingkat kemaknaan (ditetapkan peneliti) ". Besar sampel untuk beda rerata dua kelompok dependen
( z + z ) Sd n= d
"

s:simpang baku dari rerata selisih (dari pustaka) d:selisih rerata kedua kelompok(clinical judgment) :kesalahan tipe 2 (ditetapkan) :kesalahan tipe 22 (ditetapkan)

$. #erkiraan jumlah sampel data nominal Besar sampel untuk proporsi suatu populasi:

z PQ n= " d
n 3 besar sampel yang diinginkan 4 3 tingkat kemaknaan (misalnya 5,5)) # 3 proporsi keadaan yang akan dicari terdahulu), boleh 5,) (bila tidak diket) 6 3 7# d 3 tingkat ketepatan absolut yang dikehendaki, misalnya 58 (dari pustaka atau penelitian

"

Lampiran Pertanyaan Amir adalah seorang mahasis%a tingkat akhir yang sedang menempuh skripsi. !etika sedang memilih teknik sampling amir mendapat kendala dengan jam kuliah yang padat sehingga pengumpulan data Amir tidak memiliki %aktu yang cukup. . Teknik sampling apa yang cocok digunakan Amir9 a. Simple ,andom Sampling b. In idental !amplin" c. Strati(ied ,andom Sampling d. Systematic ,andom Sampling e. 1luster ,andom Sampling ". :ang bukan termasuk teknik pengambilan data probability sampling yaitu a. Simple arndom Sampling b. Strati(ied ,andom Sampling c. In idental #and$m !amplin" d. 1luster Sampling e. Area Sampling $. Alasan utama pemilihan 2ncidental ,andom Sampling pada kasus Amir adalah9 a. ;ana b. .okasi jauh c. .uas %ilayah d. #opulasi sedikit e. Kesibu%an &. 1ara incidental sampling adalah9 a. /embagi %ilayah populasi b. /embuat undian untuk populasi c. /emberi nomor pada populasi kemudian mengundi angka belakang yang akan menjadi sampel

d. Menun""u di tempat pen arian sampel sampai mendapat%an sampel yan" u%up e. /enanyakan pada sampel kira7kira siapa lagi yang memilki kriteria yang sama dengan sampel ). Sampel adalah bagian dari populasi. ;emikian yang berhungan dengan syarat dari incidental sampling yang khusus adalah9 a. +bjekti( b. ,epresentati( c. ,ele-an d. Standart error rendah e. !eadanya

Daftar Pusta%a Anisah Ardiana. "5 ". #opoulasi dan Sampel #enelitian. *ember : #S2! Uni-ersitas *ember <asan musto(a. "555. Teknik Sampling. *akarta : ,ineka 1ipta Uma Sekaran. "55&. Aplikasi #enggunaan Sampel ;alam #enelitian. :ogyakarta : =akultas 2lmu !esehatan Uni-ersitas >ajah /ada