Anda di halaman 1dari 10

Sistem Distribusi A.C.

Sempat disebutkan sebelumnya, transmisi kerja AC selalu pada tegangan tinggi dan kebanyakan sistem 3 phasa. Menggunakan sistem satu phasa dibatasi untuk satu phasa listrik. Transmisi kerja satu phasa digunakan hanya untuk jarak dekat dan relatif tegangan rendah. Seperti akan ditujukan sebelumnya, transmisi kerja 3 phasa butuh tembaga lebih sedikit dibandingkan satu phasa atau dua phasa sub-transmisi kerja. Sistem transmisi pada sub-stasiun dimana kerja disampaikan, diatas transmisi line dan step down oleh trafo atau beberapa persamaan pada stasiun pembangkit itu sendiri. Ketika area yang besar dilibatkan, primer dan distribusi sekunder mungkin digunakan.

Mengenai phasa, sistem berikut terdapat distribusi kerja AC: 1. Satu phasa, sistem dua kawat. 2. Satu phasa, sistem tiga kawat 3. Dua phasa, sistem tiga kawat 4. Dua phasa, sistem empat kawat 5. Tiga phasa, sistem tiga kawat 6. Tiga phasa, sistem empat kawat 36.4. Sistem 1 phasa 2 kawat Ditunjukan pada gambar 36-3 (a) dan (b). Dalam gambar 36-3(a), satu dari kawat itu dibumikan melihat gambar 36-3(b) titik tengah pada pasal yang melilit dibumikan. 36.5. Satu phasa 3 kawat Sistem 1 phasa 3 kawat indentik dengan prinsip 3 kawat dc. Seperti ditunjukan dalam gambar 36-4, kawat ketiga netral di koneksikan ke pusat transformator primer dan bumi untuk perlindungan pribadi dari kejut listrik harus membongkar isolasi transformatoratau kawat tegangan tinggi kontak sekunder utama.

Dua phasa 3 kawat Sistem ini masih digunakan dibeberapa tempat. Kawat ke tiga adalah akibat dari sambungan pada 2 phasa lilitan I dan II, dimana tegangan dalam keadaan dengan yang lain seperti ditunjukan gambar 36-5. jika tegangan antara kawat ketiga atau netral dan kawat kedua adalah V1 kemudian tegangan antara kawat terluar adalah . Sebagai perbandingan untuk 2 phasa 4 kawat, sistem 3 phasa rentan dari kerusakan karena tegangannya tidak seimbang karena unsymmetrical tegangan jatuh dalam netral.

Dua Fasa 4 Kawat Seperti yang ditunjukkan pada gambar 36-6, 4 kawat diberikan pada 2 fasa lilitan dan titik tengah dan 2 lilitan dihubungkan secara bersamaan. Sama dengan tegangan 2 lilitan dalam kuadrat dengan yang lain, dan titik hubung tidak mungkin dibumikan jika tegangan diantara 2 kawat dalam fasa 1 dan 1 kawat pada 2 fasa adalah 0,707 v. Tiga Fasa, 2 Kawat Sistem 3 fasa digunakan secara eksklusif. Sistem 3 kawat dapat dihubung secara delta atau dihubung bintang dengan titik bintang dibumikan. Tegangan diantara garis dalam V hubung delta dan V dalam hubung bintang dengan V adalah tegangan dari fasa yang lain yang ditunjukkan pada gambar 36-7 (a) dan (b) secara berturut-turut.

Tiga Fasa, 4 Kawat Kawat netral diberikan pada hubung bintang yang ditunjukkan oleh gambar 36-8. Dan separuh dari bagian lintang dari keluaran konduktor. Jika V adalah tegangan dari lilitan yang lain, maka tegangannya adalah V. Biasanya fasa tegangan i dan e tegangan dari sebuah sistem simetris adalah 230 V, agar tegangan diantara 2 kawat atau keluaan V x 230 = 400 V. Pencahayaan 1 fasa atau motor satu fasa dengan maju tegangan 230 V, dihubungkan diantara kawat netral dan kawat lain. Beban ini dihubungkan dengan simetris sehingga kawat memiliki beban yang sama. Karena arus resultan dari kawat netral adalah 0 (nol) atau minimum. Motor induksi tiga fasa dengan tegangan lebih tinggi 400 V atau diletakkan dengan langsung.

Sistem Distribusi Sistem distribusi dibagi dalam feeder, distributor, dan sub distributor. Ini ditunjukkan pada gambar 36-1. Feeder adalah konduktor yang dihubungkan ke substasiun (dalam beberapa pembangkit statiun) ke distribusi yang melayani suatu area yang membagikan ke tempat tertentu. Dari distributor berbagai pencabangan yang menghubungkan koneksi diantara distributor dan terminal. Konsumen adalah pelayanan utama. Perbedaan penting antara feeder dengan distributor adalah beban arus feeder yang sama, distributor mempunyai beban distribusi dengan hasil arus yang bervariasi. Dengan kata lain, tidak ada pencabangan langsung yang diberikan feeder ke pendapatan konsumen. Distribusi radial dari 3 tipe ditunjukksn pada gambar 36-9 yang digunakan. Dalam sistem ini, jumlah cabang penyulang di suplai ke sub-stasiun atau pembangkit statisun. Distribusi transformasi dihubungkan ke Tap sepanjang feeder satu dan kerugian sistem ditunjukkan pada Gambar 36-9.

Perhitungan Distributor AC Perbedaan dalam perhitungan distributor DC adalah : Beban Tap yang dibatalkan akan memiliki faktor daya yang berbeda. Faktor daya yang lain diberikan dengan titik penyulang seperti factor referensi. Arus yang terletak di dalam bagian distributor akan diberikan dengan hasil vektor dari beban arus dan bukan hasil dari perhitungan aritmatika pada sistributor DC. Arus dapat ditambah dengan bilangan kompleks. Tegangan jatuh ditunjukkan dalam rangkaian induktif = I(R cos + X sin).
Total tegangan jatuh I (R cos + X sin). Distributor AC : Tegangan, arus dan impedansi dalam bilangan kompleks dan kemudian dihitung pada distributor DC. Arus yang dipisahkan ke dalam komponen aktif dan reaktif. Tegangan dalam komponen aktif akan resistan. Rata-rata hasil dapat dipertahankan melalui pusat distribusi atau pusat beban gravitasi.