Anda di halaman 1dari 2

So Where Is Everybody?

Oleh : Smoosh TIF4C

Mau tidak mau, suka ataupun tidak, manusia, jika diibaratkan sebagai pidato seorang presiden, telah layak mendapat tatapan kagum dan standing ovation atas prestasinya sebagai spesies yang mengembangkan teknologi secara luar biasa pesat. Yap, manusia telah menjadi unsur terpenting dan paling berpengaruh pada kehidupan di ibu bumi ini. Entah itu pengaruh positif atau pengaruh negatif. Manusia, jika dituliskan dalam bahasa yang lugas, telah menjadi mahluk paling spesial dalam sejarah kehidupan di bumi. Dalam rentang waktu yang (jika dibandingkan dengan umur semesta) singkat manusia berhasil membangun peradaban yang sangat amat eksis! Dan tak hanya di bumi, manusia telah menyibak batas tabu langit sebagai tempat tinggal para dewa, manusia mulai menunjukkan eksistensinya di 'tanah lain'; manusia telah menapakkan kaki di bulan (yang masih mendebat ini, mending ga usah kesini luh ), telah menjijakkan kaki di Mars, telah mengirimkan mesin pengintai di tanah venus yang membakar, dan telah mengirimkan bermacam satelit satelit pengintai yang bertugas mengamati benda benda kosmos lainnya. Manusia telah eksis! Minimal di skala tata surya (kurang sedikit ). Lalu, atas eksistensi manusia ini, kita kembali ke pertanyaan seorang enrico Fermi; ilmuwan yang telah menanyakan hal ini puluhan dekade lalu. "So where is everybody?" Jika manusia, 'hanya' dalam 5 juta tahun sejak eksistensi awalnya saja telah mampu dan sanggup 'menguasai' tata surya. Bayangkan apa yang dapat dicapai koloni lain? Jika manusia mampu menapaki bulan kita. Apa koloni lain tidak mampu untuk melakukan hal yang sama pada 'bulan' mereka? Bumi ini tidak muda, ya, tapi juga tidak cukup tua untuk dikatakan sebagai satu satunya yang 'cukup umur' untuk mengembangkan peradaban yang maju. Bumi ini spesial? Ya, lo boleh bilang begitu, tapi maaf, tidak cukup spesial untuk dikatakan sebagai satu satunya benda kosmos yang mampu menopang kehidupan. Alam semesta ini begitu luas dan begitu tua (jika diskalakan ke kalender, alam semesta lahir di januari, maka bimasakti lahir di februari, dan bumi lahir di agustus). Jika bumi ini (yang lahir di agustus) mampu 'mampu' memproduksi manusia. Maka seharusnya ada banyak 'bumi lain' yang terlahir di februari atau bahkan lahir di juli yang mampu 'memproduksi' manusia lain. Jika manusia mampu mencapai tata surya dalam waktu 5 juta tahun sejak pertama kali eksis. Maka manusia lain tentu juga bisa mencapai tata surya mereka dalam waktu yang ga jauh beda selisihnya. Dan jika bumi kita, yang 'baru' lahir di bulan agustus lalu (asumsikan sekarang adalah desember 31 11:59:01 pm- ) maka seharusnya ada banyak bumi lain yang lebih dulu memproduksi manusia lain.

Dan jika manusia lain ini lebih dulu eksis bahkan dari bumi ini sendiri, mengapa mereka belum/tidak mampu menunjukkan eksistensinya di depan kita?

Dalam konteks, eksis = eksis di hadapan kita Perlu dipertanyakan : Mengapa mereka tidak eksis? Where is everybody? Lebih jauh lagi : - Apa kita sendirian? - Jika kita ga sendirian, kenapa mereka ga eksis? ......... - Apa mereka ga cukup cerdas untuk eksis? ......... - Apa mereka cerdas tapi ga punya keinginan untuk eksis? ......... - Apa mereka cerdas dan punya keinginan namun tidak sempat untuk eksis? (misal : keburu punah) ......... - Apa mereka cerdas, punya keinginan, dan sempat untuk eksis, namun ga mau menunjukkan kepada kita bahwa mereka eksis?

*****