Anda di halaman 1dari 26

Terjadi karena adanya perbedaan antara lingkungan pembentukan mineral primer dengan keadaan lingkungan yang baru Alterasi

hidrotermal terjadi sebagai akibat adanya interaksi batuan dengan fluida hidrotermal (water-rock interaction) Selain perubahan mineralogi penyusun batuan, alterasi hidrotermal juga akan merubah sifat kimia dan fisika batuan (densitas, sifat magnetik dan resistivitas batuan)

Fluida panas (500 5000 C ) Berbentuk larutan yang mengandung Na, K, Ca, Cl sebagai komponen utama, serta unsur lainnya (misalnya Mg, B, S, Sr, CO2, H2S, NH4, Cu, Pb, Zn, Sn, Mo, Ag, Au dll) sebagai komponen minor Airnya mengandung garam-garam, sodium khlorida, potassium khlorida, kalsium sulfat, dan kalsium khlorida Kadar garam yang terlarut sangat bervariasi

Source

Fluida Magmatik Reaksi dehidrasi selama proses metamorfisme Airtanah ( air meteorik )

Lingkungan baru Terjadi perubahan ( Browne, 1978 )


Temperatur Tekanan Tipe Batuan Asal Permeabilitas Komposisi Fluida Waktu Aktivitas

Proses Pembentukan : 1. Pengendapan langsung dari fluida panas pada pori / rekahan batuan
2.
3.

Replacement

Pelarutan mineral primer

pH rendah Kelompok silika dan alunit Kelompok kaolin Si4Al4O10 ( OH )8

pH rendah Temperatur rendah Kelompok kaolin

pH rendah Temperatur lebih tinggi dari argilik Mineral serisit / muskovit Kelompok kaolin temperatur tinggi

pH netral Temperatur tinggi Mineral epidot , klorit

pH netral Temperatur tinggi Mineral biotit, k-feldspar, magnetit, aktinolit

Sinter Silika Sinter Karbonat ( travertine ) Residu Silika

Sinter Silika

Sinter Karbonat ( travertin )

Residu Silika

Hidrasi mineral alumino-silicate strukturnya relatif berubah karena suhu dan lingkungan kimia. Contoh dari mineral alumino-silicate antara lain feldspar, mika, ferromagnesian minerals. Digunakan sebagai indikator tipe dan temperatur fluida.

Muncul pada lingkungan geothermal ( vulkanik aktif) Pengaruh dari kondensasi uap sistem panasbumi Berasosiasi dengan alunite Stabil pada lingkungan asam dengan temperatur di bawah 120o C

Kaolinite Halloysite

120 C

Dickite

250

Pyrophyllite

Disebut juga Monmorilonite / Bentonite. Bentonite digunakan sebagai drilling mud Terbentuk pada temperatur tinggi dengan pH netral

Hadir pada lingkungan geotermal Zona alterasi prophylitic Kaya Fe dan Mg Variasi warna hijau dalam mikroskop polarisasi.

Smectite
200o C

Smectite-Chlorite Interlayer
270o C

Chlorite

Petrografi X-Ray Diffractometer Differential Thermal Analysis Infra-red Spectometry Scanning Electron Microscope Fluid Inclusion Geothermotetry Electron Microscope X-Ray Fluoroscence