Anda di halaman 1dari 24

BAB I PENDAHULUAN

A. Nama Usaha DARAYLING (Dadar Ayam Guling)

B. Analisis Situasi Lingkungan kampus UNSOED, tempat dimana para mahasiswa beraktifitas dari pagi hari bahkan sampai malam hari.Banyak aktifitas yang dilakukan mahasiswa oleh karena itu perlu adanya asupan energi yang cukup bergizi dan mengenyangkan. Khusus di lingkungan kampus Teknologi Pertanian, banyak para mahasiswa yang berangkat pagipagi sehingga belum sempat sarapan pagi dan juga terkadang untuk makan siang, para mahasiswa malas untuk pergi ke kantin karena cukup jauh serta terkadang mereka malas untuk makan berat, oleh karena itu produk DARAYLING adalah jenis jajanan pasar yang tidak hanya rasanya enak tapi juga mengenyangkan, sangat cocok dijajakan di lingkungan kampus dan harganya pun terjangkau untuk kantong mahasiswa.

C. Tujuan Meningkatkan pendapatan dan melatih keterampilan dalam berwirausaha Menambah pengetahuan dan pengalaman berwirausaha Menyediakan alternatif jajanan yang bernilai gizi tinggi Terciptanya suatu usaha yang berkelanjutan berskala rumah tangga

D. Luaran Produk dadar ayam guling yang secara sensorik menarik dan mempunyai nilai gizi tinggi terutama protein. Produk dadar ayam guling mempunyai cita rasa yang tinggi dan terjangkau harganya.

E. Kegunaan Menambah pendapatan mahasisiwa dengan bentuk usaha.

Membuka peluang bisnis di pasaran karena proses pembuatannya tergolong relatif mudah dan digemari oleh masyarakat.

BAB II PROFIL USAHA

A. Identitas Usaha Jenis usaha yang sedang dijalankan yaitu makanan, karena seringkali mahasiswa mencari makanan saat jeda kuliah berlangsung. Produk yang dihasilkan yaitu dadar guling ayam yang setiap harinya diproduksi sebanyak 30 buah. Usaha ini bertempat usaha di lingkungan kampus Teknologi Pertanian. Usaha ini mulai dijalankan pada 22 November 2012. Jumlah tenaga kerja pada usaha ini sebanyak 8 orang, terdiri dari mahasiswa dan mahasiswi Ilmu dan Teknologi Pangan, Universitas Jenderal Soedirman. Pemasaran dilakukan dengan cara membawa produk ke area kampus, kemudian dipromosikan kepada sesama mahasiswa.

B. Identitas Pengusaha Nama NIM Angkatan Fakultas Program Studi Pengalaman Usaha : Rizqi Al Aziz : A1M010039 : 2010 : Pertanian : Ilmu dan Teknologi Pangan :-

Nama NIM Angkatan Fakultas Program Studi Pengalaman Usaha

: Andriana Jumiharti Lestari : A1M011001 : 2011 : Pertanian : Ilmu dan Teknologi Pangan : Distributor Pulsa

Nama NIM Angkatan

: Ani Octaviani : A1M011006 : 2011

Fakultas Program Studi Pengalaman Usaha

: Pertanian : Ilmu dan Teknologi Pangan : Distributor Puding, Online Shop (baju)

Nama NIM Angkatan Fakultas Program Studi Pengalaman Usaha

: Nisriina Raudhah Basyariah : A1M011011 : 2011 : Pertanian : Ilmu dan Teknologi Pangan : Distribusi Penjualan Oriflame, Alifatik Yogurt, Pisco, Dewi

Donat, UKKI Celluler, Produsen Jelly Choco Strow dan Rina Burger.

Nama NIM Angkatan Fakultas Program Studi Pengalaman Usaha

: Nerissa Arviana : A1M011019 : 2011 : Pertanian : Ilmu dan Teknologi Pangan :-

Nama NIM Angkatan Fakultas Program Studi

: Inna Kurniani : A1M011024 : 2011 : Pertanian : Ilmu dan Teknologi Pangan

Pengalaman Usaha : Distributor pulsa

Nama NIM Angkatan Fakultas Program Studi

: Florentina Yunita Ratri : A1M011029 : 2011 : Pertanian : Ilmu dan Teknologi Pangan

Pengalaman Usaha

:-

Nama NIM Angkatan Fakultas Program Studi Pengalaman Usaha

: Edi Suhendra : A1M011078 : 2011 : Pertanian : Ilmu dan Teknologi Pangan :-

C. Struktur Organisasi Usaha

DIREKTUR Rizqi Al Aziz

Adm. Keuangan
Andriana J. Lestari

Bag. Produksi Inna Kurniani

Bag. Pemasaran Ani Octavia

Bag. Pengelolaan Alat Edi Suhendra

Staff Produksi Nerissa Arviana

Staff Pemasaran Nisriina R. B.

Staff Pengelolaan Alat Florentina Yunita R

D. Susunan Personalia dan Tugas Kerja Direktur ( Rizqi Al Aziz ) Direktur bertugas mengatur perencanaan usaha, mengontrol kepala tiap bidang agar tugas kerja berjalan lancar, dan memimpin rapat.

Adm. Keuangan (Andriana J. Lestari) Bagian keuangan bertugas untuk mengatur keuangan, mulai dari pemasukan danpengeluaran serta melakukan pencatatan secara sistematis.

Bagian Produksi (Inna Kurniani) Staff : Nerissa Arviana Bagian produksi bertugas untuk membuat suatu produk yang enak rasanya, bergizi, dan menarik dari segi tampilan serta dari segi sensoriknya, serta rasa dapat diterima semua selera. Tugas staff: membantu kepala bagian produksi dalam proses pembuatan produk, memberikan ide pembuatan produk.

Bagian Pemasaran (Ani Octavia) Staff : Nisriina R. B Bagian pemasaran bertugas menganalisis peluang usaha, mengenali peluang-peluang pasar yang ada, memasarkan produk usaha di tempat yang strategis, mencari informasi peluang-peluang pemasaran produk di kampus lain. Tugas staff: membantu memasarkan produk usaha

Bagian Pengelolaan Alat (Edi Suhendra) Staff: Florentina Yunita R. Bagian pengelolaan alat bertugas menjaga, mengawasi, mengecek, dan

membersihkan alat setelah digunakan. Tugas staff: membantu kepala bagian pengelolaan alat

BAB III ANALISIS KELAYAKAN USAHA

A. Aspek Pasar dan Pemasaran Wilayah pemasaran produk ini tersebar di beberapa tempat, seperti di wilayah Kampus Teknologi Pertanian, Kampus Jurusan Perikanan dan Kelautan, Kelurahan Grendeng dan Kelurahan Karangwangkal (di kost masing-masing). Kelompok sasaran yang utama adalah mahasiswa baik di area kampus, maupun area kost masing-masing. Pesaing atau kompetitior yang dihadapi adalah sesama mahasiswa yang berwirausaha, karena waktu penjualan antara kelompok satu dengan yang lain cenderung bersamaan. Strategi yang diterapkan dalam menjalankan usaha yaitu menjual produk Darayling ke area kampus lain (misalnya Kampus Jurusan Perikanan dan Kelautan).

B. Aspek Teknik dan Teknologi Sumber bahan baku yang digunakan dalam produk Darayling ini adalah daging ayam, telur ayam, tepung terigu, mentega, cabai, bawang putih, bawang merah, garam, gula, minyak goreng dan plastik pembungkus. Alat yang digunakan antara lain pisau, talenan, wajan, teflon, cobek, panic, spatula, dan kompor gas. Proses produksi Darayling ini dapat dijelaskan sebagai berikut: Daging ayam dicuci bersih, kemudian direbus sampai matang Setelah matang, daging ayam dicincang halus Haluskan bumbu (bawang merah, bawang putih, cabai dan garam), kemudian tumis bersama dengan daging ayam yang telah dicincang, ditambah dengan telur ayam. Campurkan telur ayam, tepung terigu dan air untuk membuat lapisan kulit pembungkus ayam yang telah ditumis. Setelah itu campuran tersebut digoreng dengan cara di dadar Daging ayam yang telah ditumis kemudian ditaruh diatas dadar kemudian digulung Setelah digulung, bungkus dadar tersebut dengan plastik pembungkus

C. Aspek Manajemen Usaha Jumlah tenaga kerja yang digunakan dalam penjualan produk Darayling ini adalah 8 orang.Sistem gaji yang diterapkan dalam usaha ini adalah sistem bagi rata hasil. Jadi, keuntungan yang kami peroleh dari hasil penjualan ini akan kami bagi rata sesuai dengan jumlah tenaga kerja yang terlibat.

D. Aspek Keuangan (Finansial) 1. Permodalan Modal awal dari usaha yang dilaksanakan adalah sebesar Rp 50.000 untuk bahan baku dan Rp 559.800 untuk peralatan. Modal yang didapatkan berasal dari patungan seluruh elemen perusahaan / modal sendiri. 2. Biaya Investasi. No. 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. 10. 11. 12. Spesifikasi Pisau Irus stainles Mangkok kocokan Sutil (susuk) Dadaran (tevlon) Talenan Nampan Box makanan Kocokan telur Serokan Panci sedang Wajan kecil Jumlah satuan 1 buah 1 buah 1 buah 1 buah 1 buah 1 buah 2 buah 2 buah 1 buah 1 buah 1 buah 1 buah Harga (Rp) 7.900 5.250 7.500 4.750 68.900 7.500 6.500 12.500 5.500 7.000 15.000 12.500 Jumlah 7.900 5.250 7.500 4.750 68.900 7.500 13.000 25.000 5.500 7.000 15.000 12.500

13. 14.

Kompor gas Tabung gas

1 buah 1 buah

250.000 130.000

250.000 130.000

Jumlah

559.800

3. Biaya Produksi Biaya tetap Biaya tetap yang diperlukan hanya biaya promosi sebesar Rp 50.000 perbulan. Biaya tidak tetap
No. 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. 10. Spesifikasi Ayam Minyak goreng Terigu Telur Cabai Bawang merah Bawang putih Plastik penggulung Plastik pembungkus Bahan bakar ( biaya gas) Jumlah satuan 0,25 kg 0,25 kg 0,5 kg 0,25 kg 0,5 ons 1 0ns 0,5 ons 30 lembar 0,5 ons Harga satuan (Rp) 26.000/kg 12.000/ kg 8.000/kg 16.000/kg 10.000/kg 16.000/kg 20.000/kg 6.500/650 lembar 20.000/kg 2000/produksi Jumlah harga (Rp) 6.500 3.000 4.000 4.000 1.000 1.600 1.000 300 1.000 2.000 24.400

Jumlah

4. Rencana Pendapatan Produksi perpekan 150 buah dengan harga per buah Rp 1.500 maka total pendapatan perpekan Rp 225.000 5. Perhitungan laba rugi Bulan I 950.000 538.000 412.000 II 900.000 538.000 362.000 III 900.000 538.000 362.000 IV 900.000 538.000 362.000 V 900.000 538.000 362.000 VI 900.000 538.000 362.000

Uraian Pemasukan Pengeluaran Laba/rugi

6. Analisis kelayakan proyek. Biaya investasi Cashflow bulan 1 Cashflow bulan 2 Cashflow bulan 3 Cashflow bulan 4 Cashflow bulan 5 Cashflow bulan 6 559.800 412.000 362.000 362.000 362.000 362.000 362.000

NPV merupakan selisih antara pengeluaran dan pemasukan yang telah didiskon dengan menggunakan social opportunity cost of capital sebagai diskon faktor, atau dengan kata lain merupakan arus kas yang diperkirakan pada masa yang akan datang yang didiskontokan pada saat ini.Nilai NPVnya sebesar Rp 1.314.597,13, NPV yang didapatkan lebih besar atau sama dengan nol sehingga dapat dikatakan usaha ini Layak Dilakukan. IRR, metode ini untuk membuat peringkat usulan investasi dengan menggunakan tingkat pengembalian atas investasi yang dihitung dengan mencari tingkat diskonto yang menyamakan nilai sekarang dari arus kas masuk proyek yang diharapkan terhadap nilai sekarang biaya proyek atau sama dengan tingkat diskonto yang membuat NPV sama dengan nol. IRR yang merupakan indikator tingkat efisiensi dari suatu investasi.Suatu

proyek/investasi dapat dilakukan apabila laju pengembaliannya (rate of return) lebih besar dari pada laju pengembalian apabila melakukan investasi di tempat lain (bunga deposito bank, reksadana dan lain-lain). Dari hasil perhitungan didapatkan nilai IRR sebesar 65%, hal ini dapat dikatakan usaha ini akan tetap bertahan ketika suku bunga pinjaman bank sebesar 65%. Pada saat ini bunga pinjaman sebesar 18% dan nilai IRR lebih besar dari suku bunga pinjaman bank saat ini berarti tingkat keuntungan usaha masih diatas suku bunga bank. BEP (break even point), merupakan titik kembali pada saat kapan modal akan kembali. BEP dapat dihitung dengan rumus BEP-Unit = (Biaya Tetap) / (Harga per unit Biaya Variable per Unit). Dari perhitungan BEP diperoleh hasil 72,8 unit atau dibulatkan sebesar 73 unit. Ini berarti modal akan kembali ketika kita memproduksi sebesar 73 unit.

BAB V JADWAL KEGIATAN

Jenis Kegiatan Persiapan Pelaksanaan Evaluasi Pelaporan

Minggu I 3 4 5

Minggu II 3 4 5 6

Minggu III 2 3 4

1. Tahap persiapan Tahap ini dilaksanakan sebelum pelaksanaan dimulai, yaitu pada hari pertama sampai keempat minggu pertama. Persiapan yang dilakukan berupa: a. Pembelian alat dan bahan Alat produksi seperti teflon, irus, talenan, wajan, pisau, dan lain-lain didapatkan dari beberapa toko. Bahan dasar (daging ayam) didapatkan dari supermarket di daeran Purwokerto dan bahan pendukung lain (seperti bumbu dan plastik pembungkus) didapatkan dari pasar tradisional sekitar tempat produksi. b. Proses produksi Proses produksi dilakukan di rumah salah satu anggota kelompok. Proses produksi yang pertama ini dilakukan sebagai bagian dari uji coba produk yang akan dipasarkan

2. Tahap pelaksanaan Tahap pelaksanaan merupakan kegiatan lapang yang dilaksanakan oleh seluruh anggota kelompok yang meliputi kegiatan sebagai berikut : Kegiatan produksi Darayling Selama pelaksanaan, kegiatan produksi juga dilakukan 10 hari dalam dua minggu. Satu minggu dilaksanakan penjualan selama 5 hari. Setiap akhir pekan, tim memilih untuk tidak melaksanakan penjualan.

Kegiatan pemasaran Darayling Selama masa pemasaran, harga produk yang ditawarkan adalah Rp. 1.500,00/buah. Area pemasaran produk yang utama adalah di Kampus Teknologi Pertanian.Selain di area Kampus Teknologi Pertanian, produk Darayling ini juga dipasarkan di Kampus Jurusan Perikanan dan Kelautan (Fakultas Sains dan Teknik), serta ke masyarakat umum sehingga beberapa orang tertarik untuk memesan produk Darayling ini dalam jumlah banyak.

3. Tahap evaluasi Tahap evaluasi yang dilakukan setiap akhir minggu dari satu minggu pelaksanaan.Tahap evaluasi ini meliputi analisis kendala yang terjadi selama pelaksanaan berlangsung.Selain itu juga dilakukan penghitungan keuntungan bersih dari hasil penjualan produk ini. Evaluasi di minggu terakhir pelaksanaan dilaksanakan secara keseluruhan, mulai dari proses persiapan di awal, selama pelaksanaan hingga pelaksanaan di hari terakhir.

4. Tahap pelaporan Tahap pelaporan berupa penyusunan laporan dari kegiatan praktikum ini, disertai dengan lampiran berupa foto selama proses produksi serta selama masa pelaksanaan (penjualan produk).

BAB VI RANCANGAN BIAYA

A.

PEMASUKAN
No. 1. Pemasukan Modal bahan habis pakai Jumlah Jumlah (Rp) 50.000 50.000

B.

PENGELUARAN Bahan Habis Pakai (Tiap Produksi / 30 Sosis)


No. 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. 10. Spesifikasi Ayam Minyak goreng Terigu Telur Cabai Bawang merah Bawang putih Plastik penggulung Plastik pembungkus Bahan bakar ( biaya gas) Jumlah satuan 0,25 kg 0,25 kg 0,5 kg 0,25 kg 0,5 ons 1 0ns 0,5 ons 30 lembar 0,5 ons Harga satuan (Rp) 26.000/kg 12.000/ kg 8.000/kg 16.000/kg 10.000/kg 16.000/kg 20.000/kg 6.500/650 lembar 20.000/kg 2000/produksi Jumlah harga (Rp) 6.500 3.000 4.000 4.000 1.000 1.600 1.000 300 1.000 2.000 24.400

Jumlah

Peralatan No. 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. Spesifikasi Pisau Irus stainles Mangkok kocokan Sutil (susuk) Dadaran (tevlon) Talenan Nampan Box makanan Kocokan telur Jumlah satuan 1 buah 1 buah 1 buah 1 buah 1 buah 1 buah 2 buah 2 buah 1 buah Harga (Rp) 7.900 5.250 7.500 4.750 68.900 7.500 6.500 12.500 5.500 Jumlah 7.900 5.250 7.500 4.750 68.900 7.500 13.000 25.000 5.500

10. 11. 12.

Serokan Panci sedang Wajan kecil

1 buah 1 buah 1 buah

7.000 15.000 12.500

7.000 15.000 12.500

13. 14.

Kompor gas Tabung gas

1 buah 1 buah

250.000 130.000

250.000 130.000

Jumlah

559.800

No. 1. 2.

Rekafitulasi Biaya Bahan Habis Pakai Peralatan Jumlah

Jumlah (Rp) 24.400 559.800 584.200

LAMPIRAN

A. Biodata Tim Kewirausahaan

Nama TTL Alamat Hobi

: Rizqi Al Aziz : Tegal,27 Juli 1991 : Pensupan RT 05 RW 01 Tangkah tegal : Futsal

Nama TTL Alamat Hobi

: Andriana J. Lestari : 14 Oktober 1994 : Depok : Tidur & Travelling

Nama : Ani Octaviani TTL : Bekasi, 9 Oktober 1993

Alamat : Jl. P. Buton 8 no 170, Perum Bekasi

Hobi

: Mendengarkan musik, jalan-jalan, nonton

Nama TTL Alamat Hobi

: Nisriina Raudhah Basyariah : Jakarta, 6 Juni 1994 : Jakarta : Membaca, menonton film dan adventure

Nama TTL Alamat Hobi

: Nerissa Arviana : Cirebon, 8 April 1993 : Cirebon : Jalan-jalan, editing foto, berenang, menyanyi

Nama TTL Alamat

: Inna Kurniani : Batang, 16 Juli 1992 : Jl. S. Parman, Gang Melati 2 no.40,

Kasepuhan Batang Hobi : Memasak

Nama TTL Alamat Timur, Depok Hobi

: Florentina Yunita R : Depok,16 Juni 1993 : Perum. Politeknik UI no. 14, Jl. M.I.R Rais,Beji

: Browsing

Nama TTL Alamat Hobi

: Edi Suhendra : Pemalang,3 Maret 1992 : Pemalang : Online-online

B. Foto Proses Produksi dan Hasil Penjualan Bahan pembuatan Darayling

Alat-alat produksi Darayling

Perebusan daging ayam sebagai bahan utama Darayling

Proses pencincangan daging ayam

Bumbu dihaluskan, kemudian ditumis bersama daging ayam yang telah dicincang halus

Persiapan bahan dasar dadar

Pembuatan dadar untuk pembungkus daging ayam yang telah ditumis dengan bumbu

Proses penggulungan daging ayam dengan dadar

Dadar ayam guling yang belum digoreng

Proses penggorengan dadar ayam guling

Dadar ayam guling (Darayling) yang siap untuk dipasarkan

Pada saat penjualan berlangsung

LAPORAN PRAKTIKUM KEWIRAUSAHAAN

oleh : Kelompok 1 Rizqi Al Aziz (A1M010039) Andriana Jumiharti L. (A1M011001) Ani Octaviani (A1M011006) Nisriina Raudhah B. (A1M011011) Nerissa Arviana (A1M011019) Inna Kurniani (A1M011024) Florentina Yunita R. (A1M011029) Edi Suhendra (A1M011078)

KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN UNIVERSITAS JENDERAL SOEDIRMAN FAKULTAS PERTANIAN ILMU DAN TEKNOLOGI PANGAN PURWOKERTO 2012