Anda di halaman 1dari 22

ANAMNESIS Dari anamnesis didapatkan biodata dan keluhan yang dirasakan penderita 1.

Biodata, meliputi :

1. 2. 3. 4. 5. 6.

Nama Usia Jenis kelamin Alamat Pendidikan Agama

1. Anamnesis 1. Keluhan utama keluhan yang dirasakan penderita yang menyebabkan penderita datang berobat 1. Riwayat penyakit sekarang pengumpulan data / penjabaran keluhan utama, meliputi :

Lokasi Kualitas

bagaimana jenis keluhan (terus-menerus/fluktuasi)

Kuantitas

seberapa sering keluhan terjadi

Kronologis

perjalanan penyakit/perkembangan penyakit sejak awal mulai timbul keluhan

Onset

kapan keluhan mulai timbul

Faktor yang memperingan dan memperberat

Keluhan lain

1. Riwayat Penyakit Dahulu penyakit yang pernah diderita sebelumnya perlu diketahui, karena mungkin ada hubungannya dengan penyakit sekarang atau setidaknya memberikan informasi untuk menentukan diagnosis dan terapi penyakit sekarang. 1. Riwayat Penyakit Keluarga untuk membantu menentukan diagnosis penyakit sekarang apakah berhubungan dengan penyakit keluarganya (herediter atau familial) 1. Riwayat social-ekonomi beberapa penyakit ada yang berlatar belakang pada keadaan social-ekonomi keluarga, misal: malnutrisi. Selain itu juga untuk menentukan jenis terapi yang sesuai dengan kondisi ekonomi pasien, misal: obat generik

PEMERIKSAAN TEKANAN DARAH 1. Siapkan tensimeter dan stetoskop 2. Siapkan pasien (Jika telah melakukan aktivitas istirahatkan dulu sampai tenang, karena akan berpengaruh terhadap hasil pengukuran tekanan darah). 3. Lengan pasien dalam keadaan bebas dan relaks 4. Pasang manset melingkari lengan atas kanan secara rapi dan tidak terlalu ketat, kira-kira 2,5-5 cm diatas siku (sekitar 3 jari diatas siku) 5. Tempatkan lengan pasien dalam posisi sedikit fleksi (Atur posisi tangan minimal sejajar dengan letak jantung dan tidak terlalu rendah). 6. Cari denyut nadi pada arteri brachialis (pada lipatan siku sebelah medial tendo biceps) 7. Dengan 1 jari meraba a. brachialais, pompa manset dengan cepat kira-kira 30mmHg di atas tekanan ketika pulsasi a. Brachialis menghilang 8. Turunkan tekanan manset perlahan-perlahan sampai denyutan a. Brachialis teraba kembali. Inilah tekanan sistolik palpatoir. Sistolik palpatoir juga dapat dicari melalui a. radialis :

Cari denyut nadi pada arteri radialis (pada daerah pergelangan tangan). Mulai melakukan pemompaan sampai dirasakan denyutan nadi pada pergelangan tangan menghilang, lalu tambahkan 1 2 pompaan. Turunkan tekanan manset sampai denyutan a. radialis teraba kembali.

1. Ambil stetoskop, pasang membrane stetoskop pada a. Brachialis

10. Pompa manset kembali sampai kurang lebih 30mmHg diatas tekanan sistolik palpatoir. 11. Lalu turunkan tekanaan pada manset secara perlahan lahan.

12. Dengarkan adanya suara dug dug dug : Bunyi pertama kali terdengar menunjukan tekanan sistolik. Lanjutkan penurunan tekanan sampai suara denyut menghilang. Bunyi yang terakhir terdengar menunjukan tekanan diastolik. Contoh : Jika bunyi jarum manometer menunjukan 120 dan bunyi terakhir menghilang jarum manometer menunjukan angka 80 berarti tekanan darah orang tersebut adalah 120/80 mmHg. 13. Pengulangan pengukuran setelah menunggu beberapa menit setelah pengukuran yang pertama.

HIPERTENSI Hipertensi atau tekanan darah tinggi adalah penyakit yang terjadi akibat peningkatan tekanan darah. Yang dapat diklasifikasikan menjadi 2 jenis yaitu hipertensi primer atau esensial yang penyebabnya tidak diketahui dan hipertensi sekunder yang dapat disebabkan oleh penyakit ginjal, penyakit endokrin, penyakit jantung, gangguan anak ginjal, dll. Kriteria Diagnosis:

Sakit kepala bagian belakang/tengkuk terutama pada pagi hari Sukar tidur, nyeri tengkuk, mata berkunang-kunang, mudah marah, ekstremitas kesemutan.

Kriteria Hipertensi JNC VII 2003

Kategori Tekanan darah sistolik Tekanan darah diastolik Normal

< 120 mmhg < 80 mmhg Prehipertensi 120-139 mmhg 80-89 mmhg Hipertensi stage 1 140-159 mmhg 90-99 mmhg Hipertensi stage 2 160 mmhg 100 mmhg

Edukasi pasien: mengikuti gaya hidup sehat seperti aktif berolahraga, mengatur diet atau pola makan seperti rendah garam, rendah kolesterol dan lemak jenuh, meningkatkan konsumsi buah dan sayuran, tidak mengkonsumsi alkohol dan rokok. dan mengkonsumsi obat sesuai dengan petunjuk dokter. Contoh obat-obatan yang dapat diberikan adalah.

Diuretik. Penghambat reseptor b Penghambat ACE I Penghabat kalsium Antagonis aldosteron

RESEP OBAT Singkatan dalam resep: a.c. (ante coenam) p.c. (post coenam) : sebelum makan : setelah makan

a.j. (ante jentaculum) : sebelum makan pagi p.r.n. (pro renafera) ad libit (ad libitum) pulv (pulveratus) im iv ue (usus externus) ui (usus internus) sc : jika perlu : sesuka hati : diserbukkan : intra muskular : intra vena : pemakaian luar : pemakaian dalam : sub cutan

col. Or (colutio oris) : kumur-kumur sup. : supositoria

CONTOH CARA PENULISAN DAN BACA RESEP KASUS : pasien dengan keluhan panas, batuk berdahak, pilek, sudah 3 hari. Dx/Diagnosis : commond cold R/ Amoxicillin tab No X 3 dd tab I R/ GG tab No X 3 dd tab I R/ CTM tab No X 3 dd tab I R/ Vit. C tab No X

3 dd tab I

CARA BACA: Ambil Amoxicillin, GG, CTM, vit.C sebanyak 10 tablet, diberikan 3x1/hari.

Ket :

R/ Tab dd

= recipe (ambillah) = tablet = de die (sehari)

catatan : setiap menulis resep obat digarisbawahi dan diberi paraf.

Cara baca resep yang lain: R/ allopurinol tab mg 100 No IX 1-1-1

Artinya: Allopurinol bentuk: tablet, dosis: 100 mg, jumlah: 9 tablet, diminum 3x sehari masing-masing 1 tablet. Hct mg 25 tab No X 1-0-0

R/

Artinya: Hidrocloritiazid dosis: 25 mg, jumlah: 10 tablet, diminum 1x pada pagi hari.

OBAT SIRUP R/ Paracetamol syrup 60 ml flac No I 3 dd Cth I


Kalau kodenya C : Cochlear (Cobarium) = sendok makan Ket : Cth : Cochlear thease = sendok teh

Flac : flacon

OBAT TETES R/ erlamycetin ED flac No I

3 dd gtt 1-2 ODS R/ erlamycetin ED flac No I 3 dd gtt 1-2 ADS Cara baca : 1 flacon erlamycetin 1-2 tetes, 3x sehari pada mata/telinga kanan kiri tergantung bagian mana sakit.

OBAT LUAR R/ 2-4 zalf tube I Uc R/ Hidrocorticon 1% cream tube I Ue Ket : Ue = usus externus

OBAT DIARE R/ medocair / Diatab tab No X 2-1-1 Catatan: untuk obat diare 2-1-1 bukan dibaca pagi 2, siang dan malam 1. Maksud dari resep ini adalah setelah pasien menerima obat, diare setelah itu diberi minumobat sebanyak 2 tablet. Kemudian untuk diare berikutnya cukup 1 tablet dan kalau diare sudah berhenti dihentikan penggunaannya untuk menghindari sembelit.

RESEP INJEKSI R/ etacobalamin inj 1 cc Imm Ket: Imm : in monum medici = berikan ke tangan dokter

Inj R/

: injection = suntikan

Xylo : della 1 : 1 Imm

Ket : kita ambil 2 obat tersebut masing-masing 1 cc

VARIASI PENULISAN RESEP R/ Amox Pct GG Vit. C 1/3 1/3 1/3 1/3

Saccarom lastic QS Ket: kita buat puyernya masing-masing sejumlah 1/3 x 9 = 3 tablet Saccarom lastic adalah suatu pemanis, dalam baksosnya tidak digunakan.

Mfla pulv dtd No IX 3 dd pulv I Ket : mfla dtd : misce fag lege artis : campur dan buat menurut cara semestinya. : de tales doses : berikan sebanyak dosis tersebut.

R/

Amoxicillin GG Pct Ctm

4 4 4 4

Saccarom lastic QS Mfl pulv dtd No X 3 dd pulv I Artinya : ambillah amoxicillin, GG, Pct, Ctm masing-masing 4 tablet, kita gerus menjadi puyer, kemudian dibagi dalam 10 bungkus, diminum 3x1 bungkus sehari.

DAFTAR OBAT No Nama Obat Indikasi Dosis Kontraindikasi Efek Samping 1 AINS

Piroksikam Penyakit inflamasi sendi: osteoarthritis, rheumatoid spondilitis, gangguan otot skelet, gout akut 10 20 mg/hr Hipersensitivitas, tukak lambung, hamil, minum antikoagulan Gangguan saluran cerna, pusing, tinnitus, nyeri kepala, eritem kulit

Alpara

Meringankan influenza yang disertai gejala demam, pilek, bersin, sakit kepala, dan batuk Sirop :anak (6-12 th) 3 x 1 : kaplet Dewasa : 1-2 kaplet

Voltadex Menghilangkan rasa sakit, inflamasi rheumatoid arthritis, reumatik lain 100-150 mg/ 3 x pemberian

Antalgin

3 x 500 mg Tukak lambung

Asam mefenamat Alagesik 250-500 mg / 2-3x pemberian / hr Hamil, anak < 14 th, pemberian tidak > 14 hr Dyspepsia, iritasi mukosa lambung, hipersensitivitas eritem, bronkokonstriksi

Alopurinol Piral kronik 200-400 mg/hr

Reaksi kulit, alergi, gangguan saluran cerna

Paracetamol Antipiretik Bayi < 1 th : 60 mg/ max 6 pemberian / hr Anak 1-6 th: 6-12th : 150-300 mg.kali, max 1,2 g/hr Dewasa : 300 mg 1 g/kali, max 4 g/hr Penderita kerusakan hati Alergi, nekrosis hati

ANTIHIPERTENSI

Captopril Penghambat ACE efektif untuk hipertensi ringan, sedang, berat, hipertensi, gagal jantung kongestif 25-100 mg/2x pemberian/hr Tablet 12,5 : 25:50 mg Hamil trimester 2 dan 3

Batuk kering, rash, disgeusa

Hct Hipertensi dengan fungsi gnjal normal 12,5 25 mg/1x pemberian/hr Tablet 25:50 mg

Hipokalemi meningkatkan efek toksin, obat digitalis, hiper Ca, hiperglikemia, urisemia, hiperkolesterolemia, hipertrigliseridemia

Nifedipin

15-30 mg/3x pemberian/hr Tablet 5:10 mg

Hipertensi, reflek simpatis kuat, ex. Takikardia, palpitasi

Furosemid Lebih efektif > tiazid (Hct) untuk hipertensi dengan gangguan fungsi ginjal atau gagal jantung 20 (1x) 80 mg/2x pemberian/hr

Hipokalemi meningkatkan efek toksin, obat digitalis, hiper Ca, hiperglikemia, urisemia, hiperkolesterolemia, hipergliseridemia

ANTIBIOTIK

Amoxicillin Infeksi saluran nafas, saluran kemih dan kelamin, infeksi antara lain : Salmonella, Shigella, kulit, luka sellulitis, furunkulosis Dewasa dan anak BB > 20 kg : 250-500 mg/3x pemberian/hr Bayi dan anak < 20 kg : 25-75 mg/kgBB/hr 3x pemberian

VITAMIN

Vit C

Vit B1

Vit B6

Vit B12

Vit B Complex

Mecobion Pengobatan defisiensi Vit B1, B6, B12, dan E 1x1

OBAT SALURAN NAFAS

GG Ekspektoran Sirup : 100 mg/5ml Dewasa : 2-4 x 100-400 mg/hr

Dosis besar : kantuk, mual, muntah

Dextral Ekspektoran 3x1 Anak 6-12 : kaplet atau sdt sirup Dewasa : 1 kaplet atau 1 sdt sirup

DMP Antitusif Dewasa : 10 30 mg/ 3-4 x/hr

Bronkis Batuk influenza, batuk karena radang saluran nafas Anak 2-5 th : 2 x 1 tablet Anak 5-10 th : 3x2 tablet Tukak lambung Mual, muntah, diare, gangguan pencernaan

Salbutamol Asma bronchial, bronchitis, emfisema

Teosal Bronkodilatator pada asma bronchial, bronchitis akut atau kronis

Bromheksin Mukolitik pada bronchitis 4-8mg/3x 1hr

Tukak lambung Mual, peninggian transaminase serum

INJEKSI Neuroboram Neuromialgium Tiap ml injeksi : Vit. B1 100 mg Vit. B12 200 mg

Adrenalin Syok anafilaktik 0,33 cc

Xylo

Della

ANTI INFEKTUM, KOMBINASI Primadex Forte Gastroenteritis, disentri, typoid, kolera, sistitis, uretritis, otitis media, sinusitis, meningitis, osteomielitis Dewasa : 2x sehari 2 tablet (interval 12 jam) atau 2 tablet forte Anak 1-5 thn : 2x sehari

OBAT SALURAN CERNA Vosea Gastroparesis akut dan kambuh, menghilangkan rasa panas refluks esofagitis, mual, muntah metabolik o.k. obat, radiasi, sesudah operasi Dewasa :

3x sehari - 1 tablet atau 1 2 sdt sirup Anak : Maks 0,5 mg /kgBB sehari dibagi 3 dosis Anak < 6 thn : Maks 0,1 mg /kgBB dosis tunggal

OBAT ANTI DIABET Glibenclamid DM Tipe 2 5 - 20 mg /1 2x sehari

DIURETIK OSMOTIK Isosorbit Glaukoma 1 3 g/kgBB, 2 4x sehari

OBAT LUAR Bedak Salycyl

Hidrocortison zalf

Tetes mata Erlamycetin

Tetes telinga Erlamycetin

ANTI JAMUR Griseofulvin Infeksi jamur di kulit, rambut, kuku Anak : 10/mg/kgBB/hari Dewasa :

500 1000 mg/hari dosis tunggal

Jarang, sakit kepala, antralgia, neuritis perifer, demam, mual HIPNOTIK SEDATIF Diazepam

INJEKSI 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. Persiapan peralatan dan obat sebelum pasien masuk Persilahkan pasien menempati tempat tidur yang sudah disediakan Minta dengan sopan pasien membuka gluteusnya Bayangkan sebuah garis khayal yang ditarik dari SIAS (Spina Illiaca Anterior Superior) ke Os. Coccygeus. Sepertiga lateral dari situ adalah tempat melakukan injeksi Usapkan kapas alcohol Fiksasi bagian yang akan diinjeksi dengan tujuan mengurangi sakit Masukkan spuit dengan posisi tegak lurus Aspirasi untuk mengetahui sasaran yang tepat. Caranya : tarik sedikit spuit, amati apakah ada darah pada bagian tabung dekat pangkal jarum, kalau ada berarti masuknya spuit ke pembuluh darah bukan ke musculus. Kalau sasaran kita musculus, cukup geser sedikit spuit ke posisi lain (gak perlu sampai diangkat). Setelah posisi tepat, lakukan injeksi

9.

10. Tarik spuit keluar, usapkan kembali kapas alcohol

SYOK ANAFILAKTIK

Tanda tanda :

1. 2. 3. 4.

Pasien mengeluh sesak Pandangan gelap Mual dan muntah Kesadaran menurun Penanganan :

1. Periksa tensi, bila drop 2. Cepat beri : Adrenalin 0,3 cc atau Dexa 5-10 mg (1 ampul = 10 mg) atau Hidrocortison 100 mg 1. Evaluasi tekanan darah per 5 menit, jika tensi normal hentikan injeksi (selesai). Jika masih drop beri salah satu obat tersebut per 5 menit. Posisikan kepala sejajar badan dan kaki lebih tinggi.