Anda di halaman 1dari 17

EFEKTIVITAS LAYANAN KONSELING INDIVIDU MELALUI PENDEKATAN BEHAVIORAL TERHADAP PENURUNAN PERILAKU MEMBOLOS PADA SISWA KELAS VIII

SMP NEGERI 2 GRINGSING

PROPOSAL SKRIPSI ANGGA RIZKIANSYAH NPM : 09110005

PSIKOLOGI PENDIDIKAN DAN BIMBINGAN FAKULTAS ILMU PENDIDIKAN IKIP PGRI SEMARANG 2013

BAB I PENDAHULUAN 1.1. L ! " B#$ % &' M ( $ ) Pergi ke sekolah bagi remaja merupakan suatu hak sekaligus kewajiban sebagai sarana mengenyam pendidikan dalam rangka meningkatkan kehidupan yang lebih baik. kenyataannya banyak remaja yang enggan melakukannya tanpa alasan yang dapat dipertanggungjawabkan. Banyak yang akhirnya membolos. Perilaku yang dikenal dengan istilah truancy ini dilakukan dengan cara, siswa tetap pergi dari rumah pada pagi hari dengan berseragam, tetapi mereka tidak berada di sekolah. Perilaku ini umumnya ditemukan pada remaja mulai tingkat pendidikan SMP. Namun tetap saja boleh dikatakan wajar sebab sikap dasar manusia yang selalu saja ada secuil rasa bosan yang timbul di benak siswa untuk menghadapi pelajaran. Terlebih bagi mereka yang sudah menjadikan bolos ini sebagai hobi atau agenda wajib saat sekolah, mereka yang malas-malasan dan hanya ingin bersenang-senang saja. Mereka lebih memilih untuk meninggalkan kelas daripada harus mendengarkan penjelasan guru yang tidak mereka mengerti. Mungkin masalah yang seperti ini sering dianggap sepele oleh sebagian kalangan, namun hal ini sangatlah disayangkan terutama bagi pemerintah yang sudah berusaha keras untuk memajukan pendidikan di ndonesia. Segal !"##"$ menemukan setiap hari di %merika Serikat ratusan dari ribuan remajaa absen dari sekolah sekolah tanpa ijin dan alasan yang jelas. &i Negara tersebut, membolos adalah masalah yang mulai meresahkan karena menurut berbagai penilitian, perilaku membolos sangat dipercaya sebagai predictor munculnya perilaku delinkuen pada remaja !studi mencatat '(-)(* pelaku kenakalan remeja adalah remaja yang suka membolos atau sangat sering absen dari sekolah$. +asil penelitian &epartemen Sosial !"##'$ menemukan perilaku

membolos berada padarating pertama sebagai salah satu bentuk kenakalan remaja. %malia !"##($ menemukan perilaku membolos remaja di semarang juga relati,e tinggi dibandingkan dengan bentuk-bentuk kenakalan remaja lainnya. Membolos termasuk dalam kenakalan remaja, di mana dapat diartikan perbuatan melanggar aturan, perilaku yang tidak dapat diterima secara social. Membolos merupakan suatu bentuk perbuatan untuk melalaikan kewajiban belajar di sekolah. bimbingan konseling sebagai bagian integral dari pendidikan, mempunyai tanggung jawab dalam mengatasi masalah membolos siswa di sekolah melalui pelayanan bimbingan dengan cara-cara dan teknik bimbingan konseling yang bersi,at tidak menghukum . -onseling indi.idu memiliki beberapa macam pendekatan yang dapat digunakan untuk usaha penanganan kasus yang dihadapi klien. Sementara dalam pendekatan beha.ioral tidak memandang apakah manusia itu baik atau jelek, rasional atau emosional, beha.iorisme hanya ingin mengetahui bagaimana perilakunya dikendalian oleh ,aktor-,aktor lingkungan. &alam arti teori belajar yang lebih menekankan pada tingkah laku manusia. Memandang indi.idu sebagai makhluk reakti, yang memberi respon terhadap lingkungan. /leh karena itu konseling indi.idu melalui pendekatan beha.ioral dianggap paling sesuai untuk mengatasi permasalahan perilaku membolos pada siswa. &alam hal ini konseling beha.ior menaruh perhatian pada upaya perubahan perilaku yang tampak pada indi.idu. .-ebiasaan membolos pada siswa sangat sering dijumpai pada siswa SMP. +al ini juga terjadi di SMP Negeri " 0ringsing. Banyak diantara siswa tersebut yang mempunyai kebiasaan membolos. /leh karena itu peneliti memilih judul mengenai 12,ekti.itas 3ayanan -onseling Negeri " 0ringsing5. ndi.idu Melalui Pendekatan SMP Beha.ioral terhadap Penurunan Perilaku Membolos Pada Siswa -elas 4

1.2.

I*#&!+,+% (+ M ( $ ) Berdasarkan latar belakang masalah yang telah diuraikan diatas,permasalahan dalam penelitian ini dapat diidenti,ikasikan sebagai berikut6 a. -urangnya kedisiplinan pada siswa b. Penerapan konseling indi.idu yang masih jarang dilakukan oleh guru B- di sekolah c. %danya beberapa ,aktor yang menyebabkan para siswa untuk membolos

1.3.

P#-. ! ( & M ( $ ) Berdasarkan identi,ikasi masalah yang telah diuraikan oleh penulis, maka

ruang lingkup yang akan dibahas akan dibatasi sehingga pembahasan masalah dalam penelitian akan menjadi lebih spesi,ik dan tidak meluas. Penulis membatasi masalah pada 12,ekti.itas 3ayanan konseling indi.idu Melalui Pendekatan Beha.ioral terhadap Penerunan Perilaku Membolos Pada Siswa -elas 4 Negeri " 0ringsing5. 1./. R0-0( & - ( $ ) Berdasarkan latar belakang diatas rumusan masalah dalam penelitian ini adalah %pakah penerapan konseling indi.idu melalui pendekatan Beha.ioral e,ekti, dalam mengurangi perilaku membolos pada siswa kelas 4 0ringsing atau tidak 7 1.5. T010 & P#&#$+!+ & Berdasarkan dari perumusan masalah diatas, maka tujuan dari penelitian ini adalah Mengetahui tentang kee,ekti,an penerapan konseling indi.idu melalui pendekatan Beha.ioral terhadap para siswa kelas 4 SMP Negeri " 0ringsing. SMP Negeri " SMP

1.2.

M &,

! P#&#$+!+ &

+asil dari penelitian ini diharapkann dapat berman,aat bagi pengembanagan ilmu dan pengetahuan baik secara teoritis maupun praktis 8. Man,aat teoritis Secara teoritis hasil dari penelitian ini diharapkan dapat menambah wawasan pengetahuan dan dapat mengembangkan khasanah ilmu pengetahuan dalam pikologi pendididkan dan bimbingan ". Man,aat praktis a. Bagi -onselor Sekolah !guru B-$ &apat mengetahui gambaran umum siswa yang memiliki kebiasaan membolos serta mengetahui ,aktor apa saja yang mempengaruhi hal tersebut. Selain itu guru B- juga dapat mempertimbangkan apakah penerapan konseling indi.idu di sekolah perlu atau tidak b. Bagi Siswa Siswa dapat mengurangi kebiasaan membolos dan lebih dekat lagi kepada guru B- , sehingga tidak ada lagi siswa yang menganggap bahwa guru B- sebagai polisi sekolah. c. Bagi Sekolah Memberikan gambaran umum tentang kebiasaan siswa yang membolos dan ,aktor yang mempengaruhinya sehingga sekolah dapat memberikan perlakuan yang tepat dan penanggulangan yang sesuai.

BAB II KA3IAN TEORI A. P#"+$ %0 M#-.4$4( 1. P#&'#"!+ & M#-.4$4( Perilaku membolos dapat dimasukkan sebagai salah satu bagian dari kenakalan remaja. Masalah ini berkaitan dengan pelanggaran norma hokum dan norma-norma social. &alam hal ini siswa melakukan pelanggaran terhadap aturan atau norma dan tata tertib yang diterapkan di sekolah. Menurut 9uli Setyowati !"##:$ bahwa pengertian membolos adalah suatu tindakan yang dilakukan oleh siswa dalam bentuk tindakan tata tertib sekolah dengan cara meninggalkan sekolah pada jam pelajaran tertentu, meninggalkan pelajaran sampai akhir sepanjang hari yaitu dari awal pelajaran hingga akhir pelajaran guna menghindari pelajaran e,ekti, tanpa ada keterangan yang dapat diterima oleh pihak sekolah atau dengan keterangan palsu. 2. F %!4" 5 &' -#$ ! ".#$ % &'+ 6#"+$ %0 -#-.4$4( 6 * (+(7 &alam hal ini ada beberapa ,aktor yang diduga melatarbelakangi perilaku membolos siswa diantaranya adalah ,aktor ekstern dan ,aktor intern. Menurut 0unarsa !8;)'$ ada dua ,aktor yang melatarbelakangi perilaku membolos siswa yaitu6 a. Sebab yang bersumber pada anak 8. %nak tidak masuk sekolah karena sakit ". -etidakmampuan anak dalam mengikuti pelajaran di sekolah

<. -emampuan intelek yang tara,nya lebih tinggi daripada temantemannya :. -ekurangan moti.asi belajar b. Sebab yang bersumber di luar anak 8. -eluarga -eadaan keluarga -eadaan keluarga tidak selalu memudahkan anak didik untuk memakai waktu untuk belajar . banyak keluarga yang masih memerlukan bantuan dari semua anggota kelurganya. Sikap orang tua Sikap orang tua yang masa bodoh terhadap sekolah, tentunya kurang membantu anak dalam memoti.asi anak untuk masuk sekolah. Sikap orang tua yang terlalu cemas mengenai kesehatan anak, sehingga anak terlalu lama di tahan di rumah sesudah sembuh dari sakit. /rang tua seringkali berharap terlalu tinggi terhadap prestasi belajar anak. ". Sekolah +ubungan anak dengan sekolah dapat dilihat dalam hubungannya dengan anak-anak lain, yang menyebabkan siswa tidak senang di sekolah, lalu membolos.

B. K4&(#$+&' +&*+8+*0 1. P#&'#"!+ & K4&(#$+&' I&*+8+*0 $ Menurut Sukardi!"##"6:'$ konseling indi.idual yaitu layanan bimbingan dan konseling yang memungkinkan peserta didik mendapatkan layangan langsung tatp muka dengan guru pembimbing dalam rangka pembahasan dan pengentasan permasalahannya.

Menurut Prayitno!"##:68$ konseling indi.idual merupakan layana konseling yang diselenggarakan oleh konselor terhadap seorang klien dalam rangka pengentasanmasalah pribad klien dalam suasana tatap muka langsung antara klien dan konselor membahas berbagai hal tentang masalah yang dihadapi oleh siswa=klien.

2. T010 & K4&(#$+&' I&*+8+*0 $ Menurut Prayitno!"##:6;8$ konsen peling indi.idual bertujuan memungkinkan siswa mendapat layanan secara langsung secara tatap muka dengan guru pembimbing dalam rangka pembahasan dan pengentasan permasalahannya. Menurut Nurihsan konseling indi.idu bertujuan agar konseli !siswa$ dapat mengenal diri sendiri,menerima diri sendiri secara realistis dalam proses penyesuaian dengan lingkungannya. suatu hubungan pribadi yang unik dalam konseling dapat membantu indi.idu membuat keputusan pemilihan dan rencana bijaksana dan dapat berkembang serta berperan lebih baik dilingkungannya. konseling membantukonseli untuk mengerti diri sendiri,mengeksplorasi diri sendiri dan dapat memimpin diri sendiri dalam masyarakat. 3. F0&'(+ K4&(#$+&' I&*+8+*0 a. >ungsi pemahaman Melalui konseling indi.idu klien memahami selik beluk masalah yang dialami secara mendalam. b. >ungsi pengembangan dan pemeliharaan

Pengembangan dan pemeliharaan potensi klien dan berbagai unsur positi, merupakan pemahaman dan pengentasan masalah klien dapat dicapai. c. >ungsi pencegahan Mencegah masalah-masalah baru yang mungkin timbul. d. >ungsi ad.okasi 9. P#&*#% ! & B#) 8+4" $ 1. P#&'#"!+ & %4&(#$+&' .#) 8+4" $ -onseling beha.ioral merupakan bentuk tertentu dari modi,ikasi perilaku. +ansen !dalam rasjidan, 8;;:$ merumuskan pengertian beha.ioral cenderung lebih dekat dengan teori belajar. -onseling adalah situasi belajar yang khusus. Semua perubahan perilaku konseli sebagai hasil proses konseling meupakan hasil langsung perubahan prinsip belajar yang sama dengan prinsip belajar diluar suasana konseling. Proses konseling berurusan langsung dengan bagaimana penerapan prinsip-prinsip belajar. 2. K " %!#"+(!+% %4&(#$+&' .#) 8+4" $ -arakteristik beha.ioral bersi,at uni.ersal diantaranya 6 a. >okusnya pada pengaruh tingkah laku yang dapat diamati yang dipertentangkan dengan determinan historis b. Penekanan terhadap perubahan tingkah laku sebagai kriteria utama dalam menilai treatment c. Tujuan treatment ditentukan secara nyata dalam istilah yang obyekti, agar memungkinkan adanya pengulangan atau peninjauan kembali d. Masalah-masalah yang menjadi sasaran dalam terapi secara khusus ditentukan, sehingga memungkinkan adanya treatment dan penilaian 3. T010 & %4&(#$+&' .#) 8+4" $

a. Menghapus atau menghilangkan tingkah laku maldapti, !masalah$ untuk digantikan dengan tingkah laku yang baru yaitu adapti, yang diinginkan klien b. Tujuan yang si,atnya umum harus dijabarkan ke dalam perilaku yang spesi,ik6 &iinginkan oleh klien -onselor mampu dan bersedia membantu mencapai tujuan tersebut -lien dapat mencapai tujuan tersebut &irumuskan secara spesi,ik dan klien bersama-sama !bekerjasama$ menetapkan atau

c. -onselor

merumuskan tujuan-tujuan khusus konseling

/. P"+&(+6 %#"1 6#&*#% ! & .#) 8+4" $ a. Memodi,ikasi tingkah laku melalui pemberian penguatan agar klien terdorong untuk merubah tingkah lakunya hendaknya mempunyai daya yang cukup kuat dan dilaksanakan secara sistematis dan nyata-nyata ditampilkan melalui tingkah laku klien b. c. d. e. Mengurangi ,rekuensi berlangsungnya tingkah laku yang yang tidak diinginkan Memberikan penguatan terhadap suatu respon yang akan mengakibatkan terhambatnya kemunculan tingkah laku yang tidak diinginkan Mengkondisikan pengubahan tingkah laku melalui pemberian contoh atau model !,ilm, tape recorder atau contoh nyata langsung$ Merencanakan prosedur pemberian penguatan terhadap tingkah laku yang diinginkan dengansistem kontrak D. K#" &'% .#",+%+"

-onseling indi.idu

Pendekatan beha.ioral

Perilaku membolos

+a E. H+64!#(+(

Berkurang !e,ekti,$

+o Tetap !tidak e,ekti,$

-onseling indi.idu melalui pendekatan beha.ioral dapat menurunkan perilaku membolos

BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. T#-6 ! * & 7 %!0 6#&#$+!+ & 8. Tempat penelitian Tempat penelitian ini yaitu tepatnya di SMP Negeri " 0ringsing, hal ini sesuai apa yang ada di dalam judul penelitian, selain itu pada sekolah tersebut sering ditemukan siswanya yang sering membolos saat jam pelajaran berlangsung. ". ?aktu penelitian Penelitian dilaksanakan pada semester tahun ajaran "#8<="#8: B. P460$ (+: S -6#$ * & S -6$+&' 8. Populasi penelitian

Populasi adalah keseluruhan obyek penelitian yang memiliki ciri-ciri yang sama menurut kriteria penelitian yang sedan dilakukan. &alam penelitan ini populasinya yaitu siswa kelas 4 SMP N " 0ringsing tahun ajaran "#8<="#8: berjumah 8;" siswa. Populasi dibagi kedalam empat kelas. Populasi penelitian No 8 " < : Aumlah -elas 4 .% 4 .B 4 .@ 4 .& Populasi :) :) :) :) 8;"

". Sampel penelitian Sampel penelitian adalah bagian !anggota$ dari populasi yang diambil secara benar,karena dapat mewakili seluruh populasi secara sah Sampel penelitian No 8 " < : -elas 4 .% 4 .B 4 .@ 4 .& Aumlah Populasi :) :) :) :) Sampel 8# 8# 8# 8# :#

<. Sampling penelitian Teknik yang digunakan dalam penelitian adalah teknik purposi.e random sampling. karena peneliti sudah menetapkan terlebih dahulu sampel yang akan dipakai untuk penelitian sesuai dengan tujuan penelitian. Sampel yang

digunakan dalam penelitian diambil dari sebagian populasi siswa kelas 4 SMP N " 0ringsing tahun ajaran "#8<="#8:. 9. V "+ .#$ P#&#$+!+ & 8. 4ariabel bebas yaitu layanan konseling indi.idual melalui pendekatan beha.ioral !.ariabel B$ ". 4ariabel terikat yaitu perilaku membolos !.ariabel y$ D. M#!4*# P#&#$+!+ & Penelitian yang penulis lakukan adalah penelitian eksperimen sungguhan yaitu dimaksudkan untuk mengatuhui ada tidaknya akibat dari sesuatu yang dikenakan secara sengaja oleh peneliti pada subyek penelitian. &alam penelitian ini peneliti menggunakan metode skala psikologis. Metode skala psikologis menurut Suharsimi %rikunto !"##"68")$ adalah sejumlah pernyataan tertulis yang digunakan untuk memperoleh in,ormasi dari responden dalam arti laporan tentang pribadinya atau hal-hal yang ia ketahui. Skala dalam penelitian ini berbentuk skala likert dengan tiga alternati.e jawaban untuk setiap pertanyaan ,a.orabel dan un,a.orabel subyek diminta memilih satu diantara empat jawaban yang tersedia !TP$ tidak pernah, !--$ kadang-kadang, !S$ sering.@ara menskor skala di atas jawaban yang diberikan subyek berkisar #-" pada butir ,a.orabel pilihan skor !TP$ tidak pernah #, !--$ kadang-kadang 8, !S$ sering " , sedangkan untuk jawaban un,a.orabel pilihan skor !TP$ tidak pernah ", !--$ kadang-kadang 8, !S$ sering #.

Skala psikologis perilaku membolos.

N4

V "+ .#$

I&*+% !4" P4(+!+,

B0!+" N#' !+, ;0&, 84" .$# < (,D,',) 8<,8:,8(,8D "8,"","<,": ;, 84" .$#<

10-$ )

Perilaku 8. Telat datang ke sekolah membolos ". Tidak tugas !PC$

8,",<,:

) ) )

mengerjakan ;,8#,88,8"

<. Tidak menyukai salah 8',8),8;," satu atau beberapa # pelajaran tertentu :. Tidak hadir dalam salah satu pelajaran tertentu (. Tidak masuk sekolah "(,"D,"'," ) <<,<:,<(,< Aumlah D "#

";,<#,<8,<" <',<),<;,:#

) )

"#

:#

E. I&(!"0-#& P#&#$+!+ & nstrumen pada penelitian ini berupa skala psikologis penyesuain diri untuk .ariabel 9. -arena pada penelitian ini peneliti menggunakan penelitian eksperimen maka .ariabel E tidak dibuat instrumen, tetapi diberikan layanan konseling indi.idual dengan panduan satuan layanan bimbingan konseling . Suatu alat ukur dapat dinyatakan sebagai alat ukur yang baik dan mampu memberikan in,ormasi yang jelas dan akurat apabila telah memenuhi beberapa kriteria yang telah ditentukan oleh para ahli psikometri, yaitu kriteria .alid dan reliabel. /leh karena itu agar kesimpulan tidak keliru dan

tidak memberikan gambaran yang jauh berbeda dari keadaan yang sebenarnya diperlukan uji .aliditas dan reliabilitas dari alat ukur yang digunakan dalam penelitian. 8. 4aliditas 14aliditas adalah suatu ukuran yang menunjukan tingkat-tingkat ke.alidan suatu instrumen5 !%rikunto,"##D68D)$. $. Pada penelitian ini .aliditas di uji dengan rumus koe,isien korelasi product moment dan perhitungannya dibantu dengan program komputerisasi melalui program komputer tertentu. ". Celiabilitas 1 Ceabilitas adalah suatu ukuran yang menunjukkan sejauh mana hasil pengukuran tetap konsisten bila dilakukan pengukuran dua kali atau lebih terhadap gejala yang sama dan dengan alat ukur yang sama !+astono "##86 :)$. Setelah semua pertanyaan sudah .alid, analisis dilanjutkan dengan uji reliabilitas. F. P"4(#*0" P#&#$+!+ & Penelitian ini dilakukan melalui beberapa tahap, yaitu sebagai berikut a. /bser.asi lapangan Peneliti melakukan obser.asi di SMP N " 0ringsing. /bser.asi dilakukan guna mengambil data permasalahan yang dialami siswa terkait dengan perilaku membolos. b. Fji @oba nstrumen Penelitian Sebelum digunakan pada subjek penelitian yang sebenarnya, alat ukur yang digunakan dalam penelitian ini diuji cobakan terlebih dahulu. &ata yang telah diperoleh pada saat uji coba kemudian dianalisis untuk mengetahui kualitas dari alat ukur tersebut. Fntuk

perhitungan analisis skala kesehatan mental digunakan rumus dan perhitungannya dibantu dengan program komputerisasi melalui program komputer tertentu. c. Pelaksanaan penelitian Penelitian dilaksanakan dengan pengambilan data awal !pretest$ &ilanjutkan dengan pemberian layanan kepada peserta didik selama lima kali pertemuan. Setelah itu diambil data akhir !posttest$. d. Penyusunan laporan Penyusunan laporan dilakukan peneliti setelah pengambilan data G. R &= &' & P#&#$+!+ & Penelitian ini dilakukan dengan metode eksperimen,dimana peneliti dalam mengambil data menggunakan rancangan randomiGed pretest-posttest. Sampel yang terpilih diberikan tes awal dengan menggunakan skala psikologis perilaku membolos !pretest$ dan kemudian dianalisis. Setelah itu diberi perlakuan layanan konseling indi.idual menggunakan pendekatan beha.ioral. -emudian diberi tes akhir dengan menggunakan skala psikologis perilaku membolos !posttest$ dan dianalisis. H. A& $+(+( D ! Teknik analisis data merupakan suatau cara yang digunakan untuk mengolah data hasil penelitian guna untuk memperoleh suatu kesimpulan. Fntuk menganalisis data digunakan metode statistik yang dipersiapkan untuk mengumpulkan, menyusun, menyajikan dan menganalisis data penyelidikan yang berwujud angka-angka. 3ebih lanjut dari statistik dapat menjadi dasar yang dapat dipertanggung jawabkan untuk menarik kesimpulan-kesimpulan yang benar.

D ,! " P0(! % Prayitno. !"##:$. Layanan bimbingan kelompok dan kaunseling kelompok. !Buku Seri 3ayanan -aunseling$. Padang6 Aurusan B- > P-FNP. Prayitno. !8;;;$. Layanan bimbingan dan kaunseling kelompok. !Buku Seri 3ayanan Bimbingan dan -aunseling di Sekolah$. Aakarta6 0halia ndonesia 0unarsa, S&. !8;)'$. Dasar dan teori perkembangan anak. Aakarta6 0unung Mulia. Cosijdan !2d$. 8;;:. Pendekatan-pendekatan Modern dalam Konseling. Malang6 Aurusan PPB > P - P M%3%N0.