Anda di halaman 1dari 3

Bangunan Pelengkap Jalan Bangunan pelengkap adalah bangunan-bangunan yang merupakan pendukung dari jalan tersebut, antara lain

jembatan, tempat perkir, gorong-gorong, tembok penahan, saluran drainase, dll. Sedangkan perlengkapan jalan adalah perlengkapan-perlengkapan guna menambah kenyamanan bagi pengguna jalan, misalnya rambu-rambu lalu lintas, pagar pengaman, dll. 1. Jembatan

Jembatan merupakan satu struktur yang dibuat untuk menyeberangi jurang atau rintangan seperti sungai, rel kereta api ataupun jalan raya. Ia dibangun untuk membolehkan laluan pejalan kaki, pemandu kenderaan atau kereta api di atas halangan itu. Suatu jembatan biasanya dirancang sama untuk kereta api, untuk pemandu jalan raya atau untuk pejalan kaki. Ada juga jambatan yang dibangun untuk pipa-pipa besar dan saluran air yang bisa digunakan untuk membawa barang. Kadang-kadang, terdapat batasan dalam penggunaan jembatan; contohnya, ada jembatan yang dikususkan untuk jalan raya dan tidak boleh digunakan oleh pejalan kaki atau penunggang sepeda. Ada juga jembatan yang dibangun untuk pejalan kaki (jembatan penyeberangan), dan boleh digunakan untuk penunggang sepeda. Perancangan dan bahan asas pembinaan jambatan bergantung kepada lokasi dan juga jenis muatan yang akan ditanggungnya. Berikut adalah beberapa jenis jambatan yang utama: Jembatan batang kayu (log bridge) Jembatan lengkung (arch bridge) Jembatan alang (Beam bridge) Jembatan kerangka (Truss bridge) Jembatan gerbang tertekan (Compression arch bridge) Jembatan gantung (Suspension bridge) Jembatan kabel-penahan (Cable-stayed R bridge) Jembatan penyangga (Cantilever bridge)

AHMADFUL ARIEHLEWY F1A 211 007

2. Jalur sepeda

Jalur sepeda adalah jalur yang khusus diperuntukkan untuk lalu lintas untuk pengguna sepeda, dipisah dari lalu lintas kendaraan bermotor untuk meningkatkan keselamatan lalu lintas pengguna sepeda. Penggunaan sepeda memang perlu diberi fasilitas untuk meningkatkan keselamatan para pengguna sepeda dan bisa meningkatkan kecepatan berlalu lintas bagi para pengguna sepeda. Di samping itu penggunaan sepeda perlu didorong karena hemat energi dan tidak mengeluarkan polusi udara yang signifikan. Bentuk Jalur sepeda Ada beberapa pendekatan desain jalur sepeda: Jalur khusus sepeda, adalah jalur dimana lintas untuk sepeda dipisah secara phisik dari jalur lalu lintas kendaraan bermotor dengan pagar pengaman ataupun ditempatkan secara terpisah dari jalan raya. Jalur sepeda sebagai bagian jalur lalu lintas yang hanya dipisah dengan marka jalan atau warna jalan yang berbeda. Dimensi Lebar lajur sepeda sekurang-kurangnya 1 meter cukup untuk dilewati satu sepeda dengan ruang bebas di kiri dan kanan sepeda yang cukup, dan jalur untuk lalu lintas dua arah sekurang-kurangnya 2 meter. Perkerasan jalur sepeda dapat berupa: Perkerasan kaku dari beton Perkerasan fleksibel Aspek keselamatan yang paling rawan untuk jalur sepeda adalah : dipersimpangan karena di sini terjadi konflik antara kendaraan yang berjalan dijalur lalu lintas dengan sepeda yang berjalan jalur kendaraan bermotor. pada ruas terutama pada akses jalan ke bangunan atau tempat parkir, karena akan terjadi konflik ataupun bila bercampur dengan lalu lintas lainnya, apalagi bila arus lalu lintas kendaraan bermotornya berjalan pada kecepatan yang tinggi. Perbedaan kecepatan yang tinggi merupakan peluang untuk terjadinya kecelakaan yang fatal.

AHMADFUL ARIEHLEWY F1A 211 007

3. Island ( pulau jalan/ pulau lalu lintas)

Bagian dari persimpangan yang ditinggikan dengan kereb, yang dibangun sebagai pengarah arus lalu lintas serta merupakan tempat bagi pejalan kaki pada saat menunggu kesempatan menyeberang jalan. Pulau lalu lintas adalah bagian jalan yang tidak dapat dilalui oleh kendaraan, dapat berupa marka jalan atau bagian jalan yang ditinggikan. Pulau lalu lintas berfungsi untuk meningkatkan keselamatan lalu lintas pada ruas jalan ataupun di persimpangan jalan melalui pemisahan arus.

Termasuk dalam pengertian pulau adalah: kanalisasi arus pada persimpangan untuk memisahkan arus lalu lintas dalam rangka pengendalian konflik yang terjadi di persimpangan; pulau pemisah jalan pada tempat penyeberangan pejalan kaki/pelican crossing; median jalan; bundaran lalu lintas; marka chevron di persimpangan

Berbagai bentuk pulau lalu lintas digunakan untuk memperlambat arus lalu lintas yang berjalan. Bentuk-bentuk pulau lalu lintas yang biasa digunakan untuk menghambat kecepatan dapat berupa: 1. Pulau di median yang berfungsi untuk memberikan ruang ditengah jalan sehingga pejalan kaki yang menyeberang dapat berhenti ditengah jalan sebelum melanjutkan menyeberang bila situasi telah memungkinkan untuk menyeberang, seperti ditunjukkan dalam gambar. 2. Pulau disisi kiri, kanan atau pada kedua sisi yang dimaksudkan untuk mempersempit ruang lalu lintas kendaraan yang berfungsi untuk mengurangi kecepatan lalu lintas. pulau seperti ini bisa di tempatkan di mulut persimpangan ataupun ditengah ruas jalan. 3. Kombinasi dari butir 1 dan butir 2 selain pulau ditengah juga ditempatkan pulau di pinggir sehingga keselamatan pejalan kaki yang menyeberang menjadi lebih tinggi lagi.
Sumber: http://id.wikibooks.org/wiki/jembatan ; http://id.wikibooks.org/wiki/jalan_raya ; http://id.wikibooks.org/wiki/Manajemen_Lalu_Lintas/Jalur_sepeda; http://pustaka.pu.go.id/new/istilah-bidang-detail.asp?id=278; http://www.ilmusipil.com/pemisah-luar-lalu-lintas-dan-trotoar.

AHMADFUL ARIEHLEWY F1A 211 007

Anda mungkin juga menyukai