Anda di halaman 1dari 8

PENGARUH SENAM HAMIL TERHADAP PROSES PERSALINAN PADA PRIMIGRAVIDA DI RSIA AISYIYAH KLATEN Sri Whyuni, Endang Wahyuningsih,

Astri Wahyuningsih1 Abstrak Latar Belakang : wanita hamil yang melakukan senam hamil secara teratur selama kehamilannya akan mengalami proses melahirkan yang jauh lebih mudah, lancar dan waktu melahirkan yang lebih singkat. Faktor yang berperan dalam persalinan adalah kekuatan mendorong janin, faktor jalan lahir dan faktor janin. Persalinan akan berjalan lancar bila ada ketenangan dan relaksasi, sehingga otot-otot Rahim berkontraksi dengan baik, ritmis dan kuat. Tujuan : tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh senam hamil terhadap proses persalinan pada primigravida si RSIA Aisyiyah Klaten. Metode : jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimen dengan desain penelitian post test only group desain. Sampel diambil dengan teknik purposive sampling dengan jumlah sampel sebanyak 30 orang. Analisa data menggunakan uji Fisher Exact Probability Test dengan program bantuan SPSS for Window 11.0 Hasil : berdasarkan hasil pengamatan diperoleh data bahwa dari 15 ibu hamil yang mengikuti senam hamil ternyata 80% proses persalinan normal dan 20% proses persalinan tidak normal. Sedangkan 15 ibu hamil yang tidak mengikuti senam 66,66% persalinan tidak normal dan hanya 33,33% proses persalinan normal. Berdasarkan uji Fisher Exact Probability test diperoleh nilai Exact Sig sebesar 0.025. nilai tersebut bila dibandingkan dengan taraf signifikansi 0.05 ternyata berada di bawah 0.05. Kesimpulan : berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara senam hamil dengan proses persalinan di RSIA Aisyiyah Klaten. Kata kunci : senam hamil, proses persalinan

I.

LATAR BELAKANG Di Indonesia Angka kematian ibu (AKI) merupakan barometer pelayanan kesehatan ibu. Dalam kurun waktu satu daa warsa, AKI telah menurun dari 450/100.000 kelahiran hidup pada tahun 1986 menjadi 307 per 100.000 kelahiran hidup pada tahun 2002 atau sekitar 32% dari kondisi semula (Depkes RI, 2003). Hal ini terjadi karena adanya upaya pemeliharaan dan peningkatan kesehatan ibu selama kehamilan. Hal-hal yang perlu diperhatikan selama kehamilan antara lain nutrisi, persiapan laktasi, pemeriksaan kehamilan, peningkatan kebersihan diri dan lingkungan, kehidupan seksual, tidur dan melaksanakan pergerakan seperti senam hamil (Jumiarni, dkk, 1995). Wanita hamil yang melakukan senam hamil secara teratur selama kehamilan akan mengalami proses persalinan yang jauh lebih mudah lebih mudah, lancar dan waktu melahirkan lebih singkat. Hasil penelitian yang dilakukan para ahli di Amerika menunjukkan bahwa rasa sakit yang muncul sebelum melahirkan menjadi 87% lebih singkat pada kasus dimana ibu yang mengandung melakukan senam hamil secara teratur. Kemngkinan untuk menjalani pembedahan Caesar dapat diperkecil menjadi 50%(Sani, 2001). Manfaat lain dari senam hamil adalah membentuk suatu pusat konsentrasi yang baru di dalam otak, sehingga sensasi nyeri selama persalinan dapat disisihkan dan intensitasnya berkurang. Bersamaan dengan itu dapat membuat tubuh menjadi relaks sedemikian rupa sehingga Rahim dapat bekerja di bawah kondisi optimal (Sani, 2001). Latihan senam hamil yang efektif dilakukan mulai usia kehamilan 22 minggu sebnayak 1 kali dalam seminggu sampai menjelang persalinan. Latihan senam hamil yang diberikan secara teratur merupakan bantuan yang tidak dapat diabaikan seperti halnya hygiene kehamilan (Primadi, 1996) Berdasarkan studi pendahuluan pada bulan Desember 2006 diperoleh data bahwa dari 87 ibu hamil yang memeriksakan kandungan di RSIA Aisyiyah Klaten, hanya 23 orang yang mengikuti senam hami. Dari data tersebut penulis tertarik untuk meneliti tentang pengaruh senam hamil terhadap proses persalinan pada primigravida di RSIA Aisyiyah Klaten. METODE PENELITIAN Jenis penelitian ini adalah eksperimen dengan desain penelitian post test only group desain. Rancangan penelitian adalah sebagai berikut :

II.

R. (kel. Eksperimen) R. (kel. Kontrol

Perlakuan X

Post O1 O2

keterangan : R = Randomize O1 = Observasi ibu hamil yang mengikuti senam hamil O2 = Observasi ibu hamil yang tidak mengikuti senam hamil X = Perlakuan yang diberikan yaitu senam hamil Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh ibu hamil yang memeriksa kehamilan di RSIA Aisyiyah Klaten. Dengan kriteria inklusi : 1. Primigravida 2. Umur kehamilan 37 minggu s/d 42 minggu 3. Umur ibu saat hamil antr 20 s/d 35 tahun 4. Tidak mempunyai riwayat penyakit penyerta kehamilan 5. Kenaikan berat badan selama hamil obesitas 7 kg, overweigt 7-12 kg. yang normal 12 - 17 kg. Sampel untuk kelompok eksperimen adalah total sampling yaitu sebanyak 15 orang, kelompok lkontrol sebanyak 15 orang di ambil dengan tehnik simple rondom sampling. Pengumpulan data dengan dokumentasi dan dengan menggunakan lembar observasi. Data yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan uji statistic Fisher Extact Probability Test dengan menggunakan bantuan Software SPSS for windows 11.00 III. HASIL DAN PEMBAHASAN A. Hasil Penelitian Deskripsi responden menurut kenaikan berat badan ibu, umur ibu, umur kehamilan disajikan pada table 1 Table 1 Distribusi responden berdasarkan kenaikan berat badan, umur ibu dan umur kehamilan Deskripsi Rerata Senam Tidak senam Kenaikan berat badan 9.40 kg 9.87 kg Umur ibu 23,67 tahun 24.47 tahun

Umur kehamilan 39 minggu 34 hari 39 minggu 3 hari Deskripsi responden berdasarkan keikutsertaab senam hamil disajikan pada table 2 Table 2 Distribusi Responden berdasarkan keikutsertaan senam hamil Senam hamil F % Senam hami 15 50 Tidak senam hamil 15 50 Jumlah 30 100 Ditribusi responden berdasarkan jenis persalinan disajikan pada table 3 Table 3 Distribusi Responden Berdasarkan Jenis Persalinan Jenis persalinan F % Normal 17 56,67 Abnormal 13 43,33 Jumlah 30 100 Berdasarkan table di atas diketahui bahwa 56,67 % bayi dilahirkan dengan persalinan normal dan 43,33% bayi dilahirkan dengan proses persalinan tidak normal. Distribusi proses persalinan responden berdasarkan keikutsertaan senam hamil disajikan pada table 4 Table 4 Distribusi Proses Persalinan Responden berdasarkan Keikutsertaan Senam Hamil Proses Persalinan Total Senam Hamil Normal Abnormal F % F % F % Senam Hamil 12 40 3 10 15 50 Tidak Senam Hamil 15 16.7 10 33,3 15 50 total 17 56.7 13 43,3 30 100 Dari table 5 diketahui bahwa ibu yang mengikuti senam hamil dengan proses persalinan normal sebanyak 40%, ibu yang mengikuti senam hamil degan

proses persalinan abnormal sebanyak 10% sedangkan ibu yang tidak mengikuti senam hamil dengan proses persalinan normal sebanyak 16,7% dan ibu yang tidak mengikuti senam hamil dengan proses persalinan tidak normal sebanyak 33,3% Tahap selanjutnya adalah melakukan uji hipotesis terhadap data penelitian, berdasarkan uji hipotesis dengan fishers Exact probability test diperoleh nilai sig 0.025, nilai tersebut dibawah taraf signifikansi 0.05 dengan demikian dapat disimpulkan terhadap hubungan yang signifikan antara senam hamil degan proses persalinan di RSIAAisyiyah Klaten. B. Pembahasan Karakteristik kelompok senam hamil dan kelompok tidak senam hamil apabila dilihat dari rata-rata kenaikan berat badan, umur ibu dan umur kehamilan adalah relative sama.rerata umur ibu pada kelompok yang mengikuti senam adalah 23,67 tahun dan rerata umur ibu pada kelompok yang tidak mengikuti senam adalah 24.47 tahun. Rerata umur kehamilan untuk kelompok yang mengikuti senam hamil adalah 39 minggu 4 hari dan kelompok yang tidak mengikuti senam hamil 39 minggu 3 hari. Rerata umur ibu dalam penelitian ini masih berada dalam umur yang ideal untuk melahirkan yaitu antara 20-35 tahun. Sedangkan rerata umur kehamilan dalam penelitian ini sudah sesuai kategori yang menyebutkan bahwa persalinan normal adalah proses pengeluaran janin yang terjadi pada kelahiran 37-42 minggu (januadi, 2002). Berdasarkan analisa statistic fishers exact probability test menunjukkan bahwa ada hubungan yang signifikan antara senam hamil dengan proses persalinan di RSIAAisyiyah Klaten. Hasil penelitian ini didukung penelitian yang dilakukan oleh Bernadeta (2003) bahwa terdapat hubungan senam hamil dengan proses persalinan di klinik Bidan Praktek Swasta Hj. Endang Tungkak Yogyakarta. Hasil persalinan ini sejalan dengan pendapat Manuaba (1998) bahwa senam hamil secara teratur dapat membantu proses persalinan berlangsung alami dan lancer. Senan hamil dengan melakukan latihan-latihan kontraksi dan relaksasi dapat membuat ibu memperoleh relaksasi yang sempurna/relaksasi tubuh ini dapat mepengaruhi relaksasi segmen bawah Rahim yang mempunyai peranan penting dalam proses persalinan normal.

Senam hamil ini bertujuan mempersiapkan mental ibu dalam proses melahirkan,karena akan menciptakan ketenangan rohani dan rasa percaya diri. Seorang ibu akan merasa lebih siap untuk melahirkan. Seperti dikemukakan oleh Sani (2001), bahwa senam hamil adalah suatu persiapan fisik dan psikologis dalam menghadapi proses kelahiran anaknya. Senam hamil akan membentuk suatu pusat konsentrasi yang baru dalam otak, sehingga sensasi nyeri selamapersalinan dapat disisihkan dan intensitasnya dapat dikurangi bersamaan dengan ini akan membuat tubuh menjadi relaks sedemikian rupa sehingga Rahim dapat bekerja di bawah kondisi yang optimal. IV. SIMPULAN DAN SARAN A. Simpulan Berdasarkan penelitian dapat disimpulkan bahwa : 1. Ibu yang mengikuti senam hamil dalam proses persalinan normal sebanyak 12 orang (40%), ibu yang mengikuti senam hamil dengan proses persalinan abnormal sebanyak 3 orang (10%) 2. Ibu yang tidak mengikuti senam hamil dengan proses persalinan normal sebanyak 5 orang (16.7%) dan ibu yang tidak mengikuti sensm hamil dengan persalinan tidak normal sebanyak 10 orang (33.3%) 3. Ada hubungan yang signifikan antara senam hamil dengan proses persalinan di RSIA Aisyiyah Klaten B. Saran Berdasarkan kesimpulan di atas, maka dapat diberikan saran sebagai berikut : 1. Bagi ibu-ibu yang sedang hamil disarankan untuk mengikuti senam hamil secara teratur untuk mempermudah proses persalinan 2. Bagi tenaga kesehatan (bidan) diharapkan dapat memberikan penyuluhan tentang manfaat senam hamil bagi ibu hamil serta memberikan motivasi untuk mendorong ibu-ibu hamil agar mau mengikuti senam hamil

DAFTAR PUSTAKA Bernadeta,2003, Hubungan senam hamil dengan Proses Persalinan di Klinik Bidan Praktek Swasta Hj. Endang Tungkak Yogyakarta, UGM, Yogyakarta. Jumiarni, dkk, 1995, Asuhan Keperawatan Perinatal, EGC, Jakarta. Manuaba, 1998, Ilmu Kebidanan, Penyakit Kandungan, dan Keluarga Berencana Untuk Pendidikan Bidan, EGC, Jakarta. Sani, R, 2001, Manajer Kelahiran Yang Alami Edisi 1, cetakan 1, PT Raja Grafindo Persabda, Jakarta.