Anda di halaman 1dari 2

TOKOH Akwila dan Priskila Semua orang pasti menginginkan kehidupan yang harmonis, terutama dengan pasangan mereka.

Namun apakah kehidupan yang harmonis dengan pasangan kita berpengaruh pada kemampuan kita menjadi seorang pelayan Kristus? Tentu saja jawabannya YA. Alkitab menuliskan sebuah pasangan yang memiliki kehidupan yang harmonis dan dengan pelayanan yang luar biasa, mereka adalah Akwila dan Priskila. Siapakah Akwila dan Priskila? Apakah kelebihan Akwila dan Priskila dari pasangan lain yang ada di Alkitab? Berikut adalah penjelasan singkat mengenai kehidupan Akwila dan Priskila, yang tercatat dalam Alkitab. Pertama, kehidupan rumah tangga Akwila dan Priskila amat harmonis. Akwila dan Priskila adalah pasangan suami isteri yang selaras dan selalu bersama-sama. Dari 5 catatan tentang pasangan suami-istri ini, nama mereka selalu disebutkan bersama-sama. Tidak pernah satu kalipun Alkitab menyebut Akwila tanpa Priskila atau Priskila tanpa Akwila (Kisah 18:13; Roma 16:3; I Kor. 16:19; 2Tim. 4:19). Kedua, walau Akwila dan Priskila hanya orang awam, semangat dan kontribusi mereka dalam pelayanan besar sekali. Pada tahun 49, pasangan ini kemudian pergi ke Korintus karena Kaisar Klaudius yang memerintah Romawi mengusir seluruh orang Yahudi dari kota Roma. Mereka bertemu dengan Paulus dan tinggal bersama-sama karena mereka merupakan tukang tenda (Kisah 18:3). Saat tinggal bersama dengan Paulus, Akwila dan Priskila tidak saja belajar Firman Tuhan di bawah bimbingan Paulus, tapi mereka juga banyak menceritakan keadaan kota Roma dan kebutuhan jemaat Tuhan disana. Dari ceritacerita inilah Paulus menjadi terpanggil untuk pergi ke Roma, yang kemudian didahului dengan menulis surat Roma. Ketiga, kebesaran hati Akwila terhadap Priskila. Pada catatan-catatan kemudian, nama Priskila cenderung ditulis di depan nama Akwila, suaminya. Kecendrungan ini kemungkinan karena Priskila mempunyai kemampuan melayani yang lebih besar daripada suaminya, sehingga dia lebih dikenal dari suaminya. Apabila dugaan ini benar, maka kita tidak melihat adanya suatu sikap Priskila yang sombong dan tidak lagi menghormati suaminya. Tidak ada dampak negatif pada hubungan cinta-kasih di antara mereka. Berkat hubungan yang saling menghargai inilah kehidupan mereka semakin harmonis dan selalu diberkati oleh Tuhan. Dalam pelayanannya, Paulus sangat memuji kedua pasangan ini. Akwila dan Priskila mendedikasikan hidupnya yang tulus dalam pelayanan, dengan menjadikan rumah mereka menjadi Gereja. Selain itu, dalam pengajaran tentang kebenaran Firman Allah, mereka sangat mempersiapkan diri mereka dengan memperlengkapi diri mereka sendiri dengan baik, dan menguasai pokok-pokok iman Kristen, yang sangat menunjukkan diri mereka sebagai pelayan Kristus yang sebenarnya. Dan tak hanya itu, Akwila dan Priskila juga rela mempertaruhkan nyawa mereka bagi Paulus, sehingga Paulus dalam kitab Roma 16:4a mengatakan bahwa pasangan ini bukan saja sebagai rekan dalam pelayanan, tetapi juga sebagai pelayan yang benar-benar rela mempertaruhkan nyawa mereka untuk memperluas Kerajaan Allah.

Akwila dan Priskila menjadi contoh yang ideal bagi setiap pasangan. Contoh kehidupan pelayanan yang mereka lakukan adalah dengan menunjukkan berkat yang melimpah dalam diri mereka sebagai pasangan yang harmonis. Dengan kehidupan berpasangan yang harmonis, tentunya pelayanan kita juga memberikan hasil yang besar dalam kehidupan orang lain.