Anda di halaman 1dari 8

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Latar belakang pembuatan makalah yang berjudul masyarakat perkotaan dan pedesaan
ini adalah ditunjang oleh banyaknya persoalan-persoalan yang terjadi dalam
masyarakat khususnya yang terjadi dalam masyarakat perkotaan.
Apabila kita berbicara tentang masyarakat, terutama jika mengemukakannya dari
sudut antropologi, maka kita mempunyai kecenderungan untuk melihat 2 tipe
masyarakat, yaitu masyarakat perkotaan dan pedesaan.
Sebenarnya pembagian masyarakat dalam 2 tipe itu hanya untuk keperluan
penyelidikan saja. Dalam satu masa sejarah antropologi, masyarakat yang sederhana
itu menjadi objek penyelidikan dari antropologi, khususnya antropologi sosial.
Sedang masyarakat yang kompleks, adalah terjadi objek penyelidikan sosiologi.
Antropologi sosial mengarahkan penyelidikannya ke arah perkotaan, sedang sosiologi
melebarkan studinya ke daerah pedesaan. Sebenarnya dua tipe masyarakat itu berbeda
secara gradual saja, bukan secara prinsipil.

B. Rumusan Masalah
1. Menjelaskan tentang masyarakat perkotaan: aspek-aspek positif dan negatif
2. Menjelaskan tentang masyarakat pedesaan
3. Menjelaskan tentang urbanisasi dan urbanisme

BAB II
PEMBAHASAN

A. Masyarakat Perkotaan, Aspek-aspek Positif dan Negatif


Apabila kita berbicara tentang masyarakat, terutama jika kita mengemukakannya dari
sudut antropologi, maka kita mempunyai kecenderungan untuk melihat 2 tipe
masyarakat:
Pertama, satu masyarakat kecil yang belum begitu kompleks, yang belum mengenal
pembagian kerja, belum mengenal struktur dan aspek-aspeknya masih dapat dipelajari
sebagai satu kesatuan.
Kedua, masyarakat yang sudah kompleks, yang sudah jauh menjalankan spesialisasi
dalam segala bidang, karena ilmu pengetahuan modern sudah maju, teknologi maju,
sudah mengenal tulisan, satu masyarakat yang sukar diselidiki dengan baik dan
didekati sebagian saja.
1. Masyarakat Perkotaan
Masyarakat perkotaan sering disebut juga urban community. Pengertian masyarakat
kota lebih ditekankan pada sifat-sifat kehidupannya serta ciri-ciri kehidupannya yang
berbeda dengan masyarakat pedesaan.
Ada beberapa ciri yang menonjol pada masyarakat kota, yaitu:
a. Kehidupan keagamaan berkurang bila dibandingkan dengan kehidupan keagamaan
di desa.
b. Orang kota pada umumnya dapat mengurus dirinya sendiri tanpa harus bergantung
pada orang-orang lain.
c. Pembagian kerja di antara warga-warga kota juga lebih tegas dan mempunyai batas-
batas yang nyata.
d. Kemungkinan-kemungkinan untuk mendapatkan pekerjaan juga lebih banyak
diperoleh warga kota daripada warga desa.
e. Jalan pikiran rasional yang pada umumnya dianut masyarakat perkotaan,
menyebabkan bahwa interaksi-interaksi yang terjadi lebih didasarkan pada faktor
kepentingan daripada faktor pribadi.
f. Jalan kehidupan yang cepat di kota-kota, mengakibatkan pentingnya faktor waktu
yang teliti sangat penting, untuk dapat mengejar kebutuhan-kebutuhan seorang
individu.
g. Perubahan-perubahan sosial tampak dengan nyata di kota-kota, sebab kota-kota
biasanya terbuka dalam menerima pengaruh-pengaruh dari luar.
2. Perbedaan desa dan kota
Ada beberapa ciri yang dapat dipergunakan sebagai petunjuk untuk membedakan
antara desa dan kota.
Ciri-ciri tersebut antara lain:
a. Jumlah dan kepadatan penduduk
b. Lingkungan hidup
c. Mata pencaharian
d. Corak kehidupan sosial
e. Stratifikasi sosial
f. Mobilitas sosial
g. Pola interaksi sosial
h. Solidaritas sosial dan
i. Kedudukan dalam hierarki sistem administrasi nasional
Meskipun tidak ada ukuran pasti, kota memiliki pendudukan yang jumlahnya lebih
banyak dibandingkan desa. Hal ini mempunyai kaitan erat dengan kepadatan
penduduk, yaitu jumlah penduduk yang tinggal pada suatu luas wilayah tertentu,
misalnya saja jumlah per KM2 (Kilometer persegi) atau jumlah per hektar.
3. Hubungan Desa-Kota, Hubungan Pedesaan-Perkotaan
Masyarakat pedesaan dan perkotaan bukanlah dua komunitas yang terpisah sama
sekali satu sama lain. Bahkan dalam keadaan yang wajar di antara keduanya terdapat
hubungan yang erat, bersifat ketergantungan, karena di antara mereka saling
membuthkan. Kota tergantung pada desa dalam memenuhi kebutuhan warganya akan
bahan-bahan pangan seperti beras, sayur-mayur, daging dan ikan. Desa juga
merupakan sumber tenaga kasar bagi jenis-jenis pekerjaan tertentu di kota, misalnya
saja buruh bangunan dalam proyek-proyek perumahan, proyek pembangunan atau
perbaikan jalan raya atau jembatan dan tukang becak.
4. Aspek Positif dan negatif
Untuk menunjang aktivitas warganya serta untuk memberikan suasana aman, tentram
dan nyaman pada warganya, kota dihadapkan pada keharusan menyediakan berbagai
fasilitas kehidupan dan keharusan untuk mengatasi berbagai masalah yang timbul
sebagai akibat aktivitas warganya. Dengan kata lain kota harus berkembang,
Secara umum dapat dikenal bahwa suatu lingkungan perkotaan, seyogyanya
mengandung 5 unsur yang meliputi:
a. Wisma
b. Karya
c. Marga
d. Suka
e. Penyempurnaan

B. Masyarakat Pedesaan
Yang dimaksud dengan desa menurut Sutardjo Kartohadikusuma mengemukakan
sebagai berikut:
Desa adalah suatu kesatuan hukum dimana bertempat tinggal suatu masyarakat
pemerintahan sendiri.
Menurut Bintarto desa merupakan perwujudan atau persatuan geografi, sosial,
ekonomi, politik, dan kultural yang terdapat di situ (suatu daerah) dalam hubungannya
dan pengaruhnya secara timbal balik dengan daerah lain.
Sedangkan menurut Paul H. Landis: Desa adalah penduduknya kurang dari 2.500
jiwa.
Dengan ciri-cirinya sebagai berikut:
1. Mempunyai pergaulan hidup yang saling kenal mengenal antara ribuan jiwa
2. Ada pertalian perasaan yang sama tentang kesukaan terhadap kebiasaan
3. Cara berusaha (ekonomi) adalah agraris yang paling umum yang sangat
dipengaruhi alam seperti: iklim, keadaan alam, kekayaan alam, sedangkan pekerjaan
yang bukan agraris adalah bersifat sambilan.
Adapun yang menjadi ciri-ciri masyarakat pedesaan antara lain sebagai berikut:
1. Di dalam masyarakat pedesaan di antara warganya mempunyai hubungan yang
lebih mendalam dan erat bila dibandingkan dengan masyarakat pedesaan lainnya di
luar batas-batas wilayahnya.
2. Sistem kehidupan umumnya berkelompok dengan dasar kekeluargaan
3. Sebagian besar warga masyarakat pedesaan hidup dari pertanian. Pekerjaan-
pekerjaan yang bukan pertanian merupakan pekerjaan sambilan (part time) yang
biasanya sebagai pengisi waktu luang.
4. Masyarakat tersebut homogen, seperti dalam hal mata pencarian, agama, adat
istiadat dan sebagainya.

C. URBANISASI DAN URBANISME


1. Arti Urbanisasi
Urbanisasi adalah suatu proses perpindahan penduduk dari desa ke kota atau dapat
pula dikatakan bahwa urbanisasi merupakan proses terjadinya masyarakat perkotaan.
Dengan demikian urbanisasi adalah suatu proses dengan tanda-tanda sebagai berikut:
a. Terjadinya arus perpindahan penduduk dari desa ke kota
b. Bertambah besarnya jumlah tenaga kerja non agraria di sektor sekunder (industri)
dan sektor tersier (jasa);
c. Tumbuhnya pemukiman menjadi kota
d. Meluasnya pengaruh kota di daerah pedesaan mengenai segi ekonomi sosial,
kebudayaan dan psikologis.
2. Sebab-sebab Urbanisasi
Pada dasarnya ada tiga hal utama yang menyebabkan timbulnya urbanisasi yaitu:
a. Adanya pertambahan penduduk secara alamiah
b. Terjadinya arus perpindahan dari desa ke kota;
c. Tertariknya pemukiman pedesaan ke dalam lingkup kota, sebagai akibat
perkembangan kota yang sangat pesat di berbagai bidang, terutama yang berkaitan
dengan tersedianya kesempatan kerja.
Proses urbanisasi akan menimbulkan akibat antara lain adalah:
a. Terbentuknya suburb
b. Makin meningkatnya tuna karya, yaitu orang-orang yang tidak mempunyai
pekerjaan tetap
c. Pertambahan penduduk kota yang pesat menimbulkan masalah perumahan.
d. Lingkungan hidup yang sehat, apalagi ditambah dengan adanya berbagai
kerawanan sosial memberi pengaruh yang negatif terhadap pendidikan generasi muda.
3. Usaha-usaha Menanggulangi Urbanisasi
a. Lokal jangka pendek
b. Lokal jangka panjang
c. Nasional jangka pendek
d. Nasional jangka panjang
4. Urbanisme
Dalam kepustakaan geografi pandangan seorang geografiwan terhadap “urbanisasi”
ini ialah sebuah kota sebagai sesuatu yang integral, dan untuk memiliki pengaruh atau
merupakan unsur yang dominan dalam sistem keruangan yang lebih luas tanpa
mengabaikan adanya jalinan yang erat antara aspek politik, sosial dan aspek ekonomi
dengan wilayah di sekitarnya.
Jadi dalam hal ini istilah atau pengertian urbanisasi dikaitkan dengan proses
terbentuknya kota dan perkembangannya, sedang istilah “urbanisme” dikaitkan
dengan perilaku hidup atau cara hidup di kota.

BAB III
PENUTUP
Kesimpulan
Manusia sebagai makhluk sosial tidak lepas dari sesamanya. Dalam hal ini
masyarakat dibedakan menjadi; masyarakat perkotaan dan masyarakat pedesaan.
Antara masyarakat pedesaan dan perkotaan terdapat hubungan yang erat, ada saling
membutuhkan, artinya Desa dapat memenuhi kebutuhan kita akan berbahan-bahan
pangan dan tenaga dan tenaga kasar. Sedangkan kota menghasilkan barang-barang
dan pelayanan di bidang jasa dan dibutuhkan di desa tetapi dapat di penuhi sendiri
oleh warga masyarakat pedesaan, di samping itu kota merupakan tempat
penampungan tenaga kerja yang tidak terserap lagi oleh lapangan kerja yang tersedia
di pedesaan.
Masyarakat pedesaan dapat dibedakan dari masyarakat perkotaan dengan melihat
faktor-faktor:
1. Jumlah dan kepadatan penduduk
2. Lingkungan hidup
3. Mata pencaharian
4. Corak kehidupan sosial
5. Statifikasi sosial
6. Mobilitas sosial
7. Pola interaksi sosial
8. Solidaritas sosial
9. Kedudukan dalam hierarki administrasi nasional
Urbanisasi adalah proses berpindahnya penduduk dari desa ke kota. Dapat juga
diartikan bahwa urbanisasi merupakan proses terjadinya masyarakat perkotaan.
Hubungan timbul balik antara kota dan desa tampak nyata dalam wujud urbanisasi. Di
samping itu juga timbul gejala urbanisasi pada masyarakat pedesaan, yaitu sikap
meniru cara gaya kehidupan kota.
Aku seorang pelajar SMP kelas II, namaku Rima. Kata orang aku cantik, kulitku
kuning, hidungku bangir, sepintas aku mirip Indo. Tinggiku 160cm, ukuran Bhku
34, cukup besar untuk seorang gadis seusiaku. Aku punya pacar, Dino namanya.
Dia kakak kelasku, kami sering ketemu di sekolah. Dino seorang siswa yang
biasa-biasa saja, dia tidak menonjol di sekolahku. Prestasi
belajarnyapun biasa saja. Aku tertarik karena dia baik padaku. Entah kebaikan
yang tulus atau memang ada maunya. Dia juga mencoba mendekatiku. Di
sekolah, aku tergolong populer. Banyak siswa cowok mencari perhatian padaku.
Tapi entah mengapa aku memilih Dino. Singkatnya, aku pacaran dengan Dino.
Banyak teman-teman cewekku menyayangkannya, padahal masih ada si Anto
yang bapaknya pejabat, Si Danu yang juara kelas, Si Andi yang jago basket, dan
lainnya. Entah mengapa aku tidak menaruh perhatian pada mereka-mereka itu.
Aku dan Dino telah berjalan kurang lebih 6 bulan. Pacaran kami sembunyi-
sembunyi, ya karena kami masih SMP jadi kami masih takut untuk pacaran
secara terang-terangan. Orang tuaku sebenarnya melarangku untuk berpacaran,
masih kecil katanya. Tetapi apabila cinta telah melekat, apapun jadi nikmat.

Hari Sabtu sepulang sekolah aku janjian sama Dino. Aku mau nemanin dia ke
rumah temannya. Aku bilang ke orang tua bahwa hari Sabtu aku pulang telat
karena ada les tambahan. Aku berbohong. Di tasku. telah kusiapkan kaos dan
celana panjang dari rumah. Sepulang sekolah, aku ke wc dan mengganti
seragamku dengan baju yang kubawa dari rumah. Dinopun begitu. Dari sekolah
kami yang berada di perbatasan Jakarta Timur dan Selatan, kami naik bis ke
arah Cipinang, Jakarta Timur, rumah teman Dino. Sesampai disana, aku
diperkenalkan dengan teman Dino, Agus namanya. Rumahnya sepi, karena orang
tua Agus sedang ke luar kota. Agus juga bersama pacarnya, Anggi.
Pembantunyapun pulang kampung, sesekali kakak Agus yang telah menikah,
datang ke rumah sekalian menengok Agus dan membawakannya makanan.
Kakaknya hari ini sudah datang tadi pagi dan akan datang lagi besok, demikian
kata
Agus. Jadi hanya kami berempat di rumah itu. Kami ngobrol bersama ngalor
ngidul.

Tak lama kemudian, Agus dan Dino pergi ke dapur dan menyiapkan minuman
untuk kami. Aku ngobrol dengan Anggi. Dari Anggi, aku tahu bahwa Agus telah
berhubungan selama kurang lebih 1 tahun. Keduanya satu sekolah, juga di SMP
hanya berlainan dengan sekolahku. 10 menit kemudian, Agus dan Dino kembali
dengan membawa 4 gelas sirup dan dua toples makanan kecil. Setelah
memberikan minuman dan makanan itu, Agus berdiri dan memutar VCD.
Film baru katanya. Aku enggak ngerti, aku pikir film bioskop biasa. Agus
menyilakan kami minum. Aku minum sirup yang diberikannya. 10 menit berlalu,
kepalaku pusing sekali, bersamaan dengan itu ada rasa aneh menyelimuti
tubuhku. Rasa..hangat merinding di tv tampak adegan seorang wanita bule yang
sedang dientot oleh 2 laki-laki, satu negro dan satu lagi bule juga. Aku berniat
untuk pulang, tetapi entah mengapa dorongan hatiku untuk tetap menyaksikan
film itu. Mungkin karena aku baru pertama kali ini nonton blue film. Badanku
makin enggak karuan rasanya kepalaku serasa berat dan ah rangsangan di
badanku semakin menggila .Aku lihat Agus dan Anggi sudah saling melepaskan
baju mereka telanjang bulat di hadapan aku dan Dino.
Mereka saling berpelukan, berpagutan tampak Agus menciumi tetek Anggi yang
mungil Agus lalu mengisep-isep pentilnya tampaknya keduanya sudah sering
melakukannya . Mereka tampak tidak canggung lagi Anggi mengisep-isep peler
Agus persis seperti kejadian di film blue itu . Anggi juga sepertinya telah terbiasa
Kontol Agus bak permen, diisep, dikulum oleh Anggi Dino merapatkan tubuhnya
kepadaku.
"Rim .kamu sayang aku enggak?"tanyanya padaku. "Eh..emang kenapa,
Din ?"kataku kaget karena aku masih asyik menyaksikan Agus dan Anggi "Aku
pengen kayak gitu ."kata Agus sambil menunjuk pada Agus dan Anggi yang
semakin hot. Tampak Agus mulai menindih Anggi, dan memasukkan batang
kontolnya ke nonok Anggi. Dengan diikuti teriakan kecil Anggi, batang kontol itu
masuk seluruhnya ke nonok Anggi. Gairahku melonjak-lonjak entah kenapa?
Seluruh badanku merinding ."Rima?"kata Dino lagi. "Eh enggak ah enggak mau
malu ."kataku. "Malu sama siapa?"kata Dino. Tangannya mulai merayapi dadaku.
Kutepis pelan tangannya. "Malu sama Agus dan Anggi tuh "kataku. "Ah mereka
aja cuek ayo dong Rima aku sudah enggak tahan nih "kata Dino. "Ah..jangan ah
"kataku. Gairahku makin tidak keruan mendengar erangan dan rintihan Agus dan
Anggi. Tak terasa tangan Dino mulai membuka kancing bajuku. Entah kenapa
aku membiarkannya sehingga bajuku terbuka. Aku hanya mengenakan BH dan
celana
panjang jeans. Adegan di TV makin hot tampak sekarang seorang wanita asia di
entot tiga orang bule dua orang memasukkan kontolnya ke memek dan
pantatnya sedangkan yang satunya kontolnya lagi diisep oleh si wanita.
Keempatnya terlihat sedang merasakan kenikmatan Tangan Dino mulai merayapi
dan meremas-remas buah dadaku yang masih kencang dan belum pernah
disentuh oleh siapapun. Aku menggelinjang, geli nikmat ah..baru pertama kali
aku merasakan ini ."Buka Bhnya, ya sayang "pinta Dino. Aku mengangguk, aku
jadi ingin
merasakan lebih nikmat lagi Dengan cekatan Dino membuka Bhku.. aku sekarang
benar-benar telanjang dada. Dino mengisepi pentilku memencet-memencet buah
dadaku yang masih kenyal dan bagus "Tetekmu enak bener, sayang belum
pernah ada yang pegang yaa"kata Dino sambil terus meremas tetekku dan
mengisepi pentilku "Belum Din ahhh enak Din terus terus..jangan
berhenti ."kataku. Kenikmatan itu baru kali ini aku rasakan. Kulirik Agus dan
Anggi, mereka
sekarang bermain doggy style. Anggi berposisi nungging dan Agus menusuknya
dari belakang terdengar erangan dan eluhan mereka Gairahku makin menggila
"Buka celanamu ya sayang aku udah pengen nih "pinta Dino. "Jangan Din
takut ."kataku. "Takut apa sayang?"kata Dino. "Takut hamil "kataku. "Enggak
Din, aku nanti keluarnya di luar memekmu sayang kalo hamilpun aku akan
tanggung jawab, percayalah "katanya.

Aku diam saja Dino mulai membuka ristleting celanaku, aku diamkan saja .tak
lama kemudian, dia memerosotkan celanaku tampak memekku yang
menggumpal dengan jembut yang lumayan tebal. Dino pun memerosotkan celana
dalamku Aku benar-benar polos bugil. Dinopun membuka
seluruh bajunya, kami berdua telanjang bulat .Tangan Dino tetap meremas-
remas tetekku Kulirik Agus dan Anggi, eh mereka bersodomi Anggi sudah biasa
bersodomi rupanya kulihat kontol Agus maju mundur di pantat Anggi sedangkan
tangan kiri Anggi mengucek-ucek memeknya sendiri yang sudah basah Erangan
mereka terdengar makin sering .Dino terus mengerjaiku, tangannya mulai
merayapi jembutku. Salah satu jarinya dimasukkan ke nonokku
"Ah..sakit, pelan-pelan, Din.."teriakku ketika jari itu memasuki nonokku. Dino
agak sedikit mengeluarkan jari itu dan bermain di bibir kemaluanku tak lama
kemudian nonokku basah . "Din, isep dong punyaku "pinta Dino sambil
menyodorkan kontolnya ke mukaku. "Ah..enggak ah "kataku menolak. "Jijik ya?
Punyaku bersih kok ayo dong Anggi saja berani tuh "pinta Dino memelas.

Dengan ragu aku pegang kontol Dino. Baru sekali ini aku memegang punya laki-
laki. Ternyata liat dan keras. Kontol Dino sudah berdiri tegang rupanya. "Ayo
dong Rima sayang "pinta Dino lagi. Dengan ragu kumasukkan kontol itu ke
mulutku, aku diamkan kontol itu sambil kurasa-rasa. Ih, kenyal "Hisap dong
sayang seperti kamu makan permen "Dino mengajariku. Pelan-pelan
kuisap-isap, kujilati bolong kontol itu dengan lidahku lama kelamaan aku merasa
senang mengisapnya kuisep keras-keras..kusedot-sedot, kujilati .kumaju
mundurkan kontol itu di dalam mulutku terdengar berulang kali erangan Dino.
"Ah ah .uuuhhh enak sayang teruskan .." erang Dino. Tangan Dino terus
mengucek-ucek nonokku. Sudah tidak sakit lagi sekarang, mungkin
sudah basah Aku jadi senang mengisap kontol Dino terus kulomoh kuisap..kujilati
kusedot-sedot ih..enak juga, pikirku Tiba-tiba Dino menarik kontolnya dan
mengarahkannya ke nonokku Aku pasrah, dimasukkannya kontolnya ternyata
meleset, Dino melumuri tangannya dengan ludahnya kemudian tangannya itu
diusapkan ke kontolnya dan mencoba lagi memasukkan kontolnya ke liang
nonokku, ketika kepalanya masuk ke nonokku, aku berteriak"Aduuh sakit Din
pelan-pelan dong " Gairah semakin meninggi .aku ingin merasakan kenikmatan
lebih .Dino melesakkan kontolnya ke nonokku pelan kurasakan sesak nonokku
ketika kepala kontol itu masuk ke dalamnya Dino lagi menghentakkan kontolnya
sehingga amblas semuanya ke dalam nonokku ."Ahhh perih Din "kataku. Dino
diam sebentar memberikan waktu kepadaku untuk menenangkan diri. "Tenang
Din, sebentar lagi kamu akan terbiasa kok "katanya. Pelan-pelan Dino mengocok
kontolnya di nonokku. Masih terasa perih sedikit kocokkan Dino semakin kencang
Aneh, perih itu sudah tidak terasa lagi, yang ada hanya rasa nikmat nikmat sekali
"Terus Din Terus ahhhh ah .enak ."kataku. Sempat kulirik Agus dan Anggi masih
terus bersodomi. Gimana rasanya disodomi ya, pikirku Agus semakin
menggencarkan kocokkanyya Aku semakin menggelinjang .ah ternyata ngentot
itu nikmat .surga dunia coba dari dulu.. kataku dalam hati ."Din ah
.ah .aku aku ."entah apa yang aku ingin ucapkan. Ada sesuatu yang ingin
kukeluarkan dari nonokku entah apa "Keluarkan saja sayang kamu mau
keluar ."kata Dino. "Ahh iya Din aku mau keluar .."tak lama kemudian terasa
cairan hangat dari nonokku .

Dino terus mengocok kontolnya kuat juga pacarku ini, pikirku. "Satu nol,
sayang"kata Dino tersenyum. Dino mencopot kontolnya, aku sedikit kecewa
"Kenapa dicopot Din.."tanyaku. "Kita coba doggy style, sayang "jawabnya sambil
membimbingku berposisi seperti anjing. Dino menusukan kontolnya lagi sekarang
badanku terguncang-guncang keras terdengar erangan
keras dari Anggi dan Agus, mereka ternyata telah mencapai puncaknya kulihat
peluh bercucuran dari kedua tubuh mereka, dan akhirnya mereka terkapar
kenikmatan tampak wajah puas dari mereka berdua Aku sudah hampir tiga kali
keluar Dino tampak belum apa-apa dia terus mengocok kontolnya di memekku.
Sudah hampir ¾ jam aku dientot Dino, tapi tampaknya Dino belum menunjukkan
akan selesai. Kuat juga aku lemes sekali lalu Dino mencopot lagi kontolnya dan
mengambil baby oil yang tersedia dekat kakinya. Aku ingat baby oil itu
dipakai untuk melumuri pantat Anggi ketika mau disodomi .eh apakah aku mau
disodomi Dino? "Mau ngapain Din "tanyaku penasaran ."Seperti Anggi dan Agus
lakukan, Rima aku ingin menyodomimu sayang "jawabnya. Sebenarnya aku
takut, tapi terdorong rasa gairahku yang melonjak-lonjak dan keingin tahuanku
rasanya disodomi, maka aku mendiamkannya ketika Dino mulai mengolesi lubang
pantatku dengan baby oil. Tak lama kemudian, kontol Dino yang masih keras itu
diarahkan ke pantatku meleset dicoba lagi kepala kontol Dino tampak mulai
merayapi lubang pantatku "Aduuuh sakit Din "kataku ketika kontol itu mulai
masuk pantatku. "Tenang sayang nanti juga enggak sakit "jawab Dino sambil
melesakkan bagian kontolnya kepalanya sudah seluruhnya masuk ke pantatku
"Aduuuhh sakiiiitt "kataku lagi. "Tenang Rim, nanti enak deh..aku jadi ketagihan
sekarang "kata Anggi sambil mengelus rambutku dan menenangkanku. "Kamu
sudah sering disodomi, Nggi?"tanyaku. "Wah bukan sering lagi hampir tiap hari
kadang aku yang minta abis enak sih udah tenang saja ayo Dino coba lagi nanti
pacarmu pasti ketagihan ayo.."kata Anggi sambil menyuruh Dino mencoba lagi.
Dino mendesakkan lagi kontolnya sehingga seluruhnya amblas ke pantatku.
Terasa perih di pantatku ."Tuuh kan sudah masuk tuh enak kan nanti pantatmu
juga terbiasa kok kayak pantatku ini enak kan jadi enggak ada hari libur, kalo lagi
mens-pun tetap bisa dientot hi hi
hi "kata Anggi. Aku diam saja. Ternyata sakit kalo disodomi .Dino mulai
mengocok kontolnya di pantatku. "Pelan-pelan, Din masih sakit "pintaku pada
Dino. "Iya sayang enak nih sempit"katanya. Anggi ke belakang pantatku dan
mengucek-ucek nonokku dengan tangannya aku semakin menggelinjang nikmat
"Anggi ah .enak "kataku. "Ayo Din, kocok terus, biar aku mengucek nonoknya,
biar rasa sakit itu bercampur rasa nikmat"kata Anggi pada Dino. Benar
sekarang rasa sakit itu tidak muncul lagi hanya nikmat ."Hai sayang ini ada
lobang nganggur mau pake? Boleh kan Dino? Lubang yang satu ini dipake
pacarku Agus "kata Anggi. "Tanya Rima saja deh, aku lagi asyik nih"jawab Agus
sambil terus mengocok kontolnya di pantatku. "Gimana Rima? Bolehkan? Enak lo
di dobelin aku sering kok "pinta Anggi. "Ah..jangan deh "kataku.
"Sudahlah Rima, kasih saja aku rela kok"kata Dino. Tiba-tiba Agus merayap di
bawahku dan menciumi tetekku. Kontolnya dipegang oleh Anggi dan diarahkan ke
nonokku. Dengan sekali hentakan, kontol itu masuk ke nonokku. "Jaang "kataku
hendak berteriak jangan tetapi terlambat, kontol itu sudah masuk ke nonokku.
Jadilah aku dientot dan disodomi . ½ jam Agus dan Dino mengocok kontolku. Aku
lemes sekali baru sekali dientot sudah diduain tanganku sudah tidak kuat
menopang badanku. Kakiku lemes sekali. Kenikmatan itu sendiri tidak ada
duanya .aku sebenarnya jadi senang dientot berdua begini tapi mungkin kali ini
kurang siap.

Aku keluar 2 kali sebelum Agus mencopot kontolnya dan memasukkan kontolnya
ke mulut Anggi. Anggi menghirup peju yang keluar dari kontol Agus dengan
nikmat. Kemudian Dino melakukan hal yang sama, tadinya aku ragu untuk
menghirupnya, tapi lagi-lagi rasa penarasan pada diriku membuatku ingin
rasanya menikmati pejunya Dino. Dino memuntahkan pejunya di
mulutku akupun menelannya. Ah..rasanya asin dan agak amis setelah kontolnya
bersih, Dino mencopot kontolnya dan menciumku yang sudah KO di kasur.
"Terima kasih sayang aku puas dan sayang sama kamu "katanya lembut. Aku
diam saja sambil merasakan kenikmatan yang baru pertama kali aku rasakan.
Badanku lemes sekali Kulihat di seprai ada bercak merah..darah keperawananku
dan mungkin bercampur dengan sedikit darah dari pantatku yang mungkin juga
sobek karena dirasuki kontol Dino. Aku mencoba duduk, ah masih terasa sakit di
kedua lubangku itu, lalu aku menangis di pelukan Dino ."Din, aku sudah enggak
perawan lagi sekarang jangan tinggalkan aku yaa ."kataku pada Dino. Kulihat
Anggi dan Agus sudah tidur berpelukan dalam keadaan telanjang bulat.

"Iya sayang aku makin cinta sama kamu aku janji enggak akan meninggalkanmu
tapi kamu harus janji yaa "katanya. "Bener Din? Kamu enggak ninggalin aku?
Tapi janji apa ?"kataku balik bertanya. "Janji, kita akan mengulangi ini lagi aku
bener-bener ketagihan sekarang sama nonokmu dan juga pantatmu, sayang
"kata Dino sambil mengelus rambutku. Aku diam saja, aku juga ingin lagi..aku
juga ketagihan kataku dalam hati. "Janji ya sayang "katanya lagi mendesakku.
Aku hanya mengangguk. "Sudah jangan nangis sekarang kamu mau langsung
pulang atau mau istirahat dulu?"tawar Dino. Aku pilih istirahat dulu lalu akupun
tertidur berpelukan dengan Dino. Hari ini baru pertama kali aku berkenalan
dengan sex. Ternyata enak dan nikmat.

Bersambung