Anda di halaman 1dari 44

1

Setetes Kebijaksanaan
Padamu Negeri
PELINDUNG
Dirjen Bimas Buddha Depag RI
Direktur Bimas Agama Buddha Depag RI
ALAMAT REDAKSI
Jl. Raya Darmo Permai III
Plaza Segi Delapan Blok C/801-802 Surabaya
Padamu Negeri kami berjanji
Kanwil Departemen Agama Propinsi Jawa Timur
Yayasan Dharma Rangsi Surabaya
Telp. 031.7345135 Fax. 031.7345143
e-mail: sd@becsby.org sby@buddhist-center.org
Padamu Negeri kami berbakti
PENANGGUNG JAWAB BEC SELURUH INDONESIA
Padamu Negeri kami mengabdi
Sutanto Adi
PIMPINAN UMUM
SURABAYA
Yayasan Dharma Rangsi
Jl. Raya Darmo Permai III Plaza Segi Delapan Blok C 801-802
Bagimu Negeri jiwa raga kami
Ongko Digdojo
PENASEHAT HUKUM
Tanudjaja, SH, CN, MH
Telp. 031.7345135 Fax. 031.7345143
Surabaya - Jawa Timur Olehmu Negeri kami diakui
JAKARTA
Yayasan Samudra Metta Indonesia
PIMPINAN REDAKSI
Tjahyono Wijaya
Jl. Pluit Sakti Raya No. 28 Blok B 11
Komplek Ruko Sentra Bisnis Pluit UU Kewarganegaraan telah digulirkan. Kini tak ada lagi
REDAKTUR PELAKSANA Telp.021.66695336 Fax.021.66695337
Jakarta Utara
kegalauan ketika menyanyikan lagu “Indonesia Raya”, pun
Himawan Susanto
PENYUNTING BAHASA KEDIRI
pertentangan batin kini telah lenyap kala mengalunkan lagu
Tjahyono Wijaya Jl. Kilisuci 36 Kediri
Telp. 0354.689281
“Padamu Negeri”. Kini tak ada lagi para anak malang
Ching Ik Kediri - Jawa Timur yang terkatung-katung statusnya. Para anak
ARTISTIK & DESIGN PEKANBARU
Jl. Belimbing 159 Q
malang itu telah diakui dan bergabung dalam
Nagasena Telp. 0761.7072416 Fax. 0761.21602 pelukan Ibu Pertiwi bersama dengan anak-
PRODUKSI Pekanbaru - Riau
Zuhri anak “asli” lainnya. “Anakku Sayang, Anakku
MEDAN
SEKRETARIS REDAKSI Jl. Rotan Baru No.10 Malang” itu kini telah berubah menjadi “Anakku
Deissy Telp. 061.4579450
Medan - Sumatera Utara Sayang, Anakku Senang”.
IKLAN & PROMOSI Vihara Borobudur Dalam berbagai pidatonya, Bung Karno sering
Sien Sien Jl. Imam Bonjol No. 21
SIRKULASI Telp. 061.6628153 mengatakan: “Bangsa yang besar adalah bangsa yang
Medan Sumatera Utara
Yuska menghargai jasa para pahlawannya.” Sebuah untaian kata mutiara yang indah dan abadi
DENPASAR
Maxi
Vihara Buddha Dharma selamanya. Dan kini para mantan anak malang itu sudah seharusnya menyambung ucapan
BEC Seluruh Indonesia Jl. Gurita I, Perumahan Pedungan Indah No. 41 Seretani
Telp. 0361.720984, 720024 Bung Karno dengan berteriak lantang: “Anak bangsa yang besar adalah anak bangsa yang
DANA DHARMA Denpasar - Bali
menghargai kasih sayang Ibu Pertiwinya.”
mohon ditransfer ke:
BCA Kapas Krampung Surabaya
Jl. Sunset Legian Kaja Legian, Kuta
Telp. 0361.7440419
Hak dan derajat sebagai warga negara telah dipulihkan, kasih sayang itu telah kembali
a/c. 101-778-9911 Denpasar - Bali seutuhnya. Sebagai anak bangsa yang mengerti akan terima kasih dan balas budi, sudah
a/n. Yayasan Dharma Rangsi BATAM
Vihara Buddhayana
sewajarnya bila mantan anak malang yang kini menjadi anak senang itu mengisi kehidupan
Komplek Nagoya Point (Pasar Angkasa) Blok L No. 1-3
Telp. 0778.452636 Fax. 0778.452980
negeri ini dengan melakukan, oh tidak, bukan sekedar melakukan, melainkan meningkatkan
Batam - Kepulauan Riau kewajibannya.
Sinar Dharma merupakan media berbagi Vihara Maitri Sagara Tak dipungkiri bahwa bangsa kita saat ini terjerat krisis semangat kepahlawanan. Sebuah
Jl. Tiban 3 Blok C II No. 17 (Belakang Pom Bensin Tiban)
ajaran Buddha (Buddha Dharma) dan
tidak dimaksudkan untuk menyerang
Telp. 0778.310159 Fax. 0778.310159. fenomena yang sangat ironis karena darah para pahlawan kemerdekaan masih tampak
Batam - Kepulauan Riau
pandangan atau keyakinan lain. mengalir segar di benak kita dan ucapan Bung Karno di atas masih terngiang jelas di telinga
MANADO
Vihara Dhammadipa Jl. Sudirman 52 kita. Sebagai anak bangsa minoritas, para warga keturunan Tionghoa, tidak seharusnya
Telp. 0431.861842 Fax. 0431.813455
Sinar Dharma menerima karya tulis Manado - Sulawesi Utara mengikuti jejak para anak bangsa yang hanyut terseret dalam jeratan nama, keuntungan pribadi
berupa naskah Dharma, informasi PALEMBANG dan penumpukan harta. Para anak bangsa yang tergredasi semangat kepahlawanannya ini
maupun photo-photo kegiatan Yayasan Buddhakirti Vihara Dharmakirti
umat Buddha atau Vihara dengan Jl. Kapten Marzuki No.496 (Kamboja) bukan tidak mengerti kekeliruan yang mereka lakukan, karena semua ajaran agama dan budi
Telp. 0711.356333 Fax. 0711.357375
ketentuan; 1) merupakan naskah asli, 2) Palembang - Sumatera Selatan pekerti telah mengajarkan hal ini. Kesalahan terbesar mereka adalah tiadanya kemampuan
terjemahan harus menyebutkan sumber
asli, 3) redaksi berhak menyunting JAMBI mengendalikan diri menghadapi godaan duniawi.
tanpa merubah inti materi, 4) harus
Yayasan Sathya Sal Ananda (u.p Bong Lie Hui)
Jl. Gatot Subroto Komplek Ruko Hotel Abadi Karena itu, sebagai anak bangsa yang menghargai kasih sayang Ibu Pertiwinya, sebagai
menyertakan identitas lengkap pengirim. Blok C RT 11 No 96-98
Telp. 0741.7552452 Fax. 0741.7552453 umat beragama yang menjalankan ajaran luhur Buddha, kita harus berterima kasih dengan
Jambi menerapkan wejangan Buddha di dalam mengisi kehidupan negeri kita: “senantiasa sadar
Sinar Dharma bisa didapatkan di MALANG
Buddhayana Jl. Ciliwung No.1 E (Ruko)
dalam pengendalian diri”. Kita harus memulainya dengan mengembangkan ikrar mulia yang
BEC (Buddhist Education Centre)
di seluruh Indonesia.
Hp. 081.25230878
Malang - Jawa Timur
harus kita camkan dalam hati agar tidak ikut-ikutan terjerat dalam godaan duniawi.
“Sehari tidak bekerja, sehari tidak makan”, sebuah komitmen indah dari Master Chan
Baizhang Huaihai yang telah bergulir lebih dari seribu tahun lamanya. Inilah komitmen indah
yang dapat kita jadikan ikrar sebagai tauladan agar selalu sadar dalam pengendalian diri.
DISTRIBUTOR SINAR DHARMA DI KOTA ANDA “Sehari tidak berbuat bajik, sehari tidak makan”, inilah ikrar yang harus kita kembangkan
dalam membalas kasih sayang Ibu Pertiwi dan demi kebahagiaan semua makhluk. Ikrar yang
BATAM PEKANBARU SERPONG KLATEN BALI LOMBOK sederhana, nyata dan tidak hanya berhenti di ucapan.

Suwarno Wismina Muljadi Puryono Chuang Japra


2
08127020450 08127556328 081385926926 081575064382 08174751519 081805752007 3
Daftar Isi DHARMA TEACHING
- Sutra Seratus Perumpamaan
- Tanya Jawab Seputar Buddhisme
33
34

SETETES KEBIJAKSANAAN PERSPEKTIF


Padamu Negeri 03 Ketakutan Yang Menyelamatkan 36

SISI LAIN BELAJAR PRAKTIK


Selamat Datang Generasi 06 Dari Li Ka Shing untuk Kita 40
Profesional Muda Buddhis
BERPIKIR CARA BUDDHIS
DUNIA BUDDHIS Bukan Larangan Bukan Perintah 42
- Pusat Buddhis Internasional 10
Kalaniya, Srilanka DHARMA KELANA
- Perayaan Kathina Unik di 12 - Membentuk Sinergisitas dengan 46
Vihara Buddhist Letchworth Filosofi Gula Jawa
- Master Sheng Yen ke 13 - Alon-Alon Asal Kelakon 50
Master Guo Dong
- Bhiksu Tibet Ambil Bagian 14 JEJAK AGUNG
Dalam Lari Persahabatan - Master Hsuan Hua 56
World Harmony Run - Penjelasan San Bao Ge 60
- Master Bhisuni Longlian 15
Meninggalkan Kita Dalam TOKOH BUDDHIS
Usia 97 Tahun Refleksi 23 Tahun Kepergian Ven. 64
- Bola Penyelamat Dari 16 Narada Mahathera

23
SUDUT PERISTIWA Master Jieren
Vihara Buddha Dharma, Legian Kaja, Kuta, Bali PROFIL BUDDHIS
menggelar perayaan 20 tahun kebhiksuan Bhante SELEBRITIS BUDDHIS Pangeran Dharma Manjusri Bodhisattva 66
Nyana Maitri. - Courtney Love 17
- Erick Tsang 18 PENGALAMAN DHARMA
WAWANCARA EKSKLUSIF SUDUT PERISTIWA
Dengan Bersujud Menapak Junshan 70

17
- Vihara Sasana Subhasita: 24 FIKSI BUDDHIS
Kulit Beras Dalam Air Minum

20
Peresmian Kemilau Cahaya 72
1000 Buddharupam,
Sangha Dana & HUT ke 15 MOTIVASI
- Memahami Potensi Diri 27 - Born to be A Genius but Conditioned 74
Melalui Palmistri to be an Idiot
Trie Utami: - Chanting Meditation: OM 28 - Pikiran adalah Pelopor: Seberapa 78
“Karena hidup ini MANI PADME HUM Jauh Pikiran Kita, Seberapa Jauh
terus berkelanjutan - Antara Realitas dan Respon 29 Prestasi Kita INFO BUKU 45
dan berulang-ulang, - Tahu, Berubah dan 30
merupakan proses sirkular Bertindak REFLEKSI SUDUT PUBLIK 54
bukan linear, sudah - Buddha Dharma Indonesia 31 Wajah Buddha 79
seharusnya kita berupaya Kini Telah Maju KAMPUS LINGUAL 63
mengakhiri perputaran ini - Mengkonkretkan 32 LINTAS AGAMA
dengan pandangan yang Perubahan: Sosialisasi - Standardisasi Image Konfusius 80 TUTUR MENULAR 68
benar yang berlandaskan Undang-Undang - Kirab Ritual 151 TITD Hok Tik Bio
wisdom sejati.” Kewarganegaraan Rembang KISAH ZEN 69

4 5
SISI LAIN Itulah anak-anak muda generasi
masa kini yang lahir antara pertengahan
tahun 70-an hingga 80-an. Generasi
baru yang sarat dengan talenta, bervisi
Tantangan perkembangan zaman modern ternyata terbuka, canggih dan memiliki minat di
mendapat sambutan dari generasi muda masa segala bidang. Generasi muda Buddhis
yang tumbuh menjadi kaum profesional
kini. Di tengah zaman yang semakin maju dengan
dengan kualitas yang secara umum
perkembangan iptek ini, telah mulai kita saksikan jauh lebih berbobot dibanding generasi
fenomena bangkitnya generasi profesional muda Buddhis di atasnya.
Buddhis. Generasi anak masa kini yang mungkin akan Mereka dapat disebut kaum
menjawab tantangan masa depan Buddha Dharma professional Buddhis: kaum muda
dengan gaya dan caranya tersendiri. yang sedang menapak dunia karir,
Sedikit mengamati, generasi ini tampaknya kemapanan hidup, jati diri serta
memiliki sikap dan etos kerja yang adaptif sesuai sekaligus memiliki atensi terhadap
tantangan zaman. Mungkin mereka itu berusia sekitar perkembangan dan kemajuan agama
Buddha. Mereka menjadi sub-kultur
20 hingga 35 tahun, dengan tingkat pendidikan yang
tersendiri dalam tatanan masyarakat
tinggi, umumnya S1 dan S2, pun andaikata bukan Buddhis, yang berharap dan berangan
berpendidikan sarjana, mereka tetap memiliki karir bahwa Buddhisme akan tumbuh dan
yang menjanjikan, menjadi pimpinan, pemilik usaha berkembang secara modern sesuai
atau sedang mengembangkan karir dan kreativitas. dengan tantangan perkembangan
Di antara mereka tak sedikit yang merupakan alumni zaman.
universitas ternama, baik dalam maupun luar negeri. Generasi profesional muda Buddhis
Photo: Istimewa
Mode pakaian mengikuti trend masa kini dengan jalinan ini sangat menjunjung tinggi arti dan Aset: Profesional Muda Buddhis, secara tampak luar tak berbeda
hubungan pergaulan sosial yang supel. Dalam bekerja nilai dari pekerjaan mereka. Yakin dengan generasi muda umumnya.
bahwa hobi dan setiap hal yang ditekuni
seringkali tampak terkesan santai, namun bukan berarti
akan mengantar mereka pada puncak
tidak serius. Justru di tengah kesantaian inilah mereka kesuksesan. Kesuksesan dalam arti maupun masyarakat luas umumnya. jebolan aktivis mahasiswa dan LSM,
memperjuangkan karir dan masa depan. dapat menghasilkan uang meski Generasi ini memiliki jalinan memiliki jaringan dengan berbagai
tidak harus menjadi konglomerat, pun hubungan sosial dan komunikasi gerakan mahasiswa atau LSM, baik
mendatangkan ketenaran meski tidak yang canggih. Sering mengadakan di dalam maupun luar negeri, bahkan
harus menjadikan diri mereka sebagai pertemuan internal, di samping juga dengan gerakan-gerakan sosial
selebritis ternama. membicarakan bisnis dan karir, mereka atau partai politik idola kaum muda.
Mereka juga yakin bahwa juga bertukar pikiran bagaimana cara Dengan demikian mereka menjadi
perkembangan agama Buddha harus mengembangkan agama Buddha semakin concern akan kehidupan
ditata secara profesional. Ini berarti secara ilmiah dengan bantuan sosial dan persoalan kemanusiaan,
mereka percaya bahwa ketekunan perangkat teknologi canggih, di baik di sekeliling ataupun yang terjadi
dan ketulusan di dalam upaya antaranya penggunaan internet, email, di dunia internasional.
pengembangan agama Buddha juga berbagai home-page dan website. Mereka mengerti akan pentingnya
dapat mendatangkan kesejahteraan. Inilah generasi yang akan menyopiri kesenangan dalam bekerja serta juga
Mereka juga yakin, meski tidak berbagai organisasi Buddhis masa tak lupa melirik sasaran finansial. Tak
harus meninggalkan profesi dan depan dengan landasan modernisasi. heran jika mereka tak pernah ragu
karir, pengabdian dan misi mulia Mereka kelak akan mengembangkan untuk beralih tempat dan berpindah
penyebarluasan agama Buddha tetap organisasi sesuai dengan disiplin ilmu kerja ketika melihat ruang yang bagus.

Selamat Datang
bisa dilakukan dengan serius, tekun, yang mereka tekuni yang nantinya Begitu pula di dalam berorganisasi.
dan tentu saja sangat menyenangkan. juga akan melambungkan karir dan Mereka tidak lagi terperangkap oleh
Karena ideliasme dan kesuksesan mereka, di samping ikatan ideologi maupun sekat aliran,

Generasi Profesional Muda Buddhis


kesenangannya dalam ber-Buddhis-ria, terwujudnya kemajuan dan kejayaan karena di dalam zaman keterbukaan
tidak sedikit dari mereka yang berminat masyarakat Buddhis. informasi ini justru merekalah yang
dan siap menerjunkan diri mengabdi Disiplin ilmu yang mereka tekuni lebih banyak tahu mengenai agama
bagi agama Buddha sesuai disiplin itu bisa jadi berupa ilmu ekonomi, Buddha, baik secara filosofis maupun
Oleh: Jo Priastana profesionalisme mereka. Mereka marketing dengan multilevelnya, bisnis, secara dogmatis dengan berbagai
secara spontanitas mengabdikan manajemen, komputer programmer, aliran dan gerakannya.
hidup dan pengetahuan yang dimiliki design grafis, komunikasi, public Kehadiran mereka tidak harus
bagi perkembangan agama Buddha relations, jurnalistik, bahasa, sosial selalu berada di dalam suatu vihara
serta yakin bahwa pengabdian ini politik, hukum, seni, budaya, pendidikan, atau organisasi Buddhis. Generasi yang
akan mengantar mereka menemukan filsafat dan lain sebagainya. Merekalah tumbuh dewasa bersama teknologi
kepuasan hidup, pun menumbuhkan yang kelak akan membangun pemikiran elektronik ini dapat ditemui di berbagai
dan meningkatkan potensi diri sendiri, sosial Buddhisme secara kontekstual. jaringan internet komputer berupa
masyarakat Buddhis khususnya Banyak pula dari mereka yang email, milis, website, homepage dan

6 7
sebagainya, dalam bentuk aktivitas soal aliran-aliran Buddhis dan konflik pergaulan mereka tak berbatas.
individual ataupun karya bersama di yang memecah agama Buddha, karena Lalu, apakah sesungguhnya
antara mereka. Di situlah rumah Dharma bagi mereka ini tak lebih hanyalah ideologi Buddhis yang ada di benak
mereka, tempat mereka menemukan lumuran kedunguan dari generasi mereka? Mereka tak mengenal ideologi
udara kebebasan berwacana Dharma di atas mereka. Mereka membaca yang menyempit, yang mereka lakukan
dengan tanpa kekangan, lepas dari Dharma sesuai esensinya, baik melalui hanyalah sekedar memanifestasikan
petatah-petitih tokoh Buddhis mapan buku-buku berbagai tradisi Buddha nilai-nilai Buddhis yang universal dalam
yang monoton dan tampak ketinggalan Dharma maupun dalam fenomena berbagai wujud dan situasi yang kreatif.
zaman. kehidupan itu sendiri. Meski tak kolot Karena itulah mereka membuka diri
Pergilah ke mal-mal, diskotik atau dengan teori-teori, mereka juga mampu seluas mungkin dan melalui jaringan
kafe, pasti akan dijumpai satu atau memahami Dharma sehari-hari sesuai komunikasi yang berkembang dewasa
sebagian dari mereka. Mereka juga bahasa Buddhis yang benar, tahu ini, mereka menjadikan diri sebagai
biasa kumpul di lobby-lobby hotel mana yang sankhata (berkondisi) dan bagian dari komunitas Buddhis mondial
atau menyewa ruangan-ruangan di asankhata (tidak berkondisi), yang (global).
hotel sambil menenteng laptop yang samutti (Kebenaran Biasa) dan yang Mereka amat paham bahwa
mendukung aktivitas mereka. Mereka paramattha (Kebenaran Tertingi), yang pluralisme adalah bagian dari
sangat menikmati house-music sambil lokiya (duniawi) dan yang lokuttara (di globalisasi, dan demokrasi serta
berbincang-bincang di kafe, tetapi atas duniawi). toleransi adalah nutrisi pergaulan yang
jangan berpikir mereka tidak berkenan Meski tampak santun dan hormat harus direguk. Maka, yang ada, dan
mendengarkan mantra atau membaca ketika berjumpa atau berdampingan mungkin yang selalu menjadi patokan
paritta. Masuklah ke dalam mobil dengan generasi di atas mereka, bagi mereka adalah: toleransi dan
mereka, pasti akan dijumpai CD-CD janganlah cepat-cepat menilai bahwa keterbukaan, serta kekayaan tak ternilai
Buddhis modern, paritta dan mantra isi kepala dan aspirasi jiwa kedua yang mereka miliki adalah ehipassiko
yang tersimpan rapi bersama CD lagu generasi ini adalah sama. Tanpa harus (datang, buktikan) dan kebebasan!
rock atau house-music. Justru di antara bersikap konfrontatif dengan generasi Kebebasan mereka dalam arti bebas
mereka bisa jadi sangat menikmati lagu- di atasnya, mereka mengetahui mana mengakses berbagai sekte Dharma
lagu musik modern bermantra seperti: nilai-nilai Buddhis yang universal yang yang ada, bebas dalam bergaul dengan
my spirit flies to you atau mantra Tay patut berkembang melintasi zaman sesama Buddhis di mana saja, aliran
Pi Ciu (Maha Karuna Darani) yang dan mana sisa-sisa tradisi Buddhis dan vihara mana saja, di luar negeri
dilagukan secara house-music. yang masih diskriminatif sehingga maupun di pelosok desa-desa, serta
Mereka juga bergaul dengan para perlu dibongkar atau didekonstruksi, bebas dalam berpikir dan menangkap
siswa Buddha di zaman kehidupan sebagaimana sikap revolusioner dan makna, esensi dan substansi ajaran
Buddha 2.500 tahun lalu melalui film- berani yang pernah diteladankan oleh Buddha!
film animasi yang menceritakan riwayat Guru Agung mereka, Buddha, pada Untuk itu, tak usah berusaha
Buddha dan para siswa yang dibuat zamanNya. menangkap mereka baik secara
oleh generasi sebaya mereka di luar Justru di situlah terletak kedewasaan fisik maupun mengekang kesadaran
negeri. Mereka pula yang menghirup mereka dalam bergaul, berpikir dan dalam batasan aliran tertentu. Mereka
kebijaksanaan Buddhis melalui berbagai beraktivitas, sesuatu yang tidak dimiliki takkan terkejar, kesadarannya seluas
cergam Buddhis, hasil garapan rekan generasi sebelumnya. Kalaupun mereka cakrawala, tempat di mana mereka
segenerasi mereka di luar negeri atau tampak ada di mana-mana, maksudnya menemukan jati diri yang sebenarnya!
berbagai bacaan Buddhis kontekstual. terlihat di dalam berbagai organisasi Merekalah yang oleh filsuf dan
Sebagai generasi yang hadir di Buddhis, janganlah cepat menilai penyair Kahlil Gibran katakan sebagai
tengah lautan informasi dan akrab mereka tergolong dalam peta aliran anak-anak kehidupan, anak panah
dengan karya budaya seni kontemporer, yang ada. Pola komunikasi, pergaulan masa depan yang memiliki jiwanya
mereka dapat mencermati dan dan sosialisasi yang mereka miliki sendiri, generasi yang mewakili
mencerap semua itu dengan sangat memungkinkan mereka untuk dapat zamannya untuk melesat ke masa
kritis dan kualitatif. Karena itulah, diterima secara luas dan ketrampilan depan dan mencerahkan dunianya,
mereka dapat dengan cepat memahami mereka dibutuhkan serta dihargai di termasuk masa depan Buddhisme!
makna dan substansi Buddha Dharma mana-mana, sebab itu jangkauan ***
melalui karya budaya masa kini,
seperti film-film bernuansa Buddhis:
Little Buddha, Angulimala, Asoka,
Bodhidharma, Sun Wu Kong, The Good * Jo Priastana
of Mercy, Samsara, The Life of Buddha, Aktivis Hikmahbudhi, Alumnus STF Driyarkara, Ketua Sekolah
The Treasures Hidden Buddha atau Tinggi Agama Buddha Nalanda, Jakarta. Menyelesaikan
novel serial Supernova karya Dewi Program Pasca Sarjana S2 Filsafat di Universitas Indonesia,
Lestari, serta karya-karya para penulis
spiritualitas-humanis Buddhis lainnya
dan kini tengah menyelesaikan Program Pasca Sarjana S3-
yang nongkrong di puncak best-seller Doktor Psikologi di Universitas Persada Indonesia “YAI”,
dunia internasional. Jakarta, tinggal di Bekasi, Jawa Barat.
Jangan berbincang dengan mereka

8 9
Dunia
Buddhis
Tempat itu merupakan bekas tempat tinggal presiden area itu, yang terletak di pusat area berbentuk hati, adalah
terpilih pertama Sri Lanka Mr. Jayewardana, yang kemudian perpustakaan Gedung Permata Sutra. Gedung ini akan
dihibahkan pada Sangara. Kalaniya adalah salah satu tempat menyimpan Sutra-Sutra dalam 9 bahasa sebagai koleksi
suci yang pernah dikunjungi oleh Buddha. Demi melestarikan utama, yang akan menjadi simbol spiritual utama dari Pusat
Buddha Dharma dan menyebarkan ajaran Buddha ke Buddhis ini, di samping fungsinya sebagai perpustakaan
seluruh penjuru dunia, Bhikkhu Chandima telah melakukan yang merupakan pusat informasi dan penelitian.
upaya-upaya mulia dengan meminta bantuan dari seluruh Bangunan-bangunan utama direncanakan dibangun
dunia, yakni para akademisi, dermawan dan relawan untuk berdasarkan tradisi Sri Lanka, bangunan berlantai satu
membangun Pusat Buddhis Internasional Kalaniya. hingga dua dengan atap miring yang menyambung dengan
Tujuan utama dari Pusat Buddhis Internasional Kalaniya koridor berpenutup yang membentuk ruang terbuka dengan
adalah menyediakan tiga hal utama bagi komunitas Buddhis sirkulasi udara yang baik dan pencahayaan yang alami.
internasional : Bangunan-bangunan ini juga akan dirancang menggunakan
1. Menyediakan pelatihan-pelatihan Buddha Dharma tiang-tiang kayu yang terukir dan atap berpasak besar
bagi para bhikkhu dan bhikkhuni Buddhis, meliputi inisiasi yang merupakan tradisi Sri Lanka. Tujuannya adalah untuk
dan pelatihan Dharma, pelatihan bahasa, pelatihan menyajikan lingkungan yang sangat alami, terpadu, rileks
Dharmadesana dan lain-lain. dan berinspirasi bagi penghuni dan para tamu.
2. Menyediakan program-program
penelitian akademik yang berhubungan
dengan Buddhisme, meliputi bahasa,
alih bahasa, literatur, sejarah, seni dan
arsitektur, teologi dan lain-lain.
3. Menyediakan program praktik
Dharma, meliputi retret, pelatihan
meditasi, inisiasi Dharma dan pelatihan
praktik untuk masyarakat umum.

LOKASI
Pusat Buddhis Internasional
Kalaniya terletak 6 kilometer sebelah
timur ibukota Kolombo, dekat dengan
Vihara Kalaniya yang terkenal. Luas
lokasi sekitar 16 hektar, terletak di depan
jalur utama selebar 12 meter yang
menghubungkan Kolombo dan Kandy,
tempat beradanya relik gigi Buddha.
Lokasinya sangat mudah dicapai dan
dapat dengan mudah ditempuh dari

PUSAT BUDDHIS INTERNASIONAL KALANIYA,


Bandara Internasional Colombo. Photo: Istimewa

Lokasinya sebagian besar MULAI: Y.A. Bhante Chandima menyaksikan peletakkan batu pertama tanda dimulainya

SRI LANKA
merupakan tanah datar dengan pembangunan Pusat Buddhis International Kalaniya di Srilanka.
jalan naik turun menghadap ke arah
barat. Pusat lokasi merupakan tanah datar yang luas yang Tiga bangunan utama yang direncanakan adalah :
berbentuk seperti hati. Di sebelah timur terdapat danau yang 1. Stupa Buddha
di dalamnya terlihat pemandangan bukit kecil yang terletak di Stupa dan pohon Bodhi yang ada saat ini akan
sebelah utara. Pemandangannya sangat memukau dengan menjadi pusat dari bangunan ini. Lantai dasar Dharmasala
PENDAHULUAN pepohonan yang rimbun dan kolam. Kediaman mantan direncanakan berfungsi sebagai ruang pujabhakti dan
Sri Lanka adalah salah satu basis wilayah terpenting dalam upaya pelestarian ajaran Buddha yang orisinil. Presiden Mr. Jayawerdana tetap difungsikan sebagai pusat upacara. Area Dharmasala ini juga akan dilengkapi dengan
Menurut catatan sejarah Sri Lanka, Buddha Sakyamuni pernah tiga kali mengunjungi Sri Lanka. Buddha telah administrasi. Juga terdapat sebuah stupa dengan relik Buddha sarana pendukung seperti kamar tidur, ruang makan dan
memperkirakan bahwa ajaranNya akan tetap lestari di pulau ini. Selama abad 3 SM, raja agung India, Asoka, dan pohon Bodhi yang ditanam oleh presiden yang berasal fasilitas sehari-hari bagi para tamu yang datang menghadiri
mengutus putranya Arahat Mahinda dan putrinya Arahat Sangamida, menuju Sri Lanka dengan membawa dari bibit pohon Bodhi dari Annuradapura. Berjajar pohon upacara dan retret.
Buddha Dharma, relik suci Buddha dan sebatang dahan pohon Bodhi tempat Buddha mencapai Penerangan Naga di kedua sisi jalan yang menuju kediaman presiden.
Sempurna. Sejak saat itulah ajaran Buddha mulai berkembang di negeri ini. Sri Lanka juga merupakan tempat Pohon Naga adalah pohon suci tempat Buddha akan datang, 2. Pusat Akademik Buddhisme
dihasilkannya penulisan Sutra Buddha pertama kalinya selama berlangsungnya Konsili Dharma ke-4 yang Buddha Maitreya, mencapai Penerangan Sempurna di masa Pusat Akademik ini terdiri dari tiga sentral, yakni Pusat
diselenggarakan di Aluvihara. Inilah yang kemudian dikenal sebagai kumpulan Sutra Bali Palm (Sutta berbahasa mendatang. Berbagai macam pohon buah, kelapa, parami, Seni Buddhis, Pusat Bahasa dan Literatur Buddhis, serta
Pali di atas daun lontar). Lebih lanjut, satu dari empat relik gigi suci Buddha Sakyamuni yang sangat berharga, mangga dan sebagainya penuh menutupi seluruh wilayah Pusat Teologi dan Teori Buddha Dharma. Pusat konferensi,
sekarang masih tersimpan di Sri Lanka sejak 2.300 tahun yang lalu, di bawah perlindungan keluarga kerajaan perkebunan, menghadirkan sebuah lingkungan yang indah. yang merupakan auditorium dengan perlengkapan audio-
dari generasi ke generasi. visual modern, juga direncanakan berfungsi sebagai ruang
Setelah kemunduran ajaran Buddha di India, Sri Lanka menjadi sumber Buddha Dharma orisinil yang KONSEP UTAMA pertemuan dan konferensi Dharma.
paling penting bagi siswa Buddha di seluruh dunia. Di tahun 2003, Bhikkhu Chandima ditunjuk oleh Raja Pusat Buddhis Internasional Kalaniya akan terdiri dari Kediaman presiden dipertahankan dan difungsikan
Dharma Sangara ke-7 di Sri Lanka untuk menjadi penerus beliau dan ditugaskan membangun Pusat Dharma tiga area utama, yakni Dharmasala Stupa Buddha, Pusat sebagai pusat administrasi dan kediaman direktur. Bagi para
Internasional di Kalaniya, dekat kota Kolombo. Akademik Buddhis dan Vihara. Di tengah-tengah ketiga akademisi dan peneliti yang berkunjung disediakan ruang

10 11
Perayaan Kathina Unik Master Sheng Yen
2 September 2006, berlangsung upacara pelantikan
Master Guo Dong sebagai Pimpinan Dharma Drum Mountain

ke Master Guo Dong


(DDM) ke-2, menggantikan Master Sheng Yen yang

di Vihara Buddhist Letchworth


merupakan Pendiri dan Pimpinan Pertama DDM. Upacara
ini dihadiri lebih dari 3.000 siswa DDM yang terdiri dari para
Melanjutkan ikrar welas asih anggota Sangha dan umat perumah tangga.
by Tharaka Kothalawala, OCt 16, 2006 mewujudkan kebahagiaan semua makhluk Seperti halnya Fo Guang Shan, pemilihan Pimpinan DDM
juga dilakukan secara demokrasi. Dari 5 nama nominasi awal
yang diajukan oleh Perwakilan Sangha DDM, Pimpinan DDM
Menurut berita yang ditulis oleh berwarna putih. Penduduk memilih satu di antaranya dan diserahkan pada rapat akbar
Tharaka Kothalawala dan dilansir pada kota terlihat berkumpul di Sangha untuk ditetapkan secara resmi.
16 Oktober 2006, disebutkan bahwa jalan menyaksikan event Meski tidak lagi menjabat Pimpinan DDM, namun Master
penduduk kota Letchworth, Inggris, yang Buddhist yang sangat Sheng Yen tetap dipandang sebagai guru pembimbing secara
terkenal sebagai kota taman pertama di inovatif yang patut diacungi spiritual. Master Sheng Yen yang merupakan Sesepuh dua
dunia, menjadi saksi penyelenggaraan jempol itu. aliran Chan, Ts’ao-tung and Lin-chi, selama ini berjuang
Perayaan Kathina unik tahun ini di kota Sejak pembukaannya mewujudkan Tanah Murni Humanistik di seluruh dunia.
yang terletak beberapa puluh kilometer enam tahun lalu, Sebab itu merupakan tanggung jawab Master Guo Dong
utara kota London. Letchworth Buddhist untuk mengemban tugas mulia DDM dalam pengembangan
Perayaan Kathina di Letchworth ini, Vihara telah menjadi satu Buddha Dharma, melanjutkan ikrar welas asih Master Sheng
yang diselenggarakan oleh Buddhist vihara yang populer, bukan Yen mewujudkan kebahagiaan semua makhluk.
Community Centre dan disponsori hanya di antara pemeluk Masa jabatan Pimpinan DDM berlaku selama 3 tahun
oleh Mr & Mrs. Leslie Gunarathne Buddhis saja namun juga untuk setiap periode dan paling lama hanya boleh menjabat
sekeluarga dari London, tergolong bagi pengikut agama dan Photo: Buddhist Online
selama 2 periode. Master Guo Dong saat ini berusia 51 tahun
sangat unik, di antaranya adalah kepercayaan lain. Umat Animo: Umat Buddha antusias mengikuti perayaan dengan masa kebhiksuan selama 12 tahun, merupakan
Photo: DDM
prosesi pawai berjalan kaki mengelilingi yang mengunjungi Vihara Kathina. sosok figur yang memiliki keyakinan teguh pada Triratna dan
Berlanjut: Master Guo Dong melanjutkan kepemimpinan Fo Guang metode Dharma Master Sheng Yen, berbadan sehat serta
kota Letchworth. Letchworth tidak hanya
Shan. penuh pengabdian. (TjW, diambil dari website DDM)
Prosesi didahului oleh rombongan penduduk lokal tetapi juga datang dari adanya diskriminasi. Pusat komunitas
pemukul drum Kandyan dan diikuti tempat yang jauh seperti Cambridge, ini juga mengadakan kegiatan
para peserta dengan membawa atribut- Birmingham, Luton, Stevenage, Hichin, keagamaan yang inovatif dalam
atribut semarak. Salah satu benda sakral Bedford dan London. Vihara Letchworth mempromosikan keharmonisan sosial.
yang dibawa dalam parade ini adalah terdaftar dan diakui oleh pemerintah Anda akan merasakan kedamaian dan
relik suci Buddha. Peserta parade lokal sebagai ‘Buddhist Community kebahagiaan ketika memasuki pusat
terdiri dari kaum muda dan orang tua Centre’ yang merupakan pusat semua komunitas ini. [zoi]
yang umumnya mengenakan busana agama dan kepercayaan tanpa ***

PUSAT BUDDHIS ... tidur nyaman yang mendukung aktivitas keseharian.

3. Vihara
Vihara akan berlokasi di bukit sebelah timur dari
sisi timur kolam. Kompleks vihara akan terdiri dari Aula
Utama yang merupakan ruang serba guna bagi semua
praktisi serta upacara bagi para bhikkhu dan bhikkhuni
yang berdiam di vihara. Akan ada tempat tinggal yang
terpisah bagi para bhikkhu dan bhikhuni, yang akan
menyediakan kebutuhan sehari-hari. Juga tersedia
pondok-pondok perorangan bagi praktisi retret jangka
panjang, tamu atau penghuni. Vihara ini penting dalam
mempertahankan praktik yang benar dari Buddha
Dharma, sebagaimana yang telah diajarkan oleh
Buddha kepada Komunitas Sangha selama kehidupan
beliau 2.500 tahun yang lalu. Demikian juga penting
sebagai tempat mencetak guru-guru agama Buddha di
Photo: Istimewa masa mendatang demi penyebarluasan kebijaksanaan
HARAPAN: Kalaniya menjadi harapan bangkitnya Buddha Buddha Dharma dan kebahagiaan semua mahkluk
Dharma.
hidup di dunia.

12 13
Master Bhiksuni
Bhiksu Tibet
Ambil Bagian
dalam Lari
Longlian
Meninggalkan Kita Dalam Usia 97 Tahun
Persahabatan
World Harmony Run
Pintar: Master Longlian adalah seorang
intelektual berinteligensia tinggi .

Photo: Istimewa

Menurut berita yang dilansir oleh Vihara Tashi Lhunpo 17


Oktober 2006, disebutkan bahwa dua orang bhiksu muda dari
vihara tersebut, Lobzang Padma (25) dan Lobzang Samdup
(32), dengan memainkan Dhungchen (sebuah terompet Tibet Mengutip berita FJNET (Buddhism-Online), Tiongkok, 1984, berdirilah Sichuan Bhikshuni Buddhist Institute, Master
yang panjang) berpartisipasi menyambut kedatangan para pada 10 November 2006 pukul 06:45 waktu setempat, Ven. Bhiksuni Longlian menjabat sebagai dekan.
pelari internasional World Harmony Run (WHR) di British Photo: Istimewa Bhiksuni Longlian wafat di Vihara Aidao (Love Dharma), Master Bhiksuni Longlian adalah seorang intelektual
Museum pada 10 Oktober 2006. Andil: Acara ceremonial pada World dalam usia 97 tahun. Beliau adalah Vice President Buddhist Buddhis yang terkenal dari Tiongkok. Beliau berperan
Tim pelari internasional WHR dengan membawa obor api Harmony Run di British Museum Association of China dan Dekan Sichuan Bhikshuni Buddhist sebagai editor dalam penerbitan “Chinese Buddhism” dan
(atas) dan bhiksu Tibet di depan Institute. “Tibetan & Han Dictionary”. Pun menerjemahkan karya tulis
tiba di British Museum merayakan berakhirnya perjalanan
Vihara Tashi Lhunpo (bawah). Master Bhiksuni Longlian lahir dalam keluarga terpelajar, ajaran Dharma Master Nenghai. Pengabdian beliau dalam
mereka menembus Eropa yang berlangsung selama 7
bulan dengan menempuh jarak 27,000 km. Doktor Andrew yang dalam beberapa generasi merupakan akademisi, pada dunia pendidikan bhiksuni serta kontribusi bagi pelestarian
Burnett, Wakil Direktur British Museum menyambut para tahun 1909 di Leshan, Sichuan, dengan nama You Yongkang. Dharma sangatlah besar, suatu suri tauladan yang patut kita
pelari itu dengan berkata, “Kami mempromosikan perbedaan Sejak usia 3 tahun telah belajar puisi kuno Tiongkok, serta ikuti. (Zoi)
budaya di museum ini melalui koleksi seni dan benda-benda Kegiatan lari ini telah diadakan delapan kali sejak 1987 memiliki dasar yang mantap dalam pelajaran berhitung,
(bersejarah) lainnya dari seluruh dunia, sedang kalian (para dan melibatkan lebih dari 5 juta orang. Kegiatan ini didukung geografi, sastra, sejarah, filosofi dan literatur klasik,
pelari) melakukannya melalui Harmony Run.” British Museum oleh banyak walikota, gubernur dan anggota kongres, pun yang dipelajarinya dengan tanpa bimbingan guru.
menggaet 5 juta pengunjung dari empat penjuru dunia setiap dari Paus Yohanes Paulus II, Presiden Nelson Mandela, You Yongkang sangat menguasai puisi dan kaligrafi.
tahunnya. Dalai Lama, Ibu Theresa, dan Archbishop Desmond Tutu. Di samping itu, dia belajar bahasa Inggris dari
Dalam tahun ini juga, secara bersamaan telah dilakukan Sedang Vihara Tashi Lhunpo adalah salah satu vihara seorang guru berkebangsaan Amerika dan belajar
lari persahabatan di Afrika, Asia, Amerika dan Australia utama dalam tradisi Buddhis Tibet yang berdiri pada abad bahasa Tibet dari Ven. Fazun. Kemudian dia belajar
sebagai bagian dari kegiatan WHR yang antara lain adalah 15. Kemudian vihara ini dibangun ulang di India Selatan dan melukis dan pengobatan tradisional Tiongkok.
mengunjungi komunitas masyarakat, sekolah, organisasi menjadi salah satu pusat pembelajaran, khususnya dalam Tahun 1921, You Yongkang menerima Trisarana
pemerintah dan non pemerintah di lebih dari 100 negara. tarian topeng dan naynyian pujian suci. Satu grup yang terdiri (berlindung pada Tri Ratna - Buddha, Dharma,
Lari persahabatan WHR adalah satu event unik yang dari delapan orang bhiksu Vihara Tashi Lhunpo sekarang ini Sangha). Tahun 1940, menjadi bhiksuni di Vihara
tidak mencari keuntungan finansial atau menonjolkan hingga Desember nanti, sedang mengadakan perjalanan Aidao, pada tahun yang sama menerima pentahbisan
kepentingan politik tertentu, tetapi bertujuan hanya untuk keliling di beberapa negara Eropa, di antaranya Inggris, penuh. Tahun 1942, mulai mengabdikan diri dalam
menciptakan persahabatan antar manusia di berbagai negara Portugal dan Irlandia, mempersembahkan pertunjukan tari dunia pendidikan bhiksuni di Sichuan Lotus School
dan mempererat rasa persaudaraan dan kebersamaan topeng, nyanyian pujian suci serta pameran dan pembuatan (Pure Land School) mengikuti Master Nenghai.
internasional. Telah banyak orang dari berbagai bangsa, mandala pasir. Para bhiksu ini memulai debut mereka di Kemampuan beliau dikenal banyak orang.
agama dan tradisi yang turut berpartisipasi dalam event Inggris dan Eropa pada tahun 1999 atas undangan Tibet Beberapa kali menerima penghargaan dalam dunia
yang diciptakan pada tahun 1987 oleh Sri Chinmoy, seorang Foundation, suatu organisasi Tibet Inggris yang berpusat akademik, salah satunya adalah penghargaan
berkebangsaan India, yang yakin bahwa olahraga adalah di London. Perjalanan keliling kali ini diselenggarakan oleh Penyebaran Budaya Buddhis dari Jepang. Pun
satu alat yang kuat untuk mempromosikan keharmonisan Tashi Lhunpo Monastery UK Trust yang berdiri tahun 2003. beliau menghasilkan beberapa karya tulis, di
global. (Zoi) antaranya adalah biografi Master Nenghai. Tahun

14 15
SELEBRITIS BUDDHIS
Menurut berita yang dilansir The

Bola Penyelamat
Himalayan Times pada 6 November
2006 lalu, disebutkan bahwa penyanyi
musik rock Courtney Love menyatakan
ajaran Buddha telah membantunya
dari Master Jieren melepaskan diri dari masa-masa sulit
ketergantungan pada narkoba dan
mengembalikan hidupnya pada jalur
yang benar.
di dalamnya, sirkulasi udara segar tetap terjaga karena
adanya valve khusus, tidak membasahi tubuh, temperatur
Love, yang bernama asli Courtney
yang stabil, terlindung dari ancaman hewan laut, tersedia Michelle Harrison, menekankan
lubang pengamat untuk mengetahui kondisi luar, pun tetap bahwa hari-hari hura-huranya telah
bisa menggunakan handphone untuk berkomunikasi dengan berlalu dan menyatakan bahwa
dunia luar. Fantastis, bukan?
ajaran Buddha telah membantunya
Bagaimana kisah munculnya ide pembuatan bola
penyelamat ini? menjaga kesadaran.
Setelah terjadinya bencana tsunami akhir Desember 2004 “Sekarang saya adalah seorang
lalu, Master Jieren merasa sedih. Selama berlangsungnya Buddhis dan saya membaca paritta
kegiatan doa pelenyapan bencana dan penggalangan dana setiap hari. Saya membaca dalam
Photo: Istimewa
bagi korban bencana tsunami, dalam waktu bersamaan
Penemu: Master Jieren membuktikan bahwa praktisi Buddha bukan beliau membentuk tim kecil “membalas budi negara melidungi
waktu yang lama. Beberapa orang
tidak mengerti tehnologi. kehidupan” untuk melakukan penelitian “bagaimana juga membaca paritta, tetapi saya
menyelamatkan diri dalam kondisi terjangan gelombang membaca lebih lama dari mereka,
air”. Jieren menjelaskan, umat Buddha harus memancarkan Orlando Bloom melakukannya,
welas asih peduli pada lingkungan dan menebarkan cinta
8 April 2006 merupakan salah satu hari istimewa karena Tina Turner, mereka melakukannya
kasih membalas budi masyarakat. Selain itu, juga harus
pada hari itu telah sukses dilakukan uji tes kelayakan protoype mampu berjalan seiring dengan kemajuan sosial dan iptek setengah jam sehari,” katanya
bola penyelamat bagi korban bencana tsunami, angin taifun dalam perjuangan mengembangkan peradaban manusia. kepada Contactmusic. “Tetapi saya
dan bencana di laut yang hak patennya telah diajukan oleh Akhirnya hanya dalam waktu 25 hari, tim Master Jieren melakukannya empat sampai lima
Master Jieren, Vice-President Buddhist Association of China, berhasil membuat rancangan bola penyelamat. November
pada tahun 2005 lalu.
jam sehari, diselingi istirahat untuk
2005 Master Jieren menyerahkan hak pembuatan bola ini
Uji coba di lapangan pun berlangsung sukses. Uji coba ini kepada sebuah perusahaan stainless steel engineering di
merokok!” demikian tambah Love
dilakukan selama 12 menit di danau Yunlong, kota Xuzhou, kota Xuzhou. yang masa kecilnya sempat dilewatkan
Suzhou, dengan diisi orang di dalamnya. Untuk selanjutnya “Bola penyelamat ini berhubungan langsung dengan di Eropa dan Selandia Baru ini.
uji coba akan dilangsungkan di perairan wilayah pulau jiwa manusia. Jiwa manusia tak ternilai harganya. Menolong Semoga kebiasaan menghirup
Zhoushan, Putuoshan. satu jiwa manusia melebihi mendirikan tujuh tingkat pagoda.
Bola penyelamat yang pengajuan hak patennya bernomor asap beracun ini juga dapat segera
Bagi penganut agama Buddha seperti kita ini, meriset
200510043261.2 ini terbuat dari bahan stainless steel dengan dan mengembangkan perangkat seperti ini adalah sudah lenyap dari kehidupan Love seiring
kemampuan anti karat yang tinggi, sangat sesuai dalam misi seharusnya. Pengembangan bola penyelamat ini, baik bagi dengan pelatihannya dalam Buddha
penyelamatan ketika datangnya bencana tsunami, banjir sejarah kelautan ataupun Buddhisme, memiliki nilai yang Dharma.[Zoi]
akibat taifun ataupun bencana di laut. Bola yang berdiameter sangat berarti. Kita harus berani menghadapi kesulitan,
1,4 meter, tinggi hampir 2 meter dan berat 160 kg lebih ini bercita-cita tinggi, menyatukan semangat dan kekuatan,
didesign menampung dua orang dengan kemampuan yang bekerja keras serta menunjukkan hasil yang meyakinkan,”
cukup menakjubkan: menggunakan prinsip gasing, tahan
goncangan, meski mengalami amukan gelombang dan angin
yang dahsyat, tidak menimbulkan efek pusing bagi orang
demikian kata Master Jieren.
Marilah para siswa Buddha berbuat seperti anjuran
Master Jieren. (TjW)
Ajaran Buddha Membantunya
Meninggalkan Narkoba

16
Courtney Love 17
Photo: Istimewa
Selebritis Sangat Sesuai Memeluk Agama Buddha makna pentingnya pikiran yang tak membeda-bedakan.
Telah 12 tahun lamanya Tsang menjadi siswa Buddha Semua peserta mengenakan pakaian yang sama, rambut
dan semua ini berawal dari sebuah cerita kecil. “Waktu itu diplontos dan tidak diperkenankan berbicara. Tak ada lagi
saya mendengar sebuah kisah kecil tentang bhiksu yang merk-merk baju terkenal, tak terlihat potongan rambut terkini,
berpindapatta dari rumah ke rumah (menerima persembahan serta tiada lagi perbedaan derajat, kedudukan dan kekayaan.
makanan dari umat). Sebenarnya ini merupakan himbauan Hal pertama yang dilakukannya setelah menjalani kehidupan
bagi para umat agar tidak lupa untuk berbuat bajik. Kisah bhiksu ini adalah menjual mobil family van dan selama 2
ini memberikan inspirasi yang sangat besar bagi saya. tahun tidak membeli pakaian baru. Tsang telah sadar bahwa
Saya adalah seorang aktor, untuk berbuat bajik tak perlu barang duniawi tidaklah begitu penting.
meninggalkan kehidupan perumah tangga, sebab saya Beberapa waktu kemudian, Tsang menyempatkan diri
sendiri ibaratnya sebuah terompet raksasa yang dapat terbang ke Dharma Drum Mountain Taiwan mengikuti 3
mempengaruhi banyak orang untuk berbuat bajik. Saya hari retret Chan di bawah bimbingan Master Sheng Yen.
gembira karenanya. Dalam masyarakat sekarang ini, dapat Di sanalah ia mengenal wejangan “empat nya” dari Sheng
senantiasa mengingatkan orang untuk berbuat bajik adalah Yen: “Menghadapinya, Menerimanya, Menyelesaikannya,
sebuah perbuatan yang sangat baik,” demikian jelas Tsang Melepaskannya”. Yang dimaksud dengan “nya” adalah
yang menjadi pembawa acara pada Pameran Relik Jari “persoalan hidup”.
Tangan Buddha di Hong Kong pada Mei 2004 lalu.
Tsang menyebutkan alasannya menjadi siswa Buddha Keberanian Menyatakan Maaf
adalah karena selain merupakan agama, Buddhisme juga Sekembali ke Hong Kong, muncul berita Tsang mabuk
mengandung nilai pengetahuan dan kesenian. Lebih lanjut mendamprat orang. Sungguh ironis, ini terjadi belum genap
dikatakannya bahwa selebritis sangat sesuai memeluk agama 3 hari sepulang dari retret. Apakah pelatihan 7 hari menjadi
Buddha karena hal yang paling sulit bagi selebritis adalah bhiksu dan 3 hari retret itu sia-sia? Tsang menjelaskan, “Dua
menghadapi keterpurukan dari puncak karir, sedang Buddha hari kemudian saya menghubungi para kuli tinta, di depan pers
mengajarkan bahwa segala sesuatunya selalu berubah, yang saya menyatakan maaf kepada seluruh masyarakat Hong
kita miliki hari ini mungkin esok hari akan lenyap semuanya. Kong. Inilah introspeksi yang saya lakukan. Meski kejadian ini
Sebab itu, ajaran Buddha sangat membantu selebritis hanya melibatkan saya dan Bapak Yang, tetapi sebagai figur
dalam mempersiapkan mental meniti jalan karir yang penuh publik, saya tidak ingin memberi pengaruh buruk bagi para
ketidakpastian. penonton film usia muda.” Lalu, bagaimana tindakan Tsang
Apa pula inspirasi terbesar yang diperoleh Tsang dari bila peristiwa ini terjadi sebelum ia mengenal Buddhisme?
Buddhisme? “Selebritis sudah seharusnya memberikan “Kalau saya yang dahulu, dapat dipastikan tidak mungkin
kontribusi bagi masyarakat. Selebritis adalah idola, maka meminta maaf. Biarkan peristiwa ini berlalu begitu saja.
sudah seharusnya memiliki tanggung jawab dan kewajiban Sebagai artis, langkah yang terbaik adalah membiarkannya,
untuk membimbing para fans melakukan kebajikan dan sebab semakin dijelaskan akan semakin ruwet. Orang Hong
memperhatikan orang lain! Hati yang bajik, ikrar yang bajik, Kong paling bisa melupakan berita karena setiap hari pasti
dimulai dari pemurnian hati sendiri, meyakini dan menerapkan ada headline yang akan menutupi berita tentang diri anda.
Budhisme. Ini akan sangat membantu kehidupan spiritual Sebab itu, asal anda tidak menyebutnya, orang lain dengan
Photo: Istimewa kita,” demikian tutur Tsang. cepat akan melupakannya.”
Tsang telah memberikan keteladanan bagi kita dengan

ERICK TSANG Tegar Menghadapi Kematian


Desember 2003 lalu, dalam satu bulan Tsang kehilangan
dua orang teman baik, yakni aktor Orr Sau Leung (Taiwan)
dan aktris Anita Mui (Hong Kong). Kepergian dua rekan
ini menyadarkannya akan pentingnya mempelajari ajaran
menunjukkan semangat sejati siswa Buddha: berani
bertanggung jawab. Mega aktor yang bertampang baby-face
ini telah berhasil menerapkan wejangan “empat nya” Master
Sheng Yen. Selain itu, Tsang juga memberikan contoh nyata
bahwa untuk mencapai kesuksesan, bahkan di bidang dunia
Mega Aktor Hong Kong Buddha. “Manusia pada akhirnya harus meninggal. Segala
bentuk popularitas dan keuntungan tidaklah penting.
hiburan, tidak selalu harus mengandalkan paras ataupun
bentuk tubuh. Lebih dari itu, di tengah godaan gemerlapnya

Yang Non-Tinggi & Non-Tampan Popularitas dan keuntungan dalam dunia hiburan yang
diperoleh dengan tidak mudah itu, seiring dengan berakhirnya
kehidupan dunia hiburan Mutiara Timur, Tsang tidak terlena,
justru ia sangat aktif tak pernah berhenti berperan dalam
kehidupan, semua itu menjadi tidak penting lagi karena kita kegiatan sosial Buddhisme.
tidak bisa membawanya pergi.” Tsang mengatakan bahwa
Postur tubuh tergolong pendek, jauh dari bentuk tubuh atletis, paras tidak bisa dikatakan agama Buddha membuatnya tegar menghadapi kematian.
tampan, bahkan suaranya boleh digolongkan tidak enak didengar, tetapi aktor satu ini “Hidup ini pada dasarnya selalu berubah, segala hal bisa Profil Singkat
saja terjadi. Tubuh kita ibaratnya sehelai pakaian. Meski Nama: Eric Tsang Chi Wai (Mandarin: Zheng Zhi Wei)
memiliki prestasi tersendiri dalam 30 tahun perjuangannya di dunia perfilman Hong Kong, suatu ketika meninggalkan dunia ini, itu tak lebih seperti Tempat & Tanggal Lahir: Hong Kong, 14 April 1953
terlebih setelah perannya sebagai tokoh antagonis di film “Internal Affairs”. Ya, tampaknya berpindah ke tempat lain, berganti pekerjaan lain, menuntut Golongan Darah: A
tidak banyak penggemar film yang tidak mengenal tokoh yang pernah meraih gelar “Best ilmu di sekolah yang lain, menjadi orang yang lain. Karena Tinggi Badan: 160 cm
Actor” dalam Hong Kong Film Award tahun 1992 serta beberapa kali gelar “Best Supporting itu, kematian bukan sesuatu yang perlu ditakutkan.” Shio: Tikus
Actor” dalam Hong Kong Film Award, Golden Horse Film Festival (Taiwan) dan Golden Kewarganegaraan: Hong Kong
Tujuh Hari Sebagai Bhiksu Agama: Buddha
Bauhinia Awards (Hong Kong). Eric Tsang (Zheng Zhi Wei) memang sosok mega aktor Pada ulang tahun yang ke-40, Tsang mencoba merasakan Olahraga Favorit: Sepakbola, Golf, Ski
Hong Kong yang lain dari yang lain. menjalani kehidupan “meninggalkan rumah tangga” selama Yang Paling Diperhatikan: Persahabatan, Keluarga
7 hari di Fo Guang Shan, Taiwan. Saat itulah ia menyadari

18 19
WAWANCARA EKSKLUSIF
BUDAYA BACA pun akan mewarisinya, akibatnya generasi manusia
Dari kutipan tersebut di atas dapat kita pahami secara perlahan-lahan menjadi kehilangan akarnya.
betapa bermaknanya ucapan itu yang sudah tentu Perubahan cara pikir ini membuat manusia zaman
lahir dari kontemplasi yang sangat dalam. Tak heran, sekarang justru mengalami kemunduran dibanding
karena ucapan itu muncul dari mulut Trie Utami, yang nenek moyang zaman dahulu.
akrab dipanggil Mbak Iie, yang oleh keluarganya “Keterikatan kita terhadap bantuan teknologi malah
sejak kecil telah ditanamkan budaya wajib membaca, membuat kita menjadi terbatas. Berbeda dengan
dicekok segala macam buku, terutama buku ilmu manusia zaman dulu yang karena terbatas justru
pengetahuan. menjadi tak terbatas, contohnya adalah maha karya
Budaya membaca dan kesenian pulalah yang telah candi Borobudur,” jelas Mbak Iie yang akrab dengan
membawa Mbak Iie masuk ke segala komunitas dan Bhante Dhammasubho ini.
berkelana ke penjuru dunia, memberinya kesempatan Ditambahkannya pula, kita selalu memenjarakan
untuk menggali lebih banyak dan lebih dalam tentang dan membatasi diri dalam hal-hal yang bersifat
peradaban manusia, termasuk ajaran Buddha. linguistik, seolah-olah bahasa ini milik kelompok ini dan
Kedekatan tradisi menjadi senjata paling ampuh untuk bukan kelompok itu, padahal secara esensi semua itu
mengenal peradaban. cair. Dinding penjara linguistik ini sudah terlalu tinggi
“Bapak saya cerita, buku itu jendela dunia, dan harus dirobohkan. Inilah anjuran dari Mbak Iie
memberi kita pengetahuan, meski belum jadi ilmu,” yang juga mengajak kita untuk berani menyalahkan
tutur Mbak Iie yang sudah membaca The Teaching of diri sendiri di depan orang lain, pun jujur terhadap diri
Buddha semasa masih duduk di bangku kelas enam
Sekolah Dasar.

DINAMIKA HIDUP
Menurut Mbak Iie, dalam perjalanan peradaban,
manusia selalu cenderung mencari kekuatan di luar
dirinya. Kecenderungan ini membawa manusia pada
wisdom yang berkembang sesuai dengan zamannya,
namun dengan berbagai ways yang berbeda.
Sebagai umat yang mengenal ajaran Buddha, sudah
seharusnya kita membebaskan diri dari belenggu
kehidupan yang mencari sesuatu di luar diri ini.
“Dalam menyikapi dinamika hidup, yang terpenting
berusaha menjadi manusia baik, tidak menyakiti orang
lain, tidak mengeksploitasi orang lain. Anda harus
menjalankan hidup dengan sukses, apapun profesi
Anda, karena sukses itu relatif,” tutur Mbak Iie.
Mbak Iie juga menambahkan bahwa untuk menjadi Photo: Zuhri/BEC
manusia baik haruslah sesering mungkin melakukan
Ekspresif: Mbak Iie ketika di wawancarai di sebuah kafe di
perbuatan positif, namun nilai kebaikan itu sendiri Hotel Garden Palaca, Surabaya.
ternyata juga relatif. Perbuatan positif yang dilakukan
saat hati sedang tidak mood akan memiliki nilai yang
jauh lebih berharga dibanding melakukannya ketika
“Kebenaran terdapat di mana saja dan dapat keluar dari siapa saja. hati sedang gembira. sendiri. Kita harus berani bermain dengan diri sendiri,
Demikian pula dalam pencarian ketenangan batin, dalam pengertian terbuka dalam menghadapi kebaikan
Pandanglah persamaan yang kita miliki, bukan perbedaan. Jangan melihat semua serba relatif. Ada yang mencarinya dengan dan keburukan kita, meski kadang kala kejelekan kita
bermeditasi, duduk dan minum kopi, maupun dengan yang menang. Namun memang demikianlah proses
aku berbeda, coba lihat kehadiranku sebagai sebuah persahabatan. bernyanyi. Tak peduli cara apa yang kita gunakan pelatihan batin itu.
Lepaskan pandangan Anda dari perbedaan dan coba rasakan apa yang dalam pencarian itu, yang jelas harus memperbaiki Mbak Iie juga sempat melontarkan konsep energi
hari-hari kita, khususnya memperbaiki yang sudah pikiran yang dipahaminya sebagai galaksi kehidupan
aku persembahkan.” (Sepatah kata Trie Utami dalam shownya di pulau terlihat jelas perlu diperbaiki. dan energi hati sebagai alam semesta. Meski energi
Dewata Bali, 24 Oktober 2006) Relativitas dinamika hidup di atas seakan pikiran tempatnya boleh di atas (di kepala, red),
menyadarkan kita akan kebenaran hukum anicca yang sedang energi hati berada di bawah (di hati, red),
menyatakan bahwa segala sesuatu yang berkondisi namun pemimpinnya tetap energi hati, karena energi
Oleh: Himawan Susanto
“Sosok Bebas” itu tidak mutlak, tidak tetap dan senantiasa berubah.
Tentang pandangan terhadap perubahan dunia,
Mbak Ie mengatakan jangan bermimpi mengubah
pikiran hanyalah akal sedang energi hati adalah nurani
dan budi pekerti.
“Makanya, saya memilih untuk hidup di masa kini,

Trie Utami
dunia jika diri sendiri belum berubah. Namun perubahan bukan di masa lalu, karena saat lahir sampai usia
diri itu harus menuju pada perubahan yang lebih baik, anak-anak sekian tahun kita tidak bisa memilih, baru
bukan perubahan seperti manusia zaman sekarang saat mulai dewasa neraca akal dan berpikir kita mulai
yang cenderung maunya serba berpikir instan. Jika berkembang,” demikian kata Mbak Iie yang saat ini
orang tua sudah berpikir secara instan maka anaknya sedang menulis buku berjudul Bodhi Citta.

20 Photo: Zuhri/BEC 21
Sudut Peristiwa
PERSAMAAN BUKAN PERBEDAAN Hidup ini tidak mungkin selalu berjalan sesuai keinginan kita,
Setelah pergulatan spiritual yang panjang, ia menyadari karena itulah nilai-nilai pergulatan dan berpikirlah yang akan Harumnya bunga tak dapat menyebar melawan arah angin,
bahwa kebenaran terdapat di mana saja dan dapat keluar dari membuat kita semakin matang. Dunia akan terus berjalan begitu pula harumnya kayu cendana, bunga tagara dan melati.
siapa saja, karena kebenaran itu memiliki esensi dasar yang dan kita semua tidak mungkin tidak bersentuhan, kita harus
sama. Namun kala mulai dilekatkan pada faktor eksternal, menerima kenyataan,” tuturnya panjang lebar. Namun, harumnya kebajikan dapat menyebar melawan arah angin.
maka semua itu menjadi tampak berbeda, inilah kesulitan “Saat ini kita berenang di tempat yang sama dengan Orang bajik harum menyebar ke segala penjuru.
terbesar yang dihadapi umat manusia. Dan kesulitan itu perenang lain, tapi kita berusaha menjadi perenang yang (Dhammapada 54)
kemudian semakin bertambah dari generasi ke generasi tenang, mengambil nafas dengan baik, berusaha untuk tidak
karena sejak kecil kita diajarkan untuk berbeda, bukan tenggelam, karena kita harus menempuh dan menyelesaikan
merujuk pada persamaan yang ada. Dunia ini memang
penuh dengan perbedaan, ia tidak mungkin menjadi satu,
jalur itu dengan baik. Beberapa hal dalam hidup ini memang
berubah dan bergeser, semakin cepat dan canggih, 20 Tahun Kebhiksuan
Y.A. Nyana Maitri Mahasthavira
namun karena perbedaan inilah maka dunia menjadi indah maka cara menyikapinya bergantung kepada kita sendiri.
adanya. Ini karena kita tidak menolak perbedaan, bahkan Karena semuanya hanya alat, tergantung bagaimana kita
berhasil menyatukannya dalam satu harmoni yang indah. menggunakannya,” itulah tips dari Mbak Iie saat ditanya
Contohnya dapat kita lihat dari terminologi orkestra yang bagaimana cara menyikapi kehidupan saat ini.
harmoninya tercipta dari perbedaan alat musik dan bunyi Semuanya hanya alat, tergantung bagaimana
yang dihasilkannya. menggunakannya, ini pulalah yang diterapkannya dalam
Bagaimana langkah nyata kita dalam menyelaraskan bermeditasi. Ia tidak mencari-cari atau mengagungkan
perbedaan itu? “Kitab Suci dan tulisan-tulisan menjadi benar metode tertentu yang justru dapat berbalik menjadi batu
jika dijalankan, kalau tidak dijalankan maka hanya berhenti penyandung dalam pembinaan diri. Metode meditasinya
menjadi wacana. Makanya saya ingin masuk ke semua hanya diam, bersila, kosongkan pikiran dan bernafas. Dalam
komunitas karena esensinya yang sama. Tidak ada habisnya penerapan hidup sehari-harinya, yang terpenting adalah
jika hanya bicara dan memperkarakan simbol atau warna,” aplikasikan apapun yang baik, benar dan berguna bagi
lanjut Mbak Iie penulis buku berjudul “Karmapala” ini. orang lain, serta bermanfaat dan membahagiakan semua
makhluk.
HARMONI KEHIDUPAN “Aku termasuk orang yang memelihara penderitaan,
Berbicara tentang harmoni dalam berkehidupan, Mbak Iie dalam konteks, ingin belajar banyak dari tantangan yang
mengatakan kita harus menetralkan pikiran-pikiran yang ada, datang. Begitu banyak pelajaran yang dapat diambil dari
jangan mempertajam dualisme pikiran. Inilah makna filsafat setiap tantangan. Bagaimana kita mengolah sampah menjadi
yang diajarkan dalam Zen (Chan). Masih menurut Mbak pupuk, itu tantangan yang tak usah dicari pasti datang sendiri.
Iie, dunia ini penuh dengan ombak besar dan ombak kecil, Hidup ini mahal dan indah banget, makanya spreading yang
menyadari adanya perbedaan namun tidak menolaknya, bagus-bagus,” lanjut Mbak Iie.
inilah filosofi dua jenis ombak yang Mbak Iie gunakan dalam Bagaimana pula kita harus berbuat saat dilanda rasa
memahami dinamika kehidupan yang terjadi. amarah dalam menghadapi masalah? “Jika telah memahami
Ia juga menambahkan bahwa nilai-nilai Buddhisme hukum kausalitas (karma, red), maka kita akan lebih wise. Mahasthavira: Bhante Nyana
sangat aplikatif, meski reward dan punishmentnya relatif Meskipun marah tapi kita sadar akan marahnya kita. Sadari Maitri tekah 20 tahun mengabdi
sedikit. Dalam Buddhisme kita diajarkan untuk lebih dewasa baik dan buruk itu, pikirkan bahwa keburukan tidak hanya dalam perkembangan Buddha
dan bijak, bagaimana merubah yang buruk menjadi baik, berpengaruh pada diri sendiri namun juga orang lain,” Dharma di Indonesia.
mengolah segala sesuatunya menjadi hal yang berguna inilah saran bijak dari Mbak Iie yang bertekad ingin menjadi
dalam menghadapi dinamika kehidupan yang tidak terlepas manusia bermutu. Satu tips sederhana yang jitu dari Mbak
dari berbagai pressure. Iie, dengan memahami hukum kausalitas dan menjaga Photo: Istimewa
“Karena hidup ini terus berkelanjutan dan berulang-ulang, kesadaran, masihkah kita ingin berlarut-ria dalam kemarahan
merupakan proses sirkular bukan linear, sudah seharusnya yang merugikan itu?
kita berupaya mengakhiri perputaran ini dengan pandangan “Yang penting jangan mengganggap diri sendiri yang
yang benar yang berlandaskan wisdom sejati. Demikian paling benar,” katanya menutup wawancara di Hotel Garden 23-24 September 2006, Vihara Buddha Dharma, Bukan suatu hal yang mudah mengarungi
pula saat kita dalam wilayah negatif, aplikasikan wisdom. Palace Surabaya di sore medio November yang cerah itu.*** Legian Kaja, Kuta, Bali, terlihat semarak dan meriah kehidupan selibat selama 20 tahun lamanya. Sebuah
saat puluhan umat Buddha hadir merayakan 20 tahun suri tauladan kehidupan suci yang patut kita hormati
kebhiksuan Y.A. Nyana Maitri Mahasthavira, Ketua dan junjung tinggi. Sudah sewajarnyalah kalau kita
Sangha Mahayana Sangha Agung Indonesia. para siswa awam berterima kasih kepada Y.A. Nyana
Dalam perayaan itu, tampak hadir Bapak Sudhamek Maitri Mahasthavira beserta segenap anggota Sangha
AWS (Ketua Umum Majelis Buddhayana Indonesia), Y.A. yang telah mendedikasikan seluruh kehidupan mereka
Aryamaitri Maha Sthavira (Anu Maha Nayaka II Sangha demi pelestarian dan pengembangan Dharma.
Agung Indonesia) dan Y.A. Viriyanadi Mahathera (Anu Kita nyatakan rasa terima kasih dengan
Maha Nayaka V Sangha Agung Indonesia). merangkai perbuatan bajik tiada henti yang pada
Selain itu, diadakan pula Mahapuja Bhaisajyaguru akhirnya juga akan mengantar kita pada pemahaman
Buddha. Upacara pembacaan Sutra secara Mahayana makna terdalam dari Dharma yang luhur. Meresapi,
ini dilaksanakan selama 49 hari yang dipimpin oleh menghayati dan mendedikasikan diri, itulah yang
sedikitnya tujuh orang bhiksu dan bhiksuni. Upacara ini telah dilakukan oleh Y.A. Nyana Maitri Mahasthavira
bertujuan untuk berdoa bagi kesejahteraan, keselamatan, bagi kita dan semua makhluk. (shc)
kemakmuran dan kesehatan semua mahkluk.

22 23
paritta ataupun berbuat kebajikan.
Setelah kecelakaan itu terjadi,
VIHARA SASANA SUBHASITA sang ibu bermimpi melihat anaknya
datang dengan mengenakan baju

Peresmian Kemilau Cahaya 1.000 Buddha Rupam, berlumuran darah dan berpesan agar
uangnya yang disimpan di bank dapat

Sangha Dana dan HUT ke-15


didanakan ke Bhikkhu Sangha. Esok
harinya ibu itu bertanya kepada Bhante
tentang cara terbaik untuk melakukan
Minggu, 12 Nov 2006 Pukul 13.00 pelimpahan jasa bagi anaknya yang
sudah meninggal. Bhante kemudian
menjelaskan bahwa yang terbaik adalah
dengan berdana ke vihara, sebagai
misal berdana bagi pembuatan Buddha
Rupam, karena dengan melakukan hal
ini berarti kita telah berbuat kebajikan
besar yang dapat membawa pada
kelahiran di alam Dewa.
Selain itu, Bhante juga menekankan
pentingnya datang melakukan puja
bakti di vihara, karena selain berbuat
kebajikan juga mendorong sosialisasi
dengan sesama umat, serta vihara
memberikan suasana kondusif bagi
pengembangan batin kita, suatu hal
yang jauh lebih baik daripada bengong
di rumah.
Hidup ini tak pasti, tak tahu kapan
waktu kita di dunia ini akan berakhir. Photo: istimewa
Oleh karenanya, jangan lengah dan
Dana: Umat Buddha memberikan dana makanan saat pindapatta Bhikkhu Sangha di sekitar
meremehkan perbuatan baik yang Vihara Sasana Subhasita.
sekecil apapun, karena sesuatu
yang baik bila dilakukan secara terus
Bertepatan dengan perayaan Kathina, di sebuah vihara menerus maka akan membawa manfaat baik bagi diri sendiri Bank : NISP Cab. Kisamaun
Jl. Tegalsari IV No. 32, RT/RW: 04/11, Sukasari, Tangerang, maupun semua makhluk. Dengan kata lain, semua makhluk No. Rek : 632 010 66 7777
Banten, 12 November 2006 dilangsungkan 3 kegiatan secara bergantung pada perbuatannya sendiri. Yang bajik akan Atas Nama : Yayasan Sasana Subhasita
berbuah bajik, yang buruk akan berbuah buruk. Email : vsasanasubhasita_1.000buddha@yahoo.co.id
bersamaan, yakni Peresmian Kemilau Cahaya 1.000 Buddha
Photo: Ardi

Sangha Dana dilakukan di ruang Dhammasala dan area Telp : 62-021-5527321


Rupam, Sangha Dana dan HUT ke-15 Vihara Sasana Subhasita. tenda depan vihara. Tampak semua umat yang hadir dengan
penuh suka cita melakukan persembahan dana kepada Ketentuan dana Kemilau Cahaya 1.000 Buddha Rupam
Bhikkhu Sangha, ladang subur bagi semua makhluk untuk adalah sebagai berikut:
menanam benih kebajikan. -Dana sejumlah 1 juta rupiah untuk satu Buddha Rupam.
Vihara Sasana Subhasita berawal dari Cetiya Atadashi sambutan dari Bapak Cornelis Wowor mewakili Sekjen Setelah pemberkatan pemercikan air paritta, selanjutnya -Bagi donatur yang ingin berdana dengan cara mencicil
yang berdiri tahun 1991. Tetapi masyarakat sekitar waktu Departemen Agama Buddha. dilakukan pemotongan tumpeng sebagai tanda peringatan dapat mengangsur sebanyak 10 kali.
itu lebih mengenalnya dengan nama Toepekong Acheng. Disebutkan bahwa dana yang terhimpun dalam kegiatan HUT ke-15 Vihara Sasana Subhasita. Setelah itu para -Nama donatur akan dicantumkan pada daftar nama sesuai
Setelah itu perkembangan cetiya sempat terhenti karena ini akan digunakan bagi peningkatan kualitas dan kuantitas Bhikkhu Sangha meninggalkan ruang Dhammasala dan dengan nomor urut yang terdapat di kotak Buddha Rupam.
terbatasnya dana. Namun kesulitan itu akhirnya teratasi umat Buddha di Tangerang umumnya dan di sekitar Vihara acara berlanjut ke panggung hiburan dengan suguhan -Satu Buddha Rupam akan mewakili satu nama donatur.
berkat semangat dan perjuangan para umat, tepatnya para Sasana Subhasita khususnya. nyanyian dan tarian. -Buddha Rupam tersebut akan diletakkan di Dhammasala
ibu, dalam menggalang dana bagi kepentingan cetiya. Setelah itu dilanjutkan dengan pengguntingan pita oleh Sebelumnya, pada hari yang sama pukul 06:30, telah Vihara Sasana Subhasita.
Kemudian pada tahun 1994, Cetiya Atadashi diresmikan YM Bhante Phra Caukun Raja Pannavisarad (Luangpu dilangsungkan acara pindapatta yang dilakukan oleh 7 -Bagi para donatur yang telah menyumbang akan diberikan
menjadi Vihara Sasana Subhasita. Demikian penjelasan Leang Chandra Gamo) yang menandai dibukanya Bhikkhu Sangha. Terlihat sekitar 300 hingga 500 umat kenang-kenangan berupa replika Buddha Rupam berukuran
singkat dari Wakil Ketua Yayasan, Romo Dhammawan. Peresmian Kemilau Cahaya 1.000 Buddha Rupam. Suasana mempersembahkan dana makanan kepada para bhikkhu kecil.
Sebelum acara Peresmian Kemilau Cahaya 1.000 Buddha khidmat terasa sekali dalam ruang Dhammasala tempat yang berpindapatta. Pindapatta dilakukan di sekitar wilayah
Rupam dimulai, para umat dan hadirin yang berkumpul di berlangsungnya pengguntingan pita yang diikuti oleh 17 Vihara Sasana Subhasitta dengan rute yang diawali dari Jl. Gemar berdana dan memiliki moral yang baik, dapat
area panggung disuguhi pertunjukan tarian, nyanyian dan Bhikkhu Sangha ini. Tegal Sari IV (Vihara Sasana Subhasita) lalu menuju ke Jl. menahan nafsu serta mempunyai pengendalian diri, adalah
atraksi barongsai yang memukau. Selanjutnya memasuki acara Sangha Dana yang diawali Tegal Sari III, Jl. Tegal Sari II, Jl. Tegal Sari I dan berakhir timbunan “Harta” yang terbaik bagi seorang wanita maupun
Selanjutnya acara dibuka dengan diawali kata sambutan dengan pembacaan paritta dan Dhammadesana oleh YM setelah kembali di Vihara Sasana Subhasita. pria. (Nidhikanda Sutta - 6)
dari Bapak Charles Mario sebagai Ketua Panitia, Bapak Bhikkhu Wongsin Labhiko. Dalam kesempatan ini Bhante
Jhoniadi T.M. sebagai Ketua Yayasan Vihara, Bhante menceritakan sebuah kisah nyata tentang seorang ibu yang Bagi para umat yang ingin melakukan kebajikan berdana, Semoga kemilau cahaya Buddha Rupam senantiasa
Abhayanando mewakili Bikkhu Sangha, Bapak Sayit SH kehilangan anaknya yang berusia 17 tahun karena musibah dapat menyalurkan dananya ke rekening “Kemilau Cahaya menerangi batin setiap makhluk. Semoga semua makhluk
mewakili BIMAS Agama Buddha dan ditutup oleh kata kecelakaan. Anak ibu itu jarang sekali ke vihara, membaca 1.000 Buddha Rupam”. berbahagia. (kiriman: Mulyati Gunawan)

24 25
Photo: Himaone

Memahami Potensi Diri


Melalui Palmistri
Vihara Dhammadipa Surabaya saling beradu dengan bukti sesuai versi Sementara itu, Bhante Uttamo
menyelenggarakan seminar unik masing-masing. mengatakan bahwa bukan hal baru soal
bertema “Merajut Kehidupan Terlepas pendekatan siapa yang adanya tanda-tanda gambaran masa
Mendatang, Bercermin Kehidupan benar, semua tentu paham bahwa lalu ataupun masa mendatang. Seperti
Lampau: Palmistri, Palmterapi vs kita tidak bisa merubah masa lampau, misalnya, petunjuk dan tanda-tanda
Kamma” di Hotel Equator Surabaya, tetapi tidak demikian untuk masa kini manusia luar biasa yang telah ada sejak
11 November 2006. Seminar menarik dan masa depan, karena hal-hal yang zaman Buddha. Ditambahkan pula,
ini menghadirkan Budi Daruputra dan kita lakukan saat ini pasti bisa merubah bahwa konsep kamma (karma) sangat
Bhante Uttamo sebagai pembicara, masa depan. relevan dengan kehidupan, yang mana
dengan moderator Adi W. Gunawan. “Palmistri adalah pengetahuan segala sesuatu yang kita peroleh saat
Masa depan selalu menjadi analisis tangan untuk mengungkap ini adalah akibat dari perbuatan yang
topik menarik bagi kita. Beragam potensi diri seseorang, baik masa lalu, kita lakukan di masa lampau.
cara dilakukan untuk mendapatkan saat ini dan kecenderungan masa Apapun pendekatan yang diyakini,
gambaran tentang apa yang akan depan. Sedang palmterapi adalah yang terpenting adalah mengertikah kita
terjadi di masa mendatang. Baik temuan terapi alternatif yang berharga bahwa segala sesuatu itu senantiasa
pendekatan secara relijius, fisiologis, dan efektif untuk membantu orang berubah dan tidak kekal adanya sesuai
mistis, statistik ataupun berbagai lain memperbaiki kesehatan dan benih yang kita tabur? Dengan adanya
pendekatan lainnya, semua berbaur jalan hidupnya,” tutur Budi Daruputra, pemahaman ini, masihkah kita takut
menjadi satu dalam perbincangan seorang terapis telapak tangan menjalani kehidupan ini? (shc)
yang tiada habisnya, bahkan sering kali bersertifikat. ***

26 27
Antara
REALITAS
dan
RESPON
Y.A. Jotidhammo Mahathera

Photo: Himaone
Aktif : Setelah melihat realitas dilanjutkan dengan tindakan merespon agar terjadi perubahan.

Ratusan umat Buddha Surabaya menghadiri realitas agar tidak terlalu susah dan tertekan, dan
ceramah Dharma Bhante Jotidhammo di Vihara karena ada satu kenyataan: tidak ada orang yang
Photo: Himaone
Buddha Kirti, Surabaya, 1 Oktober 2006. Sejak terpilih mau hidupnya menderita,” tutur Bhante yang Oktober
FOKUS: Peserta serius mengikuti chanting meditation di bawah bimbingan Master Wim Pe. sebagai Ketua Umum Dewan Pimpinan Sangha ini telah menjadi Mahathera.
Theravada Indonesia (STI) periode 2006-2011, ini “Tidak dengan diam setelah melihat kebenaran,

Chanting Meditation:
adalah kunjungan Bhante yang pertama kalinya ke namun aktif bersikap agar mendapat kemajuan dan
Kota Pahlawan, Surabaya. perkembangan dalam mengatasi realitas dan lakukan

Om Mani Padme Hum


Dalam ceramahnya, Bhante mengatakan bahwa perubahan dalam kerangka merespon,” demikian
ajaran Buddha membuka pemikiran kita tentang wejangan Bhante yang telah menyelesaikan studi S2
segala sesuatu yang ada dalam kehidupan ini. di UGM ini.
Buddha tidak pernah mengajarkan sesuatu yang Dharma adalah landasan pegangan universal
direkayasa, dibuat-buat ataupun dicocok-cocokkan, setiap individu dalam mengarungi kehidupan, sikap
realitas dan fakta kehidupanlah yang senantiasa realistik dan aktif mutlak diperlukan untuk mewujudkan
“Mari kita lafalkan 100.000 kali mantra Om Vihara Dhammadipa Arama, Batu, Malang, dan diajarkan Buddha. “Sebagai manusia, kita harus perubahan yang signifikan dalam merajut tatanan
Mani Padme Hum selama 3 hari ini,” ajak Master kini beliau sedang merealisasikan proyek terbaru mengetahui dan menerima realitas agar tidak salah kehidupan. Sudahkah kita menerima realitas dan
Wim Pe kepada 13 peserta Chanting Meditation pembangunan pagoda yang lebih besar yang mengerti,” lanjut Bhante. “Setelah mengerti Dharma meresponnya dengan berpegang pada Dharma yang
di Villa Metta Trawas, 15-17 September 2006. berlokasi di Medan, Sumatra Utara. dan kebenaran, maka kita dapat bersikap terhadap universal? (shc)
Awal September, Master Wim Pe juga Para peserta juga berkesempatan meminum
telah melakukan Chanting Meditation di air dari gelas kuningan berusia 700 tahun milik
Medan, Brastagi dan Danau Toba. Dengan Raja Myanmar yang biasa dipergunakan jika
melafalkan Om Mani Padme Hum, kita tidak Raja menderita sakit. Selain gelas, para peserta
saja memancarkan cinta kasih bagi diri sendiri, mendapat pemberkahan (blessing) dari relik-relik
namun juga bagi orang dan makhluk lain, bahkan yang dibawa Master Wim Pe yang kesemuanya
bagi bangsa kita. dipinjamkan oleh Guru Master Wim Pe sendiri.
“Sudah banyak yang mendapat manfaat Belajar meditasi bukanlah kesempatan
dan kebahagiaan setelah melafalkan Om yang dapat diperoleh oleh setiap orang, sedang
Mani Padme Hum,” tutur Master yang kini kesempatan mencoba metode baru dalam
memiliki Chanting Meditation Centre di empat bermeditasi adalah jauh lebih langka. Bagi
Negara, yakni: Malaysia, Singapura, Siam dan mereka yang telah melafalkan 100.000 kali
Myanmar. mantra Om Mani Padme Hum tentu mendapatkan
Master Wim Pe merupakan tokoh pengalaman tersendiri, bagaimana dengan
pembangun replika Pagoda Shwedagon di Anda? Penasaran ingin mencoba? (shc)

28 29
Talkshow:
Memahami Karma
Untuk Mengubah
Nasib

Animo:
Umat Buddha Surabaya antusias
mengikuti talkshow di Surabaya
Convention Hall, AJBS.

Photo: Himaone Photo: Himaone


Luangpu: “Jangan lupakan peningkatan sisi spiritual agar tercapai

Tahu, Berubah dan Bertindak


keseimbangan materiil dan non-material.”

“Semua yang kita pikirkan, ucapkan dan lakukan, berasal Wijaya, dua narasumber yang memiliki kemampuan batin “Buddha Dharma Indonesia Kini Telah Maju”
dari niat,” demikian tutur Bhante Uttamo Thera di talkshow (sixth sense) melihat kehidupan masa lampau seseorang.
“Memahami Hukum Karma untuk Mengubah Nasib” yang Di sesi itu mereka memberitahukan audiens akan kehadiran
berlangsung di Surabaya Convention Hall, AJBS Pasaraya puluhan makhluk kasat mata yang hadir di tempat talkshow Selama sembilan hari, 12-20 November 2006, guru tercinta, Luangpu Leang Chandra Gamo.
Surabaya, 24 September 2006. berlangsung. sepuluh bhikkhu Thailand dipimpin oleh Bhante Phra Melihat indahnya miniatur Borobudur yang
Bhante Uttamo juga mengatakan bahwa untuk mengubah Di awal sesi kedua, Stella dan Metta menjelaskan Raja Pannavisarad (biasa dipanggil Luangpu Leang diterimanya, Luangpu Leang Chandra Gamo
nasib kita harus memperbanyak deposito kebaikan dan tidak bagaimana mereka menyadari akan kemampuan batin yang Chandra Gamo) dan Bhante Phra Prasatsaragun berkeinginan untuk berkunjung dan bernamaskara di
menambah deposito kejahatan. Banyak sedikitnya deposito khusus itu. Ini bermula dari masa kecil yang dapat melihat (biasa dipanggil Luangpu Ad Avudha Panno) dipandu Borobudur. Namun karena kesibukan yang luar biasa
kebaikan-lah yang pada akhirnya membuat perbedaan makhluk tidak terlihat, sementara orang-orang di dekat oleh Bhante Teja Punno, anggota Sangha Theravada sebagai panitia ujian bagi bhikkhu dan umat awam,
nasib seseorang. Namun seringkali, lanjut bhante, perilaku mereka tidak bisa melihatnya. Dengan rajin bermeditasi dan Indonesia, melakukan lawatan di Indonesia. baru kali inilah Bhante dapat mewujudkan keinginan
keseharian kita tetap saja mendepositokan yang negatif, belajar dari para bhikkhu, kemampuan batin mereka terus Di antara sepuluh bhikkhu Thailand ini, lima di luhur itu.
bukan yang positif. “Pas jatuh tempo, barulah kita sadar. berkembang dan kini dapat memberikan bimbingan tidak antaranya berasal dari Indonesia. Selama lawatan, Beberapa hari menjelang berakhirnya masa
Kadang itu sudah terlambat,” tutur Bhante Uttamo yang bulan hanya bagi umat Buddha, namun juga masyarakat luas. delegasi ini mengikuti beragam acara, yakni Peresmian lawatan, pada 16-17 November delegasi sempat
November menjadi Mahathera. Saat ditanya bagaimana cara mengetahui kehidupan lampau Kemilau Cahaya 1.000 Buddha Rupam, Sangha Dana, mengunjungi Vihara Dhammadipa Arama, Batu,
Bhante mencontohkan seseorang yang mengeluh bahwa seseorang, mereka menjelaskan semua itu laksana melihat Perayaan Ulang Tahun Vihara Subhasita Tangerang Malang, dan menginap di Villa Metta, menikmati
meski sudah bersembahyang tapi tetap saja tidak bahagia. sebuah tayangan televisi yang sedang berlangsung. dan Peringatan Syukuran 30 tahun Sangha Theravada kesejukan dan ketenangan alam pegunungan
“Yang sudah bersembahyang saja masih belum bahagia, Kemampuan melihat kehidupan masa lampau adalah Indonesia. Trawas, Jawa Timur, sebelum kembali ke Thailand
bagaimana jika tidak sembahyang? Depositokan saja yang suatu keunikan meski bukan sesuatu yang tidak bisa Selain itu, delegasi juga bernamaskara di melalui Jakarta.
positif dulu, lalu tunggu, karena pada akhirnya nanti akan diterima akal. Kemampuan ini bersifat rasional dan bisa Borobudur, kitab Buddha terpahat peninggalan nenek “Buddha Dharma Indonesia kini telah maju
jatuh tempo sendiri. Resep saat menderita adalah tambah kita miliki jika deposito kebaikan memang sudah waktunya moyang bangsa Indonesia. Lawatan ini sudah sejak dan berkembang, jauh berbeda saat saya masih
dan tambah kebaikan, always depositkan yang positif,” lanjut jatuh tempo. Tahukan kita sekarang akan manfaat deposito lama dinanti-nantikan oleh Luangpu Leang Chandra menjadi Dharmaduta. Meski begitu, jangan lupakan
Bhante dengan lugas yang disambut tepuk tangan meriah kebaikan? Setelah tahu maka berubah dan bertindaklah! Itu Gamo (79), karena waktu Luangpu Ad Avudha peningkatan sisi spiritual agar tercapai keseimbangan
para audiens. yang terpenting, bukan setelah tahu ternyata masih tetap Panno (59) menjadi Bhikkhu Dharmaduta Thailand materiil dan non-material,” demikian pesan Luangpu
Pada sesi kedua talkshow Vihara Dhamma Jaya yang mendepositokan yang negatif! (shc) untuk Indonesia, saat kembali ke Thailand sempat Ad Avudha Panno menutup wawancara dengan SD di
dipandu Ponijan Liaw ini hadir Stella Vitany dan Metta Surya membawakan sebuah miniatur Borobudur bagi sang malam yang sejuk itu. (shc)

30 31
Dharma
Sutra Seratus Perumpamaan Teaching
22. PERUMPAMAAN
MENGAMBIL KAYU
GAHARU DALAM LAUT
Dahulu kala ada putera seorang tetua
22-24
yang menyelam ke dalam laut mengambil
kayu gaharu. Selama beberapa tahun hanya
memperoleh hasil sebanyak satu kereta. Ia membawanya ke pasar untuk dijual. Karena
harganya mahal maka tidak ada orang yang membeli. Beberapa hari berlalu, masih juga
belum terjual. Ia menjadi gelisah.
Kemudian ia melihat orang lain dengan cepat berhasil menjual kayu arang. Ia lalu berpikir,
“Kalau begitu lebih baik aku bakar kayu gaharu ini menjadi arang, dengan demikian akan
terjual dengan cepat.”
Akhirnya ia bakar kayu gaharu itu menjadi arang dan menjualnya ke pasar. Ternyata benar,
dengan segera gaharu arang itu terjual habis, tetapi hasil pendapatan penjualan satu kereta
kayu gaharu masih tidak sebanding dengan penjualan setengah kereta kayu arang.
Demikian pula orang yang bodoh. Ajaran luhur Buddha sangat luas dengan berbagai pintu
▲ Dharma, asal dengan tekun berlatih maka suatu ketika akan mencapai keBuddhaan. Tetapi
bila tujuannya hanya ingin secepatnya terbebas dari lautan penderitaan dan berpuas diri pada
“Kami juga berkepentingan.”
tingkat kesucian yang terendah, maka ini bagaikan menjual kayu gaharu dalam bentuk arang.
Sangat disayangkan!
Awaludin Hamid,

23.
”Semua individu yang tinggal
PERUMPAMAAN PENCURI
dan menetap di Indonesia

akan memiliki status hukum
dan kewarganegaraan yang
MEMBUNGKUS PAKAIAN MURAH
jelas .” DENGAN KAIN SUTERA
Dahulu kala ada seorang pencuri yang masuk ke dalam
rumah orang kaya dan mencuri kain sutera yang sangat

Mengkonkretkan Perubahan mahal. Ia juga mencuri pakaian murah. Ia lalu menggunakan


kain sutera mahal itu untuk membungkus pakaian murah dan
barang-barang lainnya. Perbuatannya ini ditertawakan oleh
Sosialisasi Undang-Undang Kewarganegaraan orang yang pandai.
Demikian pula orang yang bodoh. Meski telah berikrar
mempelajari Buddha Dharma, bahkan menerapkan Dharma
yang indah dalam keseharian, tetapi karena tidak membuang
Photo: Himaone
keinginan mengejar kenikmatan duniawi, justru akhirnya
Terbitnya Undang-Undang Menteri Hukum dan HAM, Hamid baru yang lebih Bhinneka Tunggal melanggar disiplin Sila yang suci dan menghancurkan jasa
Kewarganegaraan mengumandangkan Awaludin, mengatakan bahwa dengan Ika. ”Tiada asli dan tiada tidak asli, kebajikan yang dilakukan selama ini.
angin segar perubahan bagi seluruh undang-undang kewarganegaraan semuanya asli,” lanjutnya.

24.
komunitas bangsa, merupakan yang baru ini, semua individu yang Terbitnya undang-undang ini
momentum baru yang mengkonkretkan tinggal dan menetap di Indonesia bukanlah babak final dari sebuah
PERUMPAMAAN MENANAM
perubahan dalam tata laksana akan memiliki status hukum dan perjuangan yang telah dilakukan oleh WIJEN YANG TELAH DIMASAK
kehidupan berbangsa dan bernegara kewarganegaraan yang jelas. Ini semua komunitas bangsa ini dalam Dahulu kala ada seorang bodoh. Ketika memakan wijen
yang egaliter (sederajat). Menyambut merupakan sebuah loncatan paradigma meng-egaliter-kan semua aspek mentah, ia menganggap rasanya kurang lezat. Lalu ia memasak
datangnya angin perubahan ini, Institut baru dalam kehidupan berbangsa dan kehidupan berbangsa dan bernegara. wijen itu dan rasanya menjadi lezat. Karena itu ia kemudian berpikir,
Kewarganegaraan Indonesia (IKI) bernegara. Tetapi ini baru babak penyisihan, karena “Setelah dimasak rasanya menjadi lezat, kalau begitu biar kutanam wijen
bersama seluruh elemen organisasi Sementara itu, Slamet Efendi Yusuf, masih banyak tantangan yang harus masak agar tumbuh menjadi wijen yang lezat.” Segera ia menanam wijen
kemasyarakatan dari berbagai macam Ketua Pansus UU Kewarganegaraan, dihadapi. Sudah tentu, kebersamaan yang telah dimasak ke dalam tanah, tetapi selamanya tak pernah tumbuh.
latar belakang di Surabaya menggelar mengatakan bahwa kini sudah saatnya serta keterbukaan menjadi kunci Demikian pula orang yang bodoh. Menganggap jalan Bodhisattva sangat
Sosialisasi dan Tanya Jawab Undang- kita berubah dan melangkah menuju utama perubahan yang semestinya panjang dan sulit ditempuh sehingga mereka lebih memilih pelatihan bagi diri
Undang Kewarganegaraan di Balai kehidupan berbangsa yang lebih baik, digenggam erat oleh setiap elemen sendiri, tetapi akibatnya tidak akan mencapai keBuddhaan. Ini bagaikan menanam
Prajurit Surabaya, 30 September 2006. menatap hari depan dengan perspektif komunitas bangsa ini. (shc) wijen masak berharap tumbuh wijen yang lezat rasanya.

32 33
J awab: Aliran Chan tidak mengenal istilah rahasia
yang tidak diajarkan pada orang lain, jangan J awab: Bukan ditujukan agar didengar oleh siapa,
melainkan untuk mengurangi buah karma buruk.

Tanya Jawab salah mengerti. Tentang pelatihan diri, sepenuhnya


bergantung pada pencerahan diri sendiri, bukan
ucapan yang bisa diajarkan, inilah yang dinamakan
Sebagai misal, dokter melakukan operasi bagi pasien,
ini bukan ditujukan agar dilihat oleh siapa, melainkan
untuk mengobati siapa.

Seputar Buddhisme
“tidak bisa dijelaskan dengan ucapan”. Anda ingin
memohon bimbingan dari Guru Chan, bukan tidak
boleh, hanya saja guru yang bagaimana, ini yang
harus kita kenali lebih dulu!
T anya: Orang yang baru meninggal, apakah masih
berada di depan altar penempatan peti mati atau
sudah lahir di alam yang baru mengikuti karmanya?

Dikutip dan diterjemahkan dari buku Fo Hsueh Wen Ta Lei Pien T anya: Bila berlatih Sukhavati, tetapi juga
mempelajari makna Dharma aliran Chan,
J awab: Setelah meninggal tetapi masih belum
memasuki enam alam, ia berada dalam kondisi
tubuh alam antara. Tubuh alam antara ini bisa
apakah akan memperoleh hasil yang lebih cepat dan dipanggil untuk datang ke depan altar. Atau bila lahir
(Kumpulan Tanya Jawab Buddhisme) asuhan Alm. Master Upasaka Li Ping Nan. memperoleh manfaat sekali merengkuh dayung dua di alam setan (preta) juga dapat dipanggil. Selain
tiga pulau terlampaui? itu, tak dapat dipanggil. Meskipun demikian, kedua

J awab: Tak peduli berlatih Chan atau Sukhavati,


keduanya harus memahami makna Dharma. Bila
bisa menguasai satu metode Dharma, maka metode
kondisi ini juga memiliki batasan waktu. Bila waktunya
telah berakhir dan memiliki kehidupan yang baru,
maka tidak akan dapat datang kembali.

J awab: Pertanyaan ini sulit dijelaskan yang lain akan paham dengan sendirinya. Manusia di

T
dan dimengerti. Damai dan tenang kondisi Dharma Akhir sekarang ini, akar kebajikannya anya: Sutra Hati itu dibabarkan oleh Buddha yang
selamanya, itu hanya ada di Tanah Murni tumpul. Untuk bisa menguasai satu metode Dharma mana? Di mana pula tempat pembabarannya?

J
Buddha. Dunia ini disebut sebagai Saha saja sudah tidak mudah, karena itu, ingin menguasai awab: Terucap jelas dalam Sutra, dibabarkan
yang merupakan perwujudan dari karma dua metode akan jauh lebih sulit. oleh Bodhisattva Avalokitesvara saat
para makhluk berhati buruk, secara Buddha membabarkan Dharma tentang Prajna

T
prinsip merupakan ketidakkekalan yang anya: Ucapan Pelimpahan Jasa dan (Kebijaksanaan). Sutra ini di Tiongkok memiliki
pasti mengalami proses terbentuk, Pengembangan Ikrar apakah boleh kita buat beberapa versi terjemahan, tetapi kesemuanya
didiami, rusak dan kosong. Kalau dunia sendiri? Karena berasal dari lubuk hati sendiri maka menyebutkan Sutra ini dibabarkan di Rajagadha
ini saja tidak abadi selamanya, bagaimana itu setara dengan sumpah secara umum, pun mirip (Rajagaha) Bukit Grdhrakuta (Gijjhakuta).
mungkin kedamaian itu abadi? Tentang penulisan otobiografi yang jujur.

J T
saat kelahiran Maitreya, kondisi waktu itu awab: Siswa pemula masih belum terlalu anya: Buddha (Sakyamuni) melihat semut dan
hanya sedikit lebih baik (dari sekarang). memahami Buddha Dharma, karena itu berkata sambil tersenyum, tujuh Buddha lahir ke
Lima pelanggaran berat dan sepuluh dikhawatirkan ikrar yang dikembangkannya kurang dunia tetapi tetap terlahir sebagai semut. Sekarang di
perbuatan buruk tetap terjadi, pun proses benar. Mengikuti ucapan yang ditetapkan oleh para mana-mana ada semut, apakah ini adalah semut yang
terbentuk, didiami, rusak dan kosong tetap suciwan zaman dahulu adalah lebih baik. Bila kelak dari dulu hingga sekarang? Apakah sifat sejatinya
berlangsung. Bila dunia ini damai, untuk telah memiliki pengetahuan dan pandangan benar, berkurang?

J
apa Maitreya datang? boleh saja membuat ucapan ikrar sendiri. awab: Mata Dewa belum membuka jadi tidak

T anya: Saya mendengar bahwa alm. bisa mengetahui kehidupan masa lalu. Tetapi

T
Master Chang Chia adalah guru mulia anya: Saya ingin berpantang makan daging secara logika bisa dikatakan, di antaranya ada yang
aliran Chan. Saya menerima Trisarana makhluk berjiwa, tetapi badan sakit-sakitan dan tetap terlahir sebagai semut selama kurun waktu
dari Master Chang Chia (secara kolektif). lemah, sangat kekurangan gizi, bila berpantang tujuh Buddha lahir ke dunia ini, tetapi tidak berani
Berdasarkan kepribadian, saya lebih makan daging dan ikan, badan ini akan semakin memastikan bahwa semua semut berasal dari zaman
sesuai berlatih Chan, tetapi kalau melihat lemah. Dalam kondisi seperti ini, apakah boleh bila itu. Terlahir sebagai semut sejak sebelum kelahiran
faktor lingkungan, lebih mudah berlatih tetap makan daging tetapi tanpa disertai keinginan tujuh Buddha hingga sekarang, sifat sejatinya tidak
Sukhavati. Bagaimana saya harus memilih mencari kenikmatan rasa serta mengembangkan hati berkurang, hanya saja kekotoran batinnya semakin
mana pelatihan yang tepat? welas asih? dalam, akibatnya kesempatan/kondisi untuk terbebas

J awab: Master Chang Chia adalah


aliran Vajrayana. Harus kita ketahui, J awab: Tidak makan daging menyebabkan
tubuh lemah, ini kesimpulan yang terlalu dini.
dari penderitaan menjadi sangat kecil.

T
Photo: Istimewa menerima Trisarana adalah berlindung Tanpa melalui pengamatan dunia kedokteran dan anya: Guru Junjungan Dunia pergi membabarkan
pada Komunitas Sangha. Semua metode ilmuwan secara jangka panjang, jangan mudah Dharma ke istana naga di langit, apakah yang
Dharma ada dalam Komunitas Sangha. membuat kesimpulan. Anda adalah siswa yang baru pergi adalah kesadaran atau raga kasar, serta para

T anya: Dulu saya sering mendengar tentang Tentang permasalahan memilih metode Dharma, mengembangkan ikrar, segalanya bisa dimulai dari siswa bagaimana pula dapat pergi bersamaNya?

J
“Sebab Akibat Tiga Kehidupan” yang mengatakan ini bergantung pada akar kebajikan masing-masing, sisi praktisnya. Bila kelak di kemudian hari pelatihan awab: Kekuatan Dharma Guru Junjungan Dunia
buah perbuatan mungkin akan diterima setelah yang paling sesuai adalah yang paling tepat. Bila diri ada kemajuan maka akan mengerti dengan tak terbatas, baik kesadaran ataupun raga kasar,
beberapa kehidupan kemudian, bahkan beberapa secara lingkungan lebih mudah berlatih Sukhavati, sendirinya. kesemuanya dapat pergi ke langit. Para siswa
kalpa kemudian. Saya memberanikan diri bertanya, maka itu juga boleh. merupakan Arhat (Arahat) Mulia yang memiliki

T
apakah dunia ini ada kemungkinan damai dan tenang anya: Membaca Sutra dan melafalkan Ucapan kekuatan batin, sebab itu dapat pergi pula.
selamanya? Saat Yang Mulia Maitreya turun dan lahir
ke dunia ini, apakah makhluk hidup di dunia ini juga
menerima buah perbuatan buruk? Mungkinkah ada
T anya: Rahasia aliran Chan tidak diajarkan pada
orang lain. Karena saya menerima Trisarana dari
Master Chang Chia, apakah boleh bila saya memohon
Pertobatan di depan orang yang meninggal,
apakah ini ditujukan untuk didengar oleh yang
meninggal atau yang masih hidup? Bersambung ke edisi berikutnya...
perang dan pembunuhan? Bila tidak, kenapa? bimbingan pada Guru Chan yang lain?

34 35
PERSPEKTIF Walau selalu datang terlambat, namun penyesalan
merupakan faktor penting yang dominan dalam perbaikan
Hendaklah orang selalu menjaga rangsangan
pikiran, hendaklah ia mengendalikan pikirannya. Setelah
diri manusia. Menyesal berarti pernah melakukan perbuatan menghentikan perbuatan-perbuatan jahat melalui pikiran,
tidak baik dan kini menyadari kesalahan itu. Dengan demikian, hendaklah ia giat melakukan perbuatan-perbuatan baik
SMS Pembaca: sebuah penyesalan selain memiliki sisi buruk yakni telah melalui pikiran. Dhammapada 233
melakukan perbuatan tidak baik, juga memiliki sisi baik yakni
Semenjak mengenal ajaran karma, saya sering pengalaman dan pengetahuan akan kesalahannya. Para bijaksana terkendali perbuatan, ucapan dan
merasa takut akan akibat setelah melakukan Pepatah mengatakan bahwa “experience is the best
teacher” sedangkan “knowledge is nobility”. Pengalaman
pikirannya. Sesungguhnya mereka itu benar-benar telah
dapat menguasai diri. Dhammapada 234
sesuatu. Bagaimana mengatasinya? adalah guru yang terbaik, sedangkan pengetahuan adalah
kemuliaan. Dengan kata lain, perbuatan yang telah dilakukan Dalam Majjhima Nikaya dijelaskan pula tiga ciri orang
adalah pengalaman, sedangkan penyesalan yang dialami bijak secara lebih terperinci, yakni; lazim berpikir dalam hal-
Tidak di langit, di tengah lautan, di celah-celah gunung merupakan pengetahuan. Pengalaman melakukan sesuatu hal yang baik/bajik (succintitacinti), lazim berucap dalam hal-
atau di manapun juga dapat ditemukan suatu tempat bagi yang tidak baik menghasilkan pengetahuan bahwa perbuatan hal yang baik/bajik (subhasitabhasi), lazim bertindak dalam
seseorang untuk dapat menyembunyikan diri dari akibat tidak baik akan membawa penyesalan dan akibat buruk. hal-hal yang baik/bajik (sukatakammakari). Di samping itu
perbuatan jahatnya. Dhammpada 127 Selain menjadikan pengalaman dan penyesalan sebagai dijelaskan secara terperinci sifat, markah, tanda dan sikap
guru yang baik agar tidak tersandung ulang pada batu yang orang bijak sebagai berikut.
Melakukan perbuatan adalah sesuatu yang tidak terelakkan sama, kita juga perlu melakukan pencegahan dengan jalan
dalam kehidupan kita sehari-hari. Sedang perbuatan itu mengkondisikan diri sendiri agar tidak mudah terseret dalam Orang bijak memiliki sifat-sifat:
sendiri umumnya berawal dari pikiran, karena itu alangkah perbuatan-perbuatan yang tidak baik. Mengkondisikan diri 1.Alobhajhhasaya, yakni kecenderungan tidak serakah,
bijaksananya bila kita berpikir dengan seksama sebelum berarti menempatkan diri dalam lingkungan atau kelompok dalam wujud kepuasan sehingga tidak berhasrat
melakukan setiap perbuatan. Namun, walaupun telah melalui manusia bijaksana yang mendukung pengembangan dan mendapatkan atau memiliki sesuatu melebihi batas
proses pemikiran, bagaimana kita tahu perbuatan yang pembinaan diri, serta menjauhkan diri dari kelompok manusia kewajaran.
dilakukan itu adalah perbuatan yang baik atau tidak baik? yang dapat mempengaruhi kita melakukan perbuatan jahat. 2.Adosajjhasaya, yakni kecenderungan tidak membenci,
Demikianlah yang tercantum dalam Dhammapada tersebut dalam wujud cinta kasih yang bebas dari rasa gusar,
Bilamana suatu perbuatan setelah selesai dilakukan di bawah ini. marah, apalagi dendam.
membuat seseorang menyesal, maka perbuatan itu tidak 3.Amohajjhasaya, kecenderungan tidak dungu, dalam
baik. Orang itu akan menerima akibat perbuatannya Biarlah ia memberi nasehat, petunjuk dan melarang wujud kearifan yang bebas dari ketidaktahuan dan
dengan ratap tangis dan wajah yang berlinang air mata. apa yang tidak baik, orang bijaksana akan dicintai oleh pandangan sesat sehingga mampu membedakan yang
Dhammapada 67 orang yang baik dan dijauhi oleh orang yang jahat. benar dan yang palsu, yang bajik dan yang jahat.
Dhammapada 77
Bila suatu perbuatan setelah selesai dilakukan tidak Orang bijak memiliki markah-markah;
membuat seseorang menyesal, maka perbuatan itu adalah Selain itu, dalam bagian pertama dari Mangala Sutta, 1.Musavada Veramani, berpantang dari pendustaan
baik. Orang itu akan menerima buah perbuatannya dengan Buddha mengajarkan untuk tidak bergaul dengan orang (termasuk penipuan, pembohongan, pengelabuhan,
hati gembira dan puas. Dhammapada 68 sesat (bala asevana), yang disusul dengan anjuran untuk pembualan, pemutarbalikan fakta, kemunafikan,
bergaul dengan orang bijak (pandita sevana) pada bagian pelanggaran janji dan lain-lain).
Dua ayat Dhammapada tersebut di atas telah jelas kedua. Tentu bukan tanpa alasan bila Buddha menempatkan 2.Pisunavaca Veramani, berpantang dari penghasutan
menyuratkan markah dan akibat dari perbuatan baik maupun kedua Berkah Utama ini di bagian paling atas. dengan maksud menyulut perpecahan, permusuhan,
perbuatan tidak baik. Karena itu Buddha, Guru para dewa dan Ajaran Buddha ini juga seharusnya merupakan pertikaian dan lain-lain).
manusia, mengingatkan kita untuk menghindarkan diri dari anjuran bagi kita untuk berusaha menjadi orang atau 3.Pharusavaca Veramani, berpantang dari pembicaraan
perbuatan jahat dan menganjurkan kita untuk selalu tekun kelompok bijaksana yang membantu orang lain
dalam perbuatan baik. mengkondisikan diri agar selalu melakukan
perbuatan baik. Tapi, bagaimana cara kita untuk
Sebaiknya seseorang tidak melakukan perbuatan jahat, mengenali, bahkan memotivasi diri, agar menjadi
karena di kemudian hari perbuatan itu akan menyiksa orang bijaksana? Sungguh luar biasa, Buddha
dirinya sendiri. Lebih baik seseorang melakukan perbuatan ternyata telah menguraikannya bagi kita semua
baik, karena setelah melakukannya ia tidak akan menyesal. dalam Dhammapada 231, 232, 233.
Dhammpada 314
Photo: Istimewa
Hendaklah orang selalu menjaga rangsangan
jasmani, hendaklah ia selalu mengendalikan
jasmaninya. Setelah menghentikan perbuatan-

KETAKUTAN YANG MENYELAMATKAN


perbuatan jahat melalui jasmani, hendaklah
ia giat melakukan perbuatan-perbuatan baik
melalui jasmani. Dhammapada 231

Hendaklah orang selalu menjaga rangsangan


ucapan, hendaklah ia mengendalikan
ucapannya. Setelah menghentikan perbuatan-
perbuatan jahat melalui ucapan, hendaklah
Oleh: Abin Nagasena ia giat melakukan perbuatan-perbuatan baik
melalui ucapan. Dhammapada 232

36 37
kasar (umpatan, makian, celaan, bentakan, dan lain- pencabulan, pelecehan, serta segala penyimpangan
lain) tata susila yang bersumber pada pengumbaran nafsu
4.Samphappalapa Veramani, berpantang dari obrolan birahi.
kosong yang tak berguna, tak beralasan dan tanpa
bukti. Hiri dan Ottapa
Selain perlu adanya penyesalan, cara efektif untuk
Orang bijak memiliki tanda-tanda; mencegah kita melakukan perbuatan jahat adalah dengan
1.Panatipata Veramani, berpantang dari pembunuhan menerapkan Hiri dan Ottapa dalam kehidupan sehari-hari
makhluk hidup (termasuk pembantaian, penyiksaan, kita. Hiri adalah rasa malu berbuat jahat, sedangkan Ottapa
penganiayaan dan lain-lain). adalah rasa takut akan buah akibat dari perbuatan jahat.
2.Adinnadana Veramani, berpantang dari pencurian Orang yang telah melakukan kejahatan akan diliputi oleh
(termasuk perampokan, penjambretan, penggarongan, rasa takut akan akibat dari perbuatan jahatnya itu. Rasa
korupsi, penyuapan, penadahan, pemerasan dan lain- takut sesungguhnya adalah bagian dari pengalaman dan
lain). pengetahuan akan konsekuensi (akibat) dari perbuatan
3.Kamesumicchacara, berpantang dari perzinahan, jahat. Karena telah pernah mengalami atau mengetahui
bahwa sesuatu perbuatan jahat
akan membawa akibat yang
buruk, maka muncul rasa takut
bahwa perbuatannya juga akan
membawa akibat buruk.
Walau demikian, rasa takut
akan akibat perbuatan jahat
bukanlah sesuatu yang negatif.
Yang negatif adalah perbuatan
jahat dan akibat-akibat yang akan
mengikutinya, sekali-kali bukan
rasa takut tersebut. Justru rasa
takut akan akibat perbuatan jahat
dapat menjadi perisai diri agar
tidak terjerumus dalam perbuatan
jahat. Ketika seseorang sudah
memiliki rasa takut akan akibat
perbuatan jahat, ia akan berpikir
berulang kali sebelum melakukan
kejahatan. Pun ketika seseorang
memiliki rasa malu melakukan
kejahatan, ia akan segera
mengendalikan diri agar tidak
terjerumus dalam perbuatan jahat
tersebut.
Sebaliknya, jika kita sudah
tidak memiliki rasa malu berbuat
jahat dan tidak memiliki rasa takut
akan buah akibat dari perbuatan
jahat, maka kita punya masalah
besar!
Selangkah lebih maju,
seperti yang telah diteladankan
oleh para Bodhisattva Agung,
seharusnya kita tidak perlu takut
akan akibat perbuatan jahat kita,
melainkan lebih takutlah untuk
tidak melakukan perbuatan jahat.
Dengan tidak melakukan SEBAB
dari mana pula datangnya
AKIBAT?

38 39
Belajar Praktik Hong Kong sebagai basisnya, bisnis Li
tersebar di lima benua dalam berbagai
solid. Li bisa tidur dengan nyenyak
karena tidak mengandalkan bantuan
kita pelajari dari Li. Tetapi ada satu
yang terpenting, yang juga merupakan
bidang antara lain properti, investasi, hutang dari luar, ini pulalah salah kunci keberhasilan bisnis Li, baik dari
hotel, terminal pelayanan peti kemas satu kunci keberhasilannya sehingga saat mulai bergulir ataupun setelah
(container terminal), retail, manufaktur, terhindar dari hempasan krismon. menggurita saat ini. Hanya satu kata
telekomunikasi, transportasi, minyak, Li telah memanifestasikan ucapan kunci: kejujuran. “Saya pasti menolak
… tidak sekedar belajar dan pembangkit listrik dan sebagainya. Buddha dalam kehidupan bisnisnya: perbuatan yang menghalalkan
Dari kisah perjalanan hidup dan pembebasan bergantung pada diri segala macam cara demi mencapai
berteori, Li telah memberikan bisnis Li, bisa kita lihat bahwa Li adalah sendiri. Seperti yang tercantum dalam keberhasilan. Cara semacam itu, meski
suri tauladan bagi kita dengan seorang yang pantang menyerah. Digha Nikaya - Mahaparinibbana mungkin saja berhasil, tetapi pasti tidak
praktik Dharma dalam bisnis dan Dengan kata lain, Li mengajarkan Sutta: “Jadilah pulau bagi dirimu untuk jangka panjang.” Keberhasilan
keseharian … kita akan pentingya: Virya Paramita sendiri; berlindunglah pada dirimu lahiriah dan batiniah Li ternyata
(semangat). sendiri. Jadikan Dhamma pulau tidak terlepas dari Sacca Paramita
Shawn (Mu, Lifeng) dalam artikel bagimu; berlindunglah pada Dhamma. (Kejujuran).

Dari
“A Succesful Leader – Li Ka-shing Jangan berlindung pada orang lain.” Li Ka Shing tidak sekedar belajar
Chairman of Hutchinson Whampoa, Demikianlah Li telah membuktikan dan berteori, Li telah memberikan

Li Ka Shing
Ltd” menuliskan bahwa ada beberapa kebenaran ajaran mulia dalam suri tauladan bagi kita dengan praktik
hal yang bisa dipelajari dari Li, yakni: kehidupan duniawi. Dharma dalam bisnis dan keseharian,
inovasi, tidak pernah berhenti belajar Selain beberapa hal di atas, Li telah menerapkan Humanistik
dan tidak egois. sebenarnya masih banyak yang bisa Buddhisme bagi kita semua.***
Li adalah seorang yang berorientasi

untuk Kita
ke depan, selalu berinovasi dalam
menghadapi tantangan perubahan
zaman. Terasa sekali bahwa Li sedang
Oleh: Tjahyono Wijaya mengingatkan kita akan kebenaran
hukum Anicca (segala yang berkondisi
selalu berubah).
Li tidak pernah berhenti belajar, satu
hal yang telah dilakukannya sejak usia
dini. Sebuah tauladan yang indah. Hal
Ia merupakan orang terkaya ranking 10 ini mengingatkan kita akan salah satu
dunia menurut versi Forbes 2006, ini sekaligus dari Empat Ikrar Agung Bodhisattva:
tetap mengukuhkannya sebagai pengusaha “Berikrar mempelajari pintu Dharma
etnis Tionghoa terkaya tidak saja di Hong Kong, LI KA SHING yang tak terhingga”. Li senantiasa
Taiwan atau Tiongkok, namun di seluruh dunia. Photo: Istimewa
mempelajari hal baru demi keberhasilan
Ia tidak hanya kaya harta duniawi, namun juga bisnisnya dan pengembangan program
sarat dengan semangat Bodhisattva. Ia tidak hanya berteori kemanusiaan yang juga meliputi
di mulut, tetapi juga berpraktik nyata sesuai ajaran luhur upaya pengembangan Buddha
Buddha. Apa saja yang telah diteladankan oleh Li Ka Shing Dharma. Ah, betapa indahnya, Li telah
(Mandarin: Li Jia Cheng) bagi kita semua? mempraktikkan ikrar pertama dari Ikrar
24 Agustus 2006, saat mengumumkan performa Lahir 19 Juli 1928 dalam sebuah keluarga terpelajar di Agung Bodhisattva: “Berikrar menolong
semester pertama kerajaan bisnisnya, Li menyatakan bahwa kota Chaozhou, Guangdong, Zhongguo (Tiongkok). Tahun makhluk hidup yang tak terbatas”.
ia telah menyumbangkan dana kepada yayasan sosial yang 1940, keluarga Li hijrah ke Hong Kong. 1943, ayah Li Sedang tentang ketidak-egoisan Li
dibentuknya, Yayasan Li Ka Shing (Li Ka Shing Foundation), meninggal. Ini berarti pada usia 15 tahun Li Ka Shing harus telah disebutkan di depan tentang Dana
sebesar 8 milyar HKD (kurs tengah 1 dollar Hong Kong = 1.170 berjuang menopang kehidupan keluarga mereka yang terdiri Paramita yang telah digulirkan melalui
rupiah). Dalam masa mendatang Li akan lebih banyak lagi dari ibu dan 3 orang adik. Desakan ekonomi membuat Li yayasan sosialnya. Li mengatakan
menyuntikkan dana bagi yayasan yang disebutnya sebagai terpaksa drop-out dari sekolah dan bekerja di perusahaan bahwa hidupnya akan lebih berarti
“Putra ke-3” ini. “Hingga suatu ketika nanti dana yayasan arloji milik pamannya, kemudian menjadi sales perusahaan bila dapat menanam benih yang
tidak akan kurang dari 1/3 kekayaan saya,” demikian kata boneka plastik. Sambil bekerja, Li tetap melanjutkan studi di memberikan buah kebahagiaan bagi
Li. Coba bayangkan, berapa sepertiga dari total kekayaan malam hari. Belum mencapai usia 20 tahun, Li telah menjadi karyawannya dan masyarakat.
Li yang sekarang tercatat sebesar 150 milyar HKD atau General Manager perusahaan boneka. 1950, Li mulai merintis Dalam artikel yang sama, Shawn
menurut versi Forbes sebesar 18,8 milyar USD? Mampukah usaha sendiri dengan mendirikan Perusahan Plastik Cheung juga menuliskan bahwa meski
kita meneladani Li dengan menyisihkan 1/3 harta kita bagi Kong (Mandarin: Chang Jiang). 1957, berdirilah Cheung terkena imbas krisis moneter Asia
program kemanusiaan? Inilah pelajaran praktik pertama Kong Industrial Co Ltd. 1958, Li memasuki bisnis properti. 1997, kerajaan bisnis Li terhindar dari
yang bisa kita petik dari Li: Dana Paramita (berdana), 1972, Cheung Kong go public. 1979, tercatat sebagai etnis kerusakan yang parah. Li mengatakan
yang merupakan paramita (pelatihan kesempurnaan untuk Tionghoa pertama yang berhasil membeli perusahaan Inggris ini karena mereka (Li Ka Shing Group)
mencapai Pantai Seberang Nirvana) paling awal dari enam di Hongkong. selalu mempersiapkan diri menghadapi
paramita Bodhisattva. Saat ini Li mengendalikan kerajaan bisnisnya melalui 4 hal yang terburuk. Jelasnya,
Selain itu, Li juga mengajarkan beberapa hal selama 60 perusahaan go-public: Cheung Kong (Holdings) Limited, bisnis Li menggurita bukan karena
tahun perjalanan bisnisnya. Sebelumnya mari kita simak Hutchison Whampoa Limited, Cheung Kong Infrastructure mengandalkan hutang, melainkan
riwayat hidup Li yang bak sebuah legenda. Holdings Limited dan Hongkong Electric Holdings Limited. Dari berdasarkan kemampuan yang

40 41
Berpikir
Cara Buddhis Bagaimana pandangan
Buddhisme mengenai perintah
dan larangan ini? Tak dipungkiri
yang baik untuk dilakukan, tetapi
sering kali berbuat baik hanya
karena ingin mengejar pahala
ada yang beranggapan bahwa atau takut akan dosa. Akibatnya
juga terdapat perintah dan perbuatan baik itu hanya sebatas
… Bukan berpegang teguh pada perintah dan larangan, larangan dalam ajaran Buddha. perbuatan fisik (jasmani) yang
melainkan membentuk kebiasaan berpikir, berucap dan bertindak Secara sepintas memang tampak tak memberi manfaat berarti
secara bijaksana dan welas asih, inilah kebahagiaan tertinggi … demikian adanya, namun bila kita bagi perkembangan batiniah
cermati makna esensial Buddha menumbuhkan rasa welas asih
Dharma secara mendalam, maka (empati) bagi makhluk lain.
akan kita temukan suatu konteks Inilah dampak dari perbuatan
yang sangat berbeda dibandingkan yang dilandasi hanya karena
dengan pemahaman umum. Dalam adanya perintah dan larangan
konteks umum, sebuah perintah yang cenderung membawa
dan larangan yang dilanggar akan umat manusia pada upaya
mendapatkan ganjaran/hukuman pengumpulan poin-poin agar
dari si pemberi perintah. Namun mendapatkan kenikmatan
dalam ajaran Buddha, perintah surgawi, bukan karena rasa
dan larangan yang ditetapkan peduli yang besar pada orang-
oleh Buddha semata-mata Pion: Jika semua diatur dengan orang di sekitarnya.
bertujuan untuk melindungi para larangan dan perintah, manusia Buddha, guru para dewa dan
praktisi agar tidak terjatuh ke tidak beda dengan bidak catur. manusia yang telah mencapai
dalam belenggu penderitaan. Bila kebijaksanaan dan welas asih
para praktisi melanggarnya, maka tiada banding, mengajarkan
keterpurukan hanya dialami oleh pula bahwa setiap perbuatan
praktisi itu sendiri, bukan orang lain, dengan kata lain tidak yang kita lakukan hendaknya diawali dengan Pengertian
ada pengertian dosa turunan. Pun hukuman yang terjadi Benar. Dengan adanya Pengertian Benar ini maka setiap
bukan merupakan bentuk rasa ketidaksenangan atau angkara perbuatan yang kita lakukan adalah karena memang baik
murka dari Buddha. Dengan adanya pemahaman ini, kita tahu untuk dilakukan, pun sesuatu yang tidak kita lakukan adalah
bahwa sesungguhnya perintah dan larangan dalam konteks karena memang tidak baik untuk dilakukan, tidak semata-
ajaran Buddha tidaklah benar-benar berkorelasi dengan mata karena demikianlah yang telah disebutkan dalam Kitab
masalah pahala atau hukuman dari si pembuat perintah atau Suci, atau karena adanya ancaman hukuman neraka, pun
larangan itu, namun tak lebih hanya merupakan hasil dari pernyataan iming-iming pahala surgawi. Dengan demikian,
proses sebab akibat. tidak heran jika Pengertian Benar berada di urutan paling
Hanya Ada Pengertian Benar Sebenarnya, baik perintah maupun larangan, Buddhisme atas dalam Delapan Jalan Utama yang diajarkan Buddha.
memandangnya sebagai sebuah bentuk pengungkungan
yang menghilangkan kehendak bebas (free will) manusia. Orang yang melakukan yang seharusnya tak dilakukan

Bukan LARANGAN
Kehendak bebas di sini menunjuk pada kehendak yang dan tidak melakukan apa yang seharusnya dilakukan, maka
sadar dan berdasarkan hati nurani. Jelasnya, perintah kekotoran batin akan terus bertambah dalam diri orang yang
maupun larangan merupakan sebuah keharusan yang sombong dan malas seperti itu. (Dhammpada 292)
membatasi seorang penganut ajaran sehingga tidak bisa

Bukan PERINTAH
Photo: Istimewa

bertindak sesuai dengan kehendak bebas yang dimilikinya, Mereka yang selalu giat melatih perenungan terhadap
bahkan ada kalanya keharusan itu bertentangan dengan hati badan jasmani, tidak melakukan apa yang seharusnya tak
oleh: Abin Nagasena nurani. Ya, memang benar, bukan perintah atau larangan dilakukan, dan selalu melakukan apa yang seharusnya
itu yang tidak benar, melainkan umatlah yang kurang tepat dilakukan, maka kekotoran-kekotoran batin akan lenyap dari
dalam meng-interpretasi-kan makna perintah atau larangan diri mereka yang memiliki kesadaran dan pandangan terang
dalam agama. Oleh sebab itu, untuk menghindari terjadinya seperti itu. (Dhammpada 293)
kesalahpengertian yang dapat berakibat fatal ini, Buddha
Dalam ajaran agama umumnya dikenal adanya perintah dan larangan. memberikan sebuah pedoman bahwa setiap perbuatan yang Dalam ayat Dhammapada 292 dan 293 di atas, terlihat
Perintah adalah hal yang wajib dilakukan, sedangkan larangan adalah sesuatu kita lakukan tak terlepas dari hukum karma (hukum sebab dengan jelas bahwa Buddha menyatakan pentingnya
yang harus dihindari. Perintah dan larangan ini bersifat mutlak dan tidak dapat akibat), bersumbu pada ehipassiko (datang dan buktikan) melakukan hal-hal yang patut dilakukan dan menghindari
serta berpegang pada prinsip welas asih. Ini merupakan hal-hal yang patut dihindari. Buddha tidak menjadikan hal-
ditawar. pedoman bahwa setiap perbuatan yang kita lakukan (baik hal tersebut sebagai perintah yang harus dilakukan ataupun
Melaksanakan perintah diyakini akan mendatangkan pahala, sedang pikiran, ucapan ataupun tindakan jasmani) adalah ditujukan larangan yang harus dihindari.
pelanggaran atas perintah akan mendapatkan ganjaran. Demikian juga halnya demi manfaat dan kebahagiaan semua makhluk serta semua
perbuatan itu dilakukan berlandaskan kebijaksanaan dan Sila Buddhis
dengan larangan. Mematuhi larangan akan memperoleh imbalan, sedang welas asih (dalam bahasa awam adalah akal budi dan nurani), Sila Buddhis sering kali dipahami sebagai perintah atau
melanggar larangan akan dicap berdosa dan mendapat hukuman setimpal bukan karena berdasarkan perintah ataupun larangan. larangan, ini adalah salah kaprah yang fatal. Sila adalah
atau bahkan berkali lipat. Banyak orang yang melakukan perbuatan baik dengan butir-butir kedisiplinan diri untuk tidak melakukan hal-hal
menganggapnya sebagai bagian dari perintah, sehingga yang merugikan makhluk lain. Karena maknanya yang sangat
tidak lagi memahami perbuatan baik itu sebagai sesuatu penting ini maka para siswa yang bertekad melaksanakan

42 43
Sila harus lebih dahulu melakukan permohonan tuntunan Sila
pada anggota Sangha agar dapat sepenuhnya memperoleh
yang ditetapkan oleh Buddha sangatlah sederhana, yakni
demi terwujudnya kebahagiaan individu dan semua makhluk.
INFO BUKU
pemahaman yang benar mengenai makna Sila itu sendiri. Bukan merupakan pernyataan kekuatan adikuasa yang
Singkatnya, Sila dilaksanakan tidak sekedar sebagai mutlak harus dipatuhi, melainkan suatu kehendak bebas
kegiatan ritual ataupun bagian dari perintah dan larangan,
namun sebagai proses pelatihan pemurnian batin.
yang bertanggung jawab yang didasarkan pada rasa welas
asih dan kebijaksanaan. SEBATANG POHON
DI TENGAH HUTAN
Hal ini dapat terlihat jelas dalam butir-butir Panca Sila
Buddhis yang berbunyi sebagai berikut: Jiwa Bodhisattva
1.Saya berjanji berusaha untuk menghindari pembunuhan; Para pakar dunia pendidikan menggolongkan tingkah
2.Saya berjanji berusaha untuk menghindari pencurian; laku dalam 4 tahap.
3.Saya berjanji berusaha untuk menghindari perbuatan 1.Tingkah Laku Pasif. Tidak adanya inisiatif dari dalam
asusila; (inner vision) sehingga diperlukan adanya dorongan Judul asli: A Tree in A Forest;
4.Saya berjanji berusaha untuk menghindari berbohong; dari luar diri (outer power) agar yang bersangkutan A Collection of Ajahn Chah’s Similes
5.Saya berjanji berusaha untuk menghindari makanan berkenan melakukan suatu perbuatan yang terpuji. Ini
atau minuman yang dapat menyebabkan ketagihan dan adalah tahap tingkah laku yang terendah.
Penerjemah: Bhadravajra Heng Tuan
menghilangkan kesadaran. 2.Tingkah Laku Aktif. Memiliki inisiatif dalam dirinya, Editing: Suryananda
Kelima sila tersebut diawali dengan ucapan “saya berjanji tetapi karena lemahnya pengendalian diri maka masih
berusaha” yang memiliki dua makna penting. Pertama, diperlukan adanya dorongan luar.
Penata letak dan grafik: Indra Ari
adanya “saya” sebagai subyek aktif, bukan obyek pasif yang 3.Tingkah Laku Sadar. Memiliki inisiatif dan kesadaran Wibowo
menerima perintah. Kedua, ucapan “berjanji berusaha” yang diri serta tidak diperlukan lagi dorongan luar, tetapi Harga: Rp 24.000,-
merupakan sebuah tekad atau ikrar, bukan pernyataan pasif meski demikian masih tetap diperlukan dorongan tekad
menerima perintah. Di sini dengan jelas dapat dilihat bahwa yang kuat untuk senantiasa mengingatkan diri sendiri Seseorang pernah menanyai Ajahn Chah,
subyek “saya” dengan penuh kesadaran dan atas kehendak agar selalu sadar dan berkenan melakukan perbuatan “Bagaimana Anda mengajari murid-murid Barat
sendiri menyatakan tekad untuk tidak melakukan hal-hal yang terpuji. Anda? Apakah Anda menggunakan bahasa Inggris
dapat merugikan makhluk lain baik secara langsung maupun 4.Tingkah Laku Otomatis. Tidak diperlukan lagi tekad atau Perancis? Apakah Anda berbicara dalam
tidak langsung. Ini merupakan tekad yang diiringi dengan maupun dorongan dari luar. Tingkah lakunya bukan bahasa Jepang atau Jerman?”
pengertian dan pemahaman benar bahwa setiap butirnya lagi merupakan paksaan (baik dari dalam maupun “Tidak,” jawab Ajahn Chah.
merupakan perbuatan yang patut dihindari, sekali-kali bukan luar dirinya), melainkan merupakan kebiasaan yang “Lalu bagaimana mereka menerimanya?” ia
karena itu merupakan bagian dari larangan atau perintah. alamiah. Inilah tahap tingkah laku yang tertinggi.
bertanya.
Panca Sila Buddhis merupakan langkah awal dalam
Peraturan Komunitas Sangha tindakan perwujudan terciptanya kebahagiaan bagi semua
“Apakah Anda memelihara kerbau di taman
Namun tidak dipungkiri bahwa sebagai sebuah organisasi, makhluk. Meski masih berupa langkah awal, namun pelaksana Anda?” tanya Ajahn Chah
komunitas Sangha juga memerlukan adanya peraturan demi Sila ini sudah tergolong dalam tahap Tingkah Laku Aktif “Iya.”
menjaga keharmonisan dan kesolidannya. Untuk itu Buddha karena perbuatannya dilandasi oleh dorongan mulia dalam “Apakah Anda memelihara lembu, anjing, atau
menetapkan beberapa pedoman dan peraturan yang sekilas dirinya, bukan karena kekuatan luar yang berupa perintah ayam?”
tampak tidak berbeda dengan perintah ataupun larangan atau larangan. “Ya, saya juga memeliharanya,” jawabnya.
dalam konteks umum. Kemudian seiring dengan meningkatnya kemurnian “Coba katakan,” Ajahn Chah meminta, “Apakah
Tetapi seperti yang dikemukakan di atas, sanksi atas batin yang diperoleh dari pelatihan diri ini, pada puncaknya Anda berbicara pada kerbau atau lembu itu?”
pelanggaran peraturan Sangha adalah ditujukan demi para praktisi Buddhis akan mencapai tahap Tingkah Laku
“Tidak, tentu saja tidak.”
kebaikan si pelaku pun demi menjaga kedisiplinan Sangha, Otomatis. Saat itu bahkan tak diperlukan lagi tekad dari
bukan semata-mata demi pelampiasan rasa angkara murka dalam, semua perbuatan bajik dilakukan secara alamiah dan
“Yah, lalu bagaimana Anda melakukannya?”
dari pembuat peraturan itu kepada si pelanggar. apa adanya. Tak ada lagi keluhan, tak mengenal lelah, tanpa Ajahn Chah memiliki kemampuan yang terdengar
Sebenarnya makna dan tujuan perintah atau larangan pamrih, semua makhluk adalah dirinya, dirinya adalah semua aneh untuk menangkap Dharma tanpa kata
dan mengalihkannya kepada umatnya dalam
ungi
makhluk, perbedaan itu telah lenyap, inilah
yang dinamakan sebagai Jiwa Bodhisattva. perumpamaan yang segar, mudah
i n i , hub
uku
an b niya en ville,
Hanya mereka yang telah memiliki Jiwa diikuti, terkadang lucu, kadang puitis,
p a t k a r a
rbit Ki Kepa, Gr
Bodhisattva sejati baru dapat dengan tetapi selalu mendapat tempat di hati, a e
nd
sempurna mengarungi Jalan Bodhisattva yang k me n e
tempatnya bergema atau memberikan Untu nP e Du r
yasa ga II no 8, 0
mulia. Dengan kata lain, kalau menggunakan
inspirasi yang paling mendalam. “Kita ini
bahasa awam, berlatih membentuk kebiasaan Y a 99
untuk melakukan setiap perbuatan demi
bagaikan ulat; hidup bagaikan daun yang
M a ng t 1 1 51 5 6 8 7929 15 315 6
Jl . r a - 3
kebahagiaan semua makhluk dengan tanpa gugur; pikiran kita bagaikan air hujan.” a Ba
rt ile : 021 : 081
membedakan, keluhan ataupun pamrih, inilah Jaka n/Faxim elanggan d
p o P t .i
metode pelatihan Jiwa Bodhisattva. Buku ini merupakan edisi baru, kumpulan Tele ayanan c b n.ne m
L @ o
tiga buku menjadi satu, yang pernah SMS karaniya araniya.c
Jadi, kebahagiaan sejati yang tertinggi i l : . k
Ema te: www
diterbitkan secara terpisah. Buku yang sarat
bukan diperoleh dengan berpegang teguh dengan nilai-nilai kehidupan yang universal, si
pada perintah atau larangan, melainkan bisa menjadi sumber inspirasi dan panduan Web
dengan membentuk kebiasaan berpikir,
dalam menjalani kehidupan itu sendiri.
berucap dan bertindak secara bijaksana dan
welas asih, inilah kebahagiaan tertinggi. [abn]

44 45
DHARMA KELANA
Kali ini Kebumen, salah satu kabupaten di wilayah
Propinsi Jawa Tengah, menjadi fokus penjelajahan Dharma
oleh tim Sinar Dharma (SD). Namun karena keterbatasan
waktu, SD hanya berfokus pada empat dari lima belas vihara
yang ada di Kebumen.
Kabupaten Kebumen merupakan daerah wisata yang
dikelilingi pegunungan kapur dan berudara sejuk. Nama
Kebumen berasal dari Kabumian yang berarti tempat tinggal
Kyai Bumi setelah dijadikan daerah pelarian Pangeran
Bumidirja (Mangkubumi) dari Mataram saat berkuasanya
Sunan Amangkurat I. Di samping sebagai kota pariwisata,
Kebumen juga penghasil gula kelapa (gula Jawa) terbesar
di Jawa. Dan sebagai wilayah pesisir pantai, nelayan
adalah salah satu mata pencaharian di sana. Pertanian
juga merupakan andalan Kebumen. Sejak zaman Kerajaan
Mataram, Kebumen telah dikenal sebagai lumbung pangan
andalan di Jawa Tengah bagian selatan. Selain itu, Kebumen
dengan hutannya yang sangat luas terkenal dengan komoditi
andalan sarang burung walet.
Selama penjelajahan ke kabupaten yang berslogan
“Kebumen Beriman (Ber-sih I-ndah Aman dan Nyaman)” ini,
kami banyak mendapat bantuan dari Bapak Wagiman (51),
Ketua Paguyuban Umat Buddha Kebumen, yang membantu
mengupas sejarah perkembangan Buddha Dharma di
Kebumen.
Tirta Dharma Loka, vihara yang berada di Sidoharum,
Sempor, Kebumen, merupakan perwujudan usaha bersama
antara umat Buddha Kebumen, Pemda Kebumen, Depag
Kebumen dan umat Buddha Jakarta yang dikoordinir
oleh Bhante Saddhayano. Meski Tirta Dharma Loka baru
berdiri tahun 1981, namun sebenarnya sejak tahun 1976
Buddha Dharma telah bergema di Desa Sidoharum, walau
hanya dalam bentuk kebaktian di rumah umat. Berkat jasa
mulia Bapak Trino Leksono dan Bapak Punarjo (alm) yang
mendanakan sebidang tanah, akhirnya berdirilah vihara
megah yang memancarkan Dharma luhur menyinari 49
kepala keluarga (KK) di Sidoharum ini.
Perlu diketahui, perkembangan Buddha Dharma di
Kebumen tidak terlepas dari kepeloporan Vihara Bodhi Kirti,
vihara pertama di Kebumen, tepatnya di Desa Purwodadi,
yang berdiri di awal tahun 1967. Perjuangan di Purwodadi
ini dilakukan oleh Bapak Karsono Dipo yang kemudian
mengembangkan Buddha Dharma ke seantero Kebumen.
Vihara Giripura, berlokasi di Kalibatur, Kebumen.
Perjalanan satu jam menyusuri jalanan berbatu yang disertai
tanjakan dan turunan curam, menyadarkan kami betapa luar
biasanya perjuangan umat Buddha di daerah itu. Vihara
berukuran 9 x 7 meter2 ini berdiri 20 tahun yang lalu dengan

Jelajah Dharma Kebumen


jumlah umat sebanyak 75 KK. Vihara Giripura berdiri di
sebidang tanah yang dihibahkan oleh Bapak Sukarja yang

Membentuk Sinergisitas
juga merupakan sesepuh vihara. Donor darah tiga bulanan
menjadi kegiatan rutin vihara. “Meski jarang ada bhikkhu
Sangha yang berkunjung, tapi jika ada kegiatan pasti ada
saja yang datang,” tutur seorang umat.

dengan Filosofi Gula Jawa


Tak lama di Giripura, kami menuju Vihara Marga Giri
Dharma, Dukuh Kedunggondang, Desa Giyanti, Kecamatan
Rowokele Kebumen, yang berdiri sejak tahun 70-an. Vihara ini Vihara Tirta Dharma Loka, Sidoharum, Sempor, Kebumen
berdiri berkat kepeloporan Bapak Martoyo dan Mbah Trima.
Setelah vakum cukup lama karena tiadanya kepengurusan,
Photo: Abin
tahun 1999 vihara mulai aktif kembali. Terletak di tepi sawah

46 47
DHARMA KELANA
dengan semilir angin yang bertiup sejuk, Vihara Marga Giri
Dharma memberikan nuansa tersendiri, mengingatkan kita
semua bahwa Dharma yang indah itu berada di mana-mana
dan senantiasa memberikan kesejukan batiniah bagi para
praktisinya. Vihara ini berdiri atas prakarsa bersama antara
Sangha dan umat setempat. Namun sangat disayangkan,
kondisinya saat ini cukup memprihatinkan. Berlantai tanah
dan bertembok plester biasa, vihara ini berjuang di tengah
keterbatasan fasilitas. Bahkan fasilitas kamar mandi pun saat
ini masih belum ada, bisa dibayangkan keterbatasan fasilitas
yang ada!
Menurut Bapak Suparyo, Ketua Vihara, “Kondisi ini sudah
berlangsung bertahun-tahun, tetapi karena keterbatasan
dana, maka kita hanya melakukan apa yang memang bisa Umat Vihara Jalagiripura,
Vihara Giripura, kita lakukan.” Selain itu, vihara dengan 21 KK umat ini juga
Kalibatur Karangduwur, Ayah, Kebumen
terpaksa harus menghentikan program kebaktian sekolah (kanan), dan Bapak Wagiman
Kebumen
minggu, karena tiadanya pengasuh. Sisi lain yang menarik, (atas) yang banyak membantu
semasa masih menjadi samanera, Bhante Jotidhammo, Ketua Sinar Dharma ketika menjelajahi
Umum Sangha Theravada Indonesia, pernah beberapa kali Kabupaten Kebumen.
berkunjung ke Vihara Marga Giri Dharma ini. Photo: Abin

Penjelajahan terus berlanjut, kini kami berbalik arah


di Kebumen. Meski begitu kita patut Paguyuban karena mereka melihat Ada satu realitas yang dapat kita
menuju pantai selatan Kebumen. Namun jangan mengira
mencontoh pola pikir umat Buddha di bahwa perbedaan itu tidak akan ada tangkap di Kebumen, yakni: masa muda
menyusuri pantai yang landai, karena kenyataannya kami
Kebumen. Semua elemen Buddhis dari habisnya bila selalu dipermasalahkan merantau keluar, masa tua kembali
harus mengarungi jalan menanjak yang berliku-liku dengan
berbagai macam aliran, sekte, organisasi sehingga jurang pemisah tak akan mengabdi di Kebumen, serta Sangha
sebuah tikungan tapal kuda yang sangat terkenal.
dan majelis melebur bersama dalam pernah dapat terjembatani. Oleh berbagai sekte bebas membabarkan
Vihara Jalagiripura, Karangduwur, Ayah, Kebumen, adalah
satu wadah bernama Paguyuban Umat karenanya, umat Kebumen senantiasa Dharma di semua vihara di Kebumen.
vihara terakhir yang kami kunjungi. Ada satu ungkapan,
Buddha Kebumen. Mereka tidak melihat berupaya merekatkan jurang pemisah Satu fenomena sinergisitas yang utuh
entah sampai di mana kebenarannya, yang mengatakan
perbedaan, namun mengedepankan di antara semua elemen yang ada agar dan harmoni yang menyadarkan kita
bahwa Vihara Jalagiripura adalah vihara paling selatan
kebersamaan dan persatuan demi terbentuk masyarakat yang harmonis betapa Buddha Dharma itu satu, baik
di Indonesia. Di sini kami melihat pemandangan terindah
gerak dan langkah perjuangan dan bersatu, layaknya gula Jawa yang pada awalnya, saat ini dan tentunya di
dalam penjelajahan kali ini, perpaduan vihara dengan
Buddha Dharma. Inisiatif munculnya manis dan padat menyatu . masa mendatang! (shc)
pemandangan alam pegunungan di tepi laut selatan. Vihara
ini berdiri sebelum tahun 1970, meski masih menumpang di

Marga Giri Dharma


rumah penduduk waktu itu. Baru di tahun 80-an dibangun
Vihara Marga Giri sebuah vihara permanen dengan swadaya umat. Mayoritas
Dharma, Giyanti umat di sana berprofesi sebagai nelayan dan petani gula
Rowokele kelapa, sebagian besar di antaranya adalah pemeluk agama
Kebumen Buddha.
Perkembangan Buddha Dharma di Jalagiripura sebenarnya Agar Layak Disebut Vihara
bermula dari Gombong. Hingga kini telah banyak bhikkhu Vihara ini berada di kawasan wisata alam yang sejuk
Sangha yang berkunjung ke Kecamatan Ayah, di antaranya dan indah, tepatnya di Desa Giyanti, Kecamatan Rowokele,
adalah Bhante Jotidhammo, Bhante Nyanadhammo, Bhante Kabupaten Kebumen.
Sasano, Bhante Jagaro dan Bhante Khemasarano. Salah Namun indahnya pemandangan yang menyejukkan mata
satu keunikan yang kami temukan adalah: umat Jalagiripura tidak dapat mengobati rasa miris ketika memasuki ruang
mempelajari semua sekte Buddhisme. Hal ini ternyata Dhammasala Vihara Marga Giri Dharma yang hanya berlantai
berkaitan dengan tradisi mereka sebagai tuan rumah yang plesteran semen, itupun telah berlubang di sana sini.
senantiasa menghormati dan mengikuti tata cara kebaktian Sementara di kota-kota besar, viharanya berkerangka beton
para Duta Dharma berbagai sekte yang datang ke sana. “Tapi dan berlantai marmer, berdiri dengan kokoh dan anggun, namun
memang yang cukup sulit untuk dipelajari adalah Mahayana, di sudut-sudut pedesaan masih terdapat banyak vihara, yang
karena cara bacanya yang pakai bahasa Tionghoa, tapi kita walaupun disebut sebagai vihara, hampir tidak layak dijadikan
akan tetap terus belajar,” tutur Bapak Tunisman (33), Ketua tempat ibadah, salah satunya adalah Vihara Marga Giri Dharma.
Vihara Jalagiripura. Beruntung umat Buddha dari berbagai kalangan telah
SD sempat bertemu dan berbincang-bincang dengan cepat tanggap mengambil bagian dalam penggalangan dana
Kakek Rusdi, pelopor Buddha Dharma di Ayah yang hingga bagi perbaikan kelayakan vihara ini yang dikoordinir oleh BEC
kini masih terlihat sehat dan segar bugar. Kakek yang Surabaya.
Vihara didampingi istri tercinta dengan 25 cucu dan 15 buyut ini Dana bantuan untuk perbaikan atap dan ‘keramik-isasi’ lantai
Jalagiripura, Ayah mengatakan bahwa sejak tahun 1968 Buddha Dharma telah vihara telah diserahkan pada 21 Oktober 2006.
Kebumen berkembang di sana. Ini terjadi tidak lain karena kedekatan
Photo: Abin
Prihatin: Vihara Marga Giri Dharma, Kedunggondang, Ikuti terus perkembangan dan hasil perbaikan vihara ini agar
antara aliran kepercayaan dan Buddhisme, sehingga mereka Giyanti, Rowokele, Kebumen. Hanya berlantai plesteran ia benar-benar layak disebut sebagai vihara. Anumodana, para
memilih untuk menjadi pemeluk Buddha yang taat. semen yang sudah mulai hancur. donatur! (abn)
Sayangnya, hingga saat ini belum ada Depag Kabupaten
Photo: Abin

48 49
DHARMA KELANA

Photo: Abin
Bhante Jagaro: “Alon-alon asal kelakon (pelan-pelan asal
terlaksana).”

Kabupaten Cilacap adalah kabupaten terluas


di Jawa Tengah dan berbatasan langsung
dengan Propinsi Jawa Barat, merupakan daerah
pertemuan antara budaya Jawa (Banyumasan)
dengan budaya Sunda (Priangan Timur). Pertanian
merupakan sektor utama perekonomian, sedang
sub-sektor nelayan digeluti sebagian besar
penduduk yang tinggal di pesisir pantai selatan.
Selain itu, Cilacap adalah satu dari tiga kawasan
industri utama di Jawa Tengah, selain Semarang
dan Surakarta.

Di Cilacap ini kami tidak hanya mengunjungi vihara,


namun sempat juga melihat Nusa Kambangan, pulau lembaga
pemasyarakatan yang terkenal sebagai Alcatraz-nya Indonesia.
Sebenarnya sudah cukup lama Buddha Dharma berkembang
di Cilacap, namun di tahun 1965 banyak yang beralih ke aliran

Jelajah Dharma
kepercayaan. Kami bertemu dengan Bhante Jagaro di Vihara
Nusa Dhamma, yang diresmikan 1 Nopember 1997 oleh Bapak
Budi Setiawan dan Bapak Supandi, Bupati Cilacap saat itu.

Cilacap, Banjarnegara dan Wonosobo


Peletakan batu pertama vihara dilakukan tahun 1995, namun
pembangunan baru selesai pada tahun 1997 karena keterbatasan
dana. “Alon-alon asal kelakon (pelan-pelan asal terlaksana),” kata

Alon-Alon Asal Kelakon


Bhante. Alon-alon Bhante ternyata juga tidak terlalu alon, karena
berselang tiga tahun kemudian Bhante kembali membangun
vihara di Desa Ayam Alas, Cilacap.

50 51
Photo: Abin
Photo: Abin

“Bhante sebenarnya asli Purworejo, tapi karena orang


tua pindah ke Cilacap, maka akhirnya Bhante jadi orang
sebelum menjadi Siswa Lanjutan Atas, sejak Sekolah
Dasar dan Sekolah Lanjutan Tingkat Pertama mereka
Indah Ragam dan Kota (Negara). Awalnya adalah tempat ibadah
penganut aliran kepercayaan, namun pasca tahun 1965
Cilacap,” tutur Bhante Jagaro yang pasca tsunami ikut tetap harus tinggal bersama orang tua karena wajib Ki-Ka: Vihara Avalokitesvara Cilacap, beralih menjadi Buddhis. Bhante Girirakkhito Mahathera
turun membantu mengkoordinir pendistribusian bantuan menghormati dan membalas budi jasa besar yang telah Vihara Vajra Bumi Pura Mandala (alm) pernah mengunjungi vihara ini pada tahun 1971.
bagi para korban. “Tapi untung ada Nusa Kambangan, diberikan orang tua.” Banjarnegara, Vihara Bodhi Wahana Vihara di Sukoharjo ini adalah satu-satunya vihara yang
kalau enggak, tidak bisa dibayangkan berapa banyak Selain itu, siswa asuh Bhante yang SLTA juga Wonosobo, dan Buddharupam di kami kunjungi dari empat vihara yang ada di Banjarnegara.
korban jiwa yang melayang karena terjangan tsunami,” diwajibkan untuk mengajar di sekolah minggu, sebagai Satu yang menarik dari vihara ini adalah keberhasilannya
tutur Bhante yang sempat bercerita kepada SD tentang proses pembelajaran mengenali dan menghadapi
altar Vihara Bodhi Wahana. melahirkan banyak tokoh pendidik Buddhis, di antaranya
perjuangan sepasang suami istri melawan keganasan kehidupan di masyarakat. “Bhikkhu daerah itu harus bisa adalah Bapak Slamet dan Ibu Rus, yang kini menetap dan
gelombang tsunami yang menghantam pantai Cilacap segala-galanya, dari mulai tata cara kebaktian sampai mengajar di Bekasi. Saat masih duduk di bangku Sekolah
dan Pangandaran beberapa waktu lalu. memperbaiki genteng yang bocor,” tutur Bhante yang Dasar, penulis sempat mendapat pengajaran langsung
Bhante sangat concern dengan pendidikan. Bhante diiringi gelak tawa SD dan beberapa umat yang hadir dari Ibu Rus.
menggulirkan Program Anak Asuh pada tahun 1997 dalam wawancara siang hari itu. Dari Banjarnegara kami beranjak menuju dataran
dengan anak asuh angkatan pertama berasal dari Jepara Mengakhiri wawancara, sambil mengajak SD pengurus vihara. Kami tinggalkan vihara ini dengan tak tinggi Wonosobo yang secara harafiah berarti: “tempat
dan Pati. Bukan hal yang mudah menjalankan program ini berkeliling vihara, Bhante mengatakan bahwa udara lupa meletakkan beberapa eksemplar majalah Sinar berkumpul di hutan”. Di sana kami mengunjungi Vihara
di tengah keterbatasan baik dari faktor internal maupun di Cilacap baik bagi orang yang mempunyai masalah Dharma di depan vihara. Semoga bermanfaat bagi Bodhi Wahana, vihara terbesar di Wonosobo yang
eksternal. Tetapi berkat keyakinan dan keuletan Bhante, dengan pernafasan. “Pasti cepat sembuh,” kata Bhante. para umat Vihara Avalokitesvara ini dan para penduduk berarsitektur unik. Vihara Bodhi Wahana merupakan
kini para anak asuh itu sudah banyak yang berhasil Bagi yang berminat membuktikan ucapan Bhante, sekitarnya! tempat persinggahan umat Buddha yang datang
menjadi sarjana dan kaum profesional. silahkan datang ke Vihara Nusa Dhamma dan rasakan Di Cilacap sebenarnya ada lima vihara, namun kami menghadiri acara di Mendut dan Borobudur.
Saat ini Bhante memiliki puluhan anak asuh, dari sendiri khasiatnya! hanya mengunjungi dua di antaranya. Meski demikian, Di Wonosobo terdapat enam vihara. Vihara Bodhi
tingkat Sekolah Dasar hingga Sekolah Lanjutan Tingkat Penjelajahan Dharma masih belum usai. Kami kami yakin hal ini tak mengurangi makna penjelajahan Wahana adalah satu-satunya vihara yang kami kunjungi
Atas. Bagi siswa SLTA diwajibkan tinggal di asrama bergerak menghampiri pantai Cilacap mengunjungi Dharma yang kami persembahkan bagi para pembaca di Wonosobo, mewakili lima vihara lain yang tersebar
vihara. “Masa SLTA ini adalah masa transisi untuk Vihara Avalokitesvara yang terletak sekitar 100 meter dari setia SD di manapun berada. di berbagai pelosok, serta merupakan vihara penutup
menjaga kesinambungan moral dan disiplin anak didik bibir pantai. Vihara di bawah naungan Yayasan Surya Dari Cilacap akhirnya kami di Kabupaten Banjarnegara. penjelajahan Dharma kali ini.
serta pembentukan kedewasaan agar tidak mubazir dan Mahayana ini diresmikan 6 Januari 1995 oleh Bhante Vihara Vajra Bumi Pura Mandala terletak di sebuah sudut Namun penjelajahan Dharma belum sepenuhnya
buang-buang waktu. Karena disiplin di awal maka akan Dharmasagaro dan H. Muhammad Supardi, Bupati perkampungan Sukoharjo, Banjarnegara. Vihara ini berakhir, karena di edisi mendatang kami akan kembali
ada keberhasilan di akhirnya,” lanjut Bhante yang dikenal Cilacap di masa itu. Sayang, karena waktu yang tidak berdiri sejak tahun 1963 dan merupakan vihara pertama menghadirkan kisah petualangan Jelajah Dharma di
disiplin oleh para anak asuh di Nusa Dhamma ini. “Tetapi begitu tepat, kami tidak sempat bertemu dengan satupun di kabupaten yang arti namanya adalah Sawah (Banjar) Lombok. So, don’t miss it, guys! (shc)

52 53
Sudut Publik
MUTIARA DHARMA Hengky, Palembang
Bila ada orang yang sering mencari masalah dan jahat pada
Kalyana Devi, Surabaya
Semoga dalam kehidupan yang sekarang ini aku dapat
“Saya adalah seekor semut kecil yang kita, itu karena di masa lampau kita pernah berbuat jahat berbuat yang terbaik. Baik bagi diriku sendiri maupun bagi
dengan senang hati berjalan di bawah telapak pada dia. Agar dia tidak jahat lagi dengan kita maka kita makhluk lain. Semoga semua makhluk berbahagia dan
kaki semua umat Buddha; Saya adalah sebuah harus sering-sering berbuat baik atas nama dia sehingga damai.
jalan, semoga semua makhluk menapak di hutang kita pada dia bisa terbayar lunas dan otomatis dia
atas tubuh saya, dari tingkat makhluk awam tidak jahat lagi pada kita. Jan Fu, Yogyakarta
hingga mencapai keBuddhaan.” Hsuan Hua Doa yang bertujuan pelimpahan jasa kepada semua makhluk
Pudji Rahayu, Surabaya semoga berbahagia jauh lebih bermanfaat daripada sumpah
Mencintai tidak harus memiliki yang Orang bijak selalu melihat kesalahan orang lain bagaikan janji permohonan minta dikabulkan tapi gelap batin setelah
dicintai, tetapi yang harus dimiliki dan dicintai melihat kesalahan diri sendiri, sebaliknya orang yang tak tidak tercapai keinginan muluknya.
adalah cinta (Metta) itu sendiri. Ini jenis cinta tahu budi selalu mencari kesalahan dan kelemahan orang
yang aman. (Vihara Tri Maha Ratna, Blimbing, di sekitarnya. Tanam padi tumbuhlah padi – tanam kebajikan buahnya
Tangerang) kebahagiaan. Tanam kejahatan siap-siap panen akibat
Aryadevi, Surabaya buruknya – demikianlah buah akibat karma baik atau buruk
Kepada semua bhikkhu/bhante, kita mengucapkan Selamat ditentukan perilaku diri sendiri!
Hari Kathina. Semoga semua bhante tidak bosan mengajarkan
Padepokan Sacca Gopala, Blitar Sucitta Chandra Dhamma pada umatnya. Semoga Sangha makin maju. LSM Buddhis Lumbini, Jakarta
Manakala ada kekurangan maka pada saat itu akan datang Hidup tidak pasti, bahagia dan menderita. Bersyukurlah saat Ada yang bilang beragama Buddha, tapi tidak punya Sangha.
kelebihan dan manakala kita dapat memahami hal itu, maka bahagia, bersikap ikhlaslah saat menderita. Kerukunan Mahasiswa Buddha Banjarmasin (KMBB) Kalsel Ada yang bilang pelestari Dharma, tapi menikah. Ada yang
tiada kesedihan yang panjang. Usaha perjuangan mereka yang telah bersatu merupakan mengaku beragama Buddha, tapi praktiknya memuja orang
Jang Geum, Pontianak sebab bagi timbulnya kebahagiaan. Oleh sebab itu hendaknya yang mengaku Buddha. Jadi pandai-pandailah menjadi siswa
Zan Kuou Umi, Serang Manusia di dunia tidak ada yang murni, oleh karena itu kita berbuat kebajikan untuk menuju alam bahagia. Buddha, karena Buddha, Dharma dan Sangha adalah satu
Hidup akan damai bila ada “kepercayaan”, kepercayaan tidak harus hati-hati, selalu instrospeksi diri sendiri, baik sebagai kesatuan, pun di dunia ini di masa ini tidak ada Buddha selain
lahir bila ada “kecurigaan”, sedang kecurigaan bersumber senior maupun junior, agar tidak terjadi kesalahpahaman. Tio, Probolinggo Buddha Gautama.
dari pikiran sendiri. Kehidupan dalam pembinaan akan bahagia, hati ego selalu Mara seluas bumi, jubah Sang Buddha bisa menyelimuti
ada, maka dari itu taklukkanlah hati ego diri sendiri, baru bisa bumi, maka Mara terkejut (Thich Nhat Hanh). Dugkar Ling, Malang
Mengapa seseorang begitu takut pada kegagalan, membantu umat di dunia ke jalan yang benar. Cia You!!! Terus melihat ke atas membuat leher kita capek, tapi melihat
kehancuran dan kematian? Semua dikarenakan karena Hati yang baik maupun tidak baik, siapa yang menilai? ke bawah tidak capek. Terus melihat “atas” membuat batin
benih kemelekatan belum terlepas dari dalam dirinya. Yanto, Jakarta Ambillah Buddha Dharma sebagai juru nilai. kita lelah, iri hati, serakah, dan ingin memiliki. Tapi jika
Bila kemelekatan tersebut telah dilepaskan, maka semua Sungguh mudah untuk merasa senang, bila hidup mengalun melihat ke “bawah” membuat kita bisa lebih bersyukur dan
ketakutan akan hilang dengan sendirinya. Itulah kenyataan bagaikan nada. Tapi manusia yang berharga adalah dia yang 085234708937 puas dengan apa yang kita miliki.
abadi, kenyataan Dhamma. dapat tersenyum ketika hidup sedang suram. Selamat Kathina. Semoga apa yang kita dapat berikan untuk
Sangha dapat bermanfaat dan semoga berkah Sang Triratna Waktu terus berputar, kita menjadi tua dalam setiap detik.
0818445xxx Rahula, Surabaya melimpah pada kita semua. Sadhu… Sadhu… Sadhu… Karena itu janganlah terpaku pada masa lalu tetapi terus
Setiap gram daging yang Anda konsumsi berasal dari Pengendalian diri adalah pembentukan pulau bagi diri berjuang saat ini dan ke depan karena waktu takkan pernah
pembunuhan. Setiap Anda mengonsumsinya, berarti Anda sendiri. Vihara Tri Maha Ratna, Blimbing, Tangerang kembali dan kita takkan pernah muda lagi.
mendukung pembunuhan! Ketika teman saya melihat rekaman Mencintai tidak harus memiliki yang dicintai, tetapi yang
pemancungan manusia, ia menangis dan mengatakan begitu Inti kehidupan adalah berbuat baik, berbuat baik dan berbuat harus dimiliki dan dicintai adalah cinta (Metta) itu sendiri. Ini Hidup itu seperti bawang, kita akan menangis ketika
kejam? Kenapa ia tak mengatakan hal yang sama sewaktu baik dengan badan, ucapan, dan pikiran sehingga pada saat jenis cinta yang aman. mengupasnya.
hewan dijagal? Di mana hatinya? kondisi kita rendah dengan berbuat baik akan membuat
kehidupan kita makin lama makin terangkat. Dari tiada menjadi “ada”. Setelah “ada” kembali “tiada”. Itulah Memang lebih enak memandang ke bawah daripada melihat
Ven. Chandasilo yang “ada” tanpa maksud mengada-ada. ke atas. Janganlah hanya berharap pertolongan dari “atas”
Keserakahan adalah kunci kehancuran akhlak manusia. Triandi Budianto, Purwokerto tapi senantiasa menolong yang di “bawah”.
Kehancuran akhlak manusia adalah awal kehancuran moral Namo Buddhaya, untuk sebagian dari kita menjalankan Sri Kumara, Kudus
manusia. Salam Metta. ibadah puasa selama satu bulan adalah merupakan suatu Jadilah seperti bunga yang menebarkan wangi pada siapa Tidaklah penting apa atau siapa awal dari kehidupan ini.
kewajiban umat. Kemudian apa kewajiban kita sebagai umat saja. Tampak segar, indah dan harum. Walau tidak ada yang Yang penting adalah bagaimana kita mengakhiri lingkaran
Ongko Digdojo, Surabaya Buddha? Kewajiban kita adalah sebagai pengawas tiga pintu memetik untuk penghias ruangan, harummu akan selalu penderitaan ini.
Barang siapa merasa dirinya paling pandai di antara orang karma (pikiran, ucapan dan perbuatan) agar setiap saat dikenang.
lain, ia cenderung merendahkan orang lain dan menganggap berkelakuan positif yang bermanfaat untuk semua makhluk. Tidak penting bagaimana dan ke mana kita setelah mati.
semua orang bodoh. Orang ini akan menderita karena Sudhammayano, Bandung Yang paling penting adalah bagaimana kita mengisi hidup
perilakunya sendiri. Dick, Mojokerto Tanamkan cinta ke dalam sanubari kita. Pancarkan metta ke demi kebahagiaan yang lain.
Manfaatkan dan kembangkan kelebihanmu, maka kamu seluruh semesta. Jadikan negeri ini sebuah Republik Cinta.
Bila seseorang menganggap diri sendiri paling pintar, maka akan menjadi orang yang lebih berguna. Jadikan alam ini tanah Buddha. Telah dibentuk komunitas umat Buddha tradisi Vajrayana di
kesombongan akan muncul. Bila seseorang menganggap Malang. Bagi umat yang ingin bersama-sama mempelajari
diri sendiri paling tidak berguna, maka kesombongan akan Sasmita, Malang Sutrisno, Lampung dan mempraktikkan ajaran Buddha tradisi Vajrayana di
sirna. Semoga kita semua tidak akan pernah menyia-nyiakan Lihatlah aku… apa yang kau lihat saat ini hanya sebuah Malang pada khususnya dapat menghubungi Dugkar
kesempatan Kathina ini untuk secara aktif mengembangkan mimpi tidur siangmu… dan manakala terjaga, engkau akan Ling, Jl. Borobudur Agung Barat 2C No.16 Malang. Telp.
Bila kritik membuat kita marah dan pujian membuat kita kebajikan dan meningkatkan kualitas batin kita masing- melihat dan mendapati siapa sesungguhnya aku… aku ibarat 081803848307
bahagia, teman-teman yang buruk akan datang kepada kita masing. Semoga kita semua berbahagia. Sadhu… Sadhu… bunga mekar hanya sesaat, mata layu di penghujung senja,
dan teman-teman yang baik akan meninggalkan kita. Sadhu… Selamat Kathina 2550BE/2006 lapuk badan untuk binasa. Met’ Kathina. ***

54 55
Jejak
Agung
Master Hsuan Hua adalah Sesepuh sosial. Membabarkan ‘Sutra Altar”, mendirikan Vihara Xi Le Yuan, Vihara
ke-9 Chan Buddhisme (Zen) garis “Sutra Intan”, “Sutra Amitabha” dan Chan Ci Xing dan Hong Kong Buddhist
silsilah Wei Yang yang diwarisi dari sebagainya. Lecture Hall. Menerbitkan majalah Xin
Master Xu Yun (Hsu Yun), pengembang 1935, tidak tergoda lagi oleh lawan Fa (Dharma Hati).
Ikrar Agung menanggung penderitaan jenis, baik dalam mimpi maupun 1956, menerima surat penobatan
semua makhluk, pembawa Buddha oleh seorang anggota Dao De Hui dari Master Xu Yun menjadi Sesepuh
Dharma ke negeri Paman Sam lainnya, (Organisasi Moralitas). ke-9 Chan Buddhisme garis silsilah Wei
pendiri Dharma Realm Buddhist 1936, ibu meninggal. Yu Shu Yang dengan nama Dharma: Hsuan
Association (DRBA – Assosiasi Buddhis menetap di samping makam sang ibu. Hua (Mengumumkan dan Merubah).
Alam Semesta), pembentuk Komunitas Menjadi bhiksu di Vihara San Yuan di 1958, siswa Master Hsuan Hua
Sangha pertama dan pelengkap Tri Harbin di bawah bimbingan Bhiksu mendirikan perwakilan Hong Kong
Ratna di Amerika, penerjemah Sutra Chang Zhi. Bernama Dharma An Tse Buddhist Lecture Hall di San Fransisco,
Buddhis ke berbagai bahasa, pendiri (Damai Welas Asih) dan sebutan To Lun Amerika.
institusi pendidikan Buddhis dan praktisi (Du Lun - Roda Pembebas). Berdiam 1959, Master Hsu Yun wafat. Berdiri
kerukunan beragama. di gubuk dekat makam ibu selama 3 Sino-American Buddhist Association
Tahun 1918, 26 April (16 bulan 3 tahun sebagai pernyataan rasa bakti. (Assosiasi Buddhis Tionghoa-Amerika)
Imlek) lahirlah seorang bayi mungil Selama itu ia tekun melatih diri dan di Amerika, cikal bakal Dharma Realm
bermarga Bai di Shuang Cheng, Ji bermeditasi dengan hanya makan Buddhist Association.
Lin, Tiongkok. Anehnya, selama 3 hari sekali dalam sehari. Bahkan pernah 1961, membabarkan Dharma di
3 malam sejak kelahirannya, bayi ini selama 23 hari bermeditasi dengan Australia.
terus menangis. Di malam menjelang tanpa sebutir nasipun mengisi perutnya. 1962-1968, tiba di San Fransisco,
kelahiran sang bocah, ibunya bermimpi Mengembangkan 18 Ikrar Agung. Amerika. Berpuasa hanya minum air
melihat Buddha Amitabha, seluruh Suatu hari datang Sesepuh Hui Neng selama 5 minggu untuk menyelamatkan
alam semesta berada dalam naungan dan mengatakan, “Nantinya kau akan dunia dari “Krisis Kuba”. 1963,
cahaya emas yang berkilau, langit dan pergi ke Amerika, …, menyadarkan meninggalkan China Town menetap di
bumi berguncang, ibunya tertegun banyak orang sejumlah pasir Sungai ruang bawah tanah yang tak berjendela
menampak fenomena ini. Sesaat ibu Gangga yang tak terhitung, inilah awal dan lembab. Menyebut diri sendiri
bermarga Hu yang penganut vegetarian berkembangnya Buddha Dharma di sebagai “Bhiksu dalam Makam”. Imlek
dan rajin melafalkan nama Buddha dunia Barat.” 1968, membuat dua pernyataan:
ini, terjaga dari tidur. Tercium aroma 1938, mengakhiri masa bakti 3 1, teratai Dharma di Amerika akan
harum, tanpa sadar ia melafalkan nama tahun. Sering menyembuhkan berbagai berkembang; 2, Master Hsuan Hua
Buddha. Kemudian lahirlah Yu Shu (Yu penyakit dan gangguan yang dialami menjamin tidak akan membiarkan
Xi). para umat dengan menggunakan terjadinya gempa selama berada di
1928, melihat bayi meninggal. Yu Maha Karuna Dharani, Mantra Empat San Fransisco.
Shu kemudian bertekad ingin menjadi Puluh Dua Tangan Mata, Surangama Musim semi tahun 1968, sekitar 30
bhiksu agar terbebas dari kematian, Dharani. mahasiswa University of Washington
tetapi ibunya berharap ia menunda 1946, berangkat ke Tiongkok kota Seattle mengikuti retret musim
hingga sang ibu meninggal. Selatan mencari Master Xu Yun (1840- semi, lalu retret musim panas
1929, Bersujud masing-masing 1959). pembabaran Sutra Surangama.
tiga kali pada orang tua setiap pagi 1947, menerima penahbisan penuh Lima mahasiswa bangsa Amerika
dan malam hari. Akhirnya bersujud di Vihara Fa Yu, Putuoshan. meninggalkan kehidupan rumah
sebanyak 830 kali setiap harinya 1948, bertemu Master Xu Yun di tangga: Bhiksu Heng Chyan, Heng Jing,
Master Hsuan Hua (1918-1995) kepada langit, bumi, pemimpin negara,
ayah, ibu, guru dan sebagainya.
Vihara Nan Hua. Berikut Gong An
kedua tokoh besar ini. An Tse: “Master
Heng Shou dan Bhiksuni Heng Yin,
Heng Chih. Desember 1969, kelimanya
Penduduk dusun menyebutnya “Anak Xu Yun melihat saya berkata demikian menerima penahbisan penuh di Vihara
Berbakti Keluarga Bai”. adanya, Saya melihat Master Xu Hai Hui, Keelung, Taiwan.
1930, sebuah mimpi Yun membuktikan demikian adanya, Apa saja yang telah dikontribusikan
menyadarkannya bahwa kematian bisa Master Xu Yun dan saya demikian oleh Master Hsuan Hua bagi Buddha
Photo: Istimewa datang setiap saat, karena itu ia harus adanya, Semoga semua makhluk juga Dharma, masyarakat Barat dan dunia
segera mempelajari Dharma. demikian adanya.” Master Xu Yun sejak tahun 1968?

“Saya datang dari ruang kosong


1932, menerima Trisarana dari menjawab, “Demikianlah, demikianlah.” Pertama, membentuk Komunitas
Bhiksu Chang Zhi. Mulai duduk di Menjabat pengawas dan kepala bidang Sangha di Amerika dengan penerapan
bangku sekolah. pengajaran di Akademi Vinaya Vihara Sila yang ketat. Anggota Sangha makan

dan kembali ke ruang kosong.”


1933, bergabung dalam Nan Hua. sekali sehari sebelum tengah hari,
beberapa organisasi Buddhis dan 1950-1956, menetap di Hong Kong bagi yang berkemauan kuat, malam

Jejak agung ini dipersembahkan oleh: Tjahyono Wijaya

56 57
hari tidak tidur berbaring, seperti yang
dilakukan Master Hsuan Hua.
Kedua, pendirian lebih dari 20
vihara yang tersebar di Amerika,
Kanada, Taiwan, Hong Kong, Malaysia
dan Australia.
Ketiga, menerjemahkan
Buddhis ke berbagai bahasa, antara
lain Inggris, Spanyol, Perancis dan
Sutra
bagi semua makhluk ini terlihat jelas
dalam:
1. 18 Ikrar Agung beliau.
2. Puasa 5 minggu demi perdamaian
dunia selama terjadinya Krisis Kuba
dan puasa 3 minggu pada tahun
1989 demi kebahagiaan masyarakat
Taiwan.
3. Dua bhiksu Amerika siswa beliau,
sebagai umat di luar Buddhis.
Semua adalah satu keluarga, tidak
ada perbedaan aku dan kamu.
Meski sangat terkenal akan
kekuatan batinnya, Master Hsuan Hua
mengajarkan untuk tidak mengejar
kekuatan batin karena berkekuatan
batin bukan berarti berbudi luhur.
4 Desember 1994, berpesan agar
18 Ikrar Agung Master Hsuan Hua
1.Semoga semua Bodhisattva dari tiga masa waktu di
sepuluh penjuru, segenap semesta dan alam dharma-
dhatu, jika ada satu di antaranya yang belum mencapai
KeBuddhaan, maka saya bersumpah tidak akan meraih
Sempurna.
10.Semoga bagi para dewa, pertapa, manusia, asura,
hewan dan tumbuhan di langit dan di air, naga, hewan
berkekuatan spiritual, setan, dewa tingkat rendah dan
Pencerahan Sempurna. lain sebagainya, yang pernah menerima Trisarana dari
Vietnam. Heng Ju dan Heng Yo, tahun 1973 para siswa mempersiapkan kepergian 2.Semoga semua Pratyekabuddha dari tiga masa waktu di saya, jika ada satu di antaranya yang belum mencapai
Keempat, pendirian institusi melakukan “three steps one bow” beliau: “Setelah saya pergi, kalian sepuluh penjuru, segenap semesta dan alam dharma- KeBuddhaan, maka saya bersumpah tidak akan meraih
pendidikan umum dan Sangha. tiga langkah satu namaskara dari lafalkan Sutra Avatamsaka, Nian Fo dhatu, jika ada satu di antaranya yang belum mencapai Pencerahan Sempurna.
Mendirikan Sekolah Dasar, Sekolah San Fransisco ke Seattle sejauh selama 1 minggu atau 7 minggu... keBuddhaan, maka saya bersumpah tidak akan meraih 11.Semoga semua kebahagiaan dan kesenangan yang patut
Menengah dan Dharma Realm 1.000 mil (1.600 km) demi terciptanya Setelah proses kremasi, sebarkan abu Pencerahan Sempurna. saya dapatkan, semuanya saya limpahkan sebagai dana
Buddhist University. Di samping perdamaian dunia. Hal yang sama saya ke udara. Jangan mendirikan 3.Semoga semua Sravakabuddha dari tiga masa waktu di kepada semua makhluk hidup di alam dharma-dhatu.
memakai kurikulum Amerika, para dilakukan pula oleh dua siswa lain, pagoda atau gedung peringatan. Waktu sepuluh penjuru, segenap semesta dan alam dharma- 12.Semoga semua penderitaan dari para makhuk hidup di
siswa juga diperkenalkan dengan Heng Sure dan Heng Chau, dari datang saya tidak memiliki apa-apa, dhatu, jika ada satu di antaranya yang belum mencapai alam dharma-dhatu ini, semuanya diberikan kepada saya,
pelajaran moralitas Tionghoa seperti Vihara Gold Wheel di Los Angeles pergi pun juga tidak ingin apa-apa. Di keBuddhaan, maka saya bersumpah tidak akan meraih hanya saya seorang diri yang akan menanggungnya.
“Di Zi Gui” (Tata Susila Anak Didik) menuju City of Ten Thousand dunia ini saya tidak ingin meninggalkan Pencerahan Sempurna. 13.Semoga dapat membelah kesadaran batin menjadi
dan sebagainya. Selain itu, sejak 1982 Buddhas di Talmage selama Mei jejak! … siapa pun ada waktunya 4.Semoga para dewa dari Triloka, jika ada satu di jumlah yang tak terbatas, memasuki batin semua
menyelenggarakan pelatihan Upasaka/ 1977 - Oktober 1979. datang, juga ada saatnya pergi…” antaranya yang belum mencapai keBuddhaan, maka saya makhluk hidup yang tidak yakin pada Buddha Dharma,
Upasika dan Sangha. 4. Sewaktu menetap di Hong Kong, Los Angeles, 7 Juni 1995 pukul bersumpah tidak akan meraih Pencerahan Sempurna. agar mereka dapat merubah perbuatan buruk menjadi
Kelima, Dharma adalah satu. Master Master Hsuan Hua mengatakan 15:15, Master Hsuan Hua, Guru Besar 5.Semoga semua manusia dari sepuluh penjuru semesta, bajik, menyesali kesalahannya dan memperbaiki diri,
Hsuan Hua membabarkan semua angin taifun tidak boleh menyerang Hsuan Gong yang menyebut diri sebagai jika ada satu di antaranya yang belum mencapai berlindung pada Triratna hingga menjadi Buddha.
metode Dharma, baik Chan, Jingtu pulau Mutiara Timur itu. Demikian ‘Orang Mati yang Hidup’, ‘Bhiksu dalam KeBuddhaan, maka saya bersumpah tidak akan meraih 14.Semoga semua makhluk hidup yang melihat muka saya
(Sukhavati), Lu (Vinaya), Tantrayana, pula ketika berdiam di San Makam’, ‘Semut Kecil’ dan “Serangga Pencerahan Sempurna. dan mendengar nama saya, membangkitkan Bodhicitta
Mahayana ataupun Theravada, bahkan Fransisco. Kecil’ yang tak bernama, meninggalkan 6.Semoga para dewa, manusia dan asura, jika ada satu di dan segera memperoleh Jalan keBuddhaan.
sangat aktif dalam kegiatan kerukunan 5. Master Hsuan Hua mengatakan, tak kita semua kembali ke ruang kosong antaranya yang belum mencapai KeBuddhaan, maka saya 15.Semoga mematuhi peraturan yang ditetapkan Buddha
lintas agama. peduli yakin pada Buddha atau tidak, yang tak berkondisi. Tetapi kepergian bersumpah tidak akan meraih Pencerahan Sempurna. dengan ketat, menjalankan praktik hanya makan sekali
Keenam, perdamaian dunia. semua orang adalah umat Buddha, beliau bukan berarti sirnanya hal-hal 7.Semoga semua makhluk dari alam binatang, jika ada dalam sehari.
Semangat menciptakan kebahagiaan tidak akan menganggap mereka mulia yang beliau tanamkan. 19 Juni satu di antaranya yang belum mencapai KeBuddhaan, 16.Semoga menyadarkan semua makhluk hidup, menyerap
1995, sahabat baik beliau, maka saya bersumpah tidak akan meraih Pencerahan semua makhluk dari berbagai tingkatan batin.
Father John Rogers, Pastor Sempurna. 17.Semoga dalam kehidupan ini juga memperoleh
Katholik dari Humboldt State 8.Semoga semua makhluk dari alam setan kelaparan, jika lima mata, enam kekuatan batin dan dapat terbang
University, mengadakan misa ada satu di antaranya yang belum mencapai KeBuddhaan, sekehendak hati.
terakhir bagi Master Hsuan maka saya bersumpah tidak akan meraih Pencerahan 18.Semoga semua keinginan dan harapan pasti terpenuhi.
Hua di ruang utama City of Ten Sempurna.
Thousand Buddhas. Perpaduan 9.Semoga semua makhluk dari alam neraka, jika ada
jubah suci yang putih dengan satu di antaranya yang belum mencapai KeBuddhaan, Terjemahan dari bahasa Mandarin ke dalam
warna emas ruang puja bhakti maka saya bersumpah tidak akan meraih Pencerahan bahasa Indonesia oleh Ching Ik
terasa sangat indah, seindah
ajakan Master Hsuan Hua
agar semua umat beragama
bahu membahu menciptakan
keharmonisan.
Bila kita mengenal Master
Jodoh dengan Master Hsuan Hua
Penulis berkesempatan bertatap muka dengan Master Hsuan Hua sebanyak dua setengah kali. Dua kali sewaktu beliau
Xu Yun sebagai awan kosong mengadakan Dharma Tour di Taiwan tahun 1989. Waktu itu Master (Shang Ren) berpuasa 3 minggu dan terjadi gempa besar
kedamaian yang tidak melekat di San Fransisco karena beliau saat itu berkonsentrasi penuh bagi kebahagiaan masyarakat Taiwan sehingga San Fransisco
pada “aku”, pun Master Hongyi “kecurian”.
sebagai bulan purnama yang Penulis tidak memiliki guru khusus dalam pemahaman Buddha Dharma, boleh dibilang 100% belajar dari buku-buku
memberikan sinar kedamaian Dharma ulasan para Master. Landasan Dharma penulis banyak didapatkan dari buku-buku Shang Ren, selain Master Upasaka
bagi semua makhluk, maka Li Ping Nan (kakek guru pembimbing) dan Master Chih Yu (guru Trisarana).
Master Hsuan Hua adalah Setiap kali bersiap menarikan jari di atas tuts komputer mempersembahkan Jejak Agung bagi saudara/i di tanah air, penulis
“semut kecil” tak bernama selalu terlebih dahulu memohon bimbingan pada Buddha dan Bodhisattva. Sebelum ini penulis telah menulis Jejak Agung
yang menanggung penderitaan beberapa tokoh, tetapi kali ini terasa sedikit berbeda. Tepat malam sebelum penulisan profil Shang Ren, penulis bermimpi
semua makhluk dengan bertemu dengan beliau di sebuah pertemuan. Bahkan jelas masih teringat dua hal: 1, penulis berkata bahwa Shang Ren telah
tanpa meninggalkan seberkas pergi tetapi kini kembali khusus menghadiri pertemuan itu; 2, sangat disayangkan penulis tidak bisa merealisasikan keinginan
jejakpun.*** untuk berlatih di City of Ten Thousand Buddhas. Inilah pertemuan yang kedua setengah kalinya.
Photo: Istimewa
Mungkin ini hanya bunga tidur, tetapi yang jelas mimpi ini telah memberi dorongan dan kebahagiaan tersendiri bagi penulis
Bagian prosesi kremasi Master Hsuan Hua yang berlangsung dengan khidmat. untuk mempersembahkan yang terbaik bagi rekan-rekan se-Dharma dan masyarakat di tanah air.
Nantikan Jejak Agung Master Kuang Chin di edisi berikutnya.

58 59
tidak lagi memiliki nafsu tetapi Jasa kebajikan mulia Buddha untuk
masih memiliki badan, sedang membebaskan semua makhluk dari
Master Hongyi (1880–1942) adalah tokoh kontemporer Latar Belakang
Alam Arupa hidup dalam bentuk penderitaan adalah tidak terhingga,
ternama dari aliran Lu. Sebelum menjadi bhiksu, beliau
adalah seorang yang sangat piawai dalam sastra, puisi,
musik, drama, seni lukis, kaligrafi dan seni pahat.
Tahun 1930 di Akademi Buddhis Minnan di Xiamen,
Tiongkok, beberapa Master Buddhis berpandangan bahwa
sudah seharusnya dunia Buddhisme juga memiliki sebuah
kesadaran/batiniah. Alam Rupa dan
Arupa adalah alam dewa tingkat Master tidak terbatas, tidak dapat dilukiskan
dengan kata-kata ataupun segala
tinggi, sedang dewa tingkat rendah bentuk pujian.
Menyambung kisah Jejak Agung Master Hongyi dalam edisi
lalu (Vol. 4, No. 3 September 2006), kali ini Sinar Dharma
menampilkan lagu Buddhis “Sanbao Ge” yang merupakan
lagu yang mengumandangkan ajaran dan semangat agama
Buddha, seperti layaknya sekolah yang memiliki lagu sekolah
atau negara yang memiliki lagu kebangsaan. Maka lahirlah
hidup di Alam Nafsu, demikian pula
asura, manusia serta makhluk alam
menderita. Tiga alam ini bagaikan
Hongyi Refrain
Jin Nai Zhi Wei Chi Shi Zhen
gubahan bersama Master Hongyi dan Master Taixu. Lagu ini Sanbao Ge (baca: San Pao Ke) yang digubah oleh Master
rumah yang terbakar, semua Zheng Gui Yi Chu (Kini Baru Tahu
dapat di-download di http://www.DhammaCitta.org Hongyi dengan lirik yang ditulis oleh Master Taixu.
makhluk yang tinggal di dalamnya Hanya Ini Tempat Berlindung
penuh diliputi penderitaan. yang Sejati)
Dari kehidupan yang tak terhitung
PENJELASAN SANBAO GE (LAGU TIGA MUSTIKA) Zhong Ku Jian Po (Berbagai
Penderitaan Menggoreng
jumlahnya, baru kali ini mengetahui
ajaran mulia para Buddha dan
Menekan) hanya Tri Ratna merupakan tempat
Berbagai penderitaan menerpa dan perlindungan sejati bagi semua
menyiksa semua makhluk. makhluk.

Shei Ji Yi An Ning (Siapa Jin Xing Shou Xian Shen Ming


Menolong Memberi Kedamaian (Hingga Akhir Hayat Mengabdikan
Ketenangan) Jiwa Raga)
Siapa gerangan yang menolong Berlindung pada Buddha, Dharma
para makhluk itu dengan memberi dan Sangha, bukan berlaku sesaat,
kedamaian dan ketenangan? melainkan sepanjang hayat, pun
setulus hati mempersembahkan
Da Bei Da Zhi Da Xiong Li (Maha jiwa dan raga.
Welas Asih Maha Bijaksana Maha
Perkasa) Xin Shou Qin Feng Xing (Yakin
Ini melukiskan tiga moralitas Menerima Giat Menerapkan)
Buddha. Berlindung pada Tiga Mustika berarti
Welas asih adalah kata lain dari ketidak- berlindung pada Mustika Buddha. yakin dan menerima ajaran mulia para
tegaan melihat penderitaan makhluk Kenapa berlindung pada Buddha? Buddha, serta giat menerapkannya.
hidup. Lebih lanjut, welas asih memiliki Karena Buddha yang membuka tabir
pengertian membebaskan semua kegelapan, memberi cahaya terang SYAIR KEDUA
makhluk dari penderitaan. Welas asih serta menolong para makhluk dengan Er Di Zong Chi (Dua Kebenaran
yang dipancarkan Buddha adalah menunjukkan jalan kedamaian dan Selalu Dipegang)
welas asih yang maha besar. ketenangan. Dua kebenaran adalah kebenaran non-
Kebijaksanaan Buddha adalah duniawi (mutlak) dan kebenaran duniawi
kebijaksanaan yang absolut, yang tidak Zhao Lang Wan You (Cahaya (relatif). Kedamaian Nirvana adalah
berlubang, yang maha besar. Berbeda Menerangi Semua Makhluk) kebenaran mutlak. Tetapi meskipun
pengertiannya dengan kebijaksanaan Cahaya kebijaksanaan Buddha demikian, ajaran Buddha adalah ajaran
duniawi. menerangi semua makhluk. Tiada lagi yang hidup dan humanistik. Hanya
Perkasa menunjukkan bahwa kekuatan malam panjang bagi para manusia dan dengan berbaur dalam kehidupan
Buddha dapat menundukkan segala dewa, alam semesta pun tak lagi gelap duniawi baru bisa membimbing
SYAIR PERTAMA yang hitam kelam. Ini adalah kegelapan kekuatan jahat. gulita. para makhluk untuk memahami dan
San Bao (Tri Ratna - Tiga Mustika) Ren Tian Chang Ye (Manusia Dewa batin makhluk hidup yang menyebabkan Bait ini menjelaskan bahwa Buddha mengalami kebenaran mutlak. Dua
Buddha, Dharma dan Sangha. Malam Panjang) alam semesta menjadi gelap gulita. Dharma menekankan pentingnya Ren Xi Qun Sheng (Jubah Tikar kebenaran inilah yang merupakan
Buddha adalah ‘Yang Sadar’ atau ‘Yang Enam bentuk kehidupan di alam welas asih dan kebijaksanaan yang Makhluk Hidup) dasar landasan Buddha Dharma yang
Bijaksana’, adalah Manusia Agung yang semesta terdiri dari Dewa, Asura, Shei Qi Yi Guang Ming (Siapa merupakan perwujudan perasaan dan Jabang bayi yang baru lahir akan harus selalu dipegang oleh para siswa.
telah memahami kebenaran hakiki alam Manusia, Hewan, Setan dan Neraka. Membuka Memberi Cahaya Terang) logika. Hanya Buddha yang mampu diselimuti oleh sang ibu dengan sehelai
semesta, Guru para Dewa dan Manusia ‘Manusia dan Dewa’, kata pembuka Siapa gerangan yang membuka tabir memadukan keduanya dengan jubah, lalu digendong dan diletakkan San Xue Zeng Shang (Tiga Pelajaran
yang telah mencapai kesempurnaan lagu ini merujuk pada semua makhluk kegelapan itu memberi cahaya yang sempurna sehingga menghasilkan di atas tikar. Jubah dan tikar ini Bertambah Maju)
dalam kebijaksanaan dan moralitas. enam bentuk kehidupan yang terang? kekuatan yang maha perkasa, ini melambangkan dalamnya cinta kasih Tiga pelajaran adalah: Sila (Moralitas),
Dharma adalah kebenaran hakiki alam mengalami proses lahir dan mati, San Jie Huo Zai (Tiga Alam Rumah karena Buddha telah terbebas dari seorang ibu kepada bayinya. Bait ini Konsentrasi dan Kebijaksanaan. Sila
semesta. bagaikan mengarungi malam panjang Terbakar) cengkeraman ‘aku’ yang rendah. melukiskan rasa welas asih Buddha adalah pelajaran atau pelatihan yang
Sangha adalah komunitas para siswa yang tiada awal dan tiada akhir. Tiga alam adalah Alam Nafsu, Alam terhadap semua makhluk, ibaratnya harus dijalankan agar terbebas dari
non-perumah tangga yang mengabdikan Rupa dan Alam Arupa (tanpa bentuk). Na Mo Fo Tuo Ye (Namo Buddhaya) seorang ibu mengasihi bayinya. perbuatan buruk, Konsentrasi bertujuan
hidup mereka bagi pelestarian Buddha Yu Zhou Tan An (Alam Semesta Alam Nafsu adalah alam tempat Namo berarti berlindung atau meningkatkan kewaspadaan, sedang
Dharma demi kebahagiaan semua Gelap Gulita) berdiamnya makhluk yang berbadan menghormat. Buddhaya adalah merujuk Gong De Mo Neng Ming (Jasa Kebijaksanaan adalah kemampuan
makhluk. Alam semesta penuh diliputi kegelapan dan memiliki nafsu birahi, Alam Rupa pada Buddha. Namo Buddhaya berarti Kebajikan Tak Dapat Disebutkan) memahami kebenaran mutlak.

60 61
Hui Hui Fa Jie Shen (Maha Luas Tubuh Dharma)
Tubuh sejati para Buddha, yakni Tubuh Dharma berada di
Cheng Miao He He (Mewujudkan Keharmonisan
Komunitas)
KAMPUS LINGUAL
segala penjuru alam semesta yang tak terhingga luasnya. Berdasarkan aturan kedisiplinan merealisasikan enam
keharmonisan kehidupan Sangha, yakni keharmonisan
Jing De Ji Yuan (Kebajikan Murni Sempurna) dalam perbuatan jasmani, ucapan, pikiran, Sila, pandangan
Moralitas kebajikan Buddha adalah murni dan sempurna. dan manfaat untuk bersama.

Ran Huan Si Ji (Pencemaran Penderitaan Lenyaplah Ling Shan Yi Fang Xing (Gunung Kepala Burung Nasar
Sudah) Diwariskan ke Bentuk Indah)
Kegelapan batin membuat batin yang jernih menjadi tercemar Gunung Kepala Burung Nasar adalah salah satu tempat
dan timbullah penderitaan, tetapi Buddha telah berhasil Buddha membabarkan Dharma. Sejak pemutaran roda
mengikis kekotoran batin. Dharma hingga kini, aturan komunitas Sangha telah
mengalami penyesuaian yang indah hingga menjadi bentuk
Dang Dang NIie Pan Cheng (Sangat Luas Benteng Kota saat ini.
Nirvana)
Nirvana adalah kondisi berakhirnya penderitaan. Nirvana Xiu Xing Zheng Guo Hong Fa Li Shi (Berlatih Diri Mencapai
diibaratkan sebagai sebuah benteng kota yang merupakan Kesucian Membabarkan Dharma Membahagiakan
tujuan siswa Buddha. Dunia)
Inilah tujuan siswa Buddha, khususnya komunitas Sangha.
Zhong Sheng Xing Kong Wei Shi Xian (Segala Berkondisi
Tidak Berinti Hanya Merupakan Perwujudan Kesadaran) Yan Xu Fo Deng Ming (Berkilau Meneruskan Pelita Terang
Segala sesuatunya tidak berawal dan tidak berakhir, pun Buddha)
tidak dapat berdiri sendiri karena itu tidak memiliki inti Melukiskan misi mulia Sangha melestarikan pelita Buddha
(bersifat kekosongan). Dengan kata lain, inti dasar segala Dharma agar cahayaNya yang terang senantiasa menyinari
yang berbentuk adalah kekosongan, sedang kekosongan itu seluruh alam semesta. Arti: Terhadap makanan dan minuman, jangan memilih- jangan minum arak terlalu banyak karena dapat memabukkan.
terwujud dalam segala yang berbentuk. Semuanya hanyalah milih, makan secukupnya, jangan terlalu kenyang. Orang yang mabuk akan menunjukkan temperamen yang
merupakan perwujudan dari ‘Kesadaran’. San Sheng Sheng Xian He Ji Ji (Tiga Kereta Para Suciwan Usia masih muda, jangan minum arak, mabuk minum buruk, ini sangat memalukan.
Betapa Banyaknya) arak, sangat memalukan. Ketika berjalan, langkahkan kaki dengan mantap dan
Na Mo Da Mo Ye (Namo Dharmaya) Tiga Kereta adalah merujuk pada Arhat (Arahat), Pratyeka Berjalan tidak terburu-buru, berdiri dengan tegak, beri jangan terburu-buru. Ketika berdiri, posisi tubuh harus lurus
Berlindung pada Mustika Dharma, karena Dharma yang (Paccheka) Buddha dan Bodhisattva. Disebut sebagai salam dengan membungkuk dalam-dalam, menunjukkan dan tegak. Ajaran ini mengingatkan kita akan 4 penampilan
dibabarkan Buddha adalah kebenaran sejati yang akan kereta karena ibaratnya kendaraan yang dapat mengangkut rasa hormat. anggun seorang bhikshu yakni: berdiri bagai pohon cemara
mengantar semua makhluk mencapai pembebasan makhluk hidup mencapai Pantai Seberang Nirvana. Pada Jangan menginjak ambang pintu, jangan berdiri dengan (tegak), berjalan bagai angin (ringan langkah tetapi tak
penderitaan. dasarnya tiga kereta ini adalah satu. Penyebab munculnya bersandar pada satu kaki, jangan duduk dengan kaki terburu-buru), duduk bagai genta (duduk dengan posisi
tiga kereta ini terletak pada perbedaan tekad yang diikrarkan menjulur, jangan duduk dengan menggoyangkan kaki. tegak), berbaring bagai busur (rebah dengan posisi miring
Li Wu Bu Zhang (Kebenaran Tidak Ada Tidak Jelas) oleh para suciwan. ke kanan membentuk posisi sebuah busur). Ketika memberi
Dharma yang dibabarkan Buddha dan dilestarikan oleh Penjelasan: Terhadap makanan dan minuman yang salam, bungkukkan badan dalam-dalam untuk menunjukkan
Sangha adalah sangat jelas dan lengkap. Na Mo Seng Qie Ye (Namo Sanghaya) dihidangkan orang tua, sebagai anak yang berbakti hendaknya rasa hormat.
Berlindung pada Mustika Sangha yang melestarikan ajaran jangan terlalu memilih-milih, utamakan keseimbangan Ketika melangkah memasuki pintu, jangan menginjak
Bi Wu Bu Jie (Hambatan Tidak Ada Tidak Terbebaskan) mulia. gizi, jangan hanya mengejar rasa nikmat. Pun makanlah ambang pintu. Ketika berdiri, jangan bersandar pada satu kaki
Buddha telah mencapai Penerangan Sempurna dan terbebas secukupnya, jangan terlalu kenyang. atau posisi miring. Ketika duduk, jangan menjulurkan atau
dari jeratan hambatan kekotoran batin. Tong Li Da Zhong Yi Qie Wu Ai (Menyatukan Semua Arak atau minuman beralkohol yang memabukkan dapat menggoyang-goyangkan kaki. Duduk dengan posisi seperti
Makhluk Segalanya Tiada Rintangan) merugikan kesehatan. Bagi anak didik yang masih muda itu sangat tidak sedap dipandang mata serta memberi kesan
Huan Hu Qi Da Ming (Bersinarlah CahayaNya yang Sangha adalah penerus dan pengganti Buddha sebagai belia, hindari minum arak. Bagi yang berusia dewasa pun kita sangat angkuh atau tidak menghormati orang lain.
Terang) pemersatu semua siswa Buddha. Bila Sangha dapat
Dharma di dunia ini bagaikan matahari tengah hari yang mematuhi aturan kedisiplinan yang tidak tercemar maka
bersinar terang. tiada lagi rintangan yang berarti.

Zhu Chi Zheng Fa Cheng (Memimpin Benteng Kota


SYAIR KETIGA
Yi Jing Lu Yi (Mematuhi Aturan Kedisiplinan Tidak
Dharma Sejati)
Dharma sejati ibaratnya sebuah benteng kota yang SELAMAT ATAS TERPILIHNYA
Tercemar) merupakan tempat tinggal yang tenang dan damai. Sangha
Para siswa non-perumah tangga mematuhi aturan tata tertib
kedisiplinan yang terbebas dari keinginan rendah.
adalah pelindung Dharma, karena itu dilukiskan sebagai
memimpin benteng kota Dharma sejati.
Bpk. ONGKO PRAWIRO
sebagai
Pustaka:
KETUA UMUM PTITD dan MATRISIA
“Sanbao Ge Guangshi”, karya Chenkong Fashi, 1938. (Periode 2007 - 2011)

62 63
TOKOH BUDDHIS
Buddha pertama di tanah air) yang agama Buddha di Indonesia mulai ditengok dan dipelajari oleh Buddha, bahwa segala sesuatu dalam alam semesta ini
didirikan di Jakarta pada tahun 1934, para pemuda terpelajar yang terhimpun dalam Perhimpunan terdiri dari paduan berbagai unsur, tidak ada unsur yang
serta menyelenggarakan kegiatan Theosofi di Jakarta yang beranggotakan orang-orang Belanda dapat berdiri sendiri. Hal ini juga mengingatkan kita bahwa
ceramah Dhamma (Dharma) di Vihara terpelajar. Tak lama kemudian para pemuda terpelajar bangsa perbedaan itu alamiah dan indah adanya.
Avalokitesvara, Jakarta. Indonesia juga turut bergabung. Perhimpunan Theosofi ini Memang benar, baik perbedaan maupun persamaan,
Satu hal menarik adalah apa bertujuan mempelajari inti kebijaksanaan semua agama semuanya adalah indah karena semua itu adalah Dharma
yang dilakukan oleh mendiang Y.A. untuk menciptakan persaudaraan universal dengan tanpa yang indah pada awalnya, indah pada tengahnya dan indah
Lin Fen Fei, seorang pemimpin membedakan suku bangsa dan agama. Salah satu ajaran pada akhirnya.
vihara Mahayana, yang mengizinkan agama yang mereka pelajari adalah agama Buddha.
viharanya digunakan untuk khotbah, Melalui ceramah-ceramah yang diadakan di Loji-Loji
kebaktian, perayaan Waisak dan Theosofi yang tersebar di Indonesia, agama Buddha *) Penulis adalah Redaktur Pelaksana Majalah Sinar Dharma,
Asadha menurut tradisi Theravada. diceramahkan dan diajarkan kembali kepada seluruh anggota Pimpinan Umum Majalah HIKMAHBUDHI dan Ketua Bidang
Sebuah implementasi nyata bahwa Theosofi, dengan demikian agama Buddha mulai dimengerti Konsolidasi Wilayah Presidium Pusat HIKMAHBUDHI
Dharma itu adalah satu. dan dihayati oleh para anggota atau simpatisan Theosofi. Periode 2005-2007.
Bhante Narada juga banyak dibantu Selain itu, di Jakarta lahir pula
oleh bhikkhu-bhikkhu Indonesia seperti Organisasi Sam Kau Hwee yang
mendiang Y.A. Ashin Jinarakhita bertujuan melestarikan tiga ajaran
Mahathera dan mendiang Y.A. Jinaputa (Tridharma) yakni ajaran Buddha,
Thera. Di dalam banyak kesempatan, Khonghucu dan Laotze. Dari sini pula
Beliau selalu mendorong kita untuk kemudian agama Buddha mulai dikenal
menerjemahkan, menerbitkan dan dan diterapkan.
menyebarluaskan pustaka Buddhis, Dari Klenteng, Toapekong (klenteng
serta untuk tidak berhenti mempelajari di Jakarta disebut Toapekong) dan Loji
Dharma dari buku-buku yang baik. Kini inilah agama Buddha kemudian bangkit
kita telah merasakan sendiri manfaat dan berkembang hingga kini. Karena itu,
dari penerjemahan literatur Buddhis sangat tidak tepat jika kita melupakan
yang beliau lakukan. peran kesejarahan Klenteng, Toapekong

Buddhis Kontemporer Indonesia


Kunjungan Beliau yang terakhir dan Loji yang telah menjadi garda depan
adalah Mei 1983. Saat itu Bhante masih kebangkitan kembali agama Buddha

Dalam Kilasan Sejarah


berkesempatan merayakan ulang tahun di Indonesia setelah tidur panjangnya
yang ke-85 di Vihara Buddha Metta sekitar lima abad.
Jakarta (d/h Cetiya Buddha Metta) Demikianlah peran Perhimpunan
dan di Vihara Padumuttara Tangerang. Theosofi dan Sam Kau Hwee (Tridharma)
Refleksi 23 Tahun Kepergian Ven. Narada Mahathera Selama 49 tahun Bhante Narada telah
melakukan sebanyak 15 misi kunjungan
dalam proses lahirnya tokoh-tokoh
Buddhis perintis kebangkitan Buddha
Oleh: Himawan Susanto* Dharmaduta ke Indonesia. Dharma. Bahkan kedatangan Ven.
Beliau wafat pada 2 Oktober 1983 Narada Mahathera untuk membabarkan
dalam usia 85 tahun. 8 Oktober 1983 Buddha Dharma ke tanah air adalah
Telah genap 23 tahun Ven. Narada Mahathera dilaksanakan upacara kremasi yang atas undangan Perhimpunan Theosofi
meninggalkan kita, namun dikhawatirkan tidak semua dihadiri oleh Presiden dan Perdana yang bekerjasama dengan Sam Kau
Menteri Sri Lanka beserta para pejabat Hwee.
umat Buddha dewasa ini mengenal kiprah dan peran tinggi lainnya. 1.000 orang anggota Adapun beberapa tokoh pelopor
beliau dalam kebangkitan kembali Buddha Dharma Sangha dan lebih dari 100.000 umat persiapan kebangkitan kembali agama
di tanah air. Artikel ini mencoba mengingatkan kita awam menyaksikan langsung upacara Buddha di Indonesia pada masa itu
semua tentang refleksi jasa perjuangan Bhante Narada kremasi yang berlangsung pada pukul antara lain adalah Kwee Tek Hoay,
dua tengah hari di Lapangan Terrington, Mangunkawatja, Ida Bagus Jelanti dan
bagi perkembangan Buddha Dharma di Indonesia. Sri Lanka. The Boan An.
Di samping peran dan jasa Peringatan 23 tahun wafatnya
4 Maret 1934 Bhante Narada Thera menginjakkan kaki di pelabuhan Tanjung Perhimpunan Theosofi Indonesia dan Ven. Narada Mahathera tentu menjadi
Priok, Jakarta. 10 Maret 1934 turut hadir di Candi Borobudur melakukan Sam Kau Hwee (Tridharma), Bhante momentum khusus bagi kita semua
pemberkatan penanaman pohon Bodhi yang dibawa dari Buddhagaya - India Narada Mahathera adalah salah satu untuk merenungkan bahwa Buddha
oleh Ir. Mangelaar Meertenas. Pohon suci ini ditanam di hadapan beliau dengan sokoguru dalam sejarah kebangkitan Dharma yang kita pelajari, terapkan
disaksikan oleh B.L. Martib, M.C. Jinadasa, Ernest Erle Power, C.C. Van Banswyck kembali agama Buddha di Indonesia. dan alami hari ini adalah tidak terlepas
dan A.S. Neys. Ini adalah peristiwa pertama kalinya seorang bhikkhu menapakkan Sekilas kita menengok ke belakang. dari peran berbagai elemen, organisasi
kaki ke bumi Indonesia dalam lima abad terakhir semenjak runtuhnya Majapahit, Setelah Keprabuan Majapahit runtuh, dan para tokoh yang juga memiliki latar
Negara Kesatuan Indonesia kedua setelah Sriwijaya, yang mengantarkan bangsa agama Buddha mengalami pasang belakang berbeda.
Indonesia mencapai zaman keemasannya. surut dalam perkembangannya Sejarah kedatangan Bhante Narada
Selama kunjungan ini, Bhante Narada yang berasal dari Sri Lanka ini aktif di Nusantara, bahkan terancam ke Indonesia dan kisah kebangkitan
berkeliling ke Jakarta, Bogor, Jawa Barat dan Tengah Jawa, melaksanakan misi mengalami kemusnahan pada zaman kembali agama Buddha di Bumi Garuda
Dharmaduta mengunjungi kota-kota besar, kecil dan pedesaan. Bhante juga penjajahan Belanda. Namun demikian, seakan membuktikan kebenaran hukum
memprakarsai pembentukan Batavia Buddhist Associaton (perhimpunan agama dalam masa penjajahan Belanda inilah saling ketergantungan yang dinyatakan

64 65
Profil Buddhis
Manjusri sebagaimana yang kita kenal sekarang ini. Di mata penganut Buddhisme Tiongkok, Bodhisattva
Selain itu, ketika Buddha Amitabha masih berstatus Manjusri memiliki posisi yang cukup istimewa. Perlu
sebagai seorang raja Cakravartin, saat itu Bodhisattva diketahui bahwa di Tiongkok terdapat empat Gunung
Menurut pemahaman Buddhisme Manjusri merupakan putra mahkota ketiga. Buddha Ratna- Buddha yang diyakini sebagai tempat pembabaran Dharma
Mahayana, Bodhisattva Manjusri diwujudkan garbha di masa itu meramalkan bahwa Manjusri akan empat Bodhisattva Agung, yakni Putuo Shan (Bodhisattva
sebagai sosok Bodhisattva yang memegang menjadi Buddha dengan nama Tathagata Samanthadarsin Avalokitesvara), Jiuhua Shan (Bodhisattva Ksitigarbha), Emei
sebatang pedang kebijaksanaan (perlambang (Karuna Pundarika Sutra, bab 3). Shan (Bodhisattva Samantabhadra), sedang Wutai Shan
pemutus kekotoran batin) dan mengendarai Dengan semua manifestasi ini, Bodhisattva Manjusri atau juga dikenal dengan sebutan Qingliang Shan (Gunung
singa berbulu emas (simbol keperkasaan mempertunjukkan kebijaksanaan sempurna dan upaya Sejuk) sebagai tempat pembabaran Dharma Bodhisattva
menaklukkan kekuatan jahat), kadang kala kausalya (metode tepat dan praktis) membimbing semua Manjusri.
dilukiskan juga dalam kondisi duduk di atas makhluk agar tergerak untuk membangkitkan bodhicitta Dalam Avatamsaka Sutra bagian “Kediaman Para
bunga teratai (melambangkan kemurnian). mencapai Pencerahan Sempurna. Itulah sebabnya, Bodhisattva” disebutkan, “Di wilayah timur laut, terdapat
Dalam Sutra Avatamsaka, Bodhisattva Bodhisattva Manjusri dijuluki sebagai “ibu para Buddha dari gunung Qingliang (Gunung Sejuk). Semenjak lama gunung
Manjusri dikenal sebagai salah satu dari Tiga tiga masa” dan “guru para Buddha”. ini menjadi tempat kediaman para bodhisattva, dan sekarang
Makhluk Suci Avatamsaka, yakni: Bodhisattva Pada masa kehidupan Buddha Sakyamuni, Bodhisattva ini Bodhisattva Manjusri bersama sekelompok Bodhisattva
Manjusri (kiri), Buddha Sakyamuni (tengah) Manjusri terlahir di kerajaan Kosala sebagai anak dari lain sejumlah 10.000 orang menetap di gunung ini untuk
dan Bodhisattva Samantabhadra (kanan). seorang kasta Brahmana bernama Fande (Kebajikan membabarkan Dharma.” Kemudian dalam Ratna-garbha
Dalam Buddhisme Tiongkok, terdapat Brahma). Tubuhnya berwarna keemasan, memiliki 32 ciri fisik Dharani Sutra disebutkan, “Pada saat itu, Bhagava berkata
beberapa versi dalam penyebutan nama manusia unggul dan dilahirkan dari sisi sebelah kanan tubuh kepada Bodhisattva Guhyapada: Setelah parinirvana-Ku,
Bodhisattva Manjusri, di antaranya adalah ibunya. Makna nama MiaoJixiang (Berkah Menakjubkan) di arah timur laut dari Jambudwipa terdapat sebuah negeri
Wenshushili-Pusa dan Manshushili-Pusa, berasal dari munculnya sepuluh peristiwa menakjubkan bernama Mahacina. Di negeri ini terdapat pegunungan yang
namun lebih populer dengan sebutan singkat saat kelahirannya, yakni: turun Amrita (air surgawi) dari bernama Wuding (Lima Puncak). Bodhisattva Manjusri
Wenshu Pusa. Nama Manjusri sendiri langit; muncul tujuh permata dari dalam tanah; padi dalam berdiam di tempat ini untuk membabarkan Dharma kepada
memiliki beberapa makna, yakni Miaode lumbung berubah menjadi beras emas; tumbuh bunga teratai para makhluk hidup. Terdapat juga para makhluk dewa, naga,
(Kebajikan Menakjubkan), Miaoshou (Kepala di halaman rumah; cahaya gemilang memenuhi rumah; yaksha, raksasa, kinnara, mahoraga, manusia dan makhluk
Menakjubkan - karena kebajikannya tertinggi ayam menetaskan burung hong; kuda melahirkan kirin; sapi bukan manusia yang jumlahnya tak terbatas mengelilingiNya,
di atas para Bodhisattva) dan Miaojixiang melahirkan anak sapi langka; babi melahirkan longtun (babi menghormati dan memberi persembahan.”
(Berkah Menakjubkan) . berwujud naga); muncul gajah bergading enam. Berbagai kisah keajaiban tentang jelmaan Beliau tidak
Jika Bodhisattva Avalokitesvara dikatakan Manjusri dikenal memiliki kebijaksanaan dan kemampuan henti-hentinya bertebaran di seantero Wutai Shan. Baik
sebagai manifestasi welas asih terluhur, berbicara yang unggul, sanggup mengalahkan para penganut sebagai wujud orang tua maupun anak kecil, Manjusri
maka Bodhisattva Manjusri dikenal sebagai dari 96 aliran tirtika dalam hal perdebatan. Setelah menjadi menggunakan berbagai upaya kausalya untuk menjalin
manifestasi kebijaksanaan tertinggi. Ini siswa Buddha Sakyamuni, Manjusri berhasil menguasai suatu ikatan jodoh karma dengan para makhluk hidup. Bahkan
dikarenakan Bodhisattva Manjusri merupakan tingkat samadhi Shuranggama. Dengan kekuatan samadhi tokoh kharismatik Master Xuyun pun dalam perjalanan san
Buddha masa lalu yang terus menerus Shuranggama ini Manjusri melakukan berbagai metode yang bu yi bai (tiga langkah satu sujud) ke Wutai Shan sempat
bermanifestasi dengan kekuatan kebijaksanaan sangat bijaksana dalam membimbing para makhluk, bahkan mendapat pertolongan dari Bodhisattva Manjusri dalam wujud
sejati. Dalam kitab Shuranggama Samadhi setelah 450 tahun Parinirvana Buddha Sakyamuni, Manjusri seorang pengemis. Patriak ke 4 dari mazhab Sukhavati,
Sutra, Buddha Sakyamuni menjelaskan bahwa masih tetap melakukan tugas pengajaran Dharma. Dalam Master Fazhao, juga pernah bertemu dengan Bodhisattva
Bodhisattva Manjusri merupakan Buddha jajaran siswa tingkat Bodhisattva, beliau menduduki posisi Manjusri beserta kemegahan viharanya di sebuah hutan
masa lalu yang bernama Tathagata Longzhong sebagai siswa paling terkemuka dalam hal kebijaksanaan. yang tidak dapat dilihat secara kasat mata saat berkunjung
Shangzunwang. Oleh karena itu, beliau juga dijuluki sebagai Pangeran ke Wutai Shan.
Bodhisattva Manjusri juga muncul di masa Dharma Manjusri. Sekitar tiga ratusan sesi pembabaran Semua kisah yang bernuansa metafisik ini sungguh di
kini sebagai Buddha Huanxizangmonibaoji dari filosofi Mahayana oleh Buddha Sakyamuni, Manjusri selalu luar jangkauan pemahaman kita. Namun sebagai seorang
Tanah Buddha Changxi (Kegembiraan Abadi), hadir sebagai ketua dari Komunitas Bodhisattva. umat Buddha yang berpandangan benar, hendaklah
(Angulimala Sutra, bab 4). Pada sisi lain, Dalam Vimalakirti Nirdesa Sutra misalnya, saat para kita melihat segala mukjizat yang dilakukan Bodhisattva
juga bermanifestasi dalam wujud Bodhisattva siswa Sravaka dan Bodhisattva merasa berkecil hati untuk Manjusri sebagai upaya kausalya. Bodhisattva Manjusri
bertemu Vimalakirti karena tidak sanggup berhadapan adalah Bodhisattva Kebijaksanaan Tertinggi, pada sisi
dengan kemampuan berbicaranya yang menakjubkan, lain kebijaksanaan itu mengalir menjadi berbagai wujud
Manjusri tampil mengemban tugas ini. Pertemuannya dengan tubuh jelmaan yang semata-mata ditujukan demi manfaat

Pangeran Dharma Vimalakirti menjadi sebuah ajang perbincangan Dharma yang


menakjubkan. Tidak hanya dalam satu Sutra, dalam berbagai
Sutra juga tercantum tentang kemampuan pembabaran
Dharma yang dimiliki Manjusri yang dapat dipastikan akan
dan kebahagiaan semua makhluk. Tetapi, manifestasi
Bodhisattva Manjusri sebenarnya tidak hanya sebatas di
Wutai Shan atau pada bentuk-bentuk tubuh jelmaan saja.
Saat kebijaksanaan transenden muncul dalam batin setiap

Manjusri Bodhisattva
membuat kita berdecak kagum. Buddha Sakyamuni sendiri makhluk hidup, maka di situlah tempat bersemayam yang
kerap menceritakan kehidupan lalu Bodhisattva Manjusri, sesungguhnya dari Bodhisattva Agung ini. Saat hati dan
bahkan dalam salah satu kehidupan lampau, Sakyamuni pikiran kita dalam keadaan bersih dan murni, di situlah akan
pernah menjadi murid Manjusri. tertampak Pangeran Dharma ini.

Oleh: Ching Ik
Photo: Istimewa

66 67
CERMIN WASIAT
Tutur Menular Kisah
ZEN
Sehari Tidak Bekerja,
Alkisah terdapat sebuah cermin wasiat yang dapat
mengabulkan segala permintaan.
Bisnis Bejo juga tak luput dari imbasan krismon. Segala
macam upaya telah dilakukannya, tetapi tetap saja tak
menolong. Saat berada di ambang keputus-asaan, seorang
teman menganjurkan Bejo untuk memohon petunjuk pada
cermin wasiat agar dapat menemukan kembali rasa percaya
dirinya.
Sehari Tidak Makan
Bak layaknya pencari harta karun, Bejo dengan susah
payah akhirnya berhasil menemukan tempat beradanya Master Chan Huaihai adalah seorang tokoh besar dalam sejarah
cermin wasiat itu. Penjaga alias juru kunci cermin wasiat Buddhisme Chan yang menetapkan aturan kedispilinan “Baizhang Qinggui”.
mengantar Bejo masuk ke dalam sebuah ruangan kecil. Huaihai mengharuskan para penghuni vihara untuk berkarya. Untuk itu, beliau
Di dalamnya hanya terlihat selembar tirai setinggi tubuh sendiri memberikan keteladanan dengan terjun langsung melakukan tugas
manusia yang terbentang lebar. Juru kunci itu berkata pada sehari-hari di vihara.
Bejo, “Cermin wasiat berada di balik tirai ini. Nanti waktu Dikatakan saat menginjak usia 94 tahun, beliau masih bercocok tanam
melihat cermin, segera ucapkan keinginanmu.” dan mencari kayu bakar bersama-sama dengan para siswa. Karena khawatir
Begitu menyibak tirai, Bejo dengan jelas sekali melihat dengan kondisi tubuh beliau yang sudah berusia sangat lanjut, para siswa
sebuah cermin besar dengan bayangan dirinya di dalamnya. bersepakat menyembunyikan peralatan kerja beliau dengan maksud agar
Bejo tersentak, saat itulah ia baru menyadari kebodohannya Huaihai beristirahat tak perlu melakukan pekerjaan berat.
selama ini. Untuk menemukan kembali rasa percaya diri, Tak disangka, Huaihai memiliki cara tersendiri dalam mengantispasi aksi
kenapa harus jauh-jauh mencari ke sana ke mari? Seperti “konspirasi” para siswa. Huaihai berpuasa total. Kini berbalik para siswa yang
yang terlihat dalam cermin, galilah percaya diri itu ke dalam cemas, mereka tidak mengerti apa gerangan yang menyebabkan beliau tidak
diri kita sendiri! makan?
Huaihai berkata, “Saya bukan orang yang bermoral luhur, dengan alasan
Yang membuat kita sedih dan putus asa adalah diri kita apa menyuruh orang lain dengan cuma-cuma menunjang kebutuhan hidup
sendiri, yang membuat kita bahagia dan percaya diri adalah sehari-hari saya? Hari ini saya tidak melakukan kerja apapun, karena itu juga
juga diri kita sendiri. Kenapa harus mencari petunjuk jauh- tidak perlu makan.” Huaihai benar-benar konsisten tidak makan selama satu
jauh kalau ternyata diri kita memiliki kemampuan yang begitu hari.
menakjubkan? Sejak saat itu para siswa tidak berani lagi mencegah sang guru untuk bekerja
Percaya diri adalah awal keberhasilan !!! *** dan sejak saat itu pula tidak ada lagi penghuni vihara yang malas melakukan
tugas sehari-hari. Dari sinilah kemudian lahir ucapan terkenal yang beredar
lebih dari seribu tahun lamanya: “sehari tidak bekerja, sehari tidak makan”.
Huaihai (720-814), hidup semasa Dinasti Tang, Tiongkok, berasal dari
Ada seorang wanita pindah menempati rumah sewaan
Propinsi Fujian, merupakan salah satu siswa utama Master Mazu, cucu murid
yang baru. Ia melihat di sebelah rumahnya berdiam seorang
Sesepuh Huineng. Sepeninggal Mazu, Huaihai menetap di Gunung Baizhang.
janda miskin dengan dua bocah kecil.
Oleh sebab itu, beliau dikenal pula dengan sebutan Master Chan Baizhang.
Suatu malam, daerah permukiman mereka tiba-tiba mati
Huaihai menetapkan aturan kedisiplinan yang berlaku bagi dalam vihara Chan
listrik. Wanita itu sedang bersiap menyalakan lilin ketika
yakni “Baizhang Qinggui” yang dikembangkan dari Vinaya Mahayana dan
mendengar ada yang mengetuk pintu rumahnya. Ternyata
Theravada.
adalah bocah kecil tetangga sebelah. Bocah itu dengan
“Sehari tidak bekerja, sehari tidak makan”, keteladanan yang ditunjukkan
gugup bertanya, “Bibi, apa rumah Bibi ada lilin?”
Huaihai ini merupakan anjuran menjalankan kehidupan swadaya bagi
Wanita itu berpikir, “Mereka demikian miskinnya sehingga
praktisi Chan, tetapi ketetapan ini sempat menuai banyak kritikan karena
sebatang lilin pun tak punya. Oh, tidak, jangan pinjamkan
bertentangan dengan aturan kedisiplinan yang ditetapkan Buddha yang tidak
lilin ke mereka, kalau tidak, mereka nantinya akan selalu
memperkenankan anggota Sangha bercocok tanam. Namun ketetapan yang
merongrong diriku.”
“kontroversial” ini di kemudian harinya justru memberikan sumbangsih cukup
Sebab itu ia kemudian berkata pada bocah itu, “Tidak
besar dalam mempertahankan dan mengembangkan eksistensi Chan di tanah
punya.”
Tiongkok. Sistem swadaya ini merupakan perwujudan: 1, penyesuaian dengan
Waktu ia bersiap menutup pintu, bocah miskin itu dengan
sistem masyarakat agraris Tiongkok saat itu; 2, menjamin dukungan dana
senyum manis berkata, “Aku tahu rumah Bibi pasti tidak ada
bagi kehidupan vihara beserta puluhan bahkan ratusan penghuninya, dengan
lilin.” Segera bocah itu mengeluarkan dua batang lilin dari
demikian pemikiran para anggota Sangha tidak terpecah antara berlatih diri
balik pakaiannya. “Mama dan aku khawatir Anda tinggal
dengan penggalangan dana bagi kelangsungan hidup; 3, pelatihan diri yang
seorang diri tanpa punya lilin, sebab itu aku bawakan dua
tidak terlepas dari tugas sehari-hari.
batang lilin ini untuk Bibi.”
Huaihai menentang pandangan yang mengatakan bahwa berlatih Chan
Wanita itu memarahi dirinya sendiri yang telah berpikir
harus memutus hubungan keduniawian, bahkan juga tidak perlu bekerja
tidak-tidak. Dengan berlinang air mata keharuan ia mendekap
sendiri, cukup dengan hanya bermeditasi Can Chan. Huaihai mengatakan bila
bocah itu. ***
tidak bekerja, bahkan memutus hubungan dengan masyarakat duniawi, mana
bisa dikatakan sebagai Chan? Oleh sebab itu, beliau mengumandangkan

BENARKAH DEMIKIAN? filosofi: “sehari tidak bekerja, sehari tidak makan”, pun ucapan: “memanggul
kayu bakar dan mengangkut air tak lain tak bukan adalah Chan”.
Photo: Istimewa Photo: Istimewa

68 69
Pengalaman Dharma
masyarakat luas, mengingatkan diri menerima segala kegagalan dengan jalan kita. Pun tak peduli betapa kotor
untuk bersujud sejenak melepaskan lapang dada, mengasihi dan berusaha atau sulitnya kondisi jalan setapak di
Bakti: Seorang umat Buddha
3 Oktober 2006, pagi hari pukul 06:50 aku dan istri berdiri beranjali beban-beban duniawi (keserakahan, menyadarkan makhluk lain atas bawah telapak kaki, semua itu kita
melakukan san bu yi bai.
di bawah tangga batu di bukit Junshan, Kota Nantong, Propinsi Jiangsu, kebencian, kebodohan batin) dan kebodohan yang mereka lakukan. Inilah lakukan dengan tanpa keluhan ataupun
Tiongkok, bersiap melakukan san bu yi bai (san pu i pai - tiga langkah kemudian kembali melangkah maju makna welas asih yang tertuang dalam keinginan mengharapkan segalanya
satu sujud). Lambaian angin sejuk musim gugur dan sapaan matahari dengan tegar, serta sebagai bagian dari Sila – moralitas dan Ksanti – kesabaran berjalan sesuai keinginan. Dua hal ini
yang baru bangkit dari tidurnya terasa nyaman sekali, mengingatkanku pelimpahan jasa. Tak dinyana, dalam (paramita ke-2 dan ke-3). mengingatkan dan mengembangkan
akan suasana di Vihara Dhammadipa Arama di Batu, Malang, Jawa san bu yi bai kali ini aku memperoleh 3. Optimis. Optimis adalah jiwa jiwa tepo seliro kita.
Timur. Ya, sebagai seorang manusia awam aku tak bisa melupakan “penghayatan” baru. Bukan hal yang sejati Bodhisattva. Optimis mengantar Kala memandang tangga batu
kenangan akan tanah air. baru sih semestinya, hanya saja selama Bodhisattva mencapai ke-Buddha-an yang menjulang tinggi di depan mata,
San bu yi bai merupakan program yang kami rancang setahun ini sekedar berhenti di otak sebagai dan menopangnya untuk senantiasa hanya ada satu yang ada dalam
sekali, yang terakhir kali pada November 2005 di Putuoshan, Propinsi pengetahuan, bukan penghayatan tegar dalam upaya membimbing semua benak pikiran kita, jiwa optimisme kita
Zhejiang, Tiongkok. Berbeda dengan Putuoshan, Junshan lebih langsung seperti kali ini. makhluk terbebas dari penderitaan. Ini mengatakan: aku pasti bisa mencapai
rendah, sepi pengunjung, tangga batunya juga lebih sempit. Kali ini Setiap tangga batu ataupun jalan tercermin dalam Virya – kekuatan dan puncak tertinggi dan menyelesaikan
kami memilih Junshan dengan pertimbangan: lokasi lebih dekat mendatar tempat kami menapak dan semangat (paramita ke-4). pelatihan san bu yi bai ini. Serta yang
dibanding Putuoshan, serta Junshan, sama seperti halnya Putuoshan, bersujud tidaklah seragam. Ada yang 4. Tanpa Keinginan. Adalah terakhir, pelatihan san bu yi bai adalah
juga merupakan tempat penghormatan bagi Guanshiyin Pusa tinggi, ada pula yang rendah; ada kondisi keseimbangan batin, tiada bukan demi mengejar kepentingan
(Bodhisattva Avalokistevara – Kuan In). Berbicara tentang Junshan yang lebar, ada pula yang sempit; ada lagi ‘aku” yang rendah, tiada lagi pribadi yang rendah. Dengan kata
atau Nantong, kami sudah seharusnya berterima kasih pada rekan se- yang bersih, ada pula yang kotor; ada kemelekatan pada duniawi. Suatu lain, dengan melalui san bu yi bai kita
Dharma, Hartono Hasian. Kami berterima kasih atas rekomendasinya, yang kering, ada pula yang basah; ada kondisi yang akan tercapai sempurna bina keseimbangan batin yang tanpa
pun sambutannya yang demikian ramah setiap kali kami datang ke yang bebas hambatan, ada pula yang melalui pelatihan Dhyana – meditasi keinginan rendah.
Nantong. “Tampaknya kita cukup berjodoh dengan Nantong”, demikian harus mengalah pada makhluk kecil perenungan (paramita ke-5) dan Prajna Akhir kata, ingin tahu apa harapan
kata istriku, dan sekali lagi, ini adalah jodoh yang terikat karena adanya atau orang lain yang akan melintas di – kebijaksanaan sejati (paramita ke-6). yang kupancarkan dalam san bu
rekan Hartono Hasian. jalan yang sama. Dan semua itu harus Suatu hal yang menggembirakan, yi bai kali ini? Tak berbeda jauh
kami jalani dengan “apa adanya”, tanpa ternyata pakar psikologis abad dengan sebelumnya, yakni: satu,
embel-embel keluhan ataupun harapan millennium telah pula memahami perdamaian dunia; dua, kesehatan
agar semua jalan yang ditapak sesuai dan membabarkan makna ajaran dan kebahagiaan bagi sanak keluarga

Dengan Bersujud seperti keinginan kami. Demikian pula


segala peristiwa yang kita alami dalam
mulia Buddha. Suatu hal yang
menggembirakan pula bahwa pelatihan
dan orang-orang di sekitarku; tiga,
pekerjaan yang sesuai agar di samping

Menapak Junshan
hidup ini. Terimalah keberhasilan san bu yi bai dapat mengantar kita pada dapat melakukan pelatihan pahala
dengan hati yang “tawar” dan hadapilah empat gizi psikologis itu, setidaknya ini duniawi dan kebijaksanaan, pun dapat
kegagalan dengan hati yang “lapang”. telah berlaku bagi diriku. menyumbangkan tenaga dan pikiran
Hidup ini tak mungkin selalu diliputi Saat san bu yi bai, setiap kali bagi pengembangan Buddha Dharma.
keberhasilan, demikian pula selama menapak atau bersujud, mata kita Jangan lupa, senantiasa berlatih
Oleh: Tjahyono Wijaya kita tegar maka segala badai pasti akan terfokus pada adakah makhluk atau diri dan mengembangkan Bodhicitta
berlalu. Tanpa keluhan, tanpa keinginan serangga kecil di bawah kaki kita, ini serta membabarkan Dharma bagi
yang tak wajar, itulah penghayatan yang adalah jiwa kebajikan yang berusaha kebahagiaan semua makhluk.
Dari anak tangga paling bawah kami memulai san bu yi bai secara kuperoleh dari Junshan, Nantong. menghindari terjadinya pembunuhan Semua berawal dari hati dan pikiran,
berdampingan. Sepinya pengunjung membuat kami tak memiliki Sekembali dari Nantong, aku makhluk lain, baik disengaja maupun semua terwujud dalam tindakan.
hambatan menapak dan bersujud secara berdampingan. Kami membaca sebuah artikel pendek tidak. Kita juga tidak sewenang-wenang Mantapkan hati kita, langkahkan kaki
mengakhiri san bu yi bai di depan rupang Guanshiyin Pusa (Bodhisattva mengenai pentingnya empat gizi dalam menginjak mati para makhluk kecil itu kita, demi tercapainya kebahagiaan
Avalokistevara – Kuan In) di dalam Vihara Putuobie Yuan yang berada kesehatan psikologis, yakni: kebajikan, meski mereka tampaknya menghalangi semua makhluk.[Tjh]
di puncak Junshan. Ketenangan dan kedamaian kurasakan selama tepo seliro, optimis dan tanpa keinginan.
seluruh perjalanan san bu yi bai yang menghabiskan waktu 1 jam lebih Bila dijelaskan dari sudut pandang
sedikit ini. Karena waktu yang lebih singkat daripada Putuoshan, ajaran Buddha, dapat dikatakan:
saat semua selesai aku menyarankan pada istri agar melakukannya 1. Kebajikan. Hati yang bajik akan
setahun dua kali. Selain itu, kuharapkan seiring dengan berjalannya membuat kita ringan tangan membantu
waktu, semoga beberapa tahun lagi para putera kecil dapat meringankan penderitaan makhluk lain,
mengiringi kami melakukan pelatihan san bu yi bai ini. ini akan membuahkan kebahagiaan
Ketika membersihkan tangan di kamar kecil, di dalam bagi diri sendiri dan makhluk lain.
cermin kulihat bulatan tanah basah berwarna hitam Inilah yang dalam Buddhis disebut
menempel di dahiku. Untung saja berbentuk bulat, kalau sebagai belas kasih, yang dapat kita
berbentuk bulan sabit bisa dianggap jelmaan Jaksa Bao latih melalui Dana – kemurahan hati
nantinya. yang merupakan paramita pertama
Seperti san bu yi bai sebelumnya, cuaca kali ini juga dari enam paramita Bodhisattva (enam
tampak berpihak pada kami. Dua hari sebelum san bu kesempurnaan Bodhisattva yang dapat
yi bai, hujan turun selama berhari-hari. Pun seperti san bu mengantar semua makhluk mencapai
yi bai sebelumnya, kali ini aku melakukannya juga sebagai Pantai Seberang Nirvana).
bagian dari proses pelatihan diri, yakni: menaklukkan sebagian 2. Tepo seliro. Rasa tepo seliro
dari rasa “aku” (malu, sombong, jijik, rasa tak pe-de sebagai siswa akan membimbing kita untuk selalu
Photo: Tjahyono
Buddha), salah satu bentuk pengenalan Buddha Dharma kepada melihat kelebihan makhluk lain,

70 71
FIKSI BUDDHIS saja rumah itu telah dibeli orang dari
luar dusun yang kaya raya. Saat itulah
mereka.
“Oh, Bhiksu Xinming (Hati dan
Hati baik nasib
baik, bencana berubah menjadi
tidak

pintu rumah terbuka. Ternyata putra Nasib), koq tumben datang ke sini,” keberuntungan.

KULIT BERAS DALAM AIR MINUM


Nenek Shanliang. Melihat Waidao, ia sapa Heping. Hati dan nasib tidak baik,
dengan gembira sekali mengundang “Guru Waidao, Bhiksu Xinming ini tertimpa bencana dan miskin.
guru fengshui ini masuk ke dalam datang di dusun ini tepat sehari sebelum Hati bisa merubah nasib, yang
rumah. pemakaman Ibu. Sedang Guru Waidao terpenting adalah memiliki hati belas
Tuan rumah memperlakukan adalah guru fengshui yang telah berjasa kasih.
Oleh: Fayen
Fengshui vs Karma
Waidao layaknya seorang raja. Mereka besar pada keluarga kami,” demikian Nasib tercipta dari hati,
menjelaskan bahwa ini semua untuk Heping saling memperkenalkan kedua kebahagiaan dan kemalangan
membalas budi Waidao, karena tokoh itu. disebabkan oleh manusia.
petunjuk Waidaolah maka keluarga “Amituofo, Pinseng (anggota Percaya nasib tidak membina
mereka menjadi kaya raya. Waidao Sangha miskin, sebutan merendah hati, siang dan malam tidak bisa
Waidao (Jalan Luar), adalah seorang guru fengshui yang tak habis pikir, selama ini perhitungan bagi diri sendiri) melihat adanya dipercaya.
sangat termasyhur, bahkan lebih termasyhur dibanding fengshuinya tak pernah meleset, tetapi hubungan antara angin topan dengan Membina hati juga menerima
ilmu fengshui itu sendiri. Aneh, tapi memang demikianlah kenapa keluarga ini justru menjadi kaya tanah ini, pun dengan kulit beras nasib, langit dan bumi akan melindungi
kenyataannya. raya? dalam minuman,” ujar Xinming dengan dengan sendirinya.
Suatu ketika karena satu urusan penting, Waidao harus “Ehm, saya koq tidak melihat Nenek perlahan tetapi mantap. Heping yang tidak paham akan
melakukan perjalanan jauh. Setelah berjalan sedemikian jauh Shanliang? Di mana beliau?” Tanya Keringat dingin mengucur di dahi ucapan aneh Xinming hanya bisa
dan bekal minuman yang dibawanya telah terkuras habis mengisi Waidao. Waidao, khususnya saat mendengar terpaku diam. Tetapi tidak demikian
kerongkongannya, sangat wajar kalau ia merasa sangat haus. “Ibu telah meninggal sekitar ucapan yang terakhir dari Xinming. dengan Waidao. Memang benar
Kebetulan ia melalui sebuah dusun, segera diketuknya rumah setahun setelah kedatangan Anda “Kulit beras yang ditaburkan Waidao bukan orang bodoh seperti
terdekat untuk meminta seteguk air sebagai pelepas dahaga. dulu,” demikian jelas sang putra yang oleh Nenek Shanliang bukan untuk yang dikatakan Xinming. Ia kini paham
Di rumah yang sangat sederhana itu berdiam seorang nenek bernama Heping (Damai), “dan seseuai mempermainkan seseorang, melainkan sepenuhnya. Karma baik Nenek
bernama Shanliang (Bajik). Nenek Shanliang dengan sangat petunjuak Anda, Ibu kami makamkan di berdasarkan cinta kasih dan ketulusan Shanlianglah yang menolong sanak
ramahnya menyodorkan semangkuk air kepada Waidao. Tapi tanah hokkie itu.” hati. Adalah tidak baik bagi orang yang keluarganya terbebas dari pembalasan
anehnya, air minum yang diberikan oleh Nenek Shanliang itu “Oh, ya?” Semakin tak habis kehausan untuk langsung meneguk air Waidao. Hukum alam yang jauh
ternyata ditaburi kulit beras. mengerti Waidao, bagaimana mungkin minum dengan rakus. Menaburkan kulit lebih dahsyat dari tatanan fengshui
Bagi Waidao yang sangat kehausan, alangkah nikmatnya tanah “kutukan” itu berbalik menjadi beras adalah kebajikan yang dilakukan muncul berperan sebagai kondisi yang
bila air itu dapat diteguknya seketika. Tetapi sayangnya, karena tanah “hokkie”? oleh Nenek Shanliang agar orang mematangkan buah karma baik Nenek
di atas permukaan air ditaburi kulit beras, maka Waidao hanya “Boleh saya menengok makam yang kehausan itu tidak meneguk air Shanliang.
dapat meminumnya seteguk demi seteguk. Itupun dilakukannya Nenek Shanliang?” minum dengan seketika yang dapat Setelah memahami makna di
dengan sambil meniup kulit beras agar tidak terbawa masuk ke Dengan segera Heping mengantar membahayakan kesehatan yang balik peristiwa ini, Waidao menjadi
dalam mulutnya. Timbul rasa benci dalam hati Waidao. “Berani- Waidao menuju makam. bersangkutan.” Xinming berkata sambil sadar bahwa fengshui tak lebih hanya
beraninya mempermainkan diriku, lihat saja akan kubalas Benar, tak ada yang keliru, makam menatap ke makam Shanliang. merupakan salah satu fasilitas dalam
nanti!” itu tepat berada di tengah lokasi tanah “Menyerahkan keberuntungan dan menciptakan kondisi matangnya buah
Setelah minum secukupnya, dengan hati yang berapi- “kutukan”, hanya posisi tanah itu lebih bencana pada unsur di luar diri adalah karma, fengshui bukan satu-satunya
api tetapi tetap menampilkan raut wajah yang penuh senyum, tinggi dari semula. Tak mungkin keluarga waidao – jalan luar. Demikian pula faktor penting yang menentukan
Waidao menyatakan terima kasih pada Nenek Shanliang dan miskin itu mampu mengeluarkan biaya mencari kebahagiaan dan pembebasan hokkie seseorang, melainkan karma
para penghuni rumah itu. “Aku adalah seorang guru fengshui. meninggikan posisi tanah kutukan, pasti di luar diri sendiri, itu adalah waidao. atau perbuatan kitalah yang sangat
Hari ini menerima kebaikan pemberian air minum dari kalian, aku ada sesuatu yang terjadi, demikian pikir Waidao adalah mencari kekuatan di menentukan.
merasa sangat berterima kasih. Demi membalas budi kebaikan Waidao. luar diri sendiri dan pasrah sepenuhnya Nasib dan kebahagiaan kita, diri
kalian, aku akan membantu melihat fengshui rumah ini.” “Ehm, seingat saya tanah ini pada kekuatan itu. Ini berbeda dengan sendirilah yang menentukannya.
Tidak menyangka hanya karena memberi air minum lalu awalnya tidak setinggi ini,” pancing Buddha Dharma yang mengajarkan Waidao setengah berlari mengejar
menerima “rezeki” nomplok, keluarga Shanliang dengan segera Waidao. pelatihan diri melepas kebodohan batin Xinming.
mempersilahkannya melihat kondisi fengshui rumah mereka. “Oh ya, benar, kami juga tidak untuk mencapai kemurnian Nirvana,”
Waidao melihat sebidang tanah “kutukan” yang sangat buruk mengerti, ini tampaknya sudah kehendak Xinming berucap dengan pandangan Dhammapada XXV, 21:
fengshuinya, bahkan dapat menyebabkan keluarga itu terputus Langit. Tepat pada malam hari sebelum tak beralih dari makam. “Shizhu Sesungguhnya diri sendiri menjadi
keturunannya. Tanah itu terletak lebih rendah permukaannya dari pemakaman Ibu, datanglah angin (donatur pelindung Dharma) bukan tuan bagi diri sendiri. Diri sendiri adalah
tanah yang lain. Waidao berkata, “Ini merupakan sebidang tanah topan yang dahsyat. Tanah hokkie yang orang yang bodoh, pasti memahami pelindung bagi diri sendiri. Oleh karena
yang membawa hokkie. Kelak bila ada keluarga yang meninggal, rendah ini tertimbun rata oleh tanah ucapan Pinseng. Hanya ini yang bisa itu kendalikan dirimu sendiri, seperti
makamkan di sini, untuk selanjutnya keluarga kalian akan kaya longsor, sehingga posisinya menjadi Pinseng katakan. Pintu gubuk Pinseng pedagang kuda menguasai kuda yang
raya.” Keluarga Nenek Shanliang sangat senang mendengar lebih tinggi. Tak peduli apapun yang senantiasa terbuka. Pinseng mohon baik.
ucapan Waidao, serta merta mereka mengucapkan beribu-ribu terjadi, kami tetap mengikuti petunjuk diri. Amituofo,” Xinming berlalu sambil
terima kasih. Anda memakamkannya di tanah ini. mengumandangkan Xinming Ge (Lagu ***
Beberapa tahun berlalu, Waidao sekali lagi melalui dusun Sejak itu keluarga kami menjadi kaya Hati dan Nasib).
itu. Ia masih ingat akan penghinaan yang diterimanya dan ingin raya. Sekali lagi, beribu-ribu terima Hati baik nasib juga baik, kaya [Garis besar cerita ini diambil dari
mengetahui hasil dari pembalasannya. Waidao yakin bahwa kasih atas petunjuk Anda,” ujar Heping dan berpangkat hingga tua. sebuah kisah di salah satu internet
keluarga nenek itu pasti sudah menjadi fakir miskin. Tetapi ia dengan tulus. Nasib baik hati tidak baik, Buddhis di Tiongkok.]
terperangah ketika melihat rumah Nenek Shanliang telah berubah “Amituofo, Amituofo.” Tanpa disadari keberuntungan berubah menjadi
Photo: Istimewa
menjadi rumah gedung yang besar. Waidao berpikir, mungkin muncul seorang bhiksu tua di belakang bencana.

72 73
Motivasi Suatu ketika saya memberikan pelatihan motivasi dan
pengembangan diri di suatu perusahaan blue chip. Saat
sesi tanya jawab, ada seorang peserta yang bertanya, “Pak,
apa yang menjadi kunci sukses untuk bisa berhasil dalam
diterapkan di sekolah. Di Indonesia, anak SD kelas 1 sudah
dibebani dengan minimal 9 mata pelajaran. Hebatnya lagi,
anak-anak kita “harus” bisa mendapat nilai yang bagus.
Kalau tidak baik nilainya maka akan dicap anak bodoh, bloon,
penjualan/selling?” tolol, goblok, telmi, otak udang, idiot dan masih banyak istilah
“Mengapa bapak mengajukan pertanyaan ini?” saya balik “keren” lainnya (maaf bila saya menggunakan kata-kata yang
bertanya. kurang santun).

Buckminster Fuller: “Saya telah mengikuti sangat banyak pelatihan. Namun,


saya merasakan ada sesuatu di dalam diri saya, yang terus
menghambat diri saya. Saya tidak bisa bekerja secara
maksimal,” jawab peserta ini.
Dari semua bidang studi, ada dua bidang studi yang
menjadi kunci pembentukan Konsep Diri anak. Hal ini sejalan
dengan hasil penelitian yang dilakukan di Spanyol. Kedua
bidang studi itu adalah matematika dan bahasa. Mengapa
“All children are born geniuses; Saya lalu menjelaskan mengenai Konsep Diri. Bagaimana
pengaruh Konsep Diri terhadap kinerja kita. Bila Konsep Diri
matematika dan bahasa? Di seluruh dunia, saat anak masih
di SD, yang diutamakan adalah 3R yaitu Reading, Writing,
kita positif maka akan sangat mudah bagi kita untuk meraih and Arithmetic. Atau kalau dalam bahasa Indonesia adalah
9.999 out of every 10.000 keberhasilan. Sebaliknya, bila Konsep Diri buruk maka
kita akan sangat sulit berhasil di bidang apa saja yang kita
3M yaitu Membaca, Menulis dan Menghitung.
Saya setuju dengan pentingnya anak menguasi 3M

are swiftly, inadvertaently lakukan. Prestasi hidup berbanding lurus dengan Konsep
Diri. Konsep Diri sebenarnya adalah operating system yang
menjalankan komputer mental kita.
dengan alasan berikut. Pertama, bahasa adalah kunci
untuk memahami bahan ajar. Anak yang lemah kemampuan
bahasanya akan sangat sulit untuk bisa mempelajari bahan

degeniusized by grownups.” “Kalau memang Konsep Diri itu sedemikian penting, lalu
mengapa kebanyakan orang Konsep Dirinya kurang baik?
Hal ini tercermin dari prestasi hidup mereka yang biasa-biasa.
ajar yang disampaikan guru. Mengapa? Karena semua
bahan ajar disampaikan dengan menggunakan bahasa
sebagai media atau pengantar. Kedua, matematika sangat
Bisa Bapak jelaskan asal muasal terbentuknya Konsep Diri?” penting untuk mengembangkan logika berpikir dan sangat
kejarnya lagi. dibutuhkan dalam kehidupan sehari-hari.
Nah, pertanyaan saya pada anda, para pembaca, “Sejak Saya teringat saat dua tahun lalu saya dan istri ke
kapankah Konsep Diri ini mulai terbentuk? Faktor apa saja Singapore untuk mencari buku Sains kelas 1 SD. Kami
yang mempengaruhi pembentukan Konsep Diri?” berencana menggunakan buku Sains ini di sekolah kami,
Apa yang saya uraikan di bawah ini adalah jawaban saya Anugerah Pekerti. Oleh staff di toko buku itu kami diberitahu
kepada peserta seminar itu. bahwa di Singapore, selama 2 tahun pertama anak di SD,
Proses pembentukan Konsep Diri dimulai sejak kita mereka hanya diajarkan 3 bidang studi, yaitu bahasa Inggris,
dilahirkan. Sebagai orang tua dan pendidik, ada dua masa Matematika dan bahasa Ibu (misalnya Mandarin, Melayu,
kritis yang perlu kita cermati. Periode pertama adalah pada India). Bidang studi lainnya baru diajarkan mulai kelas 3 SD.
usia 0 – 6 tahun yang terbagi dua, yaitu 0 – 3 tahun dan 3 – 6 Saya mendapat penjelasan bahwa hal ini disengaja agar
tahun. Apa yang terbentuk saat anak mempelajari
pada tiga tahun pertama suatu materi, saat kelas
dalam hidup seorang 3 SD, mereka telah
anak merupakan fondasi mempunyai fondasi yang
yang akan digunakan kuat yaitu kemampuan
sebagai landasan untuk baca, tulis dan hitung
mengkonstruksi dirinya yang baik. Bandingkan
pada tiga tahun kedua. dengan apa yang harus
Selanjutnya apa yang dijalani anak-anak

Born to be a
telah terbentuk pada 6 kita di Indonesia. Saat
tahun pertama hidup kemampuan berbahasa
anak akan digunakan masih belum bagus, anak
sebagai fondasi untuk di Indonesia telah dituntut
mengembangkan diri untuk mempelajari sangat
lebih lanjut. banyak materi. Ditambah

Genius but Conditioned to be an Idiot


Masa kritis selanjutnya lagi pada umumnya
Photo: Istimewa adalah saat anak masuk anak didik kita lemah di
SD. Lima tahun pertama matematika.
hidup anak di SD Anda mungkin
merupakan masa kritis bertanya, ”Mengapa
yang jarang atau bahkan kemampuan bahasa dan
tidak pernah diperhatikan matematika yang kurang
orang tua dan pendidik. baik dapat berpengaruh
Oleh: Adi W. Gunawan Mengapa lima tahun di negatif terhadap Konsep
SD ini sangat penting? Diri seorang anak?”
Semua ini Sebelum saya
berhubungan dengan menjawab pertanyaan
sistem pendidikan yang Photo: Istimewa di atas, saya ingin

74 75
menyampaikan hasil penelitian yang dilakukan di propinsi Almeria sambil tersenyum kecut, ”Ya, sudah tentu satu kapsul satu kali minum.
di Spanyol dengan menggunakan SDQ Questionnaire. Penelitian ini Lha, kalau tiga kapsul sekali minum anak saya bisa over dosis. Bapak
dilakukan terhadap 245 murid SD. Hasil dari penelitian itu menyebutkan ini nggak tahu atau pura-pura nggak ngerti?” jawabnya sambil cepat
bahwa bidang studi yang mempunyai pengaruh paling besar terhadap berlalu.
Konsep Diri anak adalah bahasa dan matematika. Hal yang tampak remeh ini akan berakibat sangat fatal terutama
Intisari dari penelitian itu adalah sebagai berikut: saat anak duduk di SD kelas 4 dan seterusnya. Saat ini, bila dasar
1. Prestasi akademik menentukan konsep diri matematika dan bahasanya tidak kuat, maka prestasi akademiknya akan
Pengalaman akademik, baik keberhasilan maupun kegagalan, lebih jelek. Prestasi akademik yang buruk, sekali lagi, sangat berpengaruh
mempengaruhi konsep diri anak, daripada sebaliknya. terhadap Konsep Diri anak. Persis sama seperti hasil penelitian di
2. Level konsep diri mempengaruhi level keberhasilan akademik Spanyol. Konsep Diri yang buruk akan terbawa hingga dewasa dan
3. Konsep diri dan prestasi akademik saling mempengaruhi dan mengakibatkan anak tidak bisa berprestasi maksimal dalam hidupnya.
saling menentukan Saat anak tidak menguasai konsep yang benar, ditambah lagi
4. Terdapat variabel lain yang dapat mempengaruhi konsep diri dan kemampuan bahasanya masih minim, lalu anak diberi soal cerita, apa
prestasi akademik yang terjadi? Habislah anak kita. Nilainya pasti jeblok. Hal ini, kalau
Sekarang coba kita cermati apa yang terjadi di sekolah? Sejak SD terjadi berulang kali (repetisi), ditambah lagi orang tua atau guru
kelas 1, anak telah dijejali dengan begitu banyak materi yang harus mengatakan dirinya bodoh (informasi dari figur yang dipandang memiliki
dipelajari. Pada saat itu, misalnya, kemampuan bahasanya masih otoritas), lalu masih ditambah lagi emosi yang intens yang terjadi
kurang bagus. Lalu apa akibatnya? Nilai yang dicapai anak kurang dalam diri seorang anak, maka langsung menghasilkan pemrograman
maksimal karena hambatan faktor bahasa. Karena sering mendapat pikiran bawah sadar yang sangat powerful. Celakanya lagi, ini program
nilai buruk, guru dan orang tua mulai memberi label ”bodoh” pada anak negatif, dalam bentuk Konsep Diri yang buruk.
ini. Yang terjadi selanjutnya adalah proses pemrograman atau lebih Lalu, apa ciri-ciri anak dengan Konsep Diri yang buruk? Pertama,
tepatnya ”pembodohan” anak karena Konsep Diri anak buruk. anak tidak atau kurang percaya diri. Kedua, anak takut berbuat salah.
Lalu bagaimana dengan matematika? Ini setali tiga uang. Proses Ketiga, anak tidak berani mencoba hal-hal baru. Keempat, anak
pembelajaran matematika di SD sangat tidak manusiawi, bertentangan takut penolakan. Dan yang kelima, anak tidak suka belajar dan benci
dengan cara belajar anak dan sama sekali tidak fun. Di mana saja, bila sekolah.
memberikan seminar pendidikan, saya selalu bertanya pada orang tua Ada satu buku bagus yang ditulis kawan karib saya, Ariesandi
maupun guru, ”Apa mata pelajaran yang paling dibenci atau ditakuti Setyono, yang berjudul ”Mathemagics – Cara Jenius Belajar
anak didik?” Jawabannya selalu sama: ”Matematika”. Mengapa anak Matematika”, yang perlu anda baca. Buku ini menjelaskan secara detil
sampai takut atau benci matematika? proses pembelajaran matematika yang benar. Aries, dengan cara yang
Cara mengajar matematika di sekolah pada umumnya bersifat sangat luar biasa mampu membuat anak didiknya dengan hati gembira
abstrak. Apa maksudnya? Jika kita mengacu pada Piaget (teori mengerjakan soal latihan matematika sebanyak 26 halaman nonstop.
perkembangan kognitif) dan Montessori (proses konstruksi diri anak) Baru-baru ini Aries kembali mampu membuat anak didiknya, murid SD
maka pada usia SD anak harus belajar dengan cara konkrit. Konkrit kelas 1 dan 2, mengerjakan soal-soal latihan matematika selama 120
maksudnya adalah ada benda yang bisa dilihat dan dipegang anak saat menit nonstop. Saat diminta berhenti, muridnya malah ngomel dan
anak belajar simbol matematika. Angka ”1”, ”2”, ”3” dan seterusnya, ini minta terus. Murid mengerjakan soal dengan hati riang, sama sekali
adalah simbol dan bersifat abstrak. Untuk bisa benar-benar memahami tanpa ada tekanan atau stress. Untuk soal ujian akhir semester, Aries
konsep matematika, urutan pembelajaran yang benar adalah dari konkrit, memberikan 200 soal yang harus dikerjakan muridnya, bukan pilihan
semi abstak dan abstrak. Selain itu, hal yang perlu diperhatikan adalah ganda. Semua anak mampu mengerjakan hanya dalam waktu rata-
gaya belajar dan kepribadian anak. Setiap gaya belajar membutuhkan rata 45 menit dengan nilai rata-rata kelas 85.
strategi yang berbeda. Konsep Diri yang positif sangat penting bagi seorang anak dan
Saat ini banyak orang tua, khususnya para ibu, yang bangga juga untuk orang dewasa. Fondasi yang rapuh (Konsep Diri jelek)
karena anaknya, yang masih SD kelas 1 atau 2, dapat dengan cepat tidak memungkinkan kita untuk bisa membangun gedung bertingkat
menghitung perkalian 3 digit x 3 digit, hasil ikut kursus menghitung cepat. (sukses) di atasnya.
Hal yang sering mereka abaikan adalah mereka tidak tahu apakah anak Anak dilahirkan dengan potensi menjadi seorang jenius namun
menguasai konsep dengan benar atau tidak. Saya pernah bertanya proses ”pendidikan” yang salah telah membuat anak tidak mampu
pada seorang ibu yang sedemikian bangga dengan anaknya yang bisa mengembangkan potensinya secara optimal. Saya menamakan kondisi
menghitung cepat, ”Bu, 3 x 1 itu artinya apa?” ini sebagai ”idiot”. Kita tidak menyadari potensi diri yang sesungguhnya.
”Lha, 3 x 1 sama dengan 3,” jawabnya cepat. Kalaupun kita tahu dan sadar akan potensi ini kita merasa tidak mampu
”Benar. Saya tahu bahwa 3 x 1 itu sama dengan 3. Dan 1 x 3 juga untuk mengembangkannya secara optimal. [*]
sama dengan 3. Tapi, secara konsep ini berbeda. 3 x 1 itu apakah 1-nya
3 kali (1+1+1) atau 3-nya satu kali (3),” tanya saya lagi.
Setelah berpikir sejenak dan mungkin agak kaget karena mendapat
pertanyaan yang sangat ”remeh” ini akhirnya ia menjawab, ”Lha, 3 x 1 * Adi W. Gunawan, lebih dikenal sebagai Re-Educator
itu berarti 3-nya satu kali.” and Mind Navigator, adalah pembicara publik dan trainer
”Ibu yakin dengan jawaban ini,” tanya saya lagi. yang telah berbicara di berbagai kota besar di dalam dan
”Yakin, Pak,” jawabnya. luar negeri. Ia telah menulis best seller Born to be a Genius,
Saya tahu kalau ia tidak yakin dengan membaca bahasa tubuhnya. Genius Learning Strategy, Manage Your Mind for Success,
”Bu, kalau di resep dokter tertulis 3x1, ini apakah ibu akan memberi Apakah IQ Anak Bisa Ditingkatkan dan Hypnosis: The Art of
anak ibu 3 kapsul sekali minum atau satu kapsul sebanyak 3 kali. Satu Subconscious Communication. Adi dapat dihubungi melalui
di pagi hari, satu di siang hari dan satu di malam hari?” tanya saya lagi. email adi@adiwgunawan.com
Mendengar pertanyaan ini wajahnya langsung merah dan berkata Photo: Istimewa

76 77
refleksi

Wajah Buddha
Pikiran adalah Pelopor …
Seberapa Jauh Pikiran Kita
Seberapa Jauh Prestasi Kita
Oleh: Tjahyono Wijaya
Sungguh, kedamaian itu benar-benar rasa termanis dari
semua rasa di alam semesta ini. Lebih-lebih di bumi para
Lebih dari 40 tahun yang lalu, ada seorang bocah kecil manusia, di dalam kehidupan sehari-hari dengan pelbagai
berusia 10 tahun lebih yang sejak kecil hidup di lingkungan problemanya, pelbagai godaan dan nafsu-nafsunya, pelbagai
miskin dan kumuh. Bocah ini tubuhnya lemah tetapi bercita- pasang dan surutnya yang seringkali menghempaskan
cita ingin menjadi presiden Amerika. Apa yang harus kita, aku makin menyadari betapa sangat manisnya rasa
ia lakukan untuk merealisasikan cita-cita ini? Bocah ini kedamaian yang dapat kita peroleh bila telah menempuh
merenung selama berhari-hari dan akhirnya menetapkan jalan Buddha, seperti yang Buddha dan para Arahat telah
satu rangkaian tujuan yang harus dicapainya. peroleh.
Untuk menjadi presiden Amerika harus lebih dahulu Setiap kali memandang wajah Buddha di dinding kamarku, Photo: Istimewa

menjadi gubernur salah satu negara bagian di Amerika – untuk selalu saja hadir berbagai rasa dan kesan di dalam hatiku. Damai: Wajah Sang Buddha senantiasa
Dan dari pelbagai rasa dan kesan itu, ada satu yang paling membangkitkan suasana meditatif.
menjadi gubernur negara bagian harus mendapat dukungan
finansial yang kuat – untuk memperoleh dukungan finansial menonjol dan membekas selalu dalam kesadaranku: wajah
harus bergabung dengan organisasi yang berpengaruh – Buddha senantiasa menghadirkan rasa damai. Bukankah akan sangat indah sekali jika kita mampu untuk
untuk dapat bergabung dengan organisasi yang berpengaruh Kupikir, jika seseorang bertanya padaku mengenai seperti tetap damai di tengah-tengah hiruk-pikuk dunia? Tidakkah
harus menikah dengan putri dari keluarga terpandang – untuk apakah kedamaian yang hidup itu, maka akan kutunjukkan merupakan suatu kebahagiaan yang luar biasa bila kita
dapat menikah dengan putri keluarga terpandang harus wajah Buddha kepadanya. “Kawan, lihatlah wajah Buddha. mampu untuk tetap tenang, untuk tetap teduh tak tergoyahkan
menjadi orang terkenal – jalan pintas untuk menjadi orang Maka seperti itulah kedamaian yang hidup itu.” oleh apa pun yang datang dan pergi dari kehidupan kita?
terkenal adalah dengan menjadi bintang film – untuk menjadi Ketika setan Alavaka si pemakan manusia bertanya Seperti apakah kedamaian yang hidup itu? Seseorang
bintang film harus memiliki tubuh yang kekar. kepada Buddha mengenai rasa termanis, Buddha menjawab: bertanya kepadaku. Dan kutunjukkan ia wajah Buddha,
Ia kemudian secara bertahap melangkah mengikuti alur “Rasa termanis adalah rasa dari pembebasan.” Menurutku, wajah dari makhluk yang tak tergoyahkan lagi.
pemikirannya itu. Ia mulai dengan menetapkan tujuan awal yang dimaksud Buddha dengan rasa pembebasan itu tidak
merebut gelar binaragawan Mr. Universe. Tetapi karena lain adalah kedamaian yang dicapai oleh setiap pribadi yang Chuang 281002
keterbatasan biaya, ia hanya bisa berlatih secara sederhana telah cerah. http://chuang.blogs.friendster.com
di ruang bawah tanah rumah orang tuanya. Suatu ketika di
tahun 1961 ia berjumpa dengan Kurt Marnul, manusia otot
mantan penyandang gelar Mr. Austria. Marnul yang sangat
terkesan dengan bentuk tubuhnya itu segera mengajaknya
untuk bergabung dan berlatih secara intensif. Tahun 1965
ia meraih penghargaan Jr. Mr. Europe. Pada usia 20 tahun
menjadi Mr. Germany dan Mr. Universe.
Usia 22 tahun ia mulai menapakkan langkah memasuki
Hollywood. Setelah selama sepuluh tahun menapak karir di
Photo: Istimewa
Hollywood, bintangnya mulai bersinar. Di puncak kejayaannya
Gubernur: Arnold Schwarzenegger besama istri tercinta.
ia menikah dengan kekasih yang telah menjalin hubungan
asmara dengannya selama 9 tahun lamanya. Kekasihnya ini
adalah Maria Shriver, seorang presenter American TV yang atau “petani berwajah hitam” ini lahir 30 Juli 1947 di
juga merupakan kemenakan John F. Kennedy. Kesuksesan Austria. Seperti yang telah disebutkan di atas, tokoh yang
karirnya sebagai aktor Hollywood membuat keluarga besar mudah ditebak ini memiliki alur pemikiran yang mudah dan
Kennedy menerima si “petani berwajah hitam” ini sebagai sederhana, tetapi sangat disayangkan tidak banyak dari
menantu. kita yang bisa dengan mudah menerapkan pemikiran yang
Tahun 2003 ia menyatakan mundur dari dunia per-film-an mudah ini.
dan mencalonkan diri sebagai Gubernur Kalifornia. Guiness Pemikiran dan jalan hidup Arnold mengajarkan kita:
Book of World Records menyebutnya sebagai “orang yang seberapa jauh pikiran kita, seberapa jauh pula kita mampu
paling sempurna dalam sejarah perkembangan umat manusia melangkah, asal kita konsisten merealisasikannya. Pikiran
di dunia”. Siapakah ia? adalah pelopor, segala fenomena alam semesta berawal dari
Ya, tokoh ini mudah ditebak. Ia adalah Arnold pikiran.
Schwarzenegger yang mulai melejit namanya sejak berperan (disadur dari Duzhe Magazine - Tiongkok dan berita
sebagai tokoh antagonis di “Terminator”. Schwarzenegger internet)

78 79
Lintas Agama
Standarisasi Image Konfusius
“Konfusius adalah simbol sejarah dan budaya
Tiongkok, ajaran beliau semakin banyak diminati
dan diakui oleh masyarakat di seluruh dunia.
Standarisasi sangat diperlukan agar seluruh
dunia memiliki image Konfusius yang seragam,”
demikian penjelasan Sekjen CCF, Zhang
Shuhua.
Wajah baru Konfusius ini terlihat penuh belas
kasih, hidung besar, mulut lebar, alis tebal, janggut
lebat, serta tatapan mata yang lembut, merupakan
ciri khas orang Shandong yang jujur. Menurut
Prof. Hu Xijia dari Akademi Seni Rupa Shandong
yang juga merupakan tokoh pencipta image
baru ini, wajah baru Konfusius menampilkan inti
dasar pemikiran Konfusius, yakni “budiman” dan
“susila”.
Zhang Shuhua menerangkan bahwa
Photo: Xinhua image standar ini didesign sejak Januari 2006
berdasarkan lukisan Wu Daozi dari Dinasti Tang
23 September 2006, dalam rangka peringatan hari (618 – 907 M) dengan masukan dari para pakar
kelahiran Konfusius yang ke-2557, China Confucius Konfusianis, sejarahwan, seniman dan generasi keturunan
Foundation (CCF) mengumumkan “image standar” Konfusius Konfusius. Kemudian pada bulan Juni tahun ini juga hasil
di Qufu Propinsi Shandong, Tiongkok, yang merupakan draft diumumkan ke seluruh dunia untuk menerima masukan
kampung halaman Konfusius. lebih jauh.
Lahir pada 551 SM, Konfusius adalah seorang pemikir,
filosof dan tokoh pendidikan yang mulia. Pemikiran beliau

KIRAB RITUAL 151 adalah pembentukan masyarakat yang harmonis melalui


pembinaan diri masing-masing individu. Ajaran beliau

TITD HOK TIK BIO REMBANG


berkembang di masa Dinasti Han (206 SM – 25) yang
kemudian menyebar ke Asia Timur dan Selatan. Pada akhir
abad 16 memasuki daratan Eropa.
16-17 September 2006, diikuti 47 delegasi Tempat Ibadah Dalam upaya mempromosikan bahasa dan budaya
Tridharma (TITD) dari berbagai daerah di Jawa Tengah, Tionghoa, Pemerintah Tiongkok merencanakan mendirikan
Jawa Timur dan Jakarta, kirab ritual di Hok Tik Bio Rembang 100 “Institut Konfusius” di seluruh dunia. Di lain pihak,
berlangsung meriah. Bahkan Liang Liong dari Arhanud Kodam sebagai penghormatan kepada Konfusius sebagai tokoh
4 Diponegoro (Sasana Naga) juga turut serta berpartisipasi pendidikan yang mulia, tahun lalu UNESCO mengumumkan
memeriahkan kirab ritual tradisi turun temurun selama satu pemberian penghargaan internasional “Confucius Literacy
abad ini. Prize” bagi para tokoh dan institusi yang berkontibusi tinggi
Kirab ritual ini diadakan setiap sepuluh tahun sekali dalam dunia pendidikan. Menurut berita, pada hari yang
dengan tujuan memuliakan dan mengungkapkan rasa terima sama, 23 September 2006, penghargaan UNESCO ini telah
kasih kepada Yang Mulia Kongco Hok Tik Tjing Sien yang menggunakan wajah baru Konfusius.***
diyakini senantiasa memberikan berkah keselamatan dan
kemakmuran bagi umat manusia. Untuk penyelanggaraan
tahun ini, Uniknya, kirab ritual tahun ini ini juga terkait dengan
sembahyang Tiong Jiu Pek Gwee Cap Go 2557 Kongco Hok
Tik Tjing Sien, 5 Oktober yang lalu. Selain kirab ritual, juga
diselenggarakan berbagai kegiatan lain, baik yang bersifat
ritual ataupun sosial.
Kirab ritual keliling kota Rembang ini merupakan
manifestasi keragaman kehidupan dalam masyarakat
bangsa kita. Inilah salah satu bukti nyata bahwa masyarakat
kita adalah masyarakat yang kaya akan budaya, dinamis dan
saling menghargai. Berbagi warna kehidupan adalah satu
keindahan yang harus kita pertahankan dan kembangkan
bersama! (shc) Photo: Himaone

80