Anda di halaman 1dari 20

LOGO

TERAPI INFEKSI OPORTUNISTIK

- ADITYA NATALIA KULIAH MATRIKULASI MAHASISWA MAGISTER FARMASI KLINIK IFRS - RSUD DR.SOETOMO

TUJUAN SESI:
Diharapkan mahasiswa memahami tentang: Pengertian IO Macam-macam IO pada ODHA Profilaksis IO Tatalaksana IO sebelum mulai ART Tatalaksana Terapi IO

www.themegallery.com

INFEKSI OPORTUNISTIK
adalah infeksi yang disebabkan oleh mikroorganisme yang biasanya tidak menyebabkan penyakit pada orang dengan sistem kekebalan tubuh yang normal, tetapi dapat menyerang pada orang dengan sistem kekebalan tubuh yang buruk

PENYEBAB INFEKSI OPORTUNISTIK


VIRUS : CMV,Herpes,Varicella Z, EBV,HBsAg KaposiSarcoma,Human Papiloma V,HCV BAKTERI : Mtb,Salmonella sp,MAC, Nocardia, Pseudomonas aeruginosa JAMUR : Candida alb, Cryptococcus neof, Histoplasma capsulatum, Penicilium marneffei, Aspergillus sp, PARASIT : Pneumocystis carinii pneumonia, Cryptosporidium,Strongyloides stercoralis, Toxoplasma gondii,Mycrosporidia, Isospora belli

400

H.zoster TB

Penurunan CD4 Infeksi Oportunistik (IO)

CD4 300
200

Oral candidiasis PCP, oesophageal candidiasis, herpes Toxo, CMV, Cryptococ PML, cryptosporidiosis
CD4< 200: AIDS 5

AIDS

100
50 Time
CD4 > 200 : terinfeksi HIV.

TERAPI PROFILAKSIS KOTRIMOKSASOL (1)


Profilaksis Primer : mencegah munculnya berbagai IO (belum pernah terinfeksi sebelumnya) : prinsip pemberian: - semua penderita HIV dengan gejala klinis st.II, III, IV - tanpa gejala klinis dengan CD4 < 500 atau TLC <1200 - hamil setelah trimester I Profilaksis Sekunder : mencegah relaps setelah infeksi episode pertama (pernah terinfeksi sebelumnya) : prinsip pemberian semua pasien setelah terkena infeksi PCP, Isospora belli,Toxoplasmosis

TERAPI PROFILAKSIS KOTRIMOKSASOL (2)


- Kotrimoksasol 960 mg atau 2x480 mg - Bila alergi atau hamil trimester I: Dapsone 50 mg 2x/hari atau 100 mg/hari - Jika CD4<100 dan antibodi toxoplasma (+): Dapsone 50 mg 2x/hari atau 100 mg/hari + pirimetamin 50 mg/minggu & asam folat 25 mg/minggu - Kasus reaksi obat yg tidak mengancam jiwa: hentikan obat selama 2 minggu, kemudian dicoba lagi Kotrimoksasol dengan peningkatan dosis berlahan

Tatalaksana IO sebelum mulai ART


Penyakit Semua infeksi aktif yang tidak terdiagnosis pada pasien dengan demam atau sakit TB PCP Tindakan Buat diagnosis & terapi,baru dimulai terapi ARV Terapi TB,mulai ARV sesuai anjuran di bab TB Terapi PCP,mulai ARV segera setelah terapi PCP lengkap

Infeksi jamur invasif: kandidiasis esofageal,meningitis kriptokokal,penisiliosis,histoplasmosis

Terapi kandidiasis esofageal,mulai ARV segera setelah pasien mampu menelan dengan normal Terapi meningitis kriptokokal, penisiliosis,histoplasmosis dulu,mulai ARV setelah terapi lengkap
Terapi pnemoni dulu,mulai ARV setelah terapi lengkap

Pnemoni bakterial

Tatalaksana IO sebelum mulai ART


Penyakit Malaria Reaksi obat Diare akut, yang mungkin dapat menghambat penyerapan ARV Anemia tidak berat (Hb>8g/dl) Tindakan Terapi malarianya dulu,mulai terapi ARV setelah terapi malaria selesai Jangan mulai terapi ARV Diagnosis dan terapi diare dulu, mulai terapi ARV setelah diare mereda/terkendali Mulai terapi ARV bila tidak ada penyebab lain dari anemia (HIV sering menyebabkan anemia); hindari AZT Mulai terapi ARV (terapi ARV dapat meredakan penyakit) Mulai terapi ARV (terapi ARV dapat meredakan penyakit) Obati bila tersedia obatnya,bila tidak,mulai ARV

Kelainan kulit; spt PPE & dermatitis seboroik,psoriasis,dermatitis eksfoliatif terkait HIV MAC,kriptosporidiosis & mikrosporidiosis CMV

CMV PADA ODHA


CMV dapat menyerang sistem saraf, mata, saluran cerna dan paru Terapi: Gancyclovir IV 2 x 5 mg/kg BB selama 2-3 mgg, dilanjutkan dengan rumatan Gacyclovir IV 5 mg/kgBB/hari selama 1 hari

DIARE KRONIS PADA ODHA


Dapat disebabkan oleh: Bakteri: Campylobacter, Shigella, Salmonella Protozoa: Cryptosporidium sp, Giardia lamblia, Isospora belli, Entamoeba histolitica, Microsporidium Toksin: E.coli, Clostridium difficile Mikobakteria: M.tuberculosis, M.avium complex Helmintik: Strongyloides stercoralis Fungal: Candida sp

Terapi: - rehidrasi - koreksi gangguan elektrolit - antimikroba sesuai kuman penyebab (penting: dilakukan kultur kuman) - intake energi dan protein tinggi mengurangi derajat keparahan

TB PADA ODHA
Terapi: sesuai Petunjuk Pengobatan TB Nasional dan berkoordinasi dengan Penanggungjawab Program TB tingkat propinsi Regimen terapi 1. Fase Intensif (2-3 bulan pertama) a. digunakan 3 atau lebih kombinasi obat b. pasien yang infeksius akan menjadi non infeksius dalam 2 minggu pengobatan, gejala akan mengalami perbaikan 2. Fase lanjutan (4-6 bulan setelah fase intensif) digunakan 2 kombinasi obat dengan jangka waktu yang lebih lama, obat tersebut mengeliminasi sisa kuman yang tertinggal

TOKSOPLASMOSIS PADA ODHA


Profilaksis Primer : Kotrimoksasol 960 mg/hari diberikan pada ODHA dengan CD4<100 sel/ul dan dihentikan bila CD4>200 sel/ul stabil Profilaksis Sekunder: Kotrimoksasol 960 mg/hari diberikan jika CD4 turun<200 sel/ul dan dihentikan bila terjadi perbaikan sistem imun, CD4>200 sel/ul selama lebih dari 6 bulan

Terapi
Fase Akut (3-6 mgg) Pilihan I Pirimetamin PO 200 mg hari I, selanjutnya 50-75 mg/hr + leukovorin PO 10-20 mg/hr + sulfadiazin PO 1000-1500 mg/hr Rumatan Pirimetamin PO 25-50 mg/hari + leukovorin PO 1020 mg/hr + sulfadiazin PO 500-1000 mg/hr Pirimetamin PO 25-50 mg/hari + leukovorin PO 1020 mg/hr + klindamisin PO 4 x 300-450 mg/hari

Pilihan II Pirimetamin PO 200 mg hari I, selanjutnya 50-75 mg/hr + leukovorin PO 10-20 mg/hr + klindamisin PO atau IV 4 x 600 mg/hr

Pilihan III

Pirimetamin PO 200 mg hari I, selanjutnya 50-75 mg/hr + leukovorin PO 10-20 mg/hr + salah satu: Atovaquone PO 2 x 1500 mg, Azitromycin PO 1 x 900-1200 mg, Claritromycin PO 2x 500 mg, Dapsone PO 1 x 100 mg, Minosiklin 2 x 150-200 mg

Pirimetamin PO 25-50 mg/hari + leukovorin PO 1020 mg/hr + salah satu: Atovaquone PO 2 x 1500 mg, Azitromycin PO 1 x 900-1200 mg, Claritromycin PO 2x 500 mg, Dapsone PO 1 x 100 mg, Minosiklin 2 x 150-200 mg

KANDIDIASIS PADA ODHA


Manifesta si Klinis
Kandidiasis orofaring

Terapi Pilihan

Terapi Alternatif

- Nistatin drop 4-5x kumur 500.000 U - Itrakonazol susp. 200 sampai lesi hilang (10-14 hari) mg/hari saat perut kosong - Flukonazol PO 1 x 100 mg selama - Amfoterisin B IV 0,3 10-14 hari

mg/kg BB

Kandidiasis esofagus

- Flukonazol PO 200 800 mg/hari selama 14-21 hari - Itrakonazol susp. 200 mg/hari selama 14-21 hari Intravaginal: -Kotrimazol krim 1% 5 mg/hari selama 3 hari atau tablet vaginal 1 x 100 mg selama 7-14 hari atau 2 x 100 mg selama 3 hari - Mikonazol krim 2% 5 mg/hari selama 7 hari -Tiokonazol krim 0,8% 5 mg/hari selama 3 hari

- Amfoterisin B IV 0,3 mg/kg BB - Flukonazol PO 1 x 150 mg - Itrakonazol PO 1-2x 200 mg selama 3 hari - Ketokonazol PO 1 x 200 mg selama 5-7 hari atau 2 x 200 mg selama 3 hari

Kandidiasis vulvovagina

PCP PADA ODHA


Nama Obat
Trimetoprim Sulfametoksasol Primaquin + Clindamycin Otavaquone Pentamidine

Dosis
15-20 mg/kg per hari 75-100 mg/kg per hari Dalam dosis terbagi 30 mg per hari 3 x 600 mg 2 x 750 mg 4 mg/kg per hari 600 mg per hari

Rute

Keterangan

PO atau IV Pilihan utama PO PO IV Aerosol Pilihan alternatif Pilihan alternatif Pilihan alternatif

Bila terjadi hipoksia (BGA PaO2 < 70 mmHg atau A-a gradient > 35 mmHg) berikan kortikosteroid: - prednison 2 x 40 mg (hari 1-7) - prednison 1 x 40 mg (hari 8-13) - prednison 1 x 20 mg (hari 14-21) Terapi profilaksis diberikan bila CD4 < 200 sel/mm3 dan dihentikan bila CD4 > 200 sel/mm3 stabil selama 3 bulan

WASTING SYNDROME PADA ODHA


Nama Obat
Magestrol asetat Dronabinol

Dosis
1 x 800 mg 2 x 2,5 10 mg

Rute

ESO

PO (sirup) Impotensi, gangguan siklus mens, akne, alopecia PO Iritabilitas, insomnia, Gangguan mood, halusinasi, ansietas, gangguan pengelihatan, hipotensi Iritabilitas kandung kemih, ereksi berulang, ganguan mood, edema, nyeri pada tempat suntikan

Testosteron

200 mg tiap 2 minggu atau 300 mg tiap 3 minggu

IM

LOGO

www.themegallery.com