Anda di halaman 1dari 4

Manusia adalah satu-satunya makhluk di alam yang memiliki kapasitas untuk menyandang predikat khalifah Tuhan di muka bumi.

Makhluk dengan kedudukan agung ini akan sangat merugi jika mencintai dunia secara berlebihan dan melalaikan posisi tingginya di jagad raya ini. Pada suatu hari, seseorang bertanya kepada Abu Said Abul Khayr, seorang tokoh sufi Persia, !imana engkau mencari Tuhan" Abu Said menja#ab, !i tempat mana engkau telah mencari Tuhan dan tidak menemukan-$ya"

Manusia berusaha mengenal dirinya dan mengenal alam semesta. %a ingin lebih tahu siapa dirinya dan bagaimana alam semesta. !ua jenis pengetahuan ini menentukan e&olusi, kemajuan dan kebahagiaannya. Agama mengajak manusia untuk mengenal dirinya. Pokokpokok ajaran agama adalah kenalilah dirimu agar engkau tahu Tuhanmu dan jangan melupakan Tuhanmu agar kamu tidak lupa akan dirimu. %mam Ali as mengatakan, Semoga Allah merahmati manusia yang tahu asal-usulnya, tahu keberadaan dirinya, dan tahu hendak ke mana dirinya.

Seorang arif berkata bah#a maksud dari mencari Tuhan bukanlah engkau menemukannya, tapi engkau harus menyelamatkan dirimu dari kelalaian dan mengenal dirimu sendiri. Pengenalan manusia merupakan sebuah jalan untuk mengenal Tuhan dan pada dasarnya, jalan mengenal Tuhan akan mele#ati gerbang pengenalan manusia itu sendiri. %mam Ali as berkata, 'arang siapa mengenal dirinya, maka sungguh dia akan mengenal Tuhannya . !engan kata lain, barang siapa yang telah mengenal dirinya tentang bagaimana makhluk yang rendah ini bisa menggapai kesempurnaan, maka ia akan mengenal Tuhannya. Sebab, manusia mengetahui bah#a selain Tuhan (ang Maha Kuasa, tidak ada makhluk lain yang bisa mengantarkannya dari segumpal mani menuju kesempurnaan.

Manusia dapat mengenal Tuhan dengan sifat )amaliyah *keindahan+ dan )alaliyah *Keagungan+ dengan cara tafakkur, perenungan, dan penyelaman terhadap dirinya sendiri. %mam Ali as berkata, 'arang siapa yang telah mengenal dirinya, maka ia mengenal Tuhannya dan karena ia telah mengenal Tuhan, maka ia telah sampai pada ilmu dan pengetahuan tentang seluruh keberadaan.

Tujuan utama ilmu agama dan filsafat adalah mengenal manusia dan alam semesta serta hubungan keduanya dengan Sang Pencipta. ,leh sebab itu, pengenalan terhadap berbagai dimensi dan karakteristik manusia akan mendekatkan seseorang pada asal mula penciptaan dan tujuan dasarnya. -asul Sa# bersabda, ,rang yang paling tahu tentang dirinya, maka ia adalah orang yang paling mengenal Tuhannya. !ikisahkan bah#a seorang sufi berkata kepada sahabatnya demikian, .ahai Tuhan, kenalkanlah diri-Mu kepadaku. Sementara aku berkata, .ahai Tuhan, kenalilah aku pada diriku sendiri.

/ubungan manusia dan alam semesta merupakan sebuah tema penting filsafat. !engan kata lain, itu adalah sebuah masalah yang sangat esensial bagi manusia, dimana ia menyimpan potensi besar dalam dirinya. Mereka yang mengkaji tema-tema %lahiyat dan ingin mengetahui hubungan antara makhluk dan khalik, atau mereka yang ingin mengenal dirinya sendiri dan juga orang-orang yang ingin mempelajari metode kehidupannya baik itu dalam dimensi indi&idu, sosial atau bahkan uni&ersal, maka mereka akan berurusan dengan masalah manusia dan alam semesta. )ika masalah ini terpecahkan, kebanyakan dari problema umat manusia akan terselesaikan.

Menurut kebanyakan orang, manusia adalah manusia dan alam semesta adalah alam semesta. Padahal, ada hubungan yang sangat erat dan penuh makna antara manusia dan alam semesta. Manusia adalah satu-satunya makhluk hidup yang memiliki ikatan abadi dengan seluruh dimensi alam. Seluruh bagian dan gerakan di alam memiliki hubungan satu dengan yang lain. Ada ikatan erat antara karakteristik dan fenomena-fenomena di alam ini.

Segala sesuatu memiliki sebuah tampilan eksternal dan juga dimensi internal. Mungkin saja sesuatu terlihat kecil secara lahiriyah, tapi dari segi batin sangat besar atau sebaliknya yaitu,

mungkin saja sesuatu tampak besar secara lahiriyah, namun dari segi batin sangat kecil. Alam penciptaan juga seperti itu. Alam secara lahir tampak besar dan agung, tapi pada dasarnya adalah kecil dan mungil dari segi batin. Sementara manusia terlihat kecil dari sisi lahiriyah, namun pada dasarnya adalah besar dan luar biasa. %mam Ali as berkata, Apakah kalian mengira bah#a kalian hanya tubuh kecil ini, padahal kalian adalah alam yang sangat besar.

Pada kenyataannya, manusia adalah model eksklusif dari seluruh makhluk hidup dan bahkan dapat disimpulkan bah#a jejak dan tanda-tanda dari seluruh makhluk di alam semesta ada dalam diri manusia. Segala sesuatu yang ada di alam, pada dasarnya juga terdapat dalam diri manusia. ,leh karena itu, jika kita mengamati diri dan alam sekitar dengan seksama, maka kita akan menemukan sebuah hubungan yang rumit antara diri kita dan segala sesuatu yang ada di sekitar kita. Seorang filosof Muslim, Mulla Shadra mengatakan, Manusia sempurna adalah manusia yang menyelaraskan dirinya dengan seluruh ketentuan-ketentuan %lahi.

Kenyataan bah#a semua makhluk, dengan segala keterbatasan, merupakan tanda-tanda akan kesucian, keindahan, ilmu pengetahuan, hidup, dan kesempurnaan lainnya dari Tuhan. Seluruh makhluk tanpa terkecuali, diharuskan untuk memuji dan mengagungkan Tuhan, dan berdasarkan hal tersebut, Mulla Sadra percaya bah#a semua atribut kesempurnaan seperti hidup dan pengetahuan, beredar pada semua makhluk di seluruh alam raya.

Setiap #ujud di alam ini pada le&el keberadaan manapun, memiliki semua sifat kesempurnaan. Setiap #ujud memiliki kehidupan, pengetahuan, kekuatan, kasih sayang, cinta0 sesuai dengan kadar keberadaannya. Sifat-sifat kesempurnaan mengalir di segenap makhluk alam ini baik yang material maupun yang tidak. Sebagai bentuk ciptaan Tuhan yang paling sempurna, manusia mengemban amanah yang berat dan tanggung ja#ab yang besar yang tidak dapat diterima makhluk lain. Manusia adalah perantara antara Pencipta dan makhluk lain mulai dari yang teratas *Tuhan+ ke yang terba#ah dari seluruh ciptaan-$ya.

Melalui manusialah kesempurnaan dan rahmat turun ke bumi1 dalam perjalanan menuju Tuhan, melalui manusialah seluruh alam raya dapat menggapai Tuhan1 dengan kata lain, manusia adalah penjaga alam, pemelihara, dan penyebab kehidupan di dalamnya. 'agaimanapun juga, sangat menarik bah#a manusia yang sama juga mencari bantuan dari alam dalam pendakiannya dan pergerakan ke atas menuju Tuhan1 kesempurnaanya tidak mungkin tanpa alam dan isinya.*%-%' %ndonesia+