Anda di halaman 1dari 30

PENERAPAN METODE ANALISIS 6C DALAM PENILAIAN KELAYAKAN KREDIT PADA PT BANK TABUNGAN NEGARA (PERSERO) , TBK KANTOR CABANG

MEDAN
CREATED BY: FEBRIANTY Br. Nainggolan BK-6G Perbankan Dan Keuangan Akuntansi Politeknik Negeri Medan

ABSTRAK
Tidak semua nasabah yang memperoleh kredit dari bank dapat mengembalikannya dengan baik. Pada kenyataanya selalu ada nasabah yang disebabkan oleh suatu hal baik itu ketidakmampuan atau adanya ketidakmauan sehingga tidak dapat mengembalikan kreditnya. Di sisi lain, bank harus membayar setiap rupiah dana masyarakat yang ditempatkan padanya. Maka diperlukan analisis kredit sebelum nasabah mendapatkan kredit untuk meminimalisasi kredit yang kurang baik. Judul yang penulis pilih adalah Penerapan Metode Analisis 6C Dalam Penilaian Kelayakan Kredit Pada PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk Cabang Medan. Tujuan penulis membuat laporan tugas akhir dengan judul tersebut adalah untuk mengetahui bagaimanakah penerapan prinsip 6C pada proses analisis terhadap permohonan kredit pada PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk Cabang Medan. Dalam penelitian ini menggunakan teknik pengumpulan data antara lain wawancara dan dokumentasi pada bank yang bersangkutan . Populasinya ialah semua kredit yang disalurkan pada bank tersebut. Kesimpulan menunjukan bahwa PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk Cabang Medan belum menggunakan metode 6C secara sempurna karena menurut mereka sangat sulit untuk menganalisis hambatan yang akan terjadi nantinya. Kata Kunci: Penerapan, Metode 6C, Kredit.

ABSTRACT
Not all customers who received the credit from the bank could make a good repayment. In reality, there was always problem caused by inability thus a failure of repaying the credit. In other hand, the bank should pay for unit of fund distributed to peoples. For the reason, there should be a credit analysis prior to credit delivery to minimalize the risk of bad credit. The title of Final Assignment is The Application of 6C Method in Evaluation of People Business Credit Feasibility in PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk Cabang of Medan. The objective of research would be to know how is the application of 6C Principle in analysis process of credit request in PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk Cabang of Medan. The technic of data colection in this research consisted of interview and docummentation of the bank. The population was all credit distributed in the bank. The Conclusion shows that PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk Cabang of Medan doesnt use the 6c methods completely because according to them its to analyse the obstruction that will be happen.

BAB 1
Latar Belakang Pemilihan Judul

Pendahuluan

Analisis kredit merupakan salah satu faktor yang dapat digunakan sebagai acuan bank apakah permohonan kredit dari nasabah dapat disetujui atau ditolak. Analisis yang dilakukan oleh bank sangat bervariasi sesuai dengan kebijakan (credit policy) dan peraturan yang telah ditetapkan oleh bank tersebut dan dilakukan sedemikian baiknya karena bila terjadi kredit bermasalah berakibat pada kerugian bank yaitu kerugian karena tidak diterimanya kembali dana yang telah disalurkan, maupun pendapatan bunga yang tidak dapat diterima. (Ismail, 2010:111). Metode analisis merupakan alat yang penting digunakan untuk mengetahui apakah kredit yang diajukan layak atau tidak diberikan kepada calon debitur. Metode analisis ada berbagai jenis yaitu metode 6C,7P, dan 3R.

Salah satu metode analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode 6C. Metode 6C tersebut akan memberikan gambaran tentang kinerja (performance) calon-calon debitur yang akan mengajukan kredit dan menilai semua aspek yang berhubungan dengan pengajuan kredit yang diminta. Maka dari itulah, berdasarkan fenomena diatas dapat kita ketahui bahwa menganalisa aspek-aspek tersebut sebelum memberikan kredit kepada calon debiturnya sangat penting.

Perumusan Masalah
Berdasarkan dengan uraian yang telah dijelaskan diatas, maka rumusan masalah yang diangkat dalam penelitian ini adalah: 1.Apakah bank telah menggunakan metode analisis khususnya metode 6C Secara sempurna sebelum mereka menyetujui kredit yang diminta? 2. Metode apakah yang dominan pengaruhnya dalam menyebabkan kredit macet?

Tujuan Penelitian Penelitian ini bertujuan untuk: Mengetahui penerapan metode analisis kredit terhadap pemberian kredit pada PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk Cabang Medan. Untuk memahami bagaimana para penulis analis kredit memutuskan pemberian kredit secara benar dalam arti menciptakan kredit yang sehat bagi bank tersebut.

1.4. Manfaat Penelitian Penelitian ini diharapkan dapat memberikan manfaat dalam hal : Sebagai bahan masukan bagi mahasiswa yang akan membahas masalah yang sama, agar dapat menarik kesimpulan dan saran yang mungkin bermanfaat pada masa yang akan datang . Sebagai bahan pembelajaran bagi penulis dengan membandingkan teori yang telah dipelajari saat perkuliahaan dengan kenyataan di Bank.

Teknik Pengumpulan dan Pengolahan Data

Lokasi Penelitian Lokasi penelitian ini adalah PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. Cabang Medan.

Teknik Pengumpulan data

Teknik pengumpulan data ini dilakukan dengan cara : Wawancara merupakan komunikasi dua arah atau pembicaraan yang dilakukan oleh pewawancara dan responden untuk mengagali informasi yang relevan dengan tujuan penelitian. (Murti Sumarni, 2006:85). Dokumentasi terdiri dari tiga objek yang penting yakni tulisan , tempat , dan orang (Wirartha , 2006:230).

TINJAUAN UMUM MENGENAI PERUSAHAAN

BAB 2

2.1. Sejarah Singkat PT Bank Tabungan Negara (Persero)


Dengan maksud mendidik agar gemar menabung, pemerintah Hindia Belanda melalui Koninklijik Besluit No. 27 tanggal 16 Oktober 1897 mendirikan Postparbank, yang kemudian terus hidup dan berkembang serta tercatat hingga tahun 1939 telah memiliki 4 (empat) cabang yaitu Jakarta, Medan, Surabaya, Makassar. Pada tahun 1940 kegiatannya terganggu, sebagai akibat penyerbuan Jerman atas Netherland yang mengakibatkan penarikan tabungan besar-besaran dalam waktu yang relatif singkat (rush). Namun demikian, keadaan keuangan Postpaarbank pulih kembali tahun 1941. Tahun 1942 Hindia Belanda menyerah tanpa syarat kepada pemerintah Jepang. Jepang membekukan Postpaarbank dan mendirikan Tyokin Kyuko sebuah bank yang bertujuan untuk menarik dana masyarakat melalui tabungan.Tyokin Kyuko Usaha pemerintah Jepang ini tidak sukses karena dilakukan dengan

tanggal 9 Februari 1950 ditetapkan sebagai hari dan tanggal lahir Bank Tabungan Negara. Nama Bank Tabungan Pos meurut UU Darurat tersebut dikukuhkan dengan UU No. 36 tahun 1953 tanggal 18 Desember 1953. Perubahan nama dari Bank Tabungan Pos menjadi Bank Tabungan Negara didasarkan pada PERPU No. 4 tahun 1963 tanggal 22 Juni 1963 yang kemudian dikuatkan dengan UU No. 2 tahun 1964 tanggal 25 Mei 1964. Bentuk hukum Bank Tabungan Negara (BTN) mengalami perubahan lagi pada tahun 1922, yaitu dengan dikeluarkannya PP. No. 24 tahun 1922 tanggal 29 April 1992 tentang menetapkan pelaksanaan dari UU No. 7 tahun 1992 bentuk hukum Bank Tabungan Negara berubah menjadi Perusahaan Perseroan. Sejak itu nama Bank Tabungan Negara menjadi PT Bank Tabungan Negara (Persero) dengan call name Bank BTN

Produk Kredit
a. KPR BTN Sejahtera Tapak dan KPR BTN Sejahtera Susun b. Kredit Pemilikan Apartemen c. Kredit Pemikian Ruko d. Kredit Aguann Rumah e. Kredit Konstruksi BTN f. Kredit Modal Kerja BTN g. KUR BTN

TINJAUAN PUSTAKA
Pengertian Bank

BAB 3

Pengertian Bank berasal dari bahasa Italia banco yanG artinya bangku. Istilah bangku secara resmi dan popular menjadi bank . Bank termasuk perusahaan industri jasa karena produknya hanya memberikan pelayanan jasa kepada masyarakat.
Funi Bank

Menurut Ismail (2010:4-8) fungsi fungsi bank yaitu : a. Menghimpun dana dari masyarakat b. Menyalurkan dana kepada masyarakat c. Pelayanan Jasa Perbangskan

KREDIT
kredit adalah penyediaan uang atau tagihan berdasarkan persetujuan/ kesepakatan pinjam meminjam antara bank dan pihak lain yang mewajibkan pihak peminjam untuk melunasi utangnya setelah jangka waktu tertentu dengan pemberian bunga. UNSUR-UNSUR KREDIT 1. Kreditur 2. Debitur 3. Kepercayaan 4. Jangka waktu 5. Balas Jasa 6. Resiko

Penilaian Kelayakan Kredit


Penilaian atau analisis kredit adalah proses analisis yang dilakukan oleh bank untuk menilai suatu permohonan kredit yang diajukan oleh calon debitur (Kasmir, 2012:108). Account officer (AO) akan mengunjungi nasabah pada waktu yang telah ditentukan sebelumnya untuk membuat laporan keuangan nasabah setiap bulannya dan hasilnya akan dituliskan dalm bentuk laporan neraca. Account officer akan memeriksa jaminan apakah sesuai dengan yang dituliskan dibukti laporan kepemilikan.

Selain dilakukannya kunjungan, bank juga akan melakukan bank checking (pemeriksaan ke bank ) dan malakukan trade checking yaitu pencarian informasi ke rekan bisnis calon debitur . Beberapa hal yang dapat dilakukan bank adalah :

METODE 6C
METODE 6C

METODE 7P

a. Character b. Capacity c. Capital d. Collateral e. Condition f. Constraint

1. Personality 2. Party 3. Purpose 4. Prospect 5. Payment 6.Profitability 7. Protection

Metode 3 R
1. Return (hasil yang dicapai) 2. Repayment (pembayaran kembali 3. Risk bearing ability (kemampuan untuk menanggung resiko)

METODE 6C
Character Character adalah sifat atau watak calon debitur harus benar-benar dipercaya. Dilihat dari latar belakang pekerjaan dan latar belakang pribadi si debitur. Capacity Capacity untuk melihat kemampuan calon nasabah dalam membayar kredit yang dihubungkan dengan kemampuannya mengelola bisnis serta kemampuannya mencari laba. Capital Capital untuk mengetahui sumber-sumber pembiayaan yang dimiliki nasabah terhadap usaha yang akan dibiayai oleh bank.

Collateral Collateral merupakan jaminan yang diberikan calon nasabah baik yang bersifat fisik maupun non fisik Condition Condition untuk menilai kondisi ekonomi sekarang dan yang akan datang sesuai sektor masingmasing. Constraint Constraint dalah batasan dan hambatan yang tidak memungkinkan suatu bisnis untuk dilaksanakan pada tempat tertentu.

BAB 4 HASIL PENGUMPULAN DAN PENGOLAHAN DATA


Hasil Pengumpulan Data Data yang telah dikumpulkan penulis di dapat dari PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk Cabang Medan berupa penilaian setiap jaminan dan penggunaan metode-metode analisis yang digunakan oleh PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk Cabang Medan Periode 2011 sampai dengan 2012. 1. Character (Karakter) . Dalam konsep 5 C, yang selalu menjadi C pertama adalah Character (karakter), sebab, karakter menunjukkan kemauan (willingness) atau tekanan moral dari diri debitur untuk memenuhi kewajibannya pada bank, dalam keadaan apapun. Karakter juga memperlihatkan komitmen debitur dalam berbisnis atau menghasilkan uang, karena itulah sumber pelunasan kewajiban bank

2.CAPACITY

Untuk menganalisis kelayakan bisnis tersebut, bank akan melakukan analisis lingkungan yang umumnya disebut SWOT Analysis yaitu analisis terhadap berbagai faktor yang mempengaruhi daya hidup suatu perusahaan. Berdasarkan kemampuan kendali manajemen, faktorfaktor ini dapat dibagi menjadi faktor internal dan eksternal. Faktor eksternal adalah faktor-faktor yang tidak dapat dikendalikan oleh manajemen, seperti gerakan kurs, peraturan persahaan, inflasi dan lain-lain. Faktor eksternal ini dapat menjadi ancaman (threat) bagi perusahaan atau memberikan peluang (opportunity) untuk perusahaan. Analisis terhadap faktor-faktor internal, yaitu aspek di dalam perusahaan yang dapat dikendalikan oleh manajemen, akan memberikan gambaran mengenai kekuatan (strength) yang merupakan dukungan dan kelemahan (weakness) yang merupakan faktor penghambat bagi perusahan untuk maju dan sukses di masa yang akan datang.Berikut Analisis SWOT

Weakness(es)

Treat(s)

Kelemahan Faktor-faktor di dalam perusahaan yang dapat mengakibatkan kegagalan perusahaan, baik dalam operasional maupun menghadapi persaingan. Misalnya mesin produksi yang telah tua, sumber daya manusia yang lemah dan sebagainya. Strength(s) Kekuatan Faktor-faktor di dalam perusahaan yang dapat dimanfaatkan untuk kesuksesan perusahaan bisnis. Misalnya manajemen yang solid, jaringan pemasaran yang kuat.

Ancaman Faktor-faktor di luar perusahaan yang tidak dapat dikendalikan manajemen yang dapat memberikan dampak buruk bagi perusahan. Misalnya peraturan pemerintah yang tidak kondusif, pertukaran nilai mata uang yang tidak menentu, dan lain-lain. Opportunity(ies) Peluang Faktor-faktor yang tidak dapat dikendalikan oleh manajemen yang memberikan dampak positif kepada perusahaan untuk sukses di bisis. Misalnya jumlah permintan potensial yang masih besar, perbaikan ekonomi dan pendapatan masyarakat, dan lainlain.

3. CAPITAL
Faktor lain yang juga dianalisis oleh bank adalah aspek modal sendiri (capital) yang disetor oleh pemilik.

Situasi A. Seorang pengusaha memiliki dana Rp100 untuk dibelikan barang seharga Rp100 juga (abaikan biaya-biaya lain). Barang tersebut dijual di bulan yang sama dengan harga Rp120 (tunai), sehingga ia untung Rp20. Uang hasil penjualan tersebut dibelikan lagi barang yang sama dan dijual lagi dengan harga yang sama. Demikian setiap bulan berulang sehingga di akhir tahun, ia memperoleh laba sebesar Rp240 (Rp20x12 bulan). Dengan modal Rp100, maka dikatakan bahwa tingkat pengembalian atas modal (ROE=Return On Equity) dapat dihitung sebgai berikut: ROE = Laba/Modal Sendiri x 100% = Rp240/Rp100 x 100% = 240% Situasi B. Ada pengusaha lain yang memiliki uang sendiri sebesar Rp.40 dan memperoleh pinjaman dari bank sebesar Rp.60 (dengan bunga 20% p.a.), sehingga total dana yang dimilikinya adalah Rp.100. Dengan dana tersebut, ia menjalankan bisnis yang persis sama dengan pengusaha A diatas: membeli barang seharga Rp.100, menjualnya secara tunai dibulan yang sama dengan harga Rp.120, demikian seterusnya selama 12 bulan.

Di akhir tahun, laba yang diperoleh pengusaha B ini adalah: Penjualan = Rp120 x 12 bulan = Rp1.440 Harga Pokok = Rp100 x 12 bulan = Rp1.200 Laba Kotor =Rp Bunga Bank = Rp 60 x 20% =Rp 120 Laba Bersih =Rp ROE = Laba/Modal Sendiri x 100% =Rp120/Rp40 x 100% = 300%

240 120

Situasi C. Ada pengusaha lain yang tidak mengeluarkan dana sendiri tetapi memperoleh pinjaman dari bank sebesar Rp100 (dengan bunga 20% p.a.). Dengan dana tersebut, ia dapat menjalankan bisnis persis sama dengan pengusaha A dan B diatas. Di akhir tahun, laporan laba/rugi adalah sebagai berikut: Penjualan Harga Pokok Laba Kotor Bunga bank Laba Bersih = Rp100 x 20% =Rp 200 = Rp 40 = Rp120 x 12 bulan = Rp100 x 12 bulan = Rp1.440 = Rp1.200 = Rp 240

ROE = Laba/Modal Sendiri x 100% = Rp40/Rp0 x 100% = (tidak terbatas) Dari ilustrasi pengusaha A memiliki komitmen tertinggi, dan pengusaha C yang terendah. Alasannya sangat jelas dan seragam karena A menggunakan modal sendiri seluruhnya. Sedangkan pengusaha C, seluruh bisnis menggunakan pinjaman dari bank.

HASIL PENGOLAHAN DATA


Analisis Deskriptif

Penerapan metode analisis kredit pada PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk Cabang Medan adalah dengan menggunakan metode analisis kredit 5C yaitu : 1. Character Untuk mengetahui character dari calon nasabah debitur, PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk Cabang Medan melakukan wawancara terhadap calon debitur untuk mengetahui apakah calon debitur mempunyai character yang baik. 2. Capacity Penilaian capacity oleh PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk Cabang Medan dilakukan dengan memperhatikan laporan keuangan calon nasabah. 3. Capital Penilaian capital oleh PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk Cabang Medan dilakukan dengan menilai penggunaan modal.

Collateral Penilaian collateral oleh PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk Cabang Medan dari calon nasabah debitur dilakukan dengan menilai jaminan atau agunan pokok tambahan yang diberikan calon nasabah. Condition of Economy Penilaian condition of economy oleh PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk Cabang Medan dilakukan dengan memperhatikan atau menilai kondisi ekonomi sekarang dan kemungkinan untuk dimasa yang akan datang. Constraint Dalam hal ini Penilaian constraint oleh PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk Cabang Medan tidak dilakukan. Dengan kata lain PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk Cabang Medan tidak menggunakan metode analisis seperti apa yang dinyatakan dalam teori.

BAB 5

Penilaian yang digunakan oleh PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk Cabang Medan yaitu analisis 5C yang dilakukan sebagai berikut:

1. Character
Dasar dari pemberian sebuah kredit adalah kepercayaan dan yang mendasari kepercayaan dari pihak bank adalah bahwa si peminjam mempunyai moral, watak ataupun sifat-sifat pribadi yang positif dan kooperatif dan juga mempunyai rasa tanggung jawab baik dalam kehidupan pribadi sebagai manusia, kehidupannya sebagai masyarakat maupun dalam menjalankan kegiatan usahanya.

2. Capacity Capacity yaitu suatu penilaian kepada calon debitur mengenai kemampuan melunasi kewajiban-kewajibannya dari kegiatan usaha yang akan dilakukannya. Maksud dari penilaia capacity yaitu untuk menilai sampai di mana hasil usaha yang akan diperolehnya tersebut akan mampu untuk melunasi kreditnya tepat pada waktunya sesuai dengan perjanjian yang telah disepakati.

3.

Capital Capital adalah jumlah dana/modal sendiri yang dimiliki oleh calon debitur. Pada umumnya bank menentukan self financing minimal 20% - 25% dari nilai proyek/usaha. 4. Collateral Yang dimaksud dengan collateral yaitu barangbarang jaminan yang diserahkan oleh peminjam/debitur sebagai jaminan atas kredit yang diterimanya. 5. Condition of Economy Yang dimaksud dengan condition of economy yaitu situasi dan kondisi politik, sosial, ekonomi, budaya dan lain-lain yang mempengaruhi keadaan perekonomian pada suatu saat maupun suatu untuk suatu kurun waktu tertentu yang kemungkinannya akan dapat mempengaruhi kelancaran usaha dari perusahaan yang memperoleh kredit

Dalam hal pemberian kredit penggunaan 5C diatas perlu dianalisis hal-hal yang menghambat kelancaran usaha si nasabah misalnya, peraturan pemerintah , kehadiran proyek , iklim, dll.

BAB 6
Simpulan Setelah penulis melakukan penelitian dan analisis maka pada bab ini dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut: PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk Cabang Medan menggunakan metode analisis 5C, hal ini menunjukkan bahwasanya penerapan metode analisis kredit belum sempurna. Pada PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk Cabang Medan , metode analisis yang paling berpengaruh dalam menyebabkan kredit macet adalah metode analisis yang menganalisis character yaitu character dari setiap nasabah yang mengajukan kredit. Sebab character menunjukan kemauan atau tekanan moral dari diri debitur untuk memenuhi kewajibannya pada bank, dalam keadaan apapun. Character juga memperlihatkan komitmen debitur dalam berbisnis. Oleh karena itu character merupakan aspek terpenting dari kredit.

SARAN

Berdasarkan kesimpulan yang telah diuraikan diatas, maka saran-saran yang kiranya dapat menjadi sumbangan dalam perkembangan perbankan di masa yang akan datang, terutama bagi PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk Cabang Medan yaitu: PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk Cabang Medan sebaiknya lebih mengenali karakater calon nasabahnya agar dapat meminimalis resiko kredit macet di bank tersebut.

THANKS FOR YOUR ATTENTION

Good Day For You