Anda di halaman 1dari 32

Apa Yang Dimaksud Dengan Varises Esofagus?

Varises Esofagus adalah kondisi medis yang ditandai dengan penonjolan dan pelebaran abnormal dari vena-vena di dasar esofagus (suatu pipa yang menyalurkan makanan dari tenggorok ke lambung). Hal ini seringkali berhubungan dengan penderita penyakit hati yang menyebabkan perlambatan atau obstruksi aliran darah ke dalam hati. Oleh karena itu, terkumpulnya darah se ara berlebihan di dalam vena-vena ke il di dekat hati, seperti di dekat esofagus, menyebabkan pembengkakan. !enderita varises esofagus se ara normal tidak menunjukkan gejala ke uali vena-vena tersebut pe ah dan menyebabkan perdarahan. "ejala-gejala dapat mengan am ji#a, seperti buang air besar berdarah, muntah darah dan syok, sebagai akibatnya. !enanganan biasanya termasuk perlambatan aliran darah pada hati, yang sebagai akibatnya menyebabkan berkurangnya darah yang terkumpul pada vena-vena di dekat esofagus. $etika terjadi perdarahan, penanganan medis segera dibutuhkan untuk men egah komplikasi perdarahan yang mengan am ji#a, seperti syok (kegagalan sistem sirkulasi untuk mensuplai darah ke tubuh).

Spesialisasi Medis dan Fokus Klinik


"astroenterologi %edah &aluran !en ernaan 'tas

Apa Saja Gejala-Gejala Varises Esofagus?


Tanda dan gejala Varises Esofagus yang mungkin im!ul"

(arah di dalam tinja (enyut jantung yang epat )untah darah (hematemesis) !using *inja ber#arna hitam

+khtisar $linik (okter *anya ,a#ab

Apa Yang Dimaksud Dengan #erdara$an Saluran #en%ernaan &agian A as?


!erdarahan &aluran !en ernaan %agian 'tas diklasifikasikan ke dalam perdarahan gastrointestinal, suatu kondisi medis yang ditandai dengan perdarahan pada saluran pen ernaan. &aluran pen ernaan termasuk esofagus, lambung, usus halus dan usus besar. !erdarahan &aluran !en ernaan %agian 'tas terjadi pada bagian a#al dari saluran pen ernaan- esofagus, lambung, dan duodenum (bagian a#al dari usus halus). !erdarahan &aluran !en ernaan %agian 'tas lebih sering terjadi bila dibandingkan dengan !erdarahan &aluran !en ernaan %agian %a#ah. !enyebab dair perdarahan saluran erna bagian atas termasuk .lkus !eptikum, "astritis, Varises Esofagus dan robeknya )allory-/eiss. .lkus !eptikum adalah erosi terlokalisasi pada dinding saluran pen ernaan dan mun ul sebagai akibat rusaknya pembuluh darah. "astritis adalah peradangan pada dinding lambung akibat ketidakmampuan lapisan lambung untuk melindungi dirinya sendiri dari asam lambung. Varises Esofagus adalah pembengkakan pada vena-vena esofagus atau lambung, yang biasanya disebabkan oleh jaringan parut yang terbentuk di hati. 0obekan )allory-/eiss adalah robekan pada esofagus atau dinding lambung, seringkali disebabkan karena muntah. &etiap tanda adanya darah pada feses atau pada bagian manapun pada saluran pen ernaan bagian atas memerlukan perhatian medis se epatnya.

Spesialisasi Medis dan Fokus Klinik


"astroenterologi %edah &aluran !en ernaan 'tas

Apa Saja Gejala-Gejala #erdara$an Saluran #en%ernaan &agian A as?


Tanda dan gejala #erdara$an Saluran #en%ernaan &agian A as yang mungkin im!ul"

(arah di dalam muntah (arah di dalam tinja $ram perut $ulit yang pu at !using &akit perut &esak nafas

*inja ber#arna hitam

Mengatasi Hernia Usus


12 ,une 1231 in !enyakit, Vegan 4 *ags- (iagnosa divertikula, (iet hernia usus, (ivertikula, (ivertikulitis, (ivertikulosis, 5aktor risiko divertikula, "ejala hernia usus, )en egah hernia usus, )engobati hernia usus, !enatalaksanaan divertikula, !engobatan divertikula, !enyebab hernia usus

shuttersto k. om (ivertikula adalah hernia usus atau 6tonjolan7 keluarnya kantung,8 dari kolon (usus besar) yang terjadi pada area-area lemah di dalam dinding usus besar. !erkembangan divertikula tampak terkait dengan pola makan rendah serat. $urangnya serat membuat tinja menjadi kering dan keras sehingga usus besar perlu menekan lebih kuat agar tinja keluar. &eiring #aktu, tekanan yang meningkat melemahkan dinding usus besar dan akibatnya terbentuklah divertikula (tonjolan kantung). &ebaliknya, asupan tinggi serat menyebabkan tinja yang lebih lembut dan lebih mudah untuk dikeluarkan. (ivertikula bisa menyebabkan beberapa gangguan

Divertikulosis artinya adalah adanya divertikula itu sendiri. Divertikulosis umumnya tidak menimbulkan gejala dan tidak memerlukan pengobatan. Namun, beberapa orang melaporkan nyeri perut ringan bagian bawah, kram, kembung, sembelit, atau diare. Divertikulitis terjadi ketika divertikula menjadi terinfeksi dan meradang, yang terjadi pada 10 sampai 20 persen pasien. Ini adalah penyakit parah yang memerlukan rawat inap dan mungkin memerlukan operasi pengangkatan sebagian dari usus besar. ejala termasuk demam, sakit perut parah bagian bawah dan nyeri, mual, dan muntah. Perdarahan divertikular terjadi ketika pembuluh darah di dekat divertikula pe!ah dan masuk ke dalam divertikula. Ini adalah penyebab paling umum perdarahan perut bagian bawah pada orang lanjut usia. Ini biasanya tanpa rasa sakit, tetapi pasien mungkin melihat kotoran berwarna hitam "melena# atau perdarahan dari dubur.

5aktor 0isiko

Pertambahan usia$ Divertikula mengenai sekitar setengah orang %merika pada usia &0 tahun, dan lebih dari dua pertiga orang %merika di atas usia '0 tahun. (ebaliknya, kurang dari ) persen orang di bawah usia *0 tahun yang terkena.

Gaya hidup$ Negara+negara industri memiliki insiden yang lebih tinggi dari penyakit divertikular dibandingkan negara berkembang. ,eberapa negara ,arat memiliki tingkat prevalensi yang mendekati *0 persen dari populasi, sedangkan negara+negara berkembang di %sia dan %frika dengan prevalensi di bawah 1 persen. (elanjutnya, negara+negara berkembang yang mengadopsi gaya hidup yang lebih ,arat "terutama diet rendah serat# telah meningkatkan tingkat divertikulosis. Asupan makanan rendah serat$ ,eberapa penelitian telah menghubungkan asupan rendah serat dengan berkembangnya penyakit divertikular. (elanjutnya, penyakit divertikular jauh kurang umum pada vegetarian, yang !enderung makan jauh lebih banyak serat daripada nonvegetarian. Total asupan lemak dan daging merah$ -otal asupan tinggi lemak dan daging merah juga telah berkorelasi dengan risiko tinggi penyakit divertikular. Gaya hidup tidak aktif atau banyak duduk

(iagnosa

.iwayat medis dan pemeriksaan fisik serta tes darah adalah langkah+langkah awal. /al itu tidak menegakkan diagnosa, tetapi mungkin menimbulkan ke!urigaan. (e!ara khusus, kombinasi dari nyeri perut kiri bawah, demam, dan peningkatan jumlah sel darah putih menunjukkan divertikulitis. 0- s!an abdomen adalah tes pilihan untuk mendiagnosis divertikulosis dan divertikulitis. 1ika perdarahan divertikular di!urigai, kolonoskopi adalah tes mengkonfirmasikan diagnosis dan mengidentifikasi tempat perdarahan. pilihan untuk

2olonoskopi dengan biopsi untuk menyingkirkan kanker usus besar harus dilakukan setelah kejadian awal telah mereda.

!engobatan

Nutrisi adalah pertimbangan utama untuk pen!egahan dan pengobatan. .isiko mengembangkan divertikula bisa dikurangi dengan peningkatan asupan serat, baik melalui makanan tinggi serat atau suplemen serat, bersama dengan perubahan diet lain "lihat Diet Hernia Usus#. Divertikulosis sendiri tidak memerlukan pengobatan. Divertikulitis umumnya memerlukan rawat inap, !airan infus, dan antibiotik. 3asien dengan divertikulitis memiliki risiko *0 persen kekambuhan setelah episode awal dan risiko '0 persen kekambuhan setelah episode kedua. 4ntuk men!egah kekambuhan, banyak pasien memerlukan operasi pengangkatan bagian usus besar yang terkena. 3erdarahan divertikular, jika berat atau berulang, mungkin memerlukan rawat inap, !airan infus, transfusi darah, dan operasi pengangkatan daerah yang terkan di usus besar.

A'

K()SE# DASA* MED+K ,' ,' #enger ian

3.3 Hemoroid adalah dilatasi dari vena homorrhoidal (9e#is, 1222, hal. 33:;). 3.1 Hemoroid adalah bagian vena yang berdilatasi dalam kanal anal (%runner and &uddarth, 1221, hal. 33<:). 3.< Hemoroid adalah vari es vena perianal. (9u kmann and &orensen=s, hal. 3;;;). 3.> Haemorrhorde tomy adalah eksisi bedah untuk mengangkat hemoroid.

,' -'

Klasifikasi

1.3 Hemoroid interna yaitu vari es vena hemoroidalis superior dan media terjadi pada bagian dalam spingterani. Hemoroid interna dibagi menjadi > tingkatan, yaitu 1.3.3. *ingkat +

Vari es dari satu atau lebih vena hemoroidalis dengan gejala perdarahan (gambar). 1.3.1. *ingkat ++

Vari es dari satu atau lebih vena hemoroidalis yang pada saat defekasi keluar dari dubur tetapi bisa masuk kembali dengan sendiri. 1.3.<. *ingkat +++

&eperti tingkat ++, tetapi sesudah defekasi vari es tidak bisa kembali spontan, harus didorong. 1.3.>. *ingkat +V

*elah terjadi inkaserasi. 1.1 Hemoroid eksterna- yaitu vari es vena hemoroidalis inferior pada bagian luar sfingter ani.

,' .'

Ana omi Fisiologi

%agian utama usus besar yang terakhir dinamakan rektum dan terbentang dari kolon sigmoid sampai anus, kolon sigmoid mulai setinggi krista iliaka dan berbentuk lekukan huruf &. 9ekukan bagian ba#ah membelok ke kiri #aktu kolon sigmoid bersatu dengan rektum. &atu in i dari re tum dinamakan kanalis ani dan dilindungi oleh sfingter eksternus dan internus. !anjang rektum dan kanalis ani sekitar 3? m. .sus besar se ara klinis dibagi menjadi belahan kanan dan belahan kiri sesuai dengan suplai darah yang diterimanya. 'rteri mesentrika superior memperdarahi belahan bagian kanan yaitu sekum, kolon asendens dan dua pertiga proksimal kolon tranversum, dan arteria mesentrika inferior memperdarahi belahan kiri yaitu sepertiga distal kolon transversum, kolon desendens dan sigmoid, dan bagian proksimal rektum. &uplai darah tambahan untuk rektum adalah melalui arteria sakralis media dan arteria hemoroidalis inferior dan media yang di abangkan dari arteria iliaka interna dan aorta abdominalis. 'lir balik vena dari kolon dan rektum superior melalui vena mesentrika superior dan inferior dan vena hemoroidalis superior, yaitu bagian dari sistem portal yang mengalirkan darah ke hati. Vena hemoroidalis media dan inferior mengalirkan darah ke vena iliaka dan merupakan bagian dari sirkulasi sistematik. *erdapat anastomosis antara vena hemoroidalis superior, media dan inferior, sehingga peningkatan tekanan portal dapat mengakibatkan aliran darah balik ke dalam vena-vena ini. *erdapat dua jenis peristaltik propulsif - (3) kontraksi lamban dan tidak teratur, berasal dari segmen proksimal dan bergerak ke depan, menyumbat beberapa haustra@ (1) peristaltik massa, merupakan kontraksi yang melibatkan segmen kolon. "erakan peristaltik ini menggerakkan massa feses ke depan, akhirnya merangsang defekasi. $ejadian ini timbul dua sampai tiga kali sehari dan dirangsang oleh refleks gastrokolik setelah makan, khususnya setelah makanan pertama masuk pada hari itu. !ropulasi feses ke rektum mengakibatkan distensi dinding rektum dan merangsang refleks defekasi. (efekasi dikendalikan oleh sfingter ani eksterna dan interna. &fingter interna dikendalikan oleh sistem saraf otonom, dan sfingter eksterna berada di ba#ah kontrol voluntar. 0efleks defekasi terintegrasi pada segmen sakralis kedua dan keempat dari medula spinalis. &erabut-serabut parasimpatis men apai rektum melalui saraf splangnikus panggul dan bertanggung ja#ab atas kontraksi rektum dan relaksasi sfingter interna. !ada #aktu rektum yang mengalami distensi berkontraksi, otot levator ani berelaksasi, sehingga menyebabkan sudut dan anulus anorektal menghilang. Otot-otot sfingter interna dan eksterna berelaksasi pada #aktu anus tertarik atas melebihi tinggi massa feses. (efekasi diper epat dengan adanya peningkatan tekanan intra-abdomen yang terjadi akibat kontraksi voluntar. Otot-otot dada dengan glotis ditutup, dan kontraksi se ara terus menerus dari otot-otot abdomen (manuver atau peregangan valsava). (efekasi dapat dihambat oleh kontraksi voluntar otot-otot sfingter eksterna dan levator ani. (inding rektum se ara bertahap akan relaks, dan keinginan untuk berdefekasi menghilang.

,' /'

E iologi

Hemoroid disebabkan oleh banyak faktor yang saling mendukung antara lain >.3 >.1 >.< >.> >.? >.; >.A >.: >.B !eningkatan tekanan intra abdominal (kegemukan, kehamilan) $onstipasi kronik (mengejan) $urang aktivitas, terlalu banyak duduk atau berdiri !ola makan yang rendah serat Hipertensi portal $elainan anatomik (tidak ada katup pada vena-vena hemoroidalis). Hipertrofi prostat 5ibroma uter *umor re tum

,' 0'

#a ofisiologi

(alam keadaan normal sirkulasi darah yang melalui vena hemoroidalis mengalir dengan lan ar sedangkan pada keadaan hemoroid terjadi gangguan aliran darah balik yang melalui vena hemoroidalis. "angguan aliran darah ini antara lain dapat disebabkan oleh peningkatan tekanan intra abdominal. Vena porta dan vena sistematik, bila aliran darah vena balik terus terganggu makan dapat menimbulkan pembesaran vena (vari es) yang dimulai pada bagian struktur normal di regio anal, dengan pembesaran yang melebihi katup vena dimana sfingter anal membantu pembatasan pembesaran tersebut. Hal ini yang menyebabkan pasien merasa nyeri dan fae es berdarah pada hemoroid interna karena vari es terjepit oleh sfingter anal. !eningkatan tekanan intra abdominal menyebabkan peningkatan vena portal dan vena sistemik dimana tekanan ini disalurkan ke vena anorektal. 'rteriola regio anorektal menyalurkan darah dan peningkatan tekanan langsung ke pembesaran (vari es) vena anorektal. (engan berulangnya peningkatan tekanan dari peningkatan tekanan intra abdominal dan aliran darah dari arteriola, pembesaran vena (vari es) akhirnya terpisah dari otot halus yang mengelilinginya ini menghasilkan prolap pembuluh darah hemoroidalis. Hemoroid interna terjadi pada bagian dalam sfingter anal, dapat berupa terjepitnya pembuluh darah dan nyeri, ini biasanya sering menyebabkan pendarahan dalam fae es, jumlah darah yang hilang sedikit tetapi bila dalam #aktu yang lama bisa menyebabkan anemia defisiensi besi. Hemoroid eksterna terjadi di bagian luar sfingter anal tampak merah kebiruan, jarang menyebabkan perdarahan dan nyeri ke uali bila vena ruptur. ,ika

ada darah beku (trombus) dalam hemoroid eksternal bisa menimbulkan peradangan dan nyeri hebat. Click here to Download Pathway

,' 1'

Tanda dan Gejala

;.3 !erdarahan pada fae es ber#arna merah terang. ;.1 Cyeri ;.< $eluar selaput lendir ;.> !rolaps ;.? "atal ;.; (uduk berjam-jam di /D.

,' 2'

Tes Diagnos ik

A.3 Hemoglobin, mengalami penurunan E 31 mgF. A.1 'nos opy, pemeriksaan dalam rektal dengan menggunakan alat, untuk mendeteksi ada atau tidaknya hemoroid. A.< (igital re tal eGamination, pemeriksaan dalam rektal se ara digital. A.> &igmoidos opy dan barium enema, pemeriksaan untuk hemoroid yang disertai karsinoma.

,' 3'

Terapi

*erapi yang diberikan disesuaikan dengan klasifikasi hemoroid yaitu *ingkat +. 3. (i oba dengan menghilangkan faktor-faktor penyebab, misalnya - konstipasi, dan menghindari mengejan berlebihan saat buang air besar, beri nasehat - diet tinggi serat,

banyak makan sayur, buah dan minum air putih paling sedikit 1.222 7hari dan olahraga ringan se ara teratur, serta kurangi makan makanan yang merangsang dan daging. 1. )enjaga higiene daerah anorektal dengan baik. <. ,ika ada infeksi beri antibiotika peroral. >. %ila terdapat nyeri yang terus-menerus dapat diberikan suppositoria. ?. .ntuk melan arkan defekasi, dapat diberikan airan parafin atau larutan magnesium sulfat 32F.
&. %ila dengan pengobatan di atas tidak ada perbaikan, diberikan terapi skleroting (sodium

moruat) ?F atau fenol. !enyuntikan dilakukan antara mukosa dan vari es, dengan harapan timbul fibrosis dan hemoroid menge il. $ontraindikasi pengobatan ini adalah hemoroid eksterna, radang dan adanya fibrosis hebat di sekitar hemoroid interna.

*ingkat ++. 3. *erapi sklerosing, bila tidak berhasil operasi.

*ingkat +++. 3. 0endaman duduk 1. Operasi, bila ada peradangan diobati dahulu.

*ehnik operasi pada hemoroid antara lain 3. Operasi #hitehead, yaitu- seluruh dikupas hemoroidalis interna membebaskan mukosa dari sub mukosa dan mengadakan reseksi serta mengusahakan kontinuitas mukosa kembali. 1. Operasi langenbe k, yaitu vari es hemoroidalis interna dijepit radier dengan klem, mengadakan penjahitan jelujur di ba#ah klm dengan hromi at gut no 172, eksisi jaringan di atas klem, sesudah itu klem dilepas dan jepitan jelujur di ba#ah klem diikat.
5. 9igasi pita karet, yaitu menge ilkan hemoroid dengan diikat pita, bagian distal jaringan

pada pita karet yang telah rusak akan lepas dalam #aktu 3 minggu.
*. Hemoroidektomie kriosiruigi, yaitu metode untuk mengangkat hemoroid dengan ara

membekukan jaringan hemoroid selama #aktu tertentu sampai timbul nekrosis. ?. Operasi hemoroidektomi, yaitu eksisi bedah untuk mengangkat semua jaringan yang terlibat.

;. 9aser Cd- H'", yaitu- teknik eksisi hemorrhoid epat, jarang menimbulkan komplikasi. *erapi setelah operasi 3. &uppositoria yang mengandung anastesi, antibiotika, analgetik dan astrigent. 1. *iga hari post operasi diberikan diet rendah sisa untuk menahan buang air besar. <. ,ika sebelum tiga hari ingin buang air besar, tampon dibuka dan berikan rendaman !$ hangat (<AoD) dengan perbandingan 3->222 selama 3?-12 menit. &etelah buang air besar, lalu dipasang lagi tampon baru. >. ,ika setelah tiga hari post operasi pasien belum buang air besar diberi laGantia. ?. %erikan rendaman duduk dengan larutan !$ hangat (<AoD), perbandingan 3->222 selama 3?-12 menit sampai dengan 3-1 minggu post operasi.

*ingkat +V. 3. +stirahat baring 1. Operasi, bila ada peradangan diobati dahulu.

,' 4' B.3. B.1. B.<. B.>. B.?. B.;.

Komplikasi

'nemia 5istula ani +nkaserasi &tenosis anal 0etensi urine +nfeksi.

&'

K()SE# AS56A) KE#E*A7ATA)

#*E-(#E*AS+
,' ,' 3.3. 3.3.3 3.3.1 3.3.< 3.3.> 3.1. 3.1.3 3.1.1 3.1.< 3.<. 3.>.3 3.>.1 3.>.< 3.>.> 3.>.? 3.>.; 3.>. 3.>.3 3.>.1 3.>.< 3.>.> #engkajian

!ola persepsi kesehatan dan pemeliharaan kesehatan. $urang olahraga (iet rendah serat )inum kurang dari 1.222 7hari

0i#ayat penyakit siror is hepatis !ola nutrisi metabolik Obesitas, anemia (iet rendah serat (kurang makan sayur dan buah) )inum air putih kurang dari 1.222 !ola eliminasi (itemukan sering konstipasi Cyeri #aktu defekasi, duduk, jalan $eluar darah segar dari anus, jumlah, #arna )engejan hebat #aktu defekasi, konsistensi feses, ada darah7nanah. !rolap vari es pada anus. "atal. !ola aktivitas dan latihan $urang aktivitas $urang olahraga !ekerjaan banyak duduk7berdiri )engangkat barang-barang berat 7hari

3.?. 3.?.3 3.?.1 3.;. 3.;.3 3.A. 3.A.3 3.:. 3.:.3

!ola persepsi kognitif Cyeri "atal !ola tidur dan istirahat "angguan pola tidur karena nyeri !ola reproduksi seksual 0i#ayat persalinan dan kehamilan !ola mekanisme koping dan toleransi terhadap serat $oping yang digunakan dan alternatif peme ahan masalah.

,' -' 1.3. 1.1. 1.<. 1.>.

Diagnosa Kepera8a an

Cyeri b.d adanya pembengkakan, trombus pembuluh darah pada anus. $onstipasi b.d mengabaikan dorongan untuk defekasi akibat nyeri selama defekasi. 0esti perdarahan b.d penekanan pada vena hemoroidal akibat konstipasi. Demas b.d ren ana pembedahan dan rasa malu.

,' .' (!3.

#eren%anaan

Cyeri b.d adanya pembengkakan, trombus pembuluh darah pada anus.

HH(- Cyeri berkurang setelah pera#atan 3I1> jam dengan kriteria &kala nyeri 2-3 /ajah pasien tampak rileks.

0en ana tindakan3) $aji skala nyeri

0asional- )enentukan tingkat nyeri, untuk menentukan tindakan yang tepat. 1) 'njurkan untuk menarik nafas dalam setiap kali timbul nyeri.

0asional- )engurangi rasa nyeri. <) %erikan posisi yang nyaman sesuai dengan keinginan pasien.

0asional- )emberikan rasa nyaman. >) Observasi tanda-tanda vital.

0asional- +dentifikasi dini komplikasi nyeri. ?) %erikan bantal7alas pantat

0asional- .ntuk mengurangi rasa nyeri. ;) 'njurkan untuk tidak mengejan yang berlebihan saat defekasi.

0asional- )engurangi rasa nyeri dan prolap vari es. A) %erikan rendaman duduk sesuai anjuran duduk.

0asional- )engurangi rasa nyeri. :) $olaborasi untuk pemberian terapi analgetik.

0asional- )engurangi rasa nyeri.

(!1.

$onstipasi b.d mengabaikan dorongan untuk defekasi akibat nyeri selama defekasi.

HH(- (apat defekasi se ara lan ar setelah pera#atan 1I1> jam dengan kriteria %uang air besar 3 kali perhari. $onsistensi fae es lembek, tidak ada darah dan pus %uang air besar tidak nyeri dan tidak perlu mengejan lama.

0en ana tindakan3) $aji pola eliminasi dan konsistensi fae es.

0asional- )engetahui pola kebiasaan buang air besar klien. 1) %erikan minum air putih 1-< liter perhari (bila tidak ada kontraindikasi)

0asional- Hidrasi yang adekuat membuat konsistensi fae es lembek. <) %erikan banyak makan sayur dan buah.

0asional- )eningkatkan massa fae es sehingga lebih mudah dikeluarkan. >) 'njurkan untuk segera berespon bila ada rangsangan buang air besar.

0asional- .ntuk men egah rangsangan hilang dan akan terjadi konstipasi. ?) 'njurkan untuk menyediakan #aktu yang sama setiap hari untuk buang air besar (setiap pagi7sore). 0asional- )embiasakan pola buang air besar yang normal.

;)

'njurkan untuk melakukan latihan relaksasi sebelum defekasi.

0asional- )erilekskan otot-otot sfingter anal. A) 'njurkan untuk olahraga ringan se ara teratur.

0asional- )eningkatkan peristaltik usus untuk merangsang buang air besar. :) $olaborasi untuk pemberian terapi laGantia dan analgetik.

0asional- !elunak feses dan mengurangi nyeri saat buang air besar.

(!<.

0esti perdarahan b.d penekanan pada vena hemoroidal akibat konstipasi.

HH(- *idak terjadi perdarahan yang ditandai dengan*anda-tanda vital dalam batas normal. *idak timbul perdarahan pada faeses dalam #aktu 3-1 hari.

0en ana tindakan3) $aji tanda-tanda vital (&, C, !, *(, H0) setiap > jam.

0asional- +ndikator dini terhadap resiko perdarahan hebat. 1) )onitor tanda-tanda hipovolemia.

0asional- (eteksi dini untuk tindakan segera. <) !eriksa daerah re tal setiap 1 jam7setelah bab.

0asional- (eteksi dini perdarahan untuk pertolongan segera. >) %eri air minum 1-< liter7hari.

0asional- Hidrasi yang adekuat membuat konsistensi faeses lembek. ?) %erikan banyak makan sayur dan buah.

0asional- )eningkatkan masa feses sehingga lebih mudah dikeluarkan. ;) 'njurkan untuk segera berespon bila ada rangsangan bab.

0asional- .ntuk men egah rangsangan hilang dan akan terjadi konstipasi. A) $olaborasi untuk pemberian laGantia dan analgetik.

0asional- !elunak feses dan mengurangi nyeri saat buang air besar.

(!>.

Demas b.d ren ana pembedahan

HH(- $e emasan berkurang setelah pera#atan 3I1> jam, dengan kriteria !asien mengatakan ke emasan berkurang. !asien berpartisipasi aktif dalam pera#atan.

0en ana tindakan:) $aji tingkat ke emasan.

0asional- )enentukan tingkat ke emasan untuk menentukan tindakan yang tepat.

B)

$aji tingkat pengetahuan pasien tentang pembedahan.

0asional- )enentukan informasi yang akan diberikan. 32) %erikan kesempatan pasien untuk mengungkapkan perasaannya. 0asional- )engurangi ke emasan. 33) (ampingi dan dengarkan pasien. 0asional- )eningkatkan rasa per aya dan rasa aman sehingga mengurangi emas. 31) 9ibatkan keluarga atau pasien lain yang menderita penyakit yang sama untuk memberikan dukungan. 0asional- &ebagai support sistem dan mengurangi rasa malu. 3<) 'njurkan pasien untuk mengungkapkan ke emasannya. 0asional- .ntuk mengurangi emas. 3>) $olaborasi dengan dokter untuk penjelasan prosedur operasi. 0asional- !engetahuan yang ukup tentang prosedur operasi akan mengurangi emas. 3?) $olaborasi untuk terapi anti ansietas (bila perlu). 0asional- )engurangi ansietas.

#(ST-(#E*AS+
,' ,' 3.3. 3.3.3 3.3.1 3.3.< 3.1. 3.1.3 #engkajian

!ola persepsi kesehatan dan pemeliharaan kesehatan. $eadaan lingkungan yang tenang (nyaman) !engetahuan tentang pera#atan pre operasi. 'pa harapan klien setelah operasi. !ola nutrisi metabolik $epatuhan diet.

3.<. 3.<.3 3.<.1 3.<.< 3.<.> 3.>. 3.>.3 3.>.1 3.?. 3.?.3 3.;. 3.;.3 3.A. 3.A.3

!ola eliminasi !erdarahan !ola buang air besar dan buang air ke il. )engejan $ebersihan setelah buang air besar dan buang air ke il. !ola aktivitas dan latihan 'ktivitas yang menimbulkan nyeri $elemahan !ola tidur dan istirahat "angguan tidur akibat nyeri !ola persepsi kognitif *indakan yang dilakukan bila timbul nyeri. !ola persepsi dan konsep diri $e emasan

,' -' 1.3. 1.1. 1.<. 1.>. 1.?.

Diagnosa Kepera8a an

Cyeri b.d adanya luka operasi 0esiko tinggi perdarahan b.d hemoroide tomi !erubahan pola eliminasi urine b.d nyeri dan efek anestesi pas a bedah. 0esiko tinggi infeksi b.d adanya luka operasi di daerah anorektal. 0esiko berulangnya hemoroid b.d kurang pengetahuan. ,' .' #eren%anaan

(!3.

Cyeri b.d adanya luka operasi.

HH(- Cyeri berkurang setelah pera#atan 1I1> jam dengan kriteria &kala nyeri 2-3 /ajah pasien tampak rileks.

0en ana tindakan3) $aji skala nyeri

0asional- )enentukan tingkat nyeri, untuk menentukan tindakan yang tepat. 1) 'njurkan teknik nafas dalam dan pengalihan perhatian.

0asional- .ntuk mengurangi rasa nyeri. <) %erikan posisi supine.

0asional- )engurangi regangan pada daerah anore tal. >) Observasi tanda-tanda vital.

0asional- +dentifikasi dini komplikasi nyeri. ?) %erikan bantalan flotasi di ba#ah bokong saat duduk.

0asional- )enghindari penekanan pada daerah operasi. ;) $olaborasi untuk rendaman duduk setelah tompon diangkat.

0asional- $ehangatan meningkatkan sirkulasi dan membantu menghilangkan ketidaknyamanan. A) $olaborasi pelunak feses dan laksatif. %eri masukan oral setiap hari sedikitnya 1-< liter airan, makanan berserat. 0asional- 5eses yang keras menekan insisi operasi. :) $olaborasi untuk pemberian terapi analgetik.

0asional- )engurangi nyeri.

(!1.

0esiko tinggi perdarahan b.d hemoroide tomi.

HH(- *idak terjadi perdarahan setelah pera#atan >: jam, dengan kriteria -

%alutan luka operasi tidak basah. *anda-tanda vital dalam batas normal.

0en ana tindakan3) )onitor tanda-tanda vital setiap > jam selama 1> jam pertama.

0asional- +ndikator dini perubahan volume darah. 1) )onitor tanda-tanda hipovolemik.

0asional- (eteksi dini untuk tindakan segera. <) !eriksa daerah re tal atau balutan setiap dua jam selama 1> jam pertama.

0asional- (eteksi dini perdarahan untuk pertolongan segera. >) %erikan kompres dingin.

0asional- Vasokonstriksi pembuluh darah.

?)

$olaborasi untuk pemeriksaan Hb dan Ht.

0asional- +ndikator lain perubahan volume darah. ;) $olaborasi untuk pemberian terapi astrigen.

0asional- .ntuk men iuatkan pembuluh darah.

(!<.

!erubahan pola eliminasi urine b.d nyeri dan efek anestesi.

HH(- !ola eliminasi normal setelah pera#atan 3I1> jam, dengan kriteria %uang air ke il lan ar %uang air ke il spontan.

0en ana tindakan3) Observasi jumlah intake airan.

0asional- )enilai keadekuatan intake airan. 1) %erikan intake airan 1-< liter per 1> jam bila tidak ada batasan.

0asional- )emberikan hidrasi yang adekuat. <) .kur intake dan output.

0asional- )engetahui keseimbangan airan. >) 'njurkan untuk buang air ke il setelah rendaman duduk hangat.

0asional- 'ir hangat dapat merilekskan kandung kemih. ?) !eriksa kandung kemih apakah penuh atau kosong.

0asional- %ila penuh terjadi retensi. ;) Observasi jumlah urine (buang air ke il) 1> jam pertama.

0asional- )engetahui fungsi adekuat sistem perkemihan. A) $olaborasi untuk pemasangan selang ken ing bila dalam ; jam post operasi belum buang air ke il dengan intake airan adekuat. 0asional- $emungkinan terjadi retensi urine dan harus dikeluarkan.

(!>.

0esiko tinggi b.d adanya luka operasi di daerah anorektal.

HH(- *idak terjadi infeksi setelah pera#atan 3 minggu dengan kriteria 9uka sembuh dengan baik. *anda-tanda vital dalam batas normal.

0en ana tindakan3) Observasi tanda-tanda vital.

0asional- !eningkatan nilai tanda-tanda vital merupakan indikator dini proses infeksi. 1) %erikan rendaman duduk setiap kali setelah buang air besar selama 3-1 minggu.

0asional- )ematikan kuman penyebab infeksi.

<)

$aji daerah operasi terhadap pembengkakn dan pengeluaran pus.

0asional- )erupakan tanda-tanda infeksi. >) "anti tampon setiap kali setelah bab.

0asional- )en egah infeksi. ?) $olaborasi untuk pemberian terapi antibiotika.

0asional- )embunuh bakteri yang menyebabkan infeksi.

(!?.

0esiko berulangnya hemoroid b.d kurang pengetahuan tentang pera#atan diri.

HH(- )engungkapkan pemahaman tentang aktivitas pera#atan diri yang tepat setelah pera#atan 3 minggu, dengan kriteria (apat membuat larutan untuk rendaman duduk. (apat menyebutkan upaya-upaya pen egahan berulangnya penyakit. %erpartisipasi aktif dalam pera#atan.

0en ana tindakan3) $aji tingkat pemahaman pasien tentang pengelolaan post operasi.

0asional- )enentukan informasi yang akan diberikan. 1) ,elaskan tentang pentingnya menghindari mengejan kuat saat buang air besar, diet tinggi serat, olahraga teratur, minum air putih minimal : gelas per hari dan segera buang air besar bila ada rangsangan untuk buang air besar. 0asional- 5aktor-faktor tersebut akan mempengaruhi resiko untuk berulangnya penyakit. <) ,elaskan ara pera#atan luka.

0asional- )eningkatkan pengetahuan tentang pera#atan di rumah. >) %erikan kesempatan pasien untuk mendemonstrasikan pembuatan larutan untuk rendaman duduk, ara mengeringkan daerah operasi, dan ara melakukan rendaman duduk. 0asional- )emberikan pengalaman langsung sehingga dapat melakukan-nya setelah pulang.

?) ,elaskan tentang guna menjaga daerah operasi dan anorektal selalu dalam keadaan kering dan bersih. 0asional- !asien berpartisipasi dalam pen egahan infeksi. ;) ,elaskan tentang pera#atan luka se ara teratur dan penggunaan obat sesuai dosis sampai habis terutama antibiotika. 0asional- )en egah infeksi dan meningkatkan kepatuhan pasien terhadap pera#atan dan pengobatan. A) ,elaskan tentang guna ambulasi sesegera mungkin (ke uali untuk spinal anastesi).

0asional- )eningkatkan motivasi pasien untuk melakukan ambulasi dan men egah komplikasi.

,' /'

#eren%anaan #ulang

3. ,aga daerah anal dan daerah operasi tetap kering dan bersih. 1. %ersihkan daerah anorektal dengan air hangat dan keringkan dengan kapas absorben, tidak boleh menggosok daerah perianal dengan tissue toilet. <. &egera pergi buang air besar bila ada rangsangan untuk buang air besar. >. )akan makanan berserat (sayuran dan buah). ?. )inum air putih 1222 7hari.

;. Olah raga ringan se ara teratur. A. &ediakan #aktu setiap pagi7sore untuk buang air besar. :. 9akukan rendaman duduk setiap kali setelah buang air besar dengan larutan !$ 3->222 hangat (<AoD), selama 3?-12 menit selama 3-1 minggu. B. "unakan obat-obatan sesuai dosis se ara teratur sampai habis. 32. &egera datang ke pelayanan kesehatan bila perdarahan rektal, nyeri yang terus menerus saat defekasi, ada pengeluaran pus dari luka.

('5*'0 !.&*'$'D. %arbara 9ong (3B:B). Medical Surgical Nursing: Assessment and Management of Clinical Problems. !hiladelphia. )osby Dompany.

(oengoes, )arilynn E. (3BBB). Nursing Care Plans: Guidelines for Planning and Documenting Patient Care. 'lih bahasa- + )ade $ariasa. Edisi <. ,akarta E"D. Engram %arbara (3BBB). Assessment and Management of Clinical Problems. 'lih bahasa- (ra. &uharyanti &amba, &.$p, dkk, ,akarta, E"D. "uyton, 'rthur (3BBA). Textbook of Medical Physiology. 'lih bahasa- +ra#ati &etia#an. Edisi B. ,akarta E"D. +gnatavi ius, (onna ( (3BB3). Medical Surgical Nursing. 9ondon. /.%. &aunders Dompany. a!ita Selekta edokteran. (1222). Edisi <. ,akarta. )edia 'es ulapius. 9e#is, &haron )antik (1222). Medical Surgical Nursing: Assessment and Management of Clinical Problems. !hiladelphia. )osby Dompany. 9u kmann and &orensen=s (3BB<). Medical Surgical Nursing. 9ondon /%. &aunders Dompany. !amela 9. &#earing (3BB2). Medical Surgical Nursing Care. !hiladelphia. )osby Dompany. !ri e, &ylvia 'nderson (3BB?"# Patho!hysiology: Clinical Conce!ts of Disease Processes. 'lih bahasa- !eter 'nugerah. Edisi >. ,akarta. E"D. &meltJer, &uJanne (1223). $runner and Suddarth Medical Surgical Nursing. 'lih bahasa)oni a Ester. Edisi :. ,akarta. E"D.

+n%oming sear%$ erms"


path#ay hemoroid operasi hemoroid #o hemoroid patofisiologi hemoroid post operasi hemoroid anatomi fisiologi hemoroid askep post op hemoroid pat#ay hemoroid askep post op hemorrhoid 'ntibiotik untuk hemoroid

tindakan operasi hemoroid pera#atan pas a operasi hemoroid pera#atan operasi hemoroid post op hemoroid larutan pk untuk hemoroid post hemoroid kontra indikasi hemoroid pera#atan pas a hemoroidektomi kontraindikasi rendam duduk ara pera#atan hemoroid ara pera#atan dirumah pada pasien hemoroid post op haemorhoid pera#atan post hemoroidektomi antinyeri untuk pasien post op hemoroid tingkatan hemoroid

!osted by 6eal $yEn $usias 9 0esponses S$are T$is Ar i%le &hare on 5a ebook &tumble *his 'rti le (igg this 'rti le %ookmark on (eli ious Free Email )e8sle er &tay .pdates #ith this %log. "et 5ree email ne#sletter updates..
Enter Your em

'nd then onfirm your email sub ription

*ela ed Ar i%le o :6EM(*(+D;

&+C(0O)' CE50O*+$ 5raktur *ibia 5ibula !roses )enua Hipotiroid 'ritmia !rosedur !edriatik $husus *0'C&5.&+ ('0'H

)o <ommen o :6EM(*(+D;
3. Domments are losed. )ay