Anda di halaman 1dari 2

Albuminuria

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas Belum Diperiksa Langsung ke: navigasi, cari Albuminuria adalah simtoma terdapatnya sejumlah konsentrasi albumin di dalam urin. Albumin yang mencapai ginjal melalui pembuluh darah pada umumnya akan mengalami filtrasi pada glomerulus dan diserap kembali oleh tubula proksimal menuju sirkulasi darah. Laju albumin yang terlepas dari penyerapan proksimal ke dalam urin, yang melebihi !" miligram#$% jam telah dianggap secara medis sebagai patologis.& ' Walaupun dropsy atau anasarca telah dikenali sejak berabad yang lalu, pada tahun ($) *ichard +right pertama kali mengemukakan bah,a beberapa kasus edema disebabkan oleh adanya penyakit pada ginjal, yang kemudian dikenal sebagai penyakit +right. Diagnosis edema yang menyatakan ginjal sebagai asal-usul edema kemudian didasarkan pada adanya konsentrasi albumin di dalam urin. Di dalam catatannya, Reports of medical cases with a view of illustrating the symptoms and cure of diseases by a reference to morbid anatomy, *ichard +right menunjukkan pertamakalinya bah,a pemanasan urin dengan menggunakan sendok teh akan menghasilkan formasi sejenis protein serupa putih telur yang disebut .albumen., yang sekarang disebut albumin. +eberapa istilah digunakan untuk menyatakan klasifikasi albuminuria antara lain adalah albuminuria-mikro jika laju ekskresi albumin ke dalam urin antara $ hingga $"" mikrogram#menit&$' atau /" hingga /"" miligram#$% jam,&/' dan disebut albuminuriamakro setelah laju ekskresi tersebut melebihi nilai $"" mikrogram#menit,&$' kemudian disebut proteinuria saat rasio albumin terhadap kreatinina lebih besar daripada /" miligram#mmol&%' dengan laju ekskresi melebihi ",! gram per $% jam.&$' 0roteinuria yang disertai dengan hipertensi berakibat pada nefropati diabetik.&!' 0ada he,an anjing, hal ini merupakan komplikasi jangka panjang dari simtoma hiperkortisolisme dan hiperadrenokortisisme.&1' 0roteinuria juga dapat dikategorikan dengan asal-mula .glomerular. selain .tubular., yang disebabkan oleh meningkatnya permeabilitas glomerular terhadap molekul makro. 0eningkatan dapat terjadi pada lapisan glomerular yang dibentuk podosit atau sel mesangial, maupun pada lapisan endotelial renal yang disebut membran dasar glomerular.&)' 2n3im heparanase diketahui juga menyebabkan degradasi pada membran tersebut.&(' 0ada lintasan podosit, 456-7 , sebuah sitokina fibrogenik selalu mengalami peningkatan saat ginjal meradang.&8' 456-7 kemudian menekan protein diafragma pada celah podosit seperti P-cadherin, zonula occludens-1, dan nefrin. 9ementara itu, 456-7 juga menginduksi ekspresi protein filamen seperti desmin, fibronektin dan kolagen- , dan menstimulasi sekresi en3im ::0-8 oleh podosit. 9inergi endokrin dan parakrin di atas akan mengakibatkan sel epitelial termasuk podosit mengalami dediferensiasi menjadi sel

mesenkimal, dan meningkatnya permeabilitas pada lapisan tunggal podosit, hingga dapat dilalui albumin. 0roteinuria lebih lanjut dikategorikan berdasarkan jenis protein yang terekskresi selain albumin, misalnya globulin, rantai ringan kappa atau lambda, atau protein 4amm ;orsfall yang terbentuk dari nefron yang rusak. 9edangkan albuminuria persisten merupakan salah satu faktor dari sindrom metabolisme dan dapat menjadi petunjuk a,al adanya peningkatan risiko penyakit renal dan kardiovaskular yang terkait dengan resistansi insulin dan disfungsi jaringan endotelial, akibat tidak normalnya atau terbaliknya fungsi filtrasi pada glomerulus.&$' +eberapa diagnosa yang dapat terjadi dari albuminuria antara lain:& "'

0enyakit renal primer o 5lomerulonefritis, baik yang bersifat idiopatik maupun yang terjadi akibat hepatitis, malaria dan lain-lain o Tubulointerstitial disease (toxic allergic vascular infective hereditary! 0enyakit renal yang terkait dengan kelainan metabolisme o 5lomerulosklerosis diabetik o "ystemic lupus erythematosus o Amiloidosis, dengan atau tanpa mieloma o <askulitis (allergic polyarteritis "#$ dll%! o =eoplasia o 4oksin (heavy metals drugs allergens! ;emodinamik seperti congestive heart failure constrictive pericarditis renal vein thrombosis :ieloma multipel >Ig5, IgA, IgD, Ig2, dan rantai ringan bebas? &aldenstr'm(s macroglobulinuria (primarily )g*! *u heavy chain disease )diopathic monoclonal gammopathy Limfoma

Adanya busa yang berlebihan ketika buang air kecil dapat menjadi pertanda a,al simtoma albuminuria, ,alaupun urin yang berbusa juga dapat disebabkan oleh hal yang lain seperti defisiensi tiamina, hipertensi portal, kekurangan hepatoselular, tirotoksikosis, anemia dan penggunaan obat-obatan anti-peradangan berjenis non-steroid yang umumnya menyebabkan reabsorpsi garam darah.& '