Anda di halaman 1dari 12

LAPORAN PRAKTIKUM BIOKIMIA PANGAN KARBOHIDRAT I Uji Benedict Diajukan untuk memenuhi salah satu tugas praktikum Biokimia

Pangan

Oleh: Nama NRP Kelompok No.Meja Assisten Tanggal Percobaan : Hanna Pracaswari : 113020051 : B : 11 (Sebelas) : Ira Guci : 19 Maret 2013

LABORATORIUM BIOKIMIA PANGAN JURUSAN TEKNOLOGI PANGAN FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS PASUNDAN BANDUNG 2013

LAPORAN PRAKTIKUM BIOKIMIA PANGAN KARBOHIDRAT I UJI BENEDICT Hanna Pracaswari : 113020051 Mohammad Galih P : 113020050 Silvi Nurul Novianti : 113020047 INTISARI
Karbohidrat berasal dari makanan, dalam tubuh mengalami perubahan atau metabolisme. Hasil metabolisme karbohidrat antara lain glukosa yang terdapat dalam darah, sedangkan glikogen adalah karbohidrat yang disintesis dalam hati dan digunakan oleh sel-sel pada jaringan otot sebagai sumber energy. Tujuan percobaan Uji Benedict adalah untuk mengetahui adanya gula pereduksi dalam suatu bahan pangan. Prinsip percobaan Uji Benedict yaitu berdasarkan pada reaksi 2+ antara gugus karbonil bebas dengan suatu ion kompleks (Cu ) sehingga menghasilkan endapan berwarna merah bata (CuO2). Berdasarkan hasil percobaan dengan menggunakan Uji Benedict yang telah dilakukan, dapat diketahui bahwa sampel (j) Jelly dan (k) Biskuit Good Time mengandung gula pereduksi, dan pada sampel (d) Chiki Leo, (l) larutan Glukosa dan (g) Teh celup tidak mengandung gula pereduksi. Hal ini diketahui dengan terbentuknya endapan berwarna merah pada sampel yang positif mengandung gula pereduksi setelah larutan diberi 3 mL larutan Benedict dan dipanaskan selama 5 menit.

I PENDAHULUAN Bab ini akan membahas mengenai : (1) Latar Belakang Percobaan, (2) Tujuan Percobaan, (3) Prinsip Percobaan dan (4) Reaksi Percobaan. 1.1. Latar Belakang Karbohidrat berasal dari makanan, dalam tubuh mengalami perubahan atau metabolisme. Hasil metabolisme karbohidrat antara lain glukosa yang terdapat dalam darah, sedangkan glikogen adalah karbohidrat yang disintesis dalam hati dan digunakan oleh sel-sel pada jaringan otot sebagai sumber energi (Poedjiadi, halaman 9, 1994).

Karbohidrat sebagai zat gizi merupakan nama kelompok zat-zat organik yang mempunyai struktur molekul yang berbeda-beda, meski terdapat persamaan-persamaan dari sudut kimia dan fungsinya (Soedioetama, halaman 31, 1985). 1.2. Tujuan Percobaan Tujuan Percobaan Uji Benedict untuk mengetahui adanya gula pereduksi dalam sampel yang akan dianalisis. 1.3. Prinsip Percobaan Prinsip percobaan Uji Benedict berdasarkan suasana basa + gugus karbonil bebas dari karbohidrat dengan CU2 membentuk CU2O. 1.4. Reaksi Percobaan O C + Cu++ (gugus komplek karboknil ion bebas KH) Cu2O + merah bata O // R CH

Gambar 1. Reaksi Percobaan Uji Benedict II TINJAUAN PUSTAKA Bab ini akan membahas mengenai : (1) Pengertian Karbohidrat, (2) Sumber-sumber Karbohidrat, dan (3) Definisi Uji Benedict. 2.1. Pengertian Karbohidrat Karbohidrat adalah polihidroksi aldehid atau polihidroksilketon dan meliputi kondensat polimer-polimernya yang terbentuk. Nama karbohidrat digunakan pada senyawasenyawa tersebut, mengingat rumus empirisnya yang berupa CnH2nOn atau mendekati Cn(H2O)n yaitu karbon yang mengalami hidratasi. Namun demikian, nama ini sebenarnya kurang tepat karena hidrat (H2O) yang melekat pada gugus

karbon bukanlah sebagai hidrat (Sudarmadji, halaman 71, 1989). 2.2. Sumber-sumber Karbohidrat

yang

sebenarnya

Karbohidrat nabati berasal dari tumbuh-tumbuhan, sedangkan karbohidrat hewani karbohidrat di dalam makanan berasal daritumbuh-tumbuhan, dan hanya sedikit saja yang termasuk bahan makanan hewani. Di dalam tumbuhan karbohidrat mempunyai 2 fungsi utama, ialah sebagai simpanan enersi dan sebagai penguet struktur tumbuhan tersebut. Yang merupakan sumber enersi terutama terdapat dalam bentuk zat tepung (amilum) dan zat gula (mono dan disakarida). Timbunan zat tepung terdapat dalam zat biji, akar dan batang. Gula terdapat dalam daging buah atau di dalam cairan tumbuhan di dalam batang tebu (Sediaoetama, halaman 32, 1989). Karbohidrat penguat struktur tumbuhan terdapat sebagai selulosa di dalam dinding sel. Perbedaan khas antara sel tumbuhan dan sel hewan ialah pada sel tumbuhan terdapat dinding sel yang mengndung selulosa, sedangkan sel hewan tidak mempunyai dinding sel. Melainkan terdapat selaput sel (membran sel) yang terdiri atas protoplasma yang mengalami modifikasi (Sediaoetama, halaman 32, 1989). Karbohidat nabati berasal dari tumbuh-tumbuhan, sedangkan karbohidrat hewani berbentuk glikogen yang terdapat pada otot (daging) dan hati (Sediaoetama, halaman 32, 1989). 2.3. Definisi Uji Benedict Uji Benedict merupakan uji umum untuk karbohidrat yang memiliki gugus aldehid atau keton bebas. Modifikasi pereaksi Fehling adalah pereaksi Benedict, yang merupakan campuran 17,3 gram kupri sulfat, 173 gram natrium sitrat, dan 100 gram natrium karbonat dalam 100 gram air. Pemanasan karbohidrat pereduksi dengan pereaksi Benedict akan terjadi perubahan warna dari biru hijau kuning kemerah-merahan dan akhirnya terbentuk endapan merah bata kupro oksida apabila konsentrasi karbohidrat pereduksi cukup tinggi (Yuri, 2012). 2+ Ion Cu dari pereaksi Barfoed dalam suasana asam akan direduksi lebih cepat oleh gula reduksi monosakarida dari

pada disakarida dan menghasilkan Cu2O (kupro oksida) berwarna merah bata. Hal inilah yang mndasari uji Barfoed (Adi, 2012). III ALAT, BAHAN DAN METODE PERCOBAAN Bab ini akan membahas mengenai : (1) Alat-alat yang digunakan, (2) Bahan-bahan yang digunakan dan (3) Metode Percobaan. 3.1. Alat-alat yang Digunakan Alat-alat yang digunakan pada uji Benedict antara lain tabung reaksi, pipet tetes, gelas kimia, dan kompor pemanas. 3.2. Bahan-bahan yang Digunakan Bahan-bahan yang digunakan untuk percobaan uji Benedict adalah Chiki Leo, Jelly, biskuit Good Time, The Celup, larutan glukosa dan larutan Benedict. 3.3. Metode Percobaan

Masukkan 2 mL Karbohidrat + 3 mL larutan benedict

Panaskan selama 5 menit

Amati terbentuknya endapan merah bata atau biru kehijauan

Gambar 2. Metode Percobaan Uji Benedict

Pada percobaan uji Benedict, hal yang pertama kita lakukan adalah membersihkan alat-alat yang akan digunakan dengan cara dibilas dengan aquades, kemudian teteskan 2 mL karbohidrat ke dalam tabung reaksi dengan menggunakan pipet tetes, kemudian teteskan 3 mL larutan Benedict ke dalam tabung reaksi yag telah diisi oleh karbohidrat. Panaskan selama 5 menit. Kemudian amati terbentuknya endapan merah bata atau hijau kebiruan. IV HASIL PENGAMATAN DAN PEMBAHASAN Bab ini akan membahas mengenai : (1) Hasil Pengamatan dan (2) Pembahasan. 4.1. Hasil Pengamatan Berdasarkan percobaan Uji Benedict yang telah dilakukan maka didapatkan hasil pengamatan sebagi berikut :

Gambar 3. Hasil Pengamatan Uji Benedict Tabel 1. Hasil Pengamatan Uji Benedict Bahan Pereaksi Warna Hasil Chiki Leo (d) Terbentuk endapan putih -

Keterangan Tidak mengandung gula pereduksi

Jelly (j) Larutan Benedict Biskuit Good Time (k) Larutan Glukosa (l)

Terbentuk endapan merah cerah Terbentuk endapan merah bata Tidak terbentuk endapan

Mengandung gula pereduksi

Mengandung gula pereduksi

Tidak Mengandung gula pereduksi

Teh Celup (g)

Bening tidak ada endapan

Tidak Mengandung gula pereduksi

(Sumber : Hanna, Galih dan Silvi, Meja 11, 2013)

Keterangan : (+) Terbentuk endapan berwarna merah bata (-) Tidak terbentuk endapan berwarna merah bata 4.2. Pembahasan Berdasarkan hasil pengamatan dapat diketahui bahwa pada sampel (j) Jelly dan (k) Biskuit Good Time mengandung gula pereduksi, dan pada sampel (d) Chiki Leo, (l) larutan Glukosa dan (g) Teh celup tidak mengandung gula pereduksi. Hal ini dapat diketahui dari terbentuknya endapan warna merah pada sampel yang positif mengandung gula ppereduksi. Karbohidrat sangat akrab dengan kehidupan manusia. Karena ia adalah sumber energi utama manusia. Contoh makanan sehari-hari yang mengandung karbohidrat

adalah pada tepung, gandum, jagung, beras, kentang, sayursayuran dan lain sebagainya (Adi, 2012). Karbohidrat adalah polihidroksildehida dan keton polihidroksil atau turunannya. selian itu, ia juga disusn oleh dua sampai delapan monosakarida yang dirujuk sebagai oligosakarida. Karbohidrat mempunyai rumus umum C n(H2O)n. Rumus itu membuat para ahli kimia zaman dahulu menganggap karbohidrat adalah hidrat dari karbon. Penting bagi kita untuk lebih banyak mengetahui tentang karbohidrat beserta reaksi-reaksinya, karena ia sangat penting bagi kehidupan manusia dan mahluk hidup lainnya (Adi, 2012). Pada uji benedict, teori yang mendarsarinya adalah gula yang mengandung gugus aldehida atau keton bebas akan 2+ + mereduksi ion Cu dalam suasana alkalis, menjadi Cu , yang mengendap sebagai Cu2O (kupro oksida) berwarna merah bata (Alex, 2012). Seperti halnya pada uji Molisch, setiap bahan yang diuji menggunakan uji Benedict juga mempunyai kandungan karbohidrat yang berbeda-beda. Pada sukrosa, madu, gula merah, tepung beras dan tepung terigu tidak mengalami perubahan sama sekali ketika diuji. Hal tersebut menunjukkan bahwa kelima bahan ini tidak terdeteksi kandungan karbohidratnya. Pada tepung maizena, konsentrat dan pati menunjukkan adanya endapan berwarna kuning. Susu skim dan susu murni menunjukkan perubahan menjadi warna kuning seluruhnya. Glukosa, susu kedelai dan permen menunjukkan adanya endapan berwarna merah kekuningan, sedangkan pada fruktosa menunjukkan adanya endapan berwarna merah. Hal tersebut membuktikan bahwa bahanbahan yang mengalami perubahan warna dan endapan adalah bahan yang mengandung karbohidrat (Yuri, 2012). Dalam percobaan uji Benedict yang telah dilakukan tidak terdapat faktor kesalahan yang menyebabkan hasil pengamatan salah. Faktor kesalahan yang mungkin terjadi pada uji Benedict yaitu pada kesalahan pengambilan sampel, kesalahan menggunakan pipet yang sama untuk pengambilan sampel yang berbeda, hal ini dapat mempengaruhi hasil pengamatan menjadi tidak akurat.

V KESIMPULAN DAN SARAN Bab ini akan membahas mengenai : (1) Kesimpulan dan (2) Saran. 5.1. Kesimpulan Berdasarkan hasil percobaan dengan uji Benedict dapat disimpulkan bahwa sampel (j) Jelly dan (k) Biskuit Good Time mengandung gula pereduksi, dan pada sampel (d) Chiki Leo, (l) larutan Glukosa dan (g) Teh celup tidak mengandung gula pereduksi. Hal ini dapat diketahui dengan endapan berwarna merah bata setelah ditambahkan larutan benedict dan setelah dipanaskan selama 5 menit. Sedangkan pada sampel yang tidak mengandung karbohidrat tidak terbentuk endapan warna merah bata. 5.2. Saran Saran yang ingin praktikan sampaikan kepada praktikan laboratorium Biokimia Pangan yaitu untuk lebih memahami prosedur percobaan lebih baik, dan lakukan percobaan dengan tepat, teliti dan cekatan. Saran yang ingin praktikan sampaikan kepada assisten yaitu jangan pernah bosan untuk menjawab pertanyaan praktikan, dan diharapkan menegur praktikan yang tidak memakai perlengkapan praktikum dengan lengkap.

DAFTAR PUSTAKA Adi. (2012). Karbohidrat. http://adiginting.blogspot.com/2012/03/karbohidrat.html. Diakses : 20 Maret 2013. Bandung.

Alex. (2012). Chemistry. http://alexschemistry.blogspot.com/. Diakses : 25 Maret 2013. Bandung. Poedjiadi, Anna dan Supriyanti, Titin. (2005). Dasar-dasar Biokimia. Penerbit Universitas Indonesia Press : Jakarta. Sediaoetama, Achmad Djaeni. (1985). Ilmu Gizi Untuk Mahasiswa dan Profesi. Penerbit : Dian Rakyat. Jl.Rawagelam Kawasan Industri Pulogadung, Jakarta. Sudarmadji, Slamet, dkk. (1989). Analisa Bahan Makanan dan Pertanian. Penerbit : Liberty Yogyakarta. jl.Jayengprawiran 21, Yogyakarta. Yuri. (2012). Laporan Karbohidrat. http://yurichocoru.wordpress.com/2012/09/06/laporankarbohidrat/. Diakses : 20 Maret 2013. Bandung.

LAMPIRAN Uji Benedict Bahan Chiki Leo (d) Pereaksi Warna Terbentuk endapan putih Hasil Keterangan Tidak mengandung gula pereduksi Mengandung gula pereduksi

Jelly (j)

Terbentuk endapan merah cerah Larutan Benedict Terbentuk endapan merah bata Tidak terbentuk endapan

Biskuit Good Time (k) Larutan Glukosa (l)

Mengandung gula pereduksi

Tidak Mengandung gula pereduksi

Teh Celup (g)

Bening tidak ada endapan

Tidak Mengandung gula pereduksi

(Sumber : Laboratorium Biokimia Pangan, 19 Maret 2013)

LAMPIRAN QUIS Soal. 1. Jelaskan komposisi larutan Benedict ! 2. Jelaskan meanisme terbentuknya cincin ungu pada Uji Selliwanof ! 3. Apa yang dimaksud gula pereduksi, contohnya ! 4. Tujuan dan prinsip Uji Selliwanof ! 5. Apa fungsi H2SO4 pada uji Molisch ! Jawab. 1. Komposisi larutan Benedict yaitu 173 gram Na-Citrat, 100 gram Na2CO3 dalam 800 mL air yang sudah dimasak, diaduk dan ditambahkan 17,3 gram CuSO 4 dalam 100 mL air. 2. Mekanisme terbentuknya cincin waena ungu adalah Karbohidrat oleh asam sulfat pekat akan dihidrolisa menjadi monosakarida dan selanjutnya monosakarida mengalami dehidrasi oleh asam sulfat menjadi furfural atau hidroksi metal furfural. Furfural atau hidroksi metil furfural dengan alfa naftol berkondensasi membentuk senyawa kompleks yang berwarna ungu. 3. Gula pereduksi merupakan golongan gula (karbohidrat) yang dapat mereduksi senyawa-senyawa penerima elektron, contohnya adalah glukosa dan fruktosa.Ujung dari suatu gula pereduksi adalah ujung yang mengandung gugus aldehida atau keto bebas. Semua monosakarida (glukosa, fruktosa, galaktosa) dan disakarida (laktosa,maltosa), kecuali sukrosa dan pati (polisakarida), termasuk sebagai gula pereduksi. 4. Tujuan Uji Selliwanof adalah untuk menguji adanya gula ketosa. Prinsip uji Selliwanof berdasarkan ketosa dalam suatu asam (HCl) hingga membentuk hidroksimetilfurfural dan asam leulinat, hidroksimetilfurfural direaksikan dengan resolsinol sehingga menghasilkan senyawa kompleks berwarna merah. 5. Fungsi ditambahkannya asam sulfat (H2SO4) pekat adalah untuk menghidrolisis ikatan pada sakarida agar menghasilkan senyawa furfural.