Anda di halaman 1dari 6

LAPORAN PRAKTIKUM 4

PIPA VENTURI (METER VENTURI)

PRAKTIKUM MEKANIKA FLUIDA

Disusun oleh:
NAMA : Fajar Sulistyo (12509134007) : Wasis Marjuni (12509134009) : Didik Andy I (12509134010) : Wisnu Abi A (12509134011) : B-1

KELAS

PRODI TEKNIK OTOMOTIF D-3

FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS NEGERI YOGYAKARTA 2013

LAPORAN PRAKTIKUM
A. Tujuan Penyusunan Laporan Setelah selesai mengerjakan praktikum mahasiswa diharapkan : 1. Mahasiswa dapat menggambarkan hubungan antara debit air yang mengalir dalam pipa venturi dengan tekanan yang terjadi. 2. Mahasiswa dapat mengukur debit aliran air dalam pipa tertutup dengan menggunakan venturi meter. B. Alat dan Bahan : 1. Alternatif 1: Meja percobaan cussion Perangkat venture meter Pengukur waktu Segitiga siku siku Format pengamatan 2. Alternatif 2 : Meja percobaan biasa untuk percobaan Perangkat venture meter Pengukur waktu Segitiga siku siku Gelas ukur Sumber saluran air dan pipa karet atau plastic Kertas millimeter C. Kajian teori Dalam keseharian kita menemui beberapa kejadian aliran yang melalui sebuah pipa tekanan air yang mengalir akan berkurang dengan melalui sebuah pipa yang berhubungan dengan rumus Bernouli dibawah ini : +Z2 Pipa datar ZI Z2 = 0

Penurunan tekanan : h = Debit air : Q =


{ }

Cd = Koefisien Discharge

Venturi meter Pipa lebar Cd = 0,98 Pipa sempit Cd = 0,91 0,98 Pipa venturi merupakan sebuah pipa yang memiliki penampang bagian tengahnya lebih sempit dan diletakkan mendatar dengan dilengkapi

dengan pipa pengendali untuk mengetahui permukaan air yang ada sehingga besarnya tekanan dapat diperhitungkan. Dalam pipa venturi ini luas penampang pipa bagian tepi memiliki penampang yang lebih luas daripada bagian tengahnya atau diameter pipa bagian tepi lebih besar daripada bagian tengahnya. Zat cair dialirkan melalui pipa yang penampangnya lebih besar lalu akan mengalir melalui pipa yang memiliki penampang yang lebih sempit, dengan demikian maka akan terjadi perubahan kecepatan. Apabila kecepatan aliran yang melalui penampang lebih besar adalah v1 dan kecepatan aliran yang melalui pipa sempit adalah v2, maka kecepatan yang lewat pipa sempit akan memiliki laju yang lebih besar (v1 < v2). Dengan cara demikian tekanan yang ada pada bagian pipa lebih sempit akan menjadi lebih kecil daripada tekanan pada bagian pipa yang berpenampang lebih besar. D. Langkah Kerja : 1. Hubungkan perangkat meter venture dengan pipa pemasok air. Atur besarnya aliran sehingga beda ketinggian air dalam pipa pengukur mudah diamati dan tetap stabil. 2. Amati tinggi air h dan catat dalam format pengmatan. 3. Air yang keluar dari meter venture ditampung untuk mendapatkan banyaknya air yang mengalir dalam waktu tertentu, untuk

mendapatkan debit air ( Q ). 4. Ulangi langkah 1-2-3 seperti tersebut diatas sampai dua kali dengan harga h yang sama (alirannya tetap). Catat besarnya h (sama) dan Q (mungkin tidak persis sama). 5. Kerjakan lagi seperti langkah 1-2-3 diatas, tetapi dengan besarnya h yang bervariasi. Dengan sendirinya Q yang di dapat juga bervariasi harganya. Kerjakan sampai 5/6 macam variasi h. hasil pengamatan tantang h dan Q dicatat secara cermat dalam format pengamatan. Makin banyak variasi besarnya h makin baik.

6. Cobalah dengan menghitung harga h secara teoritis. Caranya adalah dengan berpangkal pada Q hasil pengamatan untuk mencari V1 dan V2 dengan menggunakan rumus kontinyuitas : Q = A1 . V1 = A2 . V2 = C 7. Cobalah dengan menghitung Q secara teoritis. Caranya ialah dengan memasukkan harga h dari pengamatan ke dalam rumus Q. 8. Lengkapilah harga h dan Q yang dihitung pada format pengamatan. (catatan : D1=20mm & D2=10mm). E. Hasil Pengamatan Perc. Ke. 1 2 3 4 5 6 7 8 9 h (cm) 9,5 9,5 9,5 6 6 6 10,5 10,5 10,5 Pengamatan V (cc) t (s) 720 5,94 650 4,8 725 6,19 820 7,29 600 5,49 510 4,83 610 4,01 650 4,56 590 4,45 Q (cc/s) 121,21 135,42 117,12 112,48 109,28 105,59 152,12 142,54 132,58 Perhitungan h (mm) Q (cc/s) 12,03 483,061

9,23

423,53

15,72

552,2

Pembahasan Perhitungan Pembahasan pada percobaan dengan ketinggian 9,5cm

= 121,21 cc/s = 135,42 cc/s Q rata-rata = 124,58 cc/s

= 117,12 cc/s

= 158,70 cc

= 39,67 cc

= 12,83 0,80 = 12,03 mm Jawaban Pertanyaan 1. Jika dibandingkan ketinggian pada pipa venturi (h) hasil pengamatan dengan hasil pehitungan memiliki perbedaan yang cukup jauh. Mungkin hasil ini
F. Kesimpulan

Dari hasil praktikum yang dilaksanakan, dapat disimpulkan bahwa : Pada tegangan 1 volt, tegangan tersebut sudah dapat menembus dioda zener. Dioda juga di pakai sebagai regulator tegangan shunt sehingga tegangan akan di batasi sampai ke suatu angka yang sudah di tentukan.

G. Saran

Adapun saran saya sebagai mahasiswa Jurusan Teknik Otomotif Universitas Negeri Yogyakarta Tahun 2012 adalah sebagai berikut : 1. Sebaiknya alat yang di gunakan untuk praktikum menggunakan alat yang kondisinya masih bagus. Jadi data yang di ambil bisa akurat. 2. Waktu untuk praktikum ditambah agar data yang di ambil lengkap sesuai job sheet.

H. Daftar Pustaka http://komponenelektronika.org/dioda-zener.htm http://dien-elcom.blogspot.com/2012/08/pengertian-integrated-circuit-icbidang.html http://www.spiderbeat.com/2012/12/dioda-zener-sebagai-regulator.html http://skemarangkaianpcb.com/rangkaian-regulator-tegangan-12v-25-a/

I. Lampiran

Gmb. Multimeter

Gmb. Kabel penghubung

Gmb training Kit LED