Anda di halaman 1dari 4

Modul Praktikum Fisika (FI-1911& FI1921)

JEMBATAN WHEATSTONE I. TUJUAN 1. Memahami berlakunya Hukum Ohm dalam rangkaian 2. Memahami prinsip kerja Jembatan Weatstone 3. Menentukan hambatan resistor dengan menggunakan Jembatan Wheatstone 4. Menguji kebenaran rumus hambatan ekivalen hubungan seri dan hubungan paralel. II. ALAT-ALAT 1. 2. 3. 4. 5. 6. Catu daya 0 5 Volt dc Galvanometer Jembatan Wheat stone Bangku resistor dc Tiga resistor x , y da z yang hambatannya belum diketahui Kabel-kabel penghubung

III. DASAR TEORI Hukum Ohm mengatakan bahwa tegangan jepit suatu komponen berbanding lurus dengan arus yang melaluinya. Secara matematis dinyatakan dengan persamaan berikut : V=IR dengan R adalah hambatan atau resistansi komponen. Secara umum untuk mengetahui hambatan suatu komponen kita tidak dapat mengukurnya secara langsung, umumnya dengan cara mengukur secara serentak tegangan jepit dan arus yang melalui komponen. Ada dua macam cara yang biasanya dilakukan, seperti tercantum pada gambar (1) di bawah ini. (1)

v
IA = IR Q R b
IA = IR +Iv

A
C

(a)

Gambar (1)

(b)

Pada kedua gambar di atas, arus atau tegangan jepit yang terukur bukan yang melalui komponen sehingga perlu dilakukan koreksi. Kesulitan terbesar dalam melakukan koreksi adalah hambatan dalam amperemeter dan voltmeter harus diketahui. Salah satu cara untuk mengatasi ketergantungan terhadap hambatan amperemeter dan voltmeter dikenal dengan jembatan Wheatstone, seperti gambar berikut ini.

Departemen Sains STT Telkom

Modul Praktikum Fisika (FI-1911& FI1921)

D I2 A Rb

I2

Rx B I1 R2

E. Sumber tegangan dc; G. Galvanometer yang sensitif; R1,R2 : Resistor yanghambatannya dapat berubah-ubah; Rx : Resistor yang akan ditentukan hambatannya.

G
C

R1

E (2) Gambar

Arus I yang datang di A sebagian melalui R1 dan sebagian lainnya melaui Rb. Jika antara C dan D terdapat beda potensial, galvanometer G akan di lalui arus, dan jarum galvanometer akan menyimpang. Dengan mengubah-ubah hambatan R1 dan R2 (dan juga Rb apabila perlu) , dapat diusahakan agar potensial C dan D menjadi sama. Apabila ini tercapai tidak ada arus yang melalui G dan jarum galvanometer tidak mengalami simpangan, sehingga dikatakan jembatan berada dalam keadaan seimbang . Jika tidak ada arus melalui G, arus yang melalui R1 dan R2 sama, misalnya I1. Karena potensial titik C dan D sama , maka VAC = VAD dan VCB = VDB. Dengan menggunakan hukum ohm dapat diturunkan hubungan : RX =

R2 Rb R1

(2)

Dalam percobaan jembatan Wheatstone, hambatan R1 dan R2 diganti dengan sebuah batang konduktor dengan hambatan jenis ( ) seragam (uniform) batang ini dikenal dengan

hambatan geser. Hambatan konduktor dinyatakan oleh persamaan di bawah ini

R=

L A

(3)

Di mana L adalah panjang konduktor dan A adalah penampang lintang konduktor. Jadi besar hambatan R1 dan R2 sebanding dengan panjangnya, L1 dan L2.
I2 Rb A D I2

G
C I1
L2 = L - L 1

Sebagai sumber tegangan digunakan catu


B

daya 0 5 VDC . Resistor

R1 dan R2

I1
L1

digunakan arus homogen sepanjang L

E
Gambar 3

Pada hambatan geser terdapat kontak geser C yang digunakan untuk mengubah-ubah besar hambatan RAC dan RAB. Dengan menggeser kontak C sepanjang kawat dapat ditentukan kedudukan C di mana jembatan dalam keadaan seimbang . Jika hal ini dicapai dengan AC = L, dan CB = L2 (= L - L1) maka Rx dapat ditulis sebagai :

RX
2

L L1 Rb L1

(4)

Departemen Sains STT Telkom

Modul Praktikum Fisika (FI-1911& FI1921)

Dengan mengukur panjang L1 dan mengetahui L serta Rb, maka Rx dapat dihitung. IV. PROSEDUR PERCOBAAN 1. Susunlah rangkaian seperti tampak pada gambart 4. E A C B

G Rb Gambar 4 Sebagai Rx gunakan resistor yang telah diberi tanda X. Perhatikan : catu daya mula mula masih dalam keadaan off' dan tombol pengatur tegangannya pada posisi nol. Setelah rangkaian yang anda susun telah disetujui asisten hubungkan catu daya kejaringan listrik PLN ON kan catu daya. 2. Untuk mengukur hambatan yang belum diketahui, mulailah selalu dengan posisi kontak geser C di tengah-tengah kawat hambatan. Putar tombol pengatur tegangan catu daya sekitar 1 Volt. Ubah-ubahlah nilai hambatan Rb hingga arus melalui G menjadi nol . Jika dengan cara ini arus belum / hampir menjadi nol , geser-geserkan kontak C hingga akhirnya keadaan ini tercapai. Akan tetapi usahakan agar titik keseimbangan diperoleh dengan C kira-kira di tengah-tengah. Ini menjamin ketidakpastian pada Rx adalah sekecil-kecilnya. 3. Untuk memperbesar ketepatan pengukuran , naikkan tegangan catu daya menjadi 2 3 volt . Jika dengan demikian G menunjukkan masih adanya arus litrik yang melaluinya, ubah-ubah lagi nilai Rb ( dan /atau kontak C ) hinga arus melalui G menjadi nol kembali. 4. 5. 6. 7. 8. Catatlah panjang = AC dan juga nilai hambatan Rb. Ulangilah langkah 2 , 3 dan 4 di atas . Gantilah resistor X dengan yang bertanda Y, dan kemudian lakukan pengukuran seperti pada langkah 2 , 3 dan 4 diatas. Gantilah resistor Y dengan resistor bertanda Z , dan ulangi percobaan Gunakan rangkaian seri resistor X, Y dan Z , ukurlah hambatan ekivalennya dengan cara diatas. Akhirnya ukurlah nilai ekivalen rangkaian paralel hambatan X , Y dan Z 9. Gunakan rangkaian paralel resistor X, Y dan Z , ukurlah hambatan ekivalennya dengan cara diatas RX

Departemen Sains STT Telkom

Modul Praktikum Fisika (FI-1911& FI1921)

V.

PELAPORAN DATA 1) Pengukuran Hambatan X , Y Dan Z Dengan Jembatan Wheatstone. Tulis kembali data hasil Pengamatan nilai hambatan tersebut Berdasarkan persamaan 2 dimana dapatkan nilai

R=

L2 Rb , dengan teori ketidakpastian, L1

R sesuai persamaan Tersebut R

Tentukan nilai ( R R ) untuk masing- masing nilai hambatan yang diukur berdasarkan data dan persamaan yang anda dapatkan.

2) Pengujian nilai hambatan ekivalen seri dan paralel. VI. ANALISIS 1. Analisa Khusus

Tulis kembali data hasil pengamatan nilai hambatan seri dan paralel yang didapatkan Tentukan nilai RS dan RP berdasarkan hasil pengukuran nilai RX , RY dan RZ pada pengolahan data (1) (secara teoritis) Tentukan nilai ( RS RS ) dan ( RP RP ) berdasarkan tabel hasil pengamatan dengan metode Jembatan Wheatstone

Berdasarkan gambar 1 (a) , tentukan nilai R dalam VXZ , IA dan rA Berdasarkan gambar 1 (b) , tentukan nilai R dalam VXY , IA dan rV elaskan mengapa mengukur hambatan dengan jembatan Wheatstone dikatakan lebih baik daripada menggunakan ampermeter dan Voltmeter Jelaskan yang dimaksud dengan titik seimbang pada rangkaian pengamatan anda dan apa artinya Uraikan cara cara yang dapat dilakukan guna mendapatkan titik seimbang Bagaiamana jika Galvanometer yang digunakan pada percobaan diganti dengan alat ukur yang lain seperti ampermeter, voltmeter dan basicmeter ? jelaskan jawaban anda

Berdasarkan hasil pengujian nilai ekivalensi seri dan paralel, apakah teruji atau tidak ? jelaskan jawaban anda. Pertanyaan Tambahan Dari Assisten (2 4 Soal)

2. Analisa Umum Sebutkan 3 kelemahan kurangan Jembatan Wheatstone! Sebutkan 3 cara lainnya untuk melakukan pengukuran tahanan selain menggunakan Jembatan Wheatsote! Jelaskan aplikasi Jembatan Wheatstone dalam kehidupan sehari-hari atau dunia pertelekomunikasian!

Departemen Sains STT Telkom