Anda di halaman 1dari 22

KARAKTERISTIK PASIEN DAN KUALITAS HIDUP PASIEN GAGAL GINJAL KRONIK YANG MENJALANI TERAPI HEMODIALISA

Oleh : Santo Imanuel.T 120114043


Nanda-I,NIC&NOC collection
1

1.Pendahuluan

Gagal ginjal kronik sudah merupakan masalah kesehatan masyarakat diseluruh dunia (Perhimpunan Nefrologi Indonesia, 2004). Laporan The United States Renal Date System(USRDS) pada tahun 2007 menunjukkan adanya peningkatan populasi penderita gagal ginjal kronik di Amerika Serikat dibandingkan tahun-tahun sebelumnya,dimana prevalensi penderita gagal ginjal kronik mencapai 1.569 orang per sejuta penduduk (Warlianawati,2007).

Nanda collection

Sedangkan jumlah penderita gagal ginjal di Indonesia saat ini terbilang tinggi, mencapai 300.000 orang tetapi belum semua pasien dapat tertangani oleh para tenaga medis, baru sekitar 25.000 orang pasien yang dapat ditangani, artinya ada 80 persen pasien tak tersentuh pengobatan sama sekali (Susalit, 2012). Pengobatan bagi penderita gagal ginjal kronik tahap akhir, dilakukan dengan pemberian terapi dialisis seperti hemodialisa atau transplantasi ginjal yang bertujuan untuk mempertahankan kualitas hidup pasien ((Brunner & Suddarth, 2002).

Nanda collection

2.Konsep Karakteristik

Karakter (watak) adalah keseluruhan atau totalitas kemungkinan- kemungkinan bereaksi secara emosional seseorang yang terbentuk selama hidupnya oleh unsur-unsur dari dalam (dasar,keturunan,dan faktor-faktor endogen) dan unsur-unsur dari luar (pendidikan dan pengalaman, serta faktor- faktor eksogen) (Sunaryo, 2004). Karakteristik berarti hal yang berbeda tentang seseorang, tempat, atau hal yang menggambarkannya. Sesuatu yang membuatnya unik atau berbeda.Karakteristik dalam individu adalah sarana untuk memberitahu satu terpisah dari yang lain, dengan cara bahwa orang tersebut akan dijelaskan dan diakui. Sebuah fitur karakteristik dari orang yang biasanya satu yang berdiri di antara sifat- sifat yang lain (Sunaryo, 2004).
Nanda collection 4

Notoatmodjo (2010) menyebutkan ciri-ciri individu digolongkan kedalam tiga kelompok yaitu: 1.Ciri-ciri demografi, seperti jenis kelamin dan umur 2.Struktur sosial, seperti tingkat pendidikan, pekerjaan, kesukuan atau ras, dan sebagainya. 3.Manfaat-manfaat kesehatan,seperti keyakinan bahwa pelayanan kesehatan dapat menolong proses penyembuhan penyakit.

Nanda collection

3.Karakteristik Pasien

Usia Usia (umur) adalah lama waktu hidup atau ada (sejak dilahirkan atau diadakan).Usia meningkatkan atau menurunkan kerentanan terhadap penyakit tertentu. Pada umumnya kualitas hidup menurun dengan meningkatnya umur. Penderita gagal ginjal kronik usia muda akan mempunyai kualitas hidup yang lebih baik oleh karena biasnya kondisi fisiknya yang lebih baik dibandingkan yang berusia tua. Penderita yang dalam usia produktif merasa terpacu untuk sembuh mengingat dia masih muda mempunyai harapan hidup yang lebih tinggi

Nanda collection

Jenis Kelamin Sebagai makhluk Tuhan Yang Maha Esa, manusia dibedakan menurut jenis kelaminnya yaitu pria dan wanita. Istilah gender berasal dari bahasa inggris yang berarti jenis kelamin. Penelitan Yuliaw (2009) menyatakan, bahwa responden memiliki karakteristik individu yang baik hal ini bisa dilihat dari jenis kelamin, bahwa perempuan lebih banyak menderita penyakit gagal ginjal kronik, sedangkan laki-laki lebih rendah dan responden laki- laki mempunyai kualitas hidup lebih jelek dibandingkan perempuan, semakin lama menjalani terapi hemodialisa akan semakin rendah kualitas hidup penderita.

Nanda collection

Pendidikan
Pendidikan merupakan bagian integral dalam pembangunan. Yuliaw (2009) dalam penelitiannya mengatakan bahwa, pada penderita yang memiliki pendidikan lebih tinggi akan mempunyai pengetahuan yang lebih luas juga memungkinkan pasien itu dapat mengontrol dirinya dalam mengatasi masalah yang di hadapi, mempunyai rasa percaya diri yang tinggi, berpengalaman, dan mempunyai perkiraan yang tepat bagaimana mengatasi kejadian, mudah mengerti tentang apa yang dianjurkan oleh petugas kesehatan, serta dapat mengurangi kecemasan sehingga dapat membantu individu tersebut dalam membuat keputusan.

Nanda collection

Pekerjaan

Pekerjaan adalah merupakan sesuatu kegiatan atau aktifitas seseorang yang bekerja pada orang lain atau instansi. Budiarto dan Anggraeni (2002) mengatakan berbagai jenis pekerjaan akan berpengaruh pada frekuensi dan distribusi penyakit.

Nanda collection

Agama

Agama adalah suatu simbol yang mengakibatkan pandangan yang amat realistis bagi para pemeluknya. . Penelitian menunjukkan hubungan antara jiwa, daya pikir, dan tubuh. Kepercayan dan harapan individu mempunyai pengaruh terhadap Kesehatan seseorang (Potter & Perry,2009).

Nanda collection

10

Suku/Budaya
Pada umumnya penyakit yang berhubungan dengan suku berkaitan dengan faktor genetik atau faktor lingkungan.

Nanda collection

11

Ekonomi/Penghasilan
Individu yang status sosial ekonominya berkecukupan akan mampu menyediakan segala fasilitas yang diperlukan untuk memenuhi kebutuhan hidupnya.

Nanda collection

12

4.Kualitas Hidup

Kualitas hidup adalah kondisi dimana pasien kendati penyakit yang dideritanya dapat tetap merasa nyaman secara fisik, psikologis, sosial maupun spiritual serta secara optimal Memanfaatkan hidupnya untuk kebahagian dirinya maupun orang lain.

Nanda collection

13

5.Dimensi Kualitas Hidup

Menurut WHOQoL group (The World Health Organization Quality of Life) pada tahun 2004 menyebutkan bahwa kualitas hidup terdiri dari 4 dimensi. Keempat dimensi WHOQoL group meliputi:

Nanda collection

14

1.Kesehatan fisik
Berhubungan dengan kesakitan dan kegelisahan, ketergantungan pada perawatan medis, energi dan kelelahan, mobilitas, tidur dan istirahat, aktifitas kehidupan sehari-hari, dan kapasitas kerja.

Nanda collection

15

2.Kesehatan Psikologi
Berhubungan dengan pengaruh positif dan negatif spiritual,pemikiran pembelajaran, daya ingat dan konsentrasi,gambaran tubuh dan penampilan, serta penghargaan terhadap diri sendiri.

Nanda collection

16

3.Hubungan Sosial
Terdiri dari hubungan personal,aktivitas seksual,dan hubungan Sosial.

Nanda collection

17

4.Lingkungan
Terdiri dari keamanan dan kenyamanan fisik, lingkungan fisik, sumber penghasilan, kesempatan memperoleh informasi, keterampilan baru, partisipasi dan kesempatan untuk rekreasi atau aktifitas pada waktu luang.

Nanda collection

18

6.Faktor yang mempengaruhi Kualitas Hidup

Desita (2010) menyakatan bahwa faktor-faktor yang mempengaruhi kualitas hidup dibagi menjadi dua bagian. Bagian pertama adalah sosio demografi yaitu jenis kelamin, umur, suku/etnik, pendidikan, pekerjaan, dan status perkawinan. Kedua adalah medik yaitu Lama manjalani hemodialisa, stadium penyakit, dan penatalaksanaan medis yang dijalani.

Nanda collection

19

Kesimpulan & Saran

Karakteristik seseorang sangat mempengaruhi pola kualitas hidup & dimensi kualitas hidup seorang penderita gagal ginjal kronik yang menjalani terapi hemodialisa. Setelah mengetahui hal ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas hidup pasien gagal ginjal kronik.

Nanda collection

20

Daftar Pustaka

Brunner & Suddarth. 2002. Buku Ajar Keperawatan Medikal Bedah. Jakarta: EGC. Budiarto & Anggraeni. 2002. Pengantar Epidemiologi, Edisi 2.Jakarta: EGC Desita.2010.Pengaruh Dukungan Keluarga Terhadap Peningkatan Kualitas Hidup Pasien Gagal Ginjal Kronik yang Menjalani Hemodialisa diRSUP HAM Medan. Hamalik,O.2008.Kurikulum dan Pembelajaran. Jakarta.Bumi Aksara. Indonesiannursing. 2008. Faktor-faktor yang Mempengaruhi Ketidakpatuhan Perawatan Hemodialisis.Diakses dari http://indonesiannursing.com/?=192 tanggal 30 April 2012.
21

Nanda collection

Lase, W. N. (2011). Analisis Faktor- Faktor yang Mempengaruhi Kualitas Hidup Pasien Gagal Ginjal Kronis yang Menjalani Hemodialisa di RSUP Haji Adam Malik Medan. Perhimpunan Nefrologi Indonesia. 2003. Penyakit Ginjal Kronik dan Glomerulopati : Aspek Klinik dan Patologi Ginjal Pengelolaan Hipertensi Saat ini. Jakarta. Potter & Perry.2009.Fundamental Keperawatan, Edisi 7.Jakarta: Salemba Medika.

Nanda collection

22