Anda di halaman 1dari 15

TEORI BEHAVIORISME

PRINSIP PRINSIP TEORI BEHAVIORISME


1. Obyek psikologi adalah tingkah laku
2. semua bentuk tingkah laku di kembalikan pada reflek
3. mementingkan pembentukan kebiasaan
ADA DUA ALIRAN BESAR DALAM TEORI BEHAVIORISME
1. reflek bersarat dari rusia di antaranya PAVLOV dkk
2. behaviorisme dari amerika di antaranya THORNDIKE dkk
A .Teori Belajar Behaviouristik

Pengertian
Adalah teori belajar yang lebih menekankan pada tingkah laku manusia. Memandang
individu sebagai makhluk reaktif yang memberirespon terhadap lingkungan.Pengalaman dan
pemeliharaan akan membentuk perilaku mereka.

Kerangka Berfikir Teori


Ciri dari teori ini adalah mengutamakan unsur-unsur dan bagian kecil, bersifat mekanistis,
menekankan peranan lingkungan, mementingkan pembentukan reaksi atau respon,
menekankan pentingnya latihan,mementingkan mekanisme hasil belajar,mementingkan
peranan kemampuan dan hasil belajar yang diperoleh adalah munculnya perilaku yang
diinginkan. Pada teori belajar ini sering disebut S-R psikologis artinya bahwa tingkah laku
manusia dikendalikan oleh ganjaran atau reward dan penguatan atau reinforcement dari
lingkungan. Dengan demikian dalam tingkah laku belajar terdapat jalinan yang erat antara
reaksi-reaksi behavioural dengan stimulusnya. Guru yang menganut pandangan ini
berpandapat bahwa tingkahlaku siswa merupakan reaksi terhadap lingkungan dan
tingkahllaku adalah hasil belajar.

TEORI BEHAVIORISME

Dalam teori behaviorisme, ingin menganalisa hanya perilaku yang nampak saja, yang dapat
diukur, dilukiskan, dan diramalkan. Teori kaum behavoris lebih dikenal dengan nama teori
belajar, karena seluruh perilaku manusia adalah hasil belajar. Belajar artinya perbahan
perilaku organise sebagai pengaruh lingkungan. Behaviorisme tidak mau memperoalkan
apakah manusia baik atau jelek, rasional atau emosional; behaviorisme hanya ingin
mengetahui bagaimana perilakunya dikendalian oleh faktor-faktor lingkungan. Dalam arti
teori belajar yang lebih menekankan pada tingkah laku manusia. Memandang individu
sebagai makhluk reaktif yang memberirespon terhadap lingkungan. Pengalaman dan
pemeliharaan akan membentuk perilaku mereka. Dari hal ini, timbulah konsep ”manusia
mesin” (Homo Mechanicus). Ciri dari teori ini adalah mengutamakan unsur-unsur dan bagian
kecil, bersifat mekanistis, menekankan peranan lingkungan, mementingkan pembentukan
reaksi atau respon, menekankan pentingnya latihan, mementingkan mekanisme hasil
belajar,mementingkan peranan kemampuan dan hasil belajar yang diperoleh adalah
munculnya perilaku yang diinginkan. Pada teori belajar ini sering disebut S-R psikologis
artinya bahwa tingkah laku manusia dikendalikan oleh ganjaran atau reward dan penguatan

1
atau reinforcement dari lingkungan. Dengan demikian dalam tingkah laku belajar terdapat
jalinan yang erat antara reaksi-reaksi behavioural dengan stimulusnya. Guru yang menganut
pandangan ini berpandapat bahwa tingkahlaku siswa merupakan reaksi terhadap lingkungan
dan tingkahl laku adalah hasil belajar.

Prinsip-prinsip teori behaviorisme :

- Obyek psikologi adalah tingkah laku

- semua bentuk tingkah laku di kembalikan pada reflek

- mementingkan pembentukan kebiasaan

Adapun beberapa tokoh-tokoh behavioris yang berkembang dari tahun 1874 sampai
saat sekarang ini :

Edward Edward Lee Thorndike (1874-(1874-1949))

Menurut Thorndike belajar merupakan peristiwa terbentuknya asosiasi-asosiasi


anatara peristiwa yang disebut stimulus dan respon. Teori belajar ini disebut teori
“connectionism”. Eksperimen yang dilakukan adalah dengan kucing yang dimasukkan pada
sangkar tertutup yang apabila pintunya dapat dibuka secara otomatis bila knop di dalam
sangkar disentuh. Percobaan tersebut menghasilkan teori Trial dan Error. Ciri-ciri belajar
dengan Trial dan Error Yaitu : adanya aktivitas, ada berbagai respon terhadap berbagai
situasi, adal eliminasai terhadap berbagai respon yang salah, ada kemajuan reaksi-reaksi
mencapai tujuan.

Thorndike menemukan hukum-hukum :

1. Hukum kesiapan (Law of Readiness)

Jika suatu organisme didukung oleh kesiapan yang kuat untuk memperoleh stimulus maka
pelaksanaan tingkah laku akan menimbulkan kepuasan individu sehingga asosaiasi cenderung
diperkuat.

2. Hukum latihan

Semakin sering suatu tingkah laku dilatih atau digunakan maka asosiasi tersebut semakin
kuat.

3. Hukum akibat

Hubungan stimulus dan respon cenderung diperkuat bila akibat menyenangkan dan
cenderung diperlemah jika akibanya tidak memuaskan.

2
Ivan Petrovich Pavlov (1849-1936)

Teori pelaziman klasik adalah memasangkan stimuli yang netral atau stimuli yang
terkondisi dengan stimuli tertentu yang tidak terkondisikan, yang melahirkan perilaku
tertentu. Setelah pemasangan ini terjadi berulang-ulang, stimuli yang netral melahirkan
respons terkondisikan.

Pavlo mengadakan percobaan laboratories terhadap anjing. Dalam percobaan ini


anjing di beri stimulus bersarat sehingga terjadi reaksi bersarat pada anjing. Contoh situasi
percobaan tersebut pada manusia adalah bunyi bel di kelas untuk penanda waktu tanpa
disadari menyebabkan proses penandaan sesuatu terhadap bunyi-bunyian yang berbeda dari
pedagang makan, bel masuk, dan antri di bank. Dari contoh tersebut diterapkan strategi Pavlo
ternyata individu dapat dikendalikan melalui cara mengganti stimulus alami dengan stimulus
yang tepat untuk mendapatkan pengulangan respon yang diinginkan. Sementara individu
tidak sadar dikendalikan oleh stimulus dari luar. Belajar menurut teori ini adalah suatu proses
perubahan yang terjadi karena adanya syarat-syarat yang menimbulkan reaksi.Yang
terpenting dalam belajar menurut teori ini adalah adanya latihan dan pengulangan.
Kelemahan teori ini adalah belajar hanyalah terjadi secara otomatis keaktifan dan penentuan
pribadi dihiraukan.

Skinner (1904-1990)

Skinner menganggap reward dan rierforcement merupakan factor penting dalan


belajar. Skinner berpendapat bahwa tujuan psikologi adalah meramal mengontrol tingkah
laku. Pda teori ini guru memberi penghargaan hadiah atau nilai tinggi sehingga anak akan
lebih rajin. Teori ini juga disebut dengan operant conditioning. . Operans conditioning adalah
suatu proses penguatan perilaku operans yang dapat mengakibatkan perilaku tersebut dapat
diulang kembali atau menghilang sesuai keinginan.

Operant conditing menjamin respon terhadap stimuli.Bila tidak menunjukkan stimuli


maka guru tidak dapat membimbing siswa untuk mengarahkan tingkah lakunya. Guru
memiliki peran dalam mengontrol dan mengarahkan siswa dalam proses belajar sehingga
tercapai tujuan yang diinginkan

Prinsip belajar Skinners adalah :

- Hasil belajar harus segera diberitahukan pada siswa jika salah dibetulkan jika benar diberi
penguat.

- Proses belajar harus mengikuti irama dari yang belajar. Materi pelajaran digunakan sebagai
sistem modul.

- Dalam proses pembelajaran lebih dipentingkan aktivitas sendiri, tidak digunakan hukuman.
Untuk itu lingkungan perlu diubah untuk menghindari hukuman.

- Tingkah laku yang diinginkan pendidik diberi hadiah dan sebaiknya hadiah diberikan
dengan digunakannya jadwal variable ratio reinforcer.

- dalam pembelajaran digunakan shapping

3
Albert Bandura (1925-sekarang)

Ternyata tidak semua perilaku dapat dijelaskan dengan pelaziman. Bandura


menambahkan konsep belajar sosial (social learning). Ia mempermasalahkan peranan
ganjaran dan hukuman dalam proses belajar. Kaum behaviorisme tradisional menjelaskan
bahwa kata-kata yang semula tidak ada maknanya, dipasangkan dengan lambak atau obyek
yang punya makna (pelaziman klasik).

Teori belajar Bandura adalah teori belajar social atau kognitif social serta efikasi diri
yang menunjukkan pentingnya proses mengamati dan meniru perilaku, sikap dan emosi orang
lain. Teori Bandura menjelaskan perilaku manusia dalam konteks interaksi tingkah laku
timbale balik yang berkesinambungan antara kognitine perilaku dan pengaruh lingkungan.
Factor-faktor yang berproses dalam observasi adalah perhatian, mengingat, produksi motorik,
motivasi.

Behaviorsime memang agak sukar menjelaskan motivasi. Motivasi terjadi dalam diri
individu, sedang kaum behavioris hanya melihat pada peristiwa-peristiwa eksternal. Perasaan
dan pikiran orang tidak menarik mereka. Behaviorisme muncul sebagai reaksi pada psikologi
”mentalistik”.

Referensi :

1. Matakuliah Psikologi Belajar dan Pembelajaran (Dosen : A. Setyandari, S.Pd Psi.)


2. http://www.freewebs.com/hijrahsaputra/catatan/TEORI%20BELAJAR%20DAN
%20PEMBELAJARAN.htm
3. http://rohman-makalah.blogspot.com/2008/07/teori-belajar-akhmad-sudrajat-m.html

4
TEORI-TEORI KOGNITIF
PENGENALAN
Pada masa dahulu, apabila memperkatakan tentang sikap, manusia tidak dikaitkan dengan
bidang psikologi walaupun kajian terhadapnya telah dilakukan sekian lama. Pada awalnya,
ideaidea ahli psikologi memikirkan tingkah laku manusia dipengaruhi oleh naluri, diikuti pula
dengan teori tingkah laku yang mengatakan manusia menghasilkan tingkah laku adalah kesan
daripada pembelajaran kerana manusia dianggap seperti mesin dan minda manusia adalah
kosong. Setelah timbul kesedaran bahawa otak manusia adalah berfungsi untuk melahirkan
tingkah laku, maka lahirlah teori-teori yang mengkaji bagaimana minda manusia memainkan
peranannya. Berikut dengan itu juga kajian mengenai sikap dan tingkah laku manusia
dijalankan.
Pendekatan kognitif menekankan pada proses mental dalaman. Maklumat yang diterima
diproses melalui pemilihan, perbandingan dan penyatuan dengan maklumat lain yang sedia
ada dalam ingatan. Penyatuan maklumat ini kemudian akan diubah dan disusun semula. Hasil
pemikiran bergantung pada proses mental dalaman tersebut. Ahli-ahli psikologi kognitif
menekankan bahawa kita bukanlah penerima rangsangan-rangsangan yang pasif. Sebaliknya
otak kita akan memproses secara aktif maklumat yang diterima dan menukarkan maklumat
kepada bentuk atau kategori baru. Seseorang individu itu seharusnya memaksimumkan
penggunaan minda mereka supaya mereka dapat menjadi pemikir yang aktif. Sebagai
manusia yang telah dikurniakan otak untuk berfikir, kita seharusnya dapat bertindak balas
degan sewajarnya apabila menerima sesuatu maklumat dan bersedia pula untuk berubah sikap
jika kita dapati bahawa idea kita sebelum ini adalah salah atau negatif.

Teori-Teori / Model
Teori-Teori / Model yang membincangkan tentang perubahan sikap ialah :
1 Model Respons Kognitif (Kognitif respons Theory)
2 Teori Kognitif Percanggahan (Percanggahan Cognitive Theory )
3 Teori Perkembangan Kognitif (Cognitive Development Theory)
Latar Belakang Anthony G. Greenwald
Pelopor asas Teori Kognitif Respons ini ialah Anthony G. Greenwald. Dari tahun 1965
hingga 1986 beliau menjadi pembantu pensyarah di Jabatan Psikologi, Universiti Ohio.
Kemudian, beliau merupakan pensyarah di Jabatan Psikologi, Universiti Washington dari
tahun 1986 hingga sekarang.. Beliau pernah belajar di kolej Yale dan Universiti Harvard dan
kemudian memperoleh Ph. D beliau dalam tahun 1963. Beliau menjadi penyunting dalam
Jurnal Personaliti dan Psikologi Sosial dari tahun 1977 – 1979. Dari tahun 1998 – 2004,
beliau memenangi anugerah sains di Institut Kebangsaan Kesihatan Mental. Beliau juga
mengarang beberapa jurnal artikel yang memberi implikasi dalam sikap dan perubahan sikap,
kognitif sosial, kognitif ketidaksedaran, sikap dan kognitif sosial, penyelidikan metodeologi,
ganjaran dan dendaan pembelajaran, stereotaip, mengkategorikan pelajar dalam pendidikan
tinggi, kawalan perhatian dan tindakan manusia.

1 Model Respons Kognitif (Kognitif respons Theory)


Satu teori yang cuba menerangkan bagaimana manusia memperoleh dan berubah sikap
mereka apabila bertindak ke atas komunikasi berbentuk pemujukan. Teori memberi fokus
kepada kenyataan bahawa penerima sesuatu maklumat bukan sekadar memberi tindak balas
terhadap maklumat yang diterima, tetapi juga menggerakkan pemikirannya terhadap
maklumat tersebut.

5
Apabila seseorang menerima sesuatu perkara, maklumat yang cuba memberi mesej tentang
sesuatu perkara, maklumat tersebut akan dihubung kaitkan dengan pengetahuan sedia-ada,
menjadikan pemikirannya bertindak balas secara aktif terhadap maklumat yang diterima.
Teori ini mula diambil perhatian oleh Anthony G. Greenwald pada tahun 1930 an. Kajian
beliau adalah berkenaan dengan perubahan sikap. Perubahan sikap ini berhubung dengan
pembelajaran, persepsi, fungsi dan konsistensi. Keistimewaan teori ini adalah teori ini
diambil daripada teori-teori yang lain dan dengan mengumpulkan teori-teori ini, maka
muncullah apa yang dikenali oleh Greenward sebagai Kognitif respons

Komponen di dalam Kognitif Respons :


Jika diminta untuk menyenaraikan hasil pemikiran seseorang yang bersesuaian dengan mesej
yang diberikan, didapati boleh dibahagikan kepada 3 kategori iaitu :
1 Kekutuban
2 Asal
Kriteria Yang Terdapat dalam Kognitif respons Model
Terdapat empat kriteria yang menentukan Kognitif respons Model ini yang membezakannya
dengan kajian-kajian yang lain dalam mengkaji sikap. Kriteria- kriteria tersebut ialah :
I Peranan Produksi
II Kajian Multidimensi
i Teori Kualitatif

Kualitatif digunakan untuk menjangkakan sikap sama ada pro atau kontra terhadap sesuatu
maklumat dalam mencari struktur dalam pemikiran. Kualitatif melibatkan perangkaan.

ii Teori Berasaskan Ingatan

Apabila manusia berhadapan dengan sesuatu maklumat yang tidak dijangkakan, kognitif akan
mencari semula maklumat daripada stor ingatan dan kemudiannya cuba mengaitkannya
dengan maklumat yang baru diterima. Pendek kata, ia memberitahu kita apa yang mendesak
seorang ketika mereka berdepan dengan situasi yang tidak dijangka dan di desak untuk
membuat keputusan terhadap sikap mereka dengan objek –objek. Teori Berasaskan Ingatan
adalah bertentangan dengan teori pusat maklumat yang mana Pusat maklumat Teori ini cuma
menitikberatkan sama ada menerima atau menolak sesesuatu maklumat baru. Teori
Berasaskan Ingatan mengiktiraf bahawa penerimaan sesuatu maklumat daripada satu teks
tertentu adalah aktif dan bukannya pasif.

Implikasi Kognitif respons


Anthony G.Greenwald menghasilkan Kognitif respons pada tahun 1968 dan telah digunakan
dalam bidang pengiklanan oleh Peter Wright di dalam bidang pemasaran kerana ia
membekalkan pemahaman yang penting tentang pujukan dan lebih-lebih lagi cuba membuat
ramalan terhadap gangguan, ulangan dan isu-isu yang terlibat. Peter Wright mendapati
bahawa iklan mampu mengubah pemikiran pengguna dan seterusnya mempengaruhi sikap
pengguna.
Beliau telah menggunakan kaedah lisan dalam kajiannya untuk mengukur kognitif respons
terhadap sesuatu iklan itu. Hasil dapatan Peter Wright, beliau menyusun kognitif respons ke
dalam tiga kategori iaitu :

6
KELEMAHAN MODEL KOGNITIF RESPONS
Satu masalah yang ketara dalam Model Kognitif respons ini ialah ia terlalu bergantung
kepada teori-teori yang lain. Satu teori tidak cukup untuk menerangkan perubahan sikap
seorang dengan berkesan. Terdapat satu perasaan yang menyeluruh bahawa teori ini cuba
memahami bagaimana perubahan sikap diperlukan, akan tetapi matlamat itu tidak jelas
tercapai. Ia kelihatan tidak mungkin untuk memahami dengan tepat bagaimana sikap berubah
dan kemudian juga ia tidak realistik dan diterangkan ke atas semua perubahan sikap.
Selain itu, teori ini sangat bergantung kepada fakta bahawa perubahan dalam sikap
adalah sebagai kesan akibat daripada kesedaran dan proses pemikiran yang aktif.

IMPLIKASI KOGNITIF RESPONS MODEL TERHADAP PEMBELAJARAN


1 Pengiklanan
2 Peranan Guru Di Kelas
3 Alat Bantu Mengajar
TEORI PERCANGGAHAN KOGNITIF

Bagaimana seseorang itu tergerak untuk bertindak? Sebenarnya terdapat satu daya dalaman
dan proses yang kompleks dalam diri manusia untuk menyumbang ke arah terhasilnya
tingkah laku.
Kajian telah membuktikan bahawa dalam menghasilkan sesuatu tingkah laku, banyak
melibatkan akal, perasaan, interaksi dengan persekitaran. Proses tersebut melibatkan
motivasi, kognitif dan pembelajaran.

Latar Belakang Leon Festinger


Leon Festinger ini dilahirkan Pada 8 Mei pada tahun 1919 dan meninggal pada 11 Februari
1989. Beliau merupakan ahli psikologi sosial yang terkenal dengan Teori Kognitif Ketekalan.
Leon Festinger memperoleh Sarjana muda sains dari Kolej Bandar di New York pada tahun
1939. Kemudian beliau memperoleh Ph. D dari Universiti Iowa pada tahun 1942. Semasa di
Universiti Iowa, beliau menjalankan kerja penyelidikan akademik di bawah seorang ahli
psikologi Jerman bernama Kurt Lewin. Kurt lewin sebagai mana yang kita ketahui
memperkenalkan “Field Theory ” yang mana pada ketika itu telah banyak mempengaruh
kajian Festinger. Selepas menamatkan pengajian Ph. D pada tahun 1942, Leon Festinger
mengikut Kurt Lewin ke Kumpulan Dinamik Pusat Penyelidikan di Institut Teknologi
Massachusetts dan menjadi penolong pensyarah di situ.

Kajian Leon Festinger


Festinger berjaya menyertai kumpulan berkeagamaan kuat tadi dan menghadiri mesyuarat
mereka. Seorang wanita dianggap memiliki kebolehan memberitahu apa yang akan berlaku
pada masa hadapan. Teorinya meramalkan bahawa kebanyakan penganut agama tidak akan
berubah kepercayaan dan idea mereka ke atas wanita tersebut sekiranya ramalan banjir tidak
berlaku. Mengikut Teori Percanggahan Kognitif kebanyakan penganut agama akan
mempercayai dengan kuat kepada wanita tersebut walaupun wanita tadi telah dibuktikan
tanggapan banjirnya adalah salah kemudian. Itu adalah apa yang berlaku dan menjadi
kenyataan kemudian. Banyak pengikut –pengikut agama menjual harta dan barang
kepunyaan dan ada kalanya meletakkan jawatan kerja mereka untuk menanti ketibaan dunia
akhirat ini.

7
Teori Percanggahan Kognitif
Kognitif Percanggahan adalah keadaan ketidakselesaan atau ketegangan dalam individu
tersebut bila individu tersebut berasa dirinya mempunyai idea atau tanggapan yang tidak
selaras dengan orang lain. Apabila munculnya situasi percanggahan ini, seseorang itu akan
cuba mengurangkan jumlah ketegangan atau ketidakselesaan dengan mengubah kepercayaan
atau mengubah pendapat mereka.
Percanggahan ini mungkin berbentuk percanggahan di antara sikap dengan sikap atau
tingkah laku dengan tingkah laku atau sikap dengan tingkah laku. Misalnya, seseorang wanita
menentang prejudis (sikap). Dia tidak sukakan pekerja lelaki bekerja di pejabatnya (sikap).
Ini merupakan satu “percanggahan” antara sikap dengan tingkah laku. Contoh seterusnya,
seorang ingin mengamalkan diet (sikap), tetapi setiap hari dia makan makanan pada kuantiti
yang tinggi (tingkah laku). Di sini, kita dapat lihat “percanggahan” antara sikap dengan
tingkah laku seseorang. Gangguan seumpama ini akan mendorong seseorang untuk bertindak
iaitu kenyataan yang bertentangan dengan kepercayaan dan tingkah lakunya. Bila seseorang
diganggu dan didorong untuk bertindak, proses pembelajaran berlaku.

Empat bidang Kajian Percanggahan Kognitif Oleh Festinger


Leon Festinger (1957) dalam bukunya A Theory of Cognitive Percanggahan membincang
tentang empat bidang sebagai sokongan ke atas teorinya.
1 Percanggahan pos keputusan
2 Pematuhan Paksaan
3 Pendedahan kepada Informasi.
4 Sokongan
Kesimpulan
Teori Percanggahan Kognitif adalah tidak selaras di antara dua atau lebih pendapat atau idea.
Percanggahan boleh memotivasikan tingkah laku atau mengubah pendapat seseorang. Kajian
Festinger menunjukkan pendapat dan kepercayaan boleh diubah untuk memadai pelbagai
situasi sosial. Berdasarkan pada prinsip-prinsip asas tentang Percanggahan kognitif bolehlah
dikatakan bahawa berlakunya ketakserasian apabila wujudnya dua pemikiran atau kognitif
yang bercanggah . Percanggahan ini hanya boleh dikurangkan melalui perubahan sikap dan
tindakan, mencari sokongan kognitif orang lain atau menolak segala ketakserasian yang
dianggap tidak EORI PERKEMBANGAN KOGNITIF
Ahli psikologi Eropah telah lama mengenal pasti asas pembentukan mental dan hubungannya
dengan perkembangan kognitif manusia. Mereka menyarankan bahawa minda memainkan
peranan penting dalam aspek perkembangan yang dilalui oleh manusia.

Latar Belakang Jean Piaget


Piaget merupakan seorang ahli biologi yang cukup terlatih. Beliau berasal dari Switzerland
dan telah menggunakan model biologi untuk menghuraikan perkembangan kognitif manusia.
Pada pandangan Piaget, minda boleh berkembang, berubah dan dapat mengadaptasi masalah
yang berlaku apabila berinteraksi dengan persekitaran. Piaget dan ahli psikologi kognitif
sering kala dikenal sebagai ahli struktur disebabkan mereka mementingkan struktur
pemikiran manusia (Gardner, 1973).
Di usia remajanya beliau berminat dalam bidang biologi dan epistemologi iaitu suatu bidang
ilmu dalam bidang falsafah yang banyak membicarakan tentang perkembangan dan perolehan
pengetahuan manusia. Latar belakang beliau ini memberikan banyak sumbangan kepada
bidang psikologi yang mula diceburi oleh Piaget setelah beliau bekerja dengan Binet untuk
membentuk ujian kecerdasan mental. Semasa bekerja dengan Binet, Piaget tidak berminat
untuk melihat hasil jawapan betul yang diberikan oleh kanak-kanak, tetapi beliau lebih
berminat untuk melihat polapola yang ditunjukkan oleh kanak-kanak apabila mereka
8
memberikan sumbangan pengetahuan bagaimana proses pembentukan pemikiran
berkembang di kalangan kanak-kanak.

Jadual 1: Konsep-Konsep Asas Berhubung Dengan Teori Kognitif Piaget


Konsep Takrif
Skemata Struktur kognitif yang berubah untuk mengadaptasikan maklumat baru
Asimilasi Penerimaan maklumat baru sebagai selaras dengan skemata sedia ada
Akomodasi Pengubahsuaian skemata yang ada bagimenerima maklumat baru
Keseimbangan Gabungan proses asimilasi dan adaptasi yang membantu dalam keseimbangan
terhadap pengetahuan, kepercayaan dan pengalaman.
Piaget mengatakan tiap-tiap kanak-kanak mempunyai corak perkembangan mereka yang
bersendirian. Dengan sebab itu, kanak-kanak yang di dalam sesuatu darjah itu bukan sahaja
berlainan peringkat kebolehan mereka tetapi juga berlainan kecepatan perkembangan kognitif
mereka. Piaget berpendapat bahawa perkembangan kognitif itu berlaku dengan
berperingkatperingkat dan peringkat yang lebih awal adalah mustahak bagi perkembangan
peringkatperingkat yang berikutnya kerana peringkat-peringkat yang lebih awal itu menjadi
asas bagi perkembangkan yang berikutnya.

Tahap-Tahap Perkembangan Mental


Piaget mendapati kemampuan mental manusia muncul di tahap tertentu dalam proses
perkembangan yang dilalui. Beliau telah membahagikan perkembangan kognitif kepada
empat tahap mengikut urutan umur. Tahap-tahap perkembangan itu ialah :
1) Tahap Sensori Motor atau deria motor ( sejak dilahirkan - 2 tahun )
2) Tahap Pra Operasi ( 2 tahun - 7 tahun )
3) Tahap Operasi Konkrit ( 7 tahun - 11 tahun )
4) Tahap Operasi Formal ( 11 tahun - 15 tahun )

Teori Erikson
Seorang tokoh lagi yang bernama Eric Erikson berpendapat bahawa kehidupan manusia
adalah melalui lapan tahap psikososial yang berkembang dari tahap ke tahap seterusnya
dengan mempunyai ciri-ciri berlawanan di tahap-tahap tertentu. Pada setiap peringkat bayi,
kanak-kanak, zaman bermain, sekolah, remaja, awal dewasa dan tua terdapat konflik sosial
yang akan diatasi untuk perkembangan seterusnya.
Yang paling jelas dari hasil kajian Erikson ialah individu merupakan individu yang
dinamik dan bukan statik dan dia mempunyai identiti tersendiri. Ini jelas kelihatan di tahap
pertama Erikson ialah kepercayaan berlawanan ketidakpercayaan. Erikson berpendapat
darjah kepercayaan bayi bergantung kepada nilai jagaan dan pemeliharaan ibu bapa atau
orang lain yang menjaganya. Jika kehendak-kehendak bayi dipenuhi seperti mendapat
makanan, minum, perhatian dan kasih sayang, dia akan memperoleh harapan untuk terus
hidup. Sebaliknya, jika tidak, bayi berkenaan akan tidak dapat mempercayai orang di
sekitarnya dan akan menjadi defensif serta akan cuba melindungi dari persekitaran yang tidak
memberangsangkan nya. Ini bercanggah dengan pendapat Jean Piaget di mana beliau
berpendapat kanak-kanak pada setiap tahap mempunyai perkembangan tertentu
Jadual 2: Teori Eric Erickson dan Tahap Psikososial Tahap Keadaan Sosial Ekoran
Psikososial

1. Lahir hingga 1 tahun


Sokongan, pemberian keperluan asas, ada kesinambungan hidup.
Kekurangan sokongan, penafian, tidak konsisten. Mempercayai Tidak mempercayai

9
2. 2 hingga 3 tahun
Mengendalikan sendiri dan sokongan. Perlindungan yang berlebihan, kekurangan
sokongan dan keyakinan Kebebasan Keraguan

3. 4 hingga 5 tahun
Galakan, peluang sendiri, bertanya Tiada peluang, perasaan negative Inisiatif Perasaan
bersalah

6 hingga 11 tahun
Kemahiran diri, pendidikan yang cukup dan produktif, menjadi model yang baik
Kurang latihan, arah dan sokongan. Kerajinan Rendah diri

5. 12 hingga 19 tahun
Kestabilan dalaman yang berterusan, kefahaman mendalam mengenai model seks,
mendapatkan maklum balas positif. Kekeliruan tujuan, maklum balas yang kurang
jelas, kurang memahami ekspektasi. Identiti Kekeliruan peranan

6. Awal 20 hingga 35
Meluaskan kemesraan, persefahaman, mempercayai.Kesunyian Kemesraan Pengasingan

7. 36 hingga 55
Tujuan hidup, produktiviti Kekurangan perkembangan diri Kebolehan menghasilkan sesuatu
Terhenti

8. 55 tahun ke atas
Perasaan mesra, perpaduan, berarah Kurang kesempurnaan, ketidakpuashatian.
Kesempurnaan hidup Putus harapan

Implikasi Teori Piaget Dalam Pengajaran & Pembelajaran


Satu lagi pandangan tentang cara manusia belajar dan memperoleh pengetahuan ialah secara.
Penggerak utama Kognitivisme adalah Jean Piaget. Idea utama Kognitivisme adalah
perwakilan mental. Semua idea dan imej dalam minda individu diwakilimelalui
Kognitivisme struktur mental yang dikenali sebagai skema. Skema akan menentukan
bagaimana data dan maklumat ini secocok dengan skema yang ada, maka murid akan
menyerap maklumat tersebut ke dalam skema ini. Sekiranya tidak secocok dengan skema
yang ada, maklumat ini mungkin ditolak atau diubah suai atau skema akan diubah suai.
Bertitik tolak daripada pandangan kognitivisme ini maka lahirlah satu pandangan tentang
cara manusia belajar iaitu secara Konstruktif. Mengikut Konstruktif, pengetahuan dibina
secara aktif oleh murid yang berfikir. Murid ini tidak menyerap secara pasif sebarang
pengetahuan yang disampaikan oleh gurunya, sebaliknya murid akan menyesuaikan sebarang
maklumat baru dengan pengetahuan sedia ada mereka untuk membentuk pengetahuan baru
dalam mindanya dengan bantuan interaksi sosial bersama rakan dan gurunya.

Teori Konstruktif
Dalam buku Anita E woolfolk, Piaget menganggap pembelajaran sebagai satu proses
konstruktif kerana individu dikehendaki menyusun semula pemahaman dan minda mereka
terlebih dahulu.Turut penting dalam memahami fahaman konstruktif adalah keupayaan
seorang yang berbeza dari segi penggunaan otak kiri atau otak kanan bagi membentuk pelajar
yang Global atau Analitik.
10
Teori Pemerolehan bahasa

Linguistik dan pengajaran bahasa berhubung rapat antara satu sama lain. Ini disebabkan
pengajaran bahasa seiring dengan pertumbuhan bahasa. Beberapa abad sebelum Masehi
golongan Brahmin di India memperoleh pelajaran Sanskerta daripada ahli-ahli tatabahasa
melalui pendekatan yang sudah sedia maju.
Sebenarnya perkembangan dalam pengajaran dan pembelajaran bahasa tidak begitu banyak
berubah semenjak Zaman Yunani sehinggalah pada awal kurun ke-20 ini. Walau
bagaimanapun perkembangan alat-alat bantu telah mempengaruhi bidang pengajaran
bahasa.
Dalam bidang pengajaran bahasa seseorang guru itu perlu tahu linguistik. Ahli linguistik
bukan menentukan kegunaan linguistik dalam bidang pengajaran tetapi terpulanglah kepada
para pendidik untuk menentukan kegunaan linguistik dalam bidang pengajaran.
Robert Lado (1980: 12), menegaskan:
"Kalau hendak menjadi guru bahasa, maka kebolehan bercakap dalam bahasa itu sahaja tidak
mencukupi. Penutur bahasa ibu itu sekalipun tidak dapat memandu pelajar melainkan dia
dapat mengasing-asingkan dan menunjukkan pelbagai-bagai unsur dalam bahasa tersebut.
Dia mestilah mengetahui deskripsi bahasa tersebut. Dia harus mengetahui fakta-fakta
linguistik mengenai bahasa ibu pelajar supaya dia mengetahui masalah mereka dalam
mempelajari bahasa matlamat mereka."

Sehubungan dengan itu, ilmu linguistik banyak memberi manfaat dalam pengajaran bahasa.
Bidang linguistik yang digunakan dalam pengajaran bahasa merupakan linguistik gunaan atau
terapan, iaitu sebagai suatu bidang ilmu yang mempunyai tempat yang tersendiri dalam dunia
keilmuan. Linguistik gunaan berdasarkan teori dan prinsip dan bukan hanya semata-mata
bergantung kepada teknik, ataupun prosedur mempraktik sesuatu tetapi cuba melihat prinsip,
rasional, generalisasi, hipotesis serta teori yang dapat membantu menerangkan fenomena atau
aktiviti yang dihadapinya secara praktikal.
Linguistik juga merupakan suatu sains yang mengkaji bahasa. Ini dijelaskan lagi oleh S. Pit
Corder (1973: 82) 'Linguistics, or, to be more specific, theoretical linguistics, is often called
the scientific study of language'. Dalamnya terdapat teori dan teknik-teknik menganalisis
bahasa yang dipelajari oleh ahli-ahli bahasa untuk merumus sesuatu bahasa melalui
pemerhatian-pemerhatian mereka terhadap bahasa. Penggunaan teori-teori dan teknik-teknik
dalam linguistik seseorang ahli bahasa dapat menghuraikan serta menganalisis sesuatu bahasa
itu dengan objektif.
Dalam ilmu linguistik terdapat beberapa bidang kajian yang bergabung di dalamnya seperti
sosiolinguistik, psikolinguistik, linguistik komputer, linguistik gunaan dan sebagainya. Setiap
satu bidang ini menjadi cabang linguistik yang berkembang hingga menjadi disiplin
tersendiri. Sebagai contoh linguistik gunaan yang mengkaji linguistik dalam bidang
pengajaran dan pembelajaran, bahasa telah berkembang begitu luas dan penting menjadi
suatu disiplin yang giat dikaji dan dipelajari sekarang. Dalam bidang ini, linguistik digunakan
untuk mengkaji kaedah mengajar bahasa, menguji kemahiran bahasa, membentuk bahan
mengajar dan sebagainya.
Oleh itu, pengajaran pula merupakan suatu organisasi yang dirancangkan dan diolah oleh
guru untuk menyampaikan pemahaman tentang maklumat atau pengetahuan tertentu kepada
pelajar-pelajarnya dalam suatu suasana yang dipanggil bilik darjah.

11
Koh Boh Boon menyatakan pengajaran merupakan suatu proses kompleks yang dipengaruhi
oleh pelbagai unsur termasuk kualiti pengajar, kecerdasan, bakat dan minat pelajar serta
pengaruh motivasi, persekitaran sekolah, rumah dan dorongan ibu bapa terhadap pelajar itu.
Oleh sebab itu, pengajaran bahasa sebagai cara-cara guru menyampaikan maklumat kepada
pelajarnya tentang bagaimana sesuatu bahasa itu digunakan. Dalam usaha menyampaikan
pengetahuan itu, seseorang guru menggunakan pelbagai kaedah untuk membolehkan pelajar
memahami dan menggunakan bahasa yang diajar itu dengan betul berdasarkan rumus-rumus
tatabahasanya.

Kegunaan Linguistik Dalam Pengajaran Bahasa


Penggunaan linguistik dalam pengajaran selalunya dikenali sebagai linguistik gunaan dan ini
termasuklah kajian fonetik, fonologi, morfologi, sintaksis, semantik dan kadang-kadang
termasuk juga tajuk-tajuk lain seperti psikolinguistik dan sosiolinguistik yang masing-masing
memberi tumpuan pada teori pemerolehan dan situasi bahasa. Dalam pengajaran bahasa,
bidang-bidang linguistik seperti linguistik teoritis, sosiolinguistik dan psikolinguistik tidak
dapat dipisahkan kerana semua disiplin ini memberi sumbangan yang berguna dalam
menjayakan sesuatu program pengajaran dan pembelajaran bahasa. Terdapat hubungkait
antara bidang-bidang tersebut dengan pengajaran bahasa.
Ilmu linguistik telah lama digunakan oleh guru bahasa. Cuma yang berbeza mereka
menggunakan linguistik tradisi yang penuh dengan pernyataan perskriptif dan normatif,
manakala linguistik moden pula bersifat struktural dan deskriptif. Bagi guru yang
menggunakan sebuah buku tatabahasa lama untuk mengajar sebutan, tatabahasa atau
semantik sebenarnya menggunakan pengetahuan linguistik, iaitu linguistik tradisional.
Aspek fonetik, fonologi, morfologi, sintaksis dan semantik berguna dalam pengajaran sesuatu
bahasa. Asas teori sesuatu bahasa, iaitu deskripsi linguistik akan memberi deskripsi bahasa;
struktur dan fungsi bahasa itu.
Terdapat banyak kegunaan linguistik dalam pengajaran bahasa. Antaranya:
1. Teori linguistik memberi maklumat tentang struktur dan fungsi-fungsi bahasa dan ini dapat
menentukan tujuan, isi dan pendekatan dalam pengajaran bahasa.
2. Teori linguistik juga memberi suatu bahasa perantaraaan kepada guru. Ini merupakan
kesejagatan bentuk seperti jenis-jenis rumusan yang berlainan dalam tatabahasa transformasi
generatif dan keseragaman kategori seperti frasa nama, frasa kerja atau ciri-ciri nahuan kata
dan perkara ini boleh digunakan oleh guru dalam pengajaran bahasa.
3. Teori linguistik tentang pemerolehan bahasa mempengaruhi perkaedahan mengajar
bahasa.
4. Sesebuah deskripsi bahasa akan menyedarkan guru tentang struktur bahasa yang diajar dan
dapat meningkatkan mutu pengajaran bahasa.
5. Deskripsi bahasa juga memberi pengetahuan kepada guru tentang unit-unit unsur seperti
fonem, morfem dan sebagainya. Ini merupakan suatu sistem rumusan bagi sesuatu bahasa
yang boleh digunakan dalam pengajaran bahasa.
6. Deskripsi bahasa memberi suatu sistem rumusan yang berentetan dan ini boleh digunakan
untuk membentuk bahan pengajaran.

Ahli linguistik dan guru bahasa menggunakan bahan yang sama, iaitu bahasa. Terdapat
hubungan yang penting antara kedua-duanya. Bahasa tidak dapat diajar tanpa sebuah
deskripsi bahasa, tetapi ini perlu penyesuaian kerana pengajaran bahasa sentiasa
mempengaruhi deskripsi bahasa.
Terdapat hubungan antara linguistik dengan guru bahasa. Sebagai guru bahasa, hubungan
tersebut perlu diketahui. D.A. Wilkins mengatakan terdapat tiga jenis hubungan iaitu:
1. Linguistik memberi deskripsi bahasa yang sempurna tentang bahasa, tetapi tidak memberi
12
cara mengajar bahasa yang paling baik.
2. Sebarang perkembangan dalam bidang linguistik itu, janganlah disalah mengertikan
sebagai suatu sebab untuk membuat perubahan.
3. Linguistik selalu mempengaruhi pengajaran bahasa, tetapi pengaruhnya perlu dihadkan
pada keperluan semasa.

Teori-teori Linguistik dan Penerapan Dalam Pengajaran Bahasa


Terdapat beberapa teori linguistik, tetapi yang paling penting ialah teori behaviourisme dan
mentalisme. Pakar-pakar pengajaran bahasa berpendapat, kejayaan setiap pengajaran bahasa
itu memerlukan kaedah pengajaran yang berdasarkan teori-teori linguistik. Linguistik dan
psikologi pembalajaran merupakan alat-alat yang dapat digunakan oleh guru-guru bahasa
untuk menguatkan kaedah mengajar mereka.
Ini disokong oleh Koh Boh Boon yang menyatakan bahawa pengajaran yang lebih terjamin
mutunya ialah berdasarkan pengalaman mengajar yang diperkukuh dengan pengetahuan
perkaedahan, kerana pengalaman mengajar dan pengetahuan perkaedahan mempunyai
hubungan yang sangat rapat. Ini disebabkan kesedaran penuh akan teori linguistik yang
menjadi asas-asas perkaedahan dalam pengajaran bahasa akan menolong seseorang guru
bahasa membuat keputusan secara lebih matang dan boleh dipercayai tentang cara mengajar
yang sesuai untuk sesuatu pelajaran bahasa yang hendak dilaksanakan.
Dua teori yang paling popular tentang pemerolehan dan penguasaan bahasa yang tersebut di
atas mewujudkan beberapa prinsip tertentu dalam pengajaran bahasa yang menimbulkan pula
beberapa kaedah yang boleh diaplikasikan dalam proses pengajaran dan pembelajaran
bahasa.
Dalam teori behaviurisme terdapat beberapa prinsip, iaitu:
1. Bahasa dikuasai melalui proses pengulangan.
2. Bahasa ialah suatu tingkah laku manusia yang sama dengan tingkah laku yang lain yang
boleh dikuasai melalui latihan dan pengulangan.
3. Bahasa sebagai alat komunikasi.
4. Pembelajaran ialah pengukuhan yang dapat ditimbulkan melalui ganjaran yang harus
diberikan apabila seseorang pelajar memberikan gerak balas yang betul.
5. Bahasa dihurai secara deskriptif atau struktural.

Berdasarkan teori linguistik tersebut maka lahirlah kaedah pengajaran, iaitu Kaedah Dengar-
Sebut yang menekan prinsip-prinsip berikut dalam pengajaran dan pembelajaran bahasa:
1. Lisan diutamakan.
2. Latih tubi ditekankan untuk membentuk kebiasaan.
3. Rangsangan mestilah diwujudkan untuk mendapatkan gerak balas daripada pelajar.
4. Gerak balas yang diberi oleh pelajar mestilah diikuti dengan peneguhan.
5. Guru sebagai model bahasa yang sebaik-baiknya.
6. Nahu tidak diajar secara formal.

Oleh itu, mengikut teori mentalisme terdapat beberapa tanggapan terhadap penguasaan dan
pembelajaran bahasa, iaitu:
1. Manusia mempunyai kebolehan semula jadi dalam menguasai bahasa.
2. Terdapat dua bahagian penting dalam penguasaan bahasa, iaitu kecekapan dan prestasi.
3. Bahasa mempunyai hubungan erat dengan pemikiran.
4. Bahasa mengandungi ciri-ciri kreativiti.
5. Aspek makna dan pemikiran ditekankan.
6. Bahasa dihuraikan secara transformasi generatif.
7. Kesalahan pelajar bukanlah kegagalan tetapi percubaan hipotesis.
13
Teori ini mengemukakan kaedah koda-kognitif yang menekankan prinsip-prinsip yang
berikut:
1. Tulisan dan bacaan diutamakan.
2. Pengajaran menekankan penerapan pengetahuan.
3. Makna dan huraian dipentingkan.
4. Kemampuan kreatif pelajar digalakkan.
5. Fungsi guru sebagai nara sumber.
6. Nahu diajar secara formal.

Berdasarkan teori dan prinsip behaviourisme dan mentalis, telah melahirkan beberapa
kaedah. Bagi teori behaviouris tercetus kaedah terus, kaedah psikologi dan sebagainya.
Manakala daripada teori dan prinsip mentalis timbullah kaedah nahu, kaedah terjemahan,
kaedah nahu-terjemahan dan sebagainya.
Daripada kaedah pula disokong oleh pendekatan yang berkaitan dengan proses pengendalian
pengajaran bahasa sama ada pendekatan analisis atau sintesis atau eklektik. Teknik
pengajaran pula berhubung dengan strategi sesuatu isi pelajaran disampaikan. Sesungguhnya
teori, kaedah, pendekatan dan teknik berkait rapat.
Dalam linguistik teoritis pula, memang terdapat hubungan dengan pengajaran bahasa kerana
disiplin ini mengemukakan teori-teori linguistik yang boleh digunakan untuk memberi
deskripsi tentang bahasa sebagai suatu sistem dan memberikan maklumat tentang bagaimana
penutur-penutur bahasa berkomunikasi dengan menggunakan bahasa.
Teori linguistik tradisional merupakan teori huraian bahasa yang tertua yang memerihal
bahasa menggunakan bahasa tulisan sebagai bahan kajian. Kajian ini tidak begitu saintifik
dan penekanan kajian tertumpu dalam aspek penggolongan perkataan. Teori ini
mempengaruhi kaedah nahu, kaedah terjemahan dan nahu-terjemahan. Pengajaran menekan
kemahiran menulis dan tatabahasa yang diajar bersifat normatif dan preskriptif.
Teori linguistik struktural muncul dalam abad kedua puluh dan menumpukan kajian terhadap
struktur bahasa serta menganggap bahasa adalah pertuturan. Bahasa yang dijadikan kajian
berbentuk lisan dan menganggap bahasa juga adalah alat komunikasi. Bahasa ialah suatu
sistem, iaitu sistem bentuk-bentuk yang di dalamnya terkandung unsur-unsur, item-item yang
jika digabungkan berdasarkan peraturan-peraturan tertentu akan menerbitkan ayat. Analisis
semestinya berdasarkan fakta-fakta yang dapat dilihat dan mestilah objektif serta berdasarkan
struktur. Unsur-unsur bahasa tidak dikaji secara terasing kerana unsur-unsur itu merupakan
sebahagian daripada keseluruhan suatu sistem yang besar dan di antara unsur-unsur itu ada
pertaliannya antara satu sama lain. Teori ini mempengaruhi kaedah terus, kaedah fonetik,
kaedah semula jadi, kaedah psikologi dan kaedah situasi. Tatabahasa tidak diajar secara
formal dan aspek makna tidak dipentingkan.
Teori linguistik tranformasi genaratif telah diasaskan oleh Noam Chomsky dan tumpuan
kajian terhadap aspek kecekapan yang dimiliki oleh penutur jati. Kecekapan berbahasa
adalah sesuatu yang semula jati (innate) dan melaluinya seseorang itu boleh bertutur dengan
membentuk ayat-ayat mereka sendiri. Kecekapan di sini dimaksudkan pada rumus-rumus
atau peraturan-peraturan bahasa yang ada dalam pengetahuan seseorang yang akan digunakan
untuk membentuk ayat-ayatnya sendiri ataupun untuk memahami dan menganalisis
pertuturan ayat, iaitu struktur dalaman dan luaran. Berdasarkan teori ini tidak melahirkan
kaedah-kaedah pengajaran dengan nama-nama tertentu tetapi pada dasarnya mereka
memperakukan kaedah-kaedah pengajaran yang melibatkan proses mental.

Bahan-bahan Pengajaran Bahasa


Faktor penting untuk menjayakan program pengajaran bahasa ialah bahan. Bahan-bahan
boleh menggerakkan pembelajaran, menimbulkan rangsangan dan keinginan pelajar untuk
14
menjadikan pembelajaran lebih menarik. Ini akan mengakibatkan pembelajaran yang lebih
berkesan.
Tugas guru bahasa menghasilkan bahan pengajaran yang bermutu tinggi, sesuai untuk situasi
matlamatnya, membolehkan pelajar belajar dengan mudah dan cepat dan menjadikan tugas-
tugas guru menarik serta bermanfaat. Bagi menghasilkan bahan-bahan seperti ini, pereka
bentuk pengajaran bahasa mestilah bukan sahaja ahli bahasa tetapi juga ahli pedagogi.
Sehubungan dengan itu, linguistik terapan memainkan peranan sebagai penggabung kedua-
dua jenis ahli ini dalam mereka bentuk sesuatu pengajaran bahasa.
Teori bahasa menghasilkan analisis bahasa yang sesuai dipersembahkan dalam bentuk yang
sesuai untuk pengajaran bahasa. Kedua-dua pendekatan teori bahasa dan teori pembelajaran
digabungkan untuk menghasilkan bahan-bahan pengajaran yang ditetapkan oleh objektif
program pembelajaran tertentu.
Linguistik dan pengajaran bahasa mempunyai hubung kait yang sangat rapat. Pengetahuan
linguistik sangat penting untuk seseorang guru bahasa. Pengetahuan linguistik ini dapat
diterap dalam pengajaran bahasa.
Teori-teori linguistik digunakan untuk menghuraikan unsur struktur-struktur bahasa. Aspek
fonologi, morfologi, sintaksis, semantik dan sebagainya merupakan huraian yang dibuat.
Hasil huraian ini menjadi model penting untuk guru bahasa, iaitu menjadi isi atau bahan
pengajaran yang akan disampaikannya kepada pelajar. Guru dapat melengkapkan dirinya
untuk menjadi guru bahasa yang berkesan jika ia mempunyai pengetahuan yang mendalam
dalam linguistik kerana ia akan berupaya mengajar struktur-struktur bahasa dengan betul dan
dapat mendeskripsi bahasa dengan tepat.
Dengan adanya pengetahuan tersebut, guru akan dapat mengenal pasti segala kesilapan yang
dilakukan oleh pelajarnya. Huraian bahasa yang disumbangkan oleh ahli-ahli linguistik
teoritis, teori-teori pembelajaran dan manifestasi penggunaan bahasa dalam masyarakat akan
membantu guru dalam pengajarannya.

15