Anda di halaman 1dari 6

Kewirausahaan dan Daya Saing Bangsa

Dunia saat ini tengah berada dalam era globalisasi yang membawa setiap negara di dalamnya masuk ke dalam persaingan ketat dan intensif. Karena itu, setiap negara termasuk Indonesia dituntut untuk membangun daya saing yang kuat agar tetap bertahan. Pengusaha nasional dan pendiri Universitas Sahid (Usahid , Prof Sukamdani Sahid !itosard"ono dalam kuliah umum di universitas swasta itu belum lama ini mengatakan, salah satu kun#i untuk meningkatkan daya saing adalah dengan meningkatkan kewirausahaan, baik sisi kualitas maupun kuantitasnya. $enurut mantan pegawai Kementerian Dalam %egeri yang telah sukses membangun Sahid !roup itu, universitas yang didirikannya &' tahun lalu tersebut, menanamkan semangat kewirausahaan kepada mahasiswanya sebagai dasar pondasi dan "ati diri. Dalam kuliah umum yang diselenggarakan khusus untuk menyambut mahasiswa baru tahun a"aran &''()&''* tersebut, Sukamdani menekankan bahwa kewirausahaan memegang peranan yang sangat kuat dalam meningkatkan daya saing bangsa. +Setiap individu dalam bangsa ini harus memiliki pemikiran yang "auh ke depan, pola pikir bahwa wirausaha adalah nilai yang harus dimiliki oleh setiap bangsa yang modern dan ma"u,+ kata Sukamdani yang ,$aret lalu genap berusia (' tahun. Dia menyebutkan, berdasarkan hasil penelitian seorang ilmuwan .merika Serikat (.S , David $#/lelland, suatu negara dapat dikatakan makmur, minimal harus memiliki "umlah entrepreneur atau wirausahawan sebanyak dua persen dari "umlah populasi penduduknya. 0asil pemantauan menun"ukkan, .S pada tahun &''1 memiliki ,,,2 persen wirausahawan, kemudian Singapura 1,& persen. Sementara Indonesia pada tahun &''1 diperkirakan hanya men#apai -''.''' orang atau hanya '.,( persen dari yang seharusnya -,- "uta wirausahawan. .lasan mengapa "umlah wirausahawan men"adi sangat penting untuk sebuah bangsa, seperti dituturkan Sukamdani adalah karena wirausahawan unggul dalam kualitas. Kehadiran mereka membuat perekonomian negara akan semakin se"ahtera dan kuat. +.da beberapa syarat yang harus dipenuhi oleh sebuah negara untuk men"adi se"ahtera dan kuat, yaitu ter#iptanya pemerintahan yang bersih dan berwibawa, kemudian memiliki se"umlah wirausahawan yang memiliki dedikasi atau pengabdian tinggi terhadap bangsa dan negara. Selain itu, suatu negara yang kuat "uga harus memiliki ilmuwan3ilmuwan yang siap menyumbangkan atau mempersembahkan hasil penelitiannya, sebagai komoditas yang berharga untuk pasar global,+ tuturnya. 4iga komponen tersebut, imbuh Sukamdani, harus dimiliki oleh rakyat Indonesia dan tertanam dalam "iwa dan watak mereka. Dengan demikian, rasa bangga akan dimiliki oleh segenap bangsa Indonesia.

5eberapa alasan yang diindikasikan oleh Sukamdani tentang kewirausahaan yang belum berkembang di Indonesia adalah, karena budaya wirausahawan yang "uga belum mengakar dalam setiap masyarakat Indonesia terutama para kaum muda. $ayoritas masyarakat Indonesia, masih berada dalam struktur dan alam pikiran agraris. +%ilai agraris pada umumnya masih didominasi oleh nilai3nilai yang lebih bergantung pada alam daripada bertumpu pada kemampuan sendiri seperti kemampuan inovasi dan kepandaian mengadopsi,+ u"arnya. Selain itu, profesi wira3 usahawan di Indonesia masih dianggap sebagai profesi yang kurang terhormat. 5udaya atau pemikiran masyarakat pada kenyataannya lebih memandang profesi sebagai pegawai pemerintahan atau pegawai swasta sebagai profesi yang lebih pantas dan terhormat, bukan sebagai pedagang. Pencipta Lapangan Kerja. Sementara alasan yang kedua adalah konsep pendidikan yang menghasilkan peker"a dan bukan pen#ipta lapangan ker"a masih merupakan arus utama dalam pendidikan nasional Indonesia. $en"adi karyawan adalah alasan utama mengapa seseorang melan"utkan kuliah. +$asyarakat Indonesia masih #enderung men#ari gaya beker"a dengan 6ona nyaman, sementara budaya itu sangat bertolak belakang dengan budaya seorang wirausa3 hawan yang menuntut semangat yang pantang menyerah, berani mengambil risiko, kreatif, dan inovatif,+ kata Sukamdani. Di samping itu, pembangunan kewirausahaan "uga tidak lepas dari peran Kamar Dagang dan Industri (Kadin yang pada tahun &''2 yang mengungkapkan bahwa keberhasilan pembangunan kewirausahaan ternyata tidak lepas dari peran serta swadaya masyarakat. Peran serta masyarakat ternyata men"adi kun#i penting dalam membangun kewirausahaan yang berdaya saing global. $asih banyak pula yang harus dikembangkan dan dibenahi dalam men#iptakan swadaya pembangunan kewirausahaan. $isalnya, dalam sistem pendidikan kewirausahaan. $asih banyak yang harus ditingkatkan, misalnya kurangnya minat para wira3 usahawan sukses untuk menga"ar, lalu kurikulum kewirausahaan yang dianggap kurang menarik dan lebih indoktrinatif, mental penga"ar yang formal dan sekadar menyelesaikan se"umlah minggu pertemuan, dan kurang ter#iptanya pusat3pusat pelatihan kewirausahaan. Pembangunan kewirausahaan di Indonesia tidaklah mudah, berdasarkan penelitian dari 7ntrepreneurship 8orking !roup .sia Pa#i3 fi# 7#onomi# /ooperation (.P7/ pada tahun &''-, terlihat bahwa hanya sedikit wirausahawan yang berhasil men"adi pengusaha menengah dan besar dalam siklus pola kewirausahaan. !e"ala inilah yang "uga ter"adi di Indonesia, seperti kenyataan bahwa mayoritas wirausahawan yang sukses di Indonesia berasal dari keturunan atau etnis 4ionghoa. +Seharusnya, nilai dan semangat yang dimiliki oleh masyarakat etnis 4ionghoa dalam berwirausaha ini dapat ditularkan dan di#ontoh oleh masyarakat Indonesia. $isalnya, dengan bela"ar dari pengalaman negara yang telah sukses dengan kewirausahaannya,+ u"ar mantan

ketua

umum

Kamar

Dagang

dan

Industri

(Kadin

Indonesia

ini.

Identitas Usahid sebagai universitas berbasiskan kewirausahaan pun, dibangun bukan dengan kebetulan atau tanpa proses se"arah. Sukamdani menguraikan, ada dua pertimbangan mengapa kewirausahaan harus men"adi norma dan identitas Usahid, pertama adalah karena Sukamdani yang "uga sebagai pendiri Usahid adalah seorang wirausahawan. .lasan yang kedua adalah karena kewirausahaan merupakan identitas masyarakat modern. Dalam bukunya yang ber"udul 8irausaha $engabdi Pembangunan pada tahun &'',, "elas tergambar bagaimana Sukamdani membuat se"arah, mulai dari seorang pegawai pemerintahan pada tahun ,*2& hingga men"adi pen#ipta peluang ker"a dengan mendirikan perusahaan per#etakan dari seorang pe"uang nasional men"adi seorang wirausahawan nasional. 9880)$3,2: Suara Pembaruan Daily

Meniadakan
4hu, &2)'*)&''( 3 ,;<21 = U/7/.Staff >leh Antonius Tanan 3 University of /iputra 7ntrepreneurship /enter.

74 .! " lulusan Perguruan 4inggi (&''1 yang menganggur adalah bukti nyata bahwa Indonesia sudah kelebihan pasokan pen#ari ker"a dan kekurangan pasokan pen#ipta ker"a. Pendidikan kita telah berhasil menghasilkan lulusan dengan tanda lulus bela"ar untuk masuk ke pasar ker"a namun sayangnya kenaikan "umlah lapangan ker"a kalah #epat dengan kenaikan "umlah lulusan . 4anpa terobosan baru dalam bidang pendidikan maka sekolah dan perguruan tinggi kita akan men"adi +pabrik+ penghasil pengangguran khususnya para penganggur muda yang terdidik. Kondisi ini akan "adi sumber berbagai keka#auan dan ben#ana sosial yang mengerikan. Sangat ironis bila kita mengingat fakta bahwa Indonesia ter#inta adalah 6amrud khatulistiwa yang limpah dengan kekayaan alam dan budaya. ?akyat Indonesia ternyata belum berhasil mengolah karunia 4U0.% @ang $aha 7sa men"adi kese"ahteraan bagi dirinya, keluarganya dan bagi bangsanya. Ini adalah sebuah bukti bahwa manfaat ekonomis yang terbesar memang bukan berpihak kepada siapa yang memiliki atau memperoleh kekayaan alam tapi berpihak kepada mereka yang mampu memasarkan produk kepada pasar dengan nilai tambah terbesar. Inilah hukum pasar dan siapa sa"a yang berada di dalam pasar harus tunduk kepada hukum ini. >leh karena itu tanpa ke#akapan entrepreneurship (ke#akapan mengelola pasar #ita3#ita generasi muda untuk lepas dari kemiskinan dan bangkit meraih kemakmuran tampaknya hanya "adi sebuah utopia

Pendidikan Menjadi Bagian Dari Masa#ah


Pendidikan yang ter"adi diseluruh dunia pada dasarnya membangun manusia3manusia peker"a. Sumber daya manusia yang kaya dengan ragam potensi telah berhasil kita masukkan dalam #etakan yang seragam yaitu dibentuk untuk "adi pen#ari ker"a. Strategi ini tidak salah bila industri terus bertumbuh se#epat pasokan tenaga ker"a dan kema"uan teknologi berpihak penuh pada kaum peker"a. Pada kenyataannya sekarang Indonesia bukan satu3satunya pilihan terbaik untuk industri dunia, tetangga3tetangga kita seperti Aietnam, Kambo"a dll makin ramah dan makin menarik bagi investor. Selain itu kema"uan teknologi di satu sisi men#iptakan lapangan ker"a di pihak lain men"adi sen"ata pemusnah masal lapangan ker"a yang terbaik. Sebagai #ontoh, mesin .4$ yang menawarkan solusi dan pelayanan yang #anggih mampu beker"a &- "am dan paling tidak setiap mesinnya menggantikan B orang peker"a. Sadarkah kita bahwa puluhan ribu .4$ di tanah air yang telah kita undang dan sambut itu ternyata meniadakan barangkali ratusan ribu lapangan ker"a kasirC

Pendidikan Dengan $rientasi Baru Ada#ah So#usi

Pendidikan dengan orientasi yang baru harus dapat men"awab pernyataan %icho#as %egroponte (penggagas laptop USD ,'' sebagai berikut< "Pada tahun 2020 kebanyakan atasan adalah diri

sendiri..." Ini adalah tentang sebuah peker"aan yang di#iptakan oleh diri sendiri, atau men"adi entrepreneur. >leh karena itu kita harus memiliki sebuah orientasi baru dalam pendidikan yaitu hadirnya pendidikan entrepreneurship yang ikut memperkaya pendidikan nasional. Kita harus memberikan inspirasi dan pelatihan entrepreneurship kepada generasi muda kita se"ak dini sesegera mungkin karena memang mendidik orang hanya "adi peker"a adalah strategi masa lampau yang sudah tidak #o#ok lagi untuk menghadapi tantangan masa kini dan masa depan.

Bukan &anya Ke#uar Dari Ke'iskinan


Pembela"aran entrepreneurship bukan hanya akan menghasilkan manusia3manusia masa depan yang dapat bebas dari kemiskinan namun para entrepreneur yang bertumbuh dan berhasil adalah sumber3sumber entrepreneurship kese"ahteraan dapat kita masyarakat yang dapat peker"aan kita baru, andalkan. berbagai Dari kegiatan pa"ak,

harapkan

lapangan

kutipan

masyarakat yang sehat dan kota3kota yang terbangun melalui swadaya masyarakat. Pendidikan entrepreneurship adalah sen"ata penghan#ur massal untuk pengangguran dan kemiskinan sekaligus "adi tangga menu"u impian setiap warga masyarakat untuk mandiri se#ara finansial, memiliki kemampuan membangun kemakmuran individu dan sekaligus ikut membangun kese"ahteraan masyarakat.

Berdiri Diatas Kaki Sendiri


Untuk membangun kemakmuran kita patut dan harus berdiri diatas kaki sendiri. Untuk #ita3#ita ini kita tidak bisa bergantung pada negara3negara lain. %egara3negara ma"u mungkin prihatin dan peduli bila kita lapar dan miskin namun "angan harapkan bantuan dari mereka bila kita ingin makmur dan se"ahtera. Kita bersama patut memiliki keyakinan kuat bahwa anugerah 4U0.% @ang $aha 7sa bagi Indonesia lebih dari #ukup bahkan melimpah apakah itu kekayaan alam raya maupun sumber daya manusia untuk men"adi modal membangun bangsa yang se"ahtera dan kuat. %amun kita harus melakukan bagian kita yaitu mengolah anugerah 4U0.% tersebut agar dapat disambut pasar dan di"adikan kese"ahteraan rakyat. Sebuah "alan sangat penting untuk

men#apai#ita3#ita itu adalah ke#akapan entrepreneurship yang menyebar luas di seluruh negeri dan pendidikannya dilakukan se"ak dini.