Anda di halaman 1dari 16

ISSN : 1979-6889

PENGARUH PENERAPAN LAYANAN BIMBINGAN BELAJAR TERHADAP KEBIASAAN BELAJAR DAN PRESTASI BELAJAR
Sumarwiyah *)
ABSTRAK Belajar dalam arti luas banyak dilakukan orang, tugas siswa SMA adalah belajar. Layanan bimbingan belajar diberikan oleh guru pembimbing agar siswa memiliki sikap dan kebiasaan belajar yang baik diharapkan siswa meraih prestasi yang optimal. Permasalahan dalam penelitian ini adalah adakah pengaruh penerapan layanan bimbingan belajar terhadap dan prestasi belajar. Tujuan penelitian adalah : (1). Mendeskripsikan penerapan layanan bimbingan belajar, (2). Mendeskripsikan kebiasaan belajar yang dimiliki siswa, (3). Menguji pengaruh layanan bimbingan belajar terhadap kebiasaan belajar, (4). Menguji pengaruh kebiasaan belajar terhadap prestasi belajar. Setelah data terkumpul dan dianalisa sebagian besar siswa menerapkan bimbingan belajar yang diberikan oleh guru pembimbing atau dapat dikategorikan tinggi.Sedangkan kebiasaan belajar siswa memiliki kategori cenderung tinggi atau berada diaras sedang dan tinggi. Untuk prestasi belajar siswa SMA 1 Bae Kudus memiliki kategori cenderung lebih dari cukup atau sebagian besar diaras cukup dan lebih dari cukup . Berdasarkan hasil penelitian ditemukan bahwa terdapat pengaruh yang positif yang signifikan antara penerapan layanan bimbingan belajar tehadap kebiasaan belajar, besar kebermaknaan pengaruhnya adalah 32,7%. Ada pengaruh yang signifikan antara kebiasaan belajar terhadap prestasi belajar, besar kebermaknaan pengaruhnya adalah 1,7%. Rendahnya pengaruh kebiasaan belajar kemungkinan bahwa prestasi belajar tersebut dipengaruhi banyak factor Kata Kunci : Layanan Bimbingan Belajar, Kebiasaan Belajar dan Prestasi Belajar

A. Latar Belakang Masalah


Belajar dalam arti luas merupakan perbuatan yang dilakukan banyak orang. Belajar dilakukan hamper tiap waktu, kapan saja, dimana saja: di sekolah, di rumah di jalan di pasar, didalam bus, sambil bekerja sambil bermain. Di sekolah tugas pelajar adalah belajar. Menurut munandir (2001) Belajar dan pembelajaran di sekolah bersifat formal.

MODEL PENGEMBANGAN ORIENTASI BELAJAR PENGARUH PENERAPAN LAYANAN BIMBINGAN BELAJAR TERHADAP KEBIASAAN Widodo BELAJAR DAN PRESTASI BELAJAR Sumarwiyah

*) Dosen FKIP Universitas Muria Kudus

Salah tatu tugas siswa SMA adalah belajar, dengan belajar siswa akan dapat mengembangkan potensi dan meraih prestasi yang tinggi.menurut Bell Gredler(1991), belajar adalah proses orang memperoleh berbagai kecakapan, kterampilan dan sikap. Lebih lanjut Munandir (2001) mengungkapkan belajar umumnya mengacu pada terjadinya perubahan dalam diri individu yaitu perubahan tingkah laku melalui pengalaman. Brown W.F. (1987) menyatakan bahwa ada beberapa keterampilan dalam belajar, antara lain adalah : mengikuti pelajaran, mengerjakan tugas, membuat jadwal belajar, membaca materi, mempersiapkan tes. Dengan demikian kebiasaan belajar juga mencakup lima keterampilan tersebut. Misalnya, dalam mengikuti pelajaran siswa diharapkan dapat mendengarkan, memperhatikan, mencatat bagian yang dianggap penting, bertanya dan menjawab pertanyaan. Namun dalam kenyataan tidaklah demikian, tidak sedikit siswa yang dalam mengikuti pelajaran hanya mendengarkan, juga dalam menghadapi tes mereka hanya membaca berulang-ulang materi yang diberikan guru. Bimbingan belajar merupakan bentuk layanan yang sangat penting sehingga perlu diselenggarakan di sekolah. Dengan diselenggarakannya bimbingan belajar di sekolah diharapkan siswa akan memiliki kebiasaan belajar yang baik sehingga memperoleh prestasi yang optimal. Agar bimbingan belajar dapat berjalan dengn optimal, maka perlu dilaksanakan secara terjadwal dan terpadu di sekolah. Program bimbingan belajar mempunyai porsi yang lebih besar di antara program bmbingan yang lain, yaitu bimbingan pribadi, bimbingan sosial, dan karir. Kenyataan di lapangan ternyata siswa belim memanfaatkan secara optimal layanan bimbingan belajar yang diberikan oleh guru. Hal ini dapat dilihat ternyata siswa memilki kebiasaan belajar yang berbeda-beda, disamping itu juga prestasi mereka yang belum optimal. Kegagalan-kegagalan yang dialami siswa tidak selalu disebabkan oleh rendahnya intelegensi. Akan tetapi itu terjadi, dapat disebaban mereka belum memanfaatkan bimbingan belajar sehingga mereka belum memiliki kebiasaan belajar yang baik. Prayitno (1999) menytakan layanan bimbingan belajar dilaksanakan melalui tahap-tahap : a). Pengenalan siswa yang mengalami masalah belajar, b). Pengungkapan sebab-sebab timbulnya masalah belajar c). Pemberian bantuan pengentasan masalah belajar. Kebiasaan belajar merupakan faktor yang penting dalam belajar, sebagian hasil

belajar ditentukan oleh sikap dan kebiasaan belajar. Henry Ford (Graha Mars 2002) mengatakan bahwa untuk memiliki kebiasaan belajar siswa harus mengubah kebiasaan belajar, kebiasaan belajar siswa dapat ditentukan oleh kedisiplinan dan kegigihan sehingga dalam waku tertentu telah menjadi kebutuhan. 2
Jurnal Sosial dan Budaya Vol.2 No.2 Juni 2009

Prestasi belajar siswa merupakan tolak ukur kebiasaan siswa, disamping itu juga sebagai komponen terpenting pertanggungjawaban sekolah kepada orang tua. Prestasi belajar merupakan panduan pengetahuan dan kemampuan / ketrampilan dan sikap (watak, nilai, kecenderungan) yang bersifat mendasar dan bertahan lama yang diperlukan oleh lulusan suatu program jurusan (Mark B. 2001).

B. Pembatasan Masalah
Penelitian ini akan berfokus pada pengruh layanan bimbingan belajar dengan kebiasaan belajar dan prestasi belajar siswa. Kajian yang dilakukan meliputi faktor-faktor yang menghubungkan tiga varibel yakni, bimbingan belajar dengan kebiasaan belajar dan prestasi belajar. Subjek penelitian adalah siswa SMA Negeri 1 bae Kudus.

C. Rumusan Masalah
Sesuai dengan rumusan masalah diatas pokok permasalahn dalam penelitian ini adalah pengaruh bimbingan belajar dengan kebiasaan belajar dan prestasi belajar siswa. Pokok permasalahannya adalah sebagai berikut : 1. Bagaimana siswamenerapkan layanan bimbinhan belajar yang diperoleh dari guru pembimbing di sekolah? 2. Bagaimana kebiasaan belajar siswa a. Adakah pengaruh penerapan layanan bimbingan belajar terhadap kebiasaan belajar siswa? b. Adakah pengaruh kebiasaan belajar siswa terhadap prestasi belajar siswa?

D. Tujuan Penelitian
1. Mendeskripsikan layanan bimbingan belajar siswa. 2. Mendeskripsikan kebiasaan belajar siswa. 3. Menguji pengaruh layanan bimbingan belajar terhadap kebiasaan belajar dan prestasi belajar.

E. Manfaat Penelitian
Hasil penelitian ini diharapkan berguna untuk mengembangkan program bimbingan dan komseling selanjutnya berguna bagi kerjasama konselor dan guru dalam penyusunan rencana pelajaran yang akan dipelajari siswa yang sesuai dengna ciri dan kebutuhan siswa (fungsi adaptif).
MODEL PENGEMBANGAN ORIENTASI BELAJAR PENGARUH PENERAPAN LAYANAN BIMBINGAN BELAJAR TERHADAP KEBIASAAN Widodo BELAJAR DAN PRESTASI BELAJAR Sumarwiyah

F. Populasi Penelitian
Populasi dalam penelitian ini adalah SMA Negeri 1 Bae Kudus yang terdiri dari 939 siswa terbagi menjadi 24 kelas dengan rincian, kelas 1 ada 8 kelas, kelas 2 ada 8 kelas, dan kelas 3 ada 8 kelas.

G. Sampel dan Teknik Penentuan


Sebagaimana dijelaskan di atas populasi dalam penelitian ini adalah siswa SMA Negeri 1 Bae Kudus yang berjumlah 939 siswa. Dari populasi tersebut diambil sampel 278 siswa yang terdiri dari kelas 1, kelas 2, kelas 3 dengan teknik Proportionale Stratified Random Sampling. Untuk menentukan ukuran sampel digunakan tabel Krejcie dan Nomogram Harry King, yang mempunyai dasar kesalahan 5%. Jadi sampel yang diperoleh mempunyai keterpercayaan 95% terhadap populasi (Sugiono,1999).

H. Rancangan Penelitian
Penelitian ini termasuk penelitian survey, berdasarkan data, pokok-pokok itemnya dikembangkan dalam pemanfaatan bimbingan belajar dan kebiasaan belajar. Dalam penelitian ini akan dibahas 3 variabel yaitu: 1. Penerapan layanan bimbingan belajar dengan indikator, a. pengaturan waktu belajar b. motivasi belajar c. cara mempelajari materi belajar d. pengaturan waktu belajar dengan kegiatan lain e. upaya mencari informasi yang menunjang f. persiapan mengahadapi tes / ujian 2. Kebiasaan belajar a. mengikuti pelajaran b. membuat jadwal dan melaksanakannya c. mengerjakan tugas d. membaca materi pelajaran e. menghadapi tes / ujian 3. Prestasi belajar adalah nilai rapor semester gasal pada mata pelajaran Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, Fisika, Matematika, Biologi, Ekonomi dan Sosiologi.

Jurnal Sosial dan Budaya Vol.2 No.2 Juni 2009

I. Alat Pengumpul Data


Dalam rangka meperoleh data sesuai dengan pokok permasalahan yang diteliti dalam penelitian ini diperlukan alat dan instrumen yang teruji validitas dan reliabilitasnya. Data diperoleh melalui kuosioner dalam bentuk skala sikap yaitu sejumlah pernyataan tertulis yang digunakan untuk memperoleh informasi dari responden dengan cara memilih salah satu jawaban yang sudah disediakan yang sesuai dengan keadaan responden. Skala sikap yang digunakan dalam penelitian ini disusun berdasarkan penskalaan subjek (Azwar, 2000). Untuk memperoleh data tentang penerapan bimbingan belajar mempunyai alternatif jawaban yaitu selalu diberi skor 4, sering dberi skor 3, kadang-kadang diberi skor 2. sedangkan tidak pernah diber skor 1.

J. Teknik Analisis Data


Teknik analisis data menggunakan 2 teknik yaitu teknik analisis deskriptif dan inferensial. 1. Analisis deskriptif Analisis ini digunkan untuk menganalisis sejumlah data untuk memperoleh gambaran mengenai keaadaan suatu variabel. Ukuran variabel yang digunakan prosentase, distribusi frekuansi, range, min, dan standar deviasi. Azwar (2000) berpendapat bahwa dalam pembuatan kategori bersifat relatif, maka kita boleh menetapkan secara subjektif luasnya interval yang mencakup setiap kategori yang kita inginkan selama penetapan itu berada dalam batas kewajaran dan dapat diterima oleh akal. 2. Analisis Inferensial Analisis inferensial digunakan untuk menguji hipotesis pengaruh 2 variabel independen dan variabel dependen. Analisis pengaruh. untuk mengetahui apakah ada pengaruh penerapan layanan bimbingan belajar terhadap kebiasaan belajar dengan prestasi belajar siswa SMA, teknik stastistik yang digunakan adalah Regresi for Windows SPSS 10.00.

K. Hasil Penelitian.
1. Analisis Deskripsi Dalam penelitian ini terdapat tiga variabel dapat di jelaskan sebagai berikut: 1.a. Penerapan Layanan Bimbingan Belajar Dari hasil penelitian untuk variabel penerapan layanan bimbingan

belajar diperoleh distribusi frekuensi sebagai berikut:


MODEL PENGEMBANGAN ORIENTASI BELAJAR PENGARUH PENERAPAN LAYANAN BIMBINGAN BELAJAR TERHADAP KEBIASAAN Widodo BELAJAR DAN PRESTASI BELAJAR Sumarwiyah

Tabel 1. Proporsi jumlah siswa yang menerapkan layanan bimbingan belajar No. 1. 2 3 4 5 Kategori Rendah Sedang Tinngi Sangat Tinggi Jumlah Range 21,22 27,24 27,25 - 33,26 33,27 - 39,28 39,29 - 45,31 31 49 135 75 290 Jumlah 10,3 18 45,5 26,2 100 %

Berdasarkan data tersaji pada tabel 1 tersebut ternyata jumlah siswa yang menerapkan layanan bimbingan belajar rendah 31 siswa atau 10,3 %, sedang 49 siswa atau 18 %, Tinggi 135 siswa atau 45,5 %, Sangat tinggi 75 siswa atau 26,2%

1.a. 1) Penerapan Layanan Bimbingan Belajar kelas I Tabel 2. Proporsi jumlah siswa kelas I yang menerapkan layanan bimbingan belajar No. 1. 2 3 4 5 Kategori Rendah Sedang Tinngi Sangat Tinggi Jumlah Range 21,22 27,24 27,25 - 33,26 33,27 - 39,28 39,29 - 45,31 1 15 51 33 100 Jumlah 1 14,8 50,5 33,7 100 %

Berdasarkan hasil analisis prosentase pada tabel 2. tersebut ternyata jumlah siswa yang menerapkan layanan bimbingan belajar rendah 1 siswa atau 1 %, sedang 15 siswa atau 14,8 %, Tinggi 51 siswa atau 50,5 %, Sangat tinggi 33 siswa atau 33,7% dan rendah 1%.

1.a. 2). Penerapan Layanan Bimbingan Belajar kelas II Tabel 3. Proporsi jumlah siswa kelas II yang menerapkan layanan bimbingan belajar No. 1. 2 3 4 5 Kategori Rendah Sedang Tinngi Sangat Tinggi Jumlah Range 21,22 27,24 27,25 - 33,26 33,27 - 39,28 39,29 - 45,31 27 18 38 19 102 Jumlah 26,5 17,6 37,3 18,8 100 %

Jurnal Sosial dan Budaya Vol.2 No.2 Juni 2009

Berdasarkan hasil analisis prosentase pada tabel 3. Ternyata siswa yang menerapkan layanan bimbingan belajar diperoleh rendah 27 siswa atau 26,5%, sedang 18 siswa atau 17,6%, tinggi 38 siswa atau 37,3 %, sangat tinggi 19 siswa atau 18,8 %

1.a. 3). Penerapan Layanan Bimbingan Belajar kelas III Tabel 4. Proporsi jumlah siswa kelas III yang menerapkan layanan bimbingan belajar No. 1. 2 3 4 5 Kategori Rendah Sedang Tinngi Sangat Tinggi Jumlah Range 21,22 27,24 27,25 - 33,26 33,27 - 39,28 39,29 - 45,31 2 16 47 23 88 Jumlah 2,3 18.2 53,4 26,1 100 %

Berdasarkan hasil analisis prosentase pada tabel 4. Ternyata siswa yang menerapkan layanan bimbingan belajar diperoleh rendah 2 siswa atau 2,3%, sedang 16 siswa atau 18,2%, tinggi 47 siswa atau 53,4 %, sangat tinggi 23 siswa atau 26,1 %

1.b. Kebiasaan Belajar Siswa Dari hasil penelitian untuk variabel kebiasaan belajar pada tabel distribusi frekuensi tersaji dalam tabel 5 seperti berikut ini : Tabel. 5. Proporsi jumlah siswa yang memiliki kebiasaan belajar No. 1. 2 3 4 5 Kategori Rendah Sedang Tinngi Sangat Tinggi Jumlah Range 22,86 26,78 26,79 - 30,71 30,72 - 34,64 34,65 - 38,57 29 103 118 38 288 Jumlah 10,1 35,7 41 13,2 100 %

Berdasarkan hasil analisi prosentase diperoleh hasil kebiasaan belajar siswa di SMA 1 Bae ( Tabel. 5 ). Rendah 29 siswa atau 10,1%, sedang 103 siswa atau 35,7%, tinggi 118 siswa atau 41%,sedangkan sangat tinggi 38 siswa atau 13,2%

MODEL PENGEMBANGAN ORIENTASI BELAJAR PENGARUH PENERAPAN LAYANAN BIMBINGAN BELAJAR TERHADAP KEBIASAAN Widodo BELAJAR DAN PRESTASI BELAJAR Sumarwiyah

1.b. 1). Kebiasaan Belajar Siswa kelas I Tabel.6. Proporsi jumlah siswa kelas I yang memiliki kebiasaan belajar No. 1. 2 3 4 5 Kategori Rendah Sedang Tinngi Sangat Tinggi Jumlah Range 22,86 26,78 26,79 - 30,71 30,72 - 34,64 34,65 - 38,57 9 25 48 18 101 Jumlah 9 25 48 18 100 %

Berdasarkan hasil analisis prosentase dipertoleh kebiasaan belajar siswa kelas I SMA 1 Bae,adalah rendah 9 siswa atau 9%, sedang 25 siswa atau 25%, tinggi 48 siswa atau 48% sedangkan sangat tinggi 18 siswa atau 18%. 1.b. 2). Kebiasaan Belajar Siswa kelas II Tabel. 7. Proporsi jumlah siswa kelas II yang memiliki kebiasaan belajar No. 1. 2 3 4 5 Kategori Rendah Sedang Tinngi Sangat Tinggi Jumlah Range 22,86 26,78 26,79 - 30,71 30,72 - 34,64 34,65 - 38,57 10 46 34 11 102 Jumlah 9,9 45.5 33,7 10,9 100 %

Berdasarkan hasil analisis prosentase dipertoleh kebiasaan belajar siswa kelas II SMA 1 Bae,adalah rendah 10 siswa atau 9,9%, sedang 46 siswa atau 45,5%, tinggi 34 siswa atau 33,7% sedangkan sangat tinggi 11 siswa atau 10,9%.

1.b. 3). Kebiasaan Belajar Siswa kelas III Tabel. 8. Proporsi jumlah siswa kelas III yang memiliki kebiasaan belajar No. 1. 2 3 4 5. Kategori Rendah Sedang Tinngi Sangat Tinggi Jumlah Range 22,86 26,78 26,79 - 30,71 30,72 - 34,64 34,65 - 38,57 10 33 36 9 88 Jumlah 11,4 37,5 40,9 10,2 100 %

Berdasarkan hasil analisis prosentase dipertoleh kebiasaan belajar siswa kelas II SMA 1 Bae,adalah rendah 10 siswa atau 11,4%, sedang 33 siswa atau 37,5%, tinggi 36 siswa atau 40,9% sedangkan sangat tinggi 9 siswa atau 10,2%. 8
Jurnal Sosial dan Budaya Vol.2 No.2 Juni 2009

1.c. Prestasi Belajar Siswa Dari hasil penelitian untuk variabel prestasi belajar siswa diperoleh proporsi jumlah siswa yang mempunyai prestasi belajar sebagai berikut: Tabel.9. Proporsi jumlah siswa yang memiliki prestasi belajar No. 1. 2 3 4 5. Kategori Kurang dari cukup Cukup Lebih dari cukup Baik Jumlah Range 5,0 5,9 6,0 6,9 7,0 7,9 8,0 8,9 2 125 161 1 289 Jumlah 0,7 43,2 55,8 0,3 100 %

Berdasarkan data pada tabel. 9. diatas ternyata prestasi belajar siswa kurang dari cukup 2 siswa atau 0,7%, cukup 125 siswa atau 43,2%, lebih dari cukup 161 siswa atau 55,8% dan baik 1 orang atau 0,3 % . Secara umum prestasi siswa SMA 1 Bae cenderung lebih dari cukup.

1.c. 1). Prestasi Belajar Siswa Kelas I Tabel. 10 . Proporsi jumlah siswa kelas I yang memiliki prestasi belajar No. 1. 2 3 4 5. Kategori Kurang dari cukup Cukup Lebih dari cukup Baik Jumlah Range 5,0 5,9 6,0 6,9 7,0 7,9 8,0 8,9 1 66 34 101 Jumlah 1 65,3 33,7 100 %

Berdasarkan data pada tabel.10. diatas ternyata prestasi belajar siswa kelas I kurang dari cukup 1 siswa atau 1, cukup 66 siswa atau 65,3%, lebih dari cukup 34 siswa atau 33,7% dan baik 0 orang atau 0 % .

1.c. 2). Prestasi Belajar Siswa Kelas II Tabel. 11 . Proporsi jumlah siswa kelas II yang memiliki prestasi belajar No. 1. 2 3 4 Kategori Kurang dari cukup Cukup Lebih dari cukup Baik Range 5,0 5,9 6,0 6,9 7,0 7,9 8,0 8,9 1 49 50 1 Jumlah 1 48,5 49,5 1 9 %

MODEL PENGEMBANGAN ORIENTASI BELAJAR PENGARUH PENERAPAN LAYANAN BIMBINGAN BELAJAR TERHADAP KEBIASAAN Widodo BELAJAR DAN PRESTASI BELAJAR Sumarwiyah

No. 5.

Kategori Jumlah

Range

Jumlah 101 100

Berdasarkan data pada tabel.11. diatas ternyata prestasi belajar siswa kelas II kurang dari cukup 1 siswa atau 1, cukup 49 siswa atau 48,5%, lebih dari cukup 50 siswa atau 49,9% dan baik 1 orang atau 1 % .

1.c. 3). Prestasi Belajar Siswa Kelas III Tabel. 12 . Proporsi jumlah siswa kelas III yang memiliki prestasi belajar No. 1. 2 3 4 5. Kategori Kurang dari cukup Cukup Lebih dari cukup Baik Jumlah Range 5,0 5,9 6,0 6,9 7,0 7,9 8,0 8,9 88 100 10 78 11,4 88,6 Jumlah %

Berdasarkan data pada tabel.12. diatas ternyata prestasi belajar siswa kelas III , cukup 10 siswa atau 11,4%, lebih dari cukup 78 siswa atau 88,6% .

2. Analisis Regresi. Untuk menguji pengaruh Pemanfaatan Layanan Bimbingan Belajar terhadap Kebiasaan Belajar dan Prestasi Belajar siswa menggunakan analisis Regresi 2.1. Pengaruh Penerapan Layanan Bimbingan Belajar terhadap Kebiasaan Belajar Model Summary Model 1 R .572 R Square .327 Adjusted R Square .325 Std. Error of the Estimate 2.72949

Dari hasil penelitian diperoleh r = 0,572 dan tingkat signifikansi 0,000 berarti lebih rendah dari alpha = 0,05, berarti signifikan ada pengaruh penerapan bimbingan belajar terhadap kebiasaan belajar. Koefisien korelasinya 0,327 atau 32,7%.

2.2. Pengaruh Penerapan Layanan Bimbingan Belajar terhadap Kebiasaan Belajar Siswa Kelas I Model Summary Model 1 R .765 R Square .585 Adjusted R Square .581 Std. Error of the Estimate 2.6867

10

Jurnal Sosial dan Budaya Vol.2 No.2 Juni 2009

Dari hasil penelitian diperoleh r = 0,765 dan tingkat signifikansi 0,000 berarti lebih rendah dari alpha = 0,05, berarti signifikan ada pengaruh penerapan bimbingan belajar terhadap kebiasaan belajar. Koefisien korelasinya 0,585 atau 58,5%.

2.3. Pengaruh Penerapan Layanan Bimbingan Belajar terhadap Kebiasaan Belajar Siswa Kelas II Model Summary Model 1 R .343 R Square .117 Adjusted R Square .108 Std. Error of the Estimate 5.6705

Dari hasil penelitian diperoleh r = 0,343 dan tingkat signifikansi 0,000 berarti lebih rendah dari alpha = 0,05, berarti signifikan ada pengaruh penerapan bimbingan belajar terhadap kebiasaan belajar. Koefisien korelasinya 0,117 atau 11,7%.

2.4. Pengaruh Penerapan Layanan Bimbingan Belajar terhadap Kebiasaan Belajar Siswa Kelas III Model Summary Model 1 R .760 R Square .578 Adjusted R Square .573 Std. Error of the Estimate 2.7644

Dari hasil penelitian diperoleh r = 0,76 dan tingkat signifikansi 0,000 berarti lebih rendah dari alpha = 0,05, berarti signifikan ada pengaruh penerapan bimbingan belajar terhadap kebiasaan belajar. Koefisien korelasinya 0,578 atau 57,8%.

2. 5. Pengaruh Kebiasaan Belajar terhadap Prestasi Belajar Siswa SMA 1 Bae Model Summary Model 1 R .130 R Square .027 Adjusted R Square .014 Std. Error of the Estimate . 4102

Dari hasil penelitian diperoleh r = 0,13 dan tingkat signifikansi 0,027 berarti lebih rendah dari alpha = 0,05, berarti signifikan ada pengaruh Kebiasaan belajar terhadap Prestasi belajar meskipun pengaruhnya sangat rendah.

MODEL PENGEMBANGAN ORIENTASI BELAJAR PENGARUH PENERAPAN LAYANAN BIMBINGAN BELAJAR TERHADAP KEBIASAAN Widodo BELAJAR DAN PRESTASI BELAJAR Sumarwiyah

11

2. 6. Pengaruh Kebiasaan Belajar terhadap Prestasi Belajar Siswa kelas I SMA 1 Bae Model Summary Model 1 R .027 R Square .001 Adjusted R Square .009 Std. Error of the Estimate . 3608

Dari hasil penelitian diperoleh r = 0,027 dan tingkat signifikansi 0,791 berarti lebih besardari alpha = 0,05, berarti tidak ada pengaruh Kebiasaan belajar terhadap Prestasi belajar.

2. 7. Pengaruh Kebiasaan Belajar terhadap Prestasi Belajar Siswa kelas II SMA 1 Bae Model Summary Model 1 R .095 R Square .009 Adjusted R Square .001 Std. Error of the Estimate . 4410

Dari hasil penelitian diperoleh r = 0,095 dan tingkat signifikansi 0,344 berarti lebih besardari alpha = 0,05, berarti tidak ada pengaruh Kebiasaan belajar terhadap Prestasi belajar.

2. 8. Pengaruh Kebiasaan Belajar terhadap Prestasi Belajar Siswa kelas III SMA 1 Bae Model Summary Model 1 R .028 R Square .001 Adjusted R Square .011 Std. Error of the Estimate . 2936

Dari hasil penelitian diperoleh r = 0,028 dan tingkat signifikansi 0,797 berarti lebih besardari alpha = 0,05, berarti tidak ada pengaruh Kebiasaan belajar terhadap Prestasi belajar.

L. Pembahasan
Berdasarkan temuan diatas ada beberapa hal yang menarik untuk di bahas lebih lanjut. 1. Penerapan Layanan Bimbingan Belajar Siswa. Bimbingan Belajar adalah salah satu dari empat bidang bimbingan yang diberikan pembing secara terjadwal. Salah satu tujuan dilaksanakan bimbingan belajar adalah menumbuhkan sikap dan kebiasaan belajar yang baik ( Prayitno, 1999). Dari layanan bimbingan belajar yang diberikan oleh guru pembimbing, akhirnya siswa menerapkan 12
Jurnal Sosial dan Budaya Vol.2 No.2 Juni 2009

dalam kegiatan belajarnya sehari-hari. Dari hasil temuan proporsi jumlah siswa yang menerapkan bimbingan belajar pada tabel. 1. bahwa di bahwa penerapan bimbingan

belajar secara umum tinggi yaitu 135 siswa atau 45% dan sangat tinggi 75 siswa atau 26,2%, berarti penerapan layanan bimbingan belajar dalam kategori tinggi. Tingginya penerapan layanan bimbingan belajar kemungkinan karena diberikan secara terjadwal, paling tidak sekali dalam seminggu satu bulan dan diberikan dalam jam pelajaran / jam sekolah sehingga siswa mempunyai kesempatan untuk menerapkan pada kebiasaan belajarnya. Layanan bimbingan belajar diberikan dalam bentuk :1). Layanan Orientasi Bimbingan Belajar yang meliputi : pelaksanaan kegiatan belajar, lingkungan dan fasilitas sekolah, kurikulum dan suasana belajar. 2). Layanan enempatan dan Penyaluran meliputi : kelompok belajar berdasarkan kemampuan, kelompok belajar campuran, program perbaikan, program pengayaan dan kelompok penelitian remaja. 3). Layanan Pembelajaran yang meliputi kegiatan pengembangan motivasi, sikap dan kebiasaan belajar yang baik.

2. Kebiasaan Belajar Setiap individu mempunyai kebiasaan yang berbeda-beda. Untuk dapar memilki kebiasaan sangat ditentukan oleh kedisiplinan dan kegigihan, sehingga dalam waktu tertentu kita menjadi terbiasa ( Graha Mars, 2002 ). Salah satu upaya untuk meningkatkan prestasi belajar adalah memiliki kebiasaan belajar yang baik. Dengan kebiasaan belajar yang baik diharapkan prestasi meningkat. Dalam tabel 5. proporsi jumlah siswa yang memiliki kebiasaan belajar ditemukan bahwa kebiasaan belajar secara umum dalam kategori cenderung tinggi, mengapa dikatakan cenderung tinggi, karena sebagian besar berada pada kategori sedang 103 atau 35%, dan tinggi 118 atau 41%. Hal ini dimungkinkan karena faktor yang mempengaruhi belajar sangat kompleks. Adapun beberapa upaya untuk menangani kesulitan belajar menurut Prayitno (1999) adalah : (a). Pengajaran perbaikan, (b). Kegiatan pengayaan, (c). Peningkatan motivasi belajar, (d). Pengembangan sikap dan kebiasaan belajar yang efektif dapat dilakukan kerja sama guru pembimbing dengan guru mata pelajaran. Dalam proses belajar ada bermacam-macam kegiatan yang memiliki corak yang berbeda antara satu dengan lainnya, baik dalam aspek materi dan metodenya maupun dalam aspek tujuan dan perubahan tingkah laku yang diharapkan. Menurut Muhibin (1995), jenis-jenis belajar meliputi : 1). Belajar abstrak ialah belajar yang menggunakan cara-cara berfikir abstrak, pemahaman dan pemecahan masalah yang tidak nyta, misalnya matematika, kimia, kosmografi,astronomi dan agama. 2). Belajar keterampilan ialah belajar dengan menggunakan motorik untuk menguasai MODEL PENGEMBANGAN ORIENTASI BELAJAR PENGARUH PENERAPAN LAYANAN BIMBINGAN BELAJAR TERHADAP KEBIASAAN 13
Widodo BELAJAR DAN PRESTASI BELAJAR Sumarwiyah

keterampilan jasmaniah tertentu, misal olah raga, musik, menari, elektronika dan lain sebagainya. 3). Belajar sosial ialah memahi masalah-masalah dan teknik memecahkan masalah sosial seperti keluarga, persahabatan dan lainnya yang bersifat kemasyarakatan. 4). Belajar Pemecahan Masalah ialah belajar menggunakan metode-metode ilmiah atau berfikir secara sistematis, logis, teratur dan teliti untuk memperoleh kemampuan dan kecakapan kognitif untuk memecahkan masalah mereka secara rasional. 5). Belajar Rasional ialah belajar menggunakan kemampuan berfikir logis dan rasional, belajar

rasional sangat erat dengan belajar pemecahan masalah. 6). Belajar Kebiasaan adalah proses pembentukan kebiasaan baru, agar memperoleh sikap-sikap dan kebiasaan baru yang lebih positif. 7). Belajar Apresiasi ialah belajar mempertimbangkan arti penting atau nilai suatu obyek agar dapat mengembangkan kecakapan ranah rasa (afftive skill), menghargai secara tepat terhadap nilai obyek tertentu. 8). Belajar Pengetahuan ialah belajar dengan cara melakukan penyelidikan yang mendalam terhadap obyek pengetahuan tertentu, untuk memperoleh pemahaman terhadap pengetahuan tertentu yang biasanya lebih rumit dan memerlukan kiat khusus untuk mempelajarinya, misal dengan menggunakan alat-alat laboratorium dan penelitian lapangan. 3. Prestasi Belajar Siswa Prestasi Belajar merupakan pengetahuan yang dicapai siswa pada sejumlah mata pelajaran di sekolah. Salah satu upaya untuk meningkatkan prestasi belajar adalah memiliki kebiasaan belajar yang baik. Pada tabel 9. deskripsi frekuensi variabel prestasi belajar siswa, bahwa siswa SMA 1 Bae secara umum memiliki prestasi dalam kategori cenderung lebih dari cukup. Kategori cukup 125 siswa atau 43,2%, dan kategori lebih dari cukup 161 siswa atau 55,8% suatu prestasi yang belum optimal yang perlu upaya untuk meningkatkannya. Prestasi belajar sangat dipengaruhi oleh banyak faktor antara lain, menurut hasil penelitian Sumargo dan Slameto (1997), faktor-faktor yang mempengaruhi prestasi belajar siswa adalah : (1). Guru Pengajarnya, (2). Siswa yang bersangkutan penguasaan materi prasyarat, cara, kebiasaan dan keterampilan belajar, usia, daya tangkap dan semangat belajarnya, (3). Sekolah : ketersediaan alat peraga dan kualitas bimbingan, (4). Lingkungan siswa. Menurut Suryabrata (1987) secara garis besar faktor-faktor yang mempengaruhi proses dan hasil belajar adalah : faktor dalam : fisiologis, panca indra, psikologis, kecerdasan, bakat minat, motivasi, emosi, kemampuan kognitif,, faktor luar: lingkungan, sosial, instrumental, kurikulum, program, sarana dan fasilitas, tenaga pengajar. Dengan demikian temuan penulis mendukung dan melengkapi teori penerapan layanan bimbingan bdlajat dengan kebiasaan belajar dari Prayitno (1999). Untuk kebiasaan belajar dan prestasi belajar mendukung teori Sumargo dan Slameto (1987). 14
Jurnal Sosial dan Budaya Vol.2 No.2 Juni 2009

M. Simpulan
Berdasarkan analisis dapatlalah ditarik simpulan serbagai berikut : 1. Penerapan Layanan Bimbingan Belajar sebagian besar siswa termasuk tinggi ( 45,5% dan sangat tinggi 26,2% ) 2. Kebiasaan Belajar sebagian besar tergolong tinggi ( tinggi 41% dan sangat tinggi 13,2% ) 3. Terdapat pengaruh positif dan signifikan penerapan layananan bimbingan belajar terhadap kebiasaan belajar siswa SMA 1 Bae Kudus. Jika dilihat per kelas maka ada perbedaan besar koefisien pengaruhnya dimana kelas I lebih tinggi dari kelas II dan kelas II lebih rendah dari kelas III 4. Terdapat pengaruh positif yang signifikan kebiasaan belajar terhadap prestasi belajar siswa, jika dilihat per kelas tidak nampak perbedaannya.

N. Saran
Berdasarkan temuan dan simpulan di atas dapatlah diajukan saran sebagai berikut : 1. Dari data yang diperoleh masih sekitar 28% siswa yang belum menerapkan layanan bimbingan belajar perlu mendapatkan perhatian khusus 2. Dari hasil penelitian yang diperoleh masih sekitar 46% siswa belum memiliki kebiasaan belajar yang baik sehingga perlu pelayanan khusus. Salah satunya adalah memperbaiki layanan bimbingan belajar, mengingat sumbangan layanan bimbingan belajar mempengaruhi kebiasaan belajar yang sangat tinggi. 3. Perlu adanya kerjasama guru pembimbing dan guru mata pelajaran dalam meningkatkan layanan pembelajaran, terutama penyusunan rencana pelajaran yang akan dipelajari siswa sesuai dengan ciri dan kebutuhan siswa, sehingga dapat mencapai prestasi yang optimal. 4. Kepala Sekolah dan guru mata pelajaran perlu memperbaiki kegiatan belajar mengajar supaya kebiasaan belajar siswa makin baik, selanjutnya prestasinya juga meningkat

MODEL PENGEMBANGAN ORIENTASI BELAJAR PENGARUH PENERAPAN LAYANAN BIMBINGAN BELAJAR TERHADAP KEBIASAAN Widodo BELAJAR DAN PRESTASI BELAJAR Sumarwiyah

15

DAFTAR PUSTAKA
Azwar, Saifudin. 2000. Penysunan Skala Psikologi. Yogyakarta:Pustaka Pelajar Offset Bell, Gredler, ME, 1991. Belajar dan Membelajarkan (terjemahan Munandir) jakarta: Rajawali Press Brown, W.F. 1987. Concise Encyclopedia of Psichologi. A Wiley-Interscience Publication. New York Graha Mars. 2002. Good Study Habits. Http://www.mars-e.com/x-col-37a.(11 September 2002 Max Darsono.2000. Belajar dan Pembelajaran. CV. IKIP Semarang Press Munandir. 2001. Ensiklopedia Pendidikan. Malang: Universitas Negeri Malang Press Prayitno.1999.Dasar-dasar Bimbingan dan Konseling. Rineka Cipta, Jakarta Slameto. 1995. Belajar dan Faktor-faktor Yang Mempengaruhinya. Rineka Cipta, Jakarta Sugiyono. 1999. Statistik Untuk Penelitian. Bandung. Alfabeta Wahyudin, Agus.2000.Makalah Analisis Data melalui Program SPSS, Semarang: PPS UNNES

16

Jurnal Sosial dan Budaya Vol.2 No.2 Juni 2009