Anda di halaman 1dari 3

ANTIPIRETIK Obat-obatan yang dipakai dalam mengatasi demam (antipiretik) adalah parasetamol (asetaminofen) dan ibuprofen.

Parasetamol cepat bereaksi dalam menurunkan panas sedangkan ibuprofen memiliki efek kerja yang lama. Pada anak-anak, dianjurkan untuk pemberian parasetamol sebagai antipiretik. Penggunaan OAI ! tidak dianjurkan dikarenakan oleh fungsi antikoagulan dan resiko sindrom "eye pada anak-anak. #osis parasetamol juga dapat disederhanakan menjadi$ %mur (tahun) &' '-* --( (-'+ #osis Parasetamol tiap pemberian (mg) () ()-'+, '+,-+,) +,)-,))

!elain pemberian antipiretik juga perlu diperhatikan mengenai pemberian obat untuk mengatasi penyebab terjadinya demam. Antibiotik dapat diberikan untuk mengatasi infeksi bakteri. Pemberian antibiotik hendaknya sesuai dengan tes sensiti.itas kultur bakteri apabila memungkinkan. '. Parasetamol a. #efinisi Parasetamol (asetaminofen) merupakan metabolit aktif dari fenasetin dengan efek antipiretik dan analgesik lemah. Paracetamolo, Paracetanol. ama lain parasetamol antara lain$ acetaminophen, APAP, ama I%PA/$ N-(4-hydroxyphenyl)acetamide.

Parasetamol diberikan secara oral dan diabsorpsi cepat dan sempurna melalui saluran cerna. 0onsentrasi tertinggi di dalam plasma dicapai dalam *)-() menit. 1asa paruh plasma antara '-* jam. Obat ini tersebar ke seluruh tubuh dan berikatan dengan protein plasma secara lemah. Ikatan dengan protein plasma sebesar +,2. Parasetamol akan dimetabolisme di dalam hati oleh en3im mikrosom hati dan diubah menjadi asetaminofen sulfat dan glukuronida. Asetaminofen akan dioksidasi oleh /4P+5' membentuk metabolit yaitu N-acetyl-pbenzoquinone yang akan berkonjugasi dengan glutation yang kemudian dieksresikan melalui ginjal. N-acetyl-p-benzoquinone merupakan metabolit minor tetapi sangat aktif. Akan tetapi N-acetyl-p-benzoquinone merupakan metabolit yang dapat merusak hati dan ginjal jika terkumpul dalam jumlah besar. Parasetamol dieksresikan melalui ginjal, sebagian sebagai parasetamol (*2) dan sebagian besar dalam bentuk terkonjugasi. b. 6armakodinamik Parasetamol merupakan penghambat prostaglandin yang lemah dengan cara menghambat /O7-' dan /O7-+ di jaringan perifer. 5fek anti-inflamasi sangat lemah, sehingga parasetamol tidak digunakan sebagai antireumatik. Penelitian terbaru menyatakan bah8a

parasetamol menghambat secara selektif jenis lain dari en3im /O7 yang berbeda dari /O7-' dan /O7-+ yaitu en3im /O7-*. !ifat antipiretik dari parasetamol dikarenakan efek langsung ke pusat pengaturan panas di hipotalamus yang mengakibatkan .asodilatasi perifer, berkeringat, dan pembuangan panas. c. Indikasi Indikasi Parasetamol digunakan sebagai$ '. Antipiretik9menurunkan panas, misal setelah imunisasi atau influen3a +. Analgesik9mengurangi rasa sakit, misal sakit kepala, sakit gigi, dan nyeri. d. 0ontraindikasi Parasetamol kontraindikasi untuk diberikan kepada$ '. Penderita dengan gangguan fungsi hati yang berat +. Penderita yang hipersensitif terhadap parasetamol. e. 5fek samping Pemberian parasetamol yang berlebihan akan menyebabkan hepatotoksik dan nefropati analgesic. #osis tinggi dari parasetamol akan menyebabkan saturasi dari glutation sehingga terjadi penimbunan N-acetyl-p-benzoquinone. N-acetyl-p-benzoquinone akan berinteraksi dengan sitoskleton sel hati yang kemudian akan membuat sel menjadi melepuh dan akhirnya sel hati tersebut akan mati. 0ematian sel dalam jumlah besar ini akan menyebabkan nekrosis hati. Pemberian parasetamol maksimal dalam satu hari adalah - g. Pemberian parasetamol sebanyak ', g dapat menyebabkan hepatotoksik yang parah dengan nekrosis sentrilobular, dan terkadang bersamaan dengan nekrosis tubular ginjal. :ejala a8al keracunan parasetamol adalah anoreksia, mual, dan muntah. %ntuk mengatasi keracunan parasetamol dapat diberikan -asetilsistein (prekursor glutation). f. #osis dan sediaan #osis parasetamol untuk de8asa *)) mg-' g per kali dengan maksimum -g hari. Anak ('+ tahun$ ',)-*)) mg9kali, maksimum ',+ g9hari. Anak '-( tahun$ ()-'+) mg9kali dan bayi diba8ah ' tahun$ () mg9kali. Parasetamol tersedia sebagai obat tunggal, berbentuk tablet ,)) mg atau sirup yang mengandung '+) mg9,ml. !elain itu parasetamol terdapat sebagai sediaan kombinasi tetap, dalam bentuk tablet maupun cairan (#8ijaya, +)'+). +. Ibuprofen a. ama dagang$ Arthrifen, proris, ibufen !ediaan$ tablet +)) mg, -)) mg, ()) mg , !irup ')) mg9, ml

b. Indikasi$

yeri dan demam pada anak yeri ringan sampai berat pada dismenorhea, analgetik pacsa bedah yeri dan radang pada rematik

c. /ara 0erja
Ibuprofen bersifat analgetik dengan daya anti inflamasi yang tidak terlalu kuat, efek analgetiknya sama seperti aspirin. Absorpsi cepat melalui lambung dan kadar maksimum dalam plasma dicapai setelah '-+ jam.

d. Peringatan dan perhatian '. ;idak dianjurkan diminum oleh 8anita hamil dan menyusui +. #apat mengurangi efek diuresis dari furosemid dan tia3id *. 1engurangi efek antihipertensi obat beta bloker dan /aptopril, kemungkinan akibat
hambatan biosintesis prostaglandin ginjal.

e. #osis dan cara pemberian '. #osis de8asa $


Analgetik -)) mg - < sehari Anti inflamasi '+)) = +-)) mg sehari

+. #osis anak$
#iba8ah ' tahun tidak dianjurkan (atau anak & > kg) + tahun ,) mg * = - < sehari *-> tahun ')) mg * = - < sehari ?- '+ tahun +)) mg * = - < sehari

#8ijaya, A. +)''. Gambaran Pengetahuan, Si ap, !an "inda an #bu !alam Pemberian Para$etamol %epada &na Sebagai Penatala $anaan &'al !emam !i %elurahan "egal Sari (andala ## %ecamatan (edan !enai. 1edan$ "epository %!%.