Anda di halaman 1dari 13

LAPORAN TETAP REKAYASA BIOPROSES PEMBUATAN VIRGIN COCONUT OIL

Oleh: KELOMPOK 3 KELAS: 1 KA


Nopi Anggraini Nurul Agustini Putri Utami R.A Rifka Fadillah Raden Ayu Wilda Anggraini Renny Eka Dhamayanti Ridho Tri Julian (061330400305) (061330400306) (061330400307) (061330400308) (061330400309) (061330400310) (061330400311)

Dosen Pembimbing: Ir. Siti Khodijah, M.T.

JURUSAN TEKNIK KIMIA POLITEKNIK NEGERI SRIWIJAYA 2013

PEMBUATAN VIRGIN COCONUT OIL (VCO) 1. Tujuan Percobaan 1. Mahasiswa mampu membuat minyak kelapa secara fermentasi 2. Mahasiswa mengetahui manfaat dari Virgin Coconut Oil 2. Dasar Teori Kelapa merupakan buah yang cukup melimpah di Indonesia. Kelapa yang memiliki nama latin Cocos nucifera L. juga merupakan buah yang memiliki banyak manfaat dari bauah, daun, batang, bahkan batok kelapanya. Batangnya dapat digunakan sebagai bahan bangunan. Daunnya dapat dimanfaatkan untuk membungkus makanan. Airnya memiliki banyak sekali manfaat, salah satunya sebagai minuman isotonik untuk rehidrasi tubuh. Batoknya pun dapat dijadikan arang. Daging buahnya dapat diolah menjadi santan, salah satu bahan masakan khas Indonesia Santan ini dapat diolah lebih lanjut menjadi minyak kelapa. Minyak adalah istilah umum untuk semua cairan yang tidak larut/bercampur dengan air (hidrofobik) tetapi larut dalam pelarut organik. Sifat minyak yang lain adalah terasa licin apabila dipegang. Minyak merupakan senyawa trigliserida atau trigliserol yang berarti triester dari gliserol. Hasil hidrolisis minyak adalah asam karboksilat dan gliserol. Asam karboksilat ini juga disebut asam lemak yang mempunyai rantai hidrokarbon yang panjang dan tidak bercabang. Minyak kelapa pada umumnya dibagi menjadi dua kategori utama yaitu RBD dan VCO. Penyebabnya adalah proses pembuatan dan pemilihan buahnya, yang mempengaruhi kualitas, penampakan, rasa, bau, dan tentu saja khasiatnya. Perbedaan proses pembuatan ini sangat mencolok dan berbeda nyata. RBD merupakan singkatan dari Refined, Bleached, and Deodorized atau minyak yang disuling, dikelantang, dan dihilangkan baunya. Sedangkan VCO merupakan minyak kelapa murni (virgin) yang rasanya lembut dan bau khas kelapa yang unik. Apabila beku warnanya putih murni dan dalam keadaan cair tidak berwarna atau bening. VCO dibuat dari kelapa segar tanpa proses pemanasan, memiliki kandungan antara lain asam laurat yang menurut hasil penilitian secara ilmiah dapat membunuh virus, bakteri, cendawan, dan protozoa sehingga dapat menanggulangi serangan virus seperti HIV, herpes, dan influenza. VCO sebagai Asam Lemak Rantai Sedang (MCFA) berfungsi meningkatkan metabolisme di dalam tubuh sehingga dapat menambah energi dan dapat mengontrol berat badan. Bagi manusia dewasa membutuhkan asam ini rata-rata 24 gr/hari, yang berarti dengan tiga sendok makan VCO, artinya dalam satu hari VCO dapat dikonsumsi sebanyak tiga kali.

Minyak kelapa dapat dibuat dengan berbagai cara, diantaranya cara tradisional yaitu melalui pemanasan pada suhu tinggi. Akan tetapi, pembuatan minyak kelapa secara tradisional ini kurang efisien untuk industri kecil ataupun industri rumah tangga,

disebabkan oleh faktor seperti rendemen minyak yang relatif rendah dan kebutuhan bahan bakar yang cukup besar dengan biaya yang cukup mahal. Selain itu, pemanasan pada suhu tinggi dapat mengubah struktur minyak serta menghasilkan warna minyak yang kurang baik. Akan tetapi, dewasa ini telah ditemukan bioteknologi sederhana dengan menggunakan Saccharomyces sp. untuk memisahkan minyak dari karbohidrat dan protein yang terdapat dalam sel-sel endosperm biji kelapa. Metode ini dikenal dengan fermentasi, yang merupakan proses hemat energi dan cocok untuk home industri. Pada pembuatan minyak secara fermentasi ini sebenarnya yang diperlukan adalah enzim-enzim yang dihasilkan oleh Sacccharomyces sp. Enzim yang diproduksi oleh Saccharaomyces sp. ini dilepaskan ke lingkungan sekitar jamur untuk menghancurkan substrat tempat tumbuhnya menjadi senyawa-senyawa organik dapat larut. Substrat yang dihancurkan ini pada umumnya berupa senyawa karbohidrat di dalam endosperm biji kelapa. Minyak umumnya dapat berikatan dengan karbohidrat dan protein. Dengan dihancurkannya karbohidrat oleh enzim yang dihasilkan oleh Saccharomyces sp., maka minyak maupun proein masing-masing akan terlepas. Minyak akan berada di permukaan karena memilliki berat jenis yang lebih ringan, sedangkan proteinnya akan mengendap. Protein yang mengendap inilah yang selanjutnya oleh orang Sunda disebut sebagai galendo. Jika dibandingkan dengan minyak goreng, minyak kelapa murni mempunyai kualitas yang lebih baik. Minyak kelapa kopra (minyak goreng) akan berwarna kuning kecoklatan, berbau tidak harum, mudah tengik dan tidak tahan lama. Studi pembuatan VCO perlu dikembangkan karena mempunyai harga jual yang lebih tinggi. Virgin Coconut Oil dapat dimanfaatkan dalam berbagai bidang, diantaranya adalah : a. sebagai pembersih wajah b. sebagai pelembab wajah c. menjaga kult lembut dan halus d. membantu mencegah penuaan dini pada kulit e. mendukung fungsi sistem kekebalan tubuh f. mencegah osteoporosis g. mengendalikan diabetes

h. memperlancar sistem pencernaan i. meningkatkan jumlah sel darah putih j. mematikan berbagai bakteri penyebab pneumonia, meningitis, gonorrhea k. melumpuhkan dan mematikan parasit l. sebagai antioksidan m. menurunkan kadar kolesterol VCO yang dihasilkan dari proses enzimatsi (fermentasi) memiliki keunggulan sbb: 1. 2. VCO berwarna bening, seperti kristal karena tidak mengalami proses pemanasan Kandungan asam lemak dan antioksidan di dalam VCO tidak banyak berubah sehingga khasiatnya tidak berubah sehingga khasiatnya tetap tinggi 3. 4. Tidak mudah tengik karena asam lemaknya tidak banyak berubah Cukup aplikatif bila diterapkan di tingkat petani karena menggunakan teknologi dan peralatan yang sederhana 5. Tidak membutuhkan biaya tambahan yang terlalu mahal karena umumnya daun papaya atau nanas dijual dengan harga murah 6. Rendeman yang dihasilkan cukup tinggi, yaitu dari 10 butir kelapa akan diperoleh sekitar 1100 ml VCO Kelemahan dengan cara enzimatis yaitu membutuhkan waktu yang sangat lama dalam proses denaturasi protein utnuk memisahkan minyak dari ikatan lipoprotein yaitu sekitar 20 jam. 2.1 Daun Pepaya Pepaya merupakan salah satu buah tropis yang keberadaannya cukup melimpah. Pepaya memilik nama latin Carica papaya L. dan termasuk dalam keluarga Caricaceae. Tanaman ini dimanfaatkan buahnya untuk dikonsumsi karena sifatnya yang manis dan menyegarkan. Selain mengandung banyak air, buah papaya juga kaya akan vitamin C. Hampir semua bagian dari pohon papaya bisa digunakan sebagai obat, seperti daun, bunga, biji, akar, getah, dan kulit papaya. Dalam tanaman papaya terkandung enzim papain yang berfungsi melancarkan pencernaan. Selain kandungan enzim papain, dalam papaya juga terkandung sifat antiseptic yang berfungsi untuk mencegah perkembangbiakan bakteri-bakteri jahat yang ada di usus. Oleh karena itu, papaya sangat direkomendasikan untuk mengatasi masalah pencernaan. Enzim papain ini dapat dimanfaatkan untuk pembuatan VCO. Proses pembuatan VCO menggunakan enzim dikenal dengan Pembuatan VCO secara Enzimatis. Enzim papain bersifat

proteolitik

yang

dapat

mengkatalis

reaksi

pemecahan

protein

dengan

menghidrolisa ikatan peptidanya menjadi senyawa-senyawa

yang lebih

sederhana. Semakin tinggi penambahan papain dan semakin tinggi suhu inkubasi, rendemen VCO yang dihasilkan semakin meningkat. Hal ini dikarenakan, semakin tinggi enzim yang ditambahkan semakin banyak ikatan peptida dalam protein santan yang meyelubungi minyak dapat dihidrolisis. Semakin tinggi suhu inkubasi, kecepatan reaksi hidrolisis protein semakin cepat sehingga minyak yang dapat dibebaskan dari selubung protein juga semakin banyak. Enzim papain dapat bekerja secara optimum pada suhu antara 50-600C dan pH antara 5-7. Kandungan enzim papain memecah molekul protein membawa berkah untuk manusia. Ada beragam manfaat papain, antara lain : Papain mampu melunakkan (pengempuk) daging yang a lot. Untuk menghancurkan sisa atau hasil buangan industry, misal : pada pengalengan ikan. Sebagai konsentrat pengurai protein yang dipakai untuk memproses pakan ternak. Untuk menghidrolisis molekul protein, diperlukan dalm pembuatan pepton dan sejumlah asam amino. Sebagai pelembut dalam industry penyemakan kulit. Digunakan dalm industry bir, yang membuat bir lebih tahan lama dan sebagai stabilizer bir. Sebagai salah satu bahan aktif dalam proses prefarat farmasi misalnya obat gangguan pencernaan utamanya protein, gastritis, obat cacingan, dispesia. Ampuh melarutkan sel kulit mati pada wajah. Digunakan dalam komposisi pembuatan pasta gigi. Sebagai bahan pencuci kain khusus misalnya sutera. Sebagai pelarut gelatin. Sebagai komponen bahan untuk merenyahkan kue kering. Sebagai bahan untuk menjernihkan the. Sebagai komponen penggumpal susu dalam proses pembuatan keju. Sebagai pencuci lensa sehingga lebih lembut dan bersih.

Daun papaya diketahui mengandung beberapa senyawa aktif yang memiliki efek yang sangat baik bagi tubuh. Dalam 100 gram daun papaya, jumlah yang dapat dimakan adalah sebanyak 71%, dan didalamnya juga terkandung: Vitamin B1 Vitamin A Vitamin C Protein Kalori Air Lemak Karbohidrat Kalsium Zat besi Hidrat arang : 0,15 mg : 18250 IU : 140 mg : 8 gr : 79 kal : 75,4% : 2 gr : 353 mg : 63 mg : 1 mg : 11,9 gr

Senyawa Penyusun Daun Papaya. Berdasarkan penilitian para ahli, daun papaya diketahui mengandung 35 mg/100 mg Tecophenol. Sementara itu, daun papaya muda juga diketahui banyak mengandung zat bernama alkaloid juga enzim papain. Enzim ini identik dengan getah berwarna putih kental. Daun papaya mengandung 3 varianenzim, yakni enzim papain sebanyak 10%, khimoprotein sebanyak 45% yang berfungsi sebagai katalisator dalam reaksi hidrolisis antara protein dengan polipeptida, dan juga lisozim sebanyak 20% per 100% yang berperan sebagai anti bakteri dan bekerja dengan cara memecah dinding sel pada bakteri. Daun papaya memliki rasa pahit karena kandungan senyawa alkaloid karpainnya (C14H25NO2). Zat ini sangat ampuh digunakan sebagai penurun demam, mereduksi tekanan darah, dan membunuh mikroba seperti amoeba. 2.2 Bawang Putih Bawang putih (Allium sativum) merupakan sejenis tumbuhan dari keluarga Alliaceae. Umbi dari bawang putih digunakan sebgai bumbu masak ataupun dapat dijadikan obat. Saat bawang putih segar dihancurkan atau dicincang, enzim dalam umbinya dilepas dan sebuah senyawa yang mengandung sulfur (belerang) bernama alicin dibuat. Senyawa yang mengandung sulfur ini sering menjadi antibiotic yang efektif. Banyak tes sudah membuktikan bahwa bawang putih

mengandung zat antibakteri dan antijamur. Selain itu bawang putih baik untuk mengelakkan penyakit serangan jantung dan tekanan darah tinggi dan penyakit kanker. Kajian saintis juga mendapati bawang putih mampu mengurangkan penyempitan kolesterol pada saluran darah dalam kardiovasular manusia. Bawang putih dapat menghindarkan seseorang dari diserang kanker karena kandungan mineralnya menghambat tumbuh tumor dalam badan, serta dapat mengatasi jerawat. Bawang putih juga dapat memeperthankan sistem kekebalan tubuh yang dalam kasus HIV sangat dibutuhkan Kandungan gizi bawang putih per 100 gr 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. Energi 623 kj (149 kkal) Karbohidrat 33,06 gr Gula 1 gr Diet serat 2,1 gr Lemak 0,5 gr Protein 6,39 gr Beta-Karoten 5 mg Thiamin (Vit B1) 0,2 mg (15 %) Riboflavin (Vit. B2) 0,11 mg (7%)

10. Niacin (Vit. B3) 0,7 mg (5%) 11. Asam pantotenat (B5) 0,596 mg (12%) 12. Vit. B6 1,235 mg (95%) 13. Vit. C 31,2 mg (52%) 14. Kalsium 181 mg (18%) 15. Besi 1,7 mg (14%) 16. Magnesium 25 mg (7%) 17. Fosfor 153 mg (7%) 18. Kalium 401 mg 19. Sodium 17 mg (1%) 20. Seng 1,16 mg (12%) 21. Mangan 1,672 mg 22. Folat (Vit. B9) 3 mg 23. Selenium 14,2 mg Beberapa manfaat bawang putih utuk pengobatan penyakit, antara lain: Bawang putih untuk mengobati flu dan batuk

Kandungan sulfur yang dimiliki bawangputih memiliki aroma khas untuk meningkatkan dn mempercepat kerja membran moucus di saluran pernapasan yang membantu melegakan tenggorokan dan mengeluarkan lender. Bawang putih mentah mengandung phytochemical untuk membunuh bakteri dan virus penyebab penyakit. Bawang putih mengobati kolesterol Kandungan allicin dan alliin pada bawang putih bermanfaat sebagai antikolesterol dan memperkecil gejala dari penyakit jantung dan menyembuhkan tekanan darah tinggi. Bawang putih untuk kanker Bawang putih maupun bawang merah dipercaya dapat mencegah timbulnya gejala kanker terutama kanker perut dan usus besar. Bawang putih dan kehamilan Mengkonsumsi bawang putih selama masa hamil dapat mengurangi risiko komplikasi kehamilan pre-eclampsia dan membantu menaikkan berat badan bayi selama dalam kandungan Bawang putih dan sakit perut Menurut seorang pakar kimia terkemuka dan pakar ahli terapi, bawang putih mengandung allicin yang dapat merangsang dinding perut dan usus untuk melancarkan enzim pencernaan dan mengeluarkan enzim yang tidak normal dari sistem pencernaan. Bawang putih dan arthritis Bawang putih juga sangat kaya akan kandungan natrium yakni senyawa yang diperlukan untuk pengendali dan penjaga otot, apabila tubuh kekurangan natrium akan menyebabkan kelumpuhan dan sembelit. Didalam natrium juga mengandung zink, mangan, dan vitamin B1 yang penting untuk syaraf, kesehatan otot dan metabolism karbohidrat dalam tubuh. Beberapa manfaat lain bawang putih antara lain: Bawang putih sebagai penyembuh wasir Bawang putih dapat membantu meningkatkan stamina Bawang putih rempah yang membantu mengendaikan gejala diabetes Bawang putih dapat mengobati sakit perut

3.

Anti radang Anti bakteri Menyuburkan rambut Membersihkan jerawat Menyembuhkan penyakit kulit Mengontrol berat badan Mengusir hama tanaman Zat perekat alami Menyembuhkan sariawan Mengusir nyamuk Menghilangkan gatal akibat jamur Mengatasi keracunan Pertolongan pertama pada keracunan merkuri Campuran umpan cacing

Bahan yang Digunakan 1. Kelapa parut 2. Air kelapa 3. Daun papaya 4. Bawang putih 3 kg 400 ml 1 lembar 6 siung

4.

Alat yang Digunakan 1. Saringan kelapa 2. Serbet 3. Gelas ukur 100 ml 4. Gelas kimia 5. Corong pisah 6. Panci/Baskom 7. Botol plastic 8. Corong 9. Pengaduk kaca 10. Neraca analitik 1 buah 1 buah 1 buah 4 buah 2 buah 2 buah 4 buah 1 buah 2 buah 1 buah

5.

Langkah Kerja 5.1 Langkah Kerja Pembuatan VCO Dengan Daun Pepaya

1. Memeras kelapa parut 1 kg yang sudah ditambahkan 50 ml air kelapa menggunakan serbet, lalu ambil santannya 2. Mengukur volume santan yang diperoleh 3. Mencuci daun papaya, dikeringkan sebentar, dibuang tulang daunnya, lalu menimbang daun papaya 4. Menghancurkan daun papaya dengan cara meremas-remas daun papaya di dalam gelas kimia yang berisi 50 ml air kelapa 5. Menyaring perasan daun papaya dan mengukur volumenya. 6. Menyiapkan corong pisah/botol plastic yang sudah dibilas dengan air kelapa. Untuk botol plastic, terlebih dahulu dipotong bagian bawahnya, tetapi jangan sampai putus. 7. Menyampurkan santan dan air kelapa tadi, lalu memasukkannya ke dalam botol plastic. 8. Jangan lupa melapisi bagian tutup botol dengan plastic agar mudah dalam penyaringan 9. Setelah 24 jam akan terbentuk 3 lapisan, yaitu blondo, minyak murni (VCO), cairan bibit. 10. Memisahkan VCO dari blondo dan cairan bibit dengan cara membuat lubang pada plastic yang melapisi mulut botol untuk mengeluarkan cairan bibit. 11. Setelah cairan bibit keluar semuanya, tutup kembali lubang untuk sementara, kemudian menyiapkan wadah untuk VCO, setelah VCO keluar semuanya, menyaring menggunakan tisu atau kapas hingga VCO berwarna bening. 5.2 Langkah Kerja Pembuatan VCO Dengan Bawang Putih Untuk langkah kerja pembuatan VCO menggunakan bawang putih sama seperti pembuatan VCO menggunakan papaya. Bawang putih sebanyak 6 siung, dibersihkan dari kulitnya, lalu ditumbuk sampai halus, kemudian menyampurkan bawang putih yang telah halus dalam 50 ml air kelapa.

6.

Data Pengamatan Tabel 1. Pembuatan VCO menggunakan daun papaya Kelapa parut + air kelapa 186 ml Daun papaya + air kelapa 53 ml Krim yang dihasilkan 239 ml Daun papaya yang digunakan 3,521 gr Jumlah VCO yang didapat 40 ml Warna VCO

Keruh, bau khas kelapa sedikit berkurang Warna VCO

Tabel 2. Pembuatan VCO menggunakan bawang putih Kelapa parut + air kelapa 500 ml Bawang putih + air kelapa 60 ml Krim yang dihasilkan 560 ml Bawang putih yang digunakan 6 siung Jumlah VCO yang didapat 50 ml

Bening, berbau menyengat seperti bau khas bawang putih

7.

Analisa Data Dari praktikum pembuatan VCO yang telah dilakukan, dapat dianalisa bahwa: Berdasarkan tabel 1. Pembuatan VCO menggunakan daun papaya, kelapa parut dan air kelapa yang diperas, menghasilkan santan sebanyak 186 ml, daun papaya yang digunakan sebanyak 1 lembar dengan massa 3,521 gr sehingga menghasilkan campuran dengan air kelapa sebanyak 53 ml. Krim yang dihasilkan dari pencampuran santan dan air daun papaya adalah sebanyak 239 ml. Setelah diinkubasi selama 24 jam, akan terbentuk 3 lapisan, yaitu lapisan atas berupa blondo, lapisan tengah berupa minyak murni (VCO), dan lapisan bawah berupa cairan bibit. Setelah dilakukan penyaringan, diperoleh 40 ml VCO. Namun ternyata masih ada minyak yang tertinggal pada blondo. Hal ini karena penyaringan yang kurang efektif. Warna VCO yang dihasilkan sedikit keruh, dan bau khas kelapa sedikit berkurang. Berdasarkan tabel 3. Pembuatan VCO menggunakan bawang putih, kelapa parut dan air kelapa yang diperas, menghasilkan santan sebanyak 500 ml, bawang putih yang digunakan sebanyak 6 siung, sehingga menghasilkan campuran dengan air kelapa sebanyak 60 ml. Krim yang dihasilkan dari pencampuran santan dan larutan bawang putih adalah sebanyak 560 ml. Setelah diinkubasi selama 24 jam, akan terbentuk 3 lapisan, yaitu lapisan atas berupa blondo, lapisan tengah berupa minyak

murni (VCO), dan lapisan bawah berupa cairan bibit. Setelah dilakukan penyaringan, diperoleh 50 ml VCO. 8. Kesimpulan Dari praktikum yang telah dilakukan, dapat disimpulkan bahwa: 1. VCO (Virgin Coconut Oil) merupakan minyak kelapa murni yang terbuat dari kelapa segar sebagai bahan baku dan tanpa proses pemanasan, bergizi tinggi dan mengandung 50-53% asam laurat. 2. VCO diproses dengan meniru cara alam sehingga tidak merusak kandungan esensial dari minyak kelapa. 3. Pembuatan VCO dengan cara fermentasi memiliki lebih banyak keuntungan dibandingkan dengan cara tradisional. 4. Minyak VCO yang dihasilkan dari 3,521 gr daun papaya dan krim sebanyak 239 ml adalah sebanyak 40 ml dengan warna yang sedikit keruh dan bau khas kelapanya berkurang. 5. Minyak VCO yang dihasilkan dari 6 siung bawang putih dan krim sebanyak 560 ml adalah sebanyak 50 ml dengan warna yang bening dan berbau menyengat khas bawang putih. 6. Setelah proses fermentasi akan terbentuk 3 lapisan, lapisan atas blondo, lapisan tengah berupa minyak kelapa murni (VCO), lapisan bawah berupa cairan bibit. 7. Pemisahan minyak dari blondo harus dilakukan seefektif mungkin agar diperoleh minyak kelapa murni dengan hasil yang maksimal. 9. Daftar Pustaka Jobsheet.2013.Penuntun Sriwijaya. Palembang. http://bushare.blogspot.com/2012/03/pembuatan-virgin-coconut-oil.html http://jtp.ub.ac.id/index.php/jtp/article/download/241/360 http://omahkucing.blogspot.com/2013/05/fungsi-virgin-coconut-oli-bagi.html http://industri12.blogspot.com/2012/12/proses-pembuatan-VCO-virginecoconut.html minyak_kelapa.com/artikel/manfaat.php http://www.blidibaga.blogspot.com/2006/06/informasi_lengkapcoconut_oil.html http://navanafaa.blogspot.com/2013/05/laporanpraktikum-pembuatan-virgin.html http://khasiatdaunpepaya.blogspot.com/2013/01/membedah-manfaat-enzimpapain.html Praktikum Rekayasa Bioproses.Politeknik Negeri

http://id.wikipedia.org/wiki/pepaya http://manfaatnyasehat.blogspot.com/2013/06/manfaat-daun-pepaya-biji-bungadan-akar.html

http://keju.blogspot.com/1970/01/isi-kandungan-gizi-daun-pepaya-komposisinutrisi-bahan-makanan.html

http://meditalera.com/3/1619/kandungan-daun-pepaya-carica-papaya http://www.bimbingan.org/mengenal-kandungan-tanin-dalam-daun-pepaya.html http://www.bawangputih.org/kandungan-senyawa-dan-khasiat-bawang-putih/ http://kamuslimah.com/kesehatan/kandungan-dan-khasiat-bawang-putih/ http://manfaatnyasehat.blogspot.com/2013/06/1001-manfaat-bawang-putih-dankandungan.html

id.wikipedia.org/wiki/bawang-putih http:/./bawang-putih.blogspot.com/2009/06/scribd