Anda di halaman 1dari 4

JURNAL ELEKTRONIKA DASAR 1, (2013) 1-1

Penggunaan Alat Ukur (E1)


Muhammad Rizky, Emy Aditya Jurusan Fisika, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Institut Teknologi Sepuluh Nopember Jl. Arief Rahman Hakim, Surabaya 60111 E-mail: mr_rizky@hotmail.com
Abstrak Telah dilakukan percobaan yang berjudul penggunaan alat ukur. Adapun tujuannya adalah mempelajari karakteristik VOM, pada pengukuran tegangan, arus searah dan bolak balik, serta menggunakan VOM untuk mengukur , V dan I. Alat dan bahan pada percobaan ini adalah sumber tegangan DC, multitester/VOM, resistor Rab= 27k dan Rbc=20k dan transformator AC. Cara yang digunakan pada percobaan ini yang digunakan VOM adalah bila untuk mengukur arus maka diatur seri dengan beban sedangkan untuk mengukur tegangan harus diatur paralel dengan beban. Serta untuk mengukur hambatan VOM diatur paralel dengan beban tapi tanpa dihubungkan dengan sumber tegangan. Kata KunciVOM, multitester, arus, tegangan.

Namun alat ukur digital makin luas dipakai, karena harganya makin terjangkau, praktis dalam pemakaian, dan penunjukannya makin akurat dan presisi [4].

I. PENDAHULUAN

erbicara tentang arus dan tegangan. Arus dan tegangan dapat ditemukan dalam sebuah rangkaian listrik. Arus listrik terjadi karena adanya aliran elektron dimana setiap elektron mempunyai muatan yang besarnya sama. Dalam pengertiannya, arus adalah sejumlah muatan yang mengalir pada rangkaian listrik per satuan waktu. Besarnya arus listrik diukur dengan satuan banyaknya elektron per detik. Sedangkan, tegangan adalah kerja yang dilakukan untuk menggerakkan satu muatan (sebesar satu coulomb) pada elemen atau komponen dari satu terminal/kutub ke terminal/kutub lainnya [1,2]. Sumber arus listrik dibedakan menjadi dua, yaitu sumber arus listrik bolak-balik (AC) dan sumber arus listrik searah (DC). Sumber arus listrik AC dihasilkan oleh dinamo arus AC dan generator. Ada beberapa macam sumber arus searah, misalnya sel volta, elemen kering (baterai), akumulator, solar sel, dan dinamo arus searah [3]. Begitu juga dengan sumber tegangan, ada sumber tegangan searah (DC) dan sumber tegangan bolak-balik (AC). Untuk mengetahui besaran listrik DC maupun AC seperti tegangan, arus, resistansi, daya, faktor kerja, dan frekuensi dapat digunakan alat ukur listrik. Awalnya dipakai alat-alat ukur analog dengan penunjukan menggunakan jarum dan membaca dari skala. Kini banyak dipakai alat ukur listrik digital yang praktis dan hasilnya tinggal membaca pada layar display (Gambar 1). Bahkan dalam satu alat ukur listrik dapat digunakan untuk mengukur beberapa besaran, misalnya tegangan AC dan DC, arus listrik DC dan AC, resistansi disebut multimeter. Untuk kebutuhan praktis tetap dipakai alat ukur tunggal, misalnya untuk mengukur tegangan saja, atau daya listrik saja. Sampai saat ini alat ukur analog masih tetap digunakan karena handal, ekonomis, dan praktis (Gambar 2).

Gambar 1. Multimeter digital

Gambar 2. Multimeter analog

Tulisan ini melaporkan hasil pengukuran tegangan, arus searah dan bolak balik serta hambatan pada rangkaian dengan menggunakan VOM. II. METODE Langkah awal dalam percobaann ini disiapkan alat dan bahan diantaranya sumber tegangan DC, multitester/ VOM, resistor Rab = 27 k dan Rbc = 20 k, dan transformator AC. Kemudian alat dan bahan dirangkai untuk percobaan 1, pengukuran tegangan searah (DC) seperti berikut.

JURNAL ELEKTRONIKA DASAR 1, (2013) 1-1 Setelah itu diukur tegangan pada Rab dan Rbc. III. HASIL DAN PEMBAHASAN

Setelah dilakukan percobaan ini didapatkan data-data sebagai berikut:


Tabel 1. Data percobaan pengukuran tegangan searah (DC).

No 1.

(V) 5 5 5 6 6 6 12 12 12

Gambar 2. Rangkaian percobaan 1

2.

Setelah itu diukur tegangan pada R1 dan R2 dengan 3 range tegangan VOM berbeda pada setiap tegangan. Lalu di lakukan untuk variasi tegangan sumber 5, 6 dan 12 Volt. Selanjutnya dirangkai percobaan 2, pengukuran arus searah (DC) dengan dilakukan variasi tegangan sumber 6 dan 9 Volt.

3.

Range VOM (V) 10 10 10 10 10 10 50 50 50

Vab ukur (V) 2,2 2,2 2,2 2,6 2,6 2,6 6 6 6

Vbc ukur (V) 1,8 1,8 1,8 2 2 2 5 5 5 I ukur (mA) 1,3 1,3 1,3 1,95 1,95 1,95 Vbc ukur (V) 6 6 6 8 8 8

Tabel 2. Data percobaan pengukuran arus searah (DC).

No 1.

(V) 6 6 6 9 9 9

2.

Range VOM (mA) 0,25 0,25 0,25 0,25 0,25 0,25 Vab ukur (V) 5 5 5 6 6 6

Tabel 3. Data percobaan pengukuran tegangan bolak-balik (AC).

No 1.
Gambar 3. Rangkaian percobaan 2

(V) 12 12 12 15 15 15

Dan diukur arus yang mengalir pada rangkaian. Lalu dirangkai untuk percobaan 3, pengukuran tegangan bolak-balik dan dihubungkan dengan transformator AC. Dan dilakukan variasi tegangan sumber 12 dan 15 Volt.

2.

Range VOM (V) 50 50 50 50 50 50

Setelah didapat data-data percobaan diatas, dilakukan perhitungan untuk didapatkan Vmin dan Vmax serta error dengan digunakan persamaan sebagai berikut. ....(3.1) ...(3.2)

Va m in Va m ax

Ra m in Vsumber .(3.3) ( Ra m in Rbm ax ) Ra m ax Vsumber .(3.4) ( Ra m ax Rbm in )


Vukur Vhitung Vhitung x100% ...(3.5)

V, error
Gambar 4. Rangkaian percobaan 3

JURNAL ELEKTRONIKA DASAR 1, (2013) 1-1

I, error

I ukur I hitung I hitung

x100% .(3.6)

Tabel 9. Hasil perhitungan Vab max dan Vab min pada percobaan 3.

No 28350 25650 21000 19000

(V) 12 12 12 15 15 15

Tabel 4. Hasil perhitungan R max dan R min.

Rab max () Rab min () Rbc max () Rbc min ()

1.

2.
Tabel 5. Hasil perhitungan Vab max dan Vab min pada percobaan 1.

Range VOM (V) 50 50 50 50 50 50

Vab ukur 5 5 5 6 6 6 max min

7,184794087 7,184794087 7,184794087 8,980992608 8,980992608 8,980992608

6,598071 6,598071 6,598071 8,247588 8,247588 8,247588

No

(V) 5 5 5 6 6 6 12 12 12

1.

2.

3.

Range VOM (V) 10 10 10 10 10 10 50 50 50 Range VOM (V) 10 10 10 10 10 10 50 50 50

Vab ukur 2,2 2,2 2,2 2,6 2,6 2,6 6 6 6 max min

Tabel 10. Hasil perhitungan Vbc max dan Vbc min pada percobaan 3.

No

(V) 12 12 12 15 15 15

2,993664203 2,993664203 2,993664203 3,592397043 3,592397043 3,592397043 7,184794087 7,184794087 7,184794087


Vbc

2,749196 2,749196 2,749196 3,299035 3,299035 3,299035 6,598071 6,598071 6,598071

1.

2.

Range VOM (V) 50 50 50 50 50 50

Vbc ukur 6 6 6 8 8 8 max min

5,401929 5,401929 5,401929 6,752412 6,752412 6,752412


Vab error (%) 0,23 0,25 0,13

4,815206 4,815206 4,815206 6,019007 6,019007 6,019007


Vbc error (%) 0,154 0,21667 0,021

Tabel 11. Hasil perhitungan V error pada percobaan 1.

Tabel 6. Hasil perhitungan Vbc max dan Vbc min pada percobaan 1.

No

(V) 5 5 5 6 6 6 12 12 12

ukur 1,8 1,8 1,8 2 2 2 5 5 5

max

min

Vab ukur 2,2 2,6 6

Vbc ukur 1,8 2 5

Vab (v) 2,87 3,45 6,89

Vbc (v) 2,13 2,55 5,11

1.

2.

3.

2,250804 2,250804 2,250804 2,700965 2,700965 2,700965 5,401929 5,401929 5,401929

2,006336 2,006336 2,006336 2,407603 2,407603 2,407603 4,815206 4,815206 4,815206

Tabel 12. Hasil perhitungan I error pada percobaan 2.

I ukur (mA) 1,3 1,95 Vab ukur 5 6 Vbc ukur 6 8 Vab (v)

I (mA) 0,000222222 0,000333333 Vbc (v)

I error (%) 5849 5849,425533

Tabel 13. Hasil perhitungan V error pada percobaan 3.

Vab error (%)

Vbc error (%)

6,89 8,62

5,11 0,378723404 0,111702128 6,38 0,436170213 0,20212766

Tabel 7. Hasil perhitungan hambatan pada percobaan 2.

R tot () R rangkaian = R ab () R in () Iab max 0,00023392 0,00023392 0,00023392 0,00035088 0,00035088 0,00035088

4,615384615 27000 -26995,38462

Tabel 8. Hasil perhitungan I max dan I min pada percobaan 2.

No 1

(V) 6 6 6 9 9 9

Range VOM 0,25 0,25 0,25 0,25 0,25 0,25

ukur 1,3 1,3 1,3 1,95 1,95 1,95

min 0,00021164 0,00021164 0,00021164 0,00031746 0,00031746 0,00031746

Dari data yang didapatkan dapat diketahui bahwa semakin kecil range VOM yang digunakan pada pengukuran arus maka tingkat kepekaan atau sensing pada multimeter berkurang dikarenakan besar arus yang pada rangkaian terkadang sangat kurang atau sangat lebih dari range VOM nya. Lalu adanya hambatan dalam yang mempengaruhi pembagian arus pada rangkaian. Sehingga hukum Kirchoff yang pertama tidak berlaku. Bila dihubungkan nilai errordengan kesesuaian data V uku dan I ukur dengan nilai batas V max dan V min bahwa data yang memiliki error besar tadi yang telah disebutkan tadi ternya nilainya keluar dari batas range V max dan V min. Penyebab utama terjadinya kejadinya ini yakni cara pembacaan yang tidak tegak lurus dengan jarum yang ditunjukkan pada VOM pada pengamat (human error) sehingga terjadi pergeseran pembacaan , lalau faktor yang lain

JURNAL ELEKTRONIKA DASAR 1, (2013) 1-1 yakni penggunaan skala range VOM yang tepat, kalau semakin tepat skala yang digunakan maka nilai akurasi hasil semakin kelihatan sehingga error atau nilai yang diluar ambang batasa range v max dan v min atau I max dan I min bisa di di minimalisir. . IV. KESIMPULAN Percobaan ini dapat ditarik sebuah kesimpulan bahwa karakterisitik VOM pada tegangan searah dan Bolak balik yakni VOM pengukur DC meiliki kepekaan yang lebih tinggi dari pada di AC sehingga di AC di guanakan komponen tambahan pada VOM yakni penyearah tegangan. Dalam penggunaan VOM atau multitester analog, untuk mengukur arus maka diatur seri dengan beban. Sedangkan bila untuk mengukur tegangan maka harus diatur paralel dengan beban. UCAPAN TERIMA KASIH Penulis mengucapkan terima kasih kepada Emy Aditya selaku asisten laboratorium elektronika percobaan penggunaan alat ukur atas bimbingannya selama percobaan ini berlangsung. Tidak lupa juga terima kasih kepada temanteman satu kelompok yang telah bekerjasama menyelesaikan percobaan ini. DAFTAR PUSTAKA
[1] [2] [3] [4] http://henryranu.files.wordpress.com/2007/12/arus-dan-tegangan.pdf http://nic.unud.ac.id/~dayu/EC/Lecture1.pdf http://kbs.jogjakota.go.id/upload/SUMBER%20ARUS%20LISTRIK.pdf http://brahm.staff.gunadarma.ac.id/Downloads/files/18475/05_Bab_08_ Alat_Ukur_dan_Pengukuran_Listrik.p65.pdf