Anda di halaman 1dari 52

BAB I PENDAHULUAN

I.1

Latar Belakang Tingginya tingkat kriminalitas saat ini berbanding lurus dengan tingginya permintaan visum. Hal ini menjadi perhatian kita sebagai dokter umum, karena walaupun permintaan visum biasanya diajukan kepada rumah sakit besar baik umum maupun swasta, tidak menutup kemungkinan permintaan visum diajukan kepada kita sebagai dokter umum pada saat kita melakukan tugas PTT di suatu daerah. Untuk itu sebagai dokter umum kita wajib dapat melakukan visum dan membuat laporannya melalui V et R. Dalam setiap melakukan visum, perlu dilakukan pemeriksaan penunjang untuk memperjelas dan membuktikan kebenaran suatu kasus. arena sebenarnya, pada setiap kejadian kejahatan hampir selalu ada barang bukti yang tertinggal, seperti yang dipergunakan oleh seorang ahli hukum kenamaan !talia yang bernama ". #erri, $%&'( $')*, bahwa ada yang dinamakan +saksi diam+ yang terdiri atas,, $. -enda atau tubuh manusia yang telah mengalami kekerasan. ). .enjata atau alat yang dipakai untuk melakukan kejahatan. /. 0ejak atau bekas yang ditinggalkan oleh si penjahat pada tempat kejadian. 1. -enda(benda yang terbawa oleh si penjahat baik yang berasal dari benda atau tubuh manusia yang mengalami kekerasan maupun yang berasal dari tempat kejadian. &. -enda(benda yang tertinggal pada benda atau tubuh manusia yang mengalami kekerasan atau ditempat kejadian yang berasal dari alat atau senjata yang dipakai ataupun berasal dari si penjahat sendiri. -ila +saksi diam+ tersebut diteliti dengan meman2aatkan berbagai ma3am ilmu 2orensik 4forensic sciences5 maka tidak mustahil kejahatan tersebut akan dapat terungkap dan bahkan korban yang sudah membusuk atau hangus serta pelakunya akan dapat dikenali. .ebagai 3ontoh, pada kasus in2antisida, untuk kepentingan pengadilan perlu diketahui apakah bayi tersebut lahir hidup kemudian meninggal karena pembunuhan atau memang lahir mati, dengan mudah dapat kita ketahui dengan melakukan pemeriksaan hidrostatik, dimana bila jaringan paru yang $

di3elupkan ke dalam air tawar tersebut mengapung maka bayi tersebut dilahirkan dalam keadaan hidup. 6leh sebab itu, pemeriksaan penunjang khususnya pemeriksaan laboratorium sederhana menjadi sangat dibutuhkan keberadaannya. Dalam membantu kita sebagai si pembuat visum untuk memperjelas suatu kasus kejadian kejahatan, karena dengan mengetahui se3ara pasti pemeriksaan penunjang laboratorium sederhana apa saja yang dapat dilakukan dalam kasus(kasus tertentu, apa yang kita lakukan menjadi tepat guna. .ehingga dapat membantu terungkapnya kebenaran yang sesungguhnya akan suatu kasus kejadian kejahatan seperti moto yang berlaku dalam 2orensik bahwa +melalui visum, barang7 benda yang tidak bernyawa dan tidak bergerak dapat dibuat berbi3ara oleh para dokter yang melakukan visum melalui V et R. I.2 Tujuan Penyusunan re2erat ini bertujuan agar tenaga medis khususnya para dokter umum yang diwajibkan untuk dapat melakukan visum dan membuat V et R, dapat mengetahui dan memahami ma3am(ma3am pemeriksaan laboratorium sederhana yang ada pada ilmu 2orensik dan dapat menentukan pemeriksaan laboratorium sederhana yang dapat dilakukan pada kasus tertentu untuk membantu mengetahui penyebab kematian.

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

II.1

Definisi Pe eriksaan La!"rat"riu

Se#er$ana

8aboratorium 2orensik berkaitan dengan pemeriksaan barang(barang berupa bukti 2isik berhubungan dengan tempat kejadian perkara, korban dan tersangka. 9antinya penemuan yang didapat dari laboratorium ini digunakan untuk menunjang proses hukum.$,) .uatu pemeriksaan yang dikerjakan di laboratorium ilmu 2orensik dengan teknik yang mudah dilakukan, menggunakan alat dan reagen yang murah dan mudah didapat namun memberi nilai man2aat yang besar dan 3epat mendapatkan hasil. Pemeriksaan ini disebut pula sebagai :bedside test laboratorium karena dilakukan selama kegiatan otopsi berlangsung se3ara simultan hasil yang didapatkan sebagai pemandu arah otopsi menuju ke suatu sebab kematian./ II.2 Definisi Barang !ukti -arang bukti adalah bukti 2isik yang se3ara umum disebutkan sebagai sejumlah material baik dalam jumlah banyak atau sedikit yang dibuktikan melalui pemeriksaan yang ilmiah dan analisis berkaitan tindak pidana telah terjadi. Jenis%jenis Barang !ukti&2 ;airan tubuh Terdiri atas, darah, semen, air liur, urin, keringat dan 2eses. Pemeriksaan terutama terhadap darah, semen dan air liur baik dalam bentuk basah maupun kering yang biasa terdapat pada pakaian atau bahan lainnya. 0aringan tubuh .ampel dari berbagai organ yang dikumpulkan saat otopsi untuk pemeriksaan histopatologi bersama dengan darah, urin dan isi perut berman2aat untuk analisa toksikologi.

6bat dan bahan(bahan tertentu seperti material yang berasal dan tanaman, bubuk, tablet, kapsul atau sediaan <at yang lain untuk identi2ikasi senyawa yang telah masuk ke tubuh.

.erat atau 2iber -ahan alam seperti kapas atau benang wol. -ahan atau serat sintetis seperti rayon dan da3ron untuk identi2ikasi dan perbandingan. 0ari(jari telapak tangan dan telapak kaki 0ejak telapak kaki atau tangan berman2aat untuk identi2ikasi dan perbandingan. ;ap atau 3etakan dari pola ban kendaraan dan alas sepatu seringkali masuk kategori ini.

=aterial yang mudah meledak dan api -ahan 3airan padat ataupun sisa hasil bakaran berman2aat untuk identi2ikasi residu ledakan dan akselerasi. Peluru atau proyektil dan tes senjata melalui jarak tembakan dan kemampuan kerja dari masing(masing senjata. a3a Pe3ahan ka3a dapat dihubungkan diperlukan untuk menganalisa atau

memperkirakan arah kekerasan yang terjadi atau urutan arah penembakan. >nalisa gelas juga digunakan untuk rekonstruksi ke3elakaan lalu lintas 4tabrakan5. Rambut Rambut diperlukan untuk identi2ikasi spesies 4hewan atau manusia5, ras dan bagian tubuh asal dari rambut tersebut. 9omor seri mesin Tanah dan mineral, kayu dan tanaman lain Diidenti2ikasi dan dibandingkan untuk mengetahui sumber atau lokasi yang mungkin dan dapat dihubungkan dengan tersangka atau korban. Dokumen yang dipertanyakan -entuk dari bukti 2isik yang mungkin berisi tulisan tangan, ketikan, salinan atau tulisan yang dihasilkan komputer yang diperiksa untuk bukti pemalsuan. Pemeriksaan terdiri dari analisa tinta dan kertas, juga perbandingan tulisan tangan untuk memperkirakan keaslian.

II.'

(anfaat Pe eriksaan La!"rat"riu Penggunaan barang bukti berman2aat dalam investigasi 2orensik seperti, $. =enentukan elemen kriminal ). =embantu investigasi untuk sebuah kasus /. =en3ari kaitan antara Tempat ejadian Perkara atau korban terhadap tersangka 1. =ematahkan pernyataan seorang tersangka atau alibi &. =engidenti2ikasi tersangka ?. =ema3u pengakuan tersangka melalui barang bukti yang diperiksa *. =enyelamatkan7 membebaskan seorang tertuduh yang tidak bersalah %. =emberi masukan data bagi keputusan hakim di pengadilan

II.)

Pe eriksaan la!"rat"riu

f"rensik ter$a#a* !er!agai

a+a

!arang !ukti

II.).1 Penga !ilan sa *el #an *enga,etan 8okasi pengambilan sampel dan ma3am pengawet bahan kimia tergantung dari jenis bahan kimia yang di3urigai. .elanjutnya sampel tersebut dikirim ke laboratorium dengan menyertakan surat yang berisikan laporan singkat otopsi dan permintaan pemeriksaan jenis bahan kimia tertentu yang di3urigai. 0enis(jenis sampel untuk pemeriksaan lanjutan di laboratorium adalah sebagai berikut, Dara$) 8okasi terbaik yang dimaksudkan adalah vena 2emoralis dan vena iliaka. 9amun jika tidak menemukan darah dari kedua lokasi tersebut, sampel darah dapat diambil dari vena aksilaris. .angat tidak dianjurkan untuk mengambil darah vena jugularis karena sudah terkontaminasi oleh re2luk 3airan dari rongga dada. Darah juga tidak boleh diambil dari rongga badan mengingat daerah tersebut telah terkontaminasi oleh isi perut, e2usi, urin, 2eses dll. Dalam sirkulasi darah, organ tubuh akan mengambil <at kimia dari sirkulasi sehingga kadar <at kimia dalam vena lebih rendah dibandingkan arteri. Pada korban mati, juga terdapat variasi kadar <at kimia karena destruksi <at tersebut oleh aktivitas en<imatik dan mikroorganisme serta di2usi <at kimia berukuran ke3il melewati membran sel yang telah kehilangan permeabilitasnya. Para ahli menganjurkan untuk lebih baik mengambil akan dapat diidenti2ikasi pemilik 3airan tubuh tersebut. -eberapa metode pemerikaan darah

&

dikerjakan sesuai dengan ra3un yang ingin dibuktikan berdasarkan dugaan ahli 2orensik.

-ahan yang paling banyak ditemukan melalui pemeriksaan darah, $. >lkohol -au alkohol bukan merupakan diagnosis pasti kera3unan. Diagnosis pasti hanya dapat ditegakkan dengan pemeriksaan kuantitati2 kadar alkohol darah. Pada mayat, alkohol dapat berdi2usi dari lambung ke jaringan sekitar termasuk ke dalam jantung, sehingga untuk pemeriksaan toksikologik, darah sebaiknya diambil daripembuluh darah vena peri2er seperti vena 2emoralis dan vena aksilaris. Tubuh jena<ah sendiri menghasilkan alkohol dengan jumlah yang signi2ikan melalui dekomposisi seperti 2ermentasi oleh jamur dan 2lora lain. Dalam )1 jam pada suhu hangat 2ermentasi menghasilkan $&@ mg alkohol per $@@ ml sampel. ;ara pengambilan sampel darah , .ebanyak $&33 darah yang telah diambil dari vena 2emoralis atau vena iliaka kemudian dimasukkan ke dalam tabung7botol. Tanpa pengawet sehingga terjadi pembekuan. .elain itu & A $@@ 33 darah dimasukkan tabung yang telah diisi larutan pengawet seperti "DT>, potassium oBalate, heparin. 0ika di3urigai mengandung alkohol, darah sebanyak minimal &33 dimasukkan dalam tabung yang telah diisi sodium 2loride dengan tujuan untuk men3egah kerusakan alkohol oleh mikroorganisme. ). arbon =onoksida arbon monooksida bersi2at stabildan tidak dapat berdi2usi. 6leh sebab itu <at karbon mono oksida dapat diambil dari pembuluh darah dan darah di rongga tubuh. ;ara lain untuk mengambil darah adalah dengan melakukan pengirisan pembuluh vena iliaka dan 2emoralis setelah mengeluarkan organ perut terlebih dahulu. Demikian pula, vena jugularis interna dapat memberikan banyak sampel darah setelah dilakukan insisi pada pembuluh vena tersebut. /. 9arkotika ?

Darah merupakan port de entre dari <at(<at narkotika. ;ara pengambilan darah untuk pemeriksaan adalah dengan mengambil darah dari vena peri2er se3ara terpisah ataupun se3ara langsung dari jantung. Dengan meneliti kadar obat(obatan dari berbagai tempat akan dapat diperkirakan seberapa jauh tingkat kera3unannya. Pengambilan sampel darah dalam bentuk 3air atau kering yang dilakukan terhadap tiap noda darah yang ada ditempat kejadian perkara. Untuk menghindarkan terjadinya cross contamination, para ahli harus mengikuti panduan umum, $. =enggunakan sarung tangan baru dan mengganti sarung tangan tiap pengambilan pola darah. Tidak dianjurkan menggunakan peralatan standart, namun sebaiknya menggunakan s3alpel disposibble atau single edge ra<or blades untuk pengambilan kerokan sampel darah kering, swab steril atau pipet disposable dan semprotan untuk pengambilan sampel darah 3air. Penting diingat untuk mengganti mata s3alpel atau pipet tiap pengambilan darah dari pola darah yang berbeda. ). .etelah sampel diambil, maka harus dikemas sebaik(baiknya, sesuai dengan bentuk sediaan sampel. .ediaan darah kering sebaiknya ditempatkan pada plastik obat kemudian dimasukkan ke amplop. 0angan menggunakan amplop berperekat ke3uali benar(benar perlu, dan hanya dii<inkan untuk membasahi bagian berperekat dengan air steril. .ediaan darah 3air sebaiknya diambil dengan pipet, ditempatkan pada tabung dan dimasukkan ke dalam tas tertutup dengan penghangat, dan dibawa dengan hati(hati untuk menghindari pe3ahnya tabung. Untuk noda darah yang menempel pada benda(benda tertentu seperti pakaian ataupun senjata maka benda tersebut harus dikemas dalam kantung kertas bersih dalam keadaan kering. Perlu diingat, bukan hanya tentang darah siapa pada pakaian tersebut penting, namun letak noda darahpun penting untuk didokumentasikan. 0angan melipat pakaian tersebut tetapi gunakan kertas untuk membatasi tiap lipatan. Urin Urin dapat diambil sebelum otopsi, melalui pungsi suprapubik. 0ika urin ingin diambil setelah otopsi maka terlebih dahulu organ di dalam perut dikeluarkan. emudian kandung kemih diangkat dan di aspirasi menggunakan spuit. >tau juga dengan melakukan insisi pada permukaan ventral kandung kemih lalu aspirasi urin *

dilakukan dengan spuit. ;ontoh <at ra3un yang dapat ditemukan dalam pemeriksaan urin adalah ra3un golongan barbiturate dan dapat pula menemukan alkohol.

;ara pengambilan sampel, .ejumlah )@ A /@ 33 urin dimasukkan dalam tabung7toples. Tidak diperlukan pengawet ke3uali jika sampel tidak segera dikirim ke laboratorium. Pengawet yang diperlukan adalah sedikit sodium a<ide. La !ung !eserta isi #an !a$an unta$an

-ahan muntahan yang diperoleh dari korban hidup atau muntahan yang ditemukan di tempat kejadian perkara 4T P5 dimasukkan dalam toples lalu ditutup rapat. 8ambung dan isinya yang diperoleh dari otopsi dimasukkan dalam toples. ;urvatura mayor lambung boleh dibuka kemudian isi lambung dibiarkan tetap dalam wadahnya. adangkala pihak laboratorium membutuhkan dinding lambung untuk memeriksa adakah bahan kimia yang melekat di dinding lambung. -eses #eses tidak selalu diperlukan untuk analisa toksikologik ke3uali jika di3urigai adanya intoksikasi logam berat, misalnya arsen, merkuri, timah. .ebanyak )@ A /@ gram 2eses dimasukkan dalam wadah tertutup. Hati. E *e#u #an /rgan Dala lainn0a

Hati merupakan organ tubuh yang harus diambil ketika otopsi mengingat bahwa hampir semua <at yang masuk ke dalam tubuh mengalami metobolisme di dalam hati. ;airan empedu sangat berguna untuk menemukan mor2in dan klorproma<ine. kandung empedu. ;ara pengambilan sampel , andung empedu beserta isinya langsung dimasukkan botol tanpa diaspirasi dengan spuit. 1a !ut #an Kuku % eduanya terkonsentrasi dalam hati kemudian dibuang melalui

Rambut dan kuku diperiksa terutama pada korban yang di3urigai kera3unan logam berat kronis seperti kera3unan arsen, antimony, thalium, batang rambut beserta akhirnya dan potongan kuku harus diikutsertakan untuk pemeriksaan. Disamping itu berman2aat pula untuk pemeriksaan D9>. Barang Bukti Bi"l"gik C .emen 7 darah yang kering -asahi 3utton bud dengan setetes air dan usapkan pada area terdapatnya semen. ;utton bud kemudian diberi label dan keringkan. .elanjutnya kemas di dalam amplop. C >ir liur dan bekas gigitan -asahi 3utton bud dengan setetes air steril, kemudian usapkan pada area yang akan diidenti2ikasi. Tempatkan pada wadah berlabel. emudian ambil 3utton bud yang tidak dibasahi dan usapkan pada area yang sama. .elanjutnya dilakukan prosedur yang sama seperti pada 3utton bud pertama. Tak perlu dibedakan swab mana yang dibasahi atau yang mana yang tidak dibasahi. Usapan dilakukan dua kali dengan maksud unttuk menemukan sel yang lebih banyak. .etelah dibasahi, air akan merehedrasi kembali sel(sel yang sudah kering, sehingga akan labih banyak sel yang melekat pada swab. C .wab bukal atau darah dari korban untuk identi2ikasi D9> korban dan pelaku Dunakan dua buah 3utton bud dan usapkan dengan seksama pada mukosa antara pipi dan gusi, antara bibir dan gusi, pertemuan antara gusi dan langit(langit mulut dan di belakang gigi seri. -eri label pada 3utton bud, kemudian kemas hasil swab pada tempat berlabel setelah sebelumnya dikeringkan terlebih dahulu, kemudian didokumentasikan. C -ahan biologis pada rambut Pengambilan sampel dilakukan dengan 3ara sebagai berikut, Potong area yang diperlukan dan ditempatkan pada lipatan kertas atau penyisiran rambut pubik untuk men3ari adanya rambut pubik. C Dental floss pada kasus kopulasi oral

'

Usapkan dental 2loss pada sela(sela gigi korban, keringkan dan tempatkan pada amplop ke3il atau dalam lipatan kertas.

.epatu -ahan biologis dapat ditemukan pula pada sepatu. #oto noda bahan tersebut dengan posisi sepatu awal, kemudian pindahkan sepatu, 2oto kembali dari sudut yang berbeda dan tempatkan sepatu ke dalam kantung kertas.

Rambut -ila didapati rambut pada tempat kejadian perkara, maka haruslah barang bukti ini di2oto, dan diambil dengan menggunakan sarung tangan. Dunakan Post !t 9otes untuk mengambil rambut atau gunakan 3otton bud kemudian tempatkan ke dalam jilidan kertas. Hindarkan menggunakan penjepit atau memungut rambut dengan rambut, karena rambut tersebut dapat jatuh dan hilang.

>da beberapa hal yang harus diperhatikan jika suatu saat kita menemukan ber3ak darah pada tempat kejadian perkara, karena selain dapat diambil dari tubuh jena<ah juga dapat diambil dari tempat kejadian perkara tanpa ada sumber perdarahan tersebut, yaitu , $. -entuk dari ber3ak darah ). >pakah ber3ak tersebut ber3ak darah /. >pakah ber3ak tersebut darah manusia atau bukan 1. Darah berasal dari tubuh bagian mana &. -erapa banyak darah terdapat pada suatu tempat dan sudah berapa lama II.).2 2a#a$ sa *el Eadah untuk pengawetan sampel bervariasi antar laboratorium. .etiap laboratorium memiliki peralatan tersendiri untuk menampung sampel. Peralatan( peralatan ini biasanya dilengkapi dengan spuit dan jarum steril untuk mengambil sampel. Tidak lupa juga menyertakan petunjuk pengambilan dan pengawetan sampel.

$@

-eberapa persyaratan wadah sampel, yaitu, $. Eadah tersebut baik masih baru atau pernah dipakai, harus dipastikan telah di3u3i dan disteril sebelum digunakan. -ukan hanya bersih se3ara 2isik juga bersih se3ara biologi dan kimia. ). .ampel darah ditampung dalam tabung7botol /@ ml atau tabung plastik & ml. /. Urin dan kandung empedu beserta isinya ditampung dengan wadah /@ ml. 1. 8ambung dan isinya ditampung dalam wadah toples ka3a atau plastik berukuran )&@ ml. &. Hati dimasukkan dalam wadah berisi / liter. 9amun jika laboran hanya membutuhkan sedikit irisan hati, maka 3ukup dipakai wadah berisi )&@(&@@ gram. ?. ;airan humour vitreus dan liFour 3erebrospinal 3ukup dengan tabung & ml. Eadah yang terbuat dari polypropylene tidak dianjurkan dipakai sebagai wadah sampel yang mudah berdi2usi seperti berbagai <at yang bisa menguap 4volatile substan3e , arson5. Untuk <at tersebut lebih baik digunakan wadah yang terbuat dari nylon. II.).' Penga,etan Sa *el #ungsi larutan pengawet sampel adalah untuk menahan agar tidak terjadi perubahan pada sampel bila sampel tidak langsung diperiksa sesaat setelah pengambilan sampel. -ahan pengawet yang digunakan untuk sampel darah ialah larutan sodium 2luoride7potassium 2luoride , selain itu biasanya ditambahkan "DT> yang ber2ungsi untuk mempertahankan darah agar tidak menggumpal. .elain pengawetan yang digunakan untuk sampel darah juga terdapat pengawetan yang digunakan untuk pemeriksaan histopatologi, pengawet yang biasa digunakan umumnya menggunakan larutan 2ormalin $@G, perbandingan dengan air memiliki perbandingan volume $,/. 0ika terjadi kekeliruan dalam menggunakan pengawet pada darah yang mengandung alkohol maka akan merubah kadar alkohol sebenarya dalam darah. adar alkohol juga berubah jika sampel tidak segera diambil dari jena<ah. Hal ini karena -erikut ini adalah 3ontoh komposisi larutan yang dipakai,

$$

$@@ mg sodium 2luoride per $@@ ml darah, mampu mempertahankan kadar alkohol dalam darah meskipun sampel telah disimpan diatas / bulan 4Dlendening dan Eaugh5

& mg sodium 2luoride per $ ml darah, mampu menghambat aktivitas alkohol dehydrogenase yang merusak alkohol namun tidak mampu menghambat produksi alkohol oleh mikroorganisme 4Pleu3khahn5

@,& mg sodium 3itrate dan @,$ mg mer3uri3 3hloride per $ ml darah. =enjamin darah tetap 3air dan steril. 4-rad2ord5

#luoride juga diperlukan sebagai pengawet beberapa bahan, Urin dan humor vitreus jika ada ke3urigaan alkohol didalamnya. Darah dipakai untuk pengawet sampel yang di3urigai mengandung kokain

;atatan, pembuluh darah 2emoral jantung

Pada kasus mayat yang tidak diotopsi, $. ). Darah diambil dan vena 2emoral. 0ika vena ini tidak berisi, dapat diambil dari sub3lavia. Pengambilan darah dengan 3ara jarum ditusuk pada trans(thora3i3 se3ara a3ak, se3ara umum tidak bisa diterima, karena bila tidak berhati(hati darah bisa terkontaminasi dengan 3airan dari esophagus, kantung perikardial, perut7 3avitas pleura. /. Urine diambil dengan menggunakan jarum panjang yang dimasukkan pada bagian bawah dinding perut terus sampai tulang pubis. Pada mayat yang diotopsi, $. Darah diambil dari vena 2emoral ). 0ika darah tidak dapat diambil dari vena 2emoral, dapat diambil dari , a. Vena subklaviaH b. >ortaH 3. >rteri pulmonaryH d. Vena 3ava superior H $)

e. 0antung Darah seharusnya diberi label sesuai dengan tempat pengambilan. Pada kejadian yang jarang terjadi, yang biasanya berhubungan dengan trauma massive, darah tidak dapat diambil dari pembuluh darah tetapi terdapat darah bebas pada rongga badan. ( Darah diambil dan diberi label sesuai dengan tempat pengambilan. ( 0ika dilakukan tes untuk obat dan hasilnya negati2, maka dapat diasumsikan bahwa orang tersebut tidak dibawah e2ek obat pada saat kematian. ( 0ika tes positi2 harus diperhitungkan kemungkinan kontamina Pada beberapa kasus bahan lain seperti vitreus7 otot dapat dianalisa untuk mengevaluasi akurasi dari hasil tes dalam kavitas darah. II.3 1. Pe eriksaan !arang !ukti #an inter*retasi Pe eriksaan #ara$ Pemeriksaan ber3ak darah merupakan salah satu pemeriksaan yang paling sering dilakukan pada laboratorium 2orensik. arena darah mudah sekali ter3e3er pada hampir semua bentuk tindakan kekerasan, penyelidikan terhadap ber3ak darah ini sangat berguna untuk mengungkapkan suatu tindakan kriminil. Pemeriksaan darah pada 2orensik sebenarnya bertujuan untuk membantu identi2ikasi pemilik darah tersebut. .ebelum dilakukan pemeriksaan darah yang lebih lengkap, terlebih dahulu kita harus dapat memastikan apakah ber3ak berwarna merah itu darah. 6leh sebab itu perlu dilakukan pemeriksaan guna menentukan , a. -er3ak tersebut benar darah b. Darah dari manusia atau hewan 3. Dolongan darahnya, bila darah tersebut benar dari manusia Pemeriksaan ber3ak darah antara lain dengan menggunakan luminol, ben<idin, tes Tei3hmann, 2luoresin, leukokristal violet, leokomalasit hijau, >mido -la3k, D>-, dan T=-, ketiga teknik yang terakhir disebutkan selain digunakan untuk visualisasi bekas ber3ak darah dapat pula digunakan untuk sidik jari dan sidik peralatan. $/

II.3.A Dara$3

ebanyakan reaksi kimia dari teknik(teknik diatas menggunakan prinsip reaksi peroksidase pada sel darah merah. .ayangnya, bahan(bahan kimia tersebut juga bereaksi pada peroksidase pada substrat lainnya. >ntara lain pada lemak nabati dan 2os2at yang terdapat di dalam deterjen, pemutih dan bahan kimia rumah tangga lainnya. .ebelum menerima bahan perbaikan, analis harus memperhatikan reaksi bahan perbaikan dengan kondisi tempat kejadian perkara dan barang bukti. C Lu in"l 8uminol menolong kita untuk melihat sejumlah ke3il darah yang terluput oleh mata, yang sudah dihapus, bahkan yang sudah dihapus beberapa tahun yang lalu. 8uminol sendiuri terdiri atas natrium perborat, natrium karbonat, /(amino2talidra<id dan air destilasi. Rasio 3ampuran ini @,*,&,@,$ gram dilarutkan dalam $@@ milimeter air. -ahan(bajhan ini mudah didapat dan relati2 murah. 8uminol bereaksi terhadap kandungan hemoglobin dalam sel darah merah, yang hasilnya berupa semi 8uminesens, atau gambaran biru kehijauan ber3ahaya. 6leh karena itu hasil dari tes ini hanya dapat dilihat di dalam ruangan gelap. Di luar ruangan, luminol hanya e2ekti2 bila digunakan pada malam hari. euntungan menggunakan luminol antara lain, o o o o o o o =udah diaplikasikan 9on(korosi2 dan tidak berbekas Tidak merusak bahan darah yang akan digunakan untuk tes >-6 Hasil reaksi dapat di2oto -ereaksi dengan bahan metal, peroksidase nabati dan bahan kimia seperti pemutih =etode ini memerlukan ruang gelap !nterpretasinya terbatas Hasil 2otonya berupa gambaran luminesens yang bagus, namun kelemahannya, barang buktinya tidak terlihat, sehingga tidak dapat ditentukan dimana letak reaksinya mun3ul pada barang bukti. Dengan menggunakan lukisan dengan teknik 2lash digunakan untuk mendokumentasikan noda darah pada tempat kejadian perkara di luar $1

elemahan luminol antara lain,

ruangan, sehingga dapat dihasilkan gambaran barang bukti selain gambaran luminesens. =etode lainnya yang dapat menggantikan luminol adalah 2luoresein, yang tidak memerlukan ruang gelap namun memerlukan >8. atau >lternate 8ight .our3e. =etode ini bekerja e2ekti2 bila digunakan >8. dalam range 11& sampai 1&@ nm. .ebelum mengaplikasikan 2luoresein, bagian yang hendak diperiksa terlebih dahulu diperiksa dengan >8. untuk mengidenti2ikasikan adanya 2luoresein natural atau <at lain yang dapat memperlihatkan 2alse positi2. -ila ada bagian yang terkontaminasi, harus ditandai agar tidak mengaburkan hasil reaksi 2luoreseins. #luoresens solutio terdiri atas C )&33 aFua destilata C ),& gram natrium hidroksida C @,)& gram 2luoresens C @,& gram <in3 >Fua destilata, natrium hidroksida dan 2luoresens di3ampurkan terlebih dahulu, kemudian ditambahkan <in3. ;ampuran ini disemprotkan pada bagian yang akan diidenti2ikasi, kemudian disemprotkan hidrogen peroksida /G sebagai katalisator. Dengan pemaparan >8., akan terlihat gambaran pendaran warna biru kehijauan. Tidak seperti reaksi pada luminol, dokumentasi 2luoresens akan lebih mudah, dengan bantuan >8., dapat di2oto dengan menggunakan kamera digital. C Tes Ben4i#ine 5Leuk"% ala+$ite green test67.8 Dulu -en<idine test pada 2orensi3 banyak dilakukan oleh >dlers 4$'@15. Tes -en<idine atau Test Adlerlebih sering digunakan dibandingkan dengan tes tunggal pada identi2ikasi darah lainnya. arena merupakan pemeriksaan yang paling baik yang telah lama dilakukan. Pemeriksaan ini sederhana, sangat sensiti2 dan 3ukup bermakna. 0ika ternyata hasilnya negati2 maka dianggap tidak perlu untuk melakukan pemeriksaan lainnya. ;ara pemeriksaan reaksi -en<idin, .epotong kertas saring digosokkan pada ber3ak yang di3urigai kemudian diteteskan $tetes H)@) )@G dan $ tetes reagen -en<idin. $&

Hasil, Hasil positi2 pada reaksi -en<idin adalah bila timbul warna biru gelap pada kertas saring. elebihan tes ini dibandingkan dengan luminol adalah memberikan reaksi warna yang lebih jelas. Hasilnya lebih mudah dilihat, diukur dan didokumentasikan daripada luminol. Preparat leukomalasit dalam bentuk solutio dan disemprotkan pada permukaan barang bukti. 9oda darah akan memperlihatkan warna hijau kehitaman. C Tes Taka0a a >pabila heme sudah dipanaskan dengan seksama dengan menggunakan pyridine dibawah kondisi basa dengan tambahan sedikit gula seperti glukosa, pyridine 2erroprotoporphyrin atau hemokromogen akan terbentuk.? Tes Takayama dilakukan dengan 3ara meletakkan seujung jarum ber3ak pada gelas ka3a objek, kemudian ditetesi dengan setetes reagen takayama, tutup dengan gelas penutup kemudian dipanaskan. .elanjutnya dilihat di bawah mikroskop. Hasil pemeriksaaaan positi2 bila ditemukan ditemukan kristal pyridine hemo3hromogen yang berbentuk bulu berwarna jingga. elebihan, Test dapat dilakukan dan e2ekti2 dilakukan pada sampel atau ber3ak yang sudah lama dan juga dapat memun3ulkan noda darah yang menempel pada baju. .elain itu test ini juga memun3ulkan hasil positi2 pada sampel yang mempunyai hasil negative pada test Tei3hmann. Tes ini lebih spesi2ik tapi kurang sensiti2 dibandingkan tes ben<idin. C Tes Tei+$ ann9 Pertama kali dilakukan oleh Tei3mann 4$%&/5. Test diawali dengan memanaskan darah yang kering dengan asam asetat gla3ial dan 3hloride untuk membentuk derivate hematin. ristal yang terbentuk kemudian diamati di bawah $? ristal

mikroskop, biasanya 3oklat.

ristal mun3ul dalam bentuk belah(belah ketupat dan berwarna

;ara pemeriksaan, .eujung jarum ber3ak kering diletakkan pada ka3a obyek tambahkan $ butir kristal 9a;8 dan $ tetes asam asetat gla3ial, tutup dengan ka3a penutup dan dipanaskan. Hasil, Hasil positi2 dinyatakan dengan tampaknya ristal hemin H;8 yang berbentuk batang berwarna 3oklat yang terlihat dengan mikroskopik.4$5 esulitan , =engontrol panas dari sampel karena pemanasan yang terlalu panas atau terlalu dingin dapat menyebabkan kerusakan pada sampel. C Leuk"kristal :i"let 5L;:6 =etode yang juga digunakan pada pemeriksaan sidik jari dan alas kaki. 8;V bereaksi dengan hemoglobin dan pada noda darah akan memperlihatkan warna ungu. Reagen 8;V solutio terdiri atas, C C C C $@ gram &( asam sul2osalisitik /,* sodium asetat $ gram 8;V &@@ ml hidrogen peroksida /G Urutan pen3ampuran bahan(bahan tersebut adalah sebagai berikut, &(asam sul2osalisitik di3ampurkan dan terurai dalam hidrogen peroksida, diikuti natrium asetat yang kemudian terurai. .etelah ter3ampur sedemikian ruapa, larutan ini dapat disimpan selama beberapa waktu dalam wadah ka3a gelap. .elain 3ara(3ara diatas untuk mengidenti2ikasi suatu noda sebagai noda darah, dapat digunakan sebuah tes yang disebut tes presumti2. Tes ini menggunakan HemastiB, 2eno2talein dan leukomalasit hijau.

$*

He asti< HemastiB adalah tes yang paling sederhana, menggunakan stik pendek yang mengandung reagen pada bagian ujungnya. -agian ujung yang mengandung reagen tersebut diusapkan pada noda yang ingin diidenti2ikasi, kemudian di3elupkan pada air steril. -ila reaksi positi2, maka akan mun3ul warna hijau pada hemastiB. elemahan dari hemastiB adalah hanya dapat digunakan pada noda darah dalam jumlah tertentu, dan dapat mun3ul hasil 2alse positi2 bila terkontaminasi dengan residu mesiu senjata api. -ila hanya terdapat sedikit sampel, maka sebaiknya digunakan reagen tes yang lain. ;ara melakukan pemeriksaannya adalah dengan melipat kertas saring steril, kemudian tepi lipatan digosokkan pada noda yang ingin diidenti2ikasi. >lternati2 lain adalah dengan membasahkan tepi atau batas kertas dengan larutan saline 4digunakkan pada noda yang sangat kering5, kemudian tepi yang sudah dibasahkan tersebut digosokkan pada noda. emudian bubuhkan reagen sejumlah yang dibutuhkan.

-en"flalein Untuk tes yang menggunakan 2eno2talein, diperlukan pula etanol dan hidrogen peroksida setelah pengambilan sampel, kertas saring ditetesi 2eno2talein sejumlah satu tetes. emudian se3ara berurutan diteteskan setetes etanol dan setetes hidrogen peroksida. Hasil positi2 akan mun3ul berupa merah muda keunguan.

Leuk" alasit Hijau Reagen leukomalasit berisi 3ampuran natrium perborat, leukomalasit hijau, asam glasial asetik dan air. .eperti pada tes 2eno2talein, beberapa tetes reagen diteteskan pada usapan darah atau pada kertas saring, diikuti beberapa tetes hidrogen peroksida. Hasil posoti2 akan mun3ul warna biru kehijauan. Di >merika .erikat, digunakan pula tes ortholidin yang merupakan derivat dari ben<idin. Ealaupun tes ini dapat diterima se3ara umum dan mudah dikerjakan, namun tidak dianjurkan untuk pemeriksaan pada tempat kejadian perkara karena reagennya memiliki pengaruh yang tidak baik bagi kesehatan.

$%

Tes lainnya untuk identi2ikasi noda darah adalah 6ne.tep >->3ard HemaTra3e yang dapat digunakan baik di laboratorium maupun pada tempat kejadian perkara. Tes ini sangat mudah dikerjakan karena tidak memerlukan pemyimpanan di pendingin dan tidak memerlukan persiapan reagen. .elain itu, tes ini memiliki kelebihan yaitu sangat sensiti2 dan hanya memerlukan sedikit sampel. Tes ini jauh lebih akurat daripada tes presumti2. 2. Penentuan Dara$ (anusia atau Bukan3 .etelah dipastikan bahwa ber3ak darah tersebut adalah darah maka selanjutnya tugas dokter 2orensik menentukan bahwa darah tersebut berasal dari manusia atau bukan. a. Test Presi*itin ;in+in Test Presipitin ;in3in menggunakan metode pemusingan sederhana antara dua 3airan didalam tube. Dua 3airan tersebut adalah antiserum dan ekstrak dari ber3ak darah yang diminta untuk diperiksa. ;ara pemeriksaan , >ntiserum ditempatkan pada tabung ke3il dan sebagian ke3il ekstrak ber3ak darah ditempatkan se3ara hati(hati pada bagian tepi antiserum. -iarkan pada temperatur ruang kurang lebih $,& jam. Pemisahan antara antigen dan antibody akan mulai berdi2usi ke lapisan lain pada perbatasan kedua 3airan. Hasil, >kan terdapat lapisan tipis endapan atau pre3ipitate pada bagian antara dua larutan. Pada kasus ber3ak darah yang bukan dari manusia maka tidak akan mun3ul reaksi apapun. !. 1eaksi *resi*itasi #ala ;ara pemeriksaan , Delas obyek dibersihkan dengan spiritus sampai bebas lemak, dilapisi dengan selapis tipis agar bu22er. .etelah agak mengeras, dibuat lubang pada agar dengan diameter kurang lebih ) mm, yang dikelilingi oleh lubang(lubang sejenis. =asukkan serum anti(globulin manusia ke lubang di tengah dan $' agar.

ekstrak darah dengan berbagai derajat pengen3eran di lubang(lubang sekitarnya. 8etakkan gelas obyek ini dalam ruang lembab 4moist 3hamber5 pada temperature ruang selama satu malam. Hasil , Hasil positi2 memberikan presipitum jernih pada perbatasan lubang tengah dan lubang tepi. Pembuatan agar bu22er , $ gram agarH &@ ml larutan bu22er Veronal pH %.?H &@ ml aFua destH $@@ mg. .odium ><ide. esemuanya dimasukkan ke dalam labu "rlenmeyer, tempatkan dalam penangas air mendidih sampai terbentuk agar 3air. 8arutan ini disimpan dalam lemari es, yang bila akan digunakan dapat di3airkan kembali dengan menempatkan labu di dalam air mendidih. Untuk melapisi gelas obyek, diperlukan kurang lebih / ml agar 3air yang dituangkan ke atasnya dengan menggunakan pipet. '. Jenis g"l"ngan #ara$n0a .etelah dipastikan bahwa ber3ak darah tersebut adalah milik manusia, maka langkah selanjutnya adalah menentukan golongan darah ber3ak tersebut. Pemeriksaan golongan darah pada ber3ak darah yang sudah kering dilakukan dengan metode >bsorpsi(elusi. >ntiserum diteteskan pada ber3ak darah, biarkan beberapa saat agar antibody bereaksi mengikat antigen. emudian serum yang tidak bereaksi di3u3i supaya antibodi dapat dihilangkan. Panaskan dalam temperatur &&@ agar ikatan antibodi dengan antigen terlepas 4elusi5. Terakhir, antibody yang terlepas ditambahkan dengan sel darah merah yang telah diketahui golongan darahnya. Tes ini sulit, tes ini dimungkinkan oleh karena antigen yang terdapat pada permukaan sel tetap utuh walaupun sel(selnya telah han3ur. Dengan demikian penentuan golongan darah dalam tubuh ini dilakukan se3ara tidak langsung. II.3.B S*er a #an air ani7.=

;airan mani merupakan 3airan agak putih kekuningan, keruh dan berbau khas. ;airan mani pada saat ejakulasi kental kemudian akibat en<im proteolitik menjadi 3air dalam waktu yang singkat 4$@ A )@ menit5. Dalam keadaan normal, volume 3airan mani / A & ml pada $ kali ejakulasi dengan pH *,) A *,?. )@

;airan mani mengandung spermato<oa, sel(sel epitel dan sel(sel lain yang tersuspensi dalam 3airan yang disebut plasma seminal yang mengandung spermion dan beberapa en<im sepertri 2os2atase asam. .permato<oa mempunyai bentuk yang khas untuk spesies tertentu dengan jumlah yang bervariasi, biasanya antara ?@ sampai $)@ juta per ml. .perma itu sendiri didalam liang vagina masih dapat bergerak dalam waktu 1 A & jam post(3oitusH sperma masih dapat ditemukan tidak bergerak sampai sekitar )1( /? jam post 3oital dan bila wanitanya mati masih akan dapat ditemukan *(% hari Pemeriksaan 3airan mani dapat digunakan untuk membuktikan , $. ). >danya persetubuhan melalui penentuan adanya 3airan mani dalam labia minor atau vagina yang diambil dari 2orniks posterior >danya ejakulasi pada persetubuhan atau perbuatan 3abul melalui penentuan adanya 3airan mani pada pakaian, seprai, kertas tissue, dsb. Teknik Pengambilan bahan untuk pemeriksaan laboratorium untuk

pemeriksaan 3airan mani dan sel mani dalam lendir vagina, yaitu dengan mengambil lendir vagina menggunakan pipet pasteur atau diambil dengan ose batang gelas, atau swab. -ahan diambil dari 2orniks posterior, bila mungkin dengan spekulum. Pada anak(anak atau bila selaput darah masih utuh, pengambilan bahan sebaiknya dibatasi dari vestibulum saja. 1. Pe eriksaan untuk enentukan a#an0a s*er a2.)

(et"#e& tan*a *e,arnaan Untuk melihat motilitas spermato<oa. Pemeriksaan ini paling bermakna untuk memperkirakan saat terjadinya persetubuhan ;ara pemeriksaan , 8etakkan satu tetes 3airan vagina pada ka3a objek kemudian ditutup. Periksa dibawah mikroskop dengan pembesaran &@@ kali. Perhatikan pergerakkan spermato<oa

)$

Hasil , Umumnya disepakati dalam ) A / jam setelah persetubuhan masih dapat ditemukan spermato<oa yang bergerak dalam vagina. Haid akan memperpanjang waktu ini sampai / A 1 jam. -erdasarkan beberapa penelitian, dapat disimpulkan bahwa spermato<oa masih dapat ditemukan / hari, kadang A kadang sampai ? hari pas3a persetubuhan. Pada orang mati, spermato<oa masih dapat ditemukan hingga ) minggu pas3a persetubuhan, bahkan mungkin lebih lama lagi. (et"#e #engan *e,arnaan ;ara pemeriksaan , -uat sediaan apus dan 2iksasi dengan melewatkan gelas sediaan apus tersebut pada nyala api. Pulas dengan H", biru metilen atau hijau malakit. ;ara pewarnaan yang mudah dan baik untuk kepentingan 2orensik adalah pulasan dengan hijau malakit dengan prosedur sebagian berikut , ( ( ( ( ( -uat sediaan apus dari 3airan vaginal pada gelas objek, keringkan diudara #iksasi dengan melewatkan gelas sediaan apus tersebut pada nyala api Earnai dengan =ala3hite(green $G dalam air, tunggu $@($& menit ;u3i dengan air, warnai dengan larutan "osin Iellowish $ Gdalam air, tunggu selama $ menit ;u3i lagi dengan air, keringkan dan periksa dibawah mikroskop. euntungan dengan pulasan ini adalah inti sel epitel dan leukosit tidak terdi2erensiasi, sel epitel berwarna merah muda merata dan leukosit tidak terwarnai. epala spermato<oa tampak merah dan lehernya merah muda, ekornya berwarna hijau. -ila persetubuhan tidak ditemukan, belum tentu dalam vagina tidak ada ejakulat karena kemungkinan a<oosperma atau pas3avasektomi. -ila hal ini terjadi, maka perlu dilakukan penentuan 3airan mani dalam 3airan vagina. Ba$an *e eriksaan Pakaian yang mengandung ber3ak diambil sedikit pada bagian tengahnya. emudian diwarnai dengan pewarnaan ->"";H! selama ) menit. emudian 3u3i Hasil ,

))

dengan H;8 $G dehidrasi dengan alkohol *@G, %&G dan alkohol absolut lalu bersihkan dengan Bylol dan keringkan dengan kertas saring. Dengan jarum, pakaian yang mengandung ber3ak diambil benangnya $() helai, kemudian diurai menjadi serabut(serabut pada gelas objek, serabut tersebut ditetesi 3anada, ditutupi dengan gelas penutup dan dilihat di bawah mikroskop pembesaran &@@ kali. Hasil positi2 bila kepala sperma berwarna merah, bagian ekor biru muda, kepala sperma tampak menempel pada serabut(serabut benang. Pe eriksaan untuk enentukan a#an0a asa f"sfatase)

=erupakan tes penyaring adanya 3airan mani, menentukan apakah ber3ak tersebut adalah ber3ak mani atau bukan, sehingga harus selalu dilakukan pada setiap sampel yang diduga 3airan mani sebelum dilakukan pemeriksaan lain. Reaksi 2os2atase asam dilakukan bila pada pemeriksaan tidak ditemukan sel spermato<oa. Tes ini tidak spesi2ik, hasil positi2 semu dapat terjadi pada 2eses, air teh, kontrasepsi, sari buah dan tumbuh(tumbuhan. Dasar reaksi 4prinsip5 , >danya en<im 2os2atase asam dalam kadar tinggi yang dihasilkan oleh kelenjar prostat. "n<im 2os2atase asam menghidrolisis natrium al2a na2til 2os2at. >l2a na2tol yang telah dibebaskan akan bereaksi dengan brentamin menghasilkan <at warna a<o yang berwarna biru ungu. -ahan pemeriksaan yang digunakan adalah 3airan vaginal. Reagen , 8arutan > 4$5 4)5 4/5 415 -rentamin #ast -lue - $ g 9atrium asetat trihidrat )@ g >sam asetat glasial $@ ml >skuades $@@ ml

Reagen 4)5 dan 4/5 dilarutkan dalam 415 untuk menghasilkan larutan penyangga dengan pH &, kemudian 4$5 dilarutkan dalam larutan peyangga tersebut.

)/

8arutan 9atrium al2a na2til 2os2at %@@ mg J aFuades $@ ml. .ebanyak %' ml 8arutan > ditambah $ ml larutan -, lalu saring 3epat ke dalam botol yang berwarna gelap. 0ika disimpan dilemari es, reagen ini dapat bertahan berminggu(minggu dan adanya endapan tidak akan mengganggu reaksi. ;ara pemeriksaan , -ahan yang di3urigai ditempelkan pada kertas saring yang terlebih dahulu dibasahi dengan aFuades selama beberapa menit. emudian kertas saring diangkat dan disemprotkan 7 diteteskan dengan reagen. Ditentukan waktu reaksi dari saat penyemprotan sampai timbul warna ungu, karena intensitas warna maksimal ter3apai se3ara berangsur(angsur. Hasil , -er3ak yang tidak mengandung en<im 2os2atase memberikan warna serentak dengan intensitas tetap, sedangkan ber3ak yang mengandung en<im tersebut memberikan intensitas warna se3ara berangsur(angsur. Eaktu reaksi /@ detik merupakan indikasi kuat adanya 3airan mani. -ila /@ A ?& detik, masih perlu dikuatkan dengan pemeriksaan elektro2oresis. Eaktu reaksi K ?& detik, belum dapat menyatakan sepenuhnya tidak terdapat 3airan mani karena pernah ditemukan waktu reaksi K ?& detik tetapi spermato<oa positi2. "n<im 2os2atase asam yang terdapat di dalam vagina memberikan waktu reaksi rata(rata '@ A $@@ detik. memper3epat waktu reaksi. Pe eriksaan untuk =etode , C C C #loren3e ;airan vaginal ditetesi larutan yodium ristal yang berbentuk terlihat di bawah mikroskop enentukan a#an0a kristal k$"lin ehamilan, adanya bakteri(bakteri dan jamur, dapat

-ahan pemeriksaan , 3airan vaginal

)1

-ila pada 3airan vagina terdapat kristal(kristal kholin yang periodida tampak berbentuk jarum(jarum yang berwarna 3oklat.

Ber!eri" Reaksi ini dilakukan dan mempunyai arti bila mikroskopik tidak ditemukan spermato<oa. Dasar reaksi , =enentukan adanya spermin dalam semen. Reagen , C 8arutan asam pikrat jenuh. C ;ara pemeriksaan 4sama seperti pada reaksi #loren3e5 , C -er3ak diekstraksi dengan sedikit akuades. "kstrak diletakkan pada ka3a objek, biarkan mengering, tutup dengan ka3a penutup. Reagen dialirkan dengan pipet dibawah ka3a penutup. Hasil , Hasil positi2 bila, didapatkan kristal spermin pikrat kekuningan berbentuk jarum dengan ujung tumpul. adang(kadang terdapat garis re2raksi yang terletak longitudinal. ristal mungkin pula berbentuk ovoid. Pe eriksaan untuk enentukan a#an0a ra+un atau t"ksik"l"gi

.elain alkohol, dikenal juga obat(obatan yang menginduksi perkosaan, seperti obat yang menghapus ingatan seperti 2lunitra<epam 4Rohypnol5, ben<odia<epin, ketamin, gamma hidroksibutirat 4DH-5, gamma butirolakton 4D-85, /,1( methylenedioksimethapm2etamin 4=D=>, atau "3stasy5. Dejala meliputi pengakuan korban hanya minum dua gelas minuman beralkohol namun sudah kehilangan kesadaran. -iasanya korban hanya akan mengingat peristiwa perkosaan samar(samar, hal ini sering disebut :gambaran 3ameo+ sampai ia sadar kembali. Dengan DH-, korban seringkali tak sadar hanya dalam waktu semenit, dan baru sadar kembali setelah bermenit(menit kemudian, menemukan dirinya tak berpakaian dengan luka pada vagina ataupun rektal yang membuatnya per3aya bahwa ia baru saja diperkosa 48edray, )@@$5

)&

Penggunaan obat perkosaan dapat dideteksi melalui pemeriksaan urin dalam *) jam setelah terjadinya tindak perkosaan, namun dapat pula diperiksa di atas waktu jam *) jam setelah perkosaan. .etelah diambil, substans yang akan diperiksa ini masih dapat digunakan )% hari setelah ingesti. >hli 2orensik wajib memeriksa adanya D#.> dalam urin bila didapati 3erita pasien yang khas menggambarkan adanya penggunaan D#.>. -ahkan bila korban buang air sebelum tiba di rumah sakit, hendaknya diin2ormasikan pada korban agar menempatkan urinnya pada wadah bersih dan membawanya ke rumah sakit. -ahan pemeriksaan , darah dan urin =etoda , C C T8; =ikrodi2usi Hasil yang diharapkan adalah didapati kadar obat yang dapat menurunkan atau menghilangkan kesadaran korban pada saat tindak perkosaan terjadi. Penentuan g"l"ngan #ara$) -ahan pemeriksaan, 3airan vaginal yang berisi air mani dan darah =etode, .erologi 4>-6 grouping test5 Hasil yang diharapkan dari pemeriksaan ini adalah golongan darah dari air mani berbeda dengan golongan darah korban. Pemeriksaan ini hanya dapat dikerjakan bila tersangka pelaku kejahatan termasuk golongan :sektor+ Pe eriksaan Ber+ak (ani Pa#a Pakaian a. .e3ara visual -er3ak mani berbatas tegas dan warnanya lebih gelap daripada sekitarnya. -er3ak yang sudah agak tua berwarna kekuningan. Pada bahan sutera 7 nilon, batas sering tidak jelas, tetapi selalu lebih gelap daripada sekitarnya. Pada tekstil yang tidak menyerap, ber3ak segar menunjukkan permukaan mengkilat dan translusen kemudian mengering. Dalam waktu kira(kira $ bulan akan berwarna kuning sampai 3oklat. Pada tekstil yang menyerap, ber3ak segar tidak berwarna atau bertepi kelabu yang berangsur(angsurmenguning sampai 3oklat dalam waktu $ bulan. )?

Dibawah sinar ultraviolet, ber3ak semen menunjukkan 2louresensi putih. -er3ak pada sutera buatan atau nilon mungkin tidak ber2louresensi. #louresensi terlihat jelas pada ber3ak mani pada bahan yang terbuat dari serabut katun. -ahan makanan, urin, sekret vagina, dan serbuk deterjen yang tersisa pada pakaian sering ber2louresensi juga. b. .e3ara taktil 4perabaan5 -er3ak mani teraba kaku seperti kanji. Pada tekstil yang tidak menyerap, bila tidak teraba kaku, masih dapat dikenali dari permukaan ber3ak yang teraba kasar. 3. .krining awal 4dengan Reagen 2os2atase asam5 ;ara pemeriksaan , .ehelai kertas saring yang telah dibasahi akuades ditempelkan pada ber3ak yang di3urigai selama & A $@ menit. eringkan lalu semprotkan 7 teteskan dengan reagen. -ila terlihat ber3ak ungu, kertas saring diletakkan kembali pada pakaian sesuai dengan letaknya semula untuk mengetahui letak ber3ak pada kain. Pe eriksaan Pria Tersangka7 Untuk membuktikan bahwa seorang pria baru saja melakukan persetubuhan dengan seseorang wanita. ;ara lug"l a3a objek ditempelkan dan ditekan pada glans penis, terutama pada bagian kolum, korona serta 2renulum, kemudian letakkan dengan spesimen menghadap kebawah diatas tempat yang berisi larutan ligol dengan tujuan agar uap yodium akan mewarnai sediaan tersebut. Hasil akan menunjukkan sel(sel epitel vagina dengan sitoplasma berwarna 3oklat karena mengandung banyak glikogen. Untuk memastikan bahwa sel epitel berasal dari seorang wanita, perlu ditentukan adanya kromatin seks 4barr bodies5 pada inti. Dengan pembesaran besar, perhatikan inti sel epitel yang ditemukan dan 3ari barr bodies. ;iri(3irinya adalah menempel erat pada permukaan membran inti dengan diameter kira(kira $ L yang berbatas jelas dengan tepi tajam dan terletak pada satu dataran 2okus dengan inti. )*

elemahan pemeriksaan ini adalah bila persetubuhan tersebut telah berlangsung lama atau telah dilakukan pen3u3ian pada alat kelamin pria, maka pemeriksaan ini tidak akan berguna lagi. Pada dasarnya pemeriksaan laboratorium 2orensik pada korban wanita dewasa dan anak(anak adalah sama, yang membedakan adalah pendekatan terhadap korban. Pengumpulan barang bukti harus dilakukan jika hubungan seksual terjadi dalam *) jam sebelum pemeriksaan 2isik. II.3.; Pe eriksaan !ekas gigitan1> Tahap dalam investigasi bekas gigitan meliputi langkah(langkah berikut ,$@ C C C C C C ( ( C C Pengenalan Dokumentasi Pengumpulan barang bukti dan persiapan 4tes D9> pada barang bukti 2isik5 =embuat pro2il gigi dari barang bukti yang dipertanyakan 4bekas gigitan5 =embuat pro2il gigi dari barang bukti yang diketahui Perbandingan 2isik antara pro2il gigi yang dipertanyakan dengan pro2il gigi tersangka, yang menghasilkan kesimpulan, Terdapat hubungan atau Tidak ada hubungan etidakmampuan untuk memperkirakan karena barang bukti kurang baik =embuat pro2il D9> dari air liur yang didapatkan pada bekas gigitan dan pro2il D9> tersangka =enyampaikan hasil pemeriksaan kepada yang berwenang atau aparat hukum Pada umumnya pada kasus bekas gigitan menyebabkan luka pada kulit. 6rang yang digigit bisa masih hidup atau sudah mati. Pada kedua 3ontoh berupa bekas gigitan tersebut dapat berubah dengan 3ara menjadi sembuh atau membusuk. Penyidik harus 3uriga jika ada bekas atau memar yang memiliki karakteristik yang sesuai dengan 3iri luka karena gigitan. Penentuan suatu luka merupakan luka gigitan oleh kerana gigi manusia memerlukan in2ormasi(in2ormasi yang si2atnya mendasar. on2irmasi lanjut berupa analisi D9> dari saliva yang didapat dari tempat yang sama mendukung atau meniadakan dugaan sementara tentang bekas gigitan yang tidak

)%

lengkap. !denti2ikasi seseorang se3ara khusus paling baik dilakukan dengan 3ara mengumpulkan bukti 2isik dan biologik yang didapat di tempat yang sama. Dambaran yang mengindikasikan bekas gigitan pada kulit. Digi manusia tersusun dalam pola yang dapat diprediksikan. Terdapat variasi dimensional dalam ukuran 7 bentuk 7 posisi gigi antara satu individu dengan yang lain yang mungkin berguna untuk investigasi 2orensik jika bekas gigitan itu sendiri memiliki detail yang 3ukup. % P"la "?"i# @ elli*ti+al, sejumlah memar atau abrasi berbentuk :;+ yang didapat se3ara utuh terlihat membentuk pola ovoid. !ni menggambarkan gigi depan atas dan bawah baik pada dewasa dan anak(anak. Pada beberapa kasus, hanya terlihat satu luka berbentuk :;+, hal ini mengindikasikan penggunakan hanya satu rahang, biasanya rahang bawah. etiadaan tanda bekas rahang yang lain pada gigitan dapat diterapkan dengan beberapa hipotesis seperti :pakaian dapat bertindak sebagai pelindung bagi kulit selama gigitan+. .atu( satunya 3ara untuk membuktikan hal ini adalah men3ari saliva dalam pakaian 4jika ada5 dan melakukan tes D9>. % A!rasi ter*utus 5interru*te# a!rasi6, pola ovoid ini dapat menggambarkan bekas gigi spesi2ik masing(masing. Hal ini bisa disamakan dengan bentuk memar spesi2ik yang terdapat pada luka pada umumnya. % ;"ntinues !ruises @ e ar 0ang !ersa !ungan& harus diketahui bahwa memar berbentuk oval dengan ukuran mendekati ukuran rahang manusia telah terbukti dapat dihasilkan oleh benda lain selain gigi 43ontohnya bantalan " D5. Diagnosis bekas gigitan manusia pada bukti 2isik kategori ini harus dibuat se3ara lebih konservati2 karena memar tidak merupakan in2ormasi yang 3ukup detail untuk identi2ikasi manusia. II.3.D Uji anak *eluru 5Uji !alistik6 etika anak peluru sudah dilontarkan oleh sebuah senjata, bekas anak peluru memberikan pertanda(pertanda yang menentukan kelas karakteristik. Hal(hal tersebut mungkin dapat menentukan model dari senjata api atau senapan dari anak peluru yang ditemukan. arakteristiknya adalah,$$ )'

$. Panjang dari alur dan dataran ). Diameter dari alur dan dataran /. 8ebar daru alur dan dataran 1. edalaman alur &. >rah tembakan ?. Derajat tembakan .ebagai tambahan, 3a3at dari permukaan dataran dan alur menetukan anak peluru dapat membantu menentukan karakteristik individual. Pada anak peluru yang berjaket tanda(tanda tersebut lebih mudah ditemui. Dari karakteristik individual dari jenis anak peluru tadi maka dapat menentukan jenis senjata api yang digunakan. Hal ini akan menentukan jejak tentang senjata api apa yang dipakai karena tidak ada dua senjata yang meskipun dibuat dari bahan yang sama akan menghasilkan tanda yang sama pula pada 3iri(3iri luka tembak yang dihasilkan. Pada pengambilan sampel perlu diperhatikan bahwa tidak boleh sampai merusak alur dan dataran yang ada pada peluru. Pertan#a #asar $$,$) Pada beberapa senjata bubuk(bubuk mesiu terletak pada bagian dasar anak peluru untuk memberi tanda dibagian dasar. .ebagian besar tanda dapat dibuktikan dalam anak peluru dengan dasar timah, baik yang berjaket penuh atau yang tidak berjaket penuh. .emakin pendek anak peluru maka lebih banyak dan lebih dalam bubuk itu terdapat. 0enis yang berbeda dari bubuk meisu akan menghasilkan tanda yang berbeda pula, bubuk berbentuk spheris akan memproduksi lebih banyak tanda berupa lingkaran yang dalam. emudian yang berbentuk lingkaran penuh atau dis3 akan menghasilkan tanda yang sirukular atau dangkal serta memberi tanda linear 4bubuk terdapat disekeliling luka5. Dan yang ketiga bubuk gitam akan menghasilkan karakteristik seperti bubuk meri3a. Tanda berupa bubuk tersebut lebih menonjol pada anak peluru dengan dasar timah yang dilapisi jaket metal daripada yang tidak berjaket. >nak peluru yang dilapisi bagian bawah 4metal partial ja3keted bullet5 akan menunjukkan tanda berupa bubuk mesiu yang sangat sedikit. /@

-ubuk tersebut dapat melekat kebagian dasar anak peluru dan terbawa masuk ke dalam tubuh yang tertembak. Hal ini terkait dengan anak peluru dengan dasar timah yang terlihat pula pada anak peluru yang dilapisi jaket pada bagian dasarnya.

Sit"l"gi #ari Anak *eluru #an Pakaian$$ -ila sebuah anak peluru menembus tubuh ataupun target atau menan3ap pada permukaan yang keras, maka pe3ahan jaringan atau material yang terdapat pada target akan melekat di anak peluru. 0ika anak peluru membentuk 3ekungan, sebagian besar gumpalan dari material mungkin terdeposit di dalam lubang. Penemuan dan identi2ikasi dari material yang terdapat di luar anak peluru dapat mengidenti2ikasi organ atau obyek yang ditembus atau bukti bahwa anak peluru telah terpantul. =aterial nonorganik, seperti aluminium dari lapisan jendela yang pe3ah akibat anak peluru. >tau bentuk mineral dari batu yang terpental disaat sebuah anak peluru dipantulkan, dapat diidenti2ikasi pada anak peluru melalui ."=("DM. >pabila anak peluru ditemukan di T P atau beberapa anak peluru ditemukan pada rongga tubuh setelah menembus beberapa organ, hal(hal tersebut dapat digunakan untuk membedakan anak peluru ini menan3ap di tubuh atau anak peluru yang menembus tubuh setelah melewati organ. >pabila ada anak peluru tertan3ap pada tulang dan partikel tulang akan terkumpul pada anak peluru maka identi2ikasi dari tulang dapat dibuat dari pemeriksaan histopatologi jika 2ragmen 3ukup besar namun jika 2ragmennya terlalu ke3il maka dilakukan metode ."=("DM. >pabila anak peluru yang tertan3ap pada jaringan atau bahkan organ yang spesi2ik dapat ditentukan melalui pemeriksaan sitologi. 9i3ols and .eens telah menjelaskan metode untuk menemukan dan mengidenti2ikasi jaringan dan material yang terlalu ke3il untuk dapat dilihat. Proses ini terkait dengan membersihkan anak peluru yang tidak dapat ter3u3i dengan 3airan tertentu,menyaring 3airan atau solusio tersebut dengan penyaring stiologi dan kemudian pewarnaan sitologi. Pada kasus anak peluru berke3epatan tinggi mereka men3atat terdapat pe3ahan yang banyak dan luas dari jaringan dengan ber3ak darah,2ragmen tulang,otot dan debris yang tidak berbentuk. Hampir sebagian jaringan dapat diperbaiki namun tidak demikian pada /$

mesotel dan 2ragmen tulang. Penemuan jaringan dari anak peluru yang berke3epatan rendah lebih mudah untuk disimpan dan jumlahnya banyak. 0aringan lemak, pe3ahan dari pembuluh darah ke3il, gumpalan sel(sel spindel lebih sering ditemukan sedangkan otot jantung dan rangka hanya kebetulan saja ditemukan. Pe3ahan organ dalam tidak terlalu penting ditemukan meski organ tersebut telah tertembus. ulit yang biasanya jarang diperiksa. Dalam kaitannya dengan jenis senjata shotgun pada kepala,tulang,otot gerak,jaringan penyangga dan potongan(potongan biasanya ditemukan. #ragmen(2ragmen dari otak ditemukan namun sara2(sara2nya tidak dapat dipastikan sesuai dengan tempat asalnya. Analisa !u!uk $ita @ Jelaga $$,$) 0elaga terkait dengan penembakan yang 2atal. .ebagian besar dari kasus ini termasuk dalam senapan angin. Dimana senjata ini memiliki laras seperti senjata yang lain. Tanda dari senapan tersebut akan mun3ul dalam bentuk s2eris atau lingkaran keru3ut. .elain itu pelatuk yang ditarik digunakan untuk mengatur anak peluru dalam ruangan yang dapat meninggalkan pertanda 3ukup jelas dianak peluru dan dengan karakteristik individu untuk membuat perbandingan balistikyang jelas. 0elaga yang berasal dari :bla3k powder+, komposisi ;6) 4 &@G 5, 9itrogen 4 /&G 5, ;6 4 $@G 5, Hidrogen .ul2id 4 /G 5, Hidrogen 4 )G 5, serta sedikit 6ksigen dan =ethane. :.mokeless powder+ akan menghasilkan asap yang jauh lebih sedikit jangkauan jelaga untuk senjata genggam berkisar /@ sentimeter, oleh karena jelaga hanya menempel pada permukaan kulit sehingga bila dihapus akan menghilang. II.3.E Pe eriksan DNA Dengan berkembangnya teknik kloning, seFuen3ing, dan P;R terbuka kemungkinan untuk lebih meningkatkan peman2aatan dari sel A sel hiperpolimor2is. >da / teknik utama yang digunakan saat ini untuk ekstraksi D9> pada laboratorium 2orensik D9> , ekstraksi organik, ekstraksi 3heleB, dan #T> paper. "kstraksi eksak atau ma3am A ma3am prosedur isolasi D9> tergantung pada bukti A bukti tipe biologis yang akan diuji. .ebagai 3ontoh darah utuh harus diperlakukan dengan 3ara yang berbeda dari suatu noda darah atau suatu 2ragmen tulang. II.3.- I#entifikasi Si#ik Jari

/)

.eksi laboratorium ini sering identik dengan seksi sidik jari yang tersembunyi. Peran seorang dokter ahli 2orensik ini adalah pengambilan sidik jari dalam keadaaan khusus seperti bila telah terjadi pembusukan, dokter membuat sidik tersebut lebih jelas dan trebal untuk diambil sebagai alat identi2ikasi. .idik jari yang terdapat dalam logam bersi2at laten artinya sidik mengendap pada permukaan logam dan dapat diambil untuk identi2ikasi. II.3.A Air Liur9 >ir liur merupakan 3airan yang dihasilkan oleh kelenjar liur. >ir liur 4saliva5 terdiri dari air, en<im al2a amilase 4ptialin5, protein, lipid, ion(ion anorganik seperti tiosianat, klorida dan lain A lain. Dalam bidang kedokteran 2orensik, pemeriksaan air liur penting untuk kasus( kasus dengan jejas gigitan untuk menentukan golongan darah pengigitnya. Dolongan darah penggigit yang termasuk dalam golongan sekretor dapat ditentukan dengan 3ara absorpsi inhibisi. Reagen yang digunakan yaitu anti > dan anti - dapat diperoleh dari laboratorium trans2usi darah P=!, demikian pula dengan anti H. >nti H dapat dibuat dari biji(biji UleB europaeus yang digerus dalam mortir. Tiap $ g biji(bijian ditambahkan $@ ml salin. emudian 3ampuran tadi diko3ok dengan mesin pengo3ok selam $ jam dan dipusing selama & menit dengan ke3epatan /@@@ RP=. ;airan supernatan disaring dan dapat segera dipergunakan. Untuk pemeriksaan perlu dilakukan kontrol dengan air liur yang telah diketahui golongan sekretor atau non sekretor. ;ara absorpsi inhibisi , -asahkan ber3ak liur dengan @,& ml salin, kemudian peras dan tempatkan air liur atau ekstrak air liur dalam salin tadi ke dalam tabung reaksi, lalu panaskan dalam air mendidih selama $@ menit. Pusing dan ambil supernatant, bila mau dimpan maka simpan pada suhu )@N;. Dalam tabung reaksi $ vol air liur ditambahkan $ vol

//

antiserum. ;ampuran tersebut didiamkan selama /@ menit pada suhu ruang untuk proses absopsi. .elama menunggu, tentukan titer anti >, anti - dan anti H yang digunakan. .etelah /@ menit berlalu, pada 3ampuran tersebut ditentukan titer anti >, anti - dan anti H dengan 3ara yang sama. .D= yang digunakan adalah suspensi 1 G yang berumur kurang dari )1 jam. -andingkan titer antisera yang digunakan dengan titer 3ampuran antiserum J air liur. Hasil positi2 bila titer berkurang lebih dari ) kali. II.3.H Pe eriksaan La!"rat"riu -"rensik 1a !ut7

Rambut manusia berbeda dengan rambut hewan pada si2at(si2at lapisan sisik 4kutikula5, gambaran korteks dan medula rambut. utikula merupakan lapisan paling luar dari rambut, di bawahnya terletak korteks yang terdiri dari gabungan serabut(serabut dengan pigmen. Di tempat yang paling dalam7 tengah, terdapat medula yang mengandung pigmen dalam jumlah terbanyak. Rambut manusia memiliki diameter sekitar &@($&@ mikron dengan bentuk kutikula yang pipih, sedangkan rambut hewan memiliki diameter kurang dari )& mikron atau lebih dari /@@ mikron dengan kutikula yang kasar atau menonjol. Pigmen pada rambut manusia sedikit dan terpisah(pisah sedangkan pada hewan padat dan tidak terpisah. Perbandingan diameter rambut hewan dengan diameter rambut manusia, indeks medula rambut manusia adalah $,/, sedangkan indeks medula rambut hewan adalah $,) atau lebih besar. Pemeriksaan indeks medula merupakan pemeriksaan terpenting untuk membedakan rambut manusia dari rambut hewan. -erdasarkan asal tumbuhnya, rambut manusia dibedakan atas rambut kepalaH alis, bulu mata dan bulu hidungH kumis dan jenggotH rambut badanH rambut ketiak dan rambut kemaluan. Umumnya tidak terdapat perbedaan yang jelas antara jenis(jenis rambut tersebut di atas.

/1

Rambut kepala umumnya kasar, lemas, lurus7 ikal7 keriting dan panjang dengan penampang melintang yang berbentuk bulat 4pada rambut yang lurus5, oval atau elips 4pada rambut ikal7 keriting5. >lis, bulu mata dan bulu hidung umumnya relati2 kasar, kadang(kadang kaku dan pendek. Rambut kemaluan dan rambut ketiak lebih kasar sedangkan rambut badan halus dan pendek. Pemeriksaan mikroskopik rambut utuh akan memperlihatkan akar, bagian tengah dan ujung yang lengkap. Pada rambut yang ter3abut, rambut akan terlihat utuh disertai dengan jaringan kulit. .ebaliknya rambut yang lepas sendiri mempunyai akar yang mengerut tanpa jaringan kulit. Rambut yang terpotong benda tajam, dengan mikroskop terlihat terpotong rata, sedangkan akibat benda tumpul akan terlihat terputus tidak rata. Panjang rambut kepala kadang(kadang dapat memberi petunjuk jenis kelamin. Tetapi untuk menentukan jenis kelamin yang pasti, harus dilakukan pemeriksaan terhadap sel(sel sarung akar rambut dengan larutan or3ein. Pada rambut wanita dapat ditemukan adanya kromatin seks pada inti sel(sel tersebut. Perkiraan umur berdasarkan pemeriksaan keadaan pigmen pada rambut sukar sekali dilakukan. Umumnya dapat dikatakan, bahwa bila usia bertambah maka rambut akan rontok. Rontoknya rambut pada pria umumnya terjadi pada dekade kedua atau ketiga, sedangkan pada wanita sering terjadi rontoknya rambut ketiak dan pertumbuhan rambut pada wajah pada saat menopouse. Rambut ketiak dan rambut kemaluan akan tumbuh pada usia pubertas. Rambut, baik rambut kepala ataupun kelamin, merupakan bagian tubuh manusia yang dapat memberikan banyak in2ormasi bagi kepentingan peradilan, antara lain tentang , a. saat korban meninggal dunia b. sebab kematian 3. jenis kejahatan d. identitas korban e. identitas pelaku 2. benda7 senjata yang digunakan /&

!n2ormasi tersebut di atas diperoleh dengan meneliti si2at(si2at gambaran mikroskopik serta perubahan(perubahan yang terjadi akibat trauma atau ra3un tertentu. a. .aat meninggal dunia .i2at( si2at dari rambut dapat dipakai untuk menentukan saat kematian korban antara lain , Tingkat pertumbuhannya, yaitu sekitar @,1 mm per hari Pertumbuhan tersebut akan berhenti jika orang meninggal dunia. >tas si2at tersebut maka saat kematian dapat diperhitungkan asalkan diketahui kapan korban terakhir kali men3ukur rambutnya. =emang ada pendapat yang menyatakan bahwa rambut orang yang baru saja meninggal dunia masih dapat tumbuh menjadi lebih panjang, tetapi sebetulnya bertambah panjangnya rambut tersebut disebabkan oleh menuyusutnya kulit. 8epasnya rambut akibat pembusukan. 0ika kematian sudah berlangsung 1% A *) jam maka rambut kepala akan mudah lepas. Perubahan warna dapat dipakai untuk memperkirakan saat kematian. Pada penguburan yang dangkal perubahan warna terjadi sesudah $ A / bulan, sedang pada penguburan yang dalam sesudah ? A $) bulan. b. .ebab kematian !n2ormasi tentang sebab kematian juga dapat diperoleh melalui rambut mengingat beberapa ra3un tertentu, terutama ra3un metalik, disimpan di bagian tubuh tersebut. 3. 0enis kejahatan =engenai jenis kejahatan yang terjadi dapat diperkirakan dengan melihat ma3am rambut yang ditemukan. >danya rambut pubes pada tubuh korban memberikan dugaan adanya tindak pidana perkosaan atau tndak pidana seksual lainnya dan adanya rambut binatang pada tubuh manusia atau sebaliknya juga dapat memberikan perkiraan adanya bestialiti

/?

d.

!dentitas korban Rambut mempunyai si2at tahan terhadap pembusukan dan bahan(bahan kimia sehingga dapat dijadikan sarana identi2ikasi bagi mayat(mayat tidak dikenal yang sudah membusuk. =eskipun tak dapat memberikan identitas personal tetapi dari rambut paling tidak dapat ditemukan umur, jenis kelamin, ras, dan sebagainya.

e.

!dentitas pelaku Rambut juga dapat dipakai sebagai sarana identi2ikasi guna mengetahui identitas pelakunya. .ebagaimana diketahui bahwa pada tindak pidana perkosaan dan pembunuhan, sering ditemukan rambut pelaku tertinggal atau berhasil dijambak oleh korban sehingga dapat diman2aatkan untuk kepentingan identi2ikasi.

2.

-enda7 senjata yang digunakan erusakan pada rambut kadang(kadang menunjukkan 3iri(3iri tertentu. Pukulan di kepala dapat meninggalkan kerusakan kortikal pada rambut, sedangkan tembakan senjata api dapat menyebabkan kebakaran pada rambut. Rambut yang terbakar tersebut akan terlihat, hitam, rapuh, terpilin atau menjadi keriting dan menimbulkan bau yang khas. eadaan pangkal rambut juga dapat dipakai sebagai petunjuk bagaimana

rambut itu lepas. Pada pangkal rambut yang lepas se3ara alami akan terlihat atro2i, sedang pada rambut yang di3abut se3ara paksa akan mengalami robekan pada sarung rambut dan pada bulbus akan terlihat tak teratur. Ditemukannya rambut pada senjata juga dapat memberi petunjuk tentang adanya kaitan antara senjata itu dengan kasus pembunuhan dan ditemukannya rambut pada kendaraan bermotor juga dapat meberi petunjuk tentang keterlibatan kendaraan tersebut dalam peristiwa tabrakan. 0ika ditemukan rambut yang diduga ada kaitannya dengan kejahatan maka hendaknya rambut tersebut diperiksa dengan teliti untuk mengetahui ,

/*

$.

easlian rambut Pemeriksaan keaslian rambut perlu dilakukan mengingat adanya berbagai serat yang bentuk dan warnanya mirip rambut. Rambut yang utuh biasanya terdiri atas akar, batang dan ujung. >kar ranbut terdiri atas jaringan ikat longgar sedangkan batang rambut terdiri atas kutikula, korteks dan medula. .erat yang bukan berasal dari rambut tidak mempunyai susunan seperti itu. .erat sintetis misalnya, gambaran mikroskopiknya terlihat homogen.

).

Penentuan rambut manusia atau bukan 0ika hasil pemeriksaan menunjukkan bahwa serat itu rambut maka langkah selanjutnya adalah menentukan apakah rambut tersebut berasal dari manusia atau hewan. ;iri rambut manusia yaitu halus dan tipis, kutikula mempunyai sisik ke3il dan bergerigi, medula sempit atau kadang(kadang tak ada, kortek tebal, indeB medulla kurang dari @,/ dan pigmennya lebih ke arah peri2er. .edangkan, 3iri rambut binatang ialah kasar dan tebal, kutikula mempunyai sisik lebar dan polihidral, medula lebar, kortek tipis, indeB medulla lebih dari @,& dan pigmennya di peri2er maupun di sentral. Dengan tes presipitasi akan dapat dibedakan dengan tepat antara rambut manusia dan rambut binatang.

/.

!denti2ikasi 0ika sudah dapat dipastikan rambut manusia maka pemeriksaan lanjutan perlu dilakukan untuk menentukan siapa pemiliknya. Perlu diketahui bahwa rambut mempunyai si2at tahan terhadap pembusukan dan bahan(bahan kimia sehingga dapat dijadikan salah satu sarana identi2ikasi bagi mayat( mayat yang sudah membusuk. =eskipun tak dapat memberikan identitas personal seperti halnya sidik jari, tetapi dapat memberikan identitas umum, antara lain , a. Umur Umur dari pemilik rambut dapat ditentukan dengan memeriksa rambut tersebut berdasarkan tempat tumbuh dan warnanya.

/%

Tumbuhnya rambut di berbagai bagian tubuh berbeda(beda waktunya. Rambut pubis dan rambut ketiak misalnya, tumbuh pada masa adolesen. .elain itu warna rambut juga dapat dipakai sebagai petunjuk umur dari pemiliknya. Pada orang(orang tua warna rambut akan berubah menjadi putih. Rambut lanugo pada bayi baru lahir mempunyai si2at halus, tidak berpigmen, tak bermedula dengan pola sisik yang lebih seragam. b. 0enis kelamin =elalui berbagai pemeriksaan yang teliti akan dapat ditentukan jenis kelamin dari pemilik rambut. Rambut laki(laki pada umumnya lebih kaku, lebih kasar dan lebih gelap. .edang rambut wanita umumnya halus, panjang dan merun3ing ke arah ujung. Dari distribusinya juga dapat ditentukan jenis kelaminnya. Rambut jenggot, rambut dada dan kumis adalah khas rambut laki(laki. Penyebaran 3. Ras Untuk menentukan jenis rasnya dapat dilihat dari warna, panjang, bentuk dan susunan rambut. Rambut orang "ropa misalnya, berwarna pirang, ke3oklatan atau kemerahan. II.3.I Pe eriksaan /rgan S*esifik -"rensik & (ata Uji Nal"rfin Untuk mendeteksi seseorang apakah ia pe3andu atau bukan, dapat diketahui melalui Uji 9alor2in. Pemberian 9alor2in pada pe3andu mor2in akan memperlihatkan midriasis dan gejala putus obat lainnya. Tetapi bila midriasis tidak terjadi, maka belum tentu ia bukan pe3andu. ;aranya , Ukur diameter pupil dengan pupilometer dan lakukan pemeriksaan ini di dalam ruang khusus yang tidak dipengaruhi 3ahaya. Pemeriksaan dilakukan lagi /@ menit setelah diberikan / mg 9alor2in subkutan. rambut pubis antara laki(laki dan wanita juga menunjukkan gambaran yang berbeda.

/'

II.3.J Pe eriksaan /rgan S*esifik -"rensik & Paru Pe eriksaan akr"sk"*ik *aru. Paru(paru mungkin masih tersembunyi di belakang kandung jantung atau telah mengisi rongga dada. 6sborn 4$'&/5 menemukan pada *&G kasus, ternyata paru(paru sudah mengisi rongga dada, baik pada bayi yang lahir hidup maupun lahir mati. Paru( paru berwarna kelabu ungu merata seperti hati, konsistensi padat, tidak teraba derik udara dan pleura yang longgar 4sla3k pleura5. -erat paru kira(kira $7*@B berat badan. Uji a*ung *aru. Uji ini harus dilakukan dengan teknik tanpa sentuh 4no tou3h te3hniFue5, paru( paru tidak disentuh untuk menghindari untuk timbulnya arte2ak pada sediaan histopotologi jaringan paru akibat manipulasi berlebihan. .etelah organ leaher dan dada dikeluarkan dari tubuh, lalu dimasukkan kedalam air dan dilihat apakah mengapung atau tenggelam. emudian paru kiri dan kanan dilepaskan dan dimasukkan kedalam air lagi, dan dilihat apakah mengapung atau tenggelam. .etelah itu setiap lobus dipisahkan dan di masukkan ke dalam air dan dilihat apakah mengapung atau tenggelam. & potong ke3il dari bagian peri2er tiap lobus dimasukkan ke dalam air, dan diperhatikan apakah mengapung ataukah tenggelam. Hingga tahap ini, paru bayi yang baru lahir mati masih dapat mengapung oleh karena kemungkinan adanya gas pembusukan. -ila potongan ke3il itu mengapung, letakkan di antara dua karton dan ditekan 4dengan arah tekanan tegak lurus, jangan bergeser5 untuk mengeluarkan gas pembusukan yang terdapat pada jaringan interstisial paru, lalu masukkan kembali ke dalam air dan di amati apakah masih mengapung atau tenggelam. -ila masih mengapung berarti paru tersebut berisi udara residu yang tidak akan keluar. adang(kadang dengan penekanan, dinding alveoli pada bayi yang telah membusuk akan pe3ah dan udara residu keluar dan memperlihatkan hasil uji apung paru negati2. Uji apung paru harus dilakukan menyeluruh sampai potongan ke3il(ke3il, mengingat kemungkinan adanya perna2asan sebagian yang dapat bersi2at buatan 4perna2asan buatan5 ataupun alamiah, yaitu bayi yang sudah berna2as walaupun kepala masih dalam vagina.

1@

Hasil negati2 belum berarti pasti lahir mati, karena adanya kemungkinan bayi dilahirkan hidup tapi kemudian berhenti berna2as meskipun jantung masih berdenyut, sehingga udara dalam alveoli diresopsi. Pada hasil negati2 ini, pemeriksaan histopatologi harus dilakukan untuk memastikan bayi lahir mati atau hidup. Hasil uji apung paru positi2 berarti pasti lahir hidup. Penyebab kematian. Penyebab kematian tersering pada pembunuhan anak sendiri adalah mati lemas 4as2iksia5. ;ara tersering dilakukan adalah dengan 3ara pembekapan, penyumbatan jalan na2as, penjeratan, pen3ekikan dan penenggelaman. adang(kadang bayi dimasukkan ke dalam lemari, kopor dan sebagainya. 4)5 8ahir hidup dapat diketahui dari perangi paru(paru se3ara makroskopis maupun mikroskopis. .e3ara makroskopis paru(paru anak ayang dilahirkan hidup akan tampak mengembang dan menutupi kandung jantung, tepintnya tumpul, warnaya merah ungu dengan gambaran mo<aik, lebih berat 4$7/& berat badan, pada yang lahir mati atau belum berna2as berat paru(paru sekitar$7*@ berat badan5, pada perabaan teraba derik udara atau krepitasi, bila dimasukkan ke dalam air akan mengapung, bila diiris dan dipijat akan banyak mengeluarkan darah dan busa. .edangkan se3ara mikroskopik akan tamak jelas adanya pengembangan dari kantung(kantung hawa 4alveoli5. 4*5 (ikr"sk"*ik Paru .etelah paru(paru dikeluarkan dengan teknik tanpa sentuh, dilakukan 2iksasi dengan larutan 2ormalin $@G. .esudah $) jam, dibuat irisan(irisan melintang untuk memungkinkan 3airan 2iksati2 meresap dengan baik ke dalam paru. .etelah di2iksasi selama 1% jam, kemudian dibuat sediaan histopatologi. -iasanya dibuat pewarnaan H" dan bila paru telah membusuk digunakan pewarnaan Domori atau 8adewig. Tanda khas untuk paru bayi belum pernah berna2as adalah adanya tonjolan 4projection5, yang berbentuk seperti bantal 4cushion-like5 yang kemudian akan bertambah tinggi dengan dasar menipis sehingga tampak seperti gada 4club-like5. Pada permukaan ujung bebas proje3tion tampak kapiler yang berisi banyak darah. Tanda khas untuk paru bayi yang belum berna2as yang sudah membusuk, dengan pewarnaan Domori atau 8adewig, tampak serabut(serabut retikuler pada permukaan 1$

dinding alveoli berkelok(kelok seperti rambut keriting, sedangkan pada proje3tion berjalan dibawah kapiler sejajar dengan permukaan proje3tion dan membentuk gelung(gelung terbuka 4open loops5. Pada paru bayi baru lahir mati mungkin juga ditemukan tanda inhalasi 3airan amnion yang luas karena as2iksi intrauterin. 8ahir hidup adalah keluar atau dikeluarkannya hasil konsepsi yang lengkap, yang setelah pemisahan berna2as atau menunjukkan tanda kehidupan lain, tanpa mempersoalkan usia gestasi, sudah atau belum tali pusat dipotong dan uri dilahirkan. Pada pemeriksaan ditemukan dada sudah mengembang dan dia2ragma sudah turun sampai selaiga 1(&, terutama pada bayi yang telah lama hidup. Pe eriksaan *aru lainn0a& 1. Pe eriksaan Diat" >lga 4ganggang5 bersel satu dengan dinding terdiri dari silikat 4.i6)5 yang tahan panas dan asam kuat. Diatom ini dapat dijumpai dalam air tawar, air laut, sungai, air sumur dan udara. -ila seseorang mati karena tenggelam, maka 3airan bersama diatom akan masuk ke dalam saluran pernapasan atau pen3ernaan, kemudian diatom akan masuk ke dalam aliran darah melalui kerusakan dinding kapiler pada waktu korban masih hidup dan tersebar ke seluruh jaringan. Pemeriksaan diatom dilakukan pada jaringan paru segar. -ila mayat telah membusuk, pemeriksaan diatom dilakukan dari jaringan ginjal, otot skelet atau sumsum tulang paha. Pemeriksaan diatom pada hati dan limpa kurang bermakna sebab berasal dari penyerapan abnormal dari saluran pen3ernaan terhadap air minum atau makanan. 2. Pe eriksaan Destruksi 5Digesti Asa 6 Pa#a Paru >mbil jaringan paru sebanyak $@@ gram, masukkan ke dalam labu lebih setengah hari agar jaringan han3ur. jeldahl dan tambahkan asam sul2at pekat sampai jaringan paru terendam, diamkan kurang emudian dipanaskan dalam lemari

1)

asam sambil diteteskan asam nitrat pekat samapi terbentuk dan 3airan dipusing dalam centrifuge. .edimen yang terjadi ditambah dengan akuades, pusing kembali dan hasilnya dilihat dengan mikroskop. Pemeriksaan diatom positi2 bila pada jaringan paru ditemukan diatom 3ukup banyak, 1(&78P- atau $@()@ per satu sediaanH atau pada sumsum tulang 3ukup ditemukan hanya satu. '. Pe eriksaan Aeta$ Paru Permukaan paru disiram dengan air bersih, iris bagian peri2er, ambil sedikit 3airan perasan dari jaringan peri2er paru, taruh pada ka3a objek, tutup dengan ka3a penutup dan lihat dengan mikroskop. .elain diatom dapat pula terlihat ganggang atau tumbuhan jenis lainnya ). Pe eriksaan Ki ia Dara$ Pemeriksaan ini bertujuan untuk mengetahui kadar 9a;l dalam darah sehingga dapat diketahui apakah korban meninggal di air tawar atau air asin. Darah yang diambil adalah darah dari jantung jena<ah. Pada peristiwa tenggelam di air tawar ditemukan tanda(tanda as2iksia, kadar 9a;l jantung kanan lebih tinggi dari jantung kiri dan adanya buih serta benda(benda air pada paru(paru. Tenggelam jenis ini disebut tenggelam tipe !! >. .edangkan pada peristiwa tenggelam di air asin terjadi gangguan elektrolit dan ditemukan adanya tanda( tanda as2iksia, kadar 9a;l pada jantung kiri lebih tinggi dari pada jantung kanan dan ditemukan buih serta benda(benda air pada paru(paru. Tenggelam jenis ini disebut tenggelam tipe !! - 4?5 II.3.K Pe eriksaan /rgan S*esifik -"rensik & La !ung Pe eriksaan Isi La !ung Pemeriksaan sianida7 a. 1eaksi S+$"n!ein%Pagenste+$er 51eaksi Auaja+"l6. =asukkan &@ mg isi lambung7 jaringan ke dalam botol "rlenmeyer. ertas saring 4panjang /(1 3m, lebar $() 3m5 di3elupkan ke dalam larutan guaja3ol $@G dalam alkohol, keringkan. 8alu 3elupkan ke dalam larutan @,$G ;u.61 dalam air dan kertas saring digantungkan di atas jaringan dalam botol. -ila isi lambung 1/

alkalis, tambahkan asam tartrat untuk mengasamkan, agar hijau pada kertas saring.

;8 mudah terurai.

-otol tersebut dihangatkan. -ila hasil reaksi positi2, akan terbentuk warna biru(

Reaksi ini tidak spesi2ik, hasil positi2 semu didapatkan bila isi lambung mengandung klorin, nitrogen oksida atau o<onH sehingga reaksi ini hanya untuk skrining. !. 1eaksi Prussian Blue 5Biru Berlin6. !si lambung7 jaringan didestilasi dengan destilator. & ml destilat J $ ml 9a6H &@ G J / tetes #e.61 $@G rp J / tetes #e;l/ &G, Panaskan sampai hampir mendidih, lalu dinginkan dan tambahkan H;l pekat tetes demi tetes sampai terbentuk endapan #e46H5/, teruskan sampai endapan larut kembali dan terbentuk biru berlin. +. ;ara Aettler A"l#!au . Dengan menggunakan ) buah flange4OpiringanP5, dan diantara kedua 2lange dijepitkan kertas saring Ehatman 9o. &@ yang digunting sebesar 2lange. ertas saring di3elupkan ke dalam larutan #e.61 $@G rp selama & menit, keringkan lalu 3elupkan ke dalam larutan 9a6H )@G selama beberapa detik. 8etakkan dan jepitkan kertas saring di antara kedua 2lange. Panaskan bahan dan salurkan uap yang terbentuk hingga melewati kertas saring ber(reagensia antara kedua 2lange. Hasil positi2 bila terjadi perubahan warna pada kertas saring, menjadi biru. #. Kristal"grafi -ahan yang di3urigai berupa sisa makanan7 minuman, muntahan, isi lambung di masukkan ke dalam gelas beker, dipanaskan dalam pemanas air sampai kering, kemudian dilarutkan dalam a3eton dan disaring dengan kertas saring. #iltrat yang didapat, diteteskan dalam gelas arloji dan dipanaskan sampai kering, kemudian dilihat di bawah mikroskop. -ila terbentuk kristal(kristal seperti sapu, ini adalah golongan hidrokarbon terklorinasi. Pemeriksaan kualitati2 dapat menggunakan penentuan titik 3air, misal veronal murni men3air pada suhu $'$Q ;. Uji kristal dilakukan terhadap sisa obat yang 11

ditemukan dalam isi lambung. =asing(masing barbiturat mempunyai kristal yang khas bila dilihat dengan mikroskop. =etoda modi2ikasinya. e. (et"#a K"*an0i Dilakukan dengan memasukkan &@ ml urin atau isi lambung dalam sebuah 3orong. Periksa dengan kertas lakmus, jika bersi2at alkali tambahkan H;l sampai bersi2at asam. Tambahkan $@@ ml eter, ko3ok selama beberapa menit. Diamkan sebentar, tampak air terpisah dari eter, lapisan air dibuang, barbiturat terdapat dalam lapisan eter. .aring eter ke dalam beaker glass dan uapkan sampai kering di atas penangas air. Tambahkan $@ tetes kloro2orm untuk melarutkan sisa barbiturat yang mengering. >mbil beberapa tetes larutan dan letakkan pada white po3elain spot plate. Tambahkan $ tetes kobalt asetat 4$ G dalam metil alkohol absolut5 dan ) tetes isopropilamin 4&G dalam metil(alkohol absolut5, -arbiturat akan memberi warna merah muda sampai ungu. Pemeriksaan kuantitati2 dan kuantitati2 dapat dilakukan dengan kromatogra2i lapis tipis 4T8;5, kromatogra2i gas 3air 4D8;5, spektro2otometri ultra(violet dan spektro2oto2luorimetri. opanyi 4reaksi warna kobalt5 dengan

1&

I(PLE(ENTASI PE(E1IKSAAN LAB/1AT/1IU( -/1ENSIK SEDE1HANA PADA KASUS TE1TENTU

Aa !ar 1. Kasus Infanti+i#e

1?

Aa !ar 2. Kasus Tenggela

1*

Aa !ar '. Kera+unan ;/

1%

Aa !ar ). Kasus Perk"saan

1'

II.7 Pr"se#ur *en0itaan !arang !ukti -erikut ini adalah barang bukti yang dapat diambil beserta dengan 3ara 7 prosedur penyitaannya , $. =untahan si korban =untahan diambil dengan kertas saring dan disimpan dalam toples. =untahan dinilai, apakah ada bau 2os2or 4 bau bawang putih 5H bagaimana si2at muntahannya misalnya seperti bubuk kopi 4 <at kaustik 5, berwarna hitam 4 H ).61 pekat 5, kuning 4 H961 5, biru kehijauan 4 ;u.61 5 ). .isa obat ( obatan. Dihitung jumlahnya dan dikumpulkan dengan pembungkusnya. /. .isa minuman7makanan yang dimakan7diminum sikorban, serta tempat seperti gelas dan alat minum lainnya atau pembungkusnya. 1. .isa ( sisa air seni si korban. &. ertas A kertas 3atatan, surat peninggalan7perpisahan jika merupakan kasus bunuh diri.

&@

BAB III KESI(PULAN

$. .etiap kejahatan pasti akan menimbulkan barang bukti yang dapat menjadi petunjuk adanya tindak pidana. Untuk itulah perlu dilakukan pemeriksaan barang bukti se3ara 3ermat dengan menggunakan tehnik pemeriksaan menurut standar baku yang telah diakui di bidang 2orensik. .ebab kematian tidak selalu dapat mengungkap melalui pemeriksaan luar dan pemeriksaan dalam. 6leh karena itu dalam hal ini diperkirakan laboratorium terhadap barang bukti yang terdapat pada tubuh korban, tempat kejadian perkara maupun pada tersangka pelaku. ). Tahapan dalam pemeriksaan barang bukti terkait denngan ketrampilan dan pengetahuan yang baik dari seorang ahli 2orensik dalam mengambil sampel dari tempat kejadian perkara, pengawetan hingga kepada metode pemeriksaan laboratorium se3ara sederhana untuk kemudian dilakukan intepretasi. /. Pemeriksaan 8aboratorium #orensik men3akup bidang yang sangat luas yaitu men3akup pemeriksaan terhadap 3airan tubuh, lambung beserta bahan muntahan, rambut dan kuku, bekas gigitan, uji balistik, dan ekstrasi D9>. 1. Hasil interpretasi dari berbagai ma3am pemeriksaan laboratorium ataupun pelaku akan membantu mengungkapkan sebab kematian. &. 8aboratorium #orensik memiliki peranan yang sangat besar bagi keberhasilan pengungkapan suatu tindak pidana. 8aboratorium 2orensik sendiri dapat merupakan lembaga yang termasuk dalam kepolisian namun dapat pula berdiri sendiri 4independen5.

&$

DA-TA1 PUSTAKA $. iely, Terren3e #, #orensi3 "viden3e .3ien3e and the ;riminal 8aw, .3ien3e, #orensi3 .3ien3e and "viden3e, )@@) ). "3kert, Eilliam D. !ntrodu3tion to #orensi3. )nd edition.9ew Iork , "lseviere , >meri3a. )@@)./ /. >braham, Rahman >., -ambang, .alim H-, et al. !lmu .emarang, ;etakan !!,)@$) 1. -evel, Ross =. Dardner, -loodstain Patern >nalysis, .e3ond "dition, United .tate o2 >meri3a. )@@). &. .avino, -rent ". Turvey, Rape !nvestigation Handbook, U.> , "lseviere a3ademi3 Press, )@@& , ?($)* ?. -udiyanto >, Eidiatmo E, .udiono ., Einardi T, =unPim > .idhi, Hertian ., et al. !lmu edokteran #orensik. $st ed. 0akarta, -agian edokteran #orensik #akultas edokteran Universitas !ndonesiaH $''*. p. 1*, ?%(?', ')($@@, $@&(@?, $$$, $$/, $)&()?, $/?(/*, $11(1?, $?*R'? *. .heperd R. .impsonPs #orensi3 =edi3ine. $)th ed. 9ew Iork, 6B2ord University Press, !n3.H )@@/. p. &% %. .palding, Robert P. !denti2i3ation and ;hara3teri<ation -lood and -loodstain. !n, 0ames .H, 9ordby 00, "ditors. #orensi3 .3ien3e >n !ntrodu3tion to .3ienti2i3 and !nvestigative Te3hniFues. -o3a Raton, ;R; Press 88;H )@@@. p. $%$('% '. Dahlan .. !lmu edokteran #orensik Pedoman -agi Dokter dan Penegak Hukum. .emarang, -adan Penerbit Universitas DiponegoroH )@@%. p. $*)(*? $@. -owers, =i3hael ;, Re3overy and >nalysis o2 -ite bite mark eviden3e. >n investigatorPs Handbook, #irst "dition, .an Diego, U.>. Re3ognition. )@@?. $$. Vin3ent 0.=, new De =aio, =D. Dunshot Eounds , Pra3ti3al >spe3t o2 #irearms, -allisti3s and #orensi3 Te3hniFues, 9ew Iork H ;R; Press , $'''. $). ;yril H Ee3ht, et al. > ReaderPs Digest -ook. ;rime .3ene !nvestigation, 3ra3k the 3ase with(real eBperts.The !nFuiry Team.8ondon, "lwin .treet 8imitedH )@@1. P. 1@( &) edokteran #orensik, Pemeriksaan 8aboratorium .ederhana, -adan Penerbit Universitas Diponegoro

&)