Anda di halaman 1dari 19

Pembimbing : dr. H. Amiruddin Abu, Sp.

kk
Mar atus Sholikhah 08310189

PENDAHULUAN
Istilah Pitiriasis Rosea pertama kali dideskripsikan oleh Robert Willan pada tahun 1798 dengan nama Roseola Annulata, kemudian pada tahun 1860, Gilbert memberi nama Pitiriasis Rosea yang berarti skuama berwarna merah muda (rosea).

Pitiriasis kelainan kulit berupa timbulnya papuloskuamosa yang dapat hilang dengan sendirinya, umumnnya menyerang anak-anak dan dewasa muda yang sehat, walaupun sebenarnya dapat ditemukan pada semua umur.

DEFINISI rosea ialah penyakit akut,

Kurang lebih 75% kasus pitiriasis rosea didapatkan pada usia antara 10-35 tahun Puncak insidensnya terdapat pada usia antara 20-29 tahun Insidensnya meningkat terutama pada musim semi, musim gugur, dan musim dingin Penyakit ini terdapat di seluruh dunia dan didapatkan kira-kira sebanyak 2%

EPIDEMIOLOGI

Next...
Prevalensi terjadinya pitiriasis rosea lebih banyak ditemukan pada golongan sosioekonomi masyarakat kelas menengah dan yang kurang mampu Insidens pada pria dan wanita hampir sama, walaupun sedikit lebih banyak ditemukan pada wanita Prevalensinya tidak dipengaruhi oleh golongan ras tertentu Penyakit ini biasanya bertahan antara 6-8 minggu, tapi dapat juga didapatkan variasi lamanya sakit yang berbeda

ETIOLOGI
Belum diketahui, walaupun sudah dikemukakan beberapa dugaan penyebab timbulnya penyakit ini : Virus, karena adanya gejala prodromal yang biasa muncul pada infeksi virus bersamaan dengan munculnya bercak kemerahan di kulit. Kemungkinan beberapa virus : (Human herpes virus 7, HV 6). (Herpes simpleks virus 10).

Macam-macam obat yang berhubungan dengan munculnya erupsi kulit mirip pitiriasis rosea antara lain :
Barbiturat Captopril Toksoid difteri Senyawa emas Isoretinion Levamisole Metronidazole Terbinafine Interferon Arsen Ergotamine Vaksin Hepatitis B

Bismuth Clonidine D-penicillamine Imatinib (Gleevec) Ketotifen (Zaditor) Methopromazine Omeprazole Hidroksiklorokuin Lisinopril Tripelennamine hidroklorida Penicillamine Vaksin pneumokokus pada anak dengan sindrom nefrotik

GEJALA KLINIS
bercak merah, didahului dengan gejala prodormal berupa sakit kepala, rasa tidak nyaman di saluran pencernaan, demam, malaise, dan artralgia. Munculnya lesi soliter berupa makula eritem atau papul eritem pada batang tubuh atau leher, yang secara bertahap akan membesar dalam beberapa hari dengan diameter 2-10 cm, berwarna pink salmon, berbentuk oval dengan skuama tipis.

Next...

Lesi yang pertama muncul ini disebut dengan Herald patch/Mother plaque/Medalio

Inverted Christmas Tree

Next...
Lokasinya sering ditemukan di lengan atas dan paha atas. Lesi-lesi yang muncul berikutnya jarang menyebar ke lengan bawah, tungkai bawah, dan wajah. Namun sesekali bisa didapatkan pada daerah tertentu seperti leher, sela paha, atau aksila. Pada 25% pasien, dapat dirasakan adanya Gatal dari ringan - sedang, biasanya saat timbul gejala Gatal akan lebih dirasakan saat kulit dalam keadaan basah, berkeringat, atau akibat dari pakaian yang ketat Akan tetapi, 25% penderitanya tidak merasakan gatal

VARIASI PITIRIASIS ROSEA


Pitiriasis rosea inversa : Lesi kulit banyak terdapat di wajah dan distal ekstremitas, daerah fleksor seperti aksila dan sela paha, hanya sedikit yang terdapat di tubuh.Umumnya terjadi pada anak-anak

Pitiriasis rosea unilateralis Lesinya tidak melewati garis median tubuh.

Next...
Pitiriasis rosea giganta. Ditemukan papul-papul atau plak yang besar. Pitiriasis circinata et marginata of Vidal. Bila plak plak yang besar bergabung menjadi satu Pitiriasis rosea irritata Varian dengan lesi berupa makula dengan predileksi tempat yang tidak khas (pergelangan tangan dan kaki), yang makin lama mengalami perubahan dermatologi akibat iritasi berat atau keringat yang berlebih.

Papular pitiriasis rosea


Umum ditemukan pada anak usia <5 tahun (toddler). Terutama pada anak berkulit gelap, wanita hamil. Warna makula bisa terlihat lebih gelap dibanding kulit sekitarnya. tempatnya sama seperti bentuk umumnya / dapat juga pada daerah lipatan

Next...
Vesicular pitiriasis rosea
Lebih sering ditemukan pada anak - anak dan dewasa muda. Menyerupai infeksi varisela.

Purpuric pitiriasis rosea.


Manifestasi klinisnya petechie, ekimosis sepanjang Langer line pada leher, tubuh dan ekstremitas proksimal. Lesinya dengan skuama yang lebih sedikit/didominasi oleh pustule/purpura. Cenderung meninggalkan tanda hipo/hiperpigmentasi post inflamasi setelah sembuh, terutama pada orangorang yang memiliki banyak pigmen.

Urticarial pitiriasis rosea Variannya jarang ditemukan, Menyerupai urtikaria akut

DIAGNOSA

ditegakkan berdasarkan : Anamnesa : munculnya erupsi kulit pertama kali dan pengobatan apa saja yang sudah dilakukan oleh pasien, gejala prodormal atau infeksi traktus respiratorius bagian atas pemeriksaan fisik : kulit berupa papiloeritroskuamosa Pada pemeriksaan klinis minimal terdapat dua lesi dari tiga kriteria di bawah ini: Makula berbentuk oval atau sirkuler. Skuama menutupi hampir semua lesi. Terdapatnya koleret pada tepi lesi dengan bagian tengah yang lebih tenang.

DIAGNOSA BANDING

Sifilis stadium II Psoriasis gutata Dermatitis numularis Parapsoriasis

KOMPLIKASI

Gatal yang hebat bisa saja terjadi dan mengarah pada pembentukan eksema dan infeksi sekunder akibat garukan.

PENATALAKSANAAN
Kebanyakan pasien tidak memerlukan pengobatan karena sifatnya yang asimptomatik. Tenangkan pasien bahwa ia tidak memiliki penyakit sistemik dalam tubuhnya, penyakit ini tidak menular, dan biasanya tidak akan berulang kembali. Colloidal bath : 1 bungkus bubur gandum Aveeno dituangkan ke dalam bak mandi atau ember besar yang berisi 6-8 inci air yang hangatnya suam-suam kuku. Pasien diminta untuk mandi selama 1015 menit setiap harinya. Bedak asam salisilat + menthol 1%. Antihistamin.

PROGNOSA
merupakan penyakit akut yang bersifat self limiting illnes yang akan menghilang dalam waktu kurang lebih 6 minggu/3-5 bulan. Dapat sembuh tanpa meninggalkan bekas. Relaps dan rekuren jarang ditemukan.