Anda di halaman 1dari 25

March 14

SPTPI-Serologi-FK-UII

Kasus

Rohmad (19 th), mahasiswa semester 3 Fakultas Kedokteran UII. Dia merasa bingung ketika diminta menjelaskan hasil laboratorium pemeriksaan Widal saudaranya.

March 14

SPTPI-Serologi-FK-UII

Interaksi Antigen Antibodi

Antibodi: komponen imunitas spesifik yang dapat melindungi tubuh terhadap infeksi mikroorganisme dan produknya yang bersifat toksik. Sistem imun dapat membentuk antibodi spesifik terhadap antigen tertentu, maka pengukuran antibodi (terhadap bakteri, virus, jamur atau parasit) dalam serum atau cairan tubuh lain dapat digunakan untuk menunjang diagnosis infeksi Antiserum spesifik terhadap berbagai jenis protein, peptida atau antigen dapat digunakan untuk mengukur berbagai fraksi protein plasma, hormon dan protein spesifik lain.
March 14 SPTPI-Serologi-FK-UII

lanjutan

Contoh protein spesifik : antigen mikroba, protein fase akut, antigen tumor dll. Interaksi antigen dan antibodi banyak digunakan untuk tujuan diagnostik secara in vitro. Reaksi ini sering disebut serologi. Serologi adalah ilmu yang mempelajari prosedur-prosedur diagnostik dan eksperimental yang berhubungan dengan imunologi dan menyangkut reaksi-reaksi serum (antigen-antibodi).

March 14

SPTPI-Serologi-FK-UII

lanjutan

Interaksi antigen antibodi dapat berupa : aglutinasi, presipitasi dan neutralisasi Aglutinasi : antigen merupakan bahan tidak larut/partikel-partikel kecil. Umumnya aglutinasi tidak terjadi jika kadar antigen dan antibodi sangat tinggi. Presipitasi : antigen merupakan bahan larut dalam cairan garam fisiologik. Presipitasi terjadi bila dalam perbandingan yang seimbang.

March 14

SPTPI-Serologi-FK-UII

Lanjutan

Neutralisasi : neutralisasi toksin dan aktivasi komplemen. Kebanyakan disebabkan oleh interaksi antigen multivalen dan antibodi yang sedikitnya memiliki 2 tempat ikatan bermolekul.
Pemeriksaan serologi terhadap IgG dan IgM spesifik merupakan yang paling mudah dilakukan
March 14 SPTPI-Serologi-FK-UII

March 14

SPTPI-Serologi-FK-UII

Tes serologi

Tes-tes serologi digunakan untuk: 1. Identifikasi mikroorganisme-mikroorganisme 2. Menunjukan antibodi di dalam serum hospes.
Pada penyakit-penyakit tertentu di mana penyebab penyakit tidak dapat diisolasi, penemuan spesifik antibodi adalah penting untuk membantu diagnosis

March 14

SPTPI-Serologi-FK-UII

Contoh pemeriksaan serologi

Widal (typhoid fever : antibodi spesifik terhadap Salmonella typhi atau paratyphi) Uji hambatan Hemaglutinasi (rubella) Golongan darah A, B, 0 (non infeksi) Imunopresipitasi media cair Imunopresipitasi mediasemisolid (gel)

March 14

SPTPI-Serologi-FK-UII

March 14

SPTPI-Serologi-FK-UII

10

Imunoaglutinasi
Ikatan antigen yang melekat pada permukaan sel atau partikel yang tidak larut dengan antibodi spesifik yang dapat dilihat sebagai gumpalan. - Direct agglutination test - Indirect agglutination test

March 14

SPTPI-Serologi-FK-UII

11

Aglutinasi

March 14

SPTPI-Serologi-FK-UII

12

Aglutinasi

March 14

SPTPI-Serologi-FK-UII

13

March 14

SPTPI-Serologi-FK-UII

14

Uji serologi

March 14

SPTPI-Serologi-FK-UII

15

Imunopresipitasi
Antibodi direaksikan dengan antigen spesifik membentuk kompleks yang tidak larut (presipitat). Reaksi presipitasi dapat dilangsungkan pada media cair atau semisolid. Aviditas antibodi menentukan derajat stabilitas kompleks antigenantibodi pada tempat pengikatan. Makin tinggi aviditas antibodi, makin stabil kompleks yang terbentuk. Perbandingan antigen-antibodi merupakan faktor yang penting : tercapai keseimbangan. Jika antigen berlebih akan melarutkan kembali kompleks yang terbentu.
March 14 SPTPI-Serologi-FK-UII

16

Reaksi antigen antibodi lain (dengan modifikasi)

Radioimmunoassay (RIA) Enzym Linked Immunosorbent Assay (ELISA) Immunoblotting Immunohistochemistry (Imunohistokimia) Fluorescence Activated Cell Sorter (FACS)

March 14

SPTPI-Serologi-FK-UII

17

Radioimmunoassay (RIA)

Satu metode deteksi yang paling sensitif yang didasarkan pada interaksi antigenantibodi. Antigen berlabel radioaktif dapat digunakan untuk mendeteksi adanya antigen bakteri atau virus dalam darah penderita. Isotop yang paling umum digunakan I-125. Antigen yang tidak dilabel (dalam spesimen) berkompetisi dengan antigen yang dilabel untuk mengikat antibodi membentuk kompleks
March 14 SPTPI-Serologi-FK-UII

18

Enzym Linked Immunosorbent Assay (ELISA

Prinsip Elisa sama dengan teknik RIA hanya saja indikator yang digunakan enzim/subtrat bukan radioisotop sehingga lebih aman (tidak berbahaya). Pada teknik ini harus ada antibodi atau antigen yang dikonjugasi dengan enzim dan substrat yang sesuai. Intensitas warna diukur dengan spektrofotometer/ELISA reader

March 14

SPTPI-Serologi-FK-UII

19

ELISA

March 14

SPTPI-Serologi-FK-UII

20

Microreader (ELISA)

March 14

SPTPI-Serologi-FK-UII

21

Immunoblotting

Modifikasi dari prinsip elektroforesis. Western blotting : menentukan kadar relatif suatu protein. Menggabungkan selektivitas elektroforesis gel dengan spesifisitas immunoassay, sehingga setiap jenis protein dapat dideteksi dan dianalisis dengan menggunakan probe antibodi yang sesuai. Shoutern blott Northern blott
SPTPI-Serologi-FK-UII

March 14

22

Immunohistokimia
Imunohistokimia : suatu teknik penentuan keberadaan (lokasi) antigen (protein target) dalam jaringan atau sel menggunakan reaksi antigen-antibodi. Teknik ini diawali dengan prosedur histoteknik. Irisan jaringan yang didapat kemudian memasuki prosedur imunohistokimia. Visualisasi adanya ikatan antigen-antibodi dengan melabel antibodi yang digunakan dengan enzim atau fluorokrom. Dapat diamati dengan mikroskop bright field (mikroskop bidang terang). Imunohistokimia yang menggunakan fluorokrom untuk melabel antibodi, dapat langsung diamati (tanpa direaksikan lagi dengan kemikalia yang menghasilkan warna) di bawah mikroskop fluorescence.

March 14

SPTPI-Serologi-FK-UII

23

Fluorescence Activated Cell Sorter (FACS)

Prinsip menggabungkan kemampuan alat untuk mengidentifikasi karakteristik permukaan setiap sel dengan kemampuan memisahkan sel-sel yang berada dalam suatu suspensi melalui suatu celah. Alat yang digunakan Flowcytometry. Dapat digunakan antibodi monoklonal terhadap antigen permukaan yang dilabel.

March 14

SPTPI-Serologi-FK-UII

24

Teknik Imunologi Digunakan :

Sensitif
Spesifik

Cepat

March 14

SPTPI-Serologi-FK-UII

25