Anda di halaman 1dari 33

Sebuah analisis SWOT mengidentifikasi, Kekuatan, Kelemahan, Peluang dan Ancaman.

Credit: wellphoto | Shutterstock Quote Pengertian SWOT menurut Wikipedia Analisis SWOT adalah metode perencanaan strategis yang digunakan untuk mengevaluasi kekuatan (strengths), kelemahan (weaknesses), peluang (opportunities), dan ancaman (threats) dalam suatu proyek atau suatu spekulasi bisnis. Keempat faktor itulah yang membentuk akronim SWOT (strengths, weaknesses, opportunities, dan threats). Proses ini melibatkan penentuan tujuan yang spesifik dari spekulasi bisnis atau proyek dan mengidentifikasi faktor internal dan eksternal yang mendukung dan yang tidak dalam mencapai tujuan tersebut. Analisis SWOT dapat diterapkan dengan cara menganalisis dan memilah berbagai hal yang mempengaruhi keempat faktornya. kemudian menerapkannya dalam gambar matrik SWOT, dimana aplikasinya adalah bagaimana kekuatan (strengths) mampu mengambil keuntungan (advantage) dari peluang (opportunities) yang ada, bagaimana cara mengatasi kelemahan (weaknesses) yang mencegah keuntungan (advantage) dari peluang (opportunities)yang ada, selanjutnya

bagaimana kekuatan (strengths) mampu menghadapi ancaman (threats) yang ada, dan terakhir adalah bagaimana cara mengatasi kelemahan (weaknesses) yang mampu membuat ancaman (threats) menjadi nyata atau menciptakan sebuah ancaman baru. Teknik ini dibuat oleh Albert Humphrey, yang memimpin proyek riset pada Universitas Stanford pada dasawarsa 1960-an dan 1970-an dengan menggunakan data dari perusahaanperusahaan Fortune 500. Sebuah analisis SWOT umumnya digunakan dalam pemasaran dan bisnis sebagai metode unyuk mengidentifikasi oposisi (perlawanan) untuk usaha dan strategi baru. SWOT adalah singkatan dari Strengths (kekuatan), Weaknesses (kelemahan), Opportunities (peluang) dan Threats (ancaman).. Dengan menerapkan SWOT memungkinkan para profesional untuk mengidentifikasi semua elemen positif dan negatif yang dapat mempengaruhi setiap kegiatan yang baru diusulkan. "Analisis ini menimbulkan kesadaran bisnis dan merupakan landasan dari setiap rencana strategis untuk sukses," kata Bonnie Taylor, wakil presiden pemasaran strategis di CCS Innovations. Adalah tidak mungkin untuk secara akurat memetakan masa depan bisnis tanpa terlebih dahulu mengevaluasi dari semua sudut yang mencakup pandangan lengkap dari semua sumber daya internal dan eksternal serta ancaman yang ada. SWOT bisa menjawab ini dalam empat langkah untuk memandang kedepan dan bahkan pengusaha pemula bisa memahami dan menerapkannya dengan mudah. Niki Pfieffer, pendiri Niki Pfieffer Desain mencatat bahwa banyak pemilik usaha kecil tidak tahu bagaimana cara yang benar untuk menggunakan analisis SWOT untuk memandu bisnis mereka. "Ini adalah tentnag memanfaatkan kekuatan anda, sumber dan kemitraan dimana anda lemah kemudian berfokus pada peluang dan menyadari ancaman," kata Niki Pfieffer... Tujuan dari analisis SWOT Dengan analisis SWOT memungkinkan perusahaan untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi baik positif maupun negatif dari dalam dan dari luar perusahaan atau organisasi. Selain bisa diterapkan dalam bisnis atau organisasi, analisis SWOT bisa juga mampu diterapkan di berbagai bidang seperti kesehatan masyarakat, pembangunan, dan pendidikan dengan menggunakan prinsip-prinsip dalam SWOT. Peran kunci dari SWOT adalah untuk membantu mengembangkan kesadaran penuh dari semua faktor yang dapat mempengaruhi perencanaan strategis dan pengambilan keputusan, tujuan yang dapat diterapkan pada hampir semua aspek industri. SWOT dimaksudkan terutama untuk bertindak sebagai teknik penilaian meskipun ada catatan panjang keberhasilan di antara banyak bisnis membuat metode lain dalam menajemen proyek. "Sebuah analisis SWOT berfungsi sebagai dashboard pada produk atau jasa dan jika dilakukan dengan benar, maka dapat membantu anda untuk menavigasi dan menerapkan strategi yang tepat untuk bisnis anda terlepas dari ukuran perusahaan atau sektor," kata Vipe Desai, pendiri dan CEO HDX Hidrasi Mix. "Kami terus meninjau setiap tahun untuk

tetap diperbarui karena ada pergeseran konstan dalam tren di pasaran. Ini adalah cara yang tajam dan sederhana untuk berkomunikasi pada aspek yang paling penting dari merek kami," tambahnya. Kapan menggunakan SWOT? SWOT digunakan selama tahap usulan perencanaan strategis, ini bertindak sebagai prekursor (cikal bakal) untuk setiap jenis tindakan dari perusahaan sehingga sangat sesuai untuk digunakan pada saat-saat berikut ; Menggali / mengeksplorasi jalan untuk inisiatif baru Pengambilan keputusan tentang strategi eksekusi untuk sebuah kebijakan baru Mengidentifikasi area yang memungkinkan untuk dilakukan perubahan dalam program Perbaikan / menyempurnakan dan mengarahkan upaya dalam pertengahan rencana

Analisis SWOT adalah sebuah alat yang sangat baik dalam mengorganisir informasi dan menyajikan solusi, mengidentifikasi hambatan dan menekankan pada peluang. "Melakukan analisis SWOT adalah cara yang baik untuk meningkatkan operasi bisnis dan pengambilan keputusan," kata Andrew Schrage, pendiri dan CEO Money Crashers. "Itu memungkinkan saya untuk mengidentifikasi bidang utama di mana organisasi saya supaya tampil di level yang lebih tinggi, serta daerah yang membutuhkan pekerjaan. Beberapa pemilik usaha kecil membuat kesalahan dengan berpikir tentang hal-hal ini secara informal, namun dengan mengambil waktu untuk menempatkan yang diformalkan bersama-sama dalam analisis SWOT, anda dapat memunculkan cara-cara yang memanfaatkan kekuatan dan memperbaiki atau menghilangkan kelemahan," tambahnya. Sementara itu pemilik bisnis tentu harus terlibat dalam menciptakan sebuah analisis SWOT sehingga bisa jauh lebih bermanfaat untuk menyertakan anggota tim lainnya dalam proses analisi. "Tim manajemen kami melakukan analisis SWOT secara kuartalan," kata Shawn Walsh, Presiden dan CEO Paradigma Consulting Computer. "Pengetahuan kolektif menghilangkan kelemahan itu, jika dibiarkan dan tidak ditemukan maka bisa merugikan bisnis dan hubungan dengan klien kami," tambahnya... Brandon Dudley, seorang direktur dan operasi di The BusBank juga mengatakan bahwa analisis SWOT kolaboratif memberikan karyawan rasa percaya diri yang lebih besar serta memahami keterlibatannya dalam bisnis.. Unsur-unsur analisis SWOT Sebuah analisis SWOT berfokus sepenuhnya pada empat elemen yang ada dalam akronim (singatakan dari SWOT). Hal ini memungkinkan perusahaan untuk mengidentifikasi kekuatan yang mempengaruhi strategi, tindakan, atau inisiatif. Mengetahui unsur-unsur berdampak positif dan negatif dapat membantu perusahaan agar lebih efektif mengkomunikasikan unsur-unsur apa saja yang perlu dikenal.

Ketika menyusun analisis SWOT, individu biasanya membuat tabel yang dibagi menjadi empat kolom dan penempatan setiap elemen mempengaruhi sisi lain sebagai perbandingan. Kekuatan dan kelemahan biasanya tidak akan sesuai dengan peluang dan ancaman dalam tabel, meskipun beberapa korelasi harus ada karena mereka saling terikat bersama dalam beberapa cara dan tidak dapat dipisahkan. Billy Bauer seorang direktur pemasaran di Royce Leather Gifts mencatat bahwa pasangan ancaman eksternal dengan kelemahan internal dapat menyoroti masalah paling serius yang dihadapi oleh perusahaan. "Setelah anda mengidentifikasi risiko bisnis anda, anda kemudian dapat memutuskan apakah hal yang paling tepat untuk menghilangkan kelemahan internal dengan menugaskan sumber daya perusahaan untuk memperbaiki masalah, atau mengurangi ancaman eksternal dengan meninggalkan daerah yang terancam dalam bisnis dan kembali setelah binis anda kuat," kata Bauer.. Faktor internal Dua huruf pertama dalam akronim "Strengths (kekuatan) dan Weaknesses (kelemahan)" dalam melihat faktor internal yang berarti sumber daya dan pengalaman yang tersedia bagi bisnis anda. Contoh daerah ini biasanya meliputi ; Sumber daya keuangan seperti pendanaan, pendapatan dan peluang investasi Sumber daya fisik seperti lokasi perusahaan anda, fasilitas dan peralatan Sumber daya manusia seperti karyawan, relawan dan khalayak sebagai sasaran Proses saat ini seperti program kerja, departemen penyusunan dan sistem perangkat lunak

Dalam kekuatan dan kelemahan, individu tidak harus mencoba untuk menutup-nutupi atau melapisi atas kelemahan yang melekat pada kekuatan. Mengidentifikasi faktor baik dan buruk sangat penting dalam menciptakan analisis SWOT secara menyeluruh. "Menggunakan analisis SWOT lebih dari sekali menyelamatkan saya, menjaga saya dari mengambil proyek-proyek yang mungkin akan menjadi beban berat untuk perusahaan kecil saya," kata Tom Atkins, pendiri Quarry House. Mitchell Weiss seorang profesor binsni di University of Hartford merekomendasikan untuk sepenuhnya menganalisis kekuatan dan kelemahan anda terlebih dahulu. "Perusahaan tidak bisa berharap untuk memanfaatkan atau mengontrol faktor eksternal sampai internal yang telah dinilai secara objektif," katanya.. Faktor eksternal Setiap perusahaan, organisasi dan individu dipengaruhi oleh kekuatan eksternal baik terhubung langsung atau tidak langsung untuk sebuah kesemaptan dan ancaman, masingmasing faktor sangat penting. Faktor eksternal biasanya merupakan referensi anda atau perusahaan yang tidak bisa dikontrol seperti ;

Tren pasar seperti adanya produk-produk baru dan teknologi atau pergeseran kebutuhan khalayak Tren ekonomi seperti lokal, nasional dan tren finansial skala internasional Pendanaan seperti sumbangan, lembaga dan yayasan lainnya Demografi seperti target usia dari khalayak, ras, gender dan budaya

Supreme Graphics berjuang untuk bersaing dengan industri digital dalam mempertahankan iklan yang lebih besar dan klien pemasaran. "Kami menggunakan analisis SWOT untuk mengidentifikasi peluang baru di pasar," kata Michael Frishberg wakil presiden penjualan dan pemasaran di Supreme Graphics. Disisi lain, Lynn Sheehan pendiri dan CEO CPAreviewforFREE mencatat bahwa analisis SWOT membantu perusahaannya untuk sepenuhnya menganalisis struktur biaya yang bisa menjadi ancaman bagi keberhasilannya. Kerangka analisis SWOT Berikut adalah kerangka analisis SWOT beserta contoh penempatannya ; Kekuatan Kelemahan Dukungan politik Proyek sangat kompleks Dana yang tersedia Mungkin menjadi merugikan Pengalaman pasar Mungkin memiliki dampak lingkungan Kepemimpinan yang kuat Sumber daya staf yang sudah meregang Peluang Ancaman Proyek dapat meningkatkan ekonomi lokal Kendala lingkungan Akan meningkatkan keamanan Penundaan waktu Proyek akan meningkatkan citra publik perusahaan Perlawanan dapat berubah Analisis SWOT sebenarnya sederhana, meskipun perlu adanya strategi yang menyeluruh dalam mengidentifikasi tidak hanya dalam kelemahan dan ancaman rencana, tetapi juga kekuatan dan kesempatan yang tersedia didalamnya. Dalam analisis empat hal tersebut meminta entisitas untuk memeriksa dan melaksanakan strategi dengan caya yang lebih seimbang. Namun, itu bukanlah satu-satunya faktor dalam mengembangkan strategi bisnis. "Sebuah analisis SWOT sangat membantu dalam bidang yang lebih luas dalam membahas pertanyaan untuk mengembangkan rencana bisnis, tetapi tidak pergi cukup jauh," kata cofounder Worthworm dan SkyMall, Alan Lobock. "Pelaksanaan saja tidak akan mengidentifikasi nilai kunci dari binis anda. Perencanaan tanpa mengetahui tujuan dan metrik dimana anda akan mengukur kemajuan anda menuju pencapaian tujuan tersebut adalah sangat tidak efisien dan bisa membuat bisnis anda tersesat," tambahnya.. Demikian pula dengan apa yang dikatakan oleh pendiri Sempurna Restoration Clinic, Cleighton DePetro mencatat bahwa analisis SWOT adalah salah satu alat dalam toolbox strategi.

"Ketika SWOT digunakan dalam hubungannya dengan model analisis bisnis laiinya, kerangka kerja sebagai pemikiran strategi yang layak dan harus memandu pengambilan keputusan bagi bisnis anda," kata DePetro. Pelaporan tambahan oleh Nicole Fallon, staff penulis di BusinessNewsDaily... Postingan ini aslinya di publikasikan oleh BusinessNewsDaily diterjemahkan dan ditambahkan dengan penyesuaian supaya lebih mudah di pahami ... ANALISIS SWOT PERUSAHAAN NOKIA PENGERTIAN PROSES MANAJEMEN STRATEGIS adalah sebuah proses delapan langkah yang mencakup perencanaan strategis, pelaksanaan atau penerapan dan evaluasi. SWOT merupakan kependekan dari Strenght (kekuatan) Weakness (kelemahan) Opportunity (kesempatan) dan Threat (ancaman / virus). Selain empat komponen dasar ini, analisa SWOT, dalam proses penganalisaannya akan berkembang menjadi beberapa Subkomponen yang jumlahnya tergantung pada kondisi organisasi. Sebenarnya masing-masing subkomponen adalah pengejawantahan dari masingmasing komponen, seperti Komponen Strength mungkin memiliki 12 subkomponen, Komponen Weakness mungkin memiliki 8 subkomponen dan seterusnya. MATRIK SWOT adalah alat untuk menyusun faktor-faktor strategis organisasi yang dapat menggambarkan secara jelas bagaimana peluang dan ancaman eksternal yang dihadapi organisasi dapat disesuaikan dengan kekuatan dan kelemahan yang dimilikinya. IFAS (Internal Strategic Factors Analysis Summary) adalah ringkasan atau rumusan faktorfaktor strategis internal dalam kerangka KEKUATAN (Strengths) dan KELEMAHAN (Weaknesses). EFAS (External Strategic Factors Analysis Summary) adalah ringkasan atau rumusan faktorfaktor strategis eksternal dalam kerangka KESEMPATAN (Opportunities) dan ANCAMAN (Threats). STRATEGI SO adalah strategi yang ditetapkan berdasarkan jalan pikiran organisasi yaitu dengan memanfaatkan seluruh kekuatan untuk merebut dan memanfaatkan peluang sebesar-besarnya. STRATEGI WO adalah strategi yang ditetapkan berdasarkan pemanfaatan peluang yang ada dengan cara meminimalkan kelemahan yang ada. STRATEGI ST adalah strategi yang ditetapkan berdasarkan kekuatan yang dimiliki organisasi untuk mengatasi ancaman. STRATEGI WT adalah strategi yang ditetapkan berdasarkan kegiatan yang bersifat defensif dan berusaha meminimalkan kelemahan yang ada serta menghindari ancaman. kekuatan yang dimaksud disini adalah kekuatan suatu perusahaan mengelola kinerja

perusahaan

agar

dapat

bersaing

dengan

perusahaan

lain.

saya akan memberikan salah satu contoh SWOT di perusahaan handphone NOKIA Strenght kekuatan yang terdapat pada perusahaan NOKIA 1. memiliki brand-image yang melekat di masyarakat 2. Desain produk-produk Nokia sangat baik dan diunggulkan. 3. Nokia merupakan supplier high-end mobile handsets. 4. Teknologi yang diciptakannya mengikuti perkembangan jaman. 5. Nokia senantiasa melakukan inovasi-inovasi pada perkembangan produknya 6. Nokia menawarkan produk-produk yang berkualitas Weakness kelemahan yang terdapat pada perusahan NOKIA 1. Adanya tekanan yang ketat pada karyawan untuk mencapai sasaran-sasaran yang membuat karyawan berusaha menjual teknologi rahasia Nokia kepada para pesaingnya. 2. Pengalaman dalam mengelola perusahaan global masih terbatas. 3. Budaya Korea yang lebih menekankan hirerki yang dapat menghambat ide-ide kreatif atau pendapat yang berbeda 4. Untuk beberapa versi Handphone yang di ciptakan, masih banyak kesalahan di bagian software dan komponen handphone Opportunity kesempatan yang terdapat pada perusahaan NOKIA 1. Produk-produk yang ditawarkan Nokia merupakan produk teknologi terkini, yang sangat di cari orang baik dari segi design maupun applikasi yang ada 2. Adanya peningkatan permintaan masyarakat akan barang-barang elektronik yang sudah merupakan suatu kebutuhan. 3. Tingkat gengsi pada masyarakat yang selalu ingin memiliki produk elektronik terbaru dan tercanggih. 4. Permintaan masyarakat pada produk-produk yang gaya, best practice, simple, dan respon yang cepat pada perubahan-perubahan pasar. Threat ancaman yang terdapat pada perusahaan NOKIA 1. Munculnya produk-produk baru yang lebih inovatif dari perusahaan lain 2. Adanya produk-produk dari perusahaan lain yang menawarkan harga yang lebih murah dengan kualias yang tidak kalah bagus 3. Terjadinya krisis financial menyebabkan turunnya daya beli masyarakat 4. Era globalisasi yang dapat mendorong perusahaan Eropa masuk dan melakukan penetrasi pasar Asia.

Berikut ini adalah contoh analisis SWOT untuk kuliner yang akan saya jalani :D 1. Strengths | Kekuatan Warga sekitar menyukai makanan berkuah Konsep yang ditawarkan menggunakan Wifi Kurangnya tempat nongkrong anak mudah Harga merakyat Konsep anak muda Menggunakan konsep lesehan Mudah di akses Memiliki website dan forum pribadi Mengutamakan Brand Bebas bahan pengawet Hal yang dilakukan Mengutamakan bebas bahan pengawet Mengelola dengan baik website dan forum Menonjolkan konsep anak muda Mempertahankan harga merakyat 2. Weakness

setelah

analisis

Kelemahan

Banyak Pesaing Kurangnya kemampuan membuat bakso yang disukai banyak orang Modal untuk memulai usaha masih kurang Modal besar Masih belum ada Brand Hal yang dilakukan setelah Menjadikan pesaing sebagai motivasi Meminimalisir biaya / modal Membuat brand yang unik 3. Opportunities

analisis

Kesempatan

Dengan daya inovatif dan kreatif usaha ini memiliki kesempatan besar untuk menguasai pasar. Belum banyak tempat makan Sederhana yang memasang Wifi Jarangnya tempat nongkrong untuk anak muda yang biasanya mencari tempat yang memiliki akses Wifi Malam minggu biasanya menjadi favorit anak muda untuk berkumpul bersama teman2. Memberikan lapangan pekerjaan bagi warga sekitar Hal yang dilakukan setelah analisis Merekrut tenaga kerja dari warga sekitar Memasang dan merawat Wifi Mempertahankan konsep yang inovatif 4. Threats

Ancaman

Wifi terkadang memiliki gangguan Harga bahan baku yang meningkat, otomatis harga bakso juga semakin mahal Banyak pesaing yang mengikuti konsep yang telah kita buat. Hal yang dilakukan setelah analisis Merawat Wifi dan menyiapkan tekhniksi yang siap dihubungi 24 jam Mengusahkan mempertahankan harga Mempertahankan pengunjung dengan inovasi baru. ANALISIS SWOT GARUDA INDONESIA ANALISIS SWOT GARUDA INDONESIA A. Faktor Internal Perusahaan Kekuatan (Strengths): Maskapai penerbangan terbesar di Indonesia. Garuda saat ini mengoperasikan 89 pesawat yang terdiri dari 3 pesawat jenis Boeing 747400, 6 pesawat jenis Airbus 330-300, 5 pesawat jenis Airbus 330-200 dan 33 pesawat jenis B737 Classic (seri 300, 400, 500) dan 42 pesawat B737-800 NG. Garuda mempunyai 36 rute penerbangan domestik dan 26 rute internasional hingga tahun 2010. Konsep layanan yang selalu menempatkan pelanggan sebagai fokus utama yang didasarkan keramahtamahan dan keunikan Indonesia yang disebut dengan Garuda Indonesia Experience, menyebabkan Garuda Indonesia mempunyai ciri khas tersendiri dibandingkan dengan maskapai penerbangan lain; Adanya layanan Immigration on Board yang merupakan inovasi Garuda dan merupakan satu-satunya di dunia, yaitu layanan pemberian visa di atas pesawat; Memiliki tim yang terdiri dari individu-individu yang handal, profesional, kompeten, berdaya saing tinggi dan helpful serta dilandasi atas nilai-nilai FLY-HI (efficient & effective, Loyalty, customer centricity, Honesty & openness, and Integrity) disetiap insan Garuda Indonesia ; Pangsa pasar Garuda Indonesia di pasar Internasional mencapai 23.2% kendati terjadinya krisis global sehingga Garuda Indonesia tetap menjadi pemimpin pasar untuk area JepangKorea-China, Timur Tengah dan South West Pacific (Australia); Memiliki teknologi informasi yang mutakhir dalam menjalankan bisnis sehingga menempatkan Garuda Indonesia sebagai maskapai penerbangan dengan TI tercanggih di Indonesia; Garuda Indonesia banyak melakukan kegiatan CSR seperti program kemitraan dan bina lingkungan sebagai bentuk kepedulian dan tanggung jawab kepada masyarakat; Garuda Indonesia termasuk dalam kategori baik untuk hal tata kelola perusahaan; Garuda Indonesia telah memiliki brand yang kuat dan telah diakui di pasar domestik; Kelemahan (Weakness): Adanya faktor teknis dan flight operations seperti keterbatasan jumlah cockpit dan cabin crew sehingga menyebabkan keterlambatan penerbangan; Tingginya tingkat hutang lancar yang diakibatkan adanya peningkatan dalam jumlah kewajiban pada akun-akun lancar seperti hutang usaha dan biaya yang masih harus dibayar; Garuda sangat bergantung kepada sistem otomatisasi dalam menjalankan bisnis sehingga apabila terjadi kesalahan sistem, proses bisnis perusahaan akan terganggu;

Perseroan memiliki atau tetap memiliki defisit pada modal kerja pada masa yang akan datang; Biaya operasional yang tinggi menyebabkan harga tiket pesawat lebih tinggi dibandingkan dengan maskapai penerbangan lainnya; B. Faktor Eksternal Perusahaan Peluang (Opportunities): Telah dikeluarkannya Garuda Indonesia dari daftar perusahaan penerbangan yang dilarang terbang di kawasan Eropa, yang menyebabkan semakin terbukanya kesempatan untuk mewujudkan pengembangan jaringan penerbangan internasional jarak jauh; Indonesia merupakan salah satu pasar penerbangan udara yang memiliki pertumbuhan yang pesat. Karena pertumbuhan penumpang transportasi udara di Indonesia tahun 2010 mencapai 22,39% dibandingkan dengan pertumbuhan dunia yang hanya sebesar 8,20%; Bergabungnya Garuda sebagai anggota aliansi global maskapai penerbangan yang bernama SkyTeam Global Airline Alliance. Berkembangnya secara cepat industri penerbangan Asia Pasifik. Ancaman (Threats) Adanya faktor fasilitas bandara merupakan faktor yang tidak dapat dikontrol yang menghambat ketepatan waktu penerbangan (On TimePerformance/OTP), seperti landasan pacu/runway yang terbatas; Sumber utama pasokan bahan bakar pesawat Garuda Indonesia berasal dari Pertamina, sehingga harga bahan bakar pesawat, persediaan bahan bakar sangat tergantung dengan Pertamina. Adanya bencana alam seperti letusan gunung merapi, wabah penyakit dsb yang dapat mengakibatkan penurunan permintaan; Adanya peningkatan kapasitas, penurunan harga tiket dan semakin banyaknya rute penerbangan baru yang dibuka oleh maskapai penerbangan lain; Maskapai asing yang melakukan penetrasi pasar ke Indonesia untuk mengimbangi penurunan penumpang internasional akibat adanya krisis global. Analisis SWOT dan Matriks IFE, EFE Garuda Indonesia NOVEMBER 10, 2012 | LIARPPUTRI ANALISIS SWOT PERUSAHAAN GARUDA INDONESIA

A. Faktor Internal Perusahaan Kekuatan (Strengths): Maskapai penerbangan terbesar di Indonesia. Garuda saat ini mengoperasikan 89 pesawat yang terdiri dari 3 pesawat jenis Boeing 747400, 6 pesawat jenis Airbus 330-300, 5 pesawat jenis Airbus 330-200 dan 33 pesawat jenis B737 Classic (seri 300, 400, 500) dan 42 pesawat B737-800 NG. Garuda mempunyai 36 rute penerbangan domestik dan 26 rute internasional hingga tahun 2010. Konsep layanan yang selalu menempatkan pelanggan sebagai fokus utama yang didasarkan keramahtamahan dan keunikan Indonesia yang disebut dengan Garuda

Indonesia Experience yang didasarkan pada 5 senses yaitu sight, sound, smell, taste, and touch, menyebabkan Garuda Indonesia mempunyai ciri khas tersendiri dibandingkan dengan maskapai penerbangan lain; Adanya layanan Immigration on Board yang merupakan inovasi Garuda dan merupakan satu-satunya di dunia, yaitu layanan pemberian visa di atas pesawat; Memiliki tim yang terdiri dari individu-individu yang handal, profesional, kompeten, berdaya saing tinggi dan helpful serta dilandasi atas nilai-nilai FLY-HI (efficient & effective, Loyalty, customer centricity, Honesty & openness, and Integrity) disetiap insan Garuda Indonesia ; Pangsa pasar Garuda Indonesia di pasar Internasional mencapai 23.2% kendati terjadinya krisis global sehingga Garuda Indonesia tetap menjadi pemimpin pasar untuk area JepangKorea-China, Timur Tengah dan South West Pacific(Australia); Memiliki teknologi informasi yang mutakhir dalam menjalankan bisnis sehingga menempatkan Garuda Indonesia sebagai maskapai penerbangan dengan TI tercanggih di Indonesia; Garuda Indonesia banyak melakukan kegiatan CSR seperti program kemitraan dan bina lingkungan sebagai bentuk kepedulian dan tanggung jawab kepada masyarakat; Garuda Indonesia termasuk dalam kategori baik untuk hal tata kelola perusahaan; Garuda Indonesia telah memiliki brand yang kuat dan telah diakui di pasar domestik; Kelemahan (Weakness): Adanya faktor teknis dan flight operations seperti keterbatasan jumlah cockpitdan cabin crew sehingga menyebabkan keterlambatan penerbangan; Tingginya tingkat hutang lancar yang diakibatkan adanya peningkatan dalam jumlah kewajiban pada akun-akun lancar seperti hutang usaha dan biaya yang masih harus dibayar; Garuda sangat bergantung kepada sistem otomatisasi dalam menjalankan bisnis sehingga apabila terjadi kesalahan sistem, proses bisnis perusahaan akan terganggu; Perseroan memiliki atau tetap memiliki defisit pada modal kerja pada masa yang akan datang; Biaya operasional yang tinggi menyebabkan harga tiket pesawat lebih tinggi dibandingkan dengan maskapai penerbangan lainnya;

B. Faktor Eksternal Perusahaan Peluang (Opportunities): Telah dikeluarkannya Garuda Indonesia dari daftar perusahaan penerbangan yang dilarang terbang di kawasan Eropa, yang menyebabkan semakin terbukanya kesempatan untuk mewujudkan pengembangan jaringan penerbangan internasional jarak jauh; Indonesia merupakan salah satu pasar penerbangan udara yang memiliki pertumbuhan yang pesat. Karena pertumbuhan penumpang transportasi udara di Indonesia tahun 2010 mencapai 22,39% dibandingkan dengan pertumbuhan dunia yang hanya sebesar 8,20%; Bergabungnya Garuda sebagai anggota aliansi global maskapai penerbangan yang bernama SkyTeam Global Airline Alliance. Berkembangnya secara cepat industri penerbangan Asia Pasifik. Ancaman (Threats)

Adanya faktor fasilitas bandara merupakan faktor yang tidak dapat dikontrol yang menghambat ketepatan waktu penerbangan (On Time Performance/OTP), seperti landasan pacu/runway yang terbatas; Sumber utama pasokan bahan bakar pesawat Garuda Indonesia berasal dari Pertamina, sehingga harga bahan bakar pesawat, persediaan bahan bakar sangat tergantung dengan Pertamina. Adanya bencana alam seperti letusan gunung merapi, wabah penyakit dsb yang dapat mengakibatkan penurunan permintaan; Adanya peningkatan kapasitas, penurunan harga tiket dan semakin banyaknya rute penerbangan baru yang dibuka oleh maskapai penerbangan lain; Maskapai asing yang melakukan penetrasi pasar ke Indonesia untuk mengimbangi penurunan penumpang internasional akibat adanya krisis global.

Tabel 1.1 Matriks Evaluasi Faktor Internal untuk Perusahaan Penerbangan Garuda Indonesia Faktor-Faktor Internal Utama Kekuatan Maskapai terbesar di Indonesia Garuda saat ini mengoperasikan 89 pesawat Garuda mempunyai 36 rute penerbangan domestik dan 26 rute internasional hingga tahun 2010 Garuda Indonesia mempunyai ciri khas tersendiri dibandingkan dengan maskapai penerbangan lain Hadirnya produk baru Citilink sebagai gagasan baru dari Garuda, untuk memenuhi permintaan pasar terhadap produk akan harga tiket yang rendah Adanya layanan Immigration on Board, yaitu layanan pemberian visa di atas pesawat Pangsa pasar Garuda Indonesia Internasional mencapai 23.2% di pasar 0.20 0.10 0.07 0.05 0.05 4 4 4 4 4 0.80 0.40 0.28 0.20 0.20 Bobot Peringkat Skor Bobot

0.05 0.05 0.04 0.04 0.05 0.07

4 4 3 3 3 4

0.20 0.20 0.12 0.12 0.15 0.28

Memiliki teknologi informasi yang mutakhir Garuda Indonesia banyak melakukan kegiatan CSR (Corporate Social Responbility). Garuda Indonesia termasuk dalam kategori baik untuk hal tata kelola perusahaan Garuda Indonesia telah memiliki brand yang kuat dan telah diakui di pasar domestik

Kelemahan Adanya faktor teknis dan flight operations seperti keterbatasan jumlahcockpit dan cabin crew sehingga menyebabkan keterlambatan penerbangan Tingginya tingkat hutang lancar Garuda sangat bergantung kepada sistem otomatisasi dalam menjalankan bisnis sehingga apabila terjadi kesalahan sistem, proses bisnis perusahaan akan terganggu Perseroan memiliki atau tetap memiliki defisit pada modal kerja pada masa yang akan datang Biaya operasional yang tinggi menyebabkan harga tiket pesawat lebih tinggi dibandingkan dengan maskapai penerbangan lainnya Total 0.05 3 0.15

0.02 0.04

3 3

0.06 0.12

0.02 0.10

2 2

0.04 0.20

3.52

Tabel 1.2 Matriks Evaluasi Faktor Eksternal untuk Perusahaan Penerbangan Garuda Indonesia Faktor-Faktor Eksternal Utama Peluang Telah dikeluarkannya Garuda Indonesia dari daftar perusahaan penerbangan yang dilarang terbang di kawasan Eropa, yang menyebabkan semakin terbukanya kesempatan untuk mewujudkan pengembangan jaringan penerbangan internasional jarak jauh Indonesia merupakan salah satu pasar penerbangan udara yang memiliki pertumbuhan yang pesat Berkembangnya secara cepat industri penerbangan Asia Pasifik Pertumbuhan penumpang transportasi udara di Indonesia tahun 2010 mencapai 22,39% Bergabungnya Garuda sebagai anggota aliansi global maskapai penerbangan yang bernama SkyTeam Global Airline Alliance 0.08 3 0.24 Bobot Peringkat Skor Bobot

0.10

0.40

0.15 0.10 0.06

4 4 3

0.60 0.40 0.18

Ancaman Adanya faktor fasilitas bandara merupakan faktor yang tidak dapat dikontrol yang menghambat ketepatan waktu penerbangan (On TimePerformance/OTP), seperti landasan pacu/runway yang terbatas Sumber utama pasokan bahan bakar pesawat Garuda Indonesia berasal dari Pertamina, sehingga harga bahan bakar pesawat, persediaan bahan bakar sangat tergantung dengan Pertamina. Adanya krisis global Maskapai asing yang melakukan penetrasi pasar ke Indonesia Adanya peningkatan kapasitas, penurunan harga tiket dan semakin banyaknya rute penerbangan baru yang dibuka oleh maskapai penerbangan lain Adanya bencana alam seperti letusan gunung merapi, wabah penyakit Biaya operasional yang tinggi menyebabkan harga tiket pesawat lebih tinggi dibandingkan dengan maskapai penerbangan lainnya Total 0.05 4 0.20

0.05

0.20

0.07 0.04 0.10

4 2 3

0.28 0.08 0.30

0.04 0.10

3 3

0.12 0.30

3.30

STRATEGI YANG HARUS DITEMPUH PERUSAHAAN PENERBANGAN GARUDA INDONESIA Strategi Menghadapi 5 Kekuatan Industri Sebelumnya telah diuraikan kekuatan-kekuatan industri yang dihadapi Garuda di dalam industrinya, sehingga dapat dianalisis tingkat kekuatan dari industri penerbangan. Tabel 1.3 Tingkat Kekuatan untuk Industri Penerbangan Kekuatan Tingkat Kekuatan High Persaingan antar perusahaan saingan Potensi masuknya pesaing baru Potensi pengembangan produk-produk pengganti Daya Tawar Pemasok Daya Tawar Konsumen Medium Low

Dari tabel diatas, dilihat bahwa kekuatan yang ditimbulkan dari industri penerbangan cenderung tinggi. Semakin tingginya kekuatan dari industri tersebut maka semakin tinggi pula persaingan yang harus dihadapi oleh PT. Garuda Indonesia (PERSERO), Tbk. Untuk menghadapi persaingan tersebut dan menjaga supaya perusahaan Garuda tetap menjadi perusahaan penerbangan terbesar di Indonesia maka perusahaaan Garuda melakukan strategi-strategi kompetitif dengan tujuan dapat melakukan sesuatu yang lebih baik dari pesaing. Selanjutnya mengidentifikasikan strategi-strategi yang dilakukan Garuda dalam menghadapi kekuatan-kekuatan industri. Strategi-strategi tersebut ialah: Melakukan penambahan armada pesawat, rute penerbangan dan bergabungnya Garuda ke dalam SkyTeam Global Airline Alliance agar tidak kalah bersaing dengan maskapai lain. Dalam kondisi persaingan yang ketat, Garuda meluncurkan program layanan bernama Garuda Frequent Flyer (GFF). GFF tersebut merupakan program yang diadakan Garuda bagi penumpang setia Garuda dengan cara memberikan benefit sebagai imbalan atas pengumpulan jarak yang telah ditempuh dengan Garuda baik ke rute domestik maupun ke rute internasional. Garuda Indonesia secara khusus memberikan potongan harga sebesar 10% bagi penumpang yang membeli tiket pulang pergi (return ticket) dari sebelumnya hanya sebesar 5%. Garuda Indonesia juga memberikan harga khusus berupa potongan sebesar 25%. bagi anak anak (umur 2 12 tahun), penyandang cacat dan atau veteran, serta orang lanjut usia (60 tahun ke atas) untuk sub kelas C, Y, M dan L. Walau dengan tiket yang mahal, Garuda memberikan full service airlines yang mengutamakan keramahan seluruh karyawan dan awak kabin Garuda dalam melayani penumpangnya. Sehingga Garuda memiliki pangsa pasarnya tersendiri. 5. Dari sisi pemasok, dalam memenuhi bahan bakar pesawat, Garuda telah melakukan upaya dengan melakukan negosiasi dengan Pertamina. Negosiasi tersebut bertujuan agar memperoleh bahan baku yang memadai dalam melakukan kegiatan operasionalnya dan untuk mendapatkan harga yang terbaik. Dari perjanjian itu pula, Garuda mendapatkan pengadaan 70% bahan bakar dibandingkan maskapai penerbangan yang lain. Dengan adanya perjanjian tersebut maka Garuda mendapatkan persediaan bahan baku yang didahulukan dibandingkan maskapai penerbangan yang lainnya. Untuk mengurangi ancaman dari maskapai-maskapai penerbangan yang berbiaya rendah, maka Garuda membuat unit bisnis strategi yaitu Citilink. Citilink merupakan layanan yang disediakan Garuda untuk menangkap segmen budget traveler di pasar domestik. PT. Garuda Indonesia (Persero) Tbk Posted: Juni 25, 2013 in Tugas Manajemen Strategik 0 Tugas Manajemen Strategik Analisa Manajemen Strategik, Studi Kasus : PT. Garuda Indonesia (Persero) Tbk. Profil Perusahaan Garuda Indonesia adalah maskapai penerbangan Indonesia yang berkonsep sebagai full service airline (maskapai dengan pelayanan penuh). Saat ini Garuda Indonesia mengoperasikan 82 armada untuk melayani 33 rute domestik dan 18 rute internasional termasuk Asia (Regional Asia Tenggara, Timur Tengah, China, Jepang dan Korea Selatan), Australia serta Eropa (Belanda).

Sebagai bentuk kepeduliannya akan keselamatan, Garuda Indonesia telah mendapatkan sertifikasi IATA Operational Safety Audit (IOSA). Hal ini membuktikan bahwa maskapai ini telah memenuhi standar internasional di bidang keselamatan dan keamanan. Untuk meningkatkan pelayanan, Garuda Indonesia telah meluncurkan layanan baru yang disebut Garuda Indonesia Experience. Layanan baru ini menawarkan konsep yang mencerminkan keramahan asli Indonesia dalam segala aspek. Untuk mendukung layanan ini, semua armada baru dilengkapi dengan interior paling mutakhir, yang dilengkapi LCD TV layar sentuh individual di seluruh kelas eksekutif dan ekonomi. Selain itu, penumpang juga dimanjakan dengan Audio and Video on Demand (AVOD), yaitu sistem hiburan yang menawarkan berbagai pilihan film atau lagu, sesuai pilihan masing-masing penumpang. Berbagai penghargaan pun telah diterima oleh Garuda Indonesia sebagai bukti dari keunggulannya. Pada tahun 2010, Skytrax menobatkan Garuda Indonesia sebagai Four Star Airline dan sebagai The Worlds Most Best Improved Airline. Selanjutnya pada Juli 2012, Garuda Indonesia mendapatkan penghargaan sebagai Worlds Best Regional Airline dan Maskapai Regional Terbaik di Dunia. Sebuah lembaga konsultasi penerbangan bernama Centre for Asia Aviation (CAPA), yang berpusat di Sydney, juga memberikan penghargaan kepada Garuda Indonesia sebagai Maskapai yang Paling Mengubah Haluan Tahun Ini, pada tahun 2010. Sedangkan Roy Morgan, lembaga peneliti independen di Australia, juga memberikan penghargaan kepada Garuda Indonesia sebagai The Best International Airline pada bulan Januari, Februari dan Juli 2012. Garuda Indonesia memang telah berhasil mengubah haluannya, sehingga terhindar dari kegagalan di masa krisis dan meraih kesuksesan pada era 2006 hingga 2010. Setelah melalui masa-masa sulit, kini Garuda Indonesia melanjutkan kesuksesan dengan menjalankan program 5 tahun ekspansi secara agresif. Program ini dikenal dengan nama Quantum Leap. Program ini diharapkan akan membawa perusahaan menjadi lebih besar lagi, dengan jaringan yang lebih luas dan diiringi dengan kualitas pelayanan yang semakin baik. Saat ini Garuda Indonesia memiliki tiga hub di Indonesia. Pertama adalah hub bisnis yang berada di Bandara Soekarno-Hatta, Jakarta. Kedua adalah hub di daerah pariwisata yang berada di Bandara Ngurah Rai, Denpasar, Bali. Kemudian untuk meningkatkan frekuensi penerbangan ke bagian timur Indonesia, Garuda Indonesia juga memiliki hub di Bandara Sultan Hasanuddin, Makassar, Sulawesi Selatan. Terlepas dari bisnis utamanya sebagai maskapai penerbangan, Garuda Indonesia juga memiliki unit bisnis (Strategic Business Unit/SBU) dan anak perusahaan. Unit bisnis Garuda Indonesia adalah Garuda Cargo dan Garuda Medical Center. Sedangkan anak perusahaan Garuda Indonesia adalah PT Citilink Indonesia, yaitu maskapai tarif rendah (Low Cost Carrier), PT Aerowisata (hotel, transportasi darat, agen perjalanan dan katering), PT Abacus Distribution System Indonesia (penyedia layanan sistem pemesanan tiket), PT Aero System Indonesia/Asyst (penyedia layanan teknologi informasi untuk industri pariwisawata dan transportasi) dan PT Garuda Maintenance Facility (GMF AeroAsia), yaitu perusahaan yang bergerak di bidang perawatan pesawat, perbaikan, dan overhaul. Pada bulan Februari 2011, Garuda Indonesia telah menjadi Perusahaan Publik dan terdaftar di Bursa Efek Indonesia. Tahun 2014 Garuda akan bergabung dengan aliansi penerbangan SkyTeam. Pada 2012, Garuda Indonesia mendapat penghargaan Best International Airline di antara maskapai-maskapai kelas dunia lainnya dengan 91 persen penumpang menyatakan sangat puas dengan pelayanan maskapai ini. Garuda juga merupakan sponsor SEA Games 2011 dan telah menandatangani perjanjian kerjasama dengan Liverpool FCInggris.

Sejarah Asal Nama : Garuda Indonesia Nama Garuda diberikan oleh Presiden Soekarno di mana nama tersebut diambil dari sajak Belanda yang ditulis oleh penyair terkenal pada masa itu, Noto Soeroto; Ik ben Garuda, Vishnoes vogel, die zijn vleugels uitslaat hoog bovine uw einladen, yang artinya, Saya Garuda, burung Vishnu yang melebarkan sayapnya tinggi di atas kepulauan Anda. Pada tanggal 25 Desember 1949, wakil dari KLM yang juga teman Presiden Soekarno, Dr. Konijnenburg, menghadap dan melapor kepada Presiden di Yogyakarta bahwa KLM Interinsulair Bedrijf akan diserahkan kepada pemerintah sesuai dengan hasil Konferensi Meja Bundar (KMB) dan meminta kepada beliau memberi nama bagi perusahaan tersebut karena pesawat yang akan membawanya dari Yogyakarta ke Jakarta nanti akan dicat sesuai nama itu. Menanggapi hal tersebut, Presiden Soekarno menjawab dengan mengutip satu baris dari sebuah sajak bahasa Belanda gubahan pujangga terkenal, Raden Mas Noto Soeroto di zaman kolonial, Ik ben Garuda, Vishnoes vogel, die zijn vleugels uitslaat hoog boven uw eilanden (Aku adalah Garuda, burung milik Wisnu yang membentangkan sayapnya menjulang tinggi diatas kepulauanmu) Maka pada tanggal 28 Desember 1949, terjadi penerbangan yang bersejarah yaitu pesawat DC-3 dengan registrasi PK-DPD milik KLM Interinsulair terbang membawa Presiden Soekarno dari Yogyakarta ke Kemayoran Jakarta untuk pelantikannya sebagai Presiden Republik Indonesia Serikat (RIS) dengan logo baru, Garuda Indonesian Airways, nama yang diberikan Presiden Soekarno kepada perusahaan penerbangan pertama ini.

Pesawat Tahun 1940an-1950an : Masa awal Garuda Indonesia berawal dari tahun 1940-an, di mana Indonesia masih berperang melawan Belanda. Pada saat itu, Garuda terbang jalur spesial dengan pesawat DC-3. Pada tanggal 26 Januari 1949 dianggap sebagai hari jadi Garuda Indonesia. Pada saat itu nama maskapai adalah Indonesian Airways. Pesawat pertama mereka bernama Seulawah atau Gunung Emas, yang diambil dari nama gunung terkenal di Aceh. Dana untuk membeli pesawat ini didapatkan dari sumbangan rakyat Aceh, pesawat tersebut dibeli seharga 120,000 Dollar Malaya yang sama dengan 20 kg emas. Maskapai ini tetap mendukung Indonesia sampai revolusi terhadap Belanda berakhir. Garuda Indonesia mendapatkan konsesi monopoli penerbangan dari Pemerintah Republik Indonesia pada tahun 1950 dari Koninklijke Nederlandsch-Indische Luchtvaart Maatschappij, perusahaan penerbangan nasional Hindia Belanda. Garuda pada awalnya adalah hasil joint venture antara Pemerintah Indonesia dengan maskapai Belanda, Koninklijke Luchtvaart Maatschappij (KLM). Pada awalnya, Pemerintah Indonesia memiliki 51% saham dan selama 10 tahun pertama, perusahaan ini dikelola oleh KLM. Karena paksaan nasionalis, KLM menjual sebagian dari sahamnya pada tahun 1953 ke pemerintah Indonesia. Pemerintah Burma banyak menolong maskapai ini pada masa awal maskapai ini. Oleh karena itu, pada saat maskapai ini diresmikan sebagai perusahaan pada 31 Maret 1950, Garuda menyumbangkan sebuah pesawat DC-3 kepada Pemerintah Burma. Pada mulanya,

Garuda memiliki 27 pesawat terbang, staf terdidik, bandara dan jadwal penerbangan, sebagai kelanjutan dari KNILM. Ini sangat berbeda dengan perusahaan-perusahaan pionir lainnya di Asia. Pada tahun 1953, maskapai ini memiliki 46 pesawat. Tahun 1956 mereka mengangkut jamaah haji dan membuat jalur penerbangan pertama ke Mekkah. Tahun 1960an : Tumbuh dan Berkembang Tahun 1960-an adalah era kemajuan pesat Garuda. Pada tahun 1960, Garuda mendatangkan tiga pesawat turboprop Lockheed L-188C Electra. Ketiga pesawat baru itu masuk dinas aktif pada bulan Januari 1961 serta diberi nama Pulau Bali, Candi Borobudur dan Danau Toba, tiga tujuan wisata Indonesia yang paling dikenal dunia luar. Di tahun yang sama, Garuda membuka rute penerbangan menuju Hong Kong. Garuda memasuki era jet di tahun 1964 dengan datangnya tiga pesawat baru Convair 990Ayang diberi nama Majapahit, Pajajaran dan Sriwijaya, nama-nama kerajaan kuno di Indonesia, dan menjadi maskapai pertama di Asia Tenggara yang mengoperasikan pesawat jet subsonik. Saat itu, jet bermesin empat Convair 990 merupakan pesawat berteknologi canggih dan memiliki kecepatan tertinggi dibandingkan pesawat-pesawat lain yang sejenis, seperti Boeing 707 dan Douglas DC-8. Dengan pesawat ini pula Garuda kemudian membuka penerbangan antarbenua dari Jakarta ke Amsterdam melewati Kolombo, Bombay, Roma, dan Praha. Di tahun 1966, Garuda kembali memperkuat armada jetnya dengan mendatangkan sebuah pesawat jet baru, yaitu Douglas DC-8. Sementara, pada akhir tahun 1960-an, Garuda membeli sejumlah pesawat turboprop baru, Fokker F27. Pesawat ini datang secara bertahap mulai tahun 1969 hingga 1970 dan dioperasikan untuk penerbangan domestik. Tahun 1970an-1980an : New Branding Pada tahun 1970-an Garuda Indonesia membeli beberapa jenis narrow-body jet yaitu McDonnell-Douglas DC-9 dan Fokker F28 serta pesawat jenis turboprop Fokker F27 (sebagai sarana transisi para pilot dan kru pendukung ke F28 yang bermesin turbojet) untuk penerbangan domestik. Pada 1973, maskapai ini mulai membeli pesawat badan lebar McDonnell Douglas DC-10-30 untuk penerbangan internasional jarak jauh, seperti ke Eropa, sementara Douglas DC-8 digunakan untuk penerbangan ke Asia dan Australia, dan akhirnya dipensiunkan sekitar akhir 1970-an. Sementara pada 1980-anmengadopsi perangkat dari Airbus, seperti A300 dan mulai membeli Boeing 747-2U3B untuk menambah penerbangan ke Eropa dan Amerika Serikat. Garuda merupakan operator terbesar Fokker 28, sekitar 63 unit pernah dioperasikan. Garuda juga merupakan konsumen perdana (launch customer) dari Airbus A300B4220FFCC (varian A300 perdana dengan kru kokpit 2 orang) Tahun 1990an : Konsolidasi dan masa sulit Dalam tahun 1990-an, Garuda membeli 9 unit McDonnell-Douglas MD-11 (1991), Boeing 737 seri -300 , -400, dan -500 (tahun 1992, untuk menggantikan DC-9), serta Boeing 747400 (tahun 1994, 2 dibeli langsung dari Boeing, 1 disewa, bekas Varig) dan Airbus A330300 (1996). Tetapi, pada masa ini Garuda mengalami dua musibah, yang pertama, di Fukuoka, Jepang, dan yang terburuk , dan yang juga merupakan tragedi terburuk dalam sejarah penerbangan Indonesia, adalah pada tahun 1997, dimana sebuah A300 jatuh di Sibolangit, Sumatera Utara. menewaskan seluruh penumpangnya. Maskapai ini pun mengalami periode ekonomi sulit, karena, pada tahun yang sama Indonesia terkena Krisis Finansial Asia, yang terjadi pada tahun yang sama.

Setelah itu, Garuda sama sekali tidak terbang ke Eropa maupun Amerika (meskipun beberapa rute seperti Frankfurt, London dan Amsterdam sempat dibuka kembali, namun akhirnya kembali ditutup. Rute Amsterdam ditutup tahun 2004). Tetapi, dalam pertengahan tahun 2000-an ini maskapai ini telah dapat mengatasi masalah-masalah di atas dan dalam keadaan ekonomi yang bagus. Tahun 2000-sekarang : Penurunan reputasi, pelarangan Uni Eropa, dan awal kebangkitan Memasuki tahun 2000an, maskapai ini membentuk anak perusahaan bernama Citilink, yang menyediakan penerbangan biaya murah dari Surabaya ke kota-kota lain di Indonesia. Namun, Garuda masih saja bermasalah, selain menghadapi masalah keuangan (Pada awal hingga pertengahan 2000an, maskapai ini selalu mengalami kerugian), Beberapa peristiwa internasional (juga di Indonesia) juga memperburuk kinerja Garuda, seperti Serangan 11 September 2001, Bom Bali I dan Bom Bali II, wabah SARS, danBencana Tsunami Aceh 26 Desember 2004. Selain itu, Garuda juga menghadapi masalah keselamatan penerbangan, terutama setelah jatuhnya sebuah Boeing 737 di Yogyakarta ketika akan mendarat. Hal ini mengakibatkan sanksi Uni Eropa yang melarang semua pesawat maskapai Indonesia menerbangi rute Eropa. Namun, setelah perbaikan besar-besaran, tahun 2010 maskapai ini diperbolehkan kembali terbang ke Eropa, setelah misi inspeksi oleh tim pimpinan Frederico Grandini, yaitu rute Jakarta-Amsterdam. Rute Eropa lain seperti Paris, London, dan Frankfurt juga dipertimbangkan untuk dibuka kembali, tergantung keadaan perekonomian Indonesia kelak. Garuda memasuki bursa saham Pada tanggal 11 Februari 2011. Garuda memulai IPO sebagai langkah awal menuju bursa saham. Pemerintah menyatakan bahwa harga saham Garuda adalah Rp.750 per saham dan mengurangi penawaran saham dari 9,362 milyar lembar ke 6,3 milyar lembar saham. Garuda Indonesia memutuskan mencatatkan diri di Bursa Efek Indonesia. Pada 27 April 2012, CT Corp melalui PT Trans Airways membeli 10.9% saham Garuda Indonesia di harga Rp.620 per lembar dengan total sebesar Rp.1,53 triliun. Harga ini lebih rendah dari harga terendah yaitu Rp.395 per lembar, tapi masih dibawah harga IPO sebesar Rp.750 per lembar. Logo 1949-1969 : Garuda Klasik Garuda Indonesia berdiri ketika Indonesia sedang berada di masa perjuangan mempertahankan kemerdekaan, ketika itu Garuda Indonesia menggunakan logo Garuda klasik sebagai simbol identitas. Sisi atas pesawat berwarna putih, dengan warna merah sepanjang jendela, hal ini melambangkan bendera nasional Indonesia yang berwarna Merah Putih. Pada tahun awal berdirinya, Garuda Indonesia memiliki armada DC-3 propeller plane, jet-engine Convair dan DC-8. 1969-1985 : Logo Oranye Memasuki tahun 1970-an, Garuda Indonesia mengalami modernisasi. Logo diperbaharui dengan tulisan Garuda dan garis berwarna oranye. Pada periode ini Garuda Indonesia semakin banyak melayani masyarakat di berbagai kota di Indonesia. Logo disematkan baik di pesawat kecil seperti Fokker 27 dan DC-9, juga pada pesawat berbadan lebar seperti DC10, Boeing 747-200 dan Airbus A300B4. Logo ini segera menjadi akrab dengan identitas baru Garuda Indonesia dan dikenal hingga ke berbagai penjuru dunia.

1985-2009 : Logo Burung Modern Untuk mengantisipasi era persaingan terbuka dari industri penerbangan nasional dan dunia, Garuda kembali mengubah logonya pada tahun 1985. Kali ini Logo Garuda Indonesia menggambarkan burung modern yang dilengkapi dengan tulisan Garuda Indonesia. Warna dominan pada logo ini adalah biru dan hijau, yang diambil dari warna alam Indonesia. Pada era ini, armada Garuda Indonesia diperkuat dengan kedatangan Boeing 737, Boeing 747400 dan Airbus 330-300. 2009-Sekarang : Logo Sayap Alam Memasuki fase pertumbuhan yang berkesinambungan dan strategi lompatan besar, pada tahun 2009 Garuda Indonesia memperbaharui identitas perusahaan agar menjadi lebih modern dan segar. Hal ini diwujudkan dengan logo Sayap Alam yang disematkan pada bagian ekor armadanya. Program ini juga dilengkapi dengan moderninasasi armada, yaitu dengan mendatangkan pesawat baru Boeing 737-800NG, Airbus A330-200, dan Bombardier CRJ1000 NextGen. Kini Garuda Indonesia memperkenalkan konsep layanan baru yaitu Garuda Indonesia Experience. Dalam konsep baru ini, Garuda Indonesia menggabungkan keramahan dan suasana khas Indonesia, yang berakar pada budaya bangsa. Perusahaan Sejarah Garuda Indonesia sebagai bagian dari sejarah industri penerbangan komersial di Indonesia dimulai ketika bangsa yang muda ini berjuang untuk kemerdekaannya. Penerbangan komersial pertama dari Calcutta ke Rangoon dilakukan pada 26 Januari 1949, dengan pesawat Douglas DC-3 Dakota bernomor RI 001 yang bernama Indonesian Airways. Di tahun yang sama, pada 28 Desember 1949, pesawat DC-3 lain yang terdaftar sebagai PK-DPD dengan logo Garuda Indonesian Airways terbang dari Jakarta ke Yogyakarta untuk menjemput Presiden Soekarno. Ini adalah penerbangan pertama yang dilakukan atas nama Garuda Indonesian Airways. Setahun kemudian, pada 1950, Garuda Indonesia resmi terdaftar sebagai Perusahaan Negara. Pada periode tersebut, perusahaan ini mengoperasikan armada yang terdiri dari 38 pesawat, termasuk 22 DC-3, 8 Catalina flying boat, dan 8 Convair 240. Armada ini terus bertambah, dan Garuda Indonesia melakukan penerbangan pertamanya ke Mekkah ketika membawa jemaah haji Indonesia pada 1956. Rute penerbangan oleh Garuda Indonesia ke negara-negara Eropa dimulai pada 1965 dengan Amsterdam sebagai tujuan akhirnya. Selama tahun 80-an, Garuda Indonesia melakukan restrukturisasi berskala besar untuk operasi dan armadanya. Pada masa inilah perusahaan ini mulai mengembangkan program pelatihan yang komprehensif untuk staf serta awak kabinnya, sekaligus mendirikan fasilitas pelatihan di Jakarta Barat yang dinamai Garuda Indonesia Training Center. Perusahaan ini juga membangun sebuah Pusat Pemeliharaan Pesawat di Bandara Internasional SoekarnoHatta. Di awal era 90-an, Garuda Indonesia mengembangkan strategi jangka panjang yang diaplikasikan hingga tahun 2000. Perusahaan ini terus mengembangkan armadanya dan Garuda Indonesia pun masuk dalam jajaran 30 maskapai terbesar di dunia. Di samping inisiatif di pengembangan bisnis, tim manajemen baru mengelola perusahaan ini pada awal 2005, dan rencana-rencana baru diformulasikan untuk masa depan Garuda Indonesia. Manajemen baru Garuda Indonesia melakukan evaluasi ulang yang komprehensif

dan restrukturisasi keseluruhan di perusahaan ini. Tujuannya adalah meningkatkan efisiensi operasional, mendapatkan stabilitias keuangan yang melibatkan usaha-usaha di restrukturisasi utang termasuk kewajiban penyewaan (leasing liabilities) dari European Export Credit Agency (ECA), peningkatan kesadaran di antara karyawan tentang pentingnya pelayanan bagi para penumpang, dan, yang paling penting, menghidupkan kembali dan merevitalisasi semangat Garuda Indonesia. Kesuksesan program restrukturisasi utang dalam perusahaan ini membuka jalan bagi Garuda Indonesia untuk menawarkan sahamnya ke publik (Go Public) pada 2011. Visi, Misi dan Sasaran Perusahaan Visi Perusahaan Perusahaan Penerbangan Pilihan Utama di Indonesia dan Berdaya Saing di Internasional Menjadi perusahaan penerbangan yang handal dengan menawarkan layanan yang berkualitas kepada masyarakat dunia menggunakan keramahan Indonesia. Misi Perusahaan Sebagai perusahan penerbangan pembawa bendera bangsa Indonesia yang mempromosikan Indonesia kepada dunia guna menunjang pembangunan ekonomi nasional dengan memberikan pelayanan yang profesional. Melaksanakan usaha jasa angkutan udara yang memberikan kepuasan kepada pengguna jasa yang terpadu dengan industri lainnya melalui pengelolaan secara profesional dan didukung oleh sumber daya manusia yang mempunyai kompetensi tinggi. Menghasilkan keuntungan dengan jaringan domestik yang kuat untuk terus meningkatkan pangsa pasar domestik dan internasional bagi usahawan, perorangan, wisatawan dan kargo termasuk penerbangan borongan. Memiliki bisnis unit yang mendukung produk inti untuk meningkatkan keuntungan serta menghasilkan pendapatan tambahan dari usaha unit pendukung tersebut. Sasaran Perusahaan Menjadi tuan rumah di dalam negeri (penerbangan domestic) dan mampu berkompetensi setara dengan perusahaan penerbangan internasional lainnya. Menjadi leading carrier dalam penerbangan dalam negeri dan flag carrier dalam penerbangan internasional. Menjadi usaha yang bergerak di bidang consumer service Penghargaan (Budaya) Garuda Indonesia dinobatkan sebagai The Worlds Best Regional Airline dari SkyTrax, lembaga pemeringkat maskapai independen yang berkantor di London, pada hari Kamis, 12 Juli 2012 di ajang Farnborough Airshow di London. CEO Skytrax Edward Plaisted menyerahkan penghargaan The Worlds Best Regional Airline langsung kepada Presiden & CEO Garuda Indonesia Emirsyah Satar. Untuk melengkapi penghargaan The Worlds Best Regional Airline tersebut, Garuda juga dinobatkan sebagai The Best Regional Airline in Asia. The Worlds Best Regional Airline diberikan kepada Garuda berdasarkan survey kepuasan pelanggan global yang diadakan oleh SkyTrax dengan melibatkan 18 juta penumpang dari 100 negara yang berbeda dari bulan Juli 2011 hingga Juni 2012. Presiden & CEO Garuda Indonesia Emirsyah Satar mengatakan bahwa baik The Worlds Best Regional Airline maupun The Best Regional Airline in Asia merupakan hasil kerja keras dari seluruh karyawan Garuda.

CEO SkyTrax Edward Plaisted menyampaikan ucapan selamat kepada pencapaian Garuda Indonesia tersebut. Jelas terlihat bahwa program transformasi Garuda diterapkan dengan baik di segala aspek. Kedua penghargaan ini merupakan pengakuan yang sebenar-benarnya bagi produk dan pelayanan yang diberikan Garuda Indonesia bagi pelanggannya, tambah Edward Plaisted. CEO INOVATIF UNTUK NEGERI, by GATRA CUSTOMER SATISFACTION AWARD DOMESTIC AIRLINE OF THE YEAR 2012, by Roy Morgan ASEAN PREMIUM AIRLINE OF THE YEAR, by Frost & Sullivan PENGHARGAAN AKSI UNTUK BUMI 2013 KATEGORI BISNIS, by WWF Indonesia & komunitas EARTH HOUR Indonesia INDONESIA SERVICE TO CARE AWARD 2013, by Marketeers, MarkPlus Insight Penghargaan atas parisipasi SBU Garuda Cargo dalam mensukseskan pelaksanaan Sistem Nasional Single Window (NSW) Airportnet Bandar Udara Internasional Soekarno-Hatta untuk mendukung Indonesia Nasional Single Window (INSW), Oleh Menteri Perhubungan RI CALL CENTER AWARD 2013 CONTACT CENTER SERVICE EXCELLENCE AWARD 2013, by Service Excellence, Carre INDONESIA MOST ADMIRED CEO 2013, by Warta Ekonomi 2011/2012 VISION AWARDS ANNUAL REPORT COMPETITION First Rank Top 100 Annual Reports Worldwide First Rank (Platinum Award) category Aerospace & Defense First Rank (Platinum Award) category Transporta8on & Logistics Special Achievement Award : The Most Engaging Annual Report (Platinum) worldwide, by League of American Communications Professionals (LACP) TOP BRAND AWARD 2013 Category: Airlines, by majalah Marketing & Frontier INDONESIA INHOUSE MAGAZINE AWARD 2013 Gold Winner The Best of State Owned Enterprise Inhouse Magazine (InMA) 2013 Award for VIEW Edi8on No.3/2012 Internal Magazine of Garuda Indonesia ASIA PACIFIC AIRLINE FOOD AWARDS 2012 The Best Long-haul Airline Food Top 5 Shorthaul Airline Food, by Skyscanner STEVIE AWARDS 2012 Bronze Stevie Winner Best Annual Report (Print) Awarded, by International Business Awards GALAXY AWARDS 2012 Silver for Annual Reports: Transportation Bronze for Copywriting: Annual Reports Asia Honors for Design: Covers Annual Reports artistic illustrations Awarded, by Mercomm THE BEST INTERNATIONAL AIRLINE JULY 2012 Awarded, by Roy Morgan THE BEST INTERNATIONAL AIRLINE FEBRUARY 2012 Awarded, by Roy Morgan THE BEST INTERNATIONAL AIRLINE JANUARY 2012 Awarded, by Roy Morgan SOUTHEAST ASIAS INSTITUTIONAL INVESTOR CORPORATE AWARDS 2012 Most Improves Investor Relations in 2012 Awarded, by Alpha Southeast Asia 2010/2011 VISION AWARDS ANNUAL REPORT COMPETITION First Rank Top 100 Annual Report Worldwide First Rank (Platinum Award): Aerospace and Defense Special Achievement Award: The Most Engaging Annual Report (Platinum) Worldwide Bronze Award (online) Awarded, by League of American Communications Professionals (LACP)

ANNUAL REPORT AWARDS 2011 The Best Company for Increasing Value in Average Annual Report Awards 2006-2011 Awarded by Bappepam LK, IDX, Bank Indonesia, the State Ministry of State-Owned Enterprises, KNKG, IAI, Directorate General of Tax, Indonesian Ministry of Finance. THE MOST ADMIRED COMPANIES IN INDONESIA Awarded by. Hay Group THE BEST BUMN MARKETERS 2012 AWARDS Gold Winner: Strategic Marketing Silver Winner: Tactical Marketing Silver Winner: Special Award Awarded, by BUMN Track Magazine ASIAMONEY CORPORATE GOVERNANCE POLL 2011 Best for Investor Relations in Indonesia 3rd place Best for Shareholders Rights and Equitable Treatment in Indonesia 3rd place Overall Best Company in Indonesia for Corporate Governance 3rd place Best for Responsibilities of Management and The Board of Directors in Indonesia 3rd place Awarded, by Asia Money INDONESIA MOST ADMIRED COMPANIES 2011 The Best 20 Most Admired Companies in Indonesia Awarded by Fortune Indonesia. Marketing Mix : Price, Prouct, Place & Promotion Bisnis jasa pada dasarnya merupakan suatu bisnis yang tidak berwujud, yang dapat memenuhi kebutuhan dan keinginan konsumen. Salah satu bisnis jasa adalah bisnis penerbangan. Komponen utama bisnis penerbangan adalah maskapai penerbangan atau airlines. Maskapai penerbangan adalah sebuah organisasi yang menyediakan jasa penerbangan bagi penumpang atau barang. Perusahaan maskapai tersebut menyewa atau memiliki pesawat terbang untuk menyediakan jasa transportasi. Airlines juga dapat membentuk kerja sama atau aliansi dengan maskapai lainnya unutk memperkuat cakupan jalur penerbangannya melalui konsep hub dan spoke. Dalam bisnis jasa terdapat 7 komponen marketing mix atau sering disebut dengan istilah bauran pemasaran. Kotler (2000) berpendapat bahwa bauran pemasaran adalah seperangkat alat pemasaran yang digunakan perusahaan untuk mencapai tujuan dalam pasar sasaran. Pada umumnya, dalam pemasaran terdapat empat prinsip dasar bauran pemasaran (marketing mix) yang terdiri 4 P, yaitu produk (product), harga (price), tempat (place), dan promosi (promotion). Sedangkan dalam pemasaran layanan jasa dikenal dengan sebutan 7 P, di mana 3 P berikutnya adalah proses (process), orang (people), dan bukti fisik (physical evidence). Tujuh bauran pemasaran pada bisnis jasa penerbangan dijelaskan sebagai berikut; Product (Produk), yaitu merupakan barang atau jasa yang dihasilkan untuk digunakan oleh konsumen guna memenuhi kebutuhan dan memberikan kepuasannya. Hal-hal yang tergolong produk dalam bisnis jasa penerbangan antara-lain : Pesawat yang besar dan moderen, Mengutamakan keselamatan penerbangan, Makanan dan snack yang berkualitas, Pelayanan bagasi yang handal dan terpercaya, Tempat duduk di dalam pesawat yang nyaman dan tidak sempit, Pilihan jadual penerbangan, Program Frequent Flyer yang menarik; Price (Harga), Komponen harga merupakan satu-satunya unsur bauran pemasaran yang memberikan pendapatan bagi perusahaan, sedangkan ketiga unsur lainnya (produk, saluran distribusi, dan promosi) adalah penyebab timbulnya cost/biaya. Hal-hal yang tergolong sebagai saluran distribusi dalam bisnis jasa penerbangan antara-lain : Harga yang murah,

Tarif batas atas, Tarif batas bawah, Harga yang sesuai kualitas penerbangan, Harga murah tetapi dengan pelayanan minim, Paket potongan /diskon harga; Harga Group, Place (Tempat atau Saluran Distribusi), Peranan saluran distribusi adalah sebagai kegiatan pemasaran yang berusaha untuk mempermudah penyampaian barang dan jasa dari perusahaan ke konsumen. Hal-hal yang tergolong sebagai saluran distribusi dalam bisnis jasa penerbangan antara-lain : Pemesanan tiket yang mudah melalui call center, Kemudahan online booking (Web/SMS), Kemudahan menjangkau Agen/Kantor Penjualan, Kemudahan dalam pembayaran E-ticketing; Promotion (Promosi), yaitu Promosi adalah arus informasi atau persuasi satu arah yang dibuat untuk mengarahkan seseorang kepada tindakan yang menciptakan pertukaran dalam pemasaran. Hal-hal yang tergolong sebagai promosi dalam bisnis jasa penerbangan antaralain : Pemberian kemudahan fasilitas pada Frequent Flyer; Kemudahan akan informasi penerbangan/iklan yang ditampilkan, Adanya undian berhadiah dalam penerbangan, Adanya iklan di TV. People (Orang), maksudnya adalah jasa sebagian besar diberikan oleh orang, sehingga seleksi, pelatihan dan motivasi pegawai dapat membuat perbedaan besar dalam kepuasan pelanggan. Idealnya, pegawai harus memperhatikan kompetensi, sikap memperhatikan, responsif, inisiatif, kemampuan memecahkan masalah dan niat baik. Hal-hal yang tergolong sebagai People dalam bisnis jasa penerbangan antara-lain : Sikap karyawan penjualan yang ramah, Sikap karyawan yang profesional, Asistensi petugas sebelum keberangkatan, Tanggapan karyawan terhadap keluhan; Keramahan pilot dan pramugari. Physical Evidence, Kualitas jasa dapat ditunjukkan melalui bukti fisik dan penyajian. Jadi suatu bisnis penerbangan akan mengembangkan suatu penampilan dan gaya yang dapat diamati dalam menangani pelanggannya, sehingga dapat menyampaikan nilai yang diharapkan bagi konsumen, baik itu kebersihan, kecepatan atau manfaat lainnya. Hal-hal yang tergolong sebagai Physical Evidence dalam bisnis jasa penerbangan antara-lain : Kantor perwakilan yang bersih dan nyaman, Agen penjualan yang bersih dan nyaman, Pesawat yang bersih dan indah, Logo perusahaan yang menarik; Proces (Proses), merupakan sistem organisasi adalah elemen yang tidak terlihat tetapi mendukung bisnis jasa tersebut. Hal-hal yang tergolong sebagai Proses dalam bisnis jasa penerbangan antara-lain : Proses check-in dan boarding yang mudah, Jadual keberangkatan dan kedatangan yang tepat waktu, Proses pengambilan bagasi yang cepat. Analisis Internal : Keuangan dan Struktur Organisasi

Struktur Organisasi PT. Garuda Indonesia Struktur organisasi merupakan elemen penting untuk menjalankan aktivitas perusahaan yang menggambarkan hubungan wewenang dan tanggung jawab bagi setiap karyawan yang ada dalam perusahaan. Dengan adanya struktur organisasi yang jelas, maka seluruh aktivitas perusahaan dapat dilaksanakan dengan baik dan mengarah pada tujuan yang telah ditetapkan oleh perusahaan. Selain itu, untuk mencapai tujuan dasar kerja sama yang mempunyai bentuk dan susunan yang jelas dalam tiap-tiap tugasnya serta menegaskan

hubungan antara satu sama lain. Aspek Kegiatan PT. Garuda Indonesia Garuda Indonesia adalah suatu badan usaha milik negara yang bergerak dalam bidang penyediaan jasa transportasi udara dan jasa-jasa lain yang terkait. Sebagai BUMN, Garuda juga mempunyai tanggung jawab lain, yaitu sebagai agen pembangunan dengan tujuan membantu Indonesia untuk tinggal landas, dan sebagai wakil/duta rakyat Indonesia, dimanapun Garuda berada. Sehubungan dengan itu ada beberapa tanggung jawab lain yang diemban Garuda Indonesia yaitu : Meningkatkan industri sektor pariwisata di Indonesia, Menciptakan lapangan kerja, Melestarikan kebudayaan Indonesia, dan Membantu pembangunan nasional. Secara umum kegiatan perusahaan adalah sebagai berikut :

Mengelola penerimaan kas atas penjualan tiket pesawat dan pengiriman kargo. Melayani pelanggan yang membeli tiket pesawat dan memberikan informasi mengenai penerbangan, termasuk pengaduan. Menyiapkan, memeriksa dan menyerahkan kelengkapan dokumen kargo, seperti Surat Muatan Udara (SMU) atau Air Way Bill (AWB) yang akan diserahkan kepada customer/agen. Menerima arsip dokumen SMU dan AWB dari pusat atas barang yang sudah terkirim untuk dicocokan dengan catatan yang ada di perusahaan dan dibuat laporan penjualannya. Membuat laporan keuangan atas penjualan tiket dan kargo setiap bulan serta langsung di kirim ke pusat. Analisis Eksternal : Pesaing Batik Air, Maskapai Pesaing Utama Garuda Indonesia Batik Air merupakan salah satu maskapai penerbangan Indonesia yang memulai beroperasi pada Mei 2013. Maskapai ini merupakan salah satu maskapai berlayanan penuh persembahan Lion Air Group. Batik Air berencana untuk membasiskan pesawatnya di Manado, sebuah kota di Pulau Sulawesi, Indonesia. Baik Air, direncanakan akan bersaing dengan maskapai berlayanan penuh seperti Garuda Indonesia. Penerbangan perdana Batik Air dilakukan pada 3 Mei 2013 dengan penerbangan dari Jakarta menuju Manado. Penerbangan ini berangkat dari Bandara Soekarno-Hatta Jakarta pada jam 10.00 WIB dan tiba di Bandara Sam Ratulangi Manado pada jam 14.00 WITA. Dengan hadirnya Batik Air, persaingan bisnis penerbangan akan semakin ketat. Strategi Garuda Hadapi Pesaing Maskapai Baru PT Garuda Indonesia menyiapkan strategi dalam menghadapi ketatnya persaingan antar maskapai, khususnya munculnya dua maskapai baru yang melayani pasar full service tahun ini. Manajemen berencana meningkatkan pelayanan pesawat dan post flight. Senior Manager Public Relation Garuda Indonesia Ikhsan Rosan mengatakan layanan pre-in di antaranya memperbanyak jaringan akses pemesanan dan pembelian tiket, mempermudah pemesanan online serta bekerja sama dengan 16 bank. Kita juga memperbanyak tiketing office, peningkatan lounge dan term inal khusus Garuda di berbagai bandara, ujarnya dikutip dari merdeka.com, Rabu (2-1-2013) Untuk pelayanan dalam penerbangan, lanjutnya, Garuda mencoba untuk meningkatkan kualitas pelayanan dengan menyediakan berbagai menu makan khas Indonesia. Sarana hiburan pendukung seperti audio dan video juga dibenahi. Kita juga akan membuka layanan first class dengan chef onboard, tuturnya. Dalam rangka meningkatkan pelayanan mobilisasi, Garuda akan mendatangkan 24 pesawat baru termasuk tipe B 777-300ER. Selain itu perseroan juga bekerjasama dengan beberapa maskapai internasional seperti Singapura, China atau Turkish Airlines. Ini supaya jaringan penerbangan kita semakin luas, imbuhnya. Sebelumnya, pada tahun 2013 nanti setidaknya ada 2 maskapai baru pesaing Garuda Indonesia yang bergerak dalam penerbangan pelayanan penuh dan eksekutif, terbang di langit Indonesia. Salah satu maskapai tersebut adalah Batik Air. Maskapai ini adalah milik PT Lion Mentari Airlines. Batik Air ditargetkan akan beroperasi pada Maret 2013. Maskapai kedua yang akan ikut meramaikan penerbangan Indonesia adalah Nam Air. Nam Air adalah anak usaha PT Sriwijaya Air yang akan bergerak dalam bisnis penerbangan layanan penuh (full service) berjadwal. Menurut Presiden Direktur Sriwijaya Air Chandra Lie, Nam Air merupakan unit bisnis strategis untuk melayani rute domestik tertentu.

Nam Air ditargetkan mulai beroperasi pada 2013. Maskapai ini mengoperasikan rencananya akan mengoperasikan 20 pesawat buatan Embraer asal Brasil seharga USD 20 juta per unit untuk melayani rute domestik. (Redaksi/merdeka.com). Analisis SWOT Analisis SWOT ini akan mengidentifikasikan faktor internal dan eksternal perusahaan sehingga dapat diketahui potensi-potensi yang mampu dikembangkan Garuda dimasa yang akan datang dan mengatasi kekurangan-kekurangan yang dimiliki. Dari sisi internal akan dilihat kekuatan atau kelemahan yang dimiliki oleh perusahaan PT. Garuda Indonesia (Persero). Tbk itu sendiri. Sedangkan dari sisi eksternal, akan dilihat peluang dan ancaman dari luar perusahaan. Setelah mengidentifikasi faktor-faktor tersebut, dilakukan perumusan terhadap strategi dengan menggunakan diagram SWOT. Hasil dari analisis tersebut akan dilihat apakah strategi-strategi yang dilakukan PT. Garuda Indonesia (Persero), Tbk dapat mengatasi kelemahan dan ancaman dengan kekuatan dan peluang yang dimiliki. Sehingga, akan diambil kesimpulan mengenai kinerja Garuda yang menjadi penilaian bisnis untuk investor dalam mengambil keputusan investasi. Faktor-faktor yang akan dianalisis tersebut antara lain: A. Faktor Internal Perusahaan 1. Kekuatan (Strengths): Maskapai penerbangan terbesar di Indonesia Garuda saat ini mengoperasikan 89 pesawat yang terdiri dari 3 pesawat jenis Boeing 747-400, 6 pesawat jenis Airbus 330-300, 5 pesawat jenis Airbus 330-200 dan 33 pesawat jenis B737 Classic (seri 300, 400, 500) dan 42 pesawat B737-800 NG; Garuda mempunyai 36 rute penerbangan domestik dan 26 rute internasional hingga tahun 2010; Konsep layanan yang selalu menempatkan pelanggan sebagai fokus utama yang didasarkan keramahtamahan dan keunikan Indonesia yang disebut dengan Garuda Indonesia Experience yang didasarkan pada 5 senses yaitusight, sound, smell, taste, and touch, menyebabkan Garuda Indonesia mempunyai ciri khas tersendiri dibandingkan dengan maskapai penerbangan lain; Adanya layanan Immigration on Board yang merupakan inovasi Garuda dan merupakan satu-satunya di dunia, yaitu layanan pemberian visa di atas pesawat; Memiliki tim yang terdiri dari individu-individu yang handal, profesional, kompeten, berdaya saing tinggi dan helpfulserta dilandasi atas nilai-nilai FLY-HI (eFficient & effective, Loyalty, customer centricitY, Honesty & openness, and Integrity) disetiap insan Garuda Indonesia; Pangsa pasar Garuda Indonesia di pasar Internasional mencapai 23.2% kendati terjadinya krisis global sehingga Garuda Indonesia tetap menjadi pemimpin pasar untuk area JepangKorea-China, Timur Tengah dan South West Pacific (Australia); Memiliki teknologi informasi yang mutakhir dalam menjalankan bisnis sehingga menempatkan Garuda Indonesia sebagai maskapai penerbangan dengan TI tercanggih di Indonesia; Garuda Indonesia banyak melakukan kegiatan CSR seperti program kemitraan dan bina lingkungan sebagai bentuk kepedulian dan tanggung jawab kepada masyarakat; Garuda Indonesia termasuk dalam kategori baik untuk hal tata kelola perusahaan; Garuda Indonesia telah memiliki brand yang kuat dan telah diakui di pasar domestik; 2. Kelemahan (Weakness): Adanya faktor teknis dan flight operations seperti keterbatasan jumlah cockpit dan cabin crew sehingga menyebabkan keterlambatan penerbangan;

Tingginya tingkat hutang lancar yang diakibatkan adanya peningkatan dalam jumlah kewajiban pada akun-akun lancar seperti hutang usaha dan biaya yang masih harus dibayar; Garuda sangat bergantung kepada sistem otomatisasi dalam menjalankan bisnis sehingga apabila terjadi kesalahan sistem, proses bisnis perusahaan akan terganggu; Perseroan memiliki atau tetap memiliki defisit pada modal kerja pada masa yang akan datang; Biaya operasional yang tinggi menyebabkan harga tiket pesawat lebih tinggi dibandingkan dengan maskapai penerbangan lainnya; B. Faktor Eksternal Perusahaan 1. Peluang (Opportunities): Telah dikeluarkannya Garuda Indonesia dari daftar perusahaan penerbangan yang dilarang terbang di kawasan Eropa, yang menyebabkan semakin terbukanya kesempatan untuk mewujudkan pengembangan jaringan penerbangan internasional jarak jauh; Indonesia merupakan salah satu pasar penerbangan udara yang memiliki pertumbuhan yang pesat. Karena pertumbuhan penumpang transportasi udara di Indonesia tahun 2010 mencapai 22,39% dibandingkan dengan pertumbuhan dunia yang hanya sebesar 8,20%; Bergabungnya Garuda sebagai anggota aliansi global maskapai penerbangan yang bernama SkyTeam Global Airline Alliance. Berkembangnya secara cepat industri penerbangan Asia Pasifik. 2. Ancaman (Threats) Adanya faktor fasilitas bandara merupakan faktor yang tidak dapat dikontrol yang menghambat ketepatan waktu penerbangan (On Time Performance/OTP), seperti landasan pacu/runway yang terbatas; Sumber utama pasokan bahan bakar pesawat Garuda Indonesia berasal dari Pertamina, sehingga harga bahan bakar pesawat, persediaan bahan bakar sangat tergantung dengan Pertamina. Adanya bencana alam seperti letusan gunung merapi, wabah penyakit dsb yang dapat mengakibatkan penurunan permintaan; Adanya peningkatan kapasitas, penurunan harga tiket dan semakin banyaknya rute penerbangan baru yang dibuka oleh maskapai penerbangan lain; Maskapai asing yang melakukan penetrasi pasar ke Indonesia untuk mengimbangi penurunan penumpang internasional akibat adanya krisis global; ANALISIS SWOT PENERBANGAN PT. GARUDA MAINTENANCE FACILITY AERO ASIA Sebagai perusahaan yang bergerak dalam bidang perawatan pesawat komersial, GMF terus berusaha memperbaiki kinerja produksinya dalam rangka pencapaian visi menjadi pemain dominan di dunia dalam industri perawatan pesawat pada tahun 2018. GMF memiliki beberapa divisi perawatan antara lain: Line maintenance, Base Maintenance, Component Shop, dan Power Plant Shop. Penyumbang utama pendapatan GMF berasal dari bagian Base Maintenance yang membagi tipe-tipe perawatan pesawat menjadi 4 jenis yaitu A check (200-500 jam terbang), B check (600-1500 jam terbang), C check (2000-5000 jam terbang), dan D check (overhaul/turun mesin). Performansi produksi bagian Base Maintenance diukur dengan tingkat produktivitas yang dicapai dalam setiap periode. Ukuran produktivitas secara sederhana diperoleh dari perbandingan output yang dihasilkan dengan input yang dibutuhkan. Hasil analisis

performasi tersebut dapat digunakan sebagai pembanding dengan perusahaan pesaing pada periode yang berbeda atau dengan perusahaan berbeda pada periode waktu yang sama. Analisis performansi yang dilakukan meliputi utilisasi karyawan, pesawat, persediaan, fasilitas dan produksi. Selain itu deviasi pekerjaan dan deviasi produksi berkontribusi terhadap performansi produksi. Pada skala yang lebih besar, analisis performansi dilakukan dengan menggunakan pendekatan SWOT (strength,weaknesses, opportunity, treats). Profil Perusahaan Sejarah Garuda Indonesia Airlines (GA) adalah badan usaha milik negara yang didirikan pada tahun 1949. Pada awal pendiriannya, GA memiliki misi menjadi salah satu ujung tombak media promosi pariwisata nasional. Oleh karena itu, faktor ketepatan waktu, keandalan, dan kenyamanan menjadi sangat penting dalam upaya pencapaian misi tersebut. Untuk medukung ketercapaian factor-faktor keberhasilan tersebut, diantaranya GA mendirikan secara resmi Garuda Maintenance Facilities Support Center pada tahun 1984. Pada dasarnya fasilitas pemeliharan pesawat ini telah ada sejak awal pendirian GA tahun 1949 dalam bentuk suatu divisi bernama divisi teknis, sebelum resmi didirikan pada tahun 1984. Ide awal pembetukan fasilitas ini adalah sebagai pendukung bisnis dalam hal pemeliharan pesawat terbang GA saat itu dan maskapai penerbangan lain di kemudian hari. Bermula dari 400 pegawai Belanda yang bekerja ketika itu, hingga kini fasilitas pemeliharan pesawat ini telah memiliki lebih dari 1000 orang pekerja yang sebagian besar adalah anak negeri. Krisis di Indonesia, tepatnya di Irian Barat pada tahun 1958 antara pemerintah Indonesia dan Belanda menyebabkan semua orang Belanda yang bekerja di GA saat itu, harus kembali ke negara asalnya. Hal ini menyebabkan GA dan divisi teknisnya kehilangan sumber daya manusia khususnya insinyur dan mekanik yang kompeten. Akan tetapi, GA menyikapi permasalahan ini sebagai kesempatan untuk menasionalisasi GA. Masalah kekurangan sumber daya manusia ini pun sedikit demi sedikit dapat teratasi dengan keberhasilan Akademi Penerbangan Curug Indonesia, yang didirikan sejak tahun 1952, melahirkan lulusan-lulusan di bidang penerbangan yang cukup terampil. Keberadaan lulusan-lulusan akademi ini mampu menutupi lubang yang ditinggalkan orang-orang Belanda pasca peristiwa eksodus pada tahun 1958. Bukti nyatanya adalah keberhasilan fasilitas ini mengoverhaul pesawat GA jenis Convair dan Dakota. Keberhasilan ini merupakan tanda sejarah dari embrio Garuda Maintenance Facilities (GMF) dan membuktikan bahwa GA mampu melakukan sesuatu yang besar. Pengembangan dan perluasan fasilitas pemeliharaan ini terus dilakukan dan didanai sepenuhnya oleh pemerintah Indonesia. Dalam tujuh tahun pertama sejak didirikannya GMF, total investasi yang dikeluarkan mencapai US$ 200 juta, dimana 63% dari nilai tersebut digunakan untuk mengimpor peralatan-peralatan dan mesin-mesin berteknologi tinggi. Pada tahun 1993, GMF telah berhasil menyelesaikan kebutuhan infrastruktur yang diperlukan, seperti hanggar II (1987), hanggar III (1988), hanggar I (1991), dan gedung manajemen (1993). Dalam upaya untuk meningkatkan kemampuannya, GMF berubah menjadi salah satu Strategic Bussiness Unit (SBU) dari GA pada tahun 1996 dengan nama SBU-GMF. Pada tahun itu juga, GMF mulai melayani operator-operator pihak ketiga. Oleh karena itu, GMF perlu mendapatkan sertifikasi dan pengakuan di tingkat nasional maupun internasional. Hingga tahun 2007, GMF telah mendapatkan sertifikasi dan pengakuan dari Direktorat Jendral Perhubungan Udara (Directorate General of Air Communications atau DGCA) Indonesia,

Amerika Serikat (FAA), Eropa (EASA), Singapura (CAAS), Thailand (DCA), Nigeria (NCAA), Malaysia (DCAM) , Bangladesh (CAA), dan beberapa negara lain. Selain itu, GMF juga telah menerima penghargaan-penghargaan dari Personnel Appreciation danRamp Incident Free Award dari Japan Airlines (JAL), Ozon Award dari Kementerian Lingkungan Hidup Indonesia, dan HR Excellence Award dari Majalah SWA. Sebagai penyedia jasa Maintenance, Reliability, dan Overhaul (MRO), GMF dilengkapi dengan berbagai workshop termasuk Avionics, Electro Mechanical and Oxygen, Ground Support Equipment, Calibration and Non Destructive Test (NDT). Semua workshop ini adalah komponen penting dalam menyelenggarakan pemeliharaan untuk pesawat jenis B737, B 747, A330, A 310, A300, DC 10, MD 80, dan F 28. Fasilitas-fasilitas Fasilitas GMF terletak di sebidang tanah seluas 115 hektar di dalam kompleks Bandara Internasional Soekarno-Hatta. Hal ini menjadikan GMF salah satu fasilitas MRO terbesar di Asia. Fasilitas ini terdiri dari struktur built-up seluas 480.000 meter persegi, termasuk tiga buah hanggar, satu buah gudang suku cadang (spares warehouse), gedung workshop, gedung serba guna (utility building), gedungground support equipment, ruang bahan-bahan kimia (chemical stores), engine test cell dan gedung manajemen (management building). Selain itu, GMF juga memiliki apron yang mampu menampung hingga 50 buah pesawat, taxiway, run-up bay, dan daerah pengolahan limbah. GMF memiliki kapabilitas untuk melakukan modifikasi-modifikasi utama selagi melakukan heavy maintenance check di ketiga hanggar yang dimiliki. Ketiga hanggar tersebut memiliki luas kumulatif sekitar 68.000 meter persegi. Hanggar I dirancang khusus untuk perawatan Boeing 747 dan Airbus 330 (A330) hingga D-Check dan dilengkapi dengan docking platform untuk heavy maintenance dari Boeing 747. Hanggar I mampu menampung hingga dua pesawat Boeing 747 wide-body. Hanggar II terdiri dari delapan aircraft bay yang didedikasikan untuk perawatan minor A dan B check. Setiap bay dalam fasilitas ini, mampu menampung satu pesawat wide-body dan satu narrow-body. Hanggar III memiliki tiga aircraft bay yang dirancang khusus untuk perawatan berat (heavyatau major maintenance). Tata letak setiap bay dalam fasilitas ini dirancang untuk dapat menampung satu pesawat wide-body dan satu narrow-body. Selain itu, fasilitas ini memiliki enam roofmounted crane dan satu bay dibangun yang dilengkapi secara khusus dengan docking platform untuk memfasilitasi pekerjaan pada MD11/ DC 10 dan pesawat Airbus wide-body. Analisis SWOT Analisis SWOT (strength, weakness, opportunity, threat) merupakan metode perencanaan strategis yang digunakan untuk mengevaluasi kekuatan, kelemahan, peluang, dan ancaman yang terjadi dalam suatu proyek atau perjalanan bisnis. Analisis tersebut meliputi identifikasi tujuan, identifikasi faktor internal dan eksternal yang mendukung dan menghambat pencapaian tujuan tersebut. Analisis tersebut meliputi 1. Strength: atribut organisasi (internal) yang mendukung pencapaian tujuan 2. Weakness: atribut organisasi (internal) yang menghambat pencapaian tujuan. 3. Opprtunity: kondisi eksternal yang mendukung pencapaian tujuan. 4. Threat: kondisi eksternal yang menghambat pencapaian tujuan. Atribut organisasi (kondisi internal) dapat dipandang sebagai strength maupun weakness tergantung dampak terhadap tujuan organisasi. Sesuatu hal yang dinyatakan sebagai strength untuk tujuan tertentu dapat menjadi weakness untuk tujuan yang lain. Faktor-

faktor eksternal meliputi kondisi makro ekonomi, perubahan teknologi, sosio-kultural, dan tidak ketinggalan iklim kompetisi. Beberapa contoh masing-masing analisis yang digunakan GMF dalam menganalisis performasi adalah sebagai berikut 1. Strength (Kekuatan) - Kapabilitas - Keunggulan kompetitif - Nilai jual unik - Sumber daya, aset, manusia - Pengalaman, pengetahuan, data 2. Weakness (Kelemahan) - Reputasi dan merk - Kondisi finansial - Reliabilitas data - Ketangguhan rantai suplai - Moral, komitmen, dan kepemimpinan 3. Opportunity (Peluang) - Pengembangan pasar - Tren gaya hidup - Inovasi teknologi - Lokasi geografis - Pengembangan produk dan unit bisnis 4. Threat (Ancaman) - Dampak politik dan kebijakan - Dampak lingkungan - Permintaan pasar - Kehilangan staf ahli - Musim dan faktor cuaca STRATEGI BISNIS Strategi Bersaing PT Garuda Indonesia di Pasar Amerika Kondisi dunia menunjukkan perkembangan begitu pesat. Perubahan kondisi tersebut mempengaruhi kondisi dunia usaha secara keseluruhan. Kompetisi dalam dunia usaha semakin ketat dan sejumlah peserta kompetisi berusaha menjadi pemenang dalam kompetisi tersebut. Untuk mengantisipasi hal tersebut setiap perusahaan harus menetapkan suatu strategi yang tepat dan sesuai dengan kondisinya sehingga perusahaan dapat bersaing dan bertahan dalam suatu situasi kompetisi yang kompleks. Jasa transportasi udara sebagai salah satu bidang usaha juga menunjukkan perkembangan yang begitu pesat. Demand meningkat pesat dan diikuti dengan persaingan yang semakin ketat. Garuda Indonesia sebagai salah satu perusahaan pener-bangan merasakan dampak dari perkembangan dunia tersebut. Pasar Arnerika yang merupakan pasar potensial dunia yang dilayani oleh Garuda menunjukkan situasi yang kurang menggem-birakan. Meskipun setiap tahun mengalami peningkatan penjua-lan tetapi pangsa pasar yang diraih serta load factor yang didapat untuk pasar ini semakin menurun sehingga kondisinya semakin melemah. Dengan melakukan analisa SWOT dimana faktor-faktor yang berpengaruh dikuantifisir dengan menggunakan metode Analitycal Hierarcy Process (AHP), didapatkan hasil bahwa Garuda Indonesia berada dalam kondisi memiliki peluang yang lebih besar jika dibandingkan dengan ancamannya dan memiliki banyak kele-mahan di bandingkan dengan kekuatan yang dimi1iki. Apabila digunakan diagram SWOT maka posisi garuda Indonesia berada di kuadran

3 atau memiliki peluang dalam usahanya tetapi dibatasi kendala masalah kelemahan intern. Strategi dasar yang tepat dan sesuai untuk kuadran 3 ini adalah memperbaiki kelemahan intern tersebut agar mendapatkan peluang yang lebih baik dimasa yang akan datang (Turnaround). Selain itu kondisi Garuda Indonesia di pasar Amerika menunjukkan tingkat pertumbuhan penjualan yang baik setiap tahunnya tetapi memiliki pangsa pasar relatif yang kecil terhadap pesaing utamanya, serta kekuatan bersaing yang masih lemah. Strategi yang harus dilakukan oleh Garuda adalah memperbaiki posisinya (membangun) sehingga dapat meningkatkan pangsa pasarnya. Berdasarkan segmennya, pasar Amerika didominasi oleh penumpang Leisure. Kekuatan bersaing yang dimiliki oleh Garuda Indonesia adalah langsung melayani penerbangan ke obyek wisata di Indonesia. Dari kondisi tersebut strategi generik yang disarankan adalah Fokus yang menekankan pada leisure travel sebagai penumpang potensial. Strategi pemasaran sebagai salah satu strategi fungsional harus disusun sesuai dengan kondisi yang ada. Garuda Indonesia harus menerapkan strategi pemasaran secara Pro aktiv untuk mendukung strategi unit bisnisnya. Strategi Pemasaran PT. Garuda Indonesia Pada Pasar Domestik Rute penerbangan Jakarta Denpasar mcrupakan rute penerbangan yang memberikan kontribusi revenue dan mempunyai pangsa pasar yang bcsar pada pasar domestik. Namun, mulai tahun 1991 1994, pangsa pasar Garuda pada rute ini semakin menurun, dimana pertumbuhan pasarnya lebih rendah dari pada pertumbuhan pasar keseluruhan. Padahal, pesaing potensial Garuda, yaitu, perusahaan SG dapat meraih pangsa pasar yang semakin meningkat dari tahun 1991 sampai dcngan tahun 1994. Hal ini disebabkan karena strategi yang diterapkan oleh SG relatif lebih inovatif dan agresif bila dibandingkan dengan strategi Garuda. Apabila Garuda tidak menyusun strategi pemasaran yang tepat, maka diperkirakan untuk niasa datang pangsa pasar Garuda pada rute ini akan semakin menurun. Karya akhir ini mengambil topik tentang peramusan strategi pemasaran PT. Garuda Indonesia untuk rute Jakarta Denpasar. Langkah-Iangkah dalam menentukan usulan strategi tersebut adalah berupa analisa karakteristik rutc Jakarta Denpasar, analisa lingkungan eksternal dan internal, analisa posisi strategik rute Jakarta Denpasar, penentuan strategi utama, penentuan target pasar, dan perumusan strategi bauran pemasaran. Berdasarkan analisis yang telah dilakukan, maka sasaran strategi yang disarankan untuk rute ini adalah mempertahankan pangsa pasar dan posisi sebagai pemimpin pasar. Untuk mencapai sasaran tersebut, maka terdapat beberapa alternatif strategi yang dapat dilakukan, yaitu sebagai berikut: mcningkatkan kualitas produk meningkatkan difcrensiasi produk meningkatkan usaha promosi menentukan harga yang bcrsaing Strategi pemasaran yang dilakukan adalah strategi pemasaran total, yaitu Garuda melayani semua segmen pasar yang ada, baik penumpang dengan tujuan bisnis, penumpang dengan tujuan wisatawan, maupun penumpang dengan tujuan pribadi. Strategi tersebut kemudian dijabarkan ke dalam strategi bauran pemasaran, yang meliputi strategi produk, strategi harga, strategi distribusi dan strategi promosi. Mengapa kinerja garuda membaik Mantan Direktur Utama Garuda Indonesia, Abdulgani, meneliti khusus kinerja bekas perusahaannya itu untuk disertasi doktoral di Universitas Gadjah Mada. Abdulgani menemukan, peningkatan kinerja berbanding lurus dengan menurunn